Minggu, 29 Juni 2014

Tang Ting Tung...


(وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ) 
-[Surat An-Nahl : 18] via
@QuranAndroid

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Selasa, 24 Juni 2014

Turnamen Foto Perjalanan Ronde 45 - Siluet


kuncup melati menyambut pagi
 Foto ini saya ambil di halaman rumah. pot melati saya angkat ke tembok pagar, dan saya arahkan kamera ke arah gunung. Foto diambil pagi hari,  tanggal 10 Mei 2014

Foto ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan 45 Siluet oleh Yofangga.

Minggu, 22 Juni 2014

#Kupang : Air Timor

Su lama sonde baomong bahasa Kupang, ternyata beta kangen ju.
Oi, jang kira beta ini hebat ho, bisa aneka bahasa / logat Nusantara
Beta hanya nekat sa....
Apalagi orang Timor ada kata, siapa su minum air Timor, son bisa lupa. Nah, beta ada lima taun ini minum air Timor.
Be pung lidah su kena jampi, mengkali.

Bagaimana ko,  rasa air Timor yang mengandung kapur itu ?
Dia pung rasa seperti air putih biasa. Pas lu minum, mungkin sonde tercium bau apa, tapi pas lu telan, sampai tenggorokan, seperti ada yang tersangkut. Eh ini kata be pung paitua ho...  Beta sendiri sonde rasa itu.
Kalau katong masak air di kuali, maka itu kapur sebagian tertinggal di kuali. Dinding kuali menjadi putih.
Kemudian sebelum katong simpan di teko,  saring dolo itu air dengan saringan kain yang banyak dijual di pasar Oebobo. Kadang ada yang pakai dua-tiga saringan sekaligus. Nanti sebagian kapur ju tertinggal di saringan. Katong musti sering-sering cuci itu saringan.
Nah air Timor su siap diminum.

Jadi enak  ko? Sonde ..... sonde jauh berbeda seperti be pung paitua bilang, tetap saa... rasa kapur.
Tapi beta son punya pilihan lai. Bukan apa-apa, son ada doi buat beli aqua. Haha
Makanya, be ju son heran, siapa yang pi Timor dan dong tetap minum aqua, dong son bisa baomong bahasa Kupang.
Haa...


Ket :
Su : sudah
Jang : jangan
Baomong : bicara
Son/sonde : tidak
Pung : punya, (milik)
Be/beta : saya
Lai : lagi
Dong : dia orang/mereka
Pi : pergi
Katong : kita
Mengkali : barangkali
doi : duit

---------------------

sudah lama tidak bicara bahasa Kupang ternyata kangen juga.
Hoi, jangan dikira aku hebat ya... bisa menirukan aneka bahasa Nusantara, ini hanya soal nekat.
Apalagi kata orang Timor : barang siapa sudah minum air Timor, maka tidak mungkin lupa. Lidahku sudah kena jampi, barangkali.

Bagaimana rasa air Timor yang mengandung kapur itu ?
Rasanya seperti air putih biasa, pas kamu minum tidak tercium bau apa, tapi ketika di telan dan sampai tenggorokan, akan terasa ada yang tersangkut.Eh ini kata suamiku lhoo.... aku sendiri nggak merasakan itu.
kalau kita masak air di panci, maka sebagian kapur akan tertinggal di panci. dinding panci menjadi putih.
kemudian sebelum kita simpan di teko, air tsb disaring dulu dengan saringan kain -seperti di gambar- yang banyak dijual di pasar Oebobo. kadang  ada yang pakai dua-tiga saringan sekaligus.Nanti sebagian kapur juga akan tertinggal di saringan. Kita musti sering sering mencuci saringan tsb.
Nah, air Timor siap di minum.

Jadi enak kah ? Enggak... enggak jauh beda dengan apa yang dikatakan suamiku. Tetap saja rasa kapur.
Tapi aku nggak ada pilihan lain, bukan apa-apa, nggak ada duit buat beli aqua. (th 2002 aku pindah dari Kupang, aqua udah 19rb/galon)
Makanya, aku  juga nggak heran, kalau ada yang tinggal di Kupang dan tetap minum aqua, dia nggak akan pernah bisa bahasa Kupang. Haha


Gambar saringan dari sini

Kamis, 19 Juni 2014

Pengumuman UN SMP

Sebenernya Sabtu kemarin ada acara Internalisasi Corporate Value di Sariater.  Tapi kan hari itu juga ada acara pengumuman dan perpisahan di sekolah Fikri. Hadoooh... dilema kakaaak...
Apalagi pas aku bilang ke Fikri, "Fik, Sabtu sama Abi aja ya.. Ummi ada acara kantor"
Jawaban Fikri sepotong dan jleb
"Ih .. Ummi mah bukannya mentingin kepentingan anaknya"
Wkwkwkwk... siapa yang tega coba ?
Akupun menghadap pak Bos, apakah kiranya bisa ijin dari acara ICV dengan menyampaikan alasannya. Alhamdulillah pak Bos mengijinkan dengan syarat aku membuat surat dan melampirkan copy undangan dari sekolah. Alhamdulillah...

Pada hari pengumuman dan perpisahan di sekolah Fikri itu, anak laki-laki diminta memakai jas dan berdasi. Anak perempuan memakai pakaian tradisional. Waaah... anak anak kelas 9 jadi kelihatan cantik dan ganteng dan nampak lebih dewasa.

Pas acara perpisahan ini juga dijelaskan tentang program pak Walikota yang sudah dikoordinasikan dengan instansi terkait, bahwa mulai tahun ini di kota Bandung berlaku sistem rayon untuk pendaftaran sekolah. Sistem cluster yang membedakan peringkat sekolah dihapus.
Kenapa pakai rayon ? Supaya anak sekolah di lokasi yang terdekat dengan tempat tinggalnya. Diharapkan dengan ini akan mengurangi polusi dan kemacetan, serta meningkatkan kualitas sekolah di semua rayon. Dengan sistem cluster, anak pinter hanya terkumpul di sekolah tertentu. Sehingga ada istilah sekolah cluster 1,2,3 dengan passing grade yang berbeda-beda. Nah sekarang enggak ada itu.
Sebagai insentif/penghargaan dari pak Wali untuk anak-anak dan orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya di sekolah yang terdekat dengan rumah, pak Wali memberikan tambahan skoring 10% dari NEM. Ini berlaku hanya untuk pilihan pertama.
Pilihan pertama bebas mau di rayon manapun, kalau di luar rayon tanpa tambahan skoring.
Pilihan kedua harus di rayon sendiri dan tanpa tambahan skoring. Jadi... tambahan skoring 10% itu hanya buat anak anak yang memilih sekolah di rayonnya sebagai pilihan pertama
Hmmmmmm..... tarik nafas dulu panjang panjang. Musti lihat dulu berapa NEM Fikri nih, karena SMA tempat pak Wali sekolah dulu beda rayon sama tempat tinggal kami. :p

Selesai penjelasan sistem rayon dari pak Kepsek, diumumkan nama-nama anak yang menduduki peringkat 10 besar. Dag dig dug ? Iya. Soalnya kan dari 4x Try Out, dua kali Fikri masuk 10 besar. Walaupun nilainya masih seputar 34-35 gitulaaah... tapi kan gossipnya soal UN lebih mudah dari soal TO hehehe
Jreng jreng jreng...... ternyata nilai peringkat 10-nya aja 36,6 . Kalau Fikri nggak masuk, berarti nilainya kurang  dari itu ?
Pertanyaan berikutnya : Be-ra-pa ?

Memang awalnya Fikri pengen sekolah di kota, tapi pas Abi memberi gambaran resiko sekolah di kota yang antara lain musti berangkat lebih pagi dan pulang pasti juga lebih sore, belum eskulnya, belum kerja kelompok, belum tugas tugas rumah juga harus tetap dikerjakan (Fikri bertugas mengisi air, cuci piring pas gilirannya dan membersihkan kamar+lantai atas setiap hari) beberapa hari kemudian Fikri nampak bimbang. Ya intinya ada 'harga' yang harus dibayarlah...  Tapi kubilang kita boleh merencanakan, tapi teteeep lihat NEM dulu.

Setelah pengumuman-pengumuman, semua orang tua/wali murid  dipersilakan masuk ke  kelas anaknya masing - masing untuk mendapatkan nilai. Aku udah nggak sabar pengen lihat nilai Fikri berapa.
Berapa ?

B. Indo : 8.20
Matematika : 9.75
B. Inggris : 9.40
IPA. : 8.50
Jumlah : 35,85

Apakah itu bagus ? Tanya Sondang.
Ya baguslaaaah.... kalau sendirian. Atau kalau dibandingkan NEM Mbak tahun lalu, apalagi kalau dibandingkan NEM Abi dan Ummi yang 5-6-7  *qiqiqi mengingat NEM diri sendiri jaman baheula.
Ntar kalau dibilang kurang bagus, seperti tidak mensyukuri hasil jerih payah anak.
Masalahnya....Fikri bakal bersaing dengan anak lain yang nilainya lebih bagus dari nilai dia. Kan kan kan? Dan kita nggak tau berapa banyak.

Melihat nilai tersebut, kesimpulannya Fikri mau nggak mau harus memilih sekolah sama dengan Mbak. Yang katanya ada penampakan itu... qiqiqi
Dan sampai kemarin, mereka berdua  masih pegang kesepakatan, katanya nanti akan pura-pura nggak kenal ? Whaaaat ?
Yah, biarin ajalah, namanya juga ABG labil, mari kita lihat gimana nantinya.

Rabu, 18 Juni 2014

#ReboNyunda : #Kahiji

Iyeu mah abdi sanes bade nyarios #kahiji -na Bapak Gubernur Ahmad Heriawan nu hoyong Jabar Juara PON nya....
Tapi nyarioskeun lagu Sunda anu 'pertama kali' diapal ku abdi.
Lagu ieu diajarkeun ku Neng Nurlia Asharyati nuju abdi di STAN jaman baheula. (Yaeya keleeusss.... dari 93).
Rupina, iyeu lagu 'sepanjang jaman' kumargi ayeuna Faiz oge diajar lagu ieu di sakola.
Laguna pondok, seneng tur semangat.

Abdi teh ayeuna, gaduh hiji boneka
Teu kinten saena sareng lucuna
Ku abdi di erokkan erokna sae pisan
Cing mangga tingali boneka abdi

-----------

Aku bukan mau cerita tentang #Kahiji nya Bapak Gubernur Ahmad Heriawan ya... yang menginginkan Jabar menjadi juara pertama PON nanti
Tapi mau cerita tentang lagu Sunda pertama yang aku bisa menghafalnya.
Lagu ini diajarkan oleh Nurlia Asharyati pas aku di STAN jaman dahulu kala.
Ternyata ini lagu sepanjang jaman, karena Faiz juga belajar lagu ini di sekolah.
Lagunya pendek, senang dan bersemangat.
(Terjemahan bebasnya :)
Aku sekarang mempunyai boneka
Tak terkira bagus dan lucunya
Kupakaikan dia rok yang bagus
Yuk lihat bonekaku ini

Senin, 16 Juni 2014

Liebster Award : Cinta dan Persahabatan yang Terus Bergulir



 Yuhuuu... akhirnya kelar juga ngerjain  PR ini.
  
  1. Post award ke blog kamu - done lah ya....
  2. Say thanks buat yang ngasih award dan link back ke blog dia . (Oke.. terima kasih buat Mia dan Mbak Tituk yang udah ngasih award ini ke aku.... xixixi.. ini mah seperti melempar bola panas ya... haha)
  3. Share 11 hal tentang diri kamu
  4. Jawab 11 pertanyaan yang ditujukan ke kamu
  5. Pilih 11 blogger lainnya dan ajukan 11 pertanyaan yang ingin kamu tanyakan
*11 hal tentang akuu...
  1. Anak perempuan pertama dari 7 bersaudara. Jadi kakakku 3 laki-laki semua, baru aku, adik cewek, adik cewek, kemudian bungsu cowok
  2. Karena banyakan main dengan kakak cowok, separuh jiwaku tomboy, separuh jiwaku girly. Jadi jangan heran kalau aku dalam penyamaran pakai baju cewek tapi tingkah polah masih gubrak gabruk dan manjat - manjat pohon.
  3. Menyukai hutan, gunung, sawah dan lautan kayak yang di lagu itu. Intinya suka ngebolang meski sekarang langkah menjadi serba pendek setelah punya ekor yang sangat panjang berupa 1 anak mertua dan  5 anak sendiri xixi. Alhamdulillah masih bisa menikmati sawah di depan rumah.
  4. Ibu dari 5 anak. Udah pada tau kan ya... ya biarin aja lah, mengurangi bahan pemikiran untuk poin berikutnya xixi
  5. Suka menjahit, merajut, menyulam, dan everything about crafty. belakangan belajar memasak setelah bergaul dengan Sondang dan Tri karena ternyata dalam memasak juga ada unsur itu. 
  6. Suka nyanyi tapi gak paham not. nggak tau kapan intro berakhir dan aku harus mulai menyanyi hahaha kalau dulu sih penyanyi kamar mandi. Tapi sejak tau bahwa bicara di WC itu makruh ya udah sekarang jadi penyanyi dapur ajaa...
  7. Mudah kenal sama orang baru, tapi tidak mudah untuk terbuka haha silakan bingung.
  8. Gak kuat nge-mall lama-lama. Jadi kalau masuk mall/pasar ya langsung ke tempat yang dituju. Kalau ada istilah shop till you drop, maka aku akan menyerah di setengah jam pertama.
  9. Teu daek cicing alias gak bisa diem. Selalu ada yang dikerjain. kalau tangan nggak kerja ya kepala yang mikirrr...... macem macem. Sampai kadang nggak bisa tidur kebanyakan ide yang mau dikerjain.
  10. Bukan tipe achiever, jadi ya aku mengalir aja menjalani hidup ini. Nggak punya cita-cita dan keinginan yang membuat aku usaha lebih.
  11. Cengeng dan mudah tersentuh. Makanya aku males nonton sinetron atau film gitu.  Kalau baca buku kan nangis sampai bercucuran air mata juga bisa milih duduk sendiri. Kalau nonton kan selalu ada orang di samping kanan dan kiri.
 

Dan ini pertanyaan-pertanyaan dari Mia,
1. Topik apa sih yang paling disukain waktu nge-blog? (tentang kehidupan sehari-hari dan tentang hal yang aku mengerti)
2. menurut kamu, apa sih kelebihan kamu? (tabah, kreatif)
3. Mimpi apa yang sampe sekarang belum kesampean? (apa ya... kayaknya aku nggak punya mimpi yang sessuatu gitu ... yah.. mengalir aja)
4. Kira-kira apa sih yang disukain orang dari blog kamu? (apa ya... ya silakan para pembaca mengungkapkan apa yang disukai dari blog ini)
5. Siapa blogger idolamu? Dan kenapa kamu suka dia?  Sondang  alasannya : nggak perlu alasan untuk sebuah cinta *gelapmata haha
6. Kamu punya instagram ga? Akunnya apa? Ada dong... @titiesti
7. Menurut kamu, apa enaknya ngeblog dan apa enaknya instagram? 
Ngeblog itu enaknya bisa cerita lebih panjang dari sebuah gambar yang terabadikan. Bisa didraft, bisa diedit, bisa disimpan kapanpun. 
Enaknya instagram : bisa real time langsung posting tidak lama dari saat kejadian. bahkan kalau males bikin caption ya boleh boleh aja. Kalau blog kan musti ngatur kalimat dsb.
8. Apa hobi kamu selain nge-blog? craft
9. Film apa yang jadi favorit kamu sepanjang masa? nggak adaaa....aku bukan sufi (suka film) kakaaak....
10. Apa yang pertama kamu lakukan pas bangun tidur? lihat jam
11. Apa sih yang bikin kamu mau follow blog, twitter atau instagram seseorang? biasanya sih karena kepentingan pribadi hehe artinya aku mendapat manfaat dari akun - akun tersebut,misal karena orang itu pakar/tokoh di bidangnya, atau orang itu suka craft seperti aku, atau dia suka jualan seperti aku xixixi kemudian karena pertemanan. 


Berikut pertanyaan dari mbak Tituk
  1. Apa yang kamu lakukan saat punya me time? suka suka mbak, biasanya sih baca, atau nge-craft atau nulis, atau bewe
  2. Kalau kamu mendapat beasiswa sekolah lagi, apa yang ingin kamu pelajari? Bahasa Arab. Mengapa? Karena selain bahasa Internasional, ya karena bahasa Arab bahasa dunia dan akhirat. *jawaban formatif.
  3. Hal sederhana apakah yang orang lain mudah melakukannya tapi tidak bisa kau lakukan? apa yaah.... hmmm... aku cukup pede dalam hal ini, kalau orang lain 'mudah' melakukannya, insya allah aku bisa mencobanya.
  4. Pola asuh didik seperti apakah yang orang tuamu terapkan dan tidak ingin kau tiru, mengapa? pola asuh apa ya namanya.. kami tau bapak dan ibu sayang, tapi karena tidak terekspresikan gitu, kurang hangat. jadi semacam ada jarak antara orang tua dan anak, jadi anak segan mau curhat dan cerita. Kalau sekarang ke anak-anakku aku berusaha dekat dan jadi teman. Bisa cerita dan curhat apa aja silakan.... jangan pas butuh uang aja baru curhat, ummi minta duit buat bla bla bla haha. Sama satu lagi, kehidupan agama kurang ditanamkan, ya aku maklum sih ya..karena beliau berdua juga kurang berbekal dalam hal ini.
  5. Pola asuh didik orang tuamu yang ingin kau tiru, mengapa? selain yang di atas. bapak ibu sabar... jarang marah. Trus semua anaknya punya tugas harian jadi semua terlatih ngerjain pekerjaan rumah meski kami sempat punya 2 ART. Bapakku orang yang teratur, disiplin, menjaga pergaulan, menjaga sopan santun, menjaga kebersihan dan kerapian, menjaga makanan (nggak nggragas sembarang dimakan), ramah, menjaga silaturrahim sekaligus menjaga izzah. 
  6. Apa yang paling ingin kau makan tapi belum keturutan? nggak ada mbaak... ya kalau ada di makan, kalau nggak ada ya udah. kalau ketemu dibeli kalau nggak ketemu ya udah.nggak banget ya.. jadi kemanapun Mbak Tituk ngajak makan, aku pasti semangat empat lima deh.
  7. Pernah diet? Bagaimana hasilnya? Pernaaaaaaah, diet biar gemuk. ya berhasil dooong. Ceritanya pas hamil anak keempat berat badanku masih seputar 40an. kata dokter, kalau mau hamil lagi aku harus naikin berat badan sampai 45. Makan banyak-banyak. Pas hamil udah 45kg alhamdulillah. Tapi pas hamil juga nggak nembus angka 50. 49 kalau nggak salah. 
  8. Siapa penulis Indonesia favoritmu? Tereliye
  9. Selain dompet dan HP, benda apakah yang selalu ada di dalam tasmu? jas hujan xixi karena kan aku dianter jemput sama suami, tapi di siang hari suka keluyuran, jadi jas hujan biar aja di tasku, kalau di motor kan siang aku gak bisa make.
  10. Lebih suka ngobrol langsung atau ngobrol di dunia maya? ngobrol langsung
  11. Apa pendapatmu tentang foto selfie? ah bebas bebas aja. yang hobby selfie silakan, yang enggak ya silakan. ada yang ngajak selfie ya hayuuk...nggak ada yang ngajak ya selfie sendiri klo lagi inget. hehe

alhamdulillah ya.. sudah dikerjakan PRnya.

Bagian milih 11 orangnya ini lho... siapa ya... bukan kebanyakan temen, tapi karena sedikit temen jadi susah memilih 11 orang maah... 

  1. Mama Calvin - biarin, udah dapat banyak juga ya.. 
  2. Susanti Dewi
  3. Orin  - karena aku suka tulisan tulisannya
  4. idah ceris
  5. dian sigit
  6. bunda muna
  7. Fenti rahma
  8. Teh Ati
  9. Noey Do It
  10. Akuntania
  11. Teh Silvi
11 pertanyaan untuk teman teman
1. Gimana awal mulanya kalian ngeblog ? Sejak kapan itu ?
2. Apa sih nilai nilai positif yang didapat dari ngeblog ?
3. Kapan sih, waktu paling sering buat bikin postingan ?
4. Menurutmu, blog seperti apa yang bikin kalian pengen balik dan balik lagi ?
5. Apa warna favorit kamu ? kenapa memilih itu ?
6. Teman teman pingin menjadi istri dan ibu yang seperti gimana ? bagi doong.. resep, usaha dan langkah-langkah untuk menuju ke sana(qiqiqiqi...
7. Teman seperti apa yang membuat kalian nyaman berdekatan dan ngobrol-ngobrol dengannya ?
8. Pekerjaan domestik apa yang paling kalian benci / nggak suka mengerjakannya ? alasannya ?
9. Pekerjaan domestik apa yang paling kalian suka ? kenapa ?
10. Punya makanan favorit ? apakah kalian bisa memasaknya sendiri ?
11. Bonus deh.... 

Sabtu, 14 Juni 2014

Kebaikan yang Tertunda

Ceritanya, Faiz mulai membeli koleksi mainan-mainan yang 'mahal'. Iya... mahal menurutku tentu saja. Karena sejujurnya anak satu sampai tiga kami boleh dikata tidak mempunyai anggaran untuk membeli mainan.
Jadi 'mainan' jaman Fathimah, Fikri dan Fadhila ya buku. Iya... buku. Dari buku itu baru buat mainan-mainan DIY (do it yourself) gitu.

Sekarang, ketika jaman berubah, keadaan pun berubah. #ceilee...
Begitu pindah ke Bandung, lebih dekat ke keluarga, sering dapat mainan. Tapi justru ini menjadi semacam 'pancingan' buat anak-anak, ternyata mainan itu sangaaat menggiurkan. Maka, ibaratnya kalau jaman balitanya Fathimah gak main barbie, jaman balitanya Teteh dah ngoleksi boneka barbie dan bajunya (yang sepuluh rebu dapet tiga di pasar kaget tea)
Demikian pula Faiz. Rekor dah.... selain dapat lungsuran mainan Fikri, Faiz juga beberapa kali dapat mainan dari teman-teman. Mana bagus-bagus pula. Dari Mamak Ephraim dah dua kali dapat mobil-mobilan. Mobil sedan sama mobil semacam land rover gitu... (eciyeee... udah ngomongin model mobil)
Trus dari Mas Lintang pernah dapat mobil backhoe yang lucu dan imut.
Jangan ditanya lah berapa kali Faiz beli mobil mobilan yang seribuan. Serius seribuan ? Iyaa... ada. Dijual dalam plastik kemasan bareng sama jepit rambut, stiker, balon tiup, dsb. Awet ? Yah, seribu minta awet. Sejam dua jam roda bakal lepas kemana ajaaa :D
Tapi dari pada dia minta jajan chiki-chikian, ya aku milih mbeliin mobil serebuan ini.
Oh iya, sayang seribu sayang, mobil mobilan bagus yang dikasih tante Sondang dan tante Nur itu justru yang pada ilang #kode.

Nah saat ini, seperti kubilang, Faiz sudah mulai beli beli. Uangnya dari mana ? Dari aku ? Oh... nanti dulu... Faiz menabung uang recehan saudara-saudara.
Awalnya aku keidean sama yang punya tabungan uang 20rebuan buat jalan-jalan tea. Trus aku selalu berusaha memasukkan berapapun recehan yang ku dapat ke kencleng.
Nah, untuk melatih Faiz 'menabung', recehan itu kuberikan ke dia. Nanti dia tabung ke celengannya. Setelah celengan terasa agak berat, dibuka dan dihitung dapat berapa.  Setelah itu baru aku beliin mainan pesanan dia (iya, si Faiznya gak di ajak pas beli. -emak ogah rugi)
Sedangkan uang recehan dari tabungan Faiz, aku pindahkan ke kencleng yang ada di kantor. Hehehe
Hampir setahun ini Faiz baru dapat 3 buah spin go, satu miniatur CRV, dan 2 hotwheel. Sabar ya Naaak.... kalau kamu dewasa, kamu akan menemui realita bahwa selalu ada pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu.
Karena mobil dan motor itu 'milik Faiz', aku bebaskan aja dia untuk mengelola kepemilikannya.
Misal, dia simpan mainan itu di kotak bekas sepatu yang dia sebut 'peti harta karun'. Nggak campur sama mainan lain yang dibeliin Abi, tante, Uwa atau lungsuran Fikri.
Nah, aku sedikit kaget ketika kemudian Faiz datang ke kamarku, dengan salah satu mobilnya udah diplastikin dan minta tolong tulisin surat. Katanya mobil itu mau dikirim untuk sahabatnya di sekolah. Ya sudah aku tulis apa yang dia katakan.
 Aca.
kiriman untuk Aca
hotwheel

Etapi sampai beberapa hari, si mobil itu ternyata masih ada di dalam tasnya. Pas aku tanya kenapa nggak jadi dikasih Aca ? Kata si Faiz : lebar ah.... (sayang). Kontan aku pengen ngakak dalam hati. Hahaha....
Faiz ... Faiz...
Iyalah... gapapa ya.... udah niat kan udah dapat satu pahala kebaikan.
Nanti besar kamu bakal belajar, bahwa berbuat baik janganlah ditunda-tunda macam lagu Bimbo.
Yaks, karena ada dalam diri manusia ada sifat negatif yang biasa disebut pelit. Dan kadang dia muncul begitu saja, bahkan kadang tanpa alasan yang jelas, semacam : 'ya pengen aja, ya sayang aja siih barang gini dikasih ke orang, masih bagus, menyimpan kenangan, dsb
Yang akhirnya membuat kita merasa sayang bila harus mengeluarkan miliknya.

Kamis, 12 Juni 2014

Siti Oded M. Danial : Jadilah Penulis Yang Mampu Menduplikasi Kebaikan

Pada hari Sabtu kemarin, aku mendapat kesempatan berkunjung ke rumah Ibu Siti Oded M. Danial. Beliau adalah istri wakil walikota Bandung. Kedatanganku bersamaan dengan rombongan dari Sekolah Perempuan yang dipimpin oleh teh Indari Mastuti.

Selama ini aku selalu membayangkan, alangkah sungkannya memasuki rumah-rumah yang dijaga satpam gitu. Nanti gimana, bilang apa kalau ditanya-tanya. Tapi alhamdulillah, pas aku mendekati pintu gerbang rumah, pak satpam bertanya ramah. Dan ketika kami menyampaikan maksud kedatangan, langsung di persilakan masuk.

teras depan
Teras dengan kursi kayu yang tegas dan sederhana adalah pemandangan pertama yang aku jumpa. 
Kemudian karena pintu sudah terbuka lebar, kami memasuki ruang tamu yang bersih dan rapi, dengan makanan kecil dan minuman yang sudah ready. Selain itu,  mataku juga menangkap dua buah foto di dinding, yaitu foto Bapak Oded M. Danial dalam seragam dinas wakil walikota dan Ibu Siti Oded M. Danial (mungkin mengenakan seragam PKK yaaa... hihi )


Foto Bapak Oded M. Danial beserta Ibu


Kami langsung diminta masuk ke ruang tengah yang super luas. Nampaknya ruangan ini sering dipergunakan untuk aneka pertemuan.
Ibu Siti menemui kami semua yang jumlahnya mendekati duapuluh orang dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Kami duduk lesehan dan diminta memperkenalkan diri satu demi satu.
Jamuan kue-kue tradisional dan buah segar menambah kehangatan. Kami merasa diterima. Sama sekali tidak ada jarak.

Karena adzan dzuhur telah berkumandang, beliau mempersilakan kami untuk shalat. Dan ketika selesai shalat, betapa tersanjungnya kami, ternyata beliau sudah menyiapkan hidangan spesial berupa nasi soto khas Jawa Timur. Kenapa spesial ? selain rasanya yang mak nyuus, tentu saja karena soto ini dimasak sendiri oleh Ibu Siti Oded.
Sekilas beliau bercerita, bahwa memasak makanan untuk banyak orang adalah hal yang biasa dilakukan sebelum menjabat ibu wakil walikota, yaitu menyediakan makan untuk para karyawan di tempat pembuatan es krim milik Bapak Oded M. Danial yang jumlahnya belasan orang. Dan ini no art ya... NO ART ! (hihi penting ya.... harus di capslock). Dan tentu saja aktivitas masak memasak ini tidak menyita waktu beliau dan aktivitas dakwah beliau di beberapa majelis taklim. Apalagi  mengganggu waktu ibadah beliau.
Dapat bocoran dari teh Indari, beliau ini sudah terbiasa setiap hari tilawah minimal 3 juz.
Nggak heran kalau putri bungsu beliau yang baru menginjak 6 tahun sudah mempunyai banyak hafalan Al Qur'an. (ihiks.... langsung pasang cermin besar - besar)

Dan subhanallah, begini ya.. rasanya silaturrahim dengan orang sholeh. Baru melihat keseharian aja sudah banyak hikmah dan pelajaran. Dan makin terpukau ketika beliau memberikan petuah kepada kami semua.
Menurut beliau, silaturrahim merupakan salah satu saat di mana kita dapat berbagi rejeki. Bukan saja rejeki yang berupa materi ya... tetapi berbagi atas semua yang Allah karuniakan kepada kita semua termasuk ilmu pengetahun. (Dalam konteks penulis dan blogger kali bisa dimasukkan ya.. silaturrahim melalui blog walking).

Beliau berpesan kepada para penulis dan calon penulis, khususnya penulis perempuan,  agar menggali potensi diri sedalam-dalamnya. Jadilah penulis perempuan yang senantiasa menampilkan tulisan dan sosok-sosok yang membawa kebaikan, misalkan wanita -wanita shalihah di sekitar Nabi dan Rasul. Salah satunya adalah Khadijah, pernah nggak terbayangkan bagaimana dukungan Khadijah terhadap aktivitas Rasulullah. Di rumah Rasul tentu banyak aktivitas, banyak tamu, menyediakan jamuan dsb. Dan beliau tidak lalai dalam mendidik anak-anak. Daaaan.. Khadijah tetap mengurus bisnisnya. Super sekali kaan..

Kemudian, setelah terbiasa menulis tentang kebaikan dan sosok pembawa kebaikan, beliau  menyemangati agar para penulis perempuan  berusaha menjadi sosok yang menginspirasi dan mampu menduplikasi kebaikan. Bukan hanya di dunia maya, tetapi juga dibawa ke dunia nyata. Karena ada orang-orang yang tidak tersambung dengan dunia maya.
Tingkatkan kepedulian terhadap sekitar, bergaullah dengan tetangga, ikutlah arisan, ikutlah kegiatan di masyarakat, dan sebarkanlah kebaikan yang kita tulis itu melalui pertemuan-pertemuan tersebut agar wilayah kebaikan semakin luas.

Subhanallah... lengkap sekali nasehatnya, Bu...
Terima kasih sudah menerima kami semua...



teh Indari, Qanita (putri bungsu bu Siti), dan Ibu Siti Oded



Rabu, 11 Juni 2014

#ReboNyunda : Sopan Santun di Sakola

Ngarojong program  Walikota Bandung nyaeta Rebo nyunda, abdi nyobian posting kana basa Sunda. Ieu lagu ti barudak TK. Sanajan pondok, tapi seueur hikmahna.

"upami urang parantos di kelas
lambeyna baleum teu kenging nyarios
panangan sidakep, dina luhur bangku
calikna ajeug sapertos ibu guru"


artinya :
Menyukseskan program walikota Bandung yaitu tiap Rabu menggunakan bahasa Sunda, saya mencoba membuat postingan dalam bahasa sunda. Ini adalah lagu dari anak taman kanak-kanak. walaupun pendek, tapi banyak hikmahnya.

"bila kita sudah duduk di kelas
mulut kita diam janganlah bicara melulu
tangan sedekap, di atas meja
duduk tenang seperti ibu guru"

Faiz mewarnai di sekolah

Jumat, 06 Juni 2014

Well Connected

(الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ) [Surat Aal-E-Imran : 191] via
@QuranAndroid

Hampir setiap orang saat ini mempunyai alat komunikasi, dari yang low end sampai yang high end. Dan mereka pada umumnya selalu mempersiapkan gadget masing-masing agar selalu dapat tersambung dengan komunitas dan seluruh network .
Pulsa nggak pernah dibiarkan kosong, bahkan langganan sambungan data secara periodik, ada yang harian, mingguan dan bulanan. Bahkan sekarang ada yang setahun. Ini semacam 'jaminan' agar tak putus hubungan.
Setiap malam/pagi gadget selalu di-charge agar batere terisi dan selalu on bahkan sekarang ada powerbank yang siap mengisi di manapun berada
Sebentar sebentar menengok hape, apakah ada pesan dan notifikasi yang masuk?
Itu adalah pemandangan umum di manapun kita berada, di kendaraan, di cafe, di kantor, di mall bahkan di tempat ibadah !

Akan tetapi, berapa di antara kita yang selalu tersambung dengan Pencipta dan Penguasa alam ini ? Berapa diantara  kita yang selalu mempunyai powerbank untuk semangat beribadah?

"Yaitu orang-orang yang selalu mengingat Allah saat berdiri, saat duduk dan saat berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. ' Ya Rabbku, tidaklah Engkau ciptakan semua ini secara bathil. Maha Suci Engkau, maka jauhkan kami dari azab neraka"

Astaghfirullah......ampunkan kami ya Rabb...