Tampilkan postingan dengan label katahati-titi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label katahati-titi. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

Mengelola Blog


Setelah Mamak Ephraim mengenalkan aku dengan eMPi, rasa rasanya aku punya tempat pelampiasan  eh tempat menyalurkan semua hobby dan kegemaran. Mulai dari kegemaran menulis diary yang sudah lama ditinggalkan karena tangan berasa dah kaku menulis pake pena, sampai dengan kegemaran membaca dan ngulik (baca : crafting).
Ternyata banyak sekali bertebaran blog blog yang mengakomodir itu semua.
Akhirnya aku punya hobi baru, bewe alias blog walking

Akhirnya  aku merasa bahwa eMPi ku ini tidak cukup untuk memuat segala yang berkelebat kelebat di kepalaku. (Ah, aku aja kali yah yang nggak bisa menej. )
Terus terang aku masih  gaptek dalam hal  mau ngulik si eMPi ini.
Mau dibikin warna warni seperti punya yang lain, kapan nguliknya gak sempat sempat.
Ya sudah lah, akhirnya dibiarkan polos gini.

Makanya, untuk mewadahi hasrat ku yang lain, maka aku merambah ke blogger.
Kalau dulu bikin eMPi diajarin Mamak Ephraim, maka ke blogger ini aku tanya langsung sama mbak Google.
Mbah mbah, gimana caranya bikin blog di blogger.
Maka simbah dengan segera memberikan jawaban. Salah satunya ini
Lalu aku coba coba, eh, ternyata keterusan.
Bukan cuma satu blog, ada tiga blog-ku di blogger.
Satu tentang puisi, satu tentang cerita cerita pendek gitu,satu lagi tentang crafting.
Eh, .. setelah sekian lama, kelihatan yah, minatku itu lebih di crafting.
Pertama dari tingkat posting isinya, lebih sering posting di blog craft
Meski blog ini dibuat paling terakhir diantara blog aku, pengunjungnya dah melewati dua blog sebelumnya.
Aduh. senengnya.

Terima kasih ya Mak Sondang, yang udah nyumbang nama


penampakan
Nah, sekarang aku sedang menularkan hobbi blogging ini ke anak anakku.
Secara resmi F2 sd F5 udah punya blog. F2 udah lama nggak ngisi blognya, bahkan dah lupa password segala
F3, belum ngisi blognya
F4 dan F5 perlahan tapi pasti sudah mulai terisi.
Oya pernah baca di salah satu tulisan KEB (Kumpulan Emak Emak Blogger) gitu, katanya kenapa kita ngeblog, antara lain adalah karena kita menjadi salah satu penyedia konten positif di internet... Amiiiin.. moga moga tulisan tulisanku bener bener berdampak positif ya..

Rabu, 11 Agustus 2010

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

*curhat dulu
Apa yang akan aku tulis ini sangat sangat subyektif,dan sayangnya aku sadar dari mulai huruf pertama kau eja.
apakah kau ingin tahu alasannya?
baiklah aku akan menuliskannya untukmu.

Pada suatu waktu, pada suatu tempat, aku merasakan sesuatu yang entah, terhadap seseorang.
Dalam nyamanku bersamanya, kuungkapkan semua perasaan2ku, pikiran2ku, keinginan2ku, bahkan mimpi mimpi konyolku padanya.
dan dia berkata "titi, kamu jatuh cinta".

Pernahkah kamu mencinta -kalau benar itu cinta- dengan kesadaran penuh, bahwa cinta itu tiada ujung selain perpisahan? hopeless love !

dan di suatu senja yang muram, ketika anginpun bertiup enggan, dalam perjalanan pulangku, kulihat selembar daun terbang dari rantingnya, melewati mukaku, dan akhirnya jatuh dekat kakiku.
aku merasa, itulah kiranya nasib cintaku.
sempurna nelangsa.

aku menulis :
sehelai daun berbisik pada ranting tempatnya bergantung,
setelah sekian waktu bersama
setelah sepanjang waktu itu berbagi makna
'selalu ada yang perih,
setiap kuingat saat perpisahan'
rantingpun memikirkan kata pelepasan


*masih selalu pengen nangis setiap lewat tempat itu dan atau membaca puisi itu

*baru cerita buku
Tapi buat para pecinta sejati, tak pernah peduli apa nasib cintanya. Karena cinta itu memberi energi, energi untuk selalu memberi.
Sebagaimana tania, meski perih hati menahan cinta yang tak pernah sanggup ia ungkapkan dan tak pernah mendapat jawaban,
tapi dia tetap menjalani hidupnya, meneruskan kehidupannya,
dapat melanjutkan studi dengan hasil yang sangat bagus. sangat sangat bagus malahan.
meski membaca buku ini, berderai derai air mataku, tapi yang membuatku mencintai buku ini, adalah, karena tere dengan telak menuliskan segala perasaanku yang aku sendiri tak dapat melukiskannya.

terima kasih tere (bukan karena tanda tanganmu aja aku semangat baca buku ini)

Rabu, 12 Mei 2010

Lelakiku

Si Lelaki di Pantai Sukabumi

lelakiku bicara bahasa cinta yang bisu
hanya dalam hening pikir, kudengar suara itu
hanya dalam bening hati, kumaknai dalamnya rasa itu

lelakiku bicara bahasa cinta yang bisu
dengan tatap mata kau sampaikan peduli
dengan hangat senyum kau katakan sukamu
dengan bergeming kau bisikkan khawatirmu
dengan rengkuhan kau bicarakan penjagaanmu

lelakiku bicara bahasa cinta yang bisu
dia teriakkan badai dengan diam
kau teriakkan pelangi dengan sepi
kau teriakkan rasa dengan senyap

lelakiku bicara bahasa cinta yang bisu
dan aku tak kan pernah berhenti

mendengarmu