Selasa, 21 Januari 2014

[11] Integritas

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ)
[Surat As-Saff : 2] via @QuranAndroid

Terjemahan :
Wahai orang orang yang beriman, mengapa engkau mengatakan apa yang tidak kamu lakukan ?
Surat Ash-Shaf ayat 2

"Naaak, shalat dulu Nak..." kata seorang ibu kepada anaknya.
"Emang Bunda udah gitu ?" Jawab si anak santai.

Begitulah... anak anak akan meneladani orang tuanya tanpa harus di babibu terlebih dulu.

Kalau di kantorku, ada salah satu corporate value integritas. Integritas ini diartikan sebagai satunya kata dengan perbuatan.
Ada satu kisah terkait hal ini yang terjadi pada masa Imam Hasan Al Basri.
Hasan Al Basri adalah seorang ulama yang kata-katanya sangat bernas dan diikuti oleh umat.
Dikisahkan bahwasanya beliau didatangi oleh serombongan budak. Mereka meminta bantuan sang imam agar memberikan khutbah tentang keutamaan memerdekakan budak.
Imam Hasan Al Basri pun menyanggupi, insya Allah.

Jumat pertama berlalu tanpa sedikitpun menyinggung tentang aspirasi para budak tadi.
Mereka pun bersabar dan menunggu hingga Jumat berikutnya. Ternyata Jumat kedua pun, belum ada tanda tanda khitbah mengarah kesana.
Sampai Jumat ketiga berlalu Imam Hasan Al Basri  belum juga berkhutbah tentang kemuliaan memerdekakan budak.
Baru pada Jumat keempat, beliau menyampaikan khutbah seperti yang diharapkan oleh para budak tadi.
Tidak menunggu lama, setelah sang Imam berkhutbah tentang itu maka beberapa budak pun dibebaskan.
Ketika mereka berombongan menemui sang imam untuk berterima kasih, sang imam pun memohon maaf. Beliau menceritakan kenapa sampai sebulan baru berkhutbah tentang itu. Beliau tidak pernah memiliki budak dan beliau sedang tidak punya uang. Maka beliau menunggu rejeki dari Allah, kemudian beliau membeli budak. Setelah itu budak itupun beliau bebaskan.
Mengapa sampai segitunya ?
Karena beliau tidak ingin mengucapkan apa yang tidak beliau lakukan.

Subhanallah.

6 komentar:

  1. Subhanalllah, berlatih untuk tidak jarkoni.. mung ujar ning ra nglakoni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener yo... ora jarkoni ki uwangele puoool...
      Bismillah... belajar terus menerus.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Terima kasih ....
      Fiksimu juga bagus bagus.
      Makasih udah mampir yaa...

      Hapus
  3. sesuai pengalaman ya mbak. Apa kabar mbak titi? maaf baru bisa mampir lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..Cerita berdasar pengalaman itu lebih berkesan mbaak...

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan