Rabu, 27 Agustus 2014

Serba-serbi Buku Anak-anak (ku)

Setelah kemarin aku cerita soal pameran buku, khususnya pameran buku Bandung, yuk.. sekarang ngobrol-ngobrol soal buku anak.
Dari sekian banyak koleksi buku yang ada di lemariku, hampir setengahnya adalah buku anak. Mungkin bahkan lebih. Tapi terus terang saja, aku juga masih suka membaca buku koleksi anak-anakku. Jangan hitung ya.. yang aku membacakan cerita buat mereka, maksudku juga termasuk buku-buku anak remajaku. Karena aku juga ingin tahu, bacaan apa yang dilahap oleh mereka. Dari lima anakku yang paling 'gila baca' anak pertama dan anak keempat. Itu si Mbak #F1, kalau baca novel ibaratnya kudu selesai dalam semalam. Dia tahan sampai tidur telat  gitu. Kalau si Teteh #F4 balah sampai disimpen-simpen di bawah bantal. Kadang kalau aku membangunkan mereka dipagi hari, si Teteh itu sebenernya udah bangun dari tidur. Bukannya bangkit dan ke kamar mandi, eh, malah langsung baca aja. Kok tahu ? Ya tahulah... kan aku emaknya. Kalau tidur mereka jarang matiin lampu alias terang benderang.

Kalau ditanya buku anak seperti apa yang menarik ? Ya pasti lain orang akan lain jawaban. Di rumahku aja yang baru ada lima anak, ada lima selera dalam hal membaca. Meski semuanya masih berebut majalah Bobo tiap minggunya dan berebut majalah Ummi tiap bulannya, masing-masing punya kecenderungan bacaan yang berbeda.
Fathimah misalnya, dia tipe yang melahap semua bacaan. Semua genre untuk bacaan yang sifatnya hiburan ya. Dan dia betah sekali membaca. Mungkin pengaruh dari masa kecilnya juga. Pas dia balita, aku nggak kasih 'mainan' apapun selain buku. Jadi meski masih berebut majalah bobo dengan adik-adiknya dia juga sudah mulai baca-baca novel koleksi Abi dan Ummi. Buku-buku anak macam Lima Sekawan, Trio Detektif, Godek, kayaknya cumah mbak Fathim yang baca. Anak-lain belum menyentuh. Kali karena bukunya udah butut ya.. haha.. ya iyalah.. kan beli di loakan. Tapi...kalau buku-buku yang serius  macam kajian gitu, atau buku-buku pergerakan sih dia belum mau baca.
Fikri beda lagi, meski pas kecil bacaannya sama dengan Mbak Fathimah, makin ke sini dia makin kelihatan condong ke buku-buku sains dan buku petualangan. Dulu aku belikan buku-bukunya, sekarang anak-anak kami persilakan memilih sendiri bukunya, hanya duitnya aja yang dijatah, heheNah kalau Fadhila ini juga beda lagi. Dia sukanya baca cerita romantis. Novel-novel remaja penuh kisah cinta itu yang selalu dibacanya.
Kalau si Teteh masih seputaran majalah, ensiklopedi anak, dan buku-buku karya penulis cilik. Belakangan dia mulia baca buku anak-anak SMP macam serial Pinkberry gitu.
Naaaah.. kalau Faiz gimana ? Hihi terus terang dia sudah mulai  teracuni oleh gadged. Dia udah  mulai pinter soalnya. Kalau misalnya aku kasih waktu main 10-15 menit, eh nanti dia pindah kamar ke kamar Fikri, pinjem lagi hape Fikri di sana. Udah selesai di kamar Fikri, dia mepet-mepet Abi, pinjem lagi punya Abi. Ya gitu deeeh.. tapi aku usahakan tidak ada hari tanpa membaca. Yang pasti, membaca buku iqro'nya setiap habis maghrib. hehe.. becanda. Maksudnya baca buku gitu... dan alhamdulillah, dia sudah mulai bisa 'membaca' dari gambar buku-buku yang sering dibacakan. Makanya kalau buku buat anak seusia dia (TK) aku lebih suka buku yang sedikit kata-kata tapi banyak gambar. Karena ini berguna sekali dalam memacu imajinasi anak.
salah satu buku kesukaan Faiz, isinya lengkap. belajar warna, ukuran, angka, huruf, bentuk, alat transport, dsb.. dikemas dalam bentuk petualangan. Dilengkapi dengan CD, jadi anak bisa belajar dengan audio dan visual sekaligus.
Kalau aku amati sih ya... buku anak ini ada dua jenis. Buku anak yang ditulis oleh anak, dan buku anak yang ditulis oleh orang dewasa. Aku sih enggak fanatik di salah satu jenis aja. Karena menurutku keduanya saling melengkapi. Kalau baca buku karangan anak-anak itu lucu sekali, kadang khayalan mereka tuh seperti nggak nyambung. Misal kisah seorang anak yang jadi foto model tingkat dunia, terbang dari satu negara ke negara lain. Kalau aku mikirnya mereka pergi sama siapa, sekolahnya gimana, komunikasinya gimana.. ehtapi namanya anak-anak ya mikirnya simpel aja kali. Tapi aku kagum juga sama penulisnya, kok kepikiran ya... haha... ya iyalaaah.. makanya tulisannya diterbitin jadi buku. Dan untuk buku anak yang ditulis oleh orang dewasa, terus terang saat ini aku belum dapat menemukan buku-buku seperti Lima Sekawan, si Godek, Trio Detektif, dsb. Artinya buku-buku yang laku sepanjang jaman gitu... buku sekarang kebanyakan muncul sebentar, lalu tenggelam lagi.

Akan tetapi, ada juga hal yang patut disyukuri, sekarang nyari buku anak-anak itu mudaaaaaaah.... sekali. Hampir semua penerbit udah lini buku anak ini. Tinggal pinter-pinternya kita aja sebagai konsumen, mau milih buku yang seperti apa. Siapa pengarangnya dan terbitan mana. Mau yang sifatnya umum atau yang mengupas khusus tentang satu hal.  Kenapa ? Supaya dengan dana yang kita punya, kita bisa mendapat pilihan yang optimal. Jadi jangan sampai ada buku dengan bahasan yang sama, dengan judul, penulis dan penerbit yang berbeda. Sayaaang kaaan.. duitnya... Nah untuk mencegah hal demikian, biasanya aku tanya-tanya teman-teman lain. Dan yang paling mudah ya itu, membaca semua buku anak-anak. Jadi kan inget, buku seperti itu udah punya atau belum.
Trus aku juga lebih suka memilih buku dengan kualitas kertas yang bagus meski harga sedikit lebih mahal, karena akan lebih awet. Setelah dibaca kakaknya bisa disimpen untuk adik-adiknya. Kalau adiknya udah besar, bisa dihibahkan untuk keponakan. (hihi.. emak irit bingit)

Nah, buat teman-teman yang mau milih-milih buku, mau beli buku buat anak atau keponakan, makan datang ke pameran buku akan memudahkan semuanya. Yuuuk.. ke pameran buku yuuuk....

Biar makin gila bacaa....


8 komentar:

  1. Tosss... Lima sekawan, trio dtektif, malory towers... sama bukunyaaaa... di rumahku belum ada yang nyentuh... belum tahu mereka asyiknya baca buku-buku ituuu, hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. anakmu kan masih kecil-kecil hihi....
      iya sih, intinya belum merasakan asyiknya membaca kisah - kisah tsb. Trus kulihat anak sekarang juga sekolahnya lama banget, jadi pulang sekolah udah capek kali ya.. .bacanya dikit aja di sela sela ngerjain tugas

      Hapus
  2. beda anak beda selera ya mak... :)

    BalasHapus
  3. itu kok kaya aku yaa...F1 dan F4..suka baca novel hrs habis dlm semalam. trus nyimpennya juga di bawah banytal sampe lecek..hehehe

    kalo bacaan ara, baru sebatas buku cerita bergambar mba.. maklum, belum lancar baca tulisnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. ternyata ada juga kawan satu golongan ya...
      sejujurnya akupun kalau asyik baca ya sampai ketiduran lupa matiin lampu kamar. Kebiasaan buruk itu nurun ke anak-anak.
      Ya kalau Faiz juga gitu, masih suka yang banyak gambarnya. sekarang alhamdulillah baru belajar mengeja suku kata yang dua huruf. masih bingung untuk suku kata dengan tiga huruf/lebih.

      Hapus
  4. Balasan
    1. Tunggu di Jakarta, Maak...
      Jakarta Book Fair kan rame juga tuuh...

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan