Tampilkan postingan dengan label jalanbareng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalanbareng. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Oktober 2025

Destinasi Sekitar KM Nol Kota Yogyakarta



Pekan lalu aku kembali berkunjung ke kota Yogyakarta. Selain keperluan menjenguk F4 yang sedang kuliah di sana, aku juga menemani sahabatku yang mengikuti event Malioboro Run 2025. 

Yogyakarta itu mirip Bandung. Hampir setiap minggu ada aja gebrakannya. Muncul destinasi baru, muncul hal viral baru, dan yang lama pun perlu berbenah agar tidak ditenggelamkan oleh algoritma media sosial.

Ke Yogya kali ini aku menginap agak ke pinggir. Tidak mendekati Malioboro tapi ya masih bisa keliling-keliling mengunjungi tempat yang selama ini belum pernah aku kunjungi.

Di seputar titik nol kilometer ini kondisinya sudah berbeda dengan tahun lalu aku ke sini. Penasaran kan ada perubahan apa saja? Yuk kita lihat.

1. Museum Benteng Vredeburg

Bangunan museum ini menurutku masih sangat bagus dan terawat, bersih dan aku senang suasana tidak terlalu ramai. Jadi masih dapat menikmati diorama-dioramanya. Hebat sih menurutku pemeliharaannya. Fasilitas di sini juga lengkap, ada mushola, toilet, dan tempat wudhu. Memang untuk muslimah tempat wudhunya kurang friendly karena tidak tertutup.
Kalau ke sini enaknya agak sore atau malam supaya tidak terlalu panas. Selain itu sekarang kalau malam juga ada pertunjukan air mancur menari yang warna warni

Benten Vredeburg siang hari dan malam hari


2. Foto-foto di titik nol kilometer

Dua tahun lalu aku ke sini masih ada tulisan nol kilometer di sudut jalan antara Jalan KH Ahmad Dahlan dengan Jalan Malioboro. Namun kemarin ke sana sudah tidak ada lagi. Malahan ada tulisan baru di sudut dekan Benteng Vredeburg, di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 ada tulisan Jogja Kota Batik
Untuk bisa foto di sini dengan latar yang bersih agak perjuangan ya, harus pintar-pintar menangkap momen atau mengedit gambar. (lol)

Foto-foto di Titik Nol km

3. Menonton film bisu di Bioskop Sonobudoyo

Aku baru sadar kalau di sini ada bioskop ketika kemarin jalan pelan-pelan di sekitar titik nol kilometer ini. Kupikir tadinya ini bagian dari kafe di sebelahnya. Ternyata bagian dari museum. Di sini diputar beberapa film bersejarah terkait Museum Sonobudoyo. Untuk jadwal penayangannya ada di pukul 16.00, 17.00, 19.00 dan 20.00 WIB. Harga tiketnya Rp. 5.000 per orang

Kebetulan waktu itu aku menonton film sejarah museum, berjudul Sanaboedaja 1935. Filmnya hitam putih dan tanpa suara, berlangsung sekitar 30 menit termasuk iklan. Aku bersyukur nonton ini dulu sebelum masuk museum, sehingga ketika masuk museum terbayang sejarahnya seperti yang diceritakan di film ini.


Bioskop Sonobudoyo

4. Cafe Titik Nol dan Solaria

Nah kalau sudah kehausan atau kelaparan keliling-keliling, kalian bisa mampir ngopi-ngopi cantik di sini. Cafe Titik Nol ini di sebelah bioskop Sonobudoyo. Sedangkan Solaria ini masih agak baru, letaknya di seberang Cafe Titik Nol, di gedung Pos. Setelah makan dan minum, kita lanjut lagi ya
perjalanan keliling titik nol ini.

Cafe titik nol kilometer

5. Foto-foto di depan Museum Sonobudoyo

Sebenarnya di trotoar sini banyak spot foto ya, hampir setiap sudutnya bisa jadi sarana foto cantik. Berikut beberapa di antaranya. Yaitu di patung bola dunia bertuliskan Museum Sonobudoyo dan foto di depan patung raksasa di tembok museum.

Foto di depan Museum Sonobudoyo

6. Museum Sonobudoyo

Masuk ke museumnya dari jalan di seberang Alun-alun Utara. Tiket per orang Rp. 10.000. Jujur aku tidak menyangka kalau Museum Sonobudoyo sebesar ini. Pertama kita masuk gedung yang di depan. Isinya seputar gamelan dan aneka jenis wayang. Bahkan ada pertunjukan tiruan wayang kulit. Di gedung ini juga ada berbagai jenis senjata dan ukir-ukiran. Setelah berkeliling, kupikir udah selesai, ternyata di belakang gedung ini ada lagi gedung museum setinggi lima lantai. Gedung kedua ini sekilas penataan lebih modern, dibantu dengan pencahayaan sehingga menambah artistik karya yang dipamerkan.
Namun sayang, aku yang habis muter-muter di titik nol, udah nggak kuat naik dan menyerah di lantai 2.
Berikut ada beberapa foto yang kuambil di Museum Sonobudoyo

Spot foto di dalam Museum Sonobudoyo

7. Jogja Gallery

Lokasinya masih seputar Museum Sonobudoyo. Cuman, kalau museum di sisi kanan, maka Jogja Galery ada di sisi kiri kalau kita menghadap Alun-Alun Utara. 
Di sini ada pameran hampir rutin, mungkin dapat di cek di akun media sosial Jogja Gallery. Untuk masuknya beda-beda sesuai yang mengadakan acara saat itu. Kebetulan waktu aku datang lagi ada pameran lukisan, dengan tiket masuk aku lupa antar 10rb atau 20rb pokoknya nggak terlalu mahal.
Ke sini kayak ngadem. Menikmati hasil karya istimewa tanpa hiruk pikuk. Merenung dan mencoba menyelami apa yang dimaksud oleh pembuat karya seni.


Nah itu yang aku kunjungi di sekitar titik Nol kilometer Yogyakarta, kalau kamu ke mana saja?



Senin, 06 Oktober 2025

Kesanku Menginap di Omah Manis Tamansiswa

Ke Yogya, berkali-kali pun rasanya tidak cukup untuk mengulik segala penjuru kotanya. Menginap selalu pindah tempat. Berkunjung selalu ke tempat baru. Kali ini aku akan berbagi cerita tentang kesan-kesanku menginap di Omah Manis Tamansiswa



Alamat :

Jl. Taman Siswa No.1281A, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, 

Daerah Istimewa Yogyakarta 55151

No Telepon : 08112643747


Aku pesan melalui aplikasi Traveloka. Soalnya setelah aku bandingkan dengan aplikasi sejenis, di sini harganya yang paling ekonomis.

Kelebihan Omah Manis Tamansiswa

1. Lokasi

Menurutku lokasi ini mudah dijangkau. Nggak di tengah kota banget jadi suasana lebih tenang, nggak hiruk pikuk. Masuk hotel rasanya adem. Ada masjid depan hotel, lihat anak-anak berlarian ke masjid dan ibu-ibu pengajian habis maghrib. Sampai anakku bilang itu Umi ikut aja pengajian ke masjid. Lol

2. Stafnya ramah-ramah dan sigap

Di lobby kami disambut dengan senyuman, kemudian tanda pengenal kami dicopy dan menitipkan deposit Rp. 50.000/kamar. Kemudian kami ditunjukkan kamar tempat menginap. Pas besoknya minta tolong kamar dibersihkan, pulang jalan-jalan kami mendapati kamar sudah rapi dan wangi. 

3. Kamarnya oke banget

Aku menginap di type deluxe dengan tempat tidur queen. Cahaya masuk ke kamar dengan leluasa. Ada lemari pakaian lengkap dengan hanger, ada meja setrika dan brankas juga ada. Setrika dan hair dryer dapat dipinjam ke resepsionis. Yang aku suka juga di kamar ada semacam mini kitchen set gitu. Ada kulkas,  piring dan gelas, mangkok, sendok, alat cuci piring dan tentu saja teko pemanas beserta printilannya. Namun yang jadi perhatianku adalah, nggak ada botol air mineral di kamar. Jadi air putih ditempatkan di teko kaca, kalau habis bisa isi ulang di dapur setiap lantai. 

4. Tersedia dapur di tiap lantai

Di dapur ini ada alat masak yang boleh dipakai, asal dibersihkan kembali. Kemudian tempat cuci piring, microwave dan juga air galon untuk mengisi ulang teko yang di kamar. Di sini juga ada alat makan yang boleh dipergunakan, asalkan setelahnya dikembalikan dalam keadaan bersih.

5. Ada kolam renang dan tempat gym



Meski tempatnya di dalam gang, Omah Manis Tamansiswa ini lengkap juga lho fasilitasnya. Ada kolam renang dengan ukuran lumayan dan ada juga tempat gym. Kalau pagi, tamu-tamu sarapan bersama di sekitar kolam renang. 

6. Tersedia Sarapan



Di aplikasi nggak ada pilihan tanpa sarapan. Tapi nggak nyesel juga sih sarapan di hotel. Ada camilan dua macam kue satu manis satu asin, terus sego kucing, mie goreng, sayur tumis, mendoan (dua hari mendoan ada terus), sama lauk (hari pertama tahu telur, hari kedua ayam sayur), buah juga selalu ada, minuman teh dan kopi, jus serta infused water. Oh iya buat anak-anak juga ada sereal + susu, sama roti. Pas hari pertama malah ada bubur sumsum. Lebih dari cukup menurutku sih..

7. Dekat pusat oleh-oleh Yogya

Jadi ceritanya aku kemaren ke Yogya nggak mampir ke Malioboro. Jadi beli oleh-olehnya ya sekitar penginapan aja. Ternyata keluar gang udah ada Yudhistira (grosir batik), Pusat Oleh-oleh Jiwa Jogja, Cafe Chouvee, J-House, Bolosego, dsb


Minggu, 01 Desember 2024

Wisuda!

Foto bersama di depan Graha Sanusi

Seperti pernah aku ceritakan sebelumnya ketika aku menulis tentang watermelon cake, pekan kemarin itu saatnya F2 wisuda. Setelah F2 melalui masa perjuangan yang panjang semasa kuliah. Hampir 7 tahun, Sis. Hati seorang ibu juga udah kembang kempis kayak balon kurang angin.
 
Awalnya jujur aku agak kurang yakin soal keikutsertaan di wisuda sesi ini. Karena, tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa yang sudah lulus sidang perlu menyelesaikan revisi skripsi dulu sebelum mendaftar wisuda. Alias, kalau belum revisi belum boleh wisuda. Sementara F2 kemarin minta waktu lagi untuk revisi skripsinya, karena dia lagi fokus menyiapkan diri ikut seleksi CPNS. 
Qodarullah.. Masya Allah tabarakallah.. Alhamdulillah wisuda tahun ini tidak ada persyaratan seperti di atas. Artinya semua yang sudah lulus sidang boleh mendaftar wisuda. Syukurlah… 

Setelah jadwal wisuda keluar, F2 ternyata kebagian di hari kedua, sesi siang. Wisuda Unpad berlangsung selama 4 hari, dari Senin sampai Kamis. Setiap harinya ada dua sesi. Sesi pagi di mulai pukul 9.00 selesai pukul 11.00 WIB (di Jadwalnya yaa..) sedangkan sesi siang dimulai pukul 14.00 hingga pukul 16.00 WIB. 


Untuk ikut wisuda ini konon tidak bayar sepeserpun. Mahasiswa diminta membayar Rp. 750.000 katanya itu uang deposit. Semacam jaminan gitu buat toganya. Jadi kalau nanti toga dikembalikan, uang juga akan kembali utuh. Katanya.. 


Kok jaminan toga semahal itu.. Iya karena toga unpad saat ini keren banget. Udah macam jubah Harry Potter. Ada yang hijau tosca, ada yang orange, ada juga yang merah. F2 dan teman-temannya kebagian toga warna merah. 


Karena udah tahu dapat jadwal siang , aku agak dag dig dug juga.. Soalnya Bandung di siang hari hampir selalu hujan. Jadi aku mikir outfit seperti apa ya..yang cocok di segala suasana. 

Pilihanku dan suami adalah batik. Mau pakai jas takut panas. Aku pun mengikuti pakai batik dengan warna senada. 


Batik yang kami kenakan berbahan katun dan tidak terlalu tebal. Kenapa katun? Agar kalau kehujanan cepat kering, tapi kalau kepanasan tidak terlalu hareudang. Warna dasar hitam, harapan nya supaya ketika terciprat genangan air pun, nggak akan keliatan banget kotornya. 

Sempat kepikiran mau bawa pakaian ganti, tapi mikir lagi nanti aku perlu tas sebesar apa ya

Tas aku pakai punya F3, alhamdulillah masuk segala rupa. Tapi nggak juga baju ganti. Kan aku bawa  jas hujan dan tas belanja. 

Sedangkan sepatu aku juga pakai yang punya F3 karena ukuran kaki kita sama. 


Ngebayangin suasana unpad pas wisuda, nggak ada wisuda aja sering macet karena ramai. Apalagi ketambahan wisuda. 

Bandung kalau hujan tahu sendiri kan, bisa tiba-tiba banjir di mana-mana.


Akhirnya jam 12 lebih kami baru berangkat dari rumah dengan naik ojek daring. Karena pendamping harus mendaftar dulu maksimal 30 menit sebelumnya.  Sedangkan wisudawan malah boleh hadir maksimal jam 14 lebih 15 menit. 


F2 rencana mau berangkat naik motor, eh dapat telpon dari temannya kalau di Dipati Ukur hujan. Akhirnya dia naik ojek mobil juga.  Pas banget jam dua kurang 5 menit dia sampai. Katanya hujan dan banjir. Jadi nggak bisa turun mobil terus jalan kaki. 


Alhamdulillah wisudanya berjalan lancar.. Semoga ke depan juga lancar jalan rezekinya. Aamiin.

Ya mungkin sedikit tips aja kalau mendampingi anak wisuda, sebisa mungkin berangkat dan pulang sama sama, karena biasanya wisudawan menerima banyak bingkisan. Nah kita sebagai pendamping bisa bantu bawa. Gitu kaaan..


Selamat ya Nak, baarakallaah.


Minggu, 27 Oktober 2024

Bakmi Bersahadja 77



Akhir pekan lalu  aku ada kesempatan berkunjung ke Yogya. Orang bilang selalu ada yang baru di Yogya. Mirip-mirip Bandung lah.. jadi memang nggak akan pernah bosen pergi ke Yogya.

Berbekal postingan viral di instagram, dan sudah bingung mau coba apa, dengan sepenuh niat aku putuskan mencoba salah satu wisata kuliner yang direkomendasikan, Bakmi Bersahadja 77. Kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari penginapanku.

Dengan memesan aplikasi angkutan daring, akupun menuju ke sana. Perjalanan yang berawal dari belakang kampus UGM ke lokasi  ternyata lumayan berliku. Jalannya kecil dan belak belok. 

Sampai di tempat, aku agak kaget juga. Ternyata Bakmi Bersahadja tempatnya benar-benar bersahaja dan berada di tengah pemukiman. Dekorasi didominasi warna putih dan merah, terlihat sekali identitas bahwa ini adalah restoran Chinesse Food. 

Alamat 

Bakmie Bersahadja 77
Jl. Petung No.9a, Papringan, Caturtunggal, Depok, Yogyakarta
Apa saja yang ada di sana?

Menu 

Menu Utamanya adalah bakmi. Adapun variannya ada bermacam-macam:
  • Bakmie polos
  • Bakmie jamur
  • Bakmie ayam cincang
  • Bakmie ayam rebus
  • Bakmie szechuan 
  • Bakmie szechuan pedas manis
  • Bakmie kuah creamy
Dari berbagai varian di atas, harganya juga bervariasi. Yang paling ekonomis tentu saja bakmie polos di angka Rp. 11.000,- sedangkan paling sultan adalah bakmie creamy seharga Rp 25.000.

Oh iya di sini kita diberikan pilihan, mau mie keriting atau mie karet. Mie karet itu mie yang pipih maksudnya. Kalau mie keriting pasti kalian sudah familiar.  Pilihanku jatuh pada  bakmie jamur, yaitu bakmie dengan taburan jamur tiram yang penampakannya sangat menggoda. Konon bumbunya adalah saus tiram dan bawang putih. 

Benar saja, rasanya sangat nagih. Andai perutnya cukup pasti nambah barang setengah porsi.
Kalian sudah mengenal bumbu charsiu? Charsiu adalah resep marinasi/rebus ayam dengan salah satu bumbunya  adalah beras angkak. Semacam diungkep gitu. Jadi setelah ayam dimasak nanti warnanya jadi merah. Nah ayam charsiu ini kita bisa pilih antara digoreng atau dibakar/panggang.

Beda lagi dengan ayam szechuan, meski sama sama merah,  merahnya szechuan berasal dari cabe. Di sini juga banyak rempah yang dipergunakan sebagai bumbu,  seperti .. Cabe kering, cabe giling, jahe, lada hitam, dll

Selain menu utama bakmie, ada juga menu sampingannya yaitu : 
  • Cah pokcoy
  • Bakso goreng
  • Pangsit goreng
  • Swekiau chili oil
  • Swekiau kuah
Di sini aku memilih swiewkiau chilli oil. Rasanya mantap gak bikin nyesel. Sayangnya aku cuman berdua, jadi nggak bisa mencoba aneka hidangan. Perut keburu penuh..Padahal mumpung harganya juga sangat bersahaja.  Hidangan termahal  harganya Rp. 20.000. Sedangkan yang paling murah adalah cah pakcoy seharga Rp. 12.000

Untuk menu minumannya simpel-simpel. Sangat simpel bahkan. Cuman ada teh tawar, teh manis, lemon tea,  dan jeruk manis. Air mineral mah nggak usah dihitung ya. kan menyediakannya juga hampir tanpa effort. Semua dapat dihidangkan dingin/panas. Harga minuman kisaran Rp. 3.500- Rp 8.000 saja.

Suasana

Aku datang dan makan di tempat pada sore hari. Suasana sudah agak adem. Kebetulan resto juga tidak terlalu ramai. 
Catatanku tentang suasana :
Meja kecil-kecil. Hanya muat untuk berduaan. Buat pasangan mungkin asyik, buat rombongan jadi berdesakan
Pemilihan lagu ketika aku di sana kayak kurang pas. Biasanya lagu cafe itu slow dan bikin betah. Di sini agak-agak jedag jedug. jadi bikin agak  gimana ..gitu 
Overall oke lah. 8/10. Cuman kalau ditanya bakal balik lagi nggak, kayaknya enggak deh. Soalnya terlalu sayang untuk melewatkan tempat-tempat baru di Yogya. Kalau makan bakmie doang di Bandung juga bisa. Make sense kaan?

Rabu, 14 Februari 2024

3 Rekomendasi Gudeg di Wilayah Arcamanik

 Bagi penggemar gudeg, tentunya satu warung dengan warung lainnya memiliki kekhasan tersendiri. Ini menimbulkan rasa ingin mencicipi makanan di berbagai warung tadi. Lain koki lain masakan, mungkin itu padanan yang pas. Meski sama-sama gudeg, masing-masing memiliki kekhususan


1. Gudeg 288

Lokasinya di Jl AH Nasution, di halaman minimarket 288 kel. Cisaranten Bina Harapan, Kec Arcamanik.  

Warung ini sudah ada di sini mungkin sejak 90an. Tokonya sudah berkembang sangat pesat. Yang tadinya hanya berupa gerobak saja, kini sudah menjadi toko/warung yang lebih permanen.

Yang paling aku suka dari warung ini adalah menu gudegnya tentu saja, sama perpaduan sayur tahu putih dan  telur pindang. Selain itu mendoan di sini juga enak. 

Bisa dipesan melalui aplikasi ojek daring, bisa juga dine in di warungnya. 


2. Gudeg Ceker Seturan SR

Alamatnya adalah di Jalan Arcamanik no. 93C, Cisaranten Endah, Arcamanik Bandung.  

Kalau yang udah sering makan gudeg di Yogya, apalagi gudeg Seturan, ke sini tuh asli ngobatin banget kerinduan makanan Yogya.

Penataan masakannya persis banget kayak lagi makan di Yogya. Gudeg keringnya, krecek, ayamnya juga ayam kampung, dan sesuai namanya.. gudeg cekernya sungguh menggoda.

Udah gitu didukung suasana di tempat makannya juga, meja kursi dari kayu dengan suasana jadul. Di salah satu sisi dindingnya terpampang foto ownernya yang cantik dengan riasan sanggul ala Jawa. Jadi ceritanya dulu memang bisnis gudeg ini di Yogya, terus karena sesuatu dan lain hal, pulang ke Bandung. Akhirnya buka di Bandung deh.

Oh iya, di lokasi ini juga ada bakmi jawa, terus ada es kuwut yang rasanya seger banget.


3. Gudeg Jogja Monggo Mampir Mas Alan

Alamatnya di jalan Sukarno Hatta / by pass no. 763, Cisaranten Endah, Arcamanik . Nyarinya juga gampang. Patokannya kalau dari arah Kiara Condong menuju Cibiru, di sisi kiri jalan setelah jembatan kali Lio, sebelum Kantor Pelayanan BPKB Polda Jabar. Ada spanduk besar sebagai penunjuk arah.

Makanan di sini enak-enak. Sayur tahunya lekoh banget kuahnya. Harga juga sangat terjangkau. 

Mulai buka jam 7 pagi, tutup sehabisnya, katanya..

Kalau mau makan di sini, tempatnya juga lumayan luas. Sedangkan parkir, kalau motor leluasalah, nah kalau mobil mungkin agak repot. Sepertinya bisa masuk ke halaman bengkel yang lokasinya di situ juga.


Nah teman teman, itu ya.. rekomendasi gudeg di wilayah arcamanik yang sudah pernah aku coba. Mungkin masih ada lagi, kalian bisa menambahkan di komentar ya..

Sabtu, 27 Mei 2023

Menyepi di Tengah Keramaian

Sebenernya ini mungkin kesalahanku ya, sering under-estimate sama tempat-tempat baru yang cuma aku lihat dari luar, tanpa lebih dulu memasukinya. Seperti the Warung Kopi by Morning Glory cabang Ubertos ini. Kirain tempatnya ya cuma se-uprit yang ada di luar saja, tetapi ternyata di dalamnya lumayan luas.

Begitu kita sampai di depan warung, disambut dengan X-banner yang memuat menu yang ada di kafe ini. Tepatnya di area yang terbuka / di bagian teras. Di sini ada beberapa pasang meja kursi. Kalau hari libur, terkadang terlihat beberapa pesepeda sedang istirahat.  

Kemudian begitu membuka pintu, tepat di depan kita adalah meja kasir. Kemudian kita akan mendapat buku menu dan lembaran pesanan. Di ruangan dalam ini ada beberapa type meja-kursi. Ada sofa panjang (di sisi kiri) dengan 3 meja. Kemudian ada sofa yang dapat memuat hingga 6 orang, ada juga meja kursi normal, dan juga meja kursi tinggi. Jadi ternyata ruangan yang dari luar terlihat kecil ini, di dalamnya ternyata lumayan luas. 

Mengamati buku menu, jujur aku surprise, nggak nyangka menunya bakal sebanyak itu. Baik menu makanan beratnya, kudapan, maupun minumannya. Ada juga menu yang kids friendly. Tinggal dipilih pilih aja. Kalau untuk makan beratnya ada pilihan nasi ada juga yang non nasi. Harganya sendiri menurutku nggak terlalu mahal, masih wajar terkendali lah... karena tempatnya juga enak, dan orang bakal maklum juga ketika disebutkan nama "Morning Glory". 


Karena aku dan anakku waktu itu ke sana udah lewat jam makan, maka aku mencari menu cemilan yang bisa dihabiskan berdua. Aku pilih makanan yang umum banget yaitu sosis dan kentang goreng. sedangkan untuk minumannya, aku pilih minuman hangat, anakku pilih minuman dingin. Maka segelas hot chocolate dan Korean stroberry Milk kemudian mendarat di meja kami. 

Ketika aku tawari untuk mencicip minumanku, anakku enggak mau. karena dia emang bukan penyuka cokklat. Sedangkan aku pemakan segala. Padahal minuman stroberi dia begitu menggoda. Dengan tampilan berlapis merah dan putih, membuat kita yang melihat ingin segera mencicipi bagaimana rasanya.

Tak lama kemudian pesanan kudapan kami pun keluar,  kentang dan sosis. Spesial untuk kentangnya, kerasa banget gurih dan freshnya.  Sosisnya juga enak, sambil makan sambil menebak-nebak, sosis merk apa nih yang dipakai di sini. hehe

Sementara kami makan dan minum, di meja depanku datang satu rombongan yang terdiri dari satu nenek, satu ibu dan dua anak laki-laki. Mereka sepertinya baru selesai belanja. Ternyata ada pintu dong yang tersambung ke Ubertos. Oh jadi giini, bisa masuk dari dalam mall.  Wah enak banget ya .. jajan di sini setelah belanja atapun sore menjelang ashar duduk duduk di sini. Oke, mungkin lain kali aku bakal ke sini lagi full tim. Karena tempatnya enak banget dan nggak terlalu jauh jaraknya dari rumah 

Kamis, 25 Mei 2023

Tour de Ubertos (Ujungberung Town Square)

Ubertos atau Ujungberung Town Square adalah nama pengganti dari Bandung Timur Plaza.  Buat orang Bandung Timur, BTP tentu bukan hal baru. Apalagi saat pembangunannya dibarengi dengan pembangunan Komplek perumahan Bandung Timur Regency (BTR). Baik BTR maupun BTP menjadi sesuatu yang menarik perhatian. Namun sayang sekali, saat itu BTP tidak atau belum kali ya, belum terlalu ramai. Orang lebih memilih jalan ke arah kota daripada ke BTP. 

Kira-kira 4-5 tahun yang lalu, aku baru sadar kalau BTP sudah berganti nama menjadi Ubertos. Saat itu aku abadikan dan langsung kuunggah ke ulasan Google. Kemudian diiringi dengan munculnya toko-toko baru yang menurutku masih agak mahal untuk masyarakat Bandung Timur pada umumnya.   Tapi disitulah sedikit demi sedikit justru Ubertos mulai dilirik untuk menjadi salah satu destinasi belanja. Sekarang bisa dibilang udah lengkap banget deh, ada Matahari, Superindo, Ace hardware, Optik Melawai, Samsung, Toko Roti Breadtalk yang belakangan berubah jadi Mako, bahkan terakhir ada I-Box walaupun belum berupa toko permanen.

Untuk area parkir di sini juga sangat luas. Semua parkir di halaman luar, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Malah menurutku enak sekarang, bisa parkir di area pintu barat, jadi kita dapat menyesuaikan dengan tujuan kita yang kadang enggak akan masuk mall terlalu jauh. Misal cuma beli minuman atau makanan aja. 

Aku mau ceritain suasana Ubertos terkini ya.. Ubertos terdiri dari 3 lantai. Enggak tahu lah kalau sebutan mereka berbeda. Lantai pertama ditempati oleh Matahari Departemen Store, kemudian ada arena bermain, arena trampolin, Superindo, optik, dan Samsung. Oh iya yang lumayan permanen ada Cha Time, Kopi Kenangan dan Breadtalk, serta The Warung Kopi by Morning Glory dan KFC.  Di lantai ini juga ada Guardian, Mr DIY dan juga area bazaar. Area bazar ini berubah ubah seperti tematik gitu. Mengikuti kalender event kali ya... Nah kalau JCo menempati gedung paling depan. 



Kemudian kalau kita naik eskalator ke lantai dua, kita akan ketemu dengan Acehardware, di depan tangga banget.  Sebenarnya lantai dua juga ada Matahari Dept. Store, Rechees (bisa masuk dari tangga eskalator dekat Jco). 

Di sini eskalator masih searah ya, semuanya naik. Nah di lantai paling atas barulah terlihat ada area bioskop Cinema XXI. Kalau nggak salah ada 6 studio. Ukuran studio standar XXI. Toko popcorn ada, toilet bersih, karpet juga OK. Nah setelah kita keluar dari area bioskop, untuk turunnya diarahkan ke arah kanan. Di samping bioskop ada area panggung terbuka, sering dipakai anak-anak sekolah sekitar untuk lomba-lombab. Pernah juga dari komunitas tari kulihat bikin event di situ.  

Selain itu ada juga area bermain anak-anak seperti sewa bombomcar dan skuter, area mandi bola, area salju, dan toko mainan. Di lantai ini juga ada tempat makan dengan menu ayam goreng dan steak. Oh iya, mushola juga di sini. Musholanya cukup nyaman.  Dari area bermain ini kita diarahkan untuk menyusuri lorong foodcourt. Banyak pilihan makanannya. dan dekorasinya pun berubah-ubah tema. Yang terbaru bertema beach. Di area makan,  lantainya ada pasir  kayak di laut gitu.. Ada yang baru di sini yaitu gelato. Bisa dicoba. 

Kemudian setelah itu kita turun dan ketemu Rechees yang kuceritakan tadi. Di sekitar situ ada tempat photo box, orang jual lukisan, dan cuci sepatu. Lalu aku sekilas juga pernah melihat di dekat tangga turun ada petunjuk kalau di gedung Ubertos ini ternyata ada lapangan yang disewakan.   Dari sini ada dua pilihan turun, mau lewat eskalator langsung keluar di belakang JCo, atau  memasuki lorong lagi yang kiri kanannya banyak toko semacam UMKM gitu, nanti lorongnya berakhir di Matahari, (wah..jauh juga ya dari bumi sampai matahari haha) 

Itu sekilas jalan jalan di Ubertos ya.. mungkin nanti aku akan bahas satu atau beberapa tempat dengan lebih rinci lagi. Daah..


Jumat, 16 Oktober 2015

Nongkrong Tjantik di Tong Tji House BEC 2


Apa kabar Teman ?
Udah hari Jumat aja  ya... Mau cerita salah satu tempat nongkrong di dekat kantor niih... ntar bisa ke sini bersama keluarga di akhir pekan.

Subhanallaah, suka dukanya berkantor di pusat kota dan dekat pusat perbelanjaan adalah banyaknya godaan, terutama buat dompet pe-en-es macam aku ini ya, yang gajiannya sebulan sekali tapi godaannya itu setiap  hari, sepanjang bulan hahaha 
Gimana enggak, di kanan kiri depan belakang seperti dikepung tempat- tempat yang banyak dicari orang. Sampai sampai pas jalan sama mba Fathim hari Minggu kemaren, dia keceplosan.
"Ummi, aku nggak senenglah, kalau kantorku di tempat Ummi gini."
"Lha kenapa ?" tanyaku. "Bukannya enak, ke  mana mana dekat?"
"Ya kali ke mana mana dekat. Tapi kaaan, duit aku bakal habis sebelum tanggal gajian..."
Hahahaha langsung aku ngakak. (dalam hati : kamu kira Ummi enggak ?)

Kembali ke laptop!
Salah satu godaan yang paling gress adalah dengan dibukanya Istana Bandung Electronic Center yang baru, atau kami lebih suka menyebutnya BEC 2. Klo BEC  1 itu hampir semuanya berisi toko elektronik dan pernak perniknya, BEC 2 ini seperti tempat hiburan dan tempat melepas lelah setelah capek keliling-keliling di BEC 1, baik milih laptop, komputer, kamera, hape dll atau bete nunggu instalan selesai :D
Apa sih isi BEC 2 ? 
Ada blitz megaplex (belum pernah ke sono), ada Lottemart, ada tempat nge-game, ada KFC, hokben, J-Co, Roti Boy, Chatime, Breadlife, Sukigao, Shusi Bar (belum pernah), crepes yang segede gaban(belum nyobain), yosinoya (belum ada yang ngajakin ke sono), Killiney, dan masih banyak lagi,  sampai warkop mihil macam Excelso juga ada. Saking banyaknya pilihan, aku sampai membuat semacam peraturan buat diriku sendiri :
"Nggak boleh makan di tempat yang sama, kalau terpaksa makan di tempat yang sama, pilihlah menu baru yang belum pernah dicoba" :D

Naaaah, dari sekian banyak yang aku sebutkan itu, ternyata ada satu tempat yang tak kuasa kutolak setiap kali ada yang ngajak ke sana. Yaitu Tong Tji Tea House.
Tempatnya luas, mau bawa rombongan juga muatlaah... selain itu juga enak, enak menurutku itu nggak terlalu penuh, nggak banyak orang apalagi anak-anak alay  ! hihi peace !
Harganya cocok ama dompet. Menunya macam - macam. Layanannya cukup baik.  Dari yang cemilan sampai makanan berat.
Rasanya ? Jangan ditanyalaah... Lidahku kan cuma mengenal dua rasa, enak dan enak sekali. Ya jadi, tidak menyesal aku berkali-kali ke sini. Sebulan bisa dua atau tiga kali gimana yang mau nraktir aja deh hehehe
Mau lihat suasana dan makanan di sini ? Datang aja ya... ke BEC 2, klo hari kerja boleh colek colek saya... hehehe
 


Ini menu semacam spicy wings gitu.. gambarnya kayak di buku bagian bawah itu, hihi tapi harganya malah nggak kelihatan di buku menunya ya...
buku menu dan dindingnya yang ditutupi semacam rumput sintetis warna hijau gitu..

nasi goreng gila yang pedesnya subhanallah

onion rings alias bawang bombay digoreng tepung

teh poci khas tong tji, disajikan bersama jeruk nipis dan gula batu

roti bakar

mendoaaaaan.... yeay ! menu ini selalu aku pesan setiap ke tongtji

Sabtu, 03 Oktober 2015

Alun-Alun Ujungberung, Tempat Piknik di Depan Mata

Assalamualaikum, apa kabar teman teman ?
Baiklah, kali ini, mau  cerita tentang Alun-alun Ujungberung. Hihi bangga banget jadi warga Ujungberung siih... Ya eyalaaah... Udah jadi homebase gitu looh... 

Meski bukan tempat tumpah darahku, tapi dah jadi tanah airku yang kesekian Trus KTP juga sudah dari 2002 jadi warga Ujungberung. Ujungberung ini lengkap. Tinggal satu dua kali gas motor dah sampai ke mana mana, sekolah anak dari TK-SMA baik negeri maupun swasta, Pasar tradisional, supermarket (Griya dan Superindo), Mutiara Super Kitchen, sampai RSUD juga ada... Akhir akhir ini juga bermunculan tempat makan yang asyik seputar Uber. Dan makin ke sini Ujungberung makin berbenah. Jadi makin betah aja ya....
Salah satu yang dibenahi adalah Alun alun Ujungberung. Aku udah pernah cerita ya... Klo Faiz seneng naik kuda di sini. Nah setelah dibenahi, tidak ada lagi mamang mamang yang nyewain kuda dan juga pedagang kaki lima yang masuk di area alun-alun. Awal awal malah nggak ada banget. Nah sekarang mamang penyewa kuda sudah ada lagi dan jalurnya ke arah jalan Haruman. Kalau pedagang makanan, pindahnya ke area masjid.
Di sini, nggak ada rumput sintetis macam di Akun alun Bandung. Jogging track-nya masih disisakan berupa tanah merah, di tengah lapangnya ditutup dengan conblock. Bila kita menghadap Jl AH Nasution, di bagian kiri alun alun terdapat panggung tinggi, kabarnya untuk pentas kesenian rakyat, karena Ujungberung ini salah satu pusat kesenian di Bandung Timur spt sisingaan, angklung, benjang, silat, dsb termasuk musik underground juga 

Adapun di sebelah kanan yang dekat ke arah masjid, terdapat taman taman dengan tanaman warna warni, kolam ikan dan tempat duduk. Lengkap dengan saung di pojok-pojoknya.
Nah kalau udah capek main di sini, pasti laper kaan? Klo pagi-pagi, bisa memiluh kupat tahu, bubur ayam, nasi kuning, atau lontong kari di halaman masjid.
Kalau ke sininya agak siangan, bisa makan di Bakso Kabayan  (tetep favorit).
Nah ini beberapa foto Alun-alun Ujungberung



sisi barat yang ada kolam ikan dan tanaman

ada saung di pojok barat laut
panggung super besar dan play ground di sisi timur

Selasa, 04 Juni 2013

Berakhir Pekan di Sekolah

Dua kali akhir pekan ini, acara masih seputar di sekolah anak-anak.  Sabtu akhir bulan Mei ada acara project school. Namanya ganti, tapi acaranya mirip market day di tahun - tahun sebelumnya. Anak-anak berjualan, ada pentas seni juga dan tentu saja lomba lomba. Etapi tahun ini enggak ada lomba / pengumuman lomba.

Teteh Firda jualan carrot cake bikinanku, resepnya dari Mak Sondanglaah.. tapi untuk penghematan aku enggak pakai creamchees, pakainya krim biasa yang ditaburi keju parut di atasnya. Sayang seribu sayang, biarin aja dibilang hoax juga, karena buru buru bikinnya pagi itu, jadi aku nggak sempat ambil gambarnya. Tapi malamnya aku sempat nytatus di fb, tentang pengalaman marut wortel dalam proses carrot cake ini *penting.
Ternyata jualannya anak kelas 1-3 yang menunggui adalah orang tua murid. ALhamdulillah jualan Teteh habis. Katanya ada yang memborong.

pura-pura nytatus, padahal jualan parutan :D
Kelompok Ayuk  jualannya macem-macem, mungkin karena kelas 6 juga ya.. semua sudah bisa menghandel. Ayuk jualan roti bakar, agar-agar (nggak tau yang bikin siapa),  trus jualan juga gelang - gelang bikinanku.

gelang rajutanku

canded camera - Ayuk membakar roti (toaster sponsored by Mak Sondang)

Firda pentas angklung - hayooo cari yang mana dianya..
Ngomong - ngomong soal pentas ini, si Ayuknya rada ngambek, karena kami tidak menunggu sampai dia pentas. Adooooh... maapin ya kekurangsensitipan Ummi dan Abi, kirain karena dia sudah besar, ya sudahlah... ngapain juga nungguin, mana acara off dulu satu jam, sedangkan aku belum masak segala buat makan siang F2 karena  F1 lagi study tour ke Yogya.
Maka setelah capcus dari Attakwa kami mampir dulu makan bakso di bakso Sugih, jalan AH Nasution. Enak lhooo... recomended deh, mie ayamnya apa lagi. Sayang ya.. aku kan pergi sama Abi, jadi enggak bisa futu futu makanan *jaim dikit

