Tampilkan postingan dengan label ibuprofesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibuprofesional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Agustus 2025

Deklarasi Konferensi Perempuan Indonesia 2025

 

 
Kami perempuan Indonesia bersama keluarga kami yang berhimpun dalam semangat konferensi perempuan Indonesia 2025 menyatakan bahwa:
1 perempuan Indonesia adalah penjaga peradaban dan jati diri bangsa kami meyakini bahwa peran perempuan dalam sejarah bangsa bukan hanya sebagai pelengkap melainkan sebagai penggerak pendidik dan penopang di leluhur bangsa dari masa ke masa
2 Kami perempuan Indonesia bersama keluarga kami yang berhimpun dalam semangat konferensi perempuan Indonesia 2025 menyatakan bahwa : 
1.  perempuan Indonesia adalah penjaga peradaban dan jati diri bangsa kami meyakini bahwa peran perempuan dalam sejarah bangsa bukan hanya sebagai pelengkap melainkan sebagai penggerak pendidik dan penopang di luhur bangsa dari masa ke masa

2. keluarga adalah pusat pembentukan karakter bangsa kami percaya bahwa bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang sadar akan peran strategisnya dalam menanamkan nilai kejujuran gotong royong tanggung jawab dan cinta tanah air kepada generasi penerus.


3. Nilai nilai hulur gnabs luhur bangsa harus diwariskan dan dibumikan Kami berkomitmen untuk menjaga merawat dan meneruskan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi kekayaan bangsa sebagai bekal anak-anak kami menjadi agen perubahan di masa depan
4. perempuan dan keluarga adalah penjaga kearifan lokal yang memperkuat identitas nasional kami akan terus menghidupi budaya bahasa tradisi dan warisan leluhur sebagai bagian dari jati diri kami serta menularkannya kepada lengan sekitar dan generasi 
5. Kami hadir untuk bertindak dari lokal menuju Global karena siap bergerak dari rumah kami masing-masing untuk membawa nilai-nilai Luhur Indonesia ke dunia menjadi teladan dalam menjaga bumi membangun komunitas serta menjadi suara yang bermakna dalam tatanan global

Dengan semangat membangun kembali jati diri bangsa melalui peran perempuan dan keluarga kami perempuan Indonesia siap melanjutkan estafet peran sejarah menjadi suluh yang menerangi keluarga komunitas dan  untuk Indonesia yang lebih berkarakter berdaulat dan bermartabat. Salam perempuan Indonesia berdaya berkarya dan berdampak























Penutupan KPI 2025 Bersama Ibu Septi Peni dan Pak Dodik Mariyanto

 



Septi Peni Wulandari dan Dodik Maryanto adalah pasangan fenomenal yang begitu menginspirasi dalam membangun peradaban dari rumah untuk bangsa. Septi Peni dan Dodik Maryanto merupakan founder dan inisiator yang  membangun gerakan mulai dari rumah untuk dunia. Ibu Septi aktif dalam bidang pendidikan ibu dan anak,  penulis buku edukatif Jarimatika, Adapun Pak Dodik merupakan tokoh penting/inisiator di balik Ibu Profesional. 

Kali ini kita akan belajar dan mendengarkan paparan mengenai Konferensi yang baru kita lalui bersama ya beberapa waktu lalu, dengan tema peran perempuan mencari jati diri bangsa, ini menimbulkan berbagai macam pertanyaan. 

Menurut Pak Dodik, Indonesia adalah negara yang sangat luas dari Sabang sampai Merauke itu kira-kira panjangnya sama dengan Benua Eropa.  itu bergerak internasional banyak beberapa negara itu yang tidak mau bicara dengan Bahasa Inggris itu baru bergerak beberapa KM di Indonesia yang panjangnya hampir sama dengan Eropa itu kita dari Sabang sampai Merauke kita menggunakan bahasa yang satu ini bahasa Indonesia untuk semua orang paham tentang negara yang terdiri yang seperti itu luas ini itu terdiri dari berbagai suku bangsa yang berbeda budaya berbeda bahasa berbeda Yang berbeda budaya berbeda bahasa berbeda aneka macam gaya tetapi pada dasarnya Orang Indonesia itu rukun. Yang nggak rukun itu hanya sedikit tapi sering begitu bising, membuat kegaduhan dan membuat pekakk= telinga kita karena teriak-teriaknya kenceng lewat media lewat televisi surat kabar sekarang media sosial dan sebagainya terlalu tenang sampai akhirnya semua orang Indonesia kemampuan luar biasa tetapi tidak hanya kemudian menyerang dan memilih kegiatan ini lalu mewarnai contohnya berbeda

Islam di Indonesia berbeda dengan di tempat asalnya, demikian juga Hindu di Indonesia berbeda dengan Hindu di India. Karena Indonesia memiliki sebuah karakteristik unik. Kita perlu nguri-uri atau melestarikan budaya kita agar kita tidak hanyut. Karena sekarang banyak yang tidak sesuai diri kita, tapi dipaksakan. Kebenaran diukur dengan suara yang paling keras atau berita yang paling viral. Pentingnya memahami karakteristik atau jati diri bangsa Indonesia yang telah diabadikan pendiri bangsa dalam istilah Pancasila.
Beberapa karakter kuat Indonesia adalah rukun, kuat tirakat, tidak mudah terombang ambing kemewahan, humble,  

Permpuan adalah peletak pondasi, karena kita paling dekat dengan penerus bangsa ini mulai dari dalam kandungan, bagaimana kita sebagai perempuan mengajarkan nilai nilai jati diri bangsa .

Peran Ayah dalam hal ini, adalah bahwa seorang laki-laki ketika memilih seorang perempuan adalah keyakinan bahwa perempuan itu adalah perempuan yang hebat. Namun dalam dunia kita sering setelah berkeluarga perempuan sering sebagai penopang dalam keluarganya. Perempuan Indonesia pada dasarnya adalah hebat. Namun ada narasi yang berkembang bahwa perempuan yang berkarir itu bukan sesuatu yang aneh. Tetapi para permpuan jangan menghilangkan kehebatannya dalam banyak hal. Laki-laki cukup memberi ruang agar perempuan ini menunjukkan peran hebatnya. 

Harapan Pak Dodik dengan KPI ini perempuan berdiri merdeka atas dirinya. Ikatan pernikahan bukan ikatan, tetapi sesuatu yang memerdekakan. Jadikan setiap individu yang didalamnya menjadi insan merdeka. Cukup pernikahan, bukan ikatan pernikahan. 

Perempuan yang merdeka adalah perempuan yang memahami jatidirinya, nggak usah cari-cari yang lain, cintai apa yang telah kita miliki. Nanti 2027 KPI menjadi perempuan mandiri, dan 2029 bagaimana kita berdaulat penuh untuk menentukan pilihan atas diri kita, keluarga kita, dan bangsa kita.

Pak Dodik berpesan, agar kita semua menikmati proses jati diri, dan berdaulat atas diri sendiri menjadi insan yang merdeka kalau kita sudah menikmati prosesnya Pak Dodi optimis kita akan menapak / melangkah mencapai tujuan. 
Sedangkan Ibu Septi mengucapkan terima kasih atas panitia yang telah mengambil peran, setahun telah berproses setahun belajar banyak hal ini adalah hal menarik yang tidak mudah tetapi teman-teman dapat mengubahnya menjadi hal yang menyenangkan.
Terima kasih kepada para perajut makna yang menjadi garda terdepan Konferensi Perempuan Indonesia yang telah menjalankan peran dengan sangat indah
Spesial untuk teman-teman peserta konferensi perempuan Indonesia, orang yang percaya pertama kali ketika KPI ini digelar dan kepercayaan ini menjadi semangat untuk panitia dan perajut makna. KPI Ini hadir karena kepercayaan peserta.
Terima kasih kepada para pendukung karena kita akan bergandeng tangan dari tahun ke tahun.

Menjawab pertanyaan salah satu peserta, kenapa ketika kita membahas Jati diri bangsa ini terasa berat. Pak Dodik menyampaikan bahwa hal itu menjadi berat karena kita mencari-cari, kita mengejar, sedang yang dikejar seperti fatamorgana. Yang kita lakukan adalah  kita perlu belajar untuk duduk, dan melihat ke dalam melihat jagad kecil diri kita. Itu sudah ada dan diberikan kepada diri kita hadir dalam keseharian kita. 
Pertama istilah Ibu Profesional hadir, profesional maknanya bersungguh-sungguh dalam melakukan apapun. menjadi perempuan bersungguh-sungguh Hal terbaik apa yang dapat kita lakukan ketika menjadi seorang ibu hal terbaiknya apa yang perlu dilakukan seorang Ibu, lalu bersungguh-sungguh.  Ketika jadi Seorang Istri bayangkan hal terbaiknya apa Lalu lakukan yang bersungguh-sungguh. Kesungguhan itu yang menjadikan diri kita profesional
Ukuran kebahagiaannya apa? ya kebersungguh-sungguhan kita.  ketika kita bahagia dengan kesungguhan kita itu ya di situ ya kalau masih ada cita-cita yang lebih tinggi lagi berarti bersungguh-sungguh lagi. Ibaratnya seorang pendaki yang sedang mendaki gunung ketika di tengah perjalanan dia capek kaki pegal dan sebagainya namun kenyataannya tidak ada pendaki yang turun lagi karena dia masih mempunyai Harapan di puncak nanti bisa melihat sunrise yang indah, jadi beratnya adalah berat sebuah kebahagiaan

Jati diri ada dalam diri kita tapi kita tidak sadar atau tidak tahu seperti Bu Septi ketika ditanya siapa Septi Septi bukan istri dari Pak Dodi Septi adalah perempuan yang lahir di Jawa dan semangat belajar tinggi. Ini menjadi karakter yang jelas. Lalu langkah apa untuk menuju karakter tersebut, jadi ada pengejawantahan. 

Apakah betul parameter ketika kita ketemu diri kita itu adalah bahagia? Iya. Silakan pahami jati diri, lalu tempa, maka kita akan bahagia. Apakah kalau kita belum menemukan jati diri kita kita bisa membantu anak menemukan jati dirinya? bisa! karena proses ini akan beriringan.Nikmatilah prosesnya seperti kita mengupas bawang dan tidak berhenti untuk memahami di dalam inti jati dirinya dalam dunia pewayangan ini dipisahkan dalam melakukan Bima Sakti atau Dewa Ruci, Masuknya lewat telinga jadi banyak-banyaklah mendengar untuk memahami jati diri. Dan ketika  orang tua telah mengupas kulit bawang satu persatu tadi maka starting point anaknya akan mengikuti pace orang tuanya.  learning by teaching. Dan Istimewanya,  di KPI 2025 ini adalah melibatkan keluarga. Sebelum mengajarkan kepada anak, kita belajar lebih dulu. Jadi tidak perlu menunggu Ibu menemukan jati diri, karena waktu anak tidak akan kembali.


Jumat, 01 Agustus 2025

Mengenal Budaya dan Kearifan Lokal bersama Rahmi Sofia / Mimi Campervan

Dengan dipandu oleh Fajrina Andien sebagai perajut makna, sesi ini menghadirkan Rahmi Sofia atau lebih dikenal dengan julukan Mimi Campervan

Mulai perjalanan saat pandemi. tahun 2020 awalnya masuk ke Bali  kemudian ke Nusa Tenggara, Sumbawa Flores Flores sampai ujung juga masuk ke Sumba lanjut ke Timor Leste. Dari Timor Leste menyeberang masuk Maluku Barat Daya. Menjelajah maluku dengan membawa sepeda dan naik kapal jadi kapal perintis gitu. Lalu masuk ke Banda Naira, dari Banda Naira juga sempat ke Tual dari Tual balik lagi ke NTT yaitu ke pulau Alor naik kapal selama berhari-hari seperti teman-teman KPI yang mau naik kapal juga ya. Sampai di Alor explore lagi NTT ke Kupang lagi baru balik lagi ini baru kembali ke Jakarta Jadi waktu perjalanan hampir lebih 2 tahun di perjalanan.  


Cerita perjalanan tadi belum ke Indonesia seutuhnya baru Indonesia timur, bagian bawahnya juga Papua dan yang lainnya belum jadi kayaknya Indonesia sangat luas jadi Butuh waktu lebih lagi tadi bilang saya naikkan persen peralatan yang saya gunakan ini peralatannya nilai-nilai si rumahnya dan ini kalau sepeda Nah kalau sepeda itu ninggalin campervan. Kenapa demikian? Karena Kak Mimi telah melakukan perjalanan keliling Indonesia Timur dalam waktu kurang lebih 2 tahun bertemu dengan penduduk setempat dan berbagi banyak hal.
Mimi mean yang nggak kalau kapal nggak bisa bawa mobil kan naik sepeda Jadi kalau peralatannya kurang ada benda pakaian kompor bahkan saya bawa semuanya lah alat masak jadi kalau saya singgah di tempat tertentu seperti ini udah deh nanti naik sepeda kadang saya bukan sepenuhnya naik sepeda jadi ada kalanya juga kalau capek 


Saya udah bongkar tabungan aja juga selama bisa memenuhi kebutuhan saya ada listrik agar cepat tidur bisa masak udah gitu Jadi saya mau dia sendiri juga dibantu oleh tukang jadi ini bentuk itu kurang lebih 
Kita sebagai perempuan seperti gadis Minang kalau orang Minang itu kan biasa Merantau jadi tuh apa itu mendarah daging ke saya jadi saya udah nyampe Jakarta rasa keinginan untuk berpetualang untuk Merantau itu dan pengen tahu wilayah itu sangat tinggi jadi makanya saya coba Memangnya modal nekat diawal yang agak sulit tapi kalau nggak saya banyak keraguan banyak nggak keraguan hanya diri saja tapi orang-orang sekitar saya juga bukan saya saya buktiin aja nih nangis terus mungkin teman-teman yang ngikutin cerita ceritanya. 


Dalam perjalanannya, Kak Mimi  berkerja sama dalam peran penting sangat penting dalam pelestarian kearifan lokal sebagai jembatan yang apa ya yang memberikan identitas bangsa



Jumat, 25 Juli 2025

Challenge 6 : Perempuan Indonesia Penjaga Lokalitas Pelaku Aksi Global

 


Kisah Anne Avantie
Lie Anne Avantie atau lebih dikenal dengan nama Anne Avantie adalah desainer kebaya ternama Indonesia.  Beliau lahir di Semarang pada tanggal 20 Mei 1964. Karya-karyanya dikenal anggun dan penuh nilai budaya. 

Anne tidak menempuh pendidikan formal dalam bidang fashion. Ia belajar secara otodidak dari pengalaman menjahit dan mengamati lingkungan sekitarnya. Bakatnya tumbuh dari hobi membuat pakaian boneka saat kecil, hingga akhirnya membuka usaha di garasi rumah.

Karya Anne Avantie mulai dikenal luas pada era 1990-an. Ia mengangkat kebaya ke panggung mode modern, menggabungkan sentuhan tradisional dan kontemporer. Banyak selebritas, bahkan pejabat dan tokoh nasional, memakai rancangannya.
Ia rutin tampil di ajang fashion bergengsi, termasuk Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Week.

Inspirasi dari  Anne Avantie adalah :
1. Tetap mempertahanankan sentuhan etnik pada karya kebayanya yang modern
2. Mengangkat budaya lokal Indonesia ke kancah internasional
3. Beliau aktif dalam kegiatan sosial: 
- Anne mendirikan Rumah Batik Semarang di Semarang 
- dan mendukung panti rehabilitasi serta pasien kanker dan anak-anak berkebutuhan khusus di bawah naungan yayasan Wisma Kasih Bunda
- Anne juga mendukung UKM yang membuat karya seni dalam negeri 
 dengan mendirikan toko "Pendopo"

Nilai-nilai yang dapat diterapkan di keluarga
- Indonesia begitu kaya akan budaya, dengan sentuhan kreativitas, budaya Indonesia akan go internasional tanpa kehilangan jati dirinya.
- Berawal dari langkah lokal, dengan kesungguhan maka akan go internasional
- Ketika kesuksesan sudah di tangan, jangan lupakan sekitar, Tetaplah menjadi orang baik, tetaplah berbagi


Kisah Saung Angklung Udjo


Angklung adalah salah satu budaya Jawa Barat. Saat ini angklung tidak dapat dilepaskan dari Mang Udjo. Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati adalah tokoh besar di balik Saung Angklung Udjo.

Padepokan angklung yang terletak di Jl Padasuka, Bandung kini menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Konsepnya seperti tempat penampilan terpadu, karena selain angklung, di sini juga ditampilkan wayang golek, gamelan, bobodoran, kesenian benjang / kuda lumping, kaulinan barudak (permainan anak-anak), tari topeng, lagu-lagu daerah dari berbagai penjuru nusantara, dan puncaknya adalah pengunjung diajak bermain angklung bersama.

Udjo sendiri bukan sekedar nama, namun dapat dimaknai :
- Ulet atau tekun artinya adanya ketekunan dalam mempertahankan warisan budaya lewat seni angklung
- Dispilin, Disiplin menjadi landasan untuk membentuk kekompakan. Kekompakan untuk menjaga dan mengembangkan keindahan warisan budaya, lewat seni angklung
- Jujur Jujur bermakna Saung Angklung Udjo bukan cuma tempat, tetapi ruang di mana kejujuran jadi jiwa yang memperkaya setiap nuansa seni.
- Optimis - semangat penuh optimisme dalam melestarikan keindahan warisan budaya, melalui seni angklung

Berikut posternya yang kubuat dengan bantuan AI:




Minggu, 26 November 2023

Ngariung IP Bandung: Sharing, Gaming, Eating


Persiapan Hima dan Panitia

Akhir Oktober lalu teh Erni melemparkan wacana tentang pertemuan luring di WAG Hima Bersama. Grup ini merupakan gabungan mahasiswi institut dari berbagai jenjang perkuliahan. Wacana ini langsung disambut meriah oleh emak-emak.

Kemudian Teh Erni mengadakan polling. Isinya adalah pilihan hari yang dikehendaki oleh para member. Dari 300an anggota grup, sebelas memilih hari Sabtu dan 15 anggota memilih hari Ahad. 
Lalu awal November, Ummi Fitri Yeni membagikan tautan grup baru bagi siapa saja yang berkenan membantu acara luring ini. Teh Erni menenangkan, katanya nggak akan ada proposal, karena acaranya dari kita untuk kita. Aku karena saat ini ada kegiatan rutin Sabtu-Ahad, tidak berani menawarkan diri ikut jadi panitia. 

Daan.... here the party..

   sharing-gaming-eating
Sampurasun teteh, 🥰

Beli pita bareng teh Erni,
Ketemu pak Dudi sedang minum jamu,
Mari kita menjalin silaturahmi
Mencharge diri dengan bertemu 

Ngariung Bareng HIMA Bersama

Sharing, Gaming, Eating

🌼 Narasumber :
Michelle Ronida CH,CHt
(Lulusan BunSal #1, Emotional Healing Therapist, Founder Lentera Ibu) 

🌼 Moderator : 
Rifadina K. Yasmin
(Lulusan Bunsal #1, Manajer Program Sekreg IP Bandung)

🗓️ Waktu :
Sabtu, 25 November 2023
Pukul 09.00 - 11.00 WIB

📍 Lokasi :
Rabbani Buah Batu Bandung https://g.co/kgs/Bw8DFb

HTM : FREE
Dresscode : Biru 💙

Link Pendaftaran :
http://bit.ly/NgariungHima

Narahubung : Fitri Yeni wa.me/6282140619102

Note :
Membawa tumbler dan bekal makan sendiri
Jangan lupa hadir ya teteh-teteh


Hari 'H' Acara 

Sambil menanti tanggal 25 November, aku mencatat ada beberapa agenda yang perlu aku ikuti di tanggal tersebut. Yang pertama adalah rencana piknik ke Garut yang diselenggarakan oleh bagianku. Kedua ada wisuda Kak Zen yang notabene adalah guruku, dan beliau datang dari Bali khusus untuk wisuda S2. Ketiga ya acara ngariung ini. 
Kebetulan acara rutin pekanan sudah dapat dikondisikan untuk dilangsungkan daring.

Qodarullah, Alhamdulillah kemudahan sedang berpihak padaku. Acara piknik ke Garut ditunda sampai waktu yang belum dapat ditentukan. Wisuda kak Zen baru selesai jam sebelasan katanya. Maka pagi itu aku bersiap-siap menghadiri acara ngariung di Buah Batu, lanjut ke acara wisuda di Hotel Harris Festival Citylink.  Syukurlah.. bisa diatur-atur waktunya.



sharing-session
Sharing Session


Oleh-oleh Sharing


Sharing hari ini disampaikan oleh Teh Michelle Ronida CH,CHt, beliau adalah Lulusan BunSal #1, Emotional Healing Therapist, dan juga Founder Lentera Ibu. Temanya adalah mental health. 

Kesadaran akan kesehatan mental ini sedang mengemuka dan sepertinya juga menjadi fenomena yang sifatnya umum. Bahkan kita juga dapat melihat dari lagu-lagu yang digemari oleh masyarakat pada umumnya adalah lagu-lagu dengan tema tersebut.


Manusia terdiri dari dua unsur, unsur fisik dan mental, jasad dan ruh. Ruh tanpa jasad nggak akan terlihat sebagai manusia. Sedangkan jasad tanpa ruh juga akan seperti robot, seperti zombie.

Emosi pada diri manusia sifatnya fitrah. Memang Allah karuniakan emosi itu. Kita bisa marah, sedih, kecewa dsb. Misalnya ketika melihat kebrutalan dan kebengisan Israel terhadap Palestina, kita marah kan.. kita ikut sedih.. 

Marah terhadap anak adalah emosi, namun respon atas emosi itu yang perlu dikelola. Marah boleh, tapi marah-marah tidak boleh. demikian permisalannya.


Sedih, menangis, boleh. Bahkan ada penelitian tentang air mata. Penelitian yang dilakukan oleh ahli biokimia William Frey II (1985) menemukan bahwa air mata pedih (misalnya yang keluar karena kita mengupas bawang) mengandung 98 persen air, hampir zero toxic.. Sementara itu, air mata emosional (misalnya yang keluar karena kesedihan yang mendalam) mengandung banyak racun. Frey berkesimpulan bahwa air mata kesedihan itu dapat berfungsi membuang racun dari tubuh.


Jadi nggap papa kita mengaku pada Allah kalau kita sedang tidak baik baik saja. Kadang kepada  manusia kita bilang baik saja, tapi sama Allah harus jujur.  Sering-seringlah me time, masuk ke dalam diri, lalu connect sama Allah


Bagaimana agar seseorang tidak terjebak pada self diagnosa dan kapan perlu minta bantuan profesional ?

Seringnya, permasalahan kesehatan mental ini karena nggak jujur pada diri. Maka cobalah, keluarkan sampah-sampah emosi melalui Realease Emosi. Atau kalau di IP ada kebiasaan baik berupa  aliran rasa.


Bagaimana agar mengurangi emosi, stress dan sampah-sampah lainnya

  1. Banyak-banyak ngadu sama Allah

  2. Latihan nafas, inhale exhale

  3. Mindfull - hadir dengan sadar, khusyu dalam  aktifitas


Penjelasan : Marah adalah reflek.Untuk melatihnya, ketika emosi marah datang, latihlah dengan memberi jeda selama tiga detik, latihan bernafas, tarik nafas, hembuskan. Perlunya melatih kesadaran ini karena ketika emosi naik maka saat itu logika turun

Sadar lagi makan, Sadar lagi nafas, inhale exhale. Sedang apa saat ini, mau ngapain semua dilakukan dengan sadar, nggak disambi-sambi. 


Terkait dengan sampah emosi ini, ada peserta yang menanyakan bagaimana cara memaafkan ? Terutama terhadap orang-orang yang sulit dihindari.

Teh Michelle menjelaskan memang memaafkan itu tidak mudah. karena memaafkan adalah soal hati. Kalau seseorang menanyakan resep membuat kue, kemudian resep itu diberikan, maka saat dicoba, keberhasilannya bisa dipastikan. Tetapi ketika ditanyakan resep memaafkan, maka orang per orang akan berbeda. 

Ada langkah-langkahnya : 

1. Jangan izinkan diri kita sebagai  korban, ubah sudut pandangnya. Orang lain kita anggap toxic, bisa jadi kita juga toxic buat dia. contoh seperti itu. Mengubah sudut pandang di sini adalah, lihat diri kita, apa yang Allah hendak sampaikan dengan kejadian-kejadian ini? 

Allah mau jadikan kita seperti apa ? Dunia ini kan seperti Panggung sandiwara, kita hanya menjalankan peran. 

2. Memaafkan bukan untuk orang lain, tapi untuk diri yang lebih tenang seperti di  surat al fajr. Akan dipanggil Allah dengan panggilan  jiwa yang tenang. 

Jangan sampai ada anggapan : “Enak aja aku maafin, nanti dianya gak berubah”  → ini masih fokus ke orang lain

Ya aku maafin, jadi diri aku tenang .. begitu.


Apakah ada shortcut untuk menyembuhkan luka hati ini ? Ada.

Semua amalah hati, temui Yang Memiliki Hati-Hati ini.

Allah yang Maha Membolak balik hati. Kita minta ridhoNya. Kalau Allah sudah ridho, maka Kun, terjadilah. Yang kata orang memaafkan itu susah, kalau Allah menghendaki, maka akan jadi mudah. 

Ini Ibarat seseorang mau bersihin rumah, dia gak punya kunci, maka dia usaha masuk lewat jendela, dobrak pintu, dsb. Capek kaan ? Iya  capek. Tapi kalau punya kunci, maka lebih mudah masuknya. 


Itu beberapa hal yang dapat aku catat dari pertemuan IP Bandung kemarin. Sayang aku nggak bisa ikut gaming dan eatingnya karena mau lanjut perjalanan.