Kami perempuan Indonesia bersama keluarga kami yang berhimpun dalam semangat konferensi perempuan Indonesia 2025 menyatakan bahwa:
Minggu, 03 Agustus 2025
Deklarasi Konferensi Perempuan Indonesia 2025
Kami perempuan Indonesia bersama keluarga kami yang berhimpun dalam semangat konferensi perempuan Indonesia 2025 menyatakan bahwa:
Penutupan KPI 2025 Bersama Ibu Septi Peni dan Pak Dodik Mariyanto
Jumat, 01 Agustus 2025
Mengenal Budaya dan Kearifan Lokal bersama Rahmi Sofia / Mimi Campervan
Dengan dipandu oleh Fajrina Andien sebagai perajut makna, sesi ini menghadirkan Rahmi Sofia atau lebih dikenal dengan julukan Mimi Campervan
Mulai perjalanan saat pandemi. tahun 2020 awalnya masuk ke Bali kemudian ke Nusa Tenggara, Sumbawa Flores Flores sampai ujung juga masuk ke Sumba lanjut ke Timor Leste. Dari Timor Leste menyeberang masuk Maluku Barat Daya. Menjelajah maluku dengan membawa sepeda dan naik kapal jadi kapal perintis gitu. Lalu masuk ke Banda Naira, dari Banda Naira juga sempat ke Tual dari Tual balik lagi ke NTT yaitu ke pulau Alor naik kapal selama berhari-hari seperti teman-teman KPI yang mau naik kapal juga ya. Sampai di Alor explore lagi NTT ke Kupang lagi baru balik lagi ini baru kembali ke Jakarta Jadi waktu perjalanan hampir lebih 2 tahun di perjalanan.
Jumat, 25 Juli 2025
Challenge 6 : Perempuan Indonesia Penjaga Lokalitas Pelaku Aksi Global
Lie Anne Avantie atau lebih dikenal dengan nama Anne Avantie adalah desainer kebaya ternama Indonesia. Beliau lahir di Semarang pada tanggal 20 Mei 1964. Karya-karyanya dikenal anggun dan penuh nilai budaya.
Anne tidak menempuh pendidikan formal dalam bidang fashion. Ia belajar secara otodidak dari pengalaman menjahit dan mengamati lingkungan sekitarnya. Bakatnya tumbuh dari hobi membuat pakaian boneka saat kecil, hingga akhirnya membuka usaha di garasi rumah.
Karya Anne Avantie mulai dikenal luas pada era 1990-an. Ia mengangkat kebaya ke panggung mode modern, menggabungkan sentuhan tradisional dan kontemporer. Banyak selebritas, bahkan pejabat dan tokoh nasional, memakai rancangannya.
Ia rutin tampil di ajang fashion bergengsi, termasuk Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Week.
1. Tetap mempertahanankan sentuhan etnik pada karya kebayanya yang modern
2. Mengangkat budaya lokal Indonesia ke kancah internasional
3. Beliau aktif dalam kegiatan sosial:
- Anne mendirikan Rumah Batik Semarang di Semarang
- dan mendukung panti rehabilitasi serta pasien kanker dan anak-anak berkebutuhan khusus di bawah naungan yayasan Wisma Kasih Bunda
- Anne juga mendukung UKM yang membuat karya seni dalam negeri
- Dispilin, Disiplin menjadi landasan untuk membentuk kekompakan. Kekompakan untuk menjaga dan mengembangkan keindahan warisan budaya, lewat seni angklung
- Jujur Jujur bermakna Saung Angklung Udjo bukan cuma tempat, tetapi ruang di mana kejujuran jadi jiwa yang memperkaya setiap nuansa seni.
- Optimis - semangat penuh optimisme dalam melestarikan keindahan warisan budaya, melalui seni angklung
Minggu, 26 November 2023
Ngariung IP Bandung: Sharing, Gaming, Eating
Persiapan Hima dan Panitia
Sharing, Gaming, Eating
Hari 'H' Acara
| Sharing Session |
Oleh-oleh Sharing
Sharing hari ini disampaikan oleh Teh Michelle Ronida CH,CHt, beliau adalah Lulusan BunSal #1, Emotional Healing Therapist, dan juga Founder Lentera Ibu. Temanya adalah mental health.
Kesadaran akan kesehatan mental ini sedang mengemuka dan sepertinya juga menjadi fenomena yang sifatnya umum. Bahkan kita juga dapat melihat dari lagu-lagu yang digemari oleh masyarakat pada umumnya adalah lagu-lagu dengan tema tersebut.
Manusia terdiri dari dua unsur, unsur fisik dan mental, jasad dan ruh. Ruh tanpa jasad nggak akan terlihat sebagai manusia. Sedangkan jasad tanpa ruh juga akan seperti robot, seperti zombie.
Emosi pada diri manusia sifatnya fitrah. Memang Allah karuniakan emosi itu. Kita bisa marah, sedih, kecewa dsb. Misalnya ketika melihat kebrutalan dan kebengisan Israel terhadap Palestina, kita marah kan.. kita ikut sedih..
Marah terhadap anak adalah emosi, namun respon atas emosi itu yang perlu dikelola. Marah boleh, tapi marah-marah tidak boleh. demikian permisalannya.
Sedih, menangis, boleh. Bahkan ada penelitian tentang air mata. Penelitian yang dilakukan oleh ahli biokimia William Frey II (1985) menemukan bahwa air mata pedih (misalnya yang keluar karena kita mengupas bawang) mengandung 98 persen air, hampir zero toxic.. Sementara itu, air mata emosional (misalnya yang keluar karena kesedihan yang mendalam) mengandung banyak racun. Frey berkesimpulan bahwa air mata kesedihan itu dapat berfungsi membuang racun dari tubuh.
Jadi nggap papa kita mengaku pada Allah kalau kita sedang tidak baik baik saja. Kadang kepada manusia kita bilang baik saja, tapi sama Allah harus jujur. Sering-seringlah me time, masuk ke dalam diri, lalu connect sama Allah
Bagaimana agar seseorang tidak terjebak pada self diagnosa dan kapan perlu minta bantuan profesional ?
Seringnya, permasalahan kesehatan mental ini karena nggak jujur pada diri. Maka cobalah, keluarkan sampah-sampah emosi melalui Realease Emosi. Atau kalau di IP ada kebiasaan baik berupa aliran rasa.
Bagaimana agar mengurangi emosi, stress dan sampah-sampah lainnya
Banyak-banyak ngadu sama Allah
Latihan nafas, inhale exhale
Mindfull - hadir dengan sadar, khusyu dalam aktifitas
Penjelasan : Marah adalah reflek.Untuk melatihnya, ketika emosi marah datang, latihlah dengan memberi jeda selama tiga detik, latihan bernafas, tarik nafas, hembuskan. Perlunya melatih kesadaran ini karena ketika emosi naik maka saat itu logika turun
Sadar lagi makan, Sadar lagi nafas, inhale exhale. Sedang apa saat ini, mau ngapain semua dilakukan dengan sadar, nggak disambi-sambi.
Terkait dengan sampah emosi ini, ada peserta yang menanyakan bagaimana cara memaafkan ? Terutama terhadap orang-orang yang sulit dihindari.
Teh Michelle menjelaskan memang memaafkan itu tidak mudah. karena memaafkan adalah soal hati. Kalau seseorang menanyakan resep membuat kue, kemudian resep itu diberikan, maka saat dicoba, keberhasilannya bisa dipastikan. Tetapi ketika ditanyakan resep memaafkan, maka orang per orang akan berbeda.
Ada langkah-langkahnya :
1. Jangan izinkan diri kita sebagai korban, ubah sudut pandangnya. Orang lain kita anggap toxic, bisa jadi kita juga toxic buat dia. contoh seperti itu. Mengubah sudut pandang di sini adalah, lihat diri kita, apa yang Allah hendak sampaikan dengan kejadian-kejadian ini?
Allah mau jadikan kita seperti apa ? Dunia ini kan seperti Panggung sandiwara, kita hanya menjalankan peran.
2. Memaafkan bukan untuk orang lain, tapi untuk diri yang lebih tenang seperti di surat al fajr. Akan dipanggil Allah dengan panggilan jiwa yang tenang.
Jangan sampai ada anggapan : “Enak aja aku maafin, nanti dianya gak berubah” → ini masih fokus ke orang lain
Ya aku maafin, jadi diri aku tenang .. begitu.
Apakah ada shortcut untuk menyembuhkan luka hati ini ? Ada.
Semua amalah hati, temui Yang Memiliki Hati-Hati ini.
Allah yang Maha Membolak balik hati. Kita minta ridhoNya. Kalau Allah sudah ridho, maka Kun, terjadilah. Yang kata orang memaafkan itu susah, kalau Allah menghendaki, maka akan jadi mudah.
Ini Ibarat seseorang mau bersihin rumah, dia gak punya kunci, maka dia usaha masuk lewat jendela, dobrak pintu, dsb. Capek kaan ? Iya capek. Tapi kalau punya kunci, maka lebih mudah masuknya.
Itu beberapa hal yang dapat aku catat dari pertemuan IP Bandung kemarin. Sayang aku nggak bisa ikut gaming dan eatingnya karena mau lanjut perjalanan.