Naah.. setelah itu, Abi mengajak kami muter muter komplek, dan mampir beli helm ! kejutaaaan... Rupanya Abi jatuh hati kasihan lihat helm aku dari 2007 belum ganti sementara dia udah beli helm ke3 kalinya. Jadilah aku memilih helm cewek untuk memulai pencitraan anggun dan sholihah. *bekappakemasker

sebenernya sama beli helm F5 juga, tapi ntarlah ceritanya


Senin, 04 Maret 2013

Hari Pencoblosan

Tanggal 24 Februari kemarin masyarakat Jawa Barat menentukan 'nasibnya' untuk lima tahun mendatang. Kenapa menentukan nasib ? Karena di hari itu mereka memilih gubernur/kepala daerah.
Mungkin kesannya sepele ya.. hanya mencoblos selembar kertas. Namun kisah dibalik itu tidak sesederhana tampaknya.
Bisa dibayangkan seandainya dalam setiap kesempatan pemilihan semacam itu terjadi 'salah pilih', ternyata orang yang dicoblos tidak amanah menjalankan kewajibannya, waaah.. kalau aku sih bakal menyesal seumur hidup, minimal menyesal selama 5 tahun itu.
Kenapa aku bersemangat memilih pemimpin ? Terinspirasi sama novel Tereliye (Burlian) di salah satu bab ada yang bercerita tentang pemilihan kepala desa. Diantara sekian banyak calon-calon yang buruk menurut pandangan masyarakat, tetep ayah Burlian berpendapat  harus memilih satu yang terbaik diantara mereka. Kenapa ? Yah, karena memang kita perlu pemimpin.
Menurutku pemimpin inilah yang akan mengarahkan,  memutuskan, dan mengambil resiko. Jangankan manusia, hewan-hewan di dunia ini saja mempunyai pemimpin. Lihatlah bebek, selalu ada satu bebek yang berjalan terdepan. Burung-burung terbang membentuk formasi V, ada yang paling depan. Ketika yang terdepan kelelahan, maka dia mundur dan diganti oleh satu burung yang lain.
Rasulullah pun memerintahkan kita untuk memilih pemimpin dalam sebuah perjalanan hatta itu cuma diikuti oleh 3 peserta. Jadi memang pemimpin itu sangat urgen. Setidaknya aku pribadi termasuk yang meyakini ini.

Oleh karena itu, akupun tidak keberatan ketika diajak untuk ikut kegiatan semacam voter education. Untuk meningkatkan kepedulian tentang hak pilih ini. Supaya tingkat partisipasi dalam pemilihan makin tinggi.
Kebayang ya.. kalau satu orang berfikiran "Ah.. cuma aku ini yang nggak milih" . Eh, ternyata satu orang ini dikalikan sekian, terjadi di sekian daerah, akhirnya jumlahnya mencapai 20% dari seluruh daftar pemilih tetap. Banyak kaaann ? Oke kalau karena alasan ekonomi, misalnya buruh pabrik asal Garut, kerja di Bandung, gak bisa mudik 'sekedar' untuk nyoblos. Yang model begini aku masih agak maklum. Tapi kalau untuk yang kepikiran 'ah cuma aku ini yang nggak nyoblos' itu, aku belum bisa terima.
Kepikiran nggak ya.. sama mereka, berapa biaya negara yang 'disia-siakan' karena dia nggak milih. Biaya cetak kartu suara dia, biaya nglipet kartu suara dia, biaya transport dari KPU ke TPS, dsb. Itu kan pemborosan namanya..
Trus kepikiran nggak ya... kalau ternyata 'suara' yang seharusnya menjadi hak dia, karena dia nggak milih, eh malah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertangggung jawab untuk menggelembungkan suara salah satu kandidat.
Trus yang lebih parah lagi, karena sekian orang yang berfikiran sama tadi enggak menentukan pilihan -padahal dia bisa- ternyata pemilukada harus berlangsung dua putaran maka akan lebih banyak lagi anggaran negara yang 'terbuang percuma'.
Mungkin ini terkesan lebay, tapi memang kenyataannya itung itungannya demikian.
Makanya KPUD juga udah ngeluarin ketetapan untuk memudahkan, siapapun yang namanya tidak ada di daftar pemilih tetap, asalkan punya KTP Jawa Barat, maka dia boleh mempergunakan hak pilihnya. Tinggal mau apa enggak.
Setidaknya aku telah 'mengambil resiko' mengamanahkan kepemimpinanku kepada seseorang. Kalau dia salah, aku berhak mengingatkan. Kalau di amanah, maka aku akan memberikan pujian.
Eh, kok jadi serieus gini ... hehe okelah itu tadi cuma pendapatku saja. Boleh setuju boleh juga punya pendapat lain. Monggo...

Jadi yang aku lakukan di hari pencoblosan kemarin itu ...

Pagi-pagi jalan bareng, sekeluarga ke pasar kaget di Pasir Jati, sekalian sarapan



Trus agak siang ke TPS deeh... nyoblos calon gubernur

Trus pulang nyoblos ada odong odong lewat, nemenin F5 naek odong-odong
Sisa hari itu aku isi dengan merajut sambil berdoa, mendoakan pilihanku tentu saja dan berdoa biar pemilu aman tentram damai, nggak pakai rusuh, yang kalah bisa legowo yang menang nggak usah bangga. Siapin aja kerja.  Sayang rajutannya gak sempat difoto, udah keburu habis. Buat jualan #eh.

Senin, 26 September 2011

mudik lebaran

Huaaaa... udah kelamaan. Tapi nggak papa lah. Daripada enggak di upload. Ini beberapa foto waktu mudik kemarin. Ada beberapa perbedaan dari setahun lalu.
Yang nempatin rumah Eyang bukan lagi adik bungsu Abi, tapi jadi adik laki Abi, Om Iyen. Karena Ujuk dan Om Andi udah punya rumah sendiri. (alhamdulillah)
Tante Mpi dan Om Adi sekarang nempatin rumah bekas Om Iyen sekaligus melanjutkan bisnis keluarga (toko).

sekeluarga di rumah eyang

keluarga Om Iyen, yang nemenin Eyang di rumah.

keluarga besar Eyang

Faiz bersama sepupu, di salah satu sudut rumah Om Andi

asyiknya kumpul bocah, berebut game pun dijabanin

  
aku dan tante mPie di depan toko

  
foto bersama sebelum berangkat