Kamis, 25 September 2014

Faiz Sakiiiiiit !!!

Bukannya lebay yaa... klo nyeritain anak sakit. Cuma, selama ini alhamdulillah kan anakku jarang yang sakit 'serius', palingan juga cuma flu atau batpil gitu. Nah kemarin itu Faiz sakitnya agak lama... gitu... Mana suami lagi tugas ke luar kota (padahal Abi itu juarrraaang buanget tugas luar kota).  Jadi wee... lumayan lieur.

Ceritanya, setelah berakhir pekan di Cirebon itu, sampai rumah kan Sabtu malam. Minggu itu sebenernya Faiz gak bepergian kemanapun. Padahal hari Ahad itu aku kurilingan dari pagi nganter Abi ke travel, terus kondangan, terus ke Pameran Buku Bandung.
Senin dia sekolah seperti biasa. Nah senin malem itu dia mulai panas. Hari selasa dia bolos gak sekolah, aku masih kasih obat turun panas biasa. Trus hari Selasa malem itu aku bawa dia ke dokter. Dapet obat turun panas, multivitamin dan antibiotik karena di lehernya seperti ada radang gitu. katanya sakit kalau makan. Ternyata pulang dari dokter dan minum obat, panasnya enggak turun. Bahkan sempat kejang juga. Dan kali ini, kejangnya tuh lain dari kejangnya anak-anakku yang lain. Biasanya kan anak yang lain pakai gerakan menghentak-hentak gitu. Nah ini Faiz tuh, enggak... cuma matanya aja menatap kami bergantian. Trus tangannya agak kaku gitu, tapi diajak komunikasi sama sekali enggak nyambung. Langsung aku telpon dokter dan dokternya alhamdulillah bersedia ke rumah. Trus malah sekalian membelikan obat kejang yang dimasukkan dari dubur buat jaga-jaga. Semaleman aku berusaha berjaga, bentar-bentar ngganti kompresan di kepala Faiz, trus setiap 4 jam kasih dia paracetamol. Aku minta Fikri tidur di bawah, biar kalau ada apa-apa gampang mbanguninnya. Si tiga gadis juga kuminta jangan kunci pintu kamarnya. Pokoknya siaga deh. Jam 3 Ayuk bangun nggantiin aku ngeronda. Alhamdulillah bisa tidur sebentar.
Rabunya aku nggak ngantor, nemenin dia. Selain khawatir kejang lagi juga, aku harus memastikan Faiz mau makan dan minum terutama, supaya enggak lemas dan panas badannya tidak terlalu tinggi . Soalnya dia ada muntah juga. Selasa malem itu dia muntah 2x.
Makannya bubur bayi nestle itu... minumnya aku belain apa aja yang penting dia mau minum. susu, air madu dan air putih bergantian.
alhamdulillah dia mau dikompres, padahal biasanya enggak mau lho..
Rabu sore pas dia rada turun panasnya gitu, Ayuk ngajak ngobrol dia.
'Faiz.. kamu sembuh atuh... kasian ummi tuh tadi malem nggak tidur gara-gara jagain kamu'  kata Ayuk
'Iya gitu Mi ?' Faiz konfirmasi ke aku. Aku cuma senyum trenyuh lihat dia lemes gitu.
Nah pas malemnya sebelum dia tidur, dia bilang ke aku gini :
"Ummi, nanti kalau aku tidur, ummi ikut tidur aja. Jangan jagain aku terus.." 
iiiiih... so sweet nggak siih... dia lagi sakit gitu, masih mikirin umminya.
Aku pun mengiyakan, walau dalam prakteknya susah juga ya... namapun takut anak kejang. karena sampai Rabu itu panasnya masih naik turun gak jelas.

Hari Kamis aku ngantor lagi sambil bentar bentar nelpon dia dan memastikan dia mau minum. Alhamdulillah hari Kamis ini Abi pulang dari Yogya. Jadi setengah harian ada yang jagain Faiz selain Bibi.
Aku masih konsultasi dokter juga, kenapa panasnya nggak turun-turun. Kata dokter tunggu 3 hari baru bisa cek lab.
Karena hari Kamis sore sampai Jumat pagi dia agak baikan, ya udah Jumat kami masih ngantor. Abi juga langsung ngantor karena ditungguin laporan kegiatan di Yogya-nya. Ya walaupun setiap diajak makan dia kayak males banget gitu... tapi masih maulah, walaupun sedikit. Pokoknya masih yang halus halus.

wajah males makan
Akhirnya Jumat malem kami ke dokter lagi. Melihat tanda - tanda fisiknya kata dokter kemungkinan Faiz ada gejala typus. Lambungnya juga kena dilihat dari muntah, mual kalau makan dan sejak dia panas dia belum BAB.
Jumat malem itu dokter kasih pengantar ke Lab.
Hari Sabtunya, kami ke Kimia Farma. Nggak tega juga lihat muka Faiz. Tapi alhamdulillah dia dikasih tau dan diajak bicara mau mengerti. Bahwa ini untuk mengetahui penyakitnya. Khawatir DB juga kaan...

tangan Faiz bekas diambil darah
Dia sempat nangis sedikit waktu diambil darahnya. Tapi kata perawat, segitu mah masih termasuk pinter, nggak memberontak. alhamdulillah.
Hasil dari lab, dia ternyata gejala typhus. tapi di ada penurunan juga di trombosit. Jadi kata dokter harus periksa lagi 1x24 jam. Maka dokter pun memberikan resep baru untuk sakit typhus.
Malam itu Faiz tidur nyenyak. Panasnya juga udah turun. 
Ada kejadian lucu lho... besoknya pas dikasih tau bahwa dia musti cek lab lagi, dia bilang nggak mau sambil reflek memegang tangan kanannya. haha.. rupanya dia 'melindungi' tangan sebelahnya itu. Karena tangan kiri juga masih sedikit nyeri di tempat bekas diambil darah .
Akhirnya dengan iming-iming hotwheels dia mau ke lab lagi.
daaan... sesampai di Lab Kimia Farma, ternyata.. tutup saudara-saudara. Aku nggak tau kalau Minggu KF tutup. Trus aku telpon Lab. Prodia ternyata juga tutup. Ya sudahlah rejeki Faiz gak jadi cek lab tapi tetep dapat hotwheels dari Abi.
Pas kami lapor dokter, dan melihat perkembangan Faiz di Minggu sore itu, dokter bilang ya sudah nggak ke lab nggak papa. Kayaknya Faiz emang typhus. Harus istirahat total seminggu lagi. Makan masih tetap bubur.

Alhamdulillah, setelah seminggu istirahat total, nggak sekolah juga, akhir minggu kedua Faiz udah sehat. Tapi kata dokter masih harus menjaga makanan sampai sebulan. Alhamdulllah Faiznya nurut juga.  Dan kemarin di akhir minggu ketiga, untuk pertama kalinya dia bepergian setelah sakit, yaitu ke rumah Mbak Tri untuk arisan the girls bareng Mbak Ida dan Mamak Sondang.

Kamis, 04 September 2014

Bandung - Cilimus - Cirebon - Bandung lagi

Akhir pekan kemarin, mendadak Abi mengijinkan aku pergi bersama rombongan ibu-ibu pengajian ke Cirebon. Kenapa Cirebon? Karena ini kota asal salah satu anggota pengajian. Dan karena beliau memiliki usaha ticketing dan tur juga, maka sekaligus kami menikmati layanan EO dari beliau secara gratis tis tis.

Aku berangkat sama Teteh dan Faiz saja. Karena Mbak, Fikri dan Ayuk hari Sabtu masih ada kegiatan di sekolah,dan mereka nggak mau bolos. Mbak mau ke PMI kota Bandung, pembekalan acara Jumbara di Pangandaran Oktober mendatang. Fikri ada dua eskul, yang dia cinta banget ya eskul IT.
Kalau Ayuk malah masih sekolah biasa dan siangnya ada tugas mewawancara salah satu tokoh, temanya tentang remaja Islam. Ya udin, yang bisa bolos cuma Teteh, Faiz libur. Abi ? Ya mana mungkinlaaah... mau gabung rombongan emak rempong.

Dari Bandung mobil yang aku tumpangi berangkat nyubuh menuju ke daerah Cilimus di Kuningan. Kami akan berenang dan berpetualang di Grage Sangkan. (Silakan gugling sendiri ya...) . Karena kami tidak menginap di hotel tsb, kami langsung masuk ke halaman kiri hotel, tempat kolam renang berada. Alhamdulillah, karena sampai  masih pagi, maka kolam tsb seakan milik kami sampai sekitar jam 10an.

kolam renang dengan HTM 20rebu sajaaa... Ya ampuun, pop mienya juga cuma 8rebu, lebih murah dari harga popmie di kapal fery Selat Sunda.

Selain kolam renang di sini juga ada beberapa wahana lain baik yang gratis maupun yang berbayar.  Yang gratis contohnya lapangan mini futsal, jogging track dan terapi digigit ikan gitu. Kalau yang bayar ada memancing, menunggang kuda, dsb.

ini niiih... tinggal pilih mau yang mana

Ini Faiz dan Teteh di taman

Ini anak-anak nyelupin kaki di kolam yang penuh ikan gitu. Asal kaki masuk aja, bahkan tangan juga, si ikan langsung ngerubutin.

lihat tuh ikannya kecil kecil

Karena hari menjelang siang, kami bersiap siap ke Cirebon. Tapi sebelum ke Cirebon, kami belok dulu ke Linggarjati, melihat eh tepatnya melewati komplek gedung tempat Perjanjian Linggarjati di adakan. Seorang teman sampai berceletuk, subhanallah, gimana ya.. para pejuang dulu bisa sampai di tempat tersebut, lha wong sekarang aja lokasinya masih jauh dari kota. Tapi udara di Linggarjati itu sejuuuuuk... lho... kayaknya emang pas buat perundingan ya.. adem, nggak panas. Sayang nggak sempat popotoan di Linggarjati

Di Cirebon, rencananya kami akan makan empal gentong. Empal gentong ini salah satu masakan khas Cirebon. Semacam gulai gitu. Isinya ada yang daging, jeroan atau campuran daging dan jeroan. Dan aku baru tau, ternyata ada juga empal asem, jadi empal gentong tanpa santan. Semacam sop gitu kali ya... soalnya aku nggak nyicip yang empal asem ini.

penampakan empal gentong dan empal asem
Empal Gentong H. Apud

Setelah kenyang, perjalanan berlanjut ke sentra batik Trusmi. Kami tidak belanja di sana, melainkan ke salah satu toko bernama Wening di jalan Trusmi Kulon Plered.  Suasananya rumahan. Kami masuk toko dengan melepas alas kaki, trus dilayani sambil lesehan. Pramuniaganya pun ramah ramah. Daan, setiap item yang kita beli, masih didiskon lagi dari harga yang tertera. Asyyikkk kaan (besok aku dapat kiriman batik nih).
Setelah puas milih milih batik (milih doang, soalnya jalannya tanggal 31 boooo... di puncak kalender), kami menuju pasar pagi. Di sana jajan oleh oleh Cirebon. Kue gapit aneka rasa, trus  kerupuk melarat yang aneka warna, kerupuk upil (serius namanya kerupuk upil), kerupuk kulit / dorokdok, kerupuk kulit ikan,   daaan sirup tjampolay tentu saja.

Hari menjelang malam maka dan kami harus segera kembali ke Bandung. Masih sempat mampir makan malam di warung tenda pinggir jalan. Sampai Bandung tengah malam, badan tepar tapi hati kami seakan dipenuhi bunga bunga yang sedang mekar :D

Lihat, wajah-wajah yang cerah itu. Anak-anak disumputin dulu



Senin, 01 September 2014

MyFA - My First Love to Al Quran

My First Al Qur'an


Seperti aku udah ceritakan di postingan sebelum ini tentang berbagai model Al Qur'an, kali ini aku akan mereview lebih detil tentan My First Al Quran atau biasa dikenal dengan nama Myfa. Myfa ini Al Quran yang khusus didesain untuk anak-anak. Ilustrasinya sungguh menarik, sangat hidup dan penuh warna. Secara keseluruhan MyFa mempunyai  beberapa kemudahan yang akan didapat, yaitu:
  1. Khat tajwid lebih besar
  2. Terjemah Kementerian Agama RI
  3. Adab Membaca Al-Qur’an dengan ilustrasi cerita yang menarik
  4. Materi Sirah Nabawiyah. Dikemas dengan penyampaian yang ringan dan sederhana dalam judul materi Jejak Rasul
  5. Peta sederhana. Penjelasan melalui gambar terhadap Jejak Rasul
  6. Materi Sekarang Aku Tahu, merupakan materi tematik ayat. Menggunakan bahasa yang ringkas.
  7. Doa-doa Harian.
  8. Tempat-tempat bersejarah umat Islam di dunia
  9. Tokoh-tokoh Islam di dunia
  10. Kamus 3 bahasa (Arab- Indonesia-Inggris)
  11. User Guide, memudahkan dalam memahami tata letak materi
  12. Ilustrasi menarik dan modern yang tidak membosankan



My First Al Qur'an terdiri dari empat buku, dua mushaf dan dua terjemah. Dengan pemisahan ini, kita lebih mudah, pas membutuhkan yang mana, ya itu aja yang dibawa-bawa. Misal sedang mengaji/tilawah juz 30, ya tinggal membawa mushaf Myfa jilid 2. Ringan kaan..
Oh iya, semua gambar, ataupun tulisan di dalam halaman MyFa dapat dibaca oleh e-pen.

Ini halaman mushafnya, dikelilingi dengan gambar-gambar menarik yang disukai anak. Khatnya pun berwarna untuk memudahkan anak belajar membaca sesuai tajwid
ini halaman terjemahnya, dibagian bawah ada terjemah Kementerian Agama RI, kemudian kamus tiga bahasa dan komik yang dapat dibaca dengan e-pen sekaligus cerita tentang jejak Rasul
Dengan MyFa, bisa belajar membaca Al Qur'an dengan didampingi siapa saja. Ibu, Bapak atau Nenek :D Kalaupun anak mau bermain sendiri bersama MyFa-nya, Ibu pun dapat mengawasi sambil memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah lain. Karena e-pen MyFa begitu mudah untuk dioperasikan. Tinggal on-kan dengan cara menunjuk logo Myfa di sampul buku.
 
ini testimoni dari temenku. Anaknya seneng banget membaca MyFa, sampai 'keranjingan' katanya.
 
Selain itu e-pen ini dapat juga jadi sarana menghafal Al Qur'an. Dengan anak mendengarkan berulang-ulang bacaan satu surat dari e-pen, maka anak pun 'tiba-tiba' jadi bisa mengikuti bacaan tsb. E-pen juga dilengkapi dengan kabel data sekaligus sebagai alat untuk mengecas ulang sehingga lebih hemat karena tidak menggunakan baterai.
Ya intinya, MyFa ini bisa menjadi jembatan agar anak-anak jatuh cinta pada Al Quran, mau belajar membacanya, mempelajari kandungannya, menghafalkan ayat-ayat dan kelak dapat mempraktekkan dalam kehidupan mereka setelah dewasa kelak. Aamiiin.