Jumat, 29 Agustus 2014

Gadget Idaman

"Ummiiii.....jangan lihat ke hape terus, sini lihat aku"
Itu sepotong kalimat yang Faiz ucapkan beberapa waktu lalu. Jleb kan ya..
Sejak saat itu aku berkomitmen untuk tidak memainkan hape dan gadget lain selagi ada di dekatnya.  Maklumlah ya.. sebagai ibu bekerja, waktu bersama anak-anak itu sangat sangat minim. Tapi meski waktu minimal, menjadi tugas seorang ibu untuk mengusahakan agar waktu tersebut berfungsi maksimal.

Terus terang, aku sendiri bukan termasuk yang mengharamkan gadget buat anak-anak. Tetapi aku membatasi mereka dalam memainkannya. Misal untuk Faiz, aku masih batasi 15 menit setiap kali pinjam. Ya kalau dia pinjam sehari dua atau tiga kali, kan udah lama juga tuh, itungannya.
Untuk semua anakku, berlaku peraturan SMP dulu baru punya gadget. Kenapa ? selain alasan ekonomis tentu saja, kami menilai anak-anak belum perlu punya gadget sendiri. Kebetulan SD mereka di dekat rumah, jemputan udah ada. Nggak pergi ke mana- mana sepulang sekolah. Ya sudah, kalau perlu menelpon ke telpon rumah saja. Terus alhamdulillah, pihak sekolah menyediakan telpon sekolah untuk dipinjam dalam hal ada berita / kejadian penting sehingga harus menghubungi orang tua. kompensasinya mengisi kecleng yang disediakan. Ya sudah too....
Untuk yang besar-besar, diusahakan habis maghrib no gadget. Habis shalat, mengaji sebentar, ngobrol-ngobrol, makan malam.  Ya jangan sampai ketika di rumah, malah semua sibuk dengan gadget masing-masing.

Untukku sendiri, aku nggak terlalu muluk dalam memilih gadged dan kontennya. Kalau ditanya pilih mana dari kedua hal tersebut, ya aku nggak bisa misahin. Gadget dan konten saling mempengaruhi. Contoh, aku pernah beli tab dengan merk yang sedikit abal-abal karena ngejar harga murah, ya untuk konten tertentu nggak bisa dibuka di tab tsb. Nggak usah yang aneh-aneh atau spesial, mau IG-an dan nge-Path aja nggak bisa. Mau bbm-an, terbatas memori. Tiap hari dapat notifikasi "memori Anda sudah hampir penuh, mohon hapus sebagian" atau semacam itu. Kan bete kaan  kan kaan.. Lebih bete lagi ketika anak-anak ngolokin, makanya Mi... beli gadget tuh yang bagus sekalian...

Kalau dengan bahasaku sebagai orang awam, gadget idaman menurutku harus mempunyai beberapa hal sebagai berikut :
1.  Daya dukung fisik  : kuat, jangan sekali jatuh langsung berantakan casing kemana batre kemana, bentuknya enak dipandang, enak dipegang, mempunyai kualitas standar yang dibutuhkan kebanyakan pengguna saat ini. Internal memori minimal 4GB lah ya.. biar sedikit leluasa, bisa tersambung dengan media sosial, tentunya bukan untuk pamer-pamer semoga ya,,, tetapi untuk meraup kebaikan dari media tersebut sekaligus sharing juga. Internal memory itu bisa ditambah dengan external yang lebih besar, jadi kita bisa nyimpen e-book, ceramah, lagu-lagu, game anak, dsb. Yaiyalah, gadget ortu harus ada game anak, kan anak suka minjem. Browsernya mudah dipakai, ada kamera depan belakang yang memungkinkan kita untuk mengabadikan momen-momen istimewa, bisa bluetooth-an buat berbagi gambar/file dan aplikasi. Selain itu, tombol-tombolnya juga yang familiar.
2.  Daya dukung non fisik : operating system, tentu saja ini ngaruh banget. Kalau OS-nya lemot, ya sudah deh, dadah dadah ajaaa.. Aku suka baca, dan waktuku di jalan ini lumayan banyak, jadi aku perlu pembaca e-bok, pemutar lagu, pemutar video, dsb. pendukung network yang oke tentu perlu juga, kita bisa pilih pakai jaringan GSM/3G/GPRS atau apalah istilahnya xixixix...Jadi mau pakai kartu provider manapun oke-oke ajaa.... Aku pernah tuh, pakai provider yang ngebonusin banyak banget untuk jaringan 3G, eh, hape aku nggak bisa pakai jaringan 3G. ya sudah deh, nasib... bonus tinggal bonus, ilang begitu saja.
3. Pendukung lain
Yang kukategorikan pendukung lain ini misalnya bonus-bonus yang dibundling oleh pabrikan si gadget. Pernah ya,.. beberapa tahun lalu ada gadget yang ditengarai memasukkan buku-buku syiah  di dalamnya. Ya kalau aku sih, nggak akan nyalahin penerbitnya ya.. suka suka dia aja, nah kita sebagai pembeli atau konsumenlah yang seharusnya bisa memilih  atau menyeleksi produk yang akan kita beli. Bagaimana caranya ? rajin rajin browsing, lihat review orang tentang produk tertentu. Sebisa mungkin jangan dari satu sumber, tapi dari banyak sumber yang pro dan kontra sehingga kita dapat membandingkan.
Kalau aku yang ditanya, konten apa yang aku butuhkan ;
* Al Qur'an dan terjemahan (termasuk bentuk auddio/mp3-nya ya.. jadi bisa bersuara gitu....)
 Ini penting. Sekarang juga aku minta anak-anakku yang besar untuk memasang aplikasi Al Qur'an di hape masing-masing. Aku yakinkan bahwa mereka perlu. Awalnya anak-anak hare-hare gitu lah.. bermalas-malasan. Tapi kemudian si Ayuk malah mau masang sendiri, dia kirim aplikasi Al Qur'an via bluetooth dari hapeku ke hape dia.
* Buku-buku limited edition, semacam ensiklopedi, buku kajian hadits, tafsir, atau buku-buku lain tergantung si produsen gadget kerja sama sama penerbit mana. Terus terang, kalau beli buku-buku semacamtext book gitu kan mahal, lagian kalau buku ensiklopedi biasanya hard cover, susah dibawa-bawa, nah kalau ada edisi e-booknya kan enak tuh, bisa dibaca sambil nunggu di mana atau sambil perjalanan ke mana.. 
*Game anak Islam
iya seperti yang aku ceritakan di postingan kemarin, perlu game yang terkontrol, sukur sukur bisa sambil belajar mengenal huruf hijaiyah, atau angka atau al Qur'an. Jangan sampai kan ya.. anak-anak salah ngedonlot game yang ternyata tidak cocok dengan usianya. Misal karena ada unsur kekerasan atau pornografi.

Nah dengar dengar, Syaamil Qur'an punya tab dan note yang mempunyai kualifikasi tersebut. Harganya pun lumayan lah.. nggak terlalu mahal. Aku mau lihat besok ah, di Pameran Buku Bandung. Sukur bagus bisa nyoba di tempat. Jadi bener-bener bisa teliti sebelum membeli.



6 komentar:

  1. al qur'an digital penting banget sekarang bisa untuk belajar menghafalkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa... bener. Bisa juga untuk tilawah pas kita di luar rumah. praktis.

      Hapus
  2. iyaaa... butuh Quran digital... tapi hapeku terlalu kecil, g nampak tulisannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ganti hape Jeng, yang layarnya sekitar 4" , trus di landscape, nanti lebih gede kaan....

      Hapus
  3. Alhamdulillah sudah ada yg memadai untuk itu

    BalasHapus

Silakan Tinggalkan Kesan