Senin, 27 Januari 2014

[13] Memelihara Hidayah

(رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ) [Surat Aal-E-Imran : 8] via @QuranAndroid

Terjemahan :
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Kau berikan petunjuk, dan karuniakanlah rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia. (Surat Ali Imran ayat 8)

Saya perlu merenung ada apakah gerangan ini ya... dua postingan berturut turut terhapus. It's my mistake, pastinya. Tapi yang mana ?
Baiklah, mungkin saat ini belum menyadari. Banyak banyakin istighfar aja.
Apapun itu, tetep saya harus bikin postingan untuk mengganti tulisan yang hilang kaaan.... beda beda tipis gapapa lah ya...  *colek Mama Calvin  dan Mak Kinzihana yang udah sempat komen dan kubalas juga*

Yaks, teman, hidayah itu tidak semua orang mendapatkan.  Limited edition. Tidak mengenal kolusi dan nepotisme.  Sejarah sudah mencatat, Abu Thalib, paman Rasulullah SAW, kurang dekat apa nasabnya dengan Rasulullah, kurang didakwahi gimana, kurang melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang mana ?
Tetapi ternyata hidayah tidak menyentuh hatinya.
Kitapun mengenal istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth kata Allah - tinggal diantara hamba Kami yang shalih- tetep aja mengkhianati suami-suami mereka dan berada di jalan kesesatan.
Sebaliknya, kitapun mengenal kisah Asiah istri Fir'aun, yang tinggal di tengah kesesatan, dia berada di jalan keimanan. Dan upaya penjagaan keimanan itu antara lain melalui doa yang dia panjatkan. "Ya Allah, bangunkan untukku rumah di sisi-Mu di surga, dan jagalah aku dari Fir'aun dan amalnya serta jagalah aku dari kaum yang zhalim"

Seperti ayat di atas, itu juga salah satu doa yang diajarkan Al Qur'an untuk senantiasa kita baca agar Allah menjaga hidayah tetap bersemayam dalam hati kita. Semoga  Allah senantiasa menjaga cahaya hidayah, agar kehangatan  iman tetap hidup dalam hati kita. Amin.

Doa doa lainnya :

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
(Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik).
Artinya:Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agamaMu.(HR. Ahmad dan at Tirmidzi)

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
(Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atika)
Artinya:Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.” (HR. Muslim)

2 komentar:

  1. iya sepakat Teh, kalo tidak diizinkanNYA, hidayah tak bisa menyapa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Orin, saling doa terus ya... supaya tetep di istiqomah.

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan