Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2014

MyFA - My First Love to Al Quran

My First Al Qur'an


Seperti aku udah ceritakan di postingan sebelum ini tentang berbagai model Al Qur'an, kali ini aku akan mereview lebih detil tentan My First Al Quran atau biasa dikenal dengan nama Myfa. Myfa ini Al Quran yang khusus didesain untuk anak-anak. Ilustrasinya sungguh menarik, sangat hidup dan penuh warna. Secara keseluruhan MyFa mempunyai  beberapa kemudahan yang akan didapat, yaitu:
  1. Khat tajwid lebih besar
  2. Terjemah Kementerian Agama RI
  3. Adab Membaca Al-Qur’an dengan ilustrasi cerita yang menarik
  4. Materi Sirah Nabawiyah. Dikemas dengan penyampaian yang ringan dan sederhana dalam judul materi Jejak Rasul
  5. Peta sederhana. Penjelasan melalui gambar terhadap Jejak Rasul
  6. Materi Sekarang Aku Tahu, merupakan materi tematik ayat. Menggunakan bahasa yang ringkas.
  7. Doa-doa Harian.
  8. Tempat-tempat bersejarah umat Islam di dunia
  9. Tokoh-tokoh Islam di dunia
  10. Kamus 3 bahasa (Arab- Indonesia-Inggris)
  11. User Guide, memudahkan dalam memahami tata letak materi
  12. Ilustrasi menarik dan modern yang tidak membosankan



My First Al Qur'an terdiri dari empat buku, dua mushaf dan dua terjemah. Dengan pemisahan ini, kita lebih mudah, pas membutuhkan yang mana, ya itu aja yang dibawa-bawa. Misal sedang mengaji/tilawah juz 30, ya tinggal membawa mushaf Myfa jilid 2. Ringan kaan..
Oh iya, semua gambar, ataupun tulisan di dalam halaman MyFa dapat dibaca oleh e-pen.

Ini halaman mushafnya, dikelilingi dengan gambar-gambar menarik yang disukai anak. Khatnya pun berwarna untuk memudahkan anak belajar membaca sesuai tajwid
ini halaman terjemahnya, dibagian bawah ada terjemah Kementerian Agama RI, kemudian kamus tiga bahasa dan komik yang dapat dibaca dengan e-pen sekaligus cerita tentang jejak Rasul
Dengan MyFa, bisa belajar membaca Al Qur'an dengan didampingi siapa saja. Ibu, Bapak atau Nenek :D Kalaupun anak mau bermain sendiri bersama MyFa-nya, Ibu pun dapat mengawasi sambil memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah lain. Karena e-pen MyFa begitu mudah untuk dioperasikan. Tinggal on-kan dengan cara menunjuk logo Myfa di sampul buku.
 
ini testimoni dari temenku. Anaknya seneng banget membaca MyFa, sampai 'keranjingan' katanya.
 
Selain itu e-pen ini dapat juga jadi sarana menghafal Al Qur'an. Dengan anak mendengarkan berulang-ulang bacaan satu surat dari e-pen, maka anak pun 'tiba-tiba' jadi bisa mengikuti bacaan tsb. E-pen juga dilengkapi dengan kabel data sekaligus sebagai alat untuk mengecas ulang sehingga lebih hemat karena tidak menggunakan baterai.
Ya intinya, MyFa ini bisa menjadi jembatan agar anak-anak jatuh cinta pada Al Quran, mau belajar membacanya, mempelajari kandungannya, menghafalkan ayat-ayat dan kelak dapat mempraktekkan dalam kehidupan mereka setelah dewasa kelak. Aamiiin.

Minggu, 31 Agustus 2014

Yuuk... Beli Buku Yuuuuk....

Aku suka buku. Suamiku suka buku. Anak-anak juga suka buku. Klop deh.
Kurasa kesukaanku membaca diwariskannoleh ibu bapakku. Dulu waktu aku kecil aku jarang dibelikan mainan, tapi Bapak dan Ibu secara rutin langganan majalah dan koran. Ibu juga sering membawakanku buku yang beliau pinjam dari perpustakaan. Sekarang aku dan suami juga ingin mewariskan kesukaan akan buku ini kepada anak-anak.
Mereka jarang kami belikan mainan. Tapi untuk hadiah setiap kali mereka ulang tahun, setiap mereka selesai satu putaran khataman Al Qur'an atau berprestasi di sekolah, kami mengajak mereka ke toko buku. Kami ingin mewariskan juga bagaimana cara memilih buku.

Dalam memilih buku, ada beberapa hal yang menjadi pertimbanganku, yaitu :
1. Konten/isi buku
Buku tuh kan sumber ilmu. Jadi mau nyari ilmu apa ya tinggal nyari buku yang sesuai dengan kebutuhan kita. Mana buku orang tua/dewasa, mana buku anak-anak, mana buku yang bisa dibaca semua umur. Ini aku pisahkan. Buku anak di rak oaling bawah. Buku semua usia di rak tengah, buku dewasa di rak atas dekat langit-langit. Kalau untuk buku agama lain lagi. Buku Al Quran dan Tafsir paling atas, menyusul buku hadits dan tafsir hadits baru buku rujukan lain.hehe malah jadi ngomongin rak.
2. Penerbit
Biasanya aku pilih penerbit yang sudah menjadi anggota IKAPI. Mungkin gak wajib, tapi gimana ya.. lebih sreg aja gitu. Ibaratnya sudah ada yang merekomendasikan nama tsb kalau idah jadi anggota IKAPI
3. Pengarang
Ini juga penting menurutku. Walaupun sebenernya dengan memilih penerbit udah hampir dipastikan kita udah milih pengarang juga sih. Hanya penulis tertentu yang bisa nerbitin buku di penerbit mayor.
4.  Fisik buku
Don't judge the book from it's cover. Tapi menurutku, yang pertama kali membuat kita melirik sebuah buku di pajangan adalah covernya. Sampul buku itu tempat pertama kita memandang buku. Baru nanti dibaca-baca, apa isinya, siapa penerbit dan pengarangnya dsb. Jadi sampul luar buku itu sangat penting menurutku. Kemudian lay out di dalam buku termasuk ilustrasi dan pemilihan huruf. Kadang aku males baca buku karena hurufnya enggak familiar dengan mataku.
Selain itu  bahan/kertas buku tersebut termasuk model jilidnya. Buku yang berbahan bagus akan awet. Pernah aku beli buku, baru dipinjem satu dua teman, eh, udah hancur jilidnya. Males deeh...

Nah teman-teman, itu caraku memilih buku, bagaimana denganmu ?

Rabu, 27 Agustus 2014

Serba-serbi Buku Anak-anak (ku)

Setelah kemarin aku cerita soal pameran buku, khususnya pameran buku Bandung, yuk.. sekarang ngobrol-ngobrol soal buku anak.
Dari sekian banyak koleksi buku yang ada di lemariku, hampir setengahnya adalah buku anak. Mungkin bahkan lebih. Tapi terus terang saja, aku juga masih suka membaca buku koleksi anak-anakku. Jangan hitung ya.. yang aku membacakan cerita buat mereka, maksudku juga termasuk buku-buku anak remajaku. Karena aku juga ingin tahu, bacaan apa yang dilahap oleh mereka. Dari lima anakku yang paling 'gila baca' anak pertama dan anak keempat. Itu si Mbak #F1, kalau baca novel ibaratnya kudu selesai dalam semalam. Dia tahan sampai tidur telat  gitu. Kalau si Teteh #F4 balah sampai disimpen-simpen di bawah bantal. Kadang kalau aku membangunkan mereka dipagi hari, si Teteh itu sebenernya udah bangun dari tidur. Bukannya bangkit dan ke kamar mandi, eh, malah langsung baca aja. Kok tahu ? Ya tahulah... kan aku emaknya. Kalau tidur mereka jarang matiin lampu alias terang benderang.

Kalau ditanya buku anak seperti apa yang menarik ? Ya pasti lain orang akan lain jawaban. Di rumahku aja yang baru ada lima anak, ada lima selera dalam hal membaca. Meski semuanya masih berebut majalah Bobo tiap minggunya dan berebut majalah Ummi tiap bulannya, masing-masing punya kecenderungan bacaan yang berbeda.
Fathimah misalnya, dia tipe yang melahap semua bacaan. Semua genre untuk bacaan yang sifatnya hiburan ya. Dan dia betah sekali membaca. Mungkin pengaruh dari masa kecilnya juga. Pas dia balita, aku nggak kasih 'mainan' apapun selain buku. Jadi meski masih berebut majalah bobo dengan adik-adiknya dia juga sudah mulai baca-baca novel koleksi Abi dan Ummi. Buku-buku anak macam Lima Sekawan, Trio Detektif, Godek, kayaknya cumah mbak Fathim yang baca. Anak-lain belum menyentuh. Kali karena bukunya udah butut ya.. haha.. ya iyalah.. kan beli di loakan. Tapi...kalau buku-buku yang serius  macam kajian gitu, atau buku-buku pergerakan sih dia belum mau baca.
Fikri beda lagi, meski pas kecil bacaannya sama dengan Mbak Fathimah, makin ke sini dia makin kelihatan condong ke buku-buku sains dan buku petualangan. Dulu aku belikan buku-bukunya, sekarang anak-anak kami persilakan memilih sendiri bukunya, hanya duitnya aja yang dijatah, heheNah kalau Fadhila ini juga beda lagi. Dia sukanya baca cerita romantis. Novel-novel remaja penuh kisah cinta itu yang selalu dibacanya.
Kalau si Teteh masih seputaran majalah, ensiklopedi anak, dan buku-buku karya penulis cilik. Belakangan dia mulia baca buku anak-anak SMP macam serial Pinkberry gitu.
Naaaah.. kalau Faiz gimana ? Hihi terus terang dia sudah mulai  teracuni oleh gadged. Dia udah  mulai pinter soalnya. Kalau misalnya aku kasih waktu main 10-15 menit, eh nanti dia pindah kamar ke kamar Fikri, pinjem lagi hape Fikri di sana. Udah selesai di kamar Fikri, dia mepet-mepet Abi, pinjem lagi punya Abi. Ya gitu deeeh.. tapi aku usahakan tidak ada hari tanpa membaca. Yang pasti, membaca buku iqro'nya setiap habis maghrib. hehe.. becanda. Maksudnya baca buku gitu... dan alhamdulillah, dia sudah mulai bisa 'membaca' dari gambar buku-buku yang sering dibacakan. Makanya kalau buku buat anak seusia dia (TK) aku lebih suka buku yang sedikit kata-kata tapi banyak gambar. Karena ini berguna sekali dalam memacu imajinasi anak.
salah satu buku kesukaan Faiz, isinya lengkap. belajar warna, ukuran, angka, huruf, bentuk, alat transport, dsb.. dikemas dalam bentuk petualangan. Dilengkapi dengan CD, jadi anak bisa belajar dengan audio dan visual sekaligus.
Kalau aku amati sih ya... buku anak ini ada dua jenis. Buku anak yang ditulis oleh anak, dan buku anak yang ditulis oleh orang dewasa. Aku sih enggak fanatik di salah satu jenis aja. Karena menurutku keduanya saling melengkapi. Kalau baca buku karangan anak-anak itu lucu sekali, kadang khayalan mereka tuh seperti nggak nyambung. Misal kisah seorang anak yang jadi foto model tingkat dunia, terbang dari satu negara ke negara lain. Kalau aku mikirnya mereka pergi sama siapa, sekolahnya gimana, komunikasinya gimana.. ehtapi namanya anak-anak ya mikirnya simpel aja kali. Tapi aku kagum juga sama penulisnya, kok kepikiran ya... haha... ya iyalaaah.. makanya tulisannya diterbitin jadi buku. Dan untuk buku anak yang ditulis oleh orang dewasa, terus terang saat ini aku belum dapat menemukan buku-buku seperti Lima Sekawan, si Godek, Trio Detektif, dsb. Artinya buku-buku yang laku sepanjang jaman gitu... buku sekarang kebanyakan muncul sebentar, lalu tenggelam lagi.

Akan tetapi, ada juga hal yang patut disyukuri, sekarang nyari buku anak-anak itu mudaaaaaaah.... sekali. Hampir semua penerbit udah lini buku anak ini. Tinggal pinter-pinternya kita aja sebagai konsumen, mau milih buku yang seperti apa. Siapa pengarangnya dan terbitan mana. Mau yang sifatnya umum atau yang mengupas khusus tentang satu hal.  Kenapa ? Supaya dengan dana yang kita punya, kita bisa mendapat pilihan yang optimal. Jadi jangan sampai ada buku dengan bahasan yang sama, dengan judul, penulis dan penerbit yang berbeda. Sayaaang kaaan.. duitnya... Nah untuk mencegah hal demikian, biasanya aku tanya-tanya teman-teman lain. Dan yang paling mudah ya itu, membaca semua buku anak-anak. Jadi kan inget, buku seperti itu udah punya atau belum.
Trus aku juga lebih suka memilih buku dengan kualitas kertas yang bagus meski harga sedikit lebih mahal, karena akan lebih awet. Setelah dibaca kakaknya bisa disimpen untuk adik-adiknya. Kalau adiknya udah besar, bisa dihibahkan untuk keponakan. (hihi.. emak irit bingit)

Nah, buat teman-teman yang mau milih-milih buku, mau beli buku buat anak atau keponakan, makan datang ke pameran buku akan memudahkan semuanya. Yuuuk.. ke pameran buku yuuuk....

Biar makin gila bacaa....


Selasa, 26 Agustus 2014

Pameran Buku Bandung : Satu Tempat Banyak Manfaat

Ketika mengikuti suami pindah tugas ke Bandung, aku bahagia sekali. Karena ternyata Bandung adalah salah satu kota yang hampir setiap saat ada pameran. Mulai dari pameran properti, pameran komputer, pameran baju muslim, pameran  furniture daaaaan... tentu saja pameran buku.
Menurutku Bandung ini termasuk surga buku. Mengapa bisa ? Ya, karena di Bandung ada pasar buku murah yang terkenal, namanya pasar Palasari. Di sana bisa beli buku baru ataupun bekas dengan harga miring. Aku mendapatkan buku seri 30 tahun Indonesia Merdeka yang kubaca saat SD dulu ya di pasar Palasari itu.
Selain itu, Ikapi Jabar  pun secara rutin menyelenggarakan  Pameran Buku Bandung. Kalau pengamatanku tidak salah, biasanya pameran ini diselenggarakan pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya. Di sela- sela itu ada juga Islamic Book Fair. Saat pameran inilah saatnya panen buku-buku super murah. Sering aku mendapat buku bermaanfaat dengan harga lima ribu rupiah saja.
Belum lagi beberapa toko buku yang tersebar di berbagai tempat. Tinggal pilih deh ya.. mau belanja di mana sesuai selera dan isi dompet kita.

Sejak tinggal di Bandung inilah koleksi buku di perpustakaan keluargaku melesat tajam. Lima tahun yang lalu ketika kami pindah ke rumah baru, anak-anak iseng menghitung jumlah buku. Ternyata hampir seribu buah di luar majalah koleksi. hihi.. nggak nyangka.  
"Buku adalah jendela dunia, memperkaya pengetahuan dapat mengantarkan kita pada kesuksesan" Makanya, aku dan suami sepakat untuk membuka jendela ini lebar-lebar. Ini adalah salah satu cara kami mempersiapkan mereka menapaki jaman. Selain itu, anak-anak biasa saling meminjamkan buku dengan teman-temannya di akhir pekan. Jadi buku-buku koleksi kamipun berputar ke arena yang lebih luas.

Di Pameran Buku Bandung ini, biasanya digelar acara-acara pendukung lainnya. Inilah yang aku suka. Sekali datang ke suatu tempat, banyak manfaat yang aku dapatkan. Yang sudah lalu-lalu misalnya, bedah buku, berbagi tips menulis, workshop, lomba-lomba untuk anak-anak dsb.
Selama beberapa tahun di Bandung, pameran buku ini kulihat selalu ramai pengunjung. Kadang ada juga rombongan anak-anak sekolah dengan seragam merah putih atau putih biru dengan ditemani guru mereka. Beberapa kali aku juga bertemu dengan pengunjung yang datang dari luar kota Bandung. Misal dari Soreang, Majalaya, Sumedang, bahkan aku pernah ketemu yang dari Tasikmalaya. Kok tahu ? Ya kan aku suka berkenalan dengan teman baru. Biasanya pas istirahat sholat atau pas makan di sekitar arena pameran. Dan syukurlah, selama ini kantorku selalu dekat dengan lokasi pameran. Meski aku udah pindah tiga kantor semuanya tinggal ngesot ke arena pameran di Gedung Landmark, Jalan Braga. Jadi aku bisa bolak-balik ke arena pameran dengan memanfaatkan jam istirahat kantor. Asyiiik kaaaan....
Untuk tahun ini  dengar-dengar ada acara baru yang digelar selama pameran. Yaitu temu blogger Bandung... aduuuh... udah nggak sabar pengen ikutan. Semoga jadwalnya pas aku bisa. Selain itu yang menarik juga ada lomba menulis 100 menit yang diikuti 100 guru bahasa Indonesia. Waduuh.. sayang ya.. aku bukan guru, jadi nggak bisa ikutan acara tsb. Selain itu ada juga pameran replika mummi Fir'un. Penasaran ? Datang aja ke Braga.

Nah buat teman-teman yang suka berkunjung ke pameran, khususnya pameran buku Bandung, aku punya kiat-kiat agar dapat memanfaatkan secara optimal pameran ini.
1. Datanglah hari pertama pameran. Masih sepi ? Iyaaa... Justru itu yang kita cari. Kelilinglah pameran, amati satu persatu, penawaran-penawaran apa yang ada pada stand tsb. Untuk kunjungan pertama ini, nggak lama nggak papa. Yang penting kamu sudah mendapatkan infonya.
2. Mintalah buku petunjuk pameran lengkap dengan brosur-brosurnya. Biasanya dibagikan di pintu masuk. Baca baik baik buku panduan tersebut. Perhatikan acara-acara pendukung yang digelar selama pameran, tentukan acara mana yang akan kita ikuti. Kalau mau ke pameran bersama keluarga, aku saranin ke sana pagi hari ketika pengunjung pameran belum terlalu ramai dan anak-anakpun masih fresh.
3. Belilah buku diskon yang benar-benar murah, biasanya ada yang dijual seharga lima ribu atau sepuluh ribu. Jangan ragu-ragu untuk memborongnya, karena buku-buku tersebut bakal laris manis dan tentu saja cepat habis. Buku yang kamu beli itu bisa untuk menambah koleksimu, bisa untuk hadiah buat adik atau keponakanmu, bisa juga disumbangkan ke perpustakaan dekat rumah, atau buat merintis perpustakaan baru.
4. Kalau kamu takut dompet jebol karena nggak nahan lihat buku segitu banyak, mana diskon pula ya... maka tentukan dari rumah  judul buku apa yang akan kamu beli. Kamu bisa memilih dengan cara membaca sinopsis atau reviewnya. Misal dari Goodreads atau dari blog khusus buku. Daaan, bawa uang secukupnya aja. Ini penting. hehe terus terang ini aku banget ya... paling nggak nahan kalau lihat buku. Jadi kalau ke pameran aku hanya bawa uang sesuai budget yang sudah aku siapkan.
5. Sambil kamu keliling-keliling melihat-lihat, pasang telingamu baik-baik. Kenapa ? Karena di stand-stand tertentu sering ada diskon dadakan. Yup, diskon dadakan yang dibatasi waktu. Jadi..... manfaatkan betul momen ini. Siapa tahu kamu pas rejeki kamu ketemu acara ini.
6. Kalau kamu nggak mau 'kehabisan duit' gara-gara pameran buku ini, maka jadikanlah pameran sebagai sarana cari duit. Misalnya : kamu bisa mendaftar jadi reseller salah satu penerbit buku. Katakan kamu mau jadi reseller produk Syaamil Quran, kamu bisa lihat halaman ini. Karena selain memberikan diskon khusus buat konsumen, Syaamil juga memberikan diskon khusus buat para reseller.

Naah, sudah lelah keliling pameran ? Saatnya kamu beristirahat sejenak di  teras gedung Landmark. Kamu bisa mencicipi kuliner yang jarang ada. Misal : kerak telor. Iyah, ada lhooo... biasanya kalau kamu keluar gedung si mamang penjual ini ada di sisi kiri dekat perbatasan dengan Bank Mandiri. Kuliner Bandung lain ? Tentu saja ada. Bakso, siomay, batagor, es campur dan lain-lain. Jadi.. siapkan perutmu ya.....
Jangan lupa, datang ke pameran buku Bandung. Catat tanggalnya 






Senin, 06 Mei 2013

Akhirnya.....

Setelah pengumuman lomba blog Restu Mande diumumkan, segera aja aku tukar nomor kontak dengan teh Lygia Nostalina, atau lebih tenarnya Teh Lygia Pecanduhujan.
Kemudian  kamipun membuat janji untuk ketemuan. Perkiraan sekitar  Kamis tanggal 2 Mei  sore atau Jumat pagi pada acara Ibu-ibu Doyan Nulis di RM Restu mande Ujungberung. Klo Jumat pagi jelas aku enggak bisa karena hari kerja. Maka keputusan lebih condong ke Kamis sore.
Sebenernya pas Rabu siang 1 Mei sempat ketemu teh Gya di Ciwalk, yaitu di acara openingnya Chocodot, waktu itu blogger-blogger Bandung diundang ke sana. Hanya saja karena keterbatasan waktu dan akupun datang terlambat, jadi enggak sempat ngobrol banyak. 
Ada yang lucu di saat Selasa malam aku chat sama teh Lygia, entah kenapa yaa rasanya udah kenal sejak lama, ya mungkin karena sejak aku gabung grup IIDN jadi berteman sama teh Gya di jejaring sosial dan  sering lihat statusnya.
Jadi weeee sudah asa kenal :)
Akhirnya setelah melalui perjuangan yang sedemikian rupa *jiaaaah lewat bb, lewat inbox fb sampai nanya no hp lewat twitter segalaaa* demi kepastian saat pengambilan hadiah, tepat menjelang maghrib ada telpon masuk dari teh Gya. Daaaan singkat cerita hadiah lomba pun berpindah tangan dari pihak Restu Mande yang diserahkan oleh bu Nenden selaku owner disaksikan teh Lygia selaku juri perlombaan.

Berdua Bu Nenden, owner RM Restu Mande
Berdua teh Lygia , salah satu juri

Minggu, 21 April 2013

Selera Madiun di Kota Kembang

Setelah mengikuti tantangan #8minggungeblog minggu pertama, maka tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua. Temanya tentang local flavour.

Waktu anak-anak dan remaja, aku tinggal di Cilacap. Salah satu makanan kesukaanku adalah pecel. Apakah pecel itu ? Yaitu campuran sayur mayur yang sudah direbus biasanya bayam, kangkung, kacang panjang, taoge, kemudian disiram bumbu kacang / saos kacang pedas. Enaknya dimakan sama kerupuk dan mendoan.

Nah untuk mengobati rasa kangen kampung halaman, alhamdulillah di Bandung ada warung pecel. Namanya Warung Pecel Madiun. Letaknya di Jalan Haria Banga No 3 Bandung. Meski selera Jawa Timur, rasanya masih oke di lidahku. Dan juga di kantongku tentu saja.
Posisinya strategis banget, dekat kantor (penting ini ya...) dekat Unisba, dekat BEC, dekat Gramedia, ya.. jalan kaki lah ... enggak sampai sekilo, paling paling 5 ons eh, 500 meter... *bawang kali ya.. pake di-ons segala.


Mengenai tempat makan ini, sebenernya aku punya semacam 'janji' gitu, janji itu kubuat karena aku lebih sering bekal makan siang dari rumah daripada jajan di kantor.  Bunyi janji : "tidak akan makan di tempat yang sama, kalau pun makan di tempat yang sama, maka harus memesan menu yang berbeda dengan sebelumnya".
Nah tapi anehnya, setiap aku ke Pecel Madiun, seperti sudah reflek aja aku pesan nasi pecel dan mendoan :)  Tuh, kan setiap, berarti sering ke sini. Iya laah.. wong dekat sekali dari kantor. Kadang juga ke sini karena diajak ketemuan sama Sondang atau sama Ikarahma. Atau ya..  ..sekedar mampir aja setelah belanja belanji di toko bahan kue pas di sebrang warung pecel ini.

foto pecel menyusul yaa...

Yah meski namanya Pecel Madiun, di sini sedia juga makanan lain seperti nasi rawon, ayam goreng, dll.

Nah pas aku inget kemaren, aku nyobain pesan nasi rawon. Si mas yang menghidangkan sepertinya agak buru - buru (atau mangkoknya yang kepenuhan ya ?) maka pas nyampe penampakan si rawon ini menjadi seperti ini
Nasi rawon, kerupuk dan telor asin. Telor asinnya lupa nggak dipesan
Kenapa kuah rawon ini begitu pekat ? Rahasianya adalah pada bumbu bernama 'kluwek' yang dicampurkan di sana. Tanpa kluwek, maka rawon tidak akan menjadi rawon. (Halaaah... apaan sik ?) Rasanya mak nyusss.. dagingnya empuk, bikin ketagihan. Kalau aku sih, itu taoge kurang banyak, karena aku penyuka sayur.

Minumnya apa ? Teh pahit jelas gratissss ya... sudah tersedia di dekat pintu masuk, bisa langsung ambil sendiri pas datang. Kalau mau pesan minuman yang khas dari sini adalah es cincau hitam. Yang bikin beda dari yang lain es cincau di sini pakai santan dan gula merah. (Soalnya kalau es cincau ibu mertua aku, pakainya susu dan sirup merah)
Nyesss... abis hhssss hssss... kepedesan nasi pecel atau rawon, langsung minum es cincau ini. Adem di perut.


Selain es cincau, bisa juga pesan wedang. Wedang ini merupakan ramuan rebusan rempah rempah gitu. Ada jahe, ada kunyit, kencur, ataupun perpaduannya. Ada wedang beras kencur, wedang jahe, wedang kunir asem. Kalau di menu sih disebut pake es. Tapi kita juga bisa pesan enggak pakai es alias hangat. Karena aku penasaran dengan salah satu namanya, aku pesan wedang secang. Ternyata rasanya perpaduan gitu, antara pedas jahe dan rasa kunyit. Woww.... sesuatu dan patut dicoba !

aneka wedang
Harga gimana harga ? Ini kan hal yang penting juga. Harga sangat sangat bersahabat. Dijamin enggak mahal. Maka jangan heran kalau pas ke sini di jam makan siang, bakalan enggak kebagian meja dan harus ngantri dulu. Soalnya memang benar benar laris manis. Sekitar jam satu aja sering mendoan sudah habis. Padahal kan itu salah satu yang khas dari sini. Daftar harga ini diambil bulan April 2013. Bisa berubah sewaktu-waktu dengan pemberitahuan langsung di Pecel Madiun. (lihat tuh, tempelan perubahan harganya.... :D)

daftar harga menu makanan di Pecel Madiun
daftar harga minuman
Nah, buat teman - teman Jawa Timur yang ada di Bandung, atau pas berkunjung ke Bandung, silakan coba makan di sini. Teman lain yang mau nyobain makanan Jawa Timur, juga dipersilakan mampir. Kalau perlu teman makan, hubungi aku aja ya.... aku mangkal dekat situ kok, kalau di hari kerja :P

#8 MingguNgeblog minggu kedua

Senin, 15 April 2013

Rumahku 'Diskotik Mewah'

Baru tahu kemarin kalau  blog angingmammiri  punya gawe #8minggungeblog. Satu tema akan diberikan untuk setiap minggu. Nah, tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama. Temanya Sekitar Rumah. Baiklah, aku mulai ceritanya ya...

pemandangan depan rumahku

Sebuah rumah, 'berhalaman' sawah. Hanya berbatas sebuah jalan selebar 4 meter.
Sejauh mata memandang, hijau terhampar dan perbukitan di kejauhan. Bila malam tahun baru tiba, semua anggota keluarga keluar, melihat kembang api yang ditembakkan dari kaki bukit.
Tanpa tetangga di hadapan.
Sebelah kanan sawah terbentang luas, dari balik jendela kamar, tampak rumah-rumah di RW sebelah.
Sebelah kiri ada jalan kampung yang terhubung dengan jalan tembus menuju ke komplek perumahan lain.
Itulah rumahku, diskotik = di sisi komplek sa-eutik terjemah bebasnya kurang lebih sedikit mepet ke komplek . Dan juga 'mewah' alias mepet sawah.

Sebuah rumah di pinggiran Bandung. Maka diskotik pun dapat berarti di sisi kota saeutik
Meskipun diskotik, namun letak rumahku sangat sangat strategis. Alhamdulillah. Semua dalam hitungan menit.

Sekolah ? 40 meter dari rumah ada sebuah TK yang kini menjadi tempat sekolah si F5
Hanya kurang dari 1 km menuju sekolah dasar / madrasah ibtidaiyah Islam yang  lumayan favorit, yang kemudian menjadi tempat sekolah ke-4 anakku yang pertama.
Hanya satu kali naik angkot menuju 3 buah SMP Negeri  yang clusternya berbeda. Cluster 1, cluster 2 dan cluster 3. Anak pertamaku tidak berhasil masuk cluster jadi masuk SMP N cluster 2. Anak kedua alhamdulillah berhasil masuk SMPN cluster 1. Jadi kalau pagi, satu ke kiri satu ke kanan sesuai arah sekolahnya. Nah anak ketiga tahun ini mau masuk SMP, cita citanya pengen masuk SMP yang sama dengan kakak pertamanya.
Sekitar  500 meter dari rumah, ada  SMAN favorit di Kota Bandung, yaitu SMAN 24. Diseberang SMA ada bimbel Nurul Fikri. Sekali mendayung, dua tempat tertuju sudah.

Kampus ? Ya, dekat juga laaah... silakan anak anak tinggal pilih, ke kanan ke ITB ke kiri arah Jatinangor ke Unpad. Pengennya orang tua mah anak dikekepin aja, nggak usah kuliah ke luar kota. Ke luar negeri sekalian ntar kalau S2, tapi cari bea siswa ya..
Sedangkan anak ? Pengennya segera mandiri aja. Sekarang yang SMP aja bilang mau kuliah di Lampung, kampung halaman Abi-nya.

Pasar ? Tinggal pilih. Ada dua pasar dekat rumahku. Pasar Pasir Jati tinggal jalan kaki, atau naik motor kalau malas. Atau pasar Ujungberung yang lebih besar dan lebih lengkap. Dari sayuran sampai perhiasan. Dari pakaian sampai alat alat rajutan. :D
Pasar kaget juga ada ! Ya di Pasir Jati itu. Dari pasar naik sedikit.  Kadang kadang  kami jalan-jalan ke sana.. 

Dokter ? Rumah Sakit ? Bidan ? Semua ada. Dokter praktek umum dan bidan ada di belakang rumahku. Ada praktek dokter gigi  paling 100 meter -an dari rumah. Lengkap dengan dokter gigi spesialis anak dan apoteknya. Sekarang malah di depan apotik itu berdiri klinik yang akan buka 24 jam mulai Juni nanti. Rumah Sakit Umum Daerah, paling 2KM dari rumah. Tapi semoga jangan sampai ya.. dirawat di rumah sakit. Yang diminta tetep sehat semuanya.

Nah, semakin berkembangnya perumahan di sekitar rumah, maka ada makna baru dari diskotik ini. Yaitu di sisi toko sa-eutik.  Yaaa... bagaimana tidak ? Di sekitar rumahku saja lengkap ada 5 mini market yang cukup ditempuh dengan jalan kaki. Yomart, Alfamart, Indomaret, SB-Mart , dan UB Istiqomah. Dan entah sudah sejak tau kapan, aku sudah meninggalkan kebiasaan belanja bulanan ke supermarket. Selain malas membawa belanjaan yang seabreg dengan motor, kayaknya kok kalau belanja bulanan duitnya langsung habis :D.  Padahal untuk mendukung bisnis sampinganku untuk muterin uang belanja, aku kan perlu cash flow yang lancaaar. Jadi ya aku belanjanya tiap minggu aja ke toko toko di atas. Suka suka aja mau pilih yang mana.

Kini, di sebelah kanan rumahku pun telah berdiri sebuah toko bahan bangunan, berhimpitan tembok. Sebelahnya lagi sudah menjadi sebuah komplek perumahan. 
Sedangkan di depanku, sebagian sawah sudah mulai di urug. 



Sudah begitu, urugan itu menutup selokan yang mengalirkan air menuju kali.  Beberapa kali hujan terakhir, selokan itu meluap, dan airpun masuk ke sawah. Bukan mustahil, sawah yant tersisa pun, tidak lama lagi akan dijual karena sering kebanjiran. Yaaah, rumahku bisa bisa enggak 'mewah' lagi deeeh...

Nah, apakah rumahmu 'diskotik' juga ? Atau 'mewah' ?



#tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri

Sabtu, 13 April 2013

Mizan dan Hobby Baca Keluargaku

Aku mengenal Mizan mungkin belum sepanjang usianya yang kini mencapai 30 tahun. Tapi begitu mengenalnya, langsung lekat macam jatuh cinta pada pandangan pertama :)

Ketika tahun 2002 aku pindah ke Bandung, aku diajak Mbak Siti bergabung di Ormas Persaudaraan Muslimah (Salimah) Jawa Barat. Sekretariatnya di jalan Bekalivron. Setiap aku ke sekretariat Salimah, aku melihat tulisan Mizan dalam warna biru yang terpampang besar di sebuah gedung di jalan sebelahnya, jalan Yodkali. Aku baru tahu kalau itu nama sebuah penerbit, saat di rumah mbak Siti banyak sekali buku - buku dari Mizan. Yang paling berkesan adalah serial Cerita Nabiku yang selalu dibacakan mbak Siti untuk 3 anakku yang masih kecil - kecil. Selain itu ada pula serial Sahabat Nabiku dan Cerita Balita. Mbak Siti saat itu belum dikaruniai putera, tapi kecintaannya terhadap anak-anak, membuatnya mengoleksi buku anak-anak. Akhirnya akupun mulai mengoleksi juga buku-buku tersebut untuk anak-anak. Alhamdulillah, anak-anak sudah terbiasa membaca dari bayi, jadi buku - buku anak yang kubeli sekitar sepuluh tahun lalu itu, masih utuh sampai sekarang.

Buku-buku Mizan diantara buku-buku yang lain


Beberapa waktu kemudian, aku bertemu dengan bu Erna yang menawarkan buku - buku  ke kantor. Yang paling berkesan adalah Halo Balita dan I Love My Al Qur'an. Hanya saja saat itu aku merasa buku - buku itu masih 'mahal' jadi akupun menahan diri untuk membeli. Namun setelah bu Erna mengajakku ikut seminar parenting tentang manfaat mendongeng dalam mendidik anak, maka pandanganku tentang buku mahal menjadi berubah. Mahal atau tidak itu dipengaruhi oleh pandangan kita tentang prioritas. Kalau misalnya pendidikan anak menjadi prioritas, maka 'semahal apapun' itu, orang tua pasti akan mengupayakan memberikan sarana-sarananya.
Dengan pertimbangan di rumah masih ada 3 balita (2003 lahir anak keempat), maka aku memutuskan membeli Halo Balita dengan sistem arisan Rp. 125.000/bulan selama 10 bulan. Ternyata masih terjangkau :).
Paket  Halo Balita ini mirip dengan serial Cerita Balita, tapi dalam versi lengkap dan edisi board book. Lengkap, karena terdiri dari tema self help untuk melatih kemandirian, ada tema value agar anak-anak menerapkan nilai moral dan ada tema spiritual untuk melatih dan mengenalkan anak pada kehidupan beragama. Ada hadiah boneka tangan berupa tokoh tokoh dalam buku yaitu Sali, Saliha dan Mio si kucing.  Alhamdulillah, tidak menyesal aku membelinya, karena aku merasakan sendiri manfaat membacakan cerita-ceritanya setiap menjelang tidur kepada anak-anakku.


Pengalaman lain yang tidak kalah berkesan adalah : bersama Halo Balita aku mendapatkan piala pertamaku pada Lomba Mendongeng Orang Tua dan Guru yang diadakan oleh TK Al Hadits Arcamanik 7 Mei 2006. Temanya memang cerita dari serial Halo Balita. Bukunya disediakan oleh panitia. Karena aku sudah memiliki bukunya, aku punya cukup waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Saat lomba aku membacakan cerita Aku Bisa Mandi Sendiri, lengkap membawa properti berupa gayung, sikat gigi, odol, sabun dan handuk :). Hasilnya ? Aku juara pertama ! :D

Piala dan Mio yang masih ada sampai sekarang
Kesukaan membaca ini memang menjangkiti kami sekeluarga. Enggak emak, enggak anak, enggak bapak. Begitu anak kelima lahir, maka si anak keempat ini gantian membacakan buku untuk adiknya :

F4 membaca Halo Balita untuk F5
Setelah anak - anak semakin besar, salah satu kebiasaan keluarga kami adalah selalu membawa mereka ke toko buku di saat mereka ulang tahun, berprestasi di sekolah atau setiap kali berhasil mengkhatamkan Al Qur'an.  Ketika mereka SD mereka banyak memilih buku - buku KKPK (Kecil Kecil Punya Karya). Setelah mereka SMP maka bergeser ke Pink Berry.
Kalau aku suka novel - novel Qonita, tapi yang paling kusuka adalah serial Anne of Avonlea.
Suamikupun mengoleksi buku - buku terbitan  Qonita, Bentang dan buku Mizan lainnya. Baru-baru ini dia membeli The Casual Vacancy dan Sandyakala Rajasawangsa karya Langit K.H.  (aku baru baca yang TCV ).

Sekarang aku bisa dikatakan menjadi salah satu bagian Mizan, persisnya sebagai book advisor di Mizan Dian Semesta (MDS). Masih newbie. Pencapaianku juga  belum seberapa dibandingkan dengan teman-teman lain yang memang fokus di sana. Tapi alhamdulillah, setiap bulan ada saja transaksi dan komisi tentu saja. Yang paling aku suka adalah, komisi dari MDS tidak harus menunggu lama, cukup satu pekan setelah buku terkirim, maka komisi akan segera masuk rekening kita. Sejak 2012 aku bergabung, kuhitung-hitung, baru menjual  5 paket Halo Balita, 2 paket Nabiku Idolaku dan satu arisan Ensiklopedi Bocah Muslim serta satu lagi segera menyusul peserta arisan Halo Balita. Karena buku-bukunya memang bagus, bermutu dan tentu saja bermanfaat, maka aku bersemangat dan percaya diri menawarkan kepada teman-teman. Alhamdulillah, komisinya bisa buat beli buku lagi.


Postingan ini diikutsertakan dalam lomba #MizanAndMe