Sabtu, 04 Januari 2014

Hari ke-1 : Demi Masa


Terjemah :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
1. Demi masa
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian 
3. Kecuali orang - orang yang beriman, dan mengerjakan kebajikan,serta saling menasehati untuk  kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran. 


Sebagai postingan awal, aku pilih ayat ini.
Waktu. Ia  memang sesuatu yang tidak nampak, tapi dia itu terasa. Bahkan ada yang mengatakan bahwa waktu adalah kehidupan itu sendiri. Selagi kita masih hidup, berarti kita masih memiliki waktu. Makanya sebagaimana kehidupan, kalau sudah terlewat ya enggak bakalan balik lagi. Sayangnya, manusia sering melalaikan soal waktu ini. Memang enak ya.. kita punya waktu senggang, santai, berleha-leha, menunda kebaikan, menunda pekerjaan yang masih bisa dibikin nanti-nanti, apalagi kalau pekerjaan itu yang kita sebel bin pegel mengerjakannya, pasti akan pilih melakukan hal lain yang menyenangkan... tapi ya itu, akhirnya kita sering menyesal sendiri kenapa tidak mengerjakan hal itu sebelumnya, akhirnya ada kesempatan yang terlewat...
Anehnya, meski sudah pernah menyesal, eh, kok ya kadang masih diulangi lagi.
Yaah.. itulah manusia. khusuhon manusia seperti aku ini, yang sering menyesal tapi masih juga mengulang. el u pe a, alias lupa. Alasan yang klise bukan ?

Makanya jleb-jleb banget, firman Allah di sini, berarti kalau manusia tidak melakukan aktivitas beriman, berbuat baik, dan saling mengingatkan maka rugilah dia.
Pantesan dulu para sahabat Rasul kalau ketemu satu sama lain dan mau berpisah, dibacalah surat ini.
Pantesan dulu jaman TPA (Taman Pendidikan Al Qur'an) kalau sore, tiba mau pulang, pasti baca surat ini.
Pantesan Imam Syafi'i berkata :
"Andai manusia benar-benar memperhatikan isi surat ini, niscaya ini sudah cukup untuk merubah keadaan mereka, pendirian mereka dan kelakuan mereka"
Subhanallah...



*Teman-teman yang mau ikut ngeramein #1Hari1Ayat ini, bisa klik ke blog Primadita

4 komentar:

  1. Dulu aku merasa kalimat Time is money berlebihan, ternyataaaa....kalau kita menyia nyiakan waktu, kita akan membayar untuk sesuatu yang tertunda itu ya Mbak. *terlalu banyak pengalaman pribadi soal ini kau kan juga jadi saksi untuk beberapa hal. Hiks*

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa Maak.. ternyata oh ternyata ya...
      dan yang ngeselin kan "membayar" -nya itu benar benar membayar (ngeluarin duit) pleus mengerjakan sesuatu juga, jadi yang asalnya bisa sekali pengorbanan jadi dua kali pengorbanan bahkan kadang lebih. hiks bareng2 yuk

      Hapus
  2. Benerrrr mbak... Waktu kan gak akan kembali ya?? Nyeselnya itu yang gak habis-habis kalo terlewatkan, hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu diaaa.... waktu nggak akan kembali, sesal kemudian tiada guna juga. kembali harus banyak muhasabah diri ini mah ya... jleb jleb jleb, berulangkali diingatkan juga berulang terulang kembali

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan