Tampilkan postingan dengan label #KLIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #KLIP. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 September 2025

Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Tutorial Hidup Penuh Rasa

Sudah lama tidak mengikuti dunia perbukuan, aku merasa ketinggalan pengetahuan.Tidak mengikuti itu dalam artian memang tidak update. Dulu pernah sering menulis di Goodreads, lumayan bangetlah dapat update buku baru dari akun-akun lain. Sekarang sama sekali tidak. Penulis favorit terkini versi aku hanyalah Tereliye. Yang beli bukunya pun udah hampir nggak pernah, karena F1 yang lebih sering beli. Sampai akhirnya tiba saat itu..

Tara... aku ketemu dengan Brian Khrisna, seorang penulis. Bukan di acara seputar buku. Tebak di mana? Haha..yap di kantor.  Langsung dong teringat saat masih bertugas di dekat BEC, beberapa kali ketemu pesohor, ada Ebiet Beat A, Gubernur Ahmad Heriawan, Pak Walikota era Ridwan Kamil,anggota JKT 48, dsb. Nah ini ketemu Brian Khrisna juga nggak sengaja.

Aku inget ini pertemuan kedua. Pertemuan pertama tahun lalu waktu beliau menyampaikan surat pemberitahuan penggunaan norma. Kenapa bisa inget? Pertama, karena yang menyampaikan pemberitahuan norma secara langsung itu jarang, kedua, nama beliau itu unik. Brian Khrisna orang Antapani. Ketiga : penulis. Sebagai yang suka nulis aku merasa ada persamaan aja dengan beliau  hahaha sama-sama suka nulis, cuman beda level aja.

Karena kebetulan di antrianku tidak ada tamu lain, iseng-iseng aku tanya, nulis apa. Shock dong ternyata penulis novel. Asli malu juga sih sebenernya.. masa di era informasi segini gencar aku nggak tahu informasi itu. Tapi ya sudahlah.. telanjur malu jadi aku tanya buku terbaru apa. Beliau merekomendasikan Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Dan bulan Januari 2025 itu cetakan pertama. Yang aku baca Cetakan ke-35 Juni 2025. Wow banget sih....

Putus Asa

Pernah nggak sih, merasakan dunia begitu sempit, merasa semua pintu tertutup, karir gitu-gitu aja, pasangan nggak punya, nggak ada yang peduli apalagi yang mengapresiasi, bahkan setelah sekian banyak hal yang kita berikan, sampai-sampai kudu banget harus mengakhiri hidup. Kalau kalian pernah merasakan itu, meskipun selintas, cocok banget baca buku ini.  Karena buku ini dihasilkan dari wawancara penulis dengan para penyintas depresi akut. 



Judul: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati


Penulis: Brian Khrisna


Jumlah halaman: 210


Tahun: 2025


Penerbit: Grasindo.


Pengalaman Hidup

Terkadang, kehidupan yang lurus-lurus itu justru membuat seseorang tidak tahan banting. Berbeda dengan kehidupan yang penuh lika-liku perjuangan. Dan tokoh utama di dalam novel ini yaitu Mas Ale, yang bosan dengan hidupnya yang gitu-gitu aja, Allah pertemukan dengan kehidupan yang sama sekali tidak terbayangkan. Dan perjalanan itu dimulai dari pencarian seporsi mie ayam di pagi hari.

Pelajaran hidup didapatkan dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Dan kebijaksanaan justru ada di tengah-tengah dunia yang orang anggap sebagai dunia kriminal, dunia hitam, dsb. Namun hikmah memang tak pernah memandang tempat dan waktu untuk ditemukan oleh siapapun.

Hal baik yang kita anggap kecil, ternyata bisa menjadi sesuatu yang sangat besar untuk penerimanya. Dan Dia tidak membalasnya seketika, melainkan di saat yang benar-benar kita membutuhkan kebaikan / pertolongan dari orang lain.


Bersyukur

Tak dapat dipungkiri, bahwa rasa syukur terhadap apa yang di depan mata, adalah hal yang membuat seseorang menjadi tenang.

Ketika Mas Ale mengalami semacam trust issue terhadap ibu kandungnya, dia justru menemukan sosok ibu asing yang langsung menganggapnya anak.


Quote of Life

Salah satu kalimat yang dikatakan oleh Pak Jipren, orang tuna netra yang dapat melihat hidup Mas Ale. Katanya : Hidup itu seperti ring tinju. Kekalahan tidak ditentukan oleh saat kamu jatuh, tetapi karena kamu memutuskan untuk tidak mau bangkit lagi.

Senin, 01 April 2024

April Mop!

Hello, April!

Hello April! 

Tanggal 1 April dikenal oleh banyak orang sebagai April Mop!

Masih musim gitu? Sebuah kebiasaan tahunan semacam ngerjain teman atau ngagetin teman yang dilakukan di tanggal 1 April. Bahasa gaul sekarang mungkin nge-prank kali ya? Kamu mau ngeprank temen kamu? Atau sebaliknya, kamu mau jadi korban prank? yang terakhir ini pasti gak ada yang mau ya...

Syukurlah ya, kalau aku tanya anak-anak sih circle mereka sudah nggak lagi melakukan itu. Ya mungkin memang udah pada sadar, nggak ada manfaatnya ngerjain temen semacam itu. Mending waktunya buat ngerjain hal yang lebih bermanfaat. Ngerjain temen gitu kan juga bisa merusak hubungan pertemanan mereka sendiri. Selain itu juga kadang ada yang celaka dengan acara main-main sehingga berkurang kewaspadaan. 

Tadi sih waktu aku kepikiran April Mop ini semacam kejutan buatku yang dibuat oleh aku sendiri. Hehe. Tentunya yang terkait dengan dunia tulis menulis. Ini bukan semacam prank yang berkonotasi negatif ya.. Tetapi ini lebih ke kejutan positif. Apa itu ?

Jadi gini, aku tuh terbiasa banget untuk mengerjakan segala sesuatunya di injury time. Gak tau ya, kayaknya kalau masih agak lama itu ide susah banget untuk keluar. Jadi mau nulis itu ya maju mundur nggak tau nulis apa.

Dan akhirnya tergelincir juga. BUlan lalu aku tu sebenernya nulis 10 tulisan.. ternyata pada di postingan ke sembilan, aku lupa laporan dong.. Monangis banget. Mana bulan lalu tuh kalendernya hanya sampai tanggal 28 kan.. Jadi nggak bisa nambah lagi. Padahal itu udah pas banget 10. Dan aku nyadar bahwa laporan belum dikirim, ketika aku mau ngirim tulisan ke10 di tanggal 28 dini hari. Yaaah.. tarik nafar dalam-dalam.  Rupanya aku harus belajar merelakan bahwa memang ini harus aku terima. Ini adalah karena keteledoranku sendiri.

Alhamdulillah di bulan Maret ini aku berhasil menyelesaikan 10 tulisan. Udah pakai trik trik nulis jelang tengah malam, sekalian dua tulisan. Satu untuk hari ini, satu untuk besok. Tentunya kejadian bulan Februari sama sekali nggak aku inginkan. Makanya sekarang aku mulai nulis di tanggal 1, biar nggak buru-buru., So... kalian boleh bilang April MOP.

Senin, 25 Maret 2024

Makanan Penawar Rindu

Sekian lama meninggalkan kampung halaman, sering kerinduan itu datang tanpa diundang. Rasa cinta dan benci mungkin akan terkikis oleh waktu. Tapi tidak dengan rindu. Justru semakin terpupuk oleh jarak dan waktu.

Kerinduan akan suasana pedesaan, aku akan obati dengan sunmori (sunday morning riding) ke arah pegunungan yang masih hijau, memandang sawah dan pemohonan. Kebun kebun yang terhampar dan sosok-sosok sederhana para penggarap lahan

Namun akan susah jika rindu itu terkait dengan makanan. Makanan yang ada di perkotaan saat ini cenderung sama. Kalaupun tidak sama maka akan disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. 
Aku yang menikmati masa kecil di Cilacap, kalau rindu kampung halaman tentu aku mencari makanan-makanan yang 'mirip' dengan yang aku nikmati kala kecil dahulu. Beberapa di antaranya ada di sekitar Cijambe. 

Baca juga : Cijambe PRide

Apa sajakah itu ?

1. Soto Cilacap

Ketika aku kecil dulu, kira-kira usia akhir sekolah dasar, ada tukang soto yang buka di dekat Balai Desa. Kalau sudah mati gaya kehabisan makanan, aku sering diminta IBu untuk membeli soto dua porsi, bawa rantang sendiri dari rumah. Kemudian untuk makan sekeluarga. 
Alhamdulillah beberapa sejak pandemi lalu ada tukang soto Cilacap. Khas nya soto cilacap itu ya remukan kerupuk merah dan kacang gorengnya. Meski rasanya agak mirip ya.. tapi ada yang kurang. Waktu aku kecil ada perkedel singkongnya sebagai pendamping soto. Sekarang kayaknya nggak ada lagi deh yang bikin itu. 

2. Sego Kluban

Sego kluban alias nasi plus urap ini adalah menu sarapan pagi super kilat, karena tinggal beli di mbok-mbok yang lewat ke pasar. Porsinya pun pas. Mungkin sebesar sego kucing. Khasnya kluban kampung itu adalah sayurnya ada daun semanggi (semanggen) dan irisan bunga kecombrang. Tak lupa taburan mlandingan/petai cina. hmmm mak nyus
kalau ini sih nggak ada di Cijambe ya.. 

Sego kluban

3. Mendoan

Mendoan Cilacap sama lah kayak mendoan banyumas. Terbuat dari tempe yang dibuat khusus untuk mendoan. tipis tipis. Bukan tempe papan yang diiris tipis ya. Yang membuat rasanya berbeda sepertinya keberadaan jamur tempe ya.. kalau diiris kan nggak ada tuh jamur -jamur yang di sisi luar tempe khusus mendoan. 
Bumbu mendoan yang kuingat dari pengalaman masa kecil adalah kunyit, ketumbar, bawang putih yang banyak, kencur. Jangan lupa potongan daun bawang di adonannya.
Ingatan yang paling kuat terpatri adalah ketika masa-masa SMP. Setiap jam istirahat, jajanan terfavorit adalah lontong mendoan. Yaitu lontong dan mendoan yang dipotong-potong, dihidangkan di piring dengan disiram bumbu pecel. Mungkin nggak ada di tempat lain, cuman ada di kantin sekolahku di SMPN 1 Maos.
Jajanan ini sukses jadi pengganjal perut hingga sore hari saat harus mengikuti eskul pramuka atau lainnya.

Mendoan

Itulah ketiga makanan yang sering kali mengingatkanku pada masa kecil. Benar kata orang, kenangan itu tinggalnya di dada. Soalnya kalau aku balik kampung mau mengenang yang dulu aku alami, semua sudah berbeda. Warung soto sudah tidak ada, sego kluban masih ada tetapi beberapa sayuran sudah mulai langka. 
Kalau mendoan alhamdulillah banyak yang jualan sekarang. Jadi tetap dapat menikmati cita rasa mendoan Banyumas meski tidak sedang pulang ke kampung halaman.

Kalau kamu, pengennya makan apa?