Sekian tahun menekuni dunia jualan online dan branding pun lewat dunia si maya, online itu baru serupa judul saja. Mewakili tetapi belum sepenuhnya. Pada kenyataannya, transaksi saya tidak murni online. Dan tentu saja, pada saatnya nanti, di suatu tempat atau di suatu masa kita akan menemui kondisi yang menuntut untuk bersikap fleksibel. Karena belum semua kalangan, mudah untuk melek dunia bisnis online ini.
Ceritanya beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang ibu yang ingin sekali ikut program cicilan salah satu paket dari Sygma Daya Insani. Setelah saya jelaskan syarat dan ketentuannya, pada saat giliran transfer ibu tsb merasa keberatan.
"Saya nggak ngerti urusan bank, Ummi...., Saya juga nggak punya nomor rekening dan jarang keluar rumah. Udah saya nyicil sama Umi aja"
Setelah melihat antusiasme sang Ibu demi memiliki paket buku tsb, hati sayapun meleleh. Maka saya rela merogoh dompet untuk membuka dana talangan. Dan Ibu akan membayar cicilan secara tunai dengan cara saya ambil ke rumah beliau.
Singkat cerita bulan November akhir, si Ibu membayar uang muka. Sayapun segera menggenapi dan mentransfer ke kantor untuk pembelian paket buku dimaksud. Dan alhamdulillah, sore itu juga dapat berita dari kantor, buku sudah diterima.
Dan benar saja, sang Ibu pun SMS bukunya sudah sampai. (Iya,SMS. ibunya belum mengenal WA) dan sangat berterima kasih, serta tidak menyangka, sore itu juga bakal menerima paket buku secara lengkap, padahal baru membayar uang mukanya saja.
Nah karena kesibukanku, Desember kelewat nggak keburu mengambil cicilan. Baru Januari saya dapat silaturrahim. Ibu pun langsung membayar dua bulan untuk Des-Januari. Tak lupa pulangnya dibawain oleh-oleh khas Ciamis satu tas penuh.
Januari pun berlalu, tibalah Februari. Alhamdulillah saya dapat mengambil cicilan, Itupun udah jelang akhir bulan, maka kembali si Ibu membayar untuk dua bulan (Februari-Maret) dengan bonus satu tas roti bikinan sendiri.
Indahnya silaturrahim ya, menambah rezeki.
April bagaimana? Kejutan dong! Dari awal April sudah mengirim pesan whatsapp.. iya alhamdulillah Ibu udah WA-an,
"Ummi kapan ke rumah?"
"Ummi aku mau bayar cicilan"
Sampai pas hari yang dijanjikan, WA lagi,
"Ummi jadi ke sini kan?" seolah-olah ingin memastikan.
Ini sangat di luar kebiasaan, kan?
Biasanya yang memastikan ada di tempat atau tidak itu pihak yang akan menagih. Kalau ini malah terbalik. Mau ketemuan sama tukang tagih, kayak mau janjian sama orang kesayangan. LoL
Alhamdulillah hari itu saya mendarat cantik di ruang tamu sang Ibu. Nggak lupa membawa buah tangan sebagai praktek 'tahaddu tahabbu.'
Daaaaan....sayapun dapat kejutaaan.
Ternyata hari itu, Ibu melunasi semua sisa cicilan. Ini mah rejeki anak sholeh pisan yaa...Tapiiiiii..... dengarlah kata katanya :
"Alhamdulillah ya, buku Ibu udah lunas. Alhamdulillah anak-anak mau baca meskipun belum tamat. Tapi nanti Ummi jadinya nggak ke sini lagi dong" sambil menunjukkan raut kehilangan sesuatu.
"Alhamdulillah Bu... insya Allah anak anak seneng baca. Simpen aja bukunya di tempat yang mudah diambil sama anak-anak.
Kemudian, kita dampingi atau kita baca bersama juga bisa. gantian, anak sehalaman, ibu sehalaman.
Insya Allah saya akan main ke sini lagi kok...
Ya kalau pengen saya sering sering ke sini, Ibu ambil lagi paket lain ya....yang 24 Nabi dan Rasul, supaya lebih lengkap sumber rujukannya." Jawabku mengandung iklan, tentu...