Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Oktober 2025

Destinasi Sekitar KM Nol Kota Yogyakarta



Pekan lalu aku kembali berkunjung ke kota Yogyakarta. Selain keperluan menjenguk F4 yang sedang kuliah di sana, aku juga menemani sahabatku yang mengikuti event Malioboro Run 2025. 

Yogyakarta itu mirip Bandung. Hampir setiap minggu ada aja gebrakannya. Muncul destinasi baru, muncul hal viral baru, dan yang lama pun perlu berbenah agar tidak ditenggelamkan oleh algoritma media sosial.

Ke Yogya kali ini aku menginap agak ke pinggir. Tidak mendekati Malioboro tapi ya masih bisa keliling-keliling mengunjungi tempat yang selama ini belum pernah aku kunjungi.

Di seputar titik nol kilometer ini kondisinya sudah berbeda dengan tahun lalu aku ke sini. Penasaran kan ada perubahan apa saja? Yuk kita lihat.

1. Museum Benteng Vredeburg

Bangunan museum ini menurutku masih sangat bagus dan terawat, bersih dan aku senang suasana tidak terlalu ramai. Jadi masih dapat menikmati diorama-dioramanya. Hebat sih menurutku pemeliharaannya. Fasilitas di sini juga lengkap, ada mushola, toilet, dan tempat wudhu. Memang untuk muslimah tempat wudhunya kurang friendly karena tidak tertutup.
Kalau ke sini enaknya agak sore atau malam supaya tidak terlalu panas. Selain itu sekarang kalau malam juga ada pertunjukan air mancur menari yang warna warni

Benten Vredeburg siang hari dan malam hari


2. Foto-foto di titik nol kilometer

Dua tahun lalu aku ke sini masih ada tulisan nol kilometer di sudut jalan antara Jalan KH Ahmad Dahlan dengan Jalan Malioboro. Namun kemarin ke sana sudah tidak ada lagi. Malahan ada tulisan baru di sudut dekan Benteng Vredeburg, di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 ada tulisan Jogja Kota Batik
Untuk bisa foto di sini dengan latar yang bersih agak perjuangan ya, harus pintar-pintar menangkap momen atau mengedit gambar. (lol)

Foto-foto di Titik Nol km

3. Menonton film bisu di Bioskop Sonobudoyo

Aku baru sadar kalau di sini ada bioskop ketika kemarin jalan pelan-pelan di sekitar titik nol kilometer ini. Kupikir tadinya ini bagian dari kafe di sebelahnya. Ternyata bagian dari museum. Di sini diputar beberapa film bersejarah terkait Museum Sonobudoyo. Untuk jadwal penayangannya ada di pukul 16.00, 17.00, 19.00 dan 20.00 WIB. Harga tiketnya Rp. 5.000 per orang

Kebetulan waktu itu aku menonton film sejarah museum, berjudul Sanaboedaja 1935. Filmnya hitam putih dan tanpa suara, berlangsung sekitar 30 menit termasuk iklan. Aku bersyukur nonton ini dulu sebelum masuk museum, sehingga ketika masuk museum terbayang sejarahnya seperti yang diceritakan di film ini.


Bioskop Sonobudoyo

4. Cafe Titik Nol dan Solaria

Nah kalau sudah kehausan atau kelaparan keliling-keliling, kalian bisa mampir ngopi-ngopi cantik di sini. Cafe Titik Nol ini di sebelah bioskop Sonobudoyo. Sedangkan Solaria ini masih agak baru, letaknya di seberang Cafe Titik Nol, di gedung Pos. Setelah makan dan minum, kita lanjut lagi ya
perjalanan keliling titik nol ini.

Cafe titik nol kilometer

5. Foto-foto di depan Museum Sonobudoyo

Sebenarnya di trotoar sini banyak spot foto ya, hampir setiap sudutnya bisa jadi sarana foto cantik. Berikut beberapa di antaranya. Yaitu di patung bola dunia bertuliskan Museum Sonobudoyo dan foto di depan patung raksasa di tembok museum.

Foto di depan Museum Sonobudoyo

6. Museum Sonobudoyo

Masuk ke museumnya dari jalan di seberang Alun-alun Utara. Tiket per orang Rp. 10.000. Jujur aku tidak menyangka kalau Museum Sonobudoyo sebesar ini. Pertama kita masuk gedung yang di depan. Isinya seputar gamelan dan aneka jenis wayang. Bahkan ada pertunjukan tiruan wayang kulit. Di gedung ini juga ada berbagai jenis senjata dan ukir-ukiran. Setelah berkeliling, kupikir udah selesai, ternyata di belakang gedung ini ada lagi gedung museum setinggi lima lantai. Gedung kedua ini sekilas penataan lebih modern, dibantu dengan pencahayaan sehingga menambah artistik karya yang dipamerkan.
Namun sayang, aku yang habis muter-muter di titik nol, udah nggak kuat naik dan menyerah di lantai 2.
Berikut ada beberapa foto yang kuambil di Museum Sonobudoyo

Spot foto di dalam Museum Sonobudoyo

7. Jogja Gallery

Lokasinya masih seputar Museum Sonobudoyo. Cuman, kalau museum di sisi kanan, maka Jogja Galery ada di sisi kiri kalau kita menghadap Alun-Alun Utara. 
Di sini ada pameran hampir rutin, mungkin dapat di cek di akun media sosial Jogja Gallery. Untuk masuknya beda-beda sesuai yang mengadakan acara saat itu. Kebetulan waktu aku datang lagi ada pameran lukisan, dengan tiket masuk aku lupa antar 10rb atau 20rb pokoknya nggak terlalu mahal.
Ke sini kayak ngadem. Menikmati hasil karya istimewa tanpa hiruk pikuk. Merenung dan mencoba menyelami apa yang dimaksud oleh pembuat karya seni.


Nah itu yang aku kunjungi di sekitar titik Nol kilometer Yogyakarta, kalau kamu ke mana saja?