Tampilkan postingan dengan label sunmori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sunmori. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 September 2025

Sunmori Ke Jatinangor

Pagi tadi aku melakukan salah satu hal yang aku sukai, namun sudah lama aku tinggalkan karena berbagai kesibukan. Apa tuh? Sunmori alias Sunday morning riding alias momotoran di hari Minggu pagi.

Untuk sunmori kali ini aku sudah merencanakan sejak awal pekan, sehingga aku tidak membuat acara apapun di hari Minggu. Tujuan pun sudah aku set, yaitu mau ke arah Jatinangor, tepatnya aku menuju ke Sari Kedelai Farm yang terletak di atas bukit.

Kami, aku dan F5 berangkat beberapa menit sebelum pukul 6 pagi. Agak kaget juga ternyata jam segitu sudah terang benderang. Lebih-lebih setelah melewati bundaran Cibiru, lalu lintas pun terasa lebih ramai dan sinar matahari benar-benar berasa ada di hadapan. Iya sih ya.. kita menuju ke timur, menuju arah matahari terbit. 

Perjalanan menuju Jatinangor terhitung lancar. Aku sempat menawarkan pada F5 untuk belok ke ITB Jatinangor, tapi dia menolak. Padahal suasana ITB pagi hari sejuk banget dan cocok untuk olah raga pagi.

Akupun lanjut ke arah jalan sebelum Unpad. Sudah tahu sih hari minggu pasti bakal melewati pasar Unpad. Tapi aku tetep jalan aja sekalian ingin tahu kondisi terkini. Lewat Taman Loji, sepi, bahkan pagarnya ditutup. Lanjut ke atas. Setelah BGG (Bandung Giri Gahana) dan Gerbang A Unpad baru keramaian mulai tampak. Bahkan di sekitar gerbang ini dijadikan lahan parkir motor. Entah pengunjung pasar tumpah entah pengunjung orang-orang yang mau olahraga di Unpad, soalnya ada juga yang berjalan ke arah kampus melalui pintu masuk orang.

Lalu aku lanjut ke atas lagi, suasana pasar masih sepi. Beberapa pedagang tampak baru menyiapkan lapak. Sempat lewat tulisan Unpad Edu Eco Park, entah tempat apa, nggak kelihatan ada tanda tanda pintu masuknya. Lalu lewat Jans Park F5 bertanya itu tempat apa. Padahal aku udah beberapa kali mengajak dia ke sana, tapi dia belum tergerak. Haha. Aku sih karena penasaran aja..

Lanjut ke jembatan tol, sempat foto-foto juga di sana. View nya bagus banget, tapi ya udah terang benderang. Oh iya jalanan samping Unpad ini udah halus sampai ke Bumi Kiara Payung.

Bahkan di Bumi Kiara Payung juga sudah ada perubahan, dibanding pas masa Pandemi ya.. Ada tulisan Kwarda Jabar. Terus di tempat-tempat camping banyak papan petunjuk. Kantor pengelola juga buka, dan ada saung-saung juga sudah direnovasi.

Perjalananku masih lanjut ke atas lagi. Setelah melewati tempat makan Ceu Een dkk di atas, kami naik lagi menuju Sari Kedelai. Ternyata jalannya kecil ya .. jadi kalau mobil ke sini lumayan effort menurutku.Papasan sama motor aja udah pas pasan. Sampai di SKF ternyata masih tutup dong. Bukanya jam 8, aku sampai sekitar jam setengah tujuh. Masih lama. Akhirnya turun lagi.

Nah turunnya aku lewat jalan yang berbeda dengan saat naik. Jalannya mulus.. Kami sampai di komplek Bumi Kiara Payung. Wow ini komplek di atas gunung tapi jejak privasinya terlihat nyata. Tiap cluster ada semacam pintu masuk. 

Terus aku penasaran di map ada Stable and Archery / Kiara Land. Masuklah aku ke sana.. lah tidak terlihat ada kuda maupun papan sasaran panahan, hanya ada beberapa tenda di sana. Akupun lanjut masuk.. lah kok keluarnya di bumi perkemahan lagi. Syukurlah aku nggak perlu muter-muter.

Dari situ kami turun lagi dan memutuskan untuk jalan pulang. Sempat aku tawarkan kepada F5 untuk sarapan di sekitar pasar Unpad, katanya mau sarapan di rumah aja. Aku tawarin belok ke Toleransi Kopi yang buka 24 jam, dia juga nggak tergoda. Yaudahlah alhamdulillah..Nggak jajan

Baca Juga : Toleransi Kopi Jatinangor

Jadi oleh-oleh sunmori pagi ini berupa foto-foto indah suasana pagi di perbukitan Jatinangor.

Rabu, 17 Mei 2023

SUNMORI - SUNDAY MORNING RIDING

Hobi sunmoriku dimulai ketika masa pandemi dan mulai merasa bosan karena tiap hari hanya di rumah dan di rumah saja, Maka ketika F2 mengenalkan aktivitas baru yakni sunmori, ummi dengan semangat 45 gegap gempita menyambutnya. Terutama sejak F5 mulai mondok Mei 2021 dan nggak ada lagi bocil di rumah, praktis setiap libur tiba kesepian datang melanda.

Sunmori pun menjadi kesenangan baru. Bisa jadi sarana cuci mata, sekaligus healing tipis-tipis. Ke mana biasanya sunmori ? Nggak ada ke mana-mana. Sungguh-sungguh cuman random aja. Kadang ke gunung.. menyusuri jalan-jalan di sekitar rumah. Kadang ke kota, merambah daerah-daerah yang nggak pernah dilewati. Tapi ada juga sih yang nggak pernah ketingalan saat sunmori yaitu mampir belanja atau sekedar jajan sarapan.

Kalau F2 sunmori kadang sendiri, kadang juga sama F5 kalau pas di rumah. Sedangkan Ummi, nggak pernah sendiri. Belum sepemberani itu... Pasti ngajak salah satu antara F3, atau F4 atau F5. Cuman kan sekarang F4 dan F5 jarang ada di rumah, jadi ya paling sering sama F3.

Seperti hari Ahad kemaren ... setelah beres kerjaan domestik, aku ajak F3 jalan. Dianya mau, kebetulan lagi nggak ada kegiatan juga. Pas kutanya mau kemana, katanya pengen ke kota aja. Karena udah jam 8 lebih dan matahari mulai beranjak naik, sampai digodain sama Abi, katanya udah nggak morning lagi.. kami berdua hanya tertawa sambil salim pamitan.

Dari rumah aku ambil jalur kiri, menuju jalan Sukarno Hatta. Sejujurnya agak ngeri macet juga, dulu kan sempat ada pasar kaget / pasar minggu di sekitar Metro dan di Samsat. Eh ternyata udah nggak ada dong.. jalanan lancar sampai dekat Metro Indah Mall. Di situ mulai tersendat. Aku pikir macet lampu merah, panjang amaaat. Ternyata lagi ada pawai dari salah satu partai menuju kantor KPUD Kota Bandung, konon tanggal 14 Mei kemarin adalah hari terakhir pendaftaran bakal calon legislatif  DPRD Kota Bandung.

Lepas dari lampu merah samsat, perjalanan cukup lancar menuju Buah Batu dan Batununggal. Kami lurus terus. Targetku sampai ujung Sukarno Hatta. Dan untuk pertama kalinya aku melewati jalan layang Kopo. Ternyata jalan layangnya lumayan panjang lho.. Perasaan lebih panjang dari jalan layang Supratman ataupun Gatot Subroto yang dibangun hampir bersamaan dengan ini. Sebentar aku searching dulu ya.. penasaran soalnya ..

- Jalan Layang Jl Jakarta-Supratman ; panjang 0.5 km dan lebar 9 meter.

- Jalan Layang Laswi  panjang 0,5 km dan lebar 9 meter.

- Jalan Layang Kopo : panjang 1.3 km dan lebar 18 meter

Fix, ternyata benar ya.. jalan layang Kopo lebih panjang dari jalan layang Jl Jakarta dan Jl Laswi.

Perjalanan dilanjut terus menuju daerah Rajawali. Daaaan... surprise dong aku.. baru ngeuh ternyata  setelah melewati bundaran di ujung jalan Sukarno Hatta, terus kita masuk Jl Elang Raya... di sini tuh kita jalan di sisi kanan, bukan di sisi kiri sebagaimana biasanya... Mungkin karena dari Jalan Rajawalinya satu arah ya.. yang dari Cimahi .. terus dari jalan Elang ini, harus belok ke kanan nantinya.. ya itu aja sih pembahasannya.. 



Dari jalan Elang, terus menyusur jalan Rajawali Timur, lalu lurus menuju Balai Kota. Di sinilah sempat agak ragu, ini kalau aku mau ke Baltos, mendingan belok di Jalan Riau atau terus aja lewat Wastu Kencana.. karena reflek nyetir ke kiri lebih kuat aku memilih menyusur jalan Wastu Kencana, belok ke Pajajaran, lalu ke Jl Cihampelas bawah dan masuk lagi Wastu Kencana. Setelah lewat Hotel California dan Pasar Bunga, belok kiri menuju Tamansari untuk ke Baltos.  Kayaknya lebih dekat ke Riau terus  Jl Juanda lalu jalan Sulanjana yak.. entahlah.. haha

Di Baltos kami berhenti sejenak. Memang ada yang dicari sih.. F3 lagi cari blazer dan aku butuh rok lipit hitam buat seragam Senin. Syukurlah di Baltos langsung ketemu yang dicari di lantai bawah doang. Karena waktu sudah mendekati jam makan siang, kami memilih pulang. Bukan apa-apa, yang di rumah belum dimasakin