Tampilkan postingan dengan label belajarbisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajarbisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2013

Gara-gara Wajah Bokek ^_^

Berhubung sudah tanggal muda dan sudah diendapkan beberapa hari, jadi aku bisa sambil ketawa bikin postingan ini.
Meskipun judulnya diri ini bokek, tapi jualan alhamdulillah jalan terus....karena di luar sana masih baaaaannyyyaaak orang yang tidak pernah mengenal kata bokek dalam kamus dompetnya. Lumayaan... selisihnya bisa bikin dapur tetap ngebul.
Nah di minggu terakhir bulan lalu, ceritanya aku ke salah satu bank di Jl Lengkong. Bank ini dulu nyempil di sudut gedung kantor kami. Tanggal setua itu aku bukan ngambil lho... aku SETOR ke teller. ini perlu di capslock. Jumlah setorannya memang enggak seberapa, lagian habis kusetor aku harus nransferin lagi ke supplier. Numpang lewat doanglaah..
Selagi mbak teller yang cantik dan baik itu memproses setoranku, aku basa basi minta maaf datang di injury time. (Jam 14.55). *Bener-bener kebayang pekerjaanku sendiri klo udah beberes di injury time ternyata ada pelanggan lagi itu rasanya gimanaaa....gitu...
Kata mbak teller nggak papa sambil tersenyum.
Eh tetiba ibu-ibu berwajah ramah (Ibu) di samping teller menyapaku :
Ibu : "Ibu kerja di kanwil ?"
Aku: "iya, duluu"
Ibu : "sekarang di mana ?"
Aku: " di purnawarman Bu..."
Ibu : "Ooooh......sekantor sama mas Yxxx ya..." sambil nyebutin orang keuangan kantorku. *yaah... si Ibu ini sudah menemukan persamaan di antara kami, sama-sama kenal dengan seseorang*
Aku : "iya Bu..."
Ibu : "kenapa enggak mengajukan kredit, Bu? Lagi promo lho Bu, sekarang cicilannya lebih rendah." *yaah...'perangkap' penjualan sudah dipasang*
Aku : "waaah... saya aja masih punya cicilan di sini Bu. Emang sampai kapan promonya?"  *spontanberalasan, tapi sedikit tergoda*
Ibu : Halaah... paling tinggal berapa si Bu, top up aja . Kami promo sejak bulan puasa Bu. Sampai akhir september. *Auw auw... ibu ini mulai 'menjerat' calon pelanggannya*
Aku : mmm... buat apa ya Bu.... kayaknya saya belum perlu deh..
Ibu : buat apa aja Bu, kendaraan, rumah baru atau renovasi rumah. Teman-teman sekantor bu Titi banyak lho...yang sudah mengajukan dan sudah cair... *si Ibu mulai mengatasi keberatan pelanggan.*
Gini aja deh Bu, bawa formulirnya dulu sama daftar cicilan, nanti kalau iya, Ibu tinggal bilang mas Yxxx, paling sehari dua hari sudah beres. *yup, jeratnya sudah diikat*
Aku : mmmm....bisa cek sisa kredit saya enggak Bu ?
Ibu : Oh, bisa, bisa ... silakan ke customer service.
Dan sore itu aku bener bener merasa seperti pelanggan istimewa gara-gara wajah bokek ini. Sekaligus aku mendapatkan ilmu pemasaran dari si Ibu yang ternyata kepala unit di bank tsb -setingkat capem kali ya- yang ternyata berangkat dari marketing.
Huhu... pantesan pinter banget ngebujuknya :p
*kalau jualan tuh gitu Ti... tetap semangat sampai detik terakhir.
Baidewei klo dapur dah bocor sampai sinar matahari kelihatan terang benderang gigi, udah perlu renov belum ya....

Rabu, 20 Februari 2013

Thanks God, It's Friday

#Curhat

Pernahkah menjalani satu hari dengan masalah tantangan yang bertubi-tubi ?

Bangun tidur aku mendapat SMS, ada salah satu teman yang akan mengambil spanduk dan satu x-banner yang dia butuhkan untuk acara Sabtu jam 9 pagi. Sudah aku sampaikan sebelumnya ke teman itu, bahwa kedua benda tersebut masih berada di dua tempat yang berbeda. Bukan di rumahku. Awalnya aku tawarkan untuk mengantar di Sabtu pagi pagi sekali. Tapi teman itu keukeuh mau ambil hari ini. Supaya tenang. Besok udah siap semua. Okelah aku maklum, mungkin ybs sedikit nerves karena baru ini ngadain acara. Padahal kan timbang pasang spanduk sama x-banner itu nggak sampai setengah jam.
Ya udah, aku tanyalah, mau diambil jam berapa ? Jam 6 pagi, katanya. Sekalian suaminya ngantor, karena sore sering hujan.
Oke, daripada berkepanjangan,  kuusahakanlah ya... mengumpulkan kedua benda tersebut sebelum pukul 6 pagi.  Aku telpon teman yang nyimpen spanduk dan SMS ibu yang bikin x-banner. Mau diambil pagi pagi. Spanduk aku ambil sendiri, dan x-banner aku minta tukang ojeg langganan untuk mengambilnya. Setengah enam pagi aku ambil spanduk ke RW sebelah. 
Olala, baru saja aku tiba dari ambil spanduk, si teman sudah SMS, "mbak, maaf nggak jadi pagi ini diambilnya, nanti malam aja sekalian suami pulang kantor". Gubraks !
Masih bengong menatap SMS, si Mang Ojeg nelpon katanya rumah yang bikin X-banner kosong, diketok ketok gak ada yang mbukain. Pas aku telpon, ternyata si Ibu lagi ke pasar. Ya amppuuun, rasa-rasanya enggak ada guna yang kukerjain 'gethuprukan' sepagi ini.  Aku cuma bisa ngahuleung di teras depan, sampai sampai masakanku gosong.

Okelah, kupikir skip adegan ini. Namanya juga dinamika berorganisasi. Aku nggak mau orang orang merusak kebahagiaanku. Yang penting semua terkendali. Anak anak sarapan beli nasi kuning. Makan siang di kantin sekolah masing masing. Untuk si F5 yang makan siang di rumah pesan aja ke ibu warung sebelah.

Dalam perjalanan ke kantor, bu Teguh, salah satu pelanggan yang sejak Senin dah ngobrol mau beli paket Nabiku Idolaku secara cash, tiba tiba nge-bbm
"Mbak, bisa nggak ya bukunya hari ini sudah di rumahku, karena besok pagi pagi mau dibawa keluar kota"
Hmmmm...... tarik nafas panjaaangg.... lepaskan.
Dalam hati aku bilang, yaelah Bu, kenapa bukan dari kemaren sih bilang. 
Yaeyalah cuma dalam hati, masa' mau marah sama pelanggan ya... 
Cuma, kenapa harus hari ini dan pagi ini ? Seluruh kemampuan berfikir dan berimajinasi aku kerahkan. Jam berapa aku musti bertransaksi, dan bagaimana caranya agar kurir bisa mengantar hari ini juga. Padahal aku baru bisa keluar jam 2, karena aku hari ini kebagian piket istirahat. Akhirnya aku berkoordinasi dengan supervisor, alhamdulillah ada jalan keluar. Aku bisa mendapatkan paket itu di Pameran Ikapi dan membawanya pulang untuk diantar sendiri ke rumah pelanggan tadi, tinggal ijin sama Abi, aku pulang sendiri.
Masih di perjalanan,  si Abi bilang, bahwa doi hari ini nggantiin temennya piket sampai jam 8 malam, dan aku diminta pulang sendiri. Ya udah kebetulan, kataku. Karena aku mau antar buku.
Oke sementara semua terkendali.

Di kantor, tanggal 15, tentulah sudah mulai ramai itu para tamu yang mau lapor. Singkat kata aku bertugas seperti biasa. Untung untung untung, nggak ada tamu yang bikin bete (hihi.. kadang ada yang komen komen nggak jelas gitu dan tetap harus kujawab dengan senyum), alhamdulillah juga, mulai hari ini, SPT tahunan bukan counter sendiri, jadi lumayan lancaaarrr sampai jam 2 baru tiba waktu istirahatku. Tepatnya jam 2.15.
Aku shalat dan berfikir mau makan apa jam segini. Pasti warung favorit dekat kantor udah kehabisan persediaan. Biasanya aku bekal makan siang ke kantor, tapi karena kejadian pagi tadi itu aku nggak bisa bawa apa apa ke kantor.
Akhirnya aku makan mie rebus di sebrang kantor. SMS-an sama Tri katanya dia lagi di BEC. Aku mintalah dia datang ke warung tempat aku makan. Mungkin karena aku masih mikir macem macem itu, tumben tumben kata Tri aku kelihatan nggak semangat makan. Aku ceritainlah sama Tri, kejadian pagi ini dan PR-ku mengantar NBI. Tri menghiburku, bisalah..mbak Titi mengatasi....
Sambil ngobrol  sama Tri akhirnya makanku habis seiring habisnya jatah waktu istirahatku. dan aku kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan.Tri pulang mau mampir beli coklat dulu buat proyek taman bacaan gratisnya.
FYI, aku nggak pernah jarang sekali pulang ke rumah lewat maghrib. Jadi 'bagaimana caranya agar si buku sampai ke rumah pelanggan nanti sore tanpa aku kemaleman di jalan' itu masih aku pikirin. Sangat aku pikirin tepatnya. Karena kan menyangkut banyak hal. Makan malam anak anak gimana, trus nanti bibi overtime gimana, bibiku soalnya pulang pergi setiap hari / enggak nginep. Mana kalau sore sering hujan. Okelah naik taksi, pikirku. Sementara mungkin ini penyelesaian terbaik. Naik taksi biar cepat pulang.

Maka, demi pelanggan dan demi tidak pulang kemaleman, aku putuskan untuk ijin pulang lebih cepat 30 menit. Kena potong gaji ? Pasti. Tapi masih ketutuplah sama komisi Nabiku Idolaku / NBI, hitungku.
Aku segera ke pameran Ikapi di Jalan Braga. Bertransaksi secara cepat dan segera mencari taksi. Woi, ternyata paket NBI berat sekali. Aku nggak sanggup ngangkatnya. Alhamdulillah ada pak Ikhsan dari Mizan yang baik hati nganterin eh mbawain buku ke pinggir jalan dan menungguiku sampai dapat taksi. Masya Allah, ternyata nunggu taksi teng jam lima itu susaaaaah sekali. Jalanan yang 15 menit lalu lengang, kini dipenuhi kendaraan. Banyak taksi yang lewat, tapi ada isinya. Banyak taksi yang lampunya menyala, tapi diberhentiin lewat lewat saja. Alhamdulillah jam 17.20 baru dapat itu taksi. Aku duduk, taksi jalan dan langsung hujan.

Baru jalan beberapa meter, sopir taksi bertanya, aku turun di mana. Aku sebutkanlah tujuanku daerah Arcamanik. Kirain taksi bakal seneng ya.. karena denger denger mereka suka nggak mau kalau tujuannya dekat saja. Ternyata oh ternyata, si bapak ini maunya nganter yang dekat saja. Karena mau jemput orang di daerah Unpar. Aku bengong sejenak. Apalagikah ?
Si Bapak keukeuh mau nurunin aku di jalan, mana hujan dan bawa buku, ya bawa buku, dan b e r a t.
Bapaknya sok baik gitu, udah nggak bayar nggak papa Neng, nanti Bapak cariin taksi. Aku diam saja.
Berhenti sejenak di samping Hotel Panghegar, hujan, si Bapak nyetop taksi, nggak ada yang mau berhenti.
Akhirnya maju sedikit. Sampai di Patung Bola, hujan benar benar turun sederas derasnya. Si Bapak masih saja berkata kata, minta maaf, nggak usah bayar, mau jemput ke Unpar, bla bla bla, intinya aku tetap harus turun di jalan. Aku tak berkomentar.
Taksi berjalan terus tanpa argo dinyalakan. Sampai di Kosambi bener bener macet. Jam 6 kurang dikit aku baru sampai di rel kereta api Kosambi. Aku SMS Abi di mana posisiku. Si Abi pesan supaya aku ngabarin anak anak di rumah.
Akhirnya aku nego si Bapak, minta turun di Segitiga Emas saja, supaya ada angkot ke Antapani. Nanti dari Antapani kupikirkan lagi bagaimanalah supaya bisa sampai Arcamanik.
Alhamdulilah pas sampai Segitiga Emas Kosambi, hujan sedikit reda, dan aku turun di depan dealer mobil. Si Bapak mengangkat paket NBI dari bagasi dan meletakkan begitu saja di teras dealer yang mulai sepi. Aku minta ijin nitip barang ke satpam sambil nunggu angkot.
Setengah kesel setengah bingung, nggak kepikir mau nangis,  aku cuma berterima kasih sama sopir taksi.

Tidak berapa lama aku dapat angkot Antapani. Anehnya, paket NBI yang semula tidak sanggup kuangkat sendiri itu, karena kondisi terpaksa, aku sanggup mengangkatnya dari teras dealer sampai naik angkot. The power of kepepet terbukti di sini.

Hujan, banjir, angkot jalan melipir.
Jam 7-an baru sampai terminal Antapani. Mana belum shalat, anak anak sudah pada SMS, mana mikirin makan malam mereka gimana, trus mana suami juga udah nelpon2 lagi, sampa di mana.  Galau deh !
Syukurlah, Mamang sopir angkot mau dicarter ke Arcamanik.
Aku nelpon bu Teguh dan bertanya bagaimana caranya jam segitu aku keluar dari komplek, ada ojek atu enggak. Kata bu Teguh, ojek udah nggak ada, dan si Ibu menawarkan mengantar aku pulang. Ya udah aku setuju dan deal sama sopir, angkot cuma nganter aku langsung balik lagi. Selain itu, kalaupun aku maksa langsung pulang, aku bakal nggak keburu shalat maghrib.

Baru juga selesai shalat, eh sudah adzan Isya. Astaghfirullah.

Aku sedikit terhibur melihat anak anak bu Teguh begitu gembira dan antusias mencoba smart e-Pen dan membaca buku buku Nabiku Idolaku. Lupa sejenak sama anak anak (dan suami) di rumah. Kalau saja anak anak nggak sms, kapan pulang, masih lama nggak, Ummi ada dimana dan bla bla bla, mungkin aku juga masih betah di rumah bu Teguh untuk mencoba semua buku buku dari paket Nabiku Idolaku. Karena walaupun aku book advisor, aku belum punya paket itu :p. #mupeng.

Tanpa terasa, waktu terus berjalan rupanya. Aku semakin kemaleman saja. Akhirnya, jam 8 malam aku baru keluar dari rumah bu Teguh, sekalian  mereka mau jalan jalan di akhir pekan, aku dianter sampai depan rumahku. Alhamdulillah., Meski perut lapar dan kaos kaki / sepatu basah.

Aku mengetuk pintu dan menekan bel, tapi tak seorangpun membukanya. Aku dihukum.
Astaghfirullah.
Belum selesai rupanya kejadian hari ini.

---------@@@----------




Thanks God, it's Friday !

"sesuatu yang tidak dapat membunuhmu maka itu akan menguatkanmu"

Sabtu, 21 April 2012

Cup Cake

cup cake setelah dihias
cup cake setelah dikemas
Jangan tanya bagaimana resepnya ya...
Karena ini hanya latihan mendekor kue. Kerennya cake decoration.
Dalam pelatihan yang disponsori Mak Ephraim ini, kami belajar menghias kue dengan menggunakan fondan. Ya. Fondan. Just fondant and some food colour.
Aku gak bakal membahas acaranya. Cuman mau narsis aja. Ini lho hasil dari latihanku hari itu. Temanya angry bird. Dah mirip kan ? awas kalau bilang nggak ! :P


Selasa, 10 April 2012

Pekerja Di Bawah Umur

Makin banyak anak, tentunya makin banyak postingan. Eh salah.. 
Makin banyak anak, makin besar tanggung jawab mendidik, menggali potensi dan mengarahkan mereka agar besar menjadi apa.
Salah satu yang kulakukan adalah menumbuhkan jiwa wira usaha dalam diri mereka. Karena janji Allah itu pasti. Hanya satu dari sepuluh bagian rizki di dunia itu didapat orang dari pekerjaan tetap. Sembilan bagian lainnya Allah bagikan melalui pintu wirausaha/berdagang.
Nah, pas anak kelas 9 ujian kemaren, Fathimah kan libur. Aku titipkan dia di toko kue dekat rumah. (Ini asli dekat banget ya.. cuma selisih tiga gerbang dari rumahku). Alhamdulillah sama teh Eva si penjaga toko itu aku dah merasa dekat. Ini sih karena aku mudah merasa dekat sama orang kali yah.. atau memang karena ada sesuatu yang membuat kami merasa cocok. Sebagai gambaran, si Teh Eva klo kehujanan suka pinjam bajuku.. hihihi. jadi OOT
Eh, kembali ke topik. Singkat kata, Fathimah mulai bekerja. Setiap 6.30 dia udah mandi, sarapan dan siap berangkat.(dan sudah mengerjakan tugas rumah tangga tentunya). Olala, lebih pagi dari hari hari sekolah dia.
Kerjanya seharian, siang dia pulang makan siang (prakteknya cuma ambil makan siang doang, dibawa ke toko dan makan bersama teh Eva)
Nanti sore sekitar aku pulang kantor, dia pulang.
Daaan.. ternyata jam kerja belum selesai saudara saudara.. Setelah isya dia ke toko lagi untuk beberes, stock opname dan lap lap kaca/nyiapin kardus buat pesanan besok.
Pulang dari toko dia tertidur lelap. (pasti capek yah..)
Dia kerja dari hari senin sampai hari selasa minggu berikutnya.
Syukurlah dia senang menjalaninya. (buktinya kalau pagi justru nggak perlu disuruh ini itu dia running sendiri)
Teh Eva juga senang ada yang membantu dan menemani.
Hari terakhir kerja seisi rumah dah nggoda nggodain. Ayo .. hasil pertama kasih sesuatu yang berharga buat keluarga...
Si Abi pake lebay lebay... nanti kalau Mbak bawa kue kita semua makan sambil berurai air mata, terharu..
Ternyata dia belum dapat fee di hari selasa itu. Besoknyalah dia baru dapat.
Hari Rabu pas kita shalat maghrib dia datang dan ribut kresek kresek seperti bebawaan gitu. Dan.. ternyata.. dia memang bawain kue buat kita sekeluarga.
Ini diaaa....


Dan asli kita jadi bener bener terharu. Aku tahu persis seberapa besar yang dia korbankan untuk ini.
Terima kasih Mbak.. semoga sekolah bisnis a la Ummi dan Abi ini berkesan dan bermanfaat buatmu.

Sabtu, 25 Februari 2012

Market Day

Sore sore pulang kantor udah ditodong Teteh bikin bolu (tepatnya brownies) untuk dijual di sekolah.Hmm... bikin napsu saja. Untung bilangnya sambil minta maaf, karena dia lupa. Yah akunya juga enggak kritis. Padahal si Ayuk udah minta minta dari hari Senin, pesen dibeliin cup pop ice untuk jualan di sekolah.
Ya sudah, daripada marah-marah dengan santai aku jawab ya, dengan embel embel "klo nggak sempat ya nanti beli aja di teh Eva' (haloo.. teh Eva ini penjaga toko kue di samping rumahku selisih 2 gerbang, asyik kan ?)
Si Teteh berlalu. Cukup puas dengan jawabanku.
Tapi mana tega ya.. lagian sebagai emak emak yang pengen irit, langsung berhitung dong kalkulator di kepala. Akhirnya ketika Faiz tidur aku buat saja si brownies anti gagal itu. Sejam udah mateng. Lalu kusimpan di kulkas.
Besok pagi pagi si Teteh sudah bertanya, jadi enggak beli ke teh Eva. Aku hanya tersenyum dan mengeluarkan loyang dari kulkas. Oles oles mentega lalu kutaburi meises. Tada..... brownies yang biasa bertabur almond dan chocochip kini bertabur meises. Teteh terpesona. (Ah padahal itu itu saja ya.. betapa mudahnya membahagiakan anak anak, kadang para dewasa ini yang pelit melakukannya ).
Dan jadilah 24 potong kue yang mau dijual dan tentu saja beberapa potong yang ditinggal di rumah. Sampai di sekolah kuenya laris manis. Sebelum bel masuk berbunyi. Ajaib ya..Bahkan ada anak yang memborong sampai 6 potong. Pas kutanya teteh Firda apakah dia langsung beli 6 potong ? Katanya enggak, belinya dua dua. Nambah lagi nambah lagi.. Hihi.. berarti bener brownies bikinanku bikin ketagihan. hahaha
Sayang aku tidak sempat mengambil gambar kuenya.
Untunglah ada bu Ela sahabatku yang rajin mengambil gambar anak anakku bila ada momen khusus di sekolah. Terima kasih Teh Ela...

Ini gambarnya... wajah wajah ceria yang dagangannya sudah habis.
*Oya selain memang program pembelajaran, market day ini juga dalam rangka penggalangan dana pembangunan masjid At Takwa

Senin, 10 Oktober 2011

Fikri Jualan Pulsa Lho..

Hehe.. ini mah karena ada bakat turunan kali ya.... bakat ku butuh kata orang Sunda. (karena terdesak kebutuhan.)
Fikri dengan ketelatenannya, punya tabungan sekitar 700rb an. Itu jumlah yang sangat banyak buat ukuran anak anakku. Nah, dia ceritanya bingung, uang segitu mau diapain. Nanggung.
Membujuk mbujuk Ummi ngajak patungan beli netbook. Ogah doong.. Ummi belum perlu. hehe.. Eh, kemaren dia baca tabloid komputer, liaaatttt aja ada tablet entah merk apa, seharga 1.089rb saja. Semangat dooongg... dianya.
Mulanya masih berusaha membujuk Ummi patungan beli tablet. (keukeuh pisan nya'...), Ummi juga keukeuh nggak mau. Da belum butuuhhh...
Ya sudah akhirnya dia mencari akal bagaimana cara mempergemuk tabungan dengan lebih cepat. Bukan dari uang jajan yang 2500perak sehari, atau ngirit ongkos ojek 2000perak. Dia tertarik jualan pulsa. Yuhuy... Iyalah. segera difasilitasi. Dianter ke dealer pulsa dekat rumah. Diajarin cara cara pengisian, komplain dsb, go go go.. mulailah Sabtu sore dia jualan.

Kutanyain, Fik, kamu kan punya gratisan sms yah ? Iya, katanya. Sok atuh, promosikan ke seluruh teman temanmu, bahwa kamu jualan pulsa. Sekalian kasih harganya. Klo bisa lebih murah dari yang lain, biar omset lebih banyak. Malam itu dia langsung sms dan langsung dapat order. (hihi.. senengnya...)

Yah pokoknya itu sudah jalan lah.. jualan pulsa.
 Eeeee... pulang kantor kemaren, Fikri lapor, uang pembayaran pulsa 5rb rupiah jatuh entah dimana. Yaaah....
Aku cuman bisa membesarkan hati. "Nggak papa Nak, namanya juga usaha. Nanti pasti dapat gantinya." Chayo Fikri, jualin lagi pulsanya !!!