Sabtu, 25 Januari 2014

Tantangan #ODOJ

Bulan lalu aku sudah posting pengalamanku sebulan ikut #odoj.  Nah sekarang ini dah hampir dua bulan. Terus terang aku enggak inget siih... tanggal berapa gabungnya. Aku hanya menandai berdasar siklus haidku :p

Nampaknya ikut #odoj ini lancar jaya ya... eh, siapa bilang. Setiap insan pasti punya ujiannya masing masing. Setiap amal baik pasti ada setannya yang siap membatalkan amal itu.
Karena aku seorang insan dan sedang mencoba gabung dengan mereka yang sudah mulai satu amal baik, maka  aku juga menemui ujian-ujian tsb.

Tantangan Waktu
Di postingan bulan lalu aku bilang bahwa aku punya waktu luang. Ternyata, makin ke sini makin hilang yang namanya waktu luang. Nerima tamu eh kok ya terus terusan banyak. Kalaupun tamunya dikit, eh ya kok yang ada masalah, persyaratan kuranglah... nawar-nawar peraturanlah... meski kadang kesel aku gak boleh menampakkan kesel. Ntar ada yang bikin pengaduan pulak. Hihi #curcol.
Memanfaatkan waktu di jalan, eh ya kok hujan terus pagi sore pas perjalanan, jadi gak mungkin tilawah di bawah hujan karena aku dibonceng naik motor.
Waktu malam eh kok ya ngantuk, cape, dsb. Ya intinya 'selalu ada alasan'. Ini kan berabe ya...
Beberapa hari kejar kejaran dengan dead line laporan seperti itu, akhirnya aku menganggap untuk diriku : Ti nggak ada itu waktu luang, kecuali kau meluangkan waktu untuk itu.
Yup, artinya aku harus lebih memenej waktuku . Kapan aku harus sejenak keluar dari rutinitas dan menyediakan waktu khusus untuk tilawah.
Dan tahukah rasanya ? Ternyata enak lho.... jadi lebih khusyu tilawah karena kita nggak kepikiran kerjaan lain.

Tantangan rasa malas
Hihi... rasa malas kok disebut tantangan. Faiz aja tahu kalau al kasalu da-un alias malas itu penyakit.
Yah tapi memang bagiku ini tantangan. #ngeles.
Tapi akhirnya aku lebih patrikan lagi niatku untuk ber#odoj apa. Aku patri kuat kuat dalam hatiku . Akupun baca baca lagi kisah para pecinta Al Qur'an. Aku baca kisah para sahabat. Aaah.... satu juz sehari mah belum seberapa. *menghiburdiri* Cemen ah... baru segitu aja ngeluh.
Dan jleb jleb banget pas dapat majalah Ummi edisi Januari di halaman Keluarga Pecinta Qur'an, diceritakan proses menghafal salah satu hafizhoh,  tilawahnya 10 juz perhari. *Gubrak_kemudian hening*
Yah begitulah... akhirnya semangat lagi. Karena satu juz sehari adalah standar tilawah para sahabat yang paling 'malas'. Rata - rata mereka khatam kurang dari 30 hari. Ada yang 10 hari, ada yang 7 hari dan tercepat adalah 3 hari. Subhanallah.

Tantangan Membagi Perhatian
Pernah baca atau mendengar kisah masa kecil Imam Syafi'i ? Salah satu hal yang membuat beliau hafal Al Qur'an di usia sangat belia adalah karena sering mendengar lantunan ayat Al Qur'an dari sang ibunda.
Ceritanya pengen niruin yaah... sering-sering ngaji di dekat Faiz. Nah suatu malam, saat aku ngaji Faiz terlihat -terlihat ya... - asyik membaca bukunya. Pas aku tarik nafas sejenak dia nanya :
"Ummi udah selesai ngajinya ?"
"Kenapa gitu ?" Aku balik nanya.
"Nanti kalau udah selesai kita baca buku ya... "
Bagiku itu sudah nampol banget deh, walaupun diucapkan tanpa drama.
Langsung koreksi, jangan jangan anak yang lain juga punya aspirasi sama. Jangan jangan anak mertua juga berfikiran sama. #ups.
So, sejak saat itu ya aku manfaatin banget saat saat sepi atau saat anggota keluarga lain lagi asyik pergi atau asyik dengan kegiatan mereka, akupun asyik dengan #odoj.

Begitulah temans... apa yang terjadi padaku, bagaimana  denganmu?

Pict : Faiz saat nunggu aku ngejar dead line setoran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan