Selasa, 28 Januari 2014

[15] Di Manakah Allah

(وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ) [Surat Al-Baqara : 186] via @QuranAndroid

Terjemah :
Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, (maka) jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepadaku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu dalam kebenaran (QS Al Baqarah; 186).

Kadangkala, ketika ujian mendera seseorang secara terus menerus ada dua kemungkinan yang terjadi padanya. Yang pertama dia mungkin akan berputus asa, patah harapan, karena tidak kunjung datang yang namanya titik terang.
Kemungkinan kedua adalah orang itu makin pasrah pada Allah, makin dekat dan banyak memohon pada-Nya.

Ayat di atas menjelaskan bahwa ketika ada orang yang mendekat pada-Nya, memohon dan berdoa, sesungguhnya Allah itu dekat,  mengabulkan doa orang yang berdoa pada-Nya. Tapi ada syarat ketentuan yang berlaku :
* hendaklah mereka memenuhi segala perintah-Ku
* hendaklah mereka beriman kepada-Ku

Itulah S & K yang Allah tetapkan untuk hamba-Nya.
Janganlah seperti seorang laki-laki yang dikisahkan oleh Rasulullah SAW , laki-laki tersebut telah menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit (seraya berdoa), ‘Ya Rabb, ya Rabb.
Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia kenyang dengan barang yang haram. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

2 komentar:

  1. Berdoa harus diikuti dengan menjauhi larangan dan menjalankan perintahnya ya mbak. Tidak hanya asal berdoa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, dengan memenuhi S&K :)

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan