Minggu, 03 Agustus 2014

Sehari Bersama Al Qur'an

Membayar janji yang pernah kuucapkan di postingan lalu, baiklah aku mau cerita sedikit tentang acara Yaum ma'al Qur'an atau lebih familiar dengan sebutan Sehari Bersama Al Qur'an.
Selama tinggal  di Bandung, aku sudah beberapa kali Ramadhan  ikut acara seperti ini, tapi Ramadhan kemarin itulah yang paling berkesan buatku. Selain tempatnya di masjid yang baru pertama aku kunjungi, yaitu Masjid Al Muttaqin Gedung Sate, format acara tahun ini juga sedikit berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.
Misal, pernah dalam acara sehari bersama Al Qur'an itu kegiatannya  hanya setoran aja. Jadi semua peserta diminta setor juz tertentu kemudian dites yang baca ayat lompat lompat trus peserta nyambungin macam di acara tahfiz di tivi itu lhooo
Pernah juga dalam sehari kita membahas satu surat tertentu, pagi menghafal surat itu, siangnya dijelaskan tafsir ayat demi ayat.
Trus pernah juga model khataman gituu... jadi per orang dibagi tilawah berapa juz, dan seharian itu tilawah seluruh peserta sejumlah 30 juz.

Nah kalau yang kemarin, dalam sehari itu kita dipersilakan mengatur sendiri kegiatannya, yang penting ada aktivitas sbb :
* tilawah (nerusin tilawah masing-masing)
* menghafal on the spot (terserah juga tergantung kemampuan, mau menghafal berapa ayat)
* setoran hafalan atau  biasa disebut muraja'ah kepada seorang ustadzah pembimbing (disebut musyrifah) yang timnya sudah disiapkan panitia.

Tiga kegiatan tersebut dilaksanakan dalam waktu 5 jam  diselingi shalat. Nanti di akhir acara, peserta lapor ke musyrifahnya  sudah baca berapa juz, sudah menghafal berapa ayat dan sudah muraja'ah berapa surat/juz.
Setelah ashar baru ada ceramah dari salah satu hafidz yang terkenal yaitu Ustadz Abdul Aziz dari Lembaga Tahfiz Al Hikmah -Mampang Jakarta.

Aku sendiri, karena Sabtu pagi itu masih ada acara di sekolah Faiz, baru habis zhuhur berangkat ke masjid, dan jam 4 udah harus berdiri pulang biar gak kemaleman di jalan. Hiks, dipikir-pikir ya sayang juga gak ikut full seperti tahun tahun sebelumnya. Tapi segitu juga udah alhamdulillah. Dapat semacam feel dan touch dari para musyrifah .

Pas menjelang ashar para musyrifah diminta maju ke depan. Subhanallah  ternyata semua musyrifah adalah para hafizhoh 30 juz. Padahal ada yang anak ITB kayak musrifahku. Asalnya dari Aceh. Subhanallah...
Kemudian panitia memanggil juga siapa siapa diantara peserta yang hari itu (hari ke 21 Ramadhan) sudah khatam minimal 3 kali. Ada beberapa peserta maju ke depan. Daaaan... mendapat hadiah dari sponsor (Nuun Collection). Alhamdulillah, berkah bulan ramadhan.

Setelah itu ketua panitia Ust. Hery Saparjan, S.E, Al- hafidz, meminta para musyrifah berbagi tips menghafal Al Qur'an.
Ada beberapa poin yang bisa kutangkap, yaitu ketika kita berazzam utk menghafal Al Qur'an, berarti kita harus meningkatkan pengorbanan waktu kita untuk berdekat-dekat dengan al Quran. Kalau istilah usdz Hery : sudahkah kita 'berlelah-lelah' bersama Al Qur'an.
Kemudian Ustadzah Lana Salikah, S.Pd.I-AlHafizhoh mesyaratkan hitungan atau standar berlelah-lelahnya itu dalam ukuran  jam atau juz. Sehari minimal 5 jam. Atau 5 juz. Bisa dilakukan secara bertahap. Asalkan kita berkomitmen.
Niat dan doa. Mohon dimudahkan sama Allah.
Contoh 2 jam sebelum tidur (jam 9-11 malem) 2 jam pas bangun tidur (jam 2-4 pagi) dan satu jam lagi ba'da subuh / siang pas istirahat. Diatur atur aja sesuai kesibukan kita. Intinya sih memang mengurangi jam tidur.
Beliau juga menambahkan, hendaknya kita punya juz favorit sebelum kita menghafal 30 juz. Misal, 3 juz di awal, 3 juz di tengah dan 3 juz di akhir.
Dan ramadhan ini adalah moment untuk 'berkomitmen'. Buatlah program dari ramadhan ke ramadhan. Berapa kali kita akan khatam per bulan, berapa juz akan kita hafal, dsb. Dengan demikian, 11 bulan ke depan itu akan jadi waktu yang sangat pendek.

Selanjutnya pas ba'da ashar sempat ikut sebentar sesi ustz Abdul Aziz.
Menurut beliau, ada yang memandang sebelah mata terhadap acara 'sehari bersama Al Quran'. Ngapain sih... Beliau memberikan tantangan, kalau gitu hayu atuh seminggu atau sebulan bersama Al Quran. (Sambil tersenyum) sehari juga gak hadir semua, gimana mau seminggu atau sebulan. (Astagfirullah, ini termasuk aku yang hadir hanya setengah acara)
Kata beliau : kalau masalah tahsin tilawah, mungkin metode berbeda -beda.  Tapi untuk masalah "interaksi dengan Al Qur'an" semua muslim sama.
Kalau sudah niat, udah komitmen untuk meningkatkan interaksi, pasti bisa mengatur waktu untuk Al Quran.
Sebaliknya,  kalau belum ada niat, meski ada waktu, ada kesempatan , tetep aja punya alasan. (Jleb !)
Beliau juga menjelaskan sedikit tentang pengaduan Rasulullah kepada Allah SWT bahwa diantara umat Islam akan ada yang menjadikan Al Quran sebagai sesuatu yang ditinggalkan. menurut Ustadz, kadar meninggalkan-nya beda beda.  makin jauh seseorang dengan kitabullah, makin berani dia menentang aturan Allah. Nauzhubillah...

Ya begitulah teman teman, sedikit cerita tentang sehari bersama Al Quran.  Semoga kita-kita bukan termasuk yang tengah berjalan menjauhi Al Quran. Tapi sebaliknya... selalu mendekat... mendekat dan mendekat lagi sampai Al Quran itu 'mendarah daging' mewarnai kehidupan kita. Aaamiiin.
Mungkin untuk tahap awal kayak saya ini, belum bisa lah... sehari 5 jam. Baru sebatas #odoj atau kira-kira satu jam. Boleh laah... kita tambah 15 menit buat mengulang hapalan, atau 15 menit untuk 'deposit' tilawah besoknya... terserah yang penting konsisten. Yuuuk ? Yuuuk.....

6 komentar:

  1. Senang berada diantara para penghafal Al-Qur'an ya, Mba. Inspiratif banget. *jempol*

    Btw, acaranya bermanfaat bgttt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaaah....
      Seneng deh ikut acara beginian.

      Hapus
  2. Sayang aku gak bisa ikutan acara serupa di Yogya... masih banyak alasan #hiks, tutup muka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alasan teknis aja tapi kaaan.... hehe gapapalaah.... dimaklumi insya Allah

      Hapus
  3. kalau deket aku pingin dateng juga mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Palingan dekat rumah Mbak Lidya juga ada... cuma belum nyambung infonya kali ya.. soalnya komunitas Al Qur'an ini ada hampir di setiap kota

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan