Minggu, 22 Juni 2014

#Kupang : Air Timor

Su lama sonde baomong bahasa Kupang, ternyata beta kangen ju.
Oi, jang kira beta ini hebat ho, bisa aneka bahasa / logat Nusantara
Beta hanya nekat sa....
Apalagi orang Timor ada kata, siapa su minum air Timor, son bisa lupa. Nah, beta ada lima taun ini minum air Timor.
Be pung lidah su kena jampi, mengkali.

Bagaimana ko,  rasa air Timor yang mengandung kapur itu ?
Dia pung rasa seperti air putih biasa. Pas lu minum, mungkin sonde tercium bau apa, tapi pas lu telan, sampai tenggorokan, seperti ada yang tersangkut. Eh ini kata be pung paitua ho...  Beta sendiri sonde rasa itu.
Kalau katong masak air di kuali, maka itu kapur sebagian tertinggal di kuali. Dinding kuali menjadi putih.
Kemudian sebelum katong simpan di teko,  saring dolo itu air dengan saringan kain yang banyak dijual di pasar Oebobo. Kadang ada yang pakai dua-tiga saringan sekaligus. Nanti sebagian kapur ju tertinggal di saringan. Katong musti sering-sering cuci itu saringan.
Nah air Timor su siap diminum.

Jadi enak  ko? Sonde ..... sonde jauh berbeda seperti be pung paitua bilang, tetap saa... rasa kapur.
Tapi beta son punya pilihan lai. Bukan apa-apa, son ada doi buat beli aqua. Haha
Makanya, be ju son heran, siapa yang pi Timor dan dong tetap minum aqua, dong son bisa baomong bahasa Kupang.
Haa...


Ket :
Su : sudah
Jang : jangan
Baomong : bicara
Son/sonde : tidak
Pung : punya, (milik)
Be/beta : saya
Lai : lagi
Dong : dia orang/mereka
Pi : pergi
Katong : kita
Mengkali : barangkali
doi : duit

---------------------

sudah lama tidak bicara bahasa Kupang ternyata kangen juga.
Hoi, jangan dikira aku hebat ya... bisa menirukan aneka bahasa Nusantara, ini hanya soal nekat.
Apalagi kata orang Timor : barang siapa sudah minum air Timor, maka tidak mungkin lupa. Lidahku sudah kena jampi, barangkali.

Bagaimana rasa air Timor yang mengandung kapur itu ?
Rasanya seperti air putih biasa, pas kamu minum tidak tercium bau apa, tapi ketika di telan dan sampai tenggorokan, akan terasa ada yang tersangkut.Eh ini kata suamiku lhoo.... aku sendiri nggak merasakan itu.
kalau kita masak air di panci, maka sebagian kapur akan tertinggal di panci. dinding panci menjadi putih.
kemudian sebelum kita simpan di teko, air tsb disaring dulu dengan saringan kain -seperti di gambar- yang banyak dijual di pasar Oebobo. kadang  ada yang pakai dua-tiga saringan sekaligus.Nanti sebagian kapur juga akan tertinggal di saringan. Kita musti sering sering mencuci saringan tsb.
Nah, air Timor siap di minum.

Jadi enak kah ? Enggak... enggak jauh beda dengan apa yang dikatakan suamiku. Tetap saja rasa kapur.
Tapi aku nggak ada pilihan lain, bukan apa-apa, nggak ada duit buat beli aqua. (th 2002 aku pindah dari Kupang, aqua udah 19rb/galon)
Makanya, aku  juga nggak heran, kalau ada yang tinggal di Kupang dan tetap minum aqua, dia nggak akan pernah bisa bahasa Kupang. Haha


Gambar saringan dari sini

18 komentar:

  1. Mbak Esti, dari Timor ya? Bahasanya susah ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku wong Jowo, Uni....
      5 tahun tinggal di Kupang.

      Hapus
  2. aku jadi belajar bahasa baru nih :)

    BalasHapus
  3. Hiiiih, enggak kebayang ada kapurnya, Mba. Koyok kapur sing nggo nginang udu, Mba? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. bukan kapur sirih yang buat nginang itu, tapi kapur yang buat nglabur lhoo...

      Hapus
  4. Mbak.. rajin amat siiii... aku gak mudeng blas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iku bahasa Indonesia logat Kupang kok. Kalau mendengar, mungkin lebih mudah daripada membaca

      Hapus
    2. iya mungkin ya?? Btw, air kapur emang parah rasanya ya...

      Hapus
    3. yaaa gitu deeh.. susah nggambarinnya...

      Hapus
  5. wah ternyata bisa bahasa kupang ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. tepatnya : bahasa Indonesia logat kupang. Kalau bahasa setempat susah mbaak, beda suku beda bahasa

      Hapus
  6. mba 5 tahun masih ingat lah yaaaa bahasanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hooo... itu sudah. beta ingat tooo...
      sekarang di Bandung su 12 tahun, harus bisa hooo... bahasa Sunda

      Hapus
  7. mba, baru ngeh dirimu punya 2 blog.. *haloo kemane aje buk* :))

    ih, aku isone mung boso jowo mba.. liyane lewat :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. gak popo. Jane papat malah. sing loro jarang di-updet.
      Kalau nggak merantau ke Kupang, aku juga nggak bisa bahasa ini

      Hapus
  8. Aku bacanya sambil ngebayangin logatnya, berhubung pernah punya temen orang sana, hehehe..
    Trus dari situ ngelirik ke sebelah kanan, baca postingan Mbak yang tentang Menyemai Cinta. Jadi tambah ngeh dari sinilah bisa bahasa Kupangnya ya, hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi... iya Della... 5 tahun dan 3 anak lahir di sana.
      Dan nggak susah kan ya.... karena itu bahasa Indonesia.

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan