Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 November 2025

Minum Teh di KOI The


Melanjutkan perjalanan me time, dari Stasiun Tegalluar aku naik shuttle ke Summarecon Mall. Jujur belum ada rencana mau ngapain. Se-iseng itu mencoba shuttle gratisan aja. 
Masuk mall melalui pintu Ageung ini sudah beberapa kali. Jadi sudah sedikit hapal posisi toko di kanan dan kiri. Aku masuk terus lewat depan toko roti Tous Les Jour menuju teras samping eh ternyata lagi nggak ada event apapun. Balik lagi aku masuk. Jam 3 sore mau cari makan berat kok kayaknya masih kenyang. Karena hari hujan aku pikir minum yang hangat-hangat cocok lah ya..
Pilihanku jatuh pada Koi The. Ini pertama kalinya aku mencoba. Kulihat-lihat dulu budget di ulasan google masih masuk anggaran. Beloklah aku ke sana. Ada gelato, aneka minuman dan pastry. Setelah berpikir sejenak aku memilih Teh Greentea Jasmine hangat dan Almond Croisant. Tehnya aku pakai gula 50% saja dan diinfokan oleh kasirnya kalau kudapan yang aku pesan akan dipanaskan terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian, datanglah makananku. Cantik juga


Review sedikit 

- Teh greentea jasmine : rasa teh hijaunya tenggelam oleh aroma jasmine. Tapi masih oke. Gula 50% cocok di aku. Manisnya selewat saja.
- Almond Croisant : enaaaak... asli. Kulit luarnya lembut, Saking lembutnya sampai lepas lepas ketika aku potong. Isinya juga pas. Tapi menurut lidahku ini agak kemanisan. Syukurlah tehnya kurang manis, jadi pas seimbang dimakan dengan croisant.

Suasana

Suasana resto ketika aku di sana tenang banget. Karena tenang ini juga sih aku mampir ke sini. Ada banyak meja, tapi yang terisi hanya 2-3 meja. Mungkin karena aku ke sini di hari kerja dan bukan di jam makan siang ataupun after hours. 
Di tempat dudukku ada colokan charger kalau di perlukan. 
Selain menjual minuman dan pastry, Koi juga ada gelato. Gelatonya ada aneka macam rasa. Ya cuman karena suasana dingin aku jadi belum pengen mencoba gelatonya.
Kalau dari penampakannya, ini tersedia di 4 ukuran cup. 
- small (dua rasa) harga 43rb
- medium (tiga rasa) harga 63rb
- large (dua rasa) harga 79rb
- extra large (dua rasa) harga 139rb
Emang segituan sih ya .. harga gelato. masih wajar terkendali. Rasanya juga aneka ragam, ada coklat, vanila, stroberi, tiramisu, dll



Alhamdulillah soreku terasa lebih cerah setelah minum teh. Meskipun di luar hujan masih mengguyur kota Bandung.


Minggu, 28 September 2025

Lari di Gasibu




Pagi ini aku mengajak anakku untuk olahraga di Gasibu. Tujuanku adalah agar di akhir pekan ini anak-anak tetap beraktivitas dan no mager-mager club. Dari dua anak yang ada di rumah yaitu F3 dan F5, ternyata hanya F3 yang menyambut ajakanku. Jadilah aku berangkat berdua naik motor. Padahal kalau bertiga tadinya mau naik gocar aja, sekalian pulangnya bareng sama F2 yang balik dari Jakarta. Rencana sudah bagus. Realita? Sudah terima aja haha

Seperti aku ceritakan di postinganku sebelumnya tentang aplikasi Strava, ceritanya aku ikut tantangan berlari 5km sekali dalam sebulan, minimal ya. Ini baru masuk bulan ketiga. Bulan pertama aku gagal, karena masih mengejar berjalan 50km. Bulan kedua alhamdulillah berhasil lari 5km. Waktu itu aku nggak meluangkan waktu untuk khusus lari, tapi aku lari pulang dari kantor ke rumah sore hari seusai jam kerja.

Nah kali ini sengaja melakukan lari lagi. Untuk lari kali ini ada dua lokasi yang aku bayangin. Jadi kubayangin tempatnya antara Gasibu atau Summarecon Bandung.Bukan karena tempatnya yang kalcer, tapi lebih ke mencari tempat yang datar, supaya perjuangan pelari pemula ini tidak terlalu berat. Gitu ceritanya. . Hasil diskusi sama anak akhirnya memilih Gasibu. Mungkin karena lebih familiar aja ya..

Sudah lama tidak olahraga di Gasibu, kini ada banyak perubahan. Pertama pas nyampai, ternyata kalau Sabtu tidak seramai hari Minggu. Parkiran motor hanya ada di Jalan Sentot ALibasyah/jalan yang di depan Yakes Telkom. Itupun hanya sedikit. Biaya parkir Rp. 5.000 diminta di awal dan nggak ada karcis parkir. 

Begitu masuk track lari, ternyata ada nomor jalurnya. 1-5. Jalur 1-2 untuk pelari, jalur 3 untuk yang selfie, jalur 4 untuk yang ngobrol, dan jalur 5 untuk yang ngegosip. Ada-ada saja ya.. Inilah Bandung dengan ide-ide kreatifnya. 

Meski sudah diberikan keterangan baik di jalur lari maupun di spanduk, tetap saja ada pengunjung yang tidak mematuhi anjuran tersebut. Bahkan terdengar beberapa kali pengumuman dari pengeras suara juga. Tapi ya mungkin memang susah ya ngatur rakyat banyak, banyak maunya dan banyak yang semau-maunya sendiri. wkwk

Selesai lari, kami jajan di sekitar lapangan. F3 jajan sosis bakar, aku jajan buah potong. Eh ternyata masih lapar. Jadi nambah lagi jajan lontong sayur sepiring berdua. Sampai akhirnya malah jadi kekenyangan.

Senin, 01 September 2025

6 Studio Yoga di Bandung Timur

Mencari studio yoga yang ramah muslimah, gampang-gampang susah. Kalau kita sudah mengenal tempatnya, itu akan lebih mudah. Selain kita bisa mengenali kenyamanan tempatnya, kita juga dapat mengukur klik enggaknya sama guru.

Menurutku, klik sama guru ini satu hal yang penting juga. Kenapa? Supaya kita betah saat latihan dan bersemangat menunggu hari latihan. Tahu sendiri kan, gerakan yoga ini butuh kesadaran dan kesabaran. Kalau kita nggak klik sama guru, aduh, mau berangkat juga sudah mager duluan. Iya gak? Itu makanya aku selalu berusaha mencari guru yang klik.

Ada beberapa studio yoga di Bandung Timur yang bisa kamu ikuti di akhir pekan, antara lain

1. Fit Room

Lokasinya ada di dalam komplek Eastern Hills, Cipadung. Dia nggak pasang iklan tapi ada akun instagramnya @FitRoom.id . Info-info biasanya diunggah di akun instagram tersebut. Waktu latihannya sepekan dua kali, yaitu Selasa sore dan Minggu sore jam 4. Yang hari Minggu kadang geser ke jam 10 pagi. Biaya 40rb kalau mendaftar H-1 karena ada diskon early bird, kalau on the spot full 50rb. Aku bisanya ikut yang Minggu aja. Yoga di sini agak-agak "war" ya, karena kapasitas ruangan hanya belasan orang, anggota grup lebih dari duapuluh. Jadi kalau kita lupa isi link pekanan, yaudah selamat jalan

2. Ican Studio





Studio yoga ini terletak di ruko dekat gerbang Komplek Bumi Panyawangan, Cinunuk. Biar gampang nyarinya, kamu tinggal cari aja D'Chick di sebelah Indomaret, untuk studio yoganya ada di lantai 2. Teteh-teteh yang di counter ayam goreng sudah hafal. Kalau bawa-bawa matras pasti mau ikut yoga.

Yoga di Ican ini aku suka karena peserta tidak terlalu banyak, ya pas ruangan aja. Dan guru-gurunya juga cocok. Aku biasa ikut kelas yang minggu pagi jam 8 kalau lagi gak ketemu sama jadwal di Fitroom. Kalau di sini biayanya 50rb free air minum.

3. Plumeria House

Yoga di Plumeria ini enak, laksana piknik karena tempatnya agak-agak di gunung gitu, dan outdoor. Di sini biasanya Sabtu sama Minggu pagi jam 7. Tapi ada berita baik, karena banyak peminat, sekarang Sabtu ada dua sesi. Sesi keduanya jam 8.30. Pengalaman aku sih ya, enak yang jam 7 karena masih pagi-pagi dan matahari belum naik. Pas ikut yang jam 8.30 matahari sudah mulai bersinar cerah.


Selain yang sudah aku ikuti di atas, ada lagi studio yang aku belum pernah datangi. Ini hasil pencarianku lewat google.

1.Godiva studio. 

Studio Yoga ini terletak di Arcamanik Endah.  Aku sempat mengirim pesan melalui akun Instagramnya Alhamdulillah dibalas dan ternyata kelasnya di hari Selasa Kamis Sabtu.

2. Sarana studio

Studio yoga ini terletak di Rancabolang di dekat Borma. Di sini aku juga kepoin melalui akun Instagram setelah aku lihat jadwalnya ternyata dia ada jadwal di Minggu pagi jam 07.00 dan jam 08.00. Mungkin lain kali bisa dicoba ke sini.

3. XO Studio ini juga terletak di Arcamanik. Aku mengirim pesan melalui DM instagram. Ternyata di sini hari Yoga hanya di hari kerja saja. 


hikmahnya adalah aku memiliki banyak tempat alternatif untuk ikut juga di hari libur. Demikian pencarian tempat yoga yang aku lakukan semoga bermanfaat buat kalian.


Rabu, 13 Agustus 2025

Bubur DPR dan Kopi Teduh



Tidak jauh dari kantorku, ada sebuah tempat makan yang banyak dikunjungi orang. Sebagai akamsi alias anak kampung sini; awalnya aku nggak begitu kepo. Biasalah ya.. sudah tahu di sana ada warung kopi. Oh iya di sana ada warung bubur. Sesederhana itu. 

Namun beberapa waktu lalu, temen-teman di ruangan bersepakat untuk sarapan pagi di sana dalam rangka beramah tamah karena ada salah dua eh ada dua orang di antara kami yang akan dipindahkan ke bagian lain. Kamipun sepakat untuk jam 6.30 di lokasi. Karena jam 8.00 kami sudah harus di kantor dan melayani pelanggan.

Rupanya tempat ini memang benar-benar ramai. Kami datang sepagi itu antrian sudah mengular. Apa saja sih yang tersedia di sini?

1. Bubur DPR (Di bawah Pohon Rindang)

Buburnya itu tidak terlalu padat, tapi cenderung agak cair gitu. Kemudian toppingnya ada ayam dan jamur kuping dan keripik pangsit. Rasanya menurutku cukup enak sih. Mungkin kapan-kapan  bisa ke sini lagi dalam suasana yang lebih santai

2. Dimsum

Selain bubur, ternyata ada juga dimsum dengan pilihan aneka rasa. Ada dimsum ayam, dimsum udang, lumpia udang dan udang kulit tahu. 

3. Gorengan

Gorengan di waktu sarapan ini ada pisang goreng, tahu dan bala-bala. Pesannya tidak di counter melainkan di meja tersendiri. Gorengannya benar-benar fresh karena dimasak saat itu juga.

4. Kopi dan minuman lain

Untuk kopi dan minuman lain dari Cafe teduh dipesan di meja gorengan.


Untuk menu-menu di atas sudah tersedia sejak pagi. Karena bubur DPR ini buka dua sesi. Pagi jam 6-10 pagi, dan sore mulai jam empat sore hingga malam. 

Sedangkan menu reguler dari Kopi Teduh ada bermacam-macam juga.

1. Minuman : Kopi susu teduh ini sih yang paling aku suka. Ada juga minuman non kopi seperti matca dan juga teh sereh dsb.

2. Camilan : di sini ada cireng bumbu rujak, kentang goreng sosis, pisang lumer coklat, ubi cilembu brulee dan juga dimsum. Eh dimsum itu camilan apa makanan ya.. ya udah masuk camilan aja.

3. Makanan Utama : bakso, bakmi dan mie yamin. Ini sih yang paling banyak orang cari. Bakminya itu enak banget menurutku. Baksonya juga enak seger. Kerasa bumbunya tapi nggak terlalu berlemak kayak bakso Bandung pada umumnya.

Kalau kamu tertarik untuk mencoba jajan ke sini, tips aku sih datang jangan saat mendung. Paling enak saat hari cerah. Karena apa? Cafe ini nggak ada bangunan permanennya. Benar-benar hanya mengandalkan kerimbunan pepohonan. Ada sih semacam terpal gitu yang diikat dari pohon ke pohon, tapi kalau hujan tetap tampias.

Selamat mencoba 

Jumat, 23 Mei 2025

Olahraga ke Sumaba



Hai teman-teman  jelang akhir pekan nih, udah ada rencana bepergian belum? 

kalau belum, kamu bisa coba melakukan olahraga ringan yang tidak memberatkan untuk mengisi akhir pekanmu. 

Apa olahraga kesukaanmu? 

Aku sendiri lebih suka melakukan olahraga jalan kaki. Terkadang aku lakukan di rumah saja dengan bantuan treadmill. Kadang juga aku keliling kampung keluar masuk gang di sekitar rumah kalau waktuku agak santai. 


Kalau benar-benar tidak ada agenda kegiatan lain, biasanya aku pergi ke tempat yang orang banyak berolahraga disana. 

Selain Kiara Artha Park dan Sport Jabar,  tempat favoritku yang lain adalah Perumahan Summarecon Bandung atau  dikenal juga dengan nama Sumaba. 


Sebenarnya seluruh area Summarecon bisa menjadi area jalan kaki yang menyenangkan. Selain trotoarnya lebar, di sana juga banyak pepohonan sehingga udara terasa sejuk. 

Seluruh area perumahan, terjaga kerapian dan kebersihannya. Sering tampak petugas kebersihan sedang merawat rumput dan tanaman lain. 

Ada satu tempat yang sering dipergunakan oleh orang banyak sebagai area olahraga, yaitu area di seberang Ruby commercial Park. 

Di sini terdapat taman yang dilengkapi dengan track jalan kaki, bangunan untuk istirahat yang dilengkapi bangku-bangku, juga ada danau buatan. 

Danau ini yang membuat suasana terasa syahdu. Apalagi kalau langit sedang biru. Kita seperti tidak sedang berada di tengah Kompleks Perumahan melainkan seperti sedang berjalan-jalan menikmati pemandangan alam yang luar biasa. 


Aku sudah mencoba mengelilingi blok di seberang Ruby ini. . Jaraknya kurang lebih 2 km. Kalau kita jalan santai butuh waktu sekitar 30 menit. 

Selain jalan kaki kamu juga bisa coba olahraga lainnya. Di komplek Summarecon ada tempat persewaan coba  naik sepeda yakni di taman sumringah. Tarif sewa sepeda ini harganya sangat terjangkau untuk sepeda tunggal sewanya hanya Rp3.000 untuk 2 jam sedangkan sepeda listrik ataupun skuter sewanya Rp 10.000 untuk 30 menit. 

Oh iya, buat kamu yang masih bingung di mana sih lokasi taman Sumringah, kamu bisa cek di peta. Kalau bingung juga, letaknya tuh di seberang Plaza Summarecon, gedung yang ada kantor pemasaran, seberangnya. Gampang kok.. Cuman satu yang perlu diingat, parkir di Taman ini lekas penuh, karena areanya terbatas. So kalau mau naik sepeda, usahakan kamunya datang pagi-pagi ya.. 

Rabu, 22 Januari 2025

Berkunjung ke Saung Angklung Udjo

Area pertujukan Wayang Golek di Saung Angklung Udjo

Beberapa waktu lalu ada sahabat dari luar kota yang berkunjung ke kota Bandung. Sehubungan dengan padatnya acara beliau, maka untuk ketemuan kami sepakati untuk mengikuti jadwal tour. Setelah aku membaca jadwal, maka yang paling memungkinkan waktu dan tempatnya adalah sesi di Saung Udjo. Selain dekat, sejujurnya aku juga belum pernah menonton pertunjukan di sana. 


Saung Angklung Udjo ini salah satu destinasi wisata viral di Kota Bandung. Di sini kita dapat menyaksikan berbagai  pertunjukan seni dan budaya yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia.


Saung Angklung Udjo didirikan tahun 1966 oleh Bapak Udjo Ngalimun dan istrinya, Hj. Uum Siti Maimunah. Awalnya memang hanya untuk melestarikan angklung, yaitu sebuah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Saung Angklung Udjo telah berkembang pesat merepresentasikan  kebudayaan Sunda/Jawa Barat secara luas.


Lokasi Saung Angklung Udjo

Jalan Padasuka No. 118, 
Pasir Layung, Cibeunying Kidul
Kota Bandung, Jawa Barat 40192


Tempat ini sangat dekat dari terminal bus Cicaheum. Jadi kalau misal naik kendaraan umum hingga terminal, dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10menit, ataupun menumpang ojek pangkalan dari sekitar terminal.

Kendaraan umum yang melintas Jalan Padasuka:

  • Angkutan Kota hijau nomor 02 jurusan Cicaheum-Aceh
  • Angkutan Kota hijau jurusan Cicaheum Ledeng
  • Angkutan kota warna pink jurusan Gede Bage-Dago

nanti bilang saja ke pak sopir, turun di Jl Padasuka, sambung jalan kaki ke lokasi.


Ada apa saja di Saung Angklung Udjo?

Pertunjukan yang dipentaskan di Saung Angklung Udjo, melibatkan banyak orang, bahkan juga melibatkan penonton. Kita diajak memainkan angklung dengan berbagai variasi lagu, ada lagu tradisional Sunda, lagu pop, hingga lagu barat. 

Dalam setiap sesi pertunjukan biasanya kita dapat menyaksikan beberapa hal

Yaitu :

  • Pertunjukan wayang golek.

Ketika saya menonton, yang dimainkan adalah kisah Rama dan Shinta bagian Hanoman obong. Menceritakan perjalanan Raden Rama dan pasukan Hanoman yang menyerbu Hastina untuk menyelamatkan dewi Shinta. Pertinjukan ini diakhiri dengan kematian Rahwana dan terbebaskannya Dewi Shinta. 

Pertunjukan wayang golek ini terbilang singkat ya, namun penonton dapat mengerti jalannya cerita, karena pak Dalang juga membawakannya campuran antara bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda.


Pertunjukan sedang berlangsung

  • Kaulinan Barudak

Pertunjukan ini menceritakan permainan anak anak Jawa Barat khususnya. Diperankan oleh anak-anak usia sekolah dasar baik laki-laki maupun perempuan. Diiringi dengan musik angklung dan juga gamelan sunda.

Adegan dimulai dari masuknya tandu yang dipikul oleh empat orang dewasa dan seorang anak laki laki duduk di kursi bambu dengan dinaungi payung warna kuning keemasan. Ini menceritakan tentang anak yang selesai disunat/di khitan. Kemudian teman temannya bermain pencak silat, menyanyi dan menari di sekelilingnya untuk menghibur si anak yang baru disunat untuk mengalihkan rasa sakitnya. Si anak pun kemudian tersenyum kembali. 

Kaulinan barudak

  • Tari Topeng

Tarian yang berasal dari daerah Cirebon ini diperankan oleh empat orang gadis. Tarian menunjukkan adanya dua sisi perempuan yaitu sisi maskulin dan sisi feminin. Tarian ada dua jenis irama. Pada bagian awalnya diiringi musik lembut dengan gerakan lembut gemulai.
Setelah beberapa saat penari mengenakan topeng yang dibungkus kain merah. musik pun berubah menjadi lebih keras, menghentak. dan penari pun menari dengan gerakan yang lebih tegas. Inilah dua sisi perempuan tsb. 

Tari topeng dari Cirebon


  • Permainan angklung dilanjutkan game yang melibatkan para pengunjung

Acara ini dipandu oleh pembawa acara. Masing-masing pengunjung dipersilakan memegang angklung kemudian diminta melihat kode yang tertera pada angklung nya. Kode ini merupakan not. Setelah itu pembawa acara menunjukkan kode-kode angklung dengan telapak tangannya untuk menandai masing masing not dari do hingga do lagi.
Ketika pembawa acara memainkan telapak tangannya, pengunjung pun menggerakkan angklung. Kemudian sambung menyambung menyanyikan berbagai lagu. Terakhir Penonton diminta turun ke arena untuk menari bersama para artis. Ini menjadi pengalaman unik bagi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri. 

Keseruan game di akhir pertunjukan



Selain pertunjukan di atas,  di area Saung Angklung Udjo ada juga toko hasil kerajinan. Aneka hasil kriya dari bambu tersedia di sini. Tak ketinggalan juga ada restoran yang sekaligus menjadi tempat bersantai sebelum atau setelah pertunjukan.


Berkesan sekali pengalamanku menonton pertunjukan di Saung angklung Udjo. Tiket seharga 85ribu terasa sepadan dengan yang aku dapatkan. Tak heran Saung Angklung Udjo menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga kota Bandung khususnya, karena Saung Udjo memunculkan ikon  budaya masyarakat Sunda. 

Nah, kamu sudah pernah ke sana?






Jumat, 24 November 2023

Makan Bakso di Bakso Urat Cisaranten

Bakso di Bandung

Bakso buat orang Bandung, adalah salah satu makanan yang sangat populer. Bola daging ini umumnya terbuat dari daging sapi giling yang dicampur dengan tepung tapioka / aci. Biasanya disajikan bersama kuah kaldu sapi, mie, tahu, bihun, dan beberapa tambahan seperti sayuran dan bumbu lainnya. Buat orang Bandung mah ada bakso goreng segala ya..
Seiring dengan perkembangan waktu, bakso menjadi makanan yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia, termasuk di Bandung. Sebagai kota yang terkenal dengan wisata kulinernya, Bandung menjadi tempat bagi banyak pedagang kaki lima maupun warung makan yang menyajikan bakso.
Warung-warung bakso ini tersebar di berbagai sudut kota, dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern. Bakso menjadi salah satu pilihan makanan favorit karena rasanya yang lezat, harga yang terjangkau, dan kemudahan dalam penyajiannya
Seiring berjalannya waktu, variasi bakso pun semakin berkembang. Ada bakso keju, bakso beranak (bakso besar yang berisi bakso kecil-kecil), bakso bakar, bakso mercon (bakso isi cabe) dan banyak inovasi lainnya.
Beberapa pedagang bahkan mencoba menciptakan resep bakso yang unik dan khas. Masing-masing menonjolkan sisi kreatifitasnya. Untuk penyajian kini ada bakso sanguan (bakso yang disajikan bersama nasi), bakso iga (bakso disajikan bersama potongan daging iga), bakso ceker, dsb. Maka bakso pun menjadi makanan favorit warga Bandung dan maupun pendatang. Didukung suhu kota Bandung yang relatif sejuk, maka makan bakso menjadi keasyikan tersendiri.

Bakso Urat Cisaranten


Bakso urat adalah salah satu varian yang saat ini banyak digemari di Bandung. Sebutlah beberapa merk terdahulu seperti Bakso Urat Saturnus (letak di jl Saturnus) yang memiliki banyak cabang, Bakso Urat Cijambe, dan yang terbaru Bakso Urat Cisaranten.
Terletak di Jalan Cingised, warung bakso yang belum genap sebulan buka ini, sudah digemari banyak orang. Apalagi jam makan siang. Warungnya selalu penuh orang.

Menu yang tersedia di Bakso Urat Cisaranten adl sbb :
- Mie Bakso Kecil
- Mie Bakso Kecil Ceker
- Mie Bakso urat
- Mie Bakso urat Ceker
- Mie Bakso Cincang
- Mie Bakso Cincang Ceker
- Mie Bakso Buset
- Mie Bakso Buset Ceker
- Mie Bakso Double
- Mie Bakso Double ceker

Favoritku adalah Mie bakso kecil. Tapi bakso kecil di sini juga ukurannya nggak kecil-kecil amat. Cuman memang paling kecil di antara yang lain.
Menu yang istimewa juga adalah bakso Buset. Ini adalah varian bakso urat yang diisi daging cincang. Disajikan sudah dibelah gitu, mungkin untuk memastikan dalamnya matang sempurna.
Yang aku nggak nyangka juga si bakso cincang-nya. Ketika bakso dipotong aroma sedap daging dimasak langsung menguar.

Tips Makan di Warung Bakso

Jalur jalan Cingised adalah jalur jalan yang cukup padat. Apalagi diambah meja kursinya yang sedikit. Maka ada beberapa tips dari aku :
1. Hindari jajan bakso di jam makan siang. Karena ada yang nungguin, nanti kita makannya jadi buru-buru.
2. Kalau bisa naik kendaraan roda dua. Memang sih sekarang-sekarang mobil masih bisa masuk, di halaman ruko sebelah.
3. Cobain bakso busetnya, mantaaap.. terus pesen lagi bakso kecil untuk tambahan porsi rame-rame.
4. Pembayaran bisa non tunai / QRIS




Demikian pendapat aku tentang warung bakso urat cisaranten. Mungkin kamu punya pendapat lain soal baksonya. Kalau untuk minuman, menurutku ya biasa aja seperti warung lainnya. Aku pribadi, jarang pesan minuman selain air putih atau teh tawar hangat. Karena perutku sudah cukup penuh dengan hidangan-hidangan utama

Jumat, 19 Mei 2023

Nongkrong di Warung Kopi

 Pekan lalu, aku nggak sengaja bisa nongki di warung kopi. Kok bisa ? Ceritanya ... aku dan F3 ada acara yang waktunya bersamaan. Berangkat dari rumah bareng, sama sama rapat tapi di tempat yang berbeda dan urusan yang berbeda. Kalau F3 rapat alias meeting ya mereka bilang, di warung kopi. Kalau umi ya cukup ketemuan dan ngumpul di salah satu rumah, lengkap dengan cemilan-cemilan, udah cukuplah buat teman ketawa ketiwi di sela-sela pembahasan. 

Aku nganterin F3 ke Mokopi yang di jalan IBrahim Adji, tepatnya di pojokan perempatan itu, dekat jalan layang.

Pas aku tanya kira-kira selesai jam berapa, katanya maghrib. Okelah... Umi bisa pergi ke dua lokasi, setelah peremuan bisa silaturahim dulu.

Kurang lebih jam 5 sore ketika aku pertama masuk Mokopi. Suasana masih relatif sepi. Tapi hampir semua meja indoor di lantai bawah udah keisi. Sebenernya ada lantai dua juga, tapi aku lagi malas naik tangga. Jadi aku memilih di area outdoor. Waktu itu habis hujan, jadi suasana syahdu-syahdu gimana gitu... 



Seperti di warung kopi lainnya ya.. alur pertama adalah pesan menu sekaligus bayar di kasir. Karena kupikir cuman sebentar, jadi aku cuman pesan kopi dan dimsum. Setelah bayar kita dikasih semacam alarm gitu.. alarm akan berkedip kedip sebagai penanda kalau makanan kita sudah siap, dan kita dapat mengambilnya, biasanya ya  di dekat kasir situlah. Nunggu kopi jadi sekitar 10 menit, terus tambah 10 menit lagi sampai dimsum siap. Mulailah aku jadi anak nongkrong. wkwkwk


Seperti yang pernah diajarkan sama anak nongkrong, minuman nggak boleh langsung dihabisin, tapi pelan pelan aja minumnya, dikit-dikit. Karena kita kan bakalan lama di situ. Karena nggak ada teman nongkrongnya, aku sih ada yang kukerjain, Milih milih foto untuk tempat yang belum sempat kurevieuw di Google Map, sambil foto-foto di lokasi buat menyiapkan reviewnya.


Mokopi ini tempatnya lumayan luas. Selain indoor di gedung utama, di belakang juga ada. Dan lantai duanya juga bukan hanya yang di belakang ternyata di atas gedung utama juga ada, cuman aku taunya pas mau pulang terus nengok ke atas. Yah telat deh ya..


Waktu terus berjalan, sampai adzan hampir berkumandang, si F3 belum ada tanda-tanda ngajak pulang. Pas adzan akhirnya dia keluar dari ruang rapat, dan ngabarin kalau itu baru break, tapi sesi dia udah selesai. Jadi boleh pulang duluan... whaaat... lama amat yak rapatnya.. Aku godain apa nggak rugi tuh si warung kopi kalian acara dari siang sampai malam hihi

Yaudalah ya.. itu urusan pemilik tempat, mungkin mereka juga udah mempertimbangkan, makanya bikin tempat seluas ini.


Karena aku asyik sendiri dengan kerjaanku, aku enggak sadar ternyata makin malam suasana makin rame. Meja-meja di sekitarku yang tadinya kosong mulai terisi rombongan-rombongan remaja. Sempat kepikiran aku mau nambah menu, eh tapi antrian di kasir udah mengular, dan kebayang dong kalau aku pesan lagi nunggunya berapa lama lagi. 


Akhirnya aku menuju toilet, toiletnya gabung L/P. Agak sempit sih menurutku. Tapi cukuplah. Aku sekalian wudhu untuk sholat maghrib. Lalu kutanyakan ke mas-nya mushola di sebelah mana, kemudian masnya menunjukkan, sembari berkata "tapi ada yang lagi sholat". Oke aku menuju mushola. Sampai lokasi aku baru ngeuh maksud dari mas mas yang tadi menunjukkan, ternyata musholanya memang cuman muat 2-3 orang posisi normal. Kalau dipepetin bisa kali 5 ya.. tapi ya harus laki sama laki, perempuan sama perempuan. Karena ruangannya kan ngepas, dan lokasi kiblat menyerong, jadi nggak bisa full ruangannya.

Tempat wudhu disamping mushola di bawah tangga, gelap. Kebayang kalau ada hewan kecil di tempat lembab seperti itu, nggak akan keliatan.  Untunglah aku udah wudhu di toilet.



Sambil nunggu F3 selesai, bergantian sholat eh.. sampai jam 7 baru beres semuanya.. Walhasil total aku nongkrong di warung kopi ini sekitar 90 menit. 


Sabtu, 03 Oktober 2015

Alun-Alun Ujungberung, Tempat Piknik di Depan Mata

Assalamualaikum, apa kabar teman teman ?
Baiklah, kali ini, mau  cerita tentang Alun-alun Ujungberung. Hihi bangga banget jadi warga Ujungberung siih... Ya eyalaaah... Udah jadi homebase gitu looh... 

Meski bukan tempat tumpah darahku, tapi dah jadi tanah airku yang kesekian Trus KTP juga sudah dari 2002 jadi warga Ujungberung. Ujungberung ini lengkap. Tinggal satu dua kali gas motor dah sampai ke mana mana, sekolah anak dari TK-SMA baik negeri maupun swasta, Pasar tradisional, supermarket (Griya dan Superindo), Mutiara Super Kitchen, sampai RSUD juga ada... Akhir akhir ini juga bermunculan tempat makan yang asyik seputar Uber. Dan makin ke sini Ujungberung makin berbenah. Jadi makin betah aja ya....
Salah satu yang dibenahi adalah Alun alun Ujungberung. Aku udah pernah cerita ya... Klo Faiz seneng naik kuda di sini. Nah setelah dibenahi, tidak ada lagi mamang mamang yang nyewain kuda dan juga pedagang kaki lima yang masuk di area alun-alun. Awal awal malah nggak ada banget. Nah sekarang mamang penyewa kuda sudah ada lagi dan jalurnya ke arah jalan Haruman. Kalau pedagang makanan, pindahnya ke area masjid.
Di sini, nggak ada rumput sintetis macam di Akun alun Bandung. Jogging track-nya masih disisakan berupa tanah merah, di tengah lapangnya ditutup dengan conblock. Bila kita menghadap Jl AH Nasution, di bagian kiri alun alun terdapat panggung tinggi, kabarnya untuk pentas kesenian rakyat, karena Ujungberung ini salah satu pusat kesenian di Bandung Timur spt sisingaan, angklung, benjang, silat, dsb termasuk musik underground juga 

Adapun di sebelah kanan yang dekat ke arah masjid, terdapat taman taman dengan tanaman warna warni, kolam ikan dan tempat duduk. Lengkap dengan saung di pojok-pojoknya.
Nah kalau udah capek main di sini, pasti laper kaan? Klo pagi-pagi, bisa memiluh kupat tahu, bubur ayam, nasi kuning, atau lontong kari di halaman masjid.
Kalau ke sininya agak siangan, bisa makan di Bakso Kabayan  (tetep favorit).
Nah ini beberapa foto Alun-alun Ujungberung



sisi barat yang ada kolam ikan dan tanaman

ada saung di pojok barat laut
panggung super besar dan play ground di sisi timur

Selasa, 15 September 2015

Jalan Jalan ke Taman Lansia

Taman Lansia ? Yup!
Taman untuk orang lanjut usia ? Belum tentu hehe
Seperti yang sudah diketahui orang banyak, sejak kota Bandung dipimpin oleh pasangan Ridwan Kamil-Oded M.Danial, tampaklah perubahan kota Bandung secara kasat mata. Belum sempurna tentu saja. Semua masih dalam proses. Dalam satu kesempatan Ridwan Kamil menyampaikan, masa jabatan walikota itu 5 tahun, jangan menuntut perubahan itu seketika, 100 hari atau setahun dua tahun masa kerja.  ibaratnya hutang yang cicilannya dibayar selama 5 tahun, pasti nggak ada yang mau ketika dipaksa melunasi di tahun pertama atau kedua. Iya kaan ?
Nah salah satu perubahan yang sudah kelihatan adalah dibangunnya (baru) maupun revitalisasi berbagai taman yang sudah ada. Seperti taman lansia ini. Taman Lansia bisa diakses dari keempat sisinya walaupun tulisan TAMAN LANSIA hanya ada di sisi jalan Diponegoro dan belakangnya. Tetapi pintu masuk bisa 12  sisi Jl Cisangkuy maupun sisi Jl. Cilaki. Pada masa RK inilah taman Lansia dibangun kembali, dengan konsep yang baru. Dibangunnya jogging track baru dengan meja dan kursi yang tersebar di sisi-sisi track.
Ada juga track jalan kaki dengan kerikil timbul, biasanya dipakai jalan-jalan sama nenek kakek semacam buat pijat kaki gitu. Trus ada kolam dengan salah satu sisi menjorok ke arah kolam semacam dermaga gituu.... Dan asyiknya, pohon pohon besar tetap dipertahankan, jadi suasana taman sangat rindang dan udarapun terasa segar .
Waktu main ke sini kemarin, aku cuma jalan kaki satu putaran, itupun dipotong berhenti buat beli kue cubit greentea randa kembang di sisi belakang dan juga beli kerak telor di mamang yang mangkal dalam taman.
Berangkat dari rumah jam 6, naik angkot. Jadi pas jalan masih fresh.
gerbang di Jl. Diponegoro
tempat pijit kaki hihihi dimotif lucu lucu seperti bintang ini
Pohon tua ini ada penunggunya :D
Dermaga ala ala

Rabu, 30 Juli 2014

#1Hari1Masjid : Masjid Al Muttaqin - Komplek Gedung Sate Bandung

Beruntung sekali, Ramadhan lalu aku mendapat undangan dari Pondok Qur'an Bandung untuk mengikuti acara Sehari Bersama Al Qur'an. Dan tambah pula keberuntunganku karena acaranya diadakan di Masjid Al Muttaqin - Komplek Gedung Sate Bandung.
Sekedar info aja, seumur umur jadi warga Jawa Barat, aku baru dua kali masuk komplek Gedung Sate ini. Pertamanya bertahun tahun lalu pas ngajuin proposal kegiatan ormas Salimah, sama yang kemarin ini acara sehari bersama Al Qur'an.  Pertama dulu aku gak bawa motor, jadi masuk dari pintu Jl. Diponegoro, langsung masuk gedung dewan (yang lama). Nah kemarin aku masuk dari pintu belakang. Sempat nanya beberapa kali sebelum ketemu pintu yang dituju. Dan whaaaat ? Satpamnya ramah dan nggak ditanya aku mau ngapain masuk area Gedung Sate. (Kayaknya bisa nih, lain kali ke sini lagi khusus buat popotoan).
Tapi aku bilang siih, mau ke masjid. Secara aku gak tahu lokasi masjidnya di mana, jadi sekalian nanya. Hehe...

Masjid ini ada di halaman kiri Gedung Sate. Pas aku jalan ke arah masjid, di halaman Gedung Sate lagi ada pengambilan gambar buat acara salah satu TV swasta.
Pantes aja ya... ketika aku masuk juga nggak di tanya. Kali banyak orang yang keluar masuk atau sekedar foto foto.

Aku agak terkejut melihat penampakan bagian depan masjid.
Dekorasinya seperti gedung kantor gitu. apalagi setelah lihat bagian dalam, tambah heran lagi. Pertama yang kutemui adalah ruangan besar semacam lobby gituu.... Besaaaar....
Baru kemudian masuk ke ruang utama masjid.

Pintu masuk ke ruang utama ada 3, tengah, sisi kiri dan sisi kanan. Keherananku belum berakhir. Ketika melihat ruang utama masjid ini yang sungguh berbeda dengan masjid - masjid yang pernah aku kunjungi.
Ada ruang yang kontur tanahnya lebih rendah lagi dibanding pas masuk pertama tadi.
Dan ada tembok pembatas setinggi paha. Di bagian depan ada semacam panggung dan di sisi panggung tersebut baru terdapat ruang imam dan podium.

Setelah sekian lama duduk di dalam masjid, teman sebelah cerita kalau masjid ini dulunya ruang sidang DPRD Provinsi Jabar.  Oh..pantes. langsung sekali lagi pandangan kuedarkan ke sekeliling ruangan.
Panggung itu mungkin tadinya tempat ketua dewan memimpin sidang. Trus di atas ada semacam balkon, baik di sisi kiri kanan maupun arah belakang yang berhadapan dengan panggung.
Oh iya, dinding lantai dua itu cukup menarik perhatianku.
Karena di sana ada ukiran atau diorama tertentu. Sayang tidak terlalu jelas dilihat dari bawah.

Meski penampilan secara fisik berbeda, tapi suasana adem khas masjid tetap terasa.
Sehari bersama Al Quran yang seharusnya aku ikuti selama lima jam, aku hanya ikut selama 2.5 jam tanpa terasa. Seneng banget, ketemu para pecinta Al Quran.
Ketemu para hafizhoh.
Moga ketularan semangat mereka.
Cerita lengkapnya di postingan lain aja ya...

Hari menjelang sore pas aku ninggalin komplek gedung sate. Lewat air mancur di depan masjid, banyak anak anak lagi asyik bermain.
Trus lewat dekat parkiran, ada yang lagi latihan beladiri Satria Nusantara.
Trus lihat juga ada burung burung yang asyik bercengkrama dekat kandang.
Adeeemmm...
hhhmmmm kapan ya... ke Gedung Sate lagi. Ada satu spot yang aku penasaran, yaitu barisan tanaman yang bertuliskan GEDUNG SATE.
Aku mau foto di sana hehe

bagian depan gedung masjid.
bagian podium dan imaman
dinding lantai dua
lampu lampu di atas ruang utama

Kamis, 12 Juni 2014

Siti Oded M. Danial : Jadilah Penulis Yang Mampu Menduplikasi Kebaikan

Pada hari Sabtu kemarin, aku mendapat kesempatan berkunjung ke rumah Ibu Siti Oded M. Danial. Beliau adalah istri wakil walikota Bandung. Kedatanganku bersamaan dengan rombongan dari Sekolah Perempuan yang dipimpin oleh teh Indari Mastuti.

Selama ini aku selalu membayangkan, alangkah sungkannya memasuki rumah-rumah yang dijaga satpam gitu. Nanti gimana, bilang apa kalau ditanya-tanya. Tapi alhamdulillah, pas aku mendekati pintu gerbang rumah, pak satpam bertanya ramah. Dan ketika kami menyampaikan maksud kedatangan, langsung di persilakan masuk.

teras depan
Teras dengan kursi kayu yang tegas dan sederhana adalah pemandangan pertama yang aku jumpa. 
Kemudian karena pintu sudah terbuka lebar, kami memasuki ruang tamu yang bersih dan rapi, dengan makanan kecil dan minuman yang sudah ready. Selain itu,  mataku juga menangkap dua buah foto di dinding, yaitu foto Bapak Oded M. Danial dalam seragam dinas wakil walikota dan Ibu Siti Oded M. Danial (mungkin mengenakan seragam PKK yaaa... hihi )


Foto Bapak Oded M. Danial beserta Ibu


Kami langsung diminta masuk ke ruang tengah yang super luas. Nampaknya ruangan ini sering dipergunakan untuk aneka pertemuan.
Ibu Siti menemui kami semua yang jumlahnya mendekati duapuluh orang dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Kami duduk lesehan dan diminta memperkenalkan diri satu demi satu.
Jamuan kue-kue tradisional dan buah segar menambah kehangatan. Kami merasa diterima. Sama sekali tidak ada jarak.

Karena adzan dzuhur telah berkumandang, beliau mempersilakan kami untuk shalat. Dan ketika selesai shalat, betapa tersanjungnya kami, ternyata beliau sudah menyiapkan hidangan spesial berupa nasi soto khas Jawa Timur. Kenapa spesial ? selain rasanya yang mak nyuus, tentu saja karena soto ini dimasak sendiri oleh Ibu Siti Oded.
Sekilas beliau bercerita, bahwa memasak makanan untuk banyak orang adalah hal yang biasa dilakukan sebelum menjabat ibu wakil walikota, yaitu menyediakan makan untuk para karyawan di tempat pembuatan es krim milik Bapak Oded M. Danial yang jumlahnya belasan orang. Dan ini no art ya... NO ART ! (hihi penting ya.... harus di capslock). Dan tentu saja aktivitas masak memasak ini tidak menyita waktu beliau dan aktivitas dakwah beliau di beberapa majelis taklim. Apalagi  mengganggu waktu ibadah beliau.
Dapat bocoran dari teh Indari, beliau ini sudah terbiasa setiap hari tilawah minimal 3 juz.
Nggak heran kalau putri bungsu beliau yang baru menginjak 6 tahun sudah mempunyai banyak hafalan Al Qur'an. (ihiks.... langsung pasang cermin besar - besar)

Dan subhanallah, begini ya.. rasanya silaturrahim dengan orang sholeh. Baru melihat keseharian aja sudah banyak hikmah dan pelajaran. Dan makin terpukau ketika beliau memberikan petuah kepada kami semua.
Menurut beliau, silaturrahim merupakan salah satu saat di mana kita dapat berbagi rejeki. Bukan saja rejeki yang berupa materi ya... tetapi berbagi atas semua yang Allah karuniakan kepada kita semua termasuk ilmu pengetahun. (Dalam konteks penulis dan blogger kali bisa dimasukkan ya.. silaturrahim melalui blog walking).

Beliau berpesan kepada para penulis dan calon penulis, khususnya penulis perempuan,  agar menggali potensi diri sedalam-dalamnya. Jadilah penulis perempuan yang senantiasa menampilkan tulisan dan sosok-sosok yang membawa kebaikan, misalkan wanita -wanita shalihah di sekitar Nabi dan Rasul. Salah satunya adalah Khadijah, pernah nggak terbayangkan bagaimana dukungan Khadijah terhadap aktivitas Rasulullah. Di rumah Rasul tentu banyak aktivitas, banyak tamu, menyediakan jamuan dsb. Dan beliau tidak lalai dalam mendidik anak-anak. Daaaan.. Khadijah tetap mengurus bisnisnya. Super sekali kaan..

Kemudian, setelah terbiasa menulis tentang kebaikan dan sosok pembawa kebaikan, beliau  menyemangati agar para penulis perempuan  berusaha menjadi sosok yang menginspirasi dan mampu menduplikasi kebaikan. Bukan hanya di dunia maya, tetapi juga dibawa ke dunia nyata. Karena ada orang-orang yang tidak tersambung dengan dunia maya.
Tingkatkan kepedulian terhadap sekitar, bergaullah dengan tetangga, ikutlah arisan, ikutlah kegiatan di masyarakat, dan sebarkanlah kebaikan yang kita tulis itu melalui pertemuan-pertemuan tersebut agar wilayah kebaikan semakin luas.

Subhanallah... lengkap sekali nasehatnya, Bu...
Terima kasih sudah menerima kami semua...



teh Indari, Qanita (putri bungsu bu Siti), dan Ibu Siti Oded



Minggu, 21 April 2013

Rendang Padang Restu Mande, Wow ! Mak Nyus...

Aku mengenal rendang kemasan Restu Mande sebetulnya sudah agak lama. Pertama mengenal justru dari facebook. Melihat ada satu dua teman yang menawarkan. Mengingat bahwa rendang padang itu adalah salah satu makanan tradisional Sumatera Barat, aku langsung kepikir pasti harus pesan rendang itu dari daerah asalnya. Sambil menghitung berapa ongkos kirim yang harus kukeluarkan, maka aku biarkan saja promo-promo itu tanpa melihat lebih lanjut.

Eh, beberapa waktu kemudian, di jalur berangkat ke kantor, aku melihat ada RM Restu Mande. Tepatnya di Jalan Brigjen Katamso No. 64, Bandung. Wow, pucuk dicinta ulam tiba. Senanglah hatiku. Namun sayang seribu sayang belum rejeki mungkin ya.. jadinya sampai sekarang aku belum pernah mampir ke sana, karena jalur pulang kantor tidak lewat jalan itu.
Sebaliknya kalau sudah rejeki, tentu bisa datang tanpa diduga-duga. Minggu lalu aku diajak teman lama untuk  ketemuan di RM Restu Mande Ujung Berung. Tepatnya di Jalan A.H. Nasution No. 59. Kurang lebih di seberang Kantor Pos Ujungberung / pom bensin.

Karena aku datang terlambat dari waktu yang disepakati, aku langsung menuju ruang lesehan tempat temanku menunggu. Berhubung sudah sangat penasaran penasaran, tentu saja aku  pesan rendang sebagai lauk utamaku. Ternyata memang benar. Seperti testimoni mereka yang sudah merasakan sebelumnya, rendang padang Restu Mande memang benar benar enak. Dagingnya empuk, bumbunya meresap. Bikin ketagihan. Walhasil dua potong rendang aku santap bersama nasi setengah porsi. Mantaaapppp...

Selesai  makan-makan dan mengobrol, barulah santai keluar menuju ruang depan. Ternyata di sini aku bisa membeli rendang kemasannya. Ada dua pilihan, rendang sapi dan rendang ayam. Untuk rendang sapi, harganya Rp. 6x.xxx,-  dan untuk rendang ayam harganya Rp 5x.xxx,-. Cukup sesuai untuk 300 gr rendang dengan proses memasak yang higienis dan bumbu - bumbu yang membuat rasa demikian aduhai.
Selain itu, ada juga pilihan rasa original atau yang hot (lebih pedas). Rendang kemasan ini cocok sekali ya .. untuk bekal anak kos, untuk persiapan darurat di bulan ramadhan kalau bangun kesiangan, ataupun untuk membekali teman / sanak saudara yang menunaikan ibadah haji / umroh. Untuk sehari-hari juga oke. Apalagi untuk ibu bekerja seperti aku ini. Kadang - kadang ada aja kejadian mendadak yang membuat acara memasak jadi tertunda. Cukup buka kemasan alumunium foilnya dan panaskan. Tadaaa.... rendang padang enak segera tersaji di atas meja.

Rendang Padang Restu Mande memang oke !

Bungkus satu ya......

Nah, teman - teman, tidak perlu ragu dengan rendang kemasan Restu Mande, karena telah bersertifikat halal MUI dan sertifikat kesehatan dari Depkes. Rendang ini  bisa tahan hingga satu tahun.  Wow !