Tampilkan postingan dengan label bukuku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bukuku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2012

Mozaik Blog Competition : Aku dan Buku


Sebenarnya aku sudah pernah cerita tentang buku. Tapi itu lebih tentang buku dan keluargaku. Kini aku akan bercerita tentang buku dan aku.
Aku merasakan sekali bahwa cinta baca itu bukan sesuatu yang lahir begitu saja. Tetapi itu adalah kebiasaan yang ditularkan. Ditularkan oleh ayah dan ibu, maupun keluarga. Tentunya juga didukung dengan menyediakan bacaan.

Aku ingat, buku yang pertama aku baca adalah buku "Ini Budi" yang kubaca sebelum aku sekolah. Setalah aku masuk sekolah, baru tahu ternyata itu adalah buku pelajaran kelas satu.
Kemudian sejak aku bisa membaca ini budi  itu aku belajar membaca majalah Ibuku yaitu majalah berbahasa Jawa "Panjebar Semangat".

Teringat olehku, ketika kami -aku dan saudara saudaraku- kecil, saat Ibu pulang mengajar, maka oleh oleh yang paling kami tunggu adalah buku perpustakaan yang Ibu pinjam dari sekolah.

Demikianlah .. akhirnya membaca atau bacaan itu memang menjadi menu yang harus tersedia di rumah kami setiap harinya. Apalagi kami tidak mempunyai televisi. Keadaan ekonomi yang pas pas-an tidak menghalangi kami mencari bacaan. Pinjam dari perpustakaan adalah jalan keluarnya. Atau pinjam majalah bekas dari saudara atau kenalan. Prinsipnya, semua buku yang belum pernah kami baca, adalah buku baru.

Semakin aku beranjak besar, semakin merasakan manfaat membaca. Buku adalah jendela dunia benar benar kurasakan. Terlebih lagi setelah aku menikah, dan ikut suami ke NTT, maka buku menjadi satu satunya teman setia dan guru hampir dalam segala hal.

Ketika aku hamil anak pertama, di saat masih malu malu untuk konsultasi ke dokter kandungan yang laki laki, maka buku menjadi tempat konsultasiku. Aku punya buku panduan kehamilan dari minggu ke minggu. Bukan buku tepatnya fotokopian buku ya.. dan itu aku masih tetap pakai, bahkan sampai aku hamil anak kelima. Baca lagi baca lagi.
Ketika aku bingung masalah agama, maka aku mencari buku buku yang dapat memberikan jawabannya. Sampai inget saat itu kami pernah membeli buku Fatwa Fatwa Kontemporer dengan cara cicilan. Lupa dapat iklannya dimana. Tapi kami mendapatkan bukunya di cicilan pertama yang nggak lebih dari sepuluh ribu rupiah. (Hebat ya .. penjualnya)

Ketika 2002 pindah ke Bandung, betapa takjubnya, ternyata dari 7 dus yang dititip/dipaket ke rumah Eyang, 5 dus berisi buku dan 2 dus saja yang berisi harta selain buku. (pakaian, rice cooker, tape recorder, setrikaan).
Dan lebih takjub lagi,  koleksi buku yang sudah mendominasi harta kekayaan kami itu ternyata masih sangat sangat kurang bila ditinjau dari kategori bacaan.
Maka, untuk memuaskan kehausan kami akan buku, aku mulai bergabung dengan Sygma Daya Insani yang menyediakan buku buku berkualitas. Dengan bergabungnya aku di sana, dapat komisi komisi penjualan buku, maka buku selain sumber ilmu, kini juga bisa dikatakan menjadi sumber penghasilan. Dari menjual buku aku bisa membeli buku lainnya.
Malah tahun 2011 kemarin aku juga bergabung dengan Mizan Dian Semesta karena naksir buku-bukunya.

Dan akhir tahun 2010, ketika aku mulai mengenal dekat dengan internet, aku kenal dengan sebuah penerbit buku indie (kata orang begituuu...). Yaitu www.nulisbuku.com. Kala itu, aku sering ikut proyek proyek yang diadakan oleh/di nulis buku. Alhamdulillah, sudah ada beberapa bukuku (tepatnya buku antologiku) yang diterbitkan oleh nulisbuku.  Total baru 8 buku.
Aku pernah ceritakan disini, disini dan disini.
Nah, maka sekarang satu lagi arti buku buatku yaitu sebagai bentuk pengakuan, bahwa apa yang sudah kubaca ternyata menghasilkan tulisan tulisan. Mungkin belum cukup bermutu menurut sebagian orang, tapi itu adalah proses belajar buatku.

Dan sampai sekarang, semua arti buku yang kusampaikan itu, semuanya masih kurasakan. Sebagai teman setia, sebagai guru, sebagai sumber penghasilan tambahan dan sebagai pengakuan atas kemampuanku.
Terima kasih Bapak, Ibu, yang telah mengenalkanku pada buku.
Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Mozaik

Selasa, 24 April 2012

Nambah Lagi Antologiku

Aduh.. lupa . Ada yang kelewat nggak di posting. Ini sebenarnya proyek udah lama ya.. AKhir tahun lalu. Proyeknya Nulisbuku.com dalam rangka ulangtahunnya.
Nama gelarannya #11projects11days. Nulis cerita atau puisi dengan tema yang ditentukan. Dari kesebelas proyek itu, tulisanku masuk 5. Yuhuu...
 

Pertama adalah Terpana. Tulisanku masuk di buku satu. Buku kumcer ini terinspirasi dari lagu berjudul sama, yang dinyanyikan oleh  Yoyo dan ANdri Suisan. Untuk pemesanan langsung saja disini.
Berikutnya adalah.
 

Buku ini juga terinspirasi dari lagu Salah yang dinyanyikan oleh Potret. Hihi.. ceritaku lucu dan geje deh yang di buku Salah#2. Nggak nyangka gitu. Atau salah terka. Hihi.. pesan lah di TKP langsung ya..

Kemudian adalah buku tentang cemburu
 

Yang menantang saat menulis ini adalah saat bagaimana harus mengekslor perasaan cemburu. Karena temanya juga diambil dari lagu Cemburu yang dinyanyikan Dewa
Biasa, untuk pemesanan langsung saja ke nulisbuku yah. Di sini nih..

Kemudian adalah buku yang berjudul bimbang. Puisi yang kucomot dari blog-ku lolos di buku ke satu
 

weis.. sempat bimbang barusan. kok di webnya nulis buku gak ada namaku yah. Ternyata pas aku cek di fb nulisbuku ada deh daftar namaku di sini
Nggak harus pesan kok. Yah tapi gak lengkap klo gak kasih link pesan kan. OKelah. disini nih.

Terakhir adalah buku yang berjudul dont stop me. AKu suka pas nulis ini. Karena ini betul betul menunjukkan semangat. Semangat untuk mencinta dan selalu mencinta.

 

OK ? panjang banget yah. Oiya, belum ada link pesanan yah. di sini nih ya...

Panjang banget yah..

Rabu, 12 Oktober 2011

Narsis (dot) com

Hihi. ini adalah hasil iseng iseng gara gara nggak bisa tidur setelah minum secangkir kopi.
Udah kubawa merajut satu dompet sampe beres belum ngantuk juga. Iseng iseng aku googling namaku sendiri. Asli iseng...


Eh.. ternyata sampai beberapa halaman di hapeku, masih muncul muncul aja namaku.
Kebanyakan sih dari review review di goodread. Kemudian kicauan kicauan di twitter. Dan tidak menyangka .. ternyata ada salah satu link yang aku sendiri tidak tahu bahwa ada kejadian itu yang menyangkut diriku. 


Ada yang menyebut namaku sebagai pelopor FLP di NTT (alaamaaaakkkk.. betapa tersanjungnya). Padahal ya... terus terang, waktu itu memang aku sempat saling berkirim faksimili dengan tim FLP pusat. Tapi  giliran aku menerima faksimili dari Jakarta tentang syarat syarat dan ketentuan pendirian FLP ini, kertasnya nggak kebaca sama sekali. Jadi sebenernya FLP NTT itu (di masa aku) belum pernah ada. Nggak tau deh sekarang.
Terus ada juga salah satu kejutan lainnya, ternyata ada salah satu ceritaku yang terbit juga di nulisbuku.com yang aku belum tahu. Itu aku dapatkan linknya dari sini. (aku dah invite tp blm dijawab)


Waaah.... ternyata, sesekali narsis itu boleh juga.
Penasaran ? Coba googling namamu sendiri.

Ini cover bukuku itu... 

curhat cinta colongan

Selasa, 16 Agustus 2011

Alhamdulillah, bukuku terbit



Sejak kecil suka menulis, menulis surat, menulis puisi, menulis cerita, membuatku ingin jadi penulis. Apalagi setelah kerja, punya uang bisa bela beli buku, oh, betapa mendambanya aku untuk bisa menerbitkan sebuah buku. (ngimpiiii....)

Akan tetapi, setelah aku dikenalkan dengan blog oleh Sondang sayang, aku sudah merasa menjadi penulis dengan menulis di blog.
Apalagi pas ketemu Tere liye, ngobrol ngobrol, mau nulis mah nulis aja. Kalau mau jadi penjual buku, sudah banyak yang melakukan itu. Jadi janganlah, tulislah yang baik baik, semoga orang lain mendapat kebaikan/bisa mengambil hikmah dari tulisan kita.
Yaks, akhirnya aku menulis dan menulis di beberapa blogku. (beberapa.. hahaha.. maruknyaa...). Dan sesekali di akun facebook-ku.

Tiba tiba saja, aku kenal dengan www.nulisbuku.com di twitter. Dan mereka punya project project tertentu yang lebih mengarahkan tulisanku. Akhirnya aku ikutan beberapa diantaranya. Dan alhamdulillah, dua tulisanku terbawa terbit.
Yang pertama adalah tentang first love (cuit cuit...), dan bagaimana kita mengatasi kehilangan saat putus cinta untuk pertama kalinya itu. Bukunya dapat dilihat disini. Untuk pesan dapat di sini.
Sedang buku yang kedua, adalah tentang #myhometown. Buatku, semua tempat dimana aku tinggal adalah hometown. Aku kecil di Temanggung, aku nggak ingat. Terus ke Cilacap 74-91, terus di Jakarta 91-96, terus di Kupang NTT 97-2001 dan dari 2002 aku di Bandung.  Semua tempat itu berkesan bagiku, dan berasa seperti kampung halaman. Tapi di buku #myhometown itu, aku cerita tentang kampung halaman di Cilacap, ketika aku kanak kanak.
Untuk pesan bisa langsung ke TKP.

Oya, pembaca ahli dari kedua tulisanku yang dimuat dibuku itu adalah Sondang, tentu saja.. Maaf ya Sondang, tidak tersebutkan di bukunya, soalnya belum berpengalaman.