Septi Peni Wulandari dan Dodik Maryanto adalah pasangan fenomenal yang begitu menginspirasi dalam membangun peradaban dari rumah untuk bangsa. Septi Peni dan Dodik Maryanto merupakan founder dan inisiator yang membangun gerakan mulai dari rumah untuk dunia. Ibu Septi aktif dalam bidang pendidikan ibu dan anak, penulis buku edukatif Jarimatika, Adapun Pak Dodik merupakan tokoh penting/inisiator di balik Ibu Profesional.
Kali ini kita akan belajar dan mendengarkan paparan mengenai Konferensi yang baru kita lalui bersama ya beberapa waktu lalu, dengan tema peran perempuan mencari jati diri bangsa, ini menimbulkan berbagai macam pertanyaan.
Menurut Pak Dodik, Indonesia adalah negara yang sangat luas dari Sabang sampai Merauke itu kira-kira panjangnya sama dengan Benua Eropa. itu bergerak internasional banyak beberapa negara itu yang tidak mau bicara dengan Bahasa Inggris itu baru bergerak beberapa KM di Indonesia yang panjangnya hampir sama dengan Eropa itu kita dari Sabang sampai Merauke kita menggunakan bahasa yang satu ini bahasa Indonesia untuk semua orang paham tentang negara yang terdiri yang seperti itu luas ini itu terdiri dari berbagai suku bangsa yang berbeda budaya berbeda bahasa berbeda Yang berbeda budaya berbeda bahasa berbeda aneka macam gaya tetapi pada dasarnya Orang Indonesia itu rukun. Yang nggak rukun itu hanya sedikit tapi sering begitu bising, membuat kegaduhan dan membuat pekakk= telinga kita karena teriak-teriaknya kenceng lewat media lewat televisi surat kabar sekarang media sosial dan sebagainya terlalu tenang sampai akhirnya semua orang Indonesia kemampuan luar biasa tetapi tidak hanya kemudian menyerang dan memilih kegiatan ini lalu mewarnai contohnya berbeda
Islam di Indonesia berbeda dengan di tempat asalnya, demikian juga Hindu di Indonesia berbeda dengan Hindu di India. Karena Indonesia memiliki sebuah karakteristik unik. Kita perlu nguri-uri atau melestarikan budaya kita agar kita tidak hanyut. Karena sekarang banyak yang tidak sesuai diri kita, tapi dipaksakan. Kebenaran diukur dengan suara yang paling keras atau berita yang paling viral. Pentingnya memahami karakteristik atau jati diri bangsa Indonesia yang telah diabadikan pendiri bangsa dalam istilah Pancasila.
Beberapa karakter kuat Indonesia adalah rukun, kuat tirakat, tidak mudah terombang ambing kemewahan, humble,
Permpuan adalah peletak pondasi, karena kita paling dekat dengan penerus bangsa ini mulai dari dalam kandungan, bagaimana kita sebagai perempuan mengajarkan nilai nilai jati diri bangsa .
Peran Ayah dalam hal ini, adalah bahwa seorang laki-laki ketika memilih seorang perempuan adalah keyakinan bahwa perempuan itu adalah perempuan yang hebat. Namun dalam dunia kita sering setelah berkeluarga perempuan sering sebagai penopang dalam keluarganya. Perempuan Indonesia pada dasarnya adalah hebat. Namun ada narasi yang berkembang bahwa perempuan yang berkarir itu bukan sesuatu yang aneh. Tetapi para permpuan jangan menghilangkan kehebatannya dalam banyak hal. Laki-laki cukup memberi ruang agar perempuan ini menunjukkan peran hebatnya.
Harapan Pak Dodik dengan KPI ini perempuan berdiri merdeka atas dirinya. Ikatan pernikahan bukan ikatan, tetapi sesuatu yang memerdekakan. Jadikan setiap individu yang didalamnya menjadi insan merdeka. Cukup pernikahan, bukan ikatan pernikahan.
Perempuan yang merdeka adalah perempuan yang memahami jatidirinya, nggak usah cari-cari yang lain, cintai apa yang telah kita miliki. Nanti 2027 KPI menjadi perempuan mandiri, dan 2029 bagaimana kita berdaulat penuh untuk menentukan pilihan atas diri kita, keluarga kita, dan bangsa kita.
Pak Dodik berpesan, agar kita semua menikmati proses jati diri, dan berdaulat atas diri sendiri menjadi insan yang merdeka kalau kita sudah menikmati prosesnya Pak Dodi optimis kita akan menapak / melangkah mencapai tujuan.
Sedangkan Ibu Septi mengucapkan terima kasih atas panitia yang telah mengambil peran, setahun telah berproses setahun belajar banyak hal ini adalah hal menarik yang tidak mudah tetapi teman-teman dapat mengubahnya menjadi hal yang menyenangkan.
Terima kasih kepada para perajut makna yang menjadi garda terdepan Konferensi Perempuan Indonesia yang telah menjalankan peran dengan sangat indah
Spesial untuk teman-teman peserta konferensi perempuan Indonesia, orang yang percaya pertama kali ketika KPI ini digelar dan kepercayaan ini menjadi semangat untuk panitia dan perajut makna. KPI Ini hadir karena kepercayaan peserta.
Terima kasih kepada para pendukung karena kita akan bergandeng tangan dari tahun ke tahun.
Menjawab pertanyaan salah satu peserta, kenapa ketika kita membahas Jati diri bangsa ini terasa berat. Pak Dodik menyampaikan bahwa hal itu menjadi berat karena kita mencari-cari, kita mengejar, sedang yang dikejar seperti fatamorgana. Yang kita lakukan adalah kita perlu belajar untuk duduk, dan melihat ke dalam melihat jagad kecil diri kita. Itu sudah ada dan diberikan kepada diri kita hadir dalam keseharian kita.
Pertama istilah Ibu Profesional hadir, profesional maknanya bersungguh-sungguh dalam melakukan apapun. menjadi perempuan bersungguh-sungguh Hal terbaik apa yang dapat kita lakukan ketika menjadi seorang ibu hal terbaiknya apa yang perlu dilakukan seorang Ibu, lalu bersungguh-sungguh. Ketika jadi Seorang Istri bayangkan hal terbaiknya apa Lalu lakukan yang bersungguh-sungguh. Kesungguhan itu yang menjadikan diri kita profesional
Ukuran kebahagiaannya apa? ya kebersungguh-sungguhan kita. ketika kita bahagia dengan kesungguhan kita itu ya di situ ya kalau masih ada cita-cita yang lebih tinggi lagi berarti bersungguh-sungguh lagi. Ibaratnya seorang pendaki yang sedang mendaki gunung ketika di tengah perjalanan dia capek kaki pegal dan sebagainya namun kenyataannya tidak ada pendaki yang turun lagi karena dia masih mempunyai Harapan di puncak nanti bisa melihat sunrise yang indah, jadi beratnya adalah berat sebuah kebahagiaan
Jati diri ada dalam diri kita tapi kita tidak sadar atau tidak tahu seperti Bu Septi ketika ditanya siapa Septi Septi bukan istri dari Pak Dodi Septi adalah perempuan yang lahir di Jawa dan semangat belajar tinggi. Ini menjadi karakter yang jelas. Lalu langkah apa untuk menuju karakter tersebut, jadi ada pengejawantahan.
Apakah betul parameter ketika kita ketemu diri kita itu adalah bahagia? Iya. Silakan pahami jati diri, lalu tempa, maka kita akan bahagia. Apakah kalau kita belum menemukan jati diri kita kita bisa membantu anak menemukan jati dirinya? bisa! karena proses ini akan beriringan.Nikmatilah prosesnya seperti kita mengupas bawang dan tidak berhenti untuk memahami di dalam inti jati dirinya dalam dunia pewayangan ini dipisahkan dalam melakukan Bima Sakti atau Dewa Ruci, Masuknya lewat telinga jadi banyak-banyaklah mendengar untuk memahami jati diri. Dan ketika orang tua telah mengupas kulit bawang satu persatu tadi maka starting point anaknya akan mengikuti pace orang tuanya. learning by teaching. Dan Istimewanya, di KPI 2025 ini adalah melibatkan keluarga. Sebelum mengajarkan kepada anak, kita belajar lebih dulu. Jadi tidak perlu menunggu Ibu menemukan jati diri, karena waktu anak tidak akan kembali.