Sabtu, 23 Desember 2023
Mencari Kost di Yogyakarta
Kamis, 30 November 2023
Nyobain Kebuli Abuya Cabang Cisaranten
Nasi Kebuli
Cung yang menganggap kebuli asli dari Timur Tengah ? Yeay kita samaan. Ternyata hidangan yang identik dengan Timur Tengah ini asli buatan Indonesia lho.
Kebuli awalnya diperkenalkan oleh masyarakat keturunan Arab yang tinggal Betawi dan juga sangat populer di kalangan warga Betawi Indonesia. Lahirnya nasi kebuli di tanah air ini merupakan adaptasi dari masakan Timur Tengah yang kemudian dipopulerkan oleh warga Betawi.
Kini, nasi kebuli ini dapat kita peroleh dengan mudah. Di aplikasi jajan daring kita jumpai beberapa pilihan penyedianya. Namun kali ini aku akan melaporkan langsung kunjunganku ke salah satu kedai yaitu Nasi Kebuli Abuya cabang Cisaranten.
![]() |
| Kebuli Abuya Cisaranten |
Kedai ini menempati sebuah ruko di Jalan Cisaranten Kulon no G.13 Arcamanik, dengan baliho kuning merah yang menonjol. Ini membuat kehadirannya segera dikenali oleh sekitar.
Suasana di Abuya Cisaranten
Ketika kita masuk ke outletnya, kita disambut hamparan karpet merah dan meja-meja lesehan berlatar belakang poster Turki. Sementara di sisi kanan ada 3 pasang meja kursi. Masing masing meja cukup dipakai 3-4 orang.
Menu terpampang nyata di meja kasir. Sistemnya pesan langsung bayar meski kita makan di situ. Jadi setiap kita mau nambah ya pesan lagi terus bayar lagi. Pembayaran dapat dilakukan dengan tunai dan non tunai.
Menu
Aneka makanan
- Nasi Kebuli Ayam rempah
- nasi kebui ayam panggang
- nasi kebuli ayam goreng
- nasi kebuli kambing
- nasi kebuli nampan isi 5
- nasi kebuli ayam isi 3
- nasi kebuli nampan 3 (kambing)
- nasi kebuli nampan kambing isi 5
- nasi tampan mix isi 3
- nasi kebuli nampan mix isi 5
- martabak mesir
- roti cane coklat keju
- kebab beef
Menu spesial (tambah telur)
Nasi kebuli ayam panggang spesial
Nasi kebuli ayam rempah spesial
nasi kebuli ayam goreng spesial
nasi kebuli kambing spesial
Menu ala Carte
- Nasi kebuli
- ayam rempah
- ayam panggang
- ayam goreng
- kambing
- telur
Aneka minuman
- air putih dalam kemasan
- teh dalam kemasan
- teh manis/tawar
- teh tarik
- kopi susu
- kopi hitam
- tunisia milk hot/ice (susu kurma)
- coco time
- Limau Ice
Review
Dari sekian banyak menu di atas yang sudah aku coba adalah
Nasi kebuli ayam panggang