Kamis, 28 September 2023

Tamasya Sehari ke Ibu Kota

 Hari ini aku bahagia. Hati terasa berbunga-bunga. Kenapa ? Karepa pak Su mengizinkan aku jalan-jalan bersama teman-teman. Memang perjalanannya agak jauh dan perlu biaya yang cukup lumayan. Bandung-Jakarta PP dalam sehari.


Pembelian Tiket

Jadi, ceritanya aku punya sebuah grup. Awalnya grup ini adalah grup makan siang bersama di kantor. Terus lama kelamaan, satu persatu anggotanya terkena mutasi. Maka geng makan inipun tiba-tiba terasa krik-krik. Sampai akhirnya ada yang usul untuk menabung setiap bulan Rp. 100.000. Nah uang inilah yang kemudian dipakai beli tiket Bandung - Jakarta PP. Anggota grup diminta menyampaikan identitas pribadi untuk pembelian tiket kereta api. Nggak tanggung-tanggung, bendahara membelikan tiket kelas eksekutif Argo Parahyangan. 


Perjalanan

Tibalah waktunya tanggal keberangkatan ke Jakarta. Pagi-pagi grup sudah berisik dengan berbagai obrolan. Mulai dari cek lokasi hingga cek bawaan dan menu sarapan.

Kereta berangkat pukul 6 pagi. Aku sampai stasiun udah jam 6 kurang dikit. Antrian kendaraan di pintu masuk parkiran mengular hingga mendekati patung macan. Mungkin memang jam ramai, perpaduan antara orang yang menjemput dan mengantar anggota keluarganya. Tetapi sedikit membuat dag dig dug untuk yang mau bepergian. 

Benar saja, sampai di dalam stasiun ternyata situasinya sudah jauh berubah dari terakhir aku ke sana. Sudah selesai pembangunan eskalator yang menghubungkan antar jalur. Kamipun menaiki eskalator menuju jalur 6 tempat kereta Argo Parahyangan. Buru bergegas menuju gerbong sebagaimana yang tertera di tiket. Memang eskalator ini membuat orang agak sedikit terlambat menyeberang. Tapi di satu sisi ini juga untuk kelemahan . Karena penumpang perlu memutar dulu baru sampai di atas rangkaian jalur-jalur ini. Bandung rutinyayang muda aja enggak.


Di Ibukota

Kami sampai di Stasiun Gambir sekitar pukul 9 pagi. Penjemput udah aja  di stasiun Karena tidak sempat makan di kereta. SEsuai rekomendasi dan sekaligus rapat online kami memilih resto ... sebagai tempat makan.



Lokasinya di Kebon Sirih,  tidak terlalu jauh dari Gambir. Pertama masuk disuguhi dengan deretan sofa di selasar serta lampu gantung berbahan rotan tergantung di langit-langit teras. Kemudian di dalam juga sudah dibooking 50 di depan konfiter in

Review aku tentang resto ini 

makanan : 5 bintang

MInuman : bintang 5

tempat : 4 bintang aja. Karena pas kami duduk di sofa yang di teras, ada  aroma kurang enak yang menguar entah dari mana. 


Akupun memilih nasi jagung, terus ada juga nasi dari berbagai menu nusnatara


Dari Kawi.. kami melipir sebentar kesebelhnya.. Kami duduk=dukuk sembari minum kopi dan berceloteh aneka ragam. Merencanakan perjalanan berikutnya ke mana, menabung berapa, dsb.  Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 13 lebih. Saatnya bersiap kembali ke Bandung.

Kamipun beranjak ke jalan sabang, menuju Kopi Tuku karena akan menjadikan kopi ini sebagai oleh-oleh.

Jujur aku agak heran ya, ternyata lokasi Kopi Tuku Sabang ada di lt dua toserba Hero. Berbagi tempat dengan beberapa tenant lain.

Dari Kopi Tuku kembli ke statsiun Gambir menggunakan ojek online. Teman teman sepakat belok dulu ke Solaria untuk membeli makan siang take away. Nanti buat di makan di kereta.


Perjalanan kembali ke Bandung



Di Gambir kami melakukan sholat di mushola yang cukup bersih. Mukena banyak, tempat wudu bersih. Kamar mandi tidak ada di area ini.  Perjalanan ke Bandung diwarnai dengan tawa. Seiring senja yang jingga, kereta kembali tiba di Stasiun Bandung. Dan drama antrian di parkiran ternyata masih bersambung.