Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Desember 2015

Tampil Cantik dengan Zoya Cosmetics

Beberapa waktu yang lalu, di dekat rumahku ada toko Zoya yang baru buka. Tokonya selalu ramai. Mungkin karena ada promo pembukaan toko baru. Nah nggak lama setelah itu, aku lihat ada spanduk Zoya Cosmetics dengan menampilkan wajah artis yang sudah familiar buatku.  Oh.. ternyata Zoya selain punya produk berupa pakaian muslimah, sekarang sudah punya produk baru berupa kosmetik. Aku penasaran dong... tapi belum sempat sempat juga mau mampir. Wong walaupun dekat rumah, aku lewat situ selalu Sabtu atau Minggu. Beda sama jalur ke kantorku.
Nah alhamdulillah, minggu lalu aku dapat kiriman cantik berupa kosmetik dari Zoya. Nggak sabar aku buka. Daaan.. isinya adalahh...... Oh... aku seneng banget udah lengkap giniii...

lengkap  banget yaa...

Setelah aku buka, isinya adalah satu set perlengkapan make up yang terdiri dari :
1. CC Cream Color Corector (20 ml)
Aku suka banget pake ini. Karena di wajahku udah ada bercak bercak coklat, meskipun tipis. Kalau kata orang Sunda, bercak ini disebut kokoloteun. Hihi tanda tanda penuaan kali ya... kan ada kata kata kolotnya.  Nah dengan aku pakai CC cream ini bercak itu jadi nggak terlalu kelihatan.  Aku suka CC cream Zoya ini, karena selain mengandung aqua base formula yang memberikan efek lembut, krim ini juga melindungi tidak mengandung paraben, jadi aman buat kulit kita.  Selain itu, aku juga suka kemasannya yang mirip disemprot kayak parfum gitu, jadi pas ngeluarinnya nggak akan kebanyakan. Top lah pokoknya.

2. Blotting Powder (5gr)
Bedak Zoya ini mengandung bahan alami berupa sari pati jagung dan beras, serta mineral clay powder yang dapan mengontrol kelenjar minyak di wajah. Ini bener bener cucok buat wajahku yang sering berminyak di daerah T. Dan setelah pakai bedak ini, wajahku terlihat lebih cerah, sampai temen temen di ruangan pada bilang, mbak Titiii...nah gitu dooong.... pakai tiap hari.. (hihi ... insya Allah ya.. soalnya aku ini masih merasa koboy jadi kadang suka nggak sabar dan nggak telaten untuk bermake up ria ). Tapi dengan krim Zoya dan blotting powder ini kayaknya praktis ya... nggak perlu waktu lama. Tapi udah ngaruh banget di penampakan muka. Pas banget dengan semboyan Zoya : Simply Beautiful


3. Ultramatte Lipstick (2.5 gr)
Aku sebenarnya lebih suka lipstik yang warna warna nude gitu.... Kalau di produk Zoya antara wild prune atau coral sugar. Tapi di kiriman kemarin itu aku dapatnya warna rose water.  Pas lihat kayak nggak pede mau makenya. Tapi nggak ada salahnya ya... dicobain.

Hal lain yang aku suka dari produk Zoya ini adalah kemasannya yang kecil kecil. Jadi buat yang malas dandan seperti aku ini nggak ada masalah juga ya.. soalnya kalau kecil kan cepat habis. Trus habis ini aku bakal ke Zoya buat beli make up remover, tentu saja. Trus juga cleansing milk sama facial toner buat membersihkan wajah.

Nah, mau lihat penampakan aku setelah pakai ketiga produk tsb ?
Tadaaa.........


apakah sudah nampak up-nya ? hihi



Sabtu, 21 April 2012

Perempuan dan Kerasnya Kehidupan

Potret pertama

Seorang ibu, menggendong bayinya dengan kain kumal seadanya.
Berjalan di sela sela kendaraan yang berhenti di perempatan lampu merah dekat stadion persib.
Menadahkan tangan, mengharap belas kasihan.

Dua tahun kemudian, bayi dalam gendongan itu sudah turun ke jalan. Menadahkan tangan. Memohon belas kasihan

Delapan tahun kemudian, bayi itu sudah tumbuh menjadi gadis cilik. Kali ini dia menggendong adiknya yang masih bayi. Memasang wajah memelas, menadahkan tangan, mengharap pemberian orang. Ketika lampu berubah hijau, wajahnya kembali ceria jamaknya wajah kanak kanak. Berlari kecil menuju teman-temannya sesama peminta minta. Sedang si Ibu kini duduk saja di bawah rindangnya pepohonan.

Potret kedua
Seorang Ibu, menggendong bayinya. Dalam selimut tebal di pagi yang dingin, kadang hujan. Melayani pembeli yang sekedar menginginkan kopi atau semangkuk indomi  untuk menghangatkan badan.

Seorang Ibu lain di sebelahnya, menimang bayi yang sedang belajar berdiri. Bermain dan bercanda menunjukkan wajah berseri.
Ibu dan anak itu bermain di tengah tumpukan sayur mayur yang akan di jual.
Itulah pemandangan yang ku lihat di pinggiran pasar Cicaheum, hampir setiap hari aku berangkat kerja.


Kedua kejadian tadi, kontras sekali. Ibu yang membawa anaknya meminta minta, bahkan dari bayi, ternyata secara tidak langsung mendidik anaknya menjadi peminta minta juga. Miris sekali. Melihat anak jalanan yang tumbuh dengan cara menadahkan tangan.

Kuberharap, para bayi yang diajak bekerja keras dari pagi, menyaksikan si Ibu bermandi peluh untuk mencari rejeki, akan tumbuh menjadi para pekerja keras juga.
Tak menyia nyiakan segala potensi yang Allah berikan. Tak menyia nyiakan berbagai peluang meski dalam kesempitan.
Karena Ibu, adalah madrasah pertama bagi anak anaknya. (meski kadang si Ibu tidak menyadarinya)

Jumat, 30 Maret 2012

Catatan Hati Suatu Pagi

Pernah di suatu chat aku ditanya teman, kemana aku akan pergi siang itu ? Aku menjawab iseng, mencari kebahagiaan ! (maksudku mau bersenang senang gitu..) Ternyata dia menanggapi serius, dan kemudian membalas chat-ku
"jangan membuat syarat terlalu tinggi untuk kebahagiaan, karena kebahagiaan itu adanya di hati, maka kuberharap semoga kita dapat berbahagia dalam kondisi apapun"
Yup, aku sepenuhnya setuju  dengan kata kata itu. Bahagia itu ada di hati, dan hati itu ada dalam diri kita. Maka sebenernya bahagia atau tidak, adalah tergantung bagaimana kita menyetel hati. Mau bahagia mode on atau sebaliknya.
Ada orang yang menyetel bahagia ketika dia mencapai sesuatu, ada orang yang bahagia saat dia menjalani proses.Kalau aku sih lebih seneng memilih yang kedua. Bahagia ketika proses demi proses dapat kita lewati. Karena hasil itu adalah mutlak keputusan-Nya. Lewat proses itulah kita dapat memadukan antara doa, ikhtiar dan tawakkal.  Memulai segala sesuatu dengan doa, kemudian berikhtiar untuk mencapainya, dan akhirnya menyerahkan kepada Allah SWT hasil apa gerangan yang akan dikaruniakanNya.
Toh apapun kondisinya, bagi seorang hamba, selalu baik kesudahannya. Bila yang dikaruniakanNya kebaikan maka itu akan membuat seorang hamba bersyukur. Sebaliknya, bila yang dikaruniakanNya ujian, cobaan, musibah dan sejenisnya, maka itu akan membuat seorang hamba bersabar. Syukur dan sabar, sama baiknya, sama dekatnya dengan Dia.
Jadi tidak ada alasan untuk tidak bahagia.
Aku bahagia dikarunia suami yang mencinta dengan caranya dan bertanggung jawab terhadap keluarga
Aku bahagia dikaruniai anak lima, dimudahkan saat hamil dan melahirkannya, dimudahkan dalam mendidik dan memelihara mereka, semoga menjadi anak yang sholeh dan shalihah sepanjang hayat
Aku bahagia mempunyai teman teman yang penuh perhatian, seiring sejalan dalam meraih kebaikan
Aku bahagia dengan segala pemberianNya dalam diriku, jasad yang sempurna, akal yang ada ada saja, dan selalu diberiNya jalan untuk menyelesaikan segala kesulitanku saat ini.
Aku bahagia bisa berbagi, meski tidak selalu dalam bentuk materi.
Aku bahagia dengan berbagai kesempatan yang Allah berikan dalam berbagai keadaan.
Aku bahagia dengan apa yang kujalani saat ini.
Terima kasih ya Allah, atas karunia yang bukan hanya Kau berikan, tetapi Kau curahkan selalu, meliputi diriku.
Semoga ini menjadikanku seorang hamba yang pandai bersyukur.
Amiin



"Tulisan ini sebagai Inspirasi untuk Catatan Hati 10 Maret 2012 - @yankmira #1 Giveaway"