Minggu pagi tetiba ada yang mengajak berolah raga pagi yaitu jalan kaki di Babakan Siliwangi. Kebetulan tugas domestik pagi sudah kelar semuanya, jadi aku oke saja. Sejujurnya aku belum pernah ke sini. Malu juga sih sebagai orang Bandung malah sering ketinggalan info tempat-tempat yang viral.
Babakan Siliwangi City Forest adalah hutan kota yang dikelola oleh Pemerintah Kota Bandung. Sebelumnya lokasi ini dikelola oleh pihak swasta, namun kondisinya tidak seperti yang diharapkan. Setelah Babakan Siliwangi ditetapkan sebagai hutan kota dunia pada tahun 2011, makan dibuatlah sayembara penataan hutan kota ini. Kini masyarakat luas dapat mengakses fasilitas umum di sini dengan bebas.
Di mana lokasinya?
Babakan Siliwangi, atau orang Bandung lebih sering menyebut Baksil, terletak di Jalan Tamansari, kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong. Berdampingan dengan lokasi ini ada Saraga (Sarana Olah Raga) dan Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) ITB, serta Kebun Binatang Bandung. Maju sedikit dari Babakan Siliwangi ada Teras Cikapundung.
Hutan kota yang memiliki luas 3.8H (Wikipedia) ini menjadi salah satu Ruang Terbuka Hijau yang dimiliki kota Bandung. Sebenarnya ada beberapa lagi hutan kota yang ada, tapi ini yang menurutku paling mudah dijangkau. Ada Taman Lansia, tapi ya segitu aja. Terus ada Taman Maluku cuman agak sepi. Sama satu lagi yang luas banget adalah Taman Hutan Raya/Tahura di kawasan Dago.
Naik apa ke sini?
Ada beberapa angkutan kota yang lewat sini. Aku lihat ada angkot ungu jurusan ciumbuleuit dan juga angkot hijau jurusan UPI. Tapi kalau kamu males nunggu angkot maka ojek daring dapat dijadikan pilihan. Karena mudah banget. Kalau kamu mau bawa kendaraan pribadi, parkirnya juga gampang. Lahan luas dan parkir motor ada di bawah skywalk, jadi aman gak akan kehujanan/kepanasan.
Di sini ngapain aja?
Menyandang sebutan Forest Walk, maka yang dilakukan di sini adalah berjalan-jalan menikmati pemandangan hijau dan udara segar. Tadi aku dan rombongan jalan mengitari lokasi melewati sky walk/jalan buatan yang disediakan kurang lebih menempuh sekitar 1.5km. Lumayan sih ya.. Sebenarnya di bawah juga ada track jalan setapak, cuman karena berupa tanah jadi males sepatu kotor hehe dasar emak-emak ya..
Setelah jalan kaki, lelah pun datang. Solusinya adalah wisata kuliner. Inipun tersedia banyak di lokasi. Tinggal dipilih menu apa yang paling sesuai dengan selera dan dompet kita.
Nah, apakah kamu tertarik juga untuk berjalan-jalan di Baksil? Kuy main ke sini dan rasakan kesegaran udara bebas polusi.










