Rabu, 13 Agustus 2025

Bubur DPR dan Kopi Teduh



Tidak jauh dari kantorku, ada sebuah tempat makan yang banyak dikunjungi orang. Sebagai akamsi alias anak kampung sini; awalnya aku nggak begitu kepo. Biasalah ya.. sudah tahu di sana ada warung kopi. Oh iya di sana ada warung bubur. Sesederhana itu. 

Namun beberapa waktu lalu, temen-teman di ruangan bersepakat untuk sarapan pagi di sana dalam rangka beramah tamah karena ada salah dua eh ada dua orang di antara kami yang akan dipindahkan ke bagian lain. Kamipun sepakat untuk jam 6.30 di lokasi. Karena jam 8.00 kami sudah harus di kantor dan melayani pelanggan.

Rupanya tempat ini memang benar-benar ramai. Kami datang sepagi itu antrian sudah mengular. Apa saja sih yang tersedia di sini?

1. Bubur DPR (Di bawah Pohon Rindang)

Buburnya itu tidak terlalu padat, tapi cenderung agak cair gitu. Kemudian toppingnya ada ayam dan jamur kuping dan keripik pangsit. Rasanya menurutku cukup enak sih. Mungkin kapan-kapan  bisa ke sini lagi dalam suasana yang lebih santai

2. Dimsum

Selain bubur, ternyata ada juga dimsum dengan pilihan aneka rasa. Ada dimsum ayam, dimsum udang, lumpia udang dan udang kulit tahu. 

3. Gorengan

Gorengan di waktu sarapan ini ada pisang goreng, tahu dan bala-bala. Pesannya tidak di counter melainkan di meja tersendiri. Gorengannya benar-benar fresh karena dimasak saat itu juga.

4. Kopi dan minuman lain

Untuk kopi dan minuman lain dari Cafe teduh dipesan di meja gorengan.


Untuk menu-menu di atas sudah tersedia sejak pagi. Karena bubur DPR ini buka dua sesi. Pagi jam 6-10 pagi, dan sore mulai jam empat sore hingga malam. 

Sedangkan menu reguler dari Kopi Teduh ada bermacam-macam juga.

1. Minuman : Kopi susu teduh ini sih yang paling aku suka. Ada juga minuman non kopi seperti matca dan juga teh sereh dsb.

2. Camilan : di sini ada cireng bumbu rujak, kentang goreng sosis, pisang lumer coklat, ubi cilembu brulee dan juga dimsum. Eh dimsum itu camilan apa makanan ya.. ya udah masuk camilan aja.

3. Makanan Utama : bakso, bakmi dan mie yamin. Ini sih yang paling banyak orang cari. Bakminya itu enak banget menurutku. Baksonya juga enak seger. Kerasa bumbunya tapi nggak terlalu berlemak kayak bakso Bandung pada umumnya.

Kalau kamu tertarik untuk mencoba jajan ke sini, tips aku sih datang jangan saat mendung. Paling enak saat hari cerah. Karena apa? Cafe ini nggak ada bangunan permanennya. Benar-benar hanya mengandalkan kerimbunan pepohonan. Ada sih semacam terpal gitu yang diikat dari pohon ke pohon, tapi kalau hujan tetap tampias.

Selamat mencoba 

Minggu, 03 Agustus 2025

Deklarasi Konferensi Perempuan Indonesia 2025

 

 
Kami perempuan Indonesia bersama keluarga kami yang berhimpun dalam semangat konferensi perempuan Indonesia 2025 menyatakan bahwa:
1 perempuan Indonesia adalah penjaga peradaban dan jati diri bangsa kami meyakini bahwa peran perempuan dalam sejarah bangsa bukan hanya sebagai pelengkap melainkan sebagai penggerak pendidik dan penopang di leluhur bangsa dari masa ke masa
2 Kami perempuan Indonesia bersama keluarga kami yang berhimpun dalam semangat konferensi perempuan Indonesia 2025 menyatakan bahwa : 
1.  perempuan Indonesia adalah penjaga peradaban dan jati diri bangsa kami meyakini bahwa peran perempuan dalam sejarah bangsa bukan hanya sebagai pelengkap melainkan sebagai penggerak pendidik dan penopang di luhur bangsa dari masa ke masa

2. keluarga adalah pusat pembentukan karakter bangsa kami percaya bahwa bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang sadar akan peran strategisnya dalam menanamkan nilai kejujuran gotong royong tanggung jawab dan cinta tanah air kepada generasi penerus.


3. Nilai nilai hulur gnabs luhur bangsa harus diwariskan dan dibumikan Kami berkomitmen untuk menjaga merawat dan meneruskan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi kekayaan bangsa sebagai bekal anak-anak kami menjadi agen perubahan di masa depan
4. perempuan dan keluarga adalah penjaga kearifan lokal yang memperkuat identitas nasional kami akan terus menghidupi budaya bahasa tradisi dan warisan leluhur sebagai bagian dari jati diri kami serta menularkannya kepada lengan sekitar dan generasi 
5. Kami hadir untuk bertindak dari lokal menuju Global karena siap bergerak dari rumah kami masing-masing untuk membawa nilai-nilai Luhur Indonesia ke dunia menjadi teladan dalam menjaga bumi membangun komunitas serta menjadi suara yang bermakna dalam tatanan global

Dengan semangat membangun kembali jati diri bangsa melalui peran perempuan dan keluarga kami perempuan Indonesia siap melanjutkan estafet peran sejarah menjadi suluh yang menerangi keluarga komunitas dan  untuk Indonesia yang lebih berkarakter berdaulat dan bermartabat. Salam perempuan Indonesia berdaya berkarya dan berdampak























Penutupan KPI 2025 Bersama Ibu Septi Peni dan Pak Dodik Mariyanto

 



Septi Peni Wulandari dan Dodik Maryanto adalah pasangan fenomenal yang begitu menginspirasi dalam membangun peradaban dari rumah untuk bangsa. Septi Peni dan Dodik Maryanto merupakan founder dan inisiator yang  membangun gerakan mulai dari rumah untuk dunia. Ibu Septi aktif dalam bidang pendidikan ibu dan anak,  penulis buku edukatif Jarimatika, Adapun Pak Dodik merupakan tokoh penting/inisiator di balik Ibu Profesional. 

Kali ini kita akan belajar dan mendengarkan paparan mengenai Konferensi yang baru kita lalui bersama ya beberapa waktu lalu, dengan tema peran perempuan mencari jati diri bangsa, ini menimbulkan berbagai macam pertanyaan. 

Menurut Pak Dodik, Indonesia adalah negara yang sangat luas dari Sabang sampai Merauke itu kira-kira panjangnya sama dengan Benua Eropa.  itu bergerak internasional banyak beberapa negara itu yang tidak mau bicara dengan Bahasa Inggris itu baru bergerak beberapa KM di Indonesia yang panjangnya hampir sama dengan Eropa itu kita dari Sabang sampai Merauke kita menggunakan bahasa yang satu ini bahasa Indonesia untuk semua orang paham tentang negara yang terdiri yang seperti itu luas ini itu terdiri dari berbagai suku bangsa yang berbeda budaya berbeda bahasa berbeda Yang berbeda budaya berbeda bahasa berbeda aneka macam gaya tetapi pada dasarnya Orang Indonesia itu rukun. Yang nggak rukun itu hanya sedikit tapi sering begitu bising, membuat kegaduhan dan membuat pekakk= telinga kita karena teriak-teriaknya kenceng lewat media lewat televisi surat kabar sekarang media sosial dan sebagainya terlalu tenang sampai akhirnya semua orang Indonesia kemampuan luar biasa tetapi tidak hanya kemudian menyerang dan memilih kegiatan ini lalu mewarnai contohnya berbeda

Islam di Indonesia berbeda dengan di tempat asalnya, demikian juga Hindu di Indonesia berbeda dengan Hindu di India. Karena Indonesia memiliki sebuah karakteristik unik. Kita perlu nguri-uri atau melestarikan budaya kita agar kita tidak hanyut. Karena sekarang banyak yang tidak sesuai diri kita, tapi dipaksakan. Kebenaran diukur dengan suara yang paling keras atau berita yang paling viral. Pentingnya memahami karakteristik atau jati diri bangsa Indonesia yang telah diabadikan pendiri bangsa dalam istilah Pancasila.
Beberapa karakter kuat Indonesia adalah rukun, kuat tirakat, tidak mudah terombang ambing kemewahan, humble,  

Permpuan adalah peletak pondasi, karena kita paling dekat dengan penerus bangsa ini mulai dari dalam kandungan, bagaimana kita sebagai perempuan mengajarkan nilai nilai jati diri bangsa .

Peran Ayah dalam hal ini, adalah bahwa seorang laki-laki ketika memilih seorang perempuan adalah keyakinan bahwa perempuan itu adalah perempuan yang hebat. Namun dalam dunia kita sering setelah berkeluarga perempuan sering sebagai penopang dalam keluarganya. Perempuan Indonesia pada dasarnya adalah hebat. Namun ada narasi yang berkembang bahwa perempuan yang berkarir itu bukan sesuatu yang aneh. Tetapi para permpuan jangan menghilangkan kehebatannya dalam banyak hal. Laki-laki cukup memberi ruang agar perempuan ini menunjukkan peran hebatnya. 

Harapan Pak Dodik dengan KPI ini perempuan berdiri merdeka atas dirinya. Ikatan pernikahan bukan ikatan, tetapi sesuatu yang memerdekakan. Jadikan setiap individu yang didalamnya menjadi insan merdeka. Cukup pernikahan, bukan ikatan pernikahan. 

Perempuan yang merdeka adalah perempuan yang memahami jatidirinya, nggak usah cari-cari yang lain, cintai apa yang telah kita miliki. Nanti 2027 KPI menjadi perempuan mandiri, dan 2029 bagaimana kita berdaulat penuh untuk menentukan pilihan atas diri kita, keluarga kita, dan bangsa kita.

Pak Dodik berpesan, agar kita semua menikmati proses jati diri, dan berdaulat atas diri sendiri menjadi insan yang merdeka kalau kita sudah menikmati prosesnya Pak Dodi optimis kita akan menapak / melangkah mencapai tujuan. 
Sedangkan Ibu Septi mengucapkan terima kasih atas panitia yang telah mengambil peran, setahun telah berproses setahun belajar banyak hal ini adalah hal menarik yang tidak mudah tetapi teman-teman dapat mengubahnya menjadi hal yang menyenangkan.
Terima kasih kepada para perajut makna yang menjadi garda terdepan Konferensi Perempuan Indonesia yang telah menjalankan peran dengan sangat indah
Spesial untuk teman-teman peserta konferensi perempuan Indonesia, orang yang percaya pertama kali ketika KPI ini digelar dan kepercayaan ini menjadi semangat untuk panitia dan perajut makna. KPI Ini hadir karena kepercayaan peserta.
Terima kasih kepada para pendukung karena kita akan bergandeng tangan dari tahun ke tahun.

Menjawab pertanyaan salah satu peserta, kenapa ketika kita membahas Jati diri bangsa ini terasa berat. Pak Dodik menyampaikan bahwa hal itu menjadi berat karena kita mencari-cari, kita mengejar, sedang yang dikejar seperti fatamorgana. Yang kita lakukan adalah  kita perlu belajar untuk duduk, dan melihat ke dalam melihat jagad kecil diri kita. Itu sudah ada dan diberikan kepada diri kita hadir dalam keseharian kita. 
Pertama istilah Ibu Profesional hadir, profesional maknanya bersungguh-sungguh dalam melakukan apapun. menjadi perempuan bersungguh-sungguh Hal terbaik apa yang dapat kita lakukan ketika menjadi seorang ibu hal terbaiknya apa yang perlu dilakukan seorang Ibu, lalu bersungguh-sungguh.  Ketika jadi Seorang Istri bayangkan hal terbaiknya apa Lalu lakukan yang bersungguh-sungguh. Kesungguhan itu yang menjadikan diri kita profesional
Ukuran kebahagiaannya apa? ya kebersungguh-sungguhan kita.  ketika kita bahagia dengan kesungguhan kita itu ya di situ ya kalau masih ada cita-cita yang lebih tinggi lagi berarti bersungguh-sungguh lagi. Ibaratnya seorang pendaki yang sedang mendaki gunung ketika di tengah perjalanan dia capek kaki pegal dan sebagainya namun kenyataannya tidak ada pendaki yang turun lagi karena dia masih mempunyai Harapan di puncak nanti bisa melihat sunrise yang indah, jadi beratnya adalah berat sebuah kebahagiaan

Jati diri ada dalam diri kita tapi kita tidak sadar atau tidak tahu seperti Bu Septi ketika ditanya siapa Septi Septi bukan istri dari Pak Dodi Septi adalah perempuan yang lahir di Jawa dan semangat belajar tinggi. Ini menjadi karakter yang jelas. Lalu langkah apa untuk menuju karakter tersebut, jadi ada pengejawantahan. 

Apakah betul parameter ketika kita ketemu diri kita itu adalah bahagia? Iya. Silakan pahami jati diri, lalu tempa, maka kita akan bahagia. Apakah kalau kita belum menemukan jati diri kita kita bisa membantu anak menemukan jati dirinya? bisa! karena proses ini akan beriringan.Nikmatilah prosesnya seperti kita mengupas bawang dan tidak berhenti untuk memahami di dalam inti jati dirinya dalam dunia pewayangan ini dipisahkan dalam melakukan Bima Sakti atau Dewa Ruci, Masuknya lewat telinga jadi banyak-banyaklah mendengar untuk memahami jati diri. Dan ketika  orang tua telah mengupas kulit bawang satu persatu tadi maka starting point anaknya akan mengikuti pace orang tuanya.  learning by teaching. Dan Istimewanya,  di KPI 2025 ini adalah melibatkan keluarga. Sebelum mengajarkan kepada anak, kita belajar lebih dulu. Jadi tidak perlu menunggu Ibu menemukan jati diri, karena waktu anak tidak akan kembali.


Jumat, 01 Agustus 2025

Mengenal Budaya dan Kearifan Lokal bersama Rahmi Sofia / Mimi Campervan

Dengan dipandu oleh Fajrina Andien sebagai perajut makna, sesi ini menghadirkan Rahmi Sofia atau lebih dikenal dengan julukan Mimi Campervan

Mulai perjalanan saat pandemi. tahun 2020 awalnya masuk ke Bali  kemudian ke Nusa Tenggara, Sumbawa Flores Flores sampai ujung juga masuk ke Sumba lanjut ke Timor Leste. Dari Timor Leste menyeberang masuk Maluku Barat Daya. Menjelajah maluku dengan membawa sepeda dan naik kapal jadi kapal perintis gitu. Lalu masuk ke Banda Naira, dari Banda Naira juga sempat ke Tual dari Tual balik lagi ke NTT yaitu ke pulau Alor naik kapal selama berhari-hari seperti teman-teman KPI yang mau naik kapal juga ya. Sampai di Alor explore lagi NTT ke Kupang lagi baru balik lagi ini baru kembali ke Jakarta Jadi waktu perjalanan hampir lebih 2 tahun di perjalanan.  


Cerita perjalanan tadi belum ke Indonesia seutuhnya baru Indonesia timur, bagian bawahnya juga Papua dan yang lainnya belum jadi kayaknya Indonesia sangat luas jadi Butuh waktu lebih lagi tadi bilang saya naikkan persen peralatan yang saya gunakan ini peralatannya nilai-nilai si rumahnya dan ini kalau sepeda Nah kalau sepeda itu ninggalin campervan. Kenapa demikian? Karena Kak Mimi telah melakukan perjalanan keliling Indonesia Timur dalam waktu kurang lebih 2 tahun bertemu dengan penduduk setempat dan berbagi banyak hal.
Mimi mean yang nggak kalau kapal nggak bisa bawa mobil kan naik sepeda Jadi kalau peralatannya kurang ada benda pakaian kompor bahkan saya bawa semuanya lah alat masak jadi kalau saya singgah di tempat tertentu seperti ini udah deh nanti naik sepeda kadang saya bukan sepenuhnya naik sepeda jadi ada kalanya juga kalau capek 


Saya udah bongkar tabungan aja juga selama bisa memenuhi kebutuhan saya ada listrik agar cepat tidur bisa masak udah gitu Jadi saya mau dia sendiri juga dibantu oleh tukang jadi ini bentuk itu kurang lebih 
Kita sebagai perempuan seperti gadis Minang kalau orang Minang itu kan biasa Merantau jadi tuh apa itu mendarah daging ke saya jadi saya udah nyampe Jakarta rasa keinginan untuk berpetualang untuk Merantau itu dan pengen tahu wilayah itu sangat tinggi jadi makanya saya coba Memangnya modal nekat diawal yang agak sulit tapi kalau nggak saya banyak keraguan banyak nggak keraguan hanya diri saja tapi orang-orang sekitar saya juga bukan saya saya buktiin aja nih nangis terus mungkin teman-teman yang ngikutin cerita ceritanya. 


Dalam perjalanannya, Kak Mimi  berkerja sama dalam peran penting sangat penting dalam pelestarian kearifan lokal sebagai jembatan yang apa ya yang memberikan identitas bangsa