Senin, 06 Januari 2014

[4] Dalam Limpahan Nikmat-Nya

Qur'an digital.PNG
Terjemahan :
Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?
(QS Ar-Rahman ;13)
Dan diulang kembali di ayat 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77.





Kalau kita membicarakan nikmat Allah, tentu tidak akan ada habisnya. Lebih tepatnya kita tidak dapat menghitungnya. Karena buaaaanyaaakkk... sekali nikmat yang Allah berikan, bukan bukan berikan, mungkin lebih tepat jika dikatakan nikmat yang Allah limpahkan kepada kita karena saking banyaknya.
Mulai dari yang tidak terasa dan tidak terlihat, hati yang terbuka menerima hikmah, otak yang senantiasa berfikir, jantung yang terus menerus memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh, mata yang dapat melihat keindahan dan dapat berkedip setiap saat, saluran pernafasan yang bekerja dengan baik, saluran pencernaan yang menjalankan fungsinya, pendengaran, indra perasa, tangan, kaki, tulang-tulang yang menopang tubuh untuk tegak berdiri dan menjalankan ibadah, otot-otot yang menopang di balik kulit, udara yang tersedia gratis, makanan yang relatif mudah kita dapatkan, waktu yang tersedia untuk beraktifitas dalam kebaikan, bumi / tempat tinggal yang aman, keluarga yang samara,  teman-teman yang baik, tempat kerja yang enak, penghasilan yang cukup, dsb dsb ....

Pernah dengar cerita tentang orang yang masih menjadi pegawai sementara (belum diangkat menjadi pegawai tetap) di suatu tempat, padahal dia sudah sekian lama bekerja, dan kerjanya baik. Ketika ditanya oleh seorang kyai tentang kondisinya itu dia menjawab : nggak masalah buat saya, karena saya di dunia ini juga hanya sementara saja.
Subhanallah.. inilah contoh pandangan orang yang bersabar atas kondisinya, membuatnya  mudah bersyukur.

Maka ketika Allah bertanya : Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? kita tidak ragu lagi menjawab : tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan

dan masih banyak lagi tentunya....


14 komentar:

  1. saking banyaknya tidak bisa menghitungnya ya mbak. Wajib disyukuri segala nikmat yang ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul betul betul... semoga kita termasuk hamba yang pandai bersyukur. Amiiin

      Hapus
  2. Nikmat Allah SWT yg kita nikmati memang tak akan bisa kita hitung, tapi kadang kita sebagai manusia, lupa bersyukur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak.. kan memang al insan - nasiya - lupa alias lupa itu udah sifatnya manusia. yuuuk.. saling mengingatkan yuuuk....

      Hapus
  3. pasti bakal tambah nikmat mbak.. kalo... kebeli itu new crv, huahaha...
    Benerrr.... nikmat ALLAH ini luar biasa banyaknya, ya. Kadang2, yang (terlihat) kecil macem anak-anak nurut, suami nggak pernah protes karena estrinya jarang masak, jalanan yg lengang karena anak2 libur, jadi suka lupa aku syukuri... hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin.. amin.. amiiin..
      ya itulah yang kadang kita lupa.... dengan belajar mensyukuri hal - hal kecil kita insya Allah akan lebih mudah mensyukuri hal hal yang lebih besar

      Hapus
  4. Subhanalllah. Artikelnya membuat menengok lagi nikmat di sekitar kita, nggak usah jauh2, apalagi bandingin dengan orang lain>

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul sekali Maaak... lihat dulu di sekitar kita ya...
      nah itu dia, seringnya kan rumput tetangga lebih hijau hehe

      Hapus
  5. Yang nikmat suka terlupa disyukuri, tapi begitu dicoba dikit aja, berasanya jadi makhluk paling malang sedunia... dasar manusia ya??
    Semoga kita bukan termasuk yang begitu ya mbak... amien. Makasih sudah diingatkan tuk selalu bersyukur

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayak di nasyid itu ya.. "apa yang ada.. jarang disyukuri.. apa yang tiada slalu dimintakan... dunia ibarat.. air laut, makin diminum bertambah haus..." xixi siapa sih munsyidnya ? *salahfokus

      amin-amin amin... yuk saling mengingatkan untuk senantiasa menjadi 'abdan syakuro (hamba yang pandai bersyukur)

      Hapus
  6. Harus lbih sering melihat kebawah dan sujud syukur ya, Mba. Karna masih banyak pengangguran di luar sana. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Idah, pokoknya menjadikan apapun yang kita lihat sebagai jalan untuk terus bersyukur

      Hapus
  7. Ini ayat favorit aku, mbak :)
    Trims tulisannya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah.. punya ayat favorit rupanya.
      Terima kasih kembali ya..

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan