Rabu, 12 Februari 2014

Suami Wow, Suami Wonderful

Resensi buku
Judul                  : Wonderful Husband
Penulis               : Cahyadi Takariawan
ISBN                 : 978-602-1680-03-2
Penerbit             : PT Era Adicitra Intermedia
Jumlah halaman  : xxi + 314 halaman Ukuran 14,5 cm
Harga buku        : Rp. 55.000,00
Sampul              : Hard cover

Jika  hanya membaca judul pada sampul buku ini, pastilah akan mengira bahwa buku ini khusus untuk para suami. Pun lomba resensi ini, akan lebih tepat bila ditujukan hanya kepada blogger laki - laki. Akan tetapi tidak bagi saya , ketika membaca halaman demi halamannya, maka saya seolah - olah sedang berada di depan sebuah cermin yang sangat lebar dan bersih. Di sana terlihat bayangan saya sendiri dengan jelas. Kemudian, menangislah saya di depan cermin tersebut. Ya, saya menangis membaca buku Wonderful Husband. Air mata saya bukan disebabkan karena suami belum seperti yang tergambar dalam buku ini, sama sekali bukan. Seperti yang diungkapkan Pak Cah di Catatan Pendahuluan, bahwa membahas tentang karakter suami ideal itu laksana jauh panggang dari api. Ada jarak antara cita-cita dan kondisi nyata.
Tapi kesedihan saya lebih disebabkan oleh perasaan betapa tidak pantasnya saya mengharap suami yang wonderful, bila saya sebagai istri juga gini - gini aja. Artinya, kalau saya mengharap suami menuju karakter ideal, sayapun harus berusaha berjalan ke arah karakter istri yang ideal.  Bagaimana cara saya ?Tinggal mengganti aja setiap kata 'suami' dalam buku ini, menjadi kata 'istri'. Inilah sebabnya saya mengatakan bahwa buku ini seperti hamparan cermin tadi.

Seperti apa sih, gambaran karakter suami ideal itu ? Pak Cah merangkumnya dalam 9 karakter, yaitu :
1. Memiliki kemampuan memimpin keluarga dengan cinta dan kasih sayang;
2. Mampu menundukkan egonya, sehingga dapat mudah mengalah, mengakui kesalahan dan mudah memaafkan;
3. Mampu membahagiakan istri, dan merasa senang jika dapat melakukan hal tersebut;
4. Selalu mengingat kebaikan istri, fokus pada hal positif yang dimiliki istri;
5. Mampu memahami kondisi istrinya,  bukan hanya saat ini, tetapi terus menerus mengenali kondisi istri yang berubah seiring waktu;
6. Mampu menjadi teladan dalam kebaikan bagi istri dan anak-anaknya;
7. Memelihara kesetiaan;
8. Selalu tampil 'young and fresh' dihadapan istri (dan anak-anak)
9. Selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya, perasaan, pelayanan, perlakuan dan kata kata terbaik, rejeki yang baik,  karena nafas cinta adalah (saling) memberi.

Nah, wow banget kan ?
Wow lain adalah, cara penyampaian Pak Cah saat menulis buku ini. Meski bahasannya serius dan berat, tapi saya membacanya enak, terus, enggak mau berhenti. Persis kalau saya baca novel. Bahkan dibolak balik lagi, dibaca ulang di beberapa halaman. Gaya Pak Cah seperti sedang mengobrol dengan para mustami' / audiens. Tidak heran, mengingat jam terbang beliau baik sebagai trainer maupun sebagai ustadz.
Beliau banyak menyertakan contoh-contoh dialog dan masalah yang sering terjadi di antara pasangan. Salah satunya tentang fenomena menit terakhir (hal. 137). Benar sekali, justru di menit-menit terakhir itu sering menimbulkan konflik. Suami sudah siap bepergian, istri masih sibuk mempersiapkan diri. (malu ih, ini mah gue banget).
Ilustrasinya juga saya suka, foto-foto yang diperagakan model untuk menggambarkan setiap karakter, dan gambar kartun di baliknya. Pas sekali menggambarkan. Dan yang paling saya suka adalah gambaran tentang memahami kondisi istri (karakter kelima), gambarnya seorang suami sedang melayani istri sarapan (hal 154), sementara kondisi istri sedang hamil besar, mereka berdua tampak berwajah ceria dan mengobrol bahagia. so sweet kaan..

Nah supaya seimbang dengan semua pujian di atas, saya juga akan menyampaikan -maaf ya Pak Cah- yang bukan pujian. Saya sedikit terganggu dengan tercetaknya kata  blackberry massanger (hal. 22) meski di kemudian ada kata yang sama sudah tercetak dengan benar blackberry messenger (hal 164), afair -satu f apa dua f ya. (hal.144), LDR (long distance relationship) hal 238 kenapa enggak dicetak miring juga. Selain itu rasa-rasanya enggak rela dengan ilustrasi seorang pria berpeci (hal 216) dihadapkan pada pilihan - pilihan selir, pacar, simpanan, bordil disetarakan dengan kata istri. Ini seperti saya melihat serorang tersangka yang entah kenapa kalau di persidangan selalu memakai peci.

Selain itu, saya merasa buku ini 'nanggung' . Saat membaca halaman-halaman awal, saya berpikir ini adalah buku umum. Padahal setahu saya penerbit buku ini adalah penerbit buku-buku Islami.
Apalagi data-data dan contoh yang disampaikan (semacam ayat kauniyah kalau boleh saya katakan demikian) bersifat umum. Sempat terpikir, wah bagus ini, Pak Cah menulis buku populer, bisa bisa saya hadiahkan buat teman teman non muslim. Makin ke belakang, terselip satu dua kisah para sahabat, khalifah Umar bin Abdul Aziz dan kutipan ayat Al Qur'an dan Hadits. Yaah.. enggak jadi dihadiahkan deh.

Satu lagi adalah bentuk buku. Ukurannya mungkin sama dengan buku pada umumnya. Karena lay out buku ini yang berbeda dengan pada umumnya, menyulitkan saya untuk menyimpannya. Belum ada buku bentuk sejenis di rak saya. Kalau di rak buku anak-anak sih ada... Yang ini  mah masalah saya pribadi kali ya..


Artikel ini diikutkan dalam GIVE AWAY RESENSI BUKU WONDERFUL HUSBAND 


21 komentar:

  1. kalo typo berarti kesalahan editornya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak... kebayang sih, capeknya membaca dan meneliti sekian ratus halaman.

      Hapus
  2. Iya bnr Mbak rahmi, kl Msh ada typo editor nya krg teliti x ya hehehe... ukuran bukunya lumayan gede ya Mbak tp aku Msh tetap pengn baca buku ini cm blm nemu di Sidoarjo :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ..ini editornya ya.. lumayan 300 halaman lebih.
      Di gramedia merdeka juga sudah menipis. Pas kemarin awal feb aku beli, sudah pindah tempat dari meja pajang ke rak yg berdiri.....

      Hapus
  3. suamiku udh masuk kategori suami wonderful belum yak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Musti dicocokin dengan karakter wonderful husband Mak :)

      Hapus
  4. Hai, postingan yang bagus. Ijin blogwalking ya :-)
    Ada info lomba seru nih, kamu bisa cek ini dan ini
    Makasih sebelumnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ..
      Silakan kalau bewe semoga bermanfaat.
      Terima kasih sudah mampiir

      Hapus
  5. Wow, resensimu juga keren Mak Titi...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaakhhh... Maak. Ini membuatku tersanjung hihi

      Hapus
  6. Balasan
    1. Terima kasih kunjungannya... makasih juga hadiahnya ... udah baca pengumumannya :)

      Hapus
  7. ahahahaa aduh sukurlah dikau menang, aku gak merasa bersalah. Aku as usual punyamu udahlah kubaca tapi lewat hape, dan as usual jugaaaa, manalah bisa dari hape ke blogspot ini kaaaan , WP aja suka error . Eh baru keinget pas baca komenmu ahahah.
    COngrats ya sayaaaang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha.... iyalaah... aku mengerti kerepotanmu beberapa hari terakhir ini...
      Ini jg aku dah hampir seminggu gak menulis.

      Hapus
  8. Lho.. sudah menang ni?? Barakallah.. semoga bikin tambah semangat nulis kalo sering dapat hadiah GA gini ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa... alhamdulillah... amiiin.. amiiin.. semoga makin semangat ini nulisnyaa....ayo ikut GA juga. ada yg baru tuh, di blog bu Ida Nur laila. Piyayi Yogya juga lhooo..

      Hapus
    2. hehehhe.. belum sempat lihat ke blog bu Ida... alhamdulillah memang aku kenal secara personal sama beliau mbak...

      Hapus
  9. waaahhhh, termasuk pemenang! Apa bentuk syukurnya diwujudkan dalam choco devil itu, mbak...? Hihihi...
    Selamaaattt...! Baca resensimu aku tertarik pengen punya bukunya juga.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha.... bisa ajaa..
      makasih ya.. bukunya ada di Gramed tuh.. cocok utk hadiah buat Baginda Raja *modus

      Hapus

Silakan Tinggalkan Kesan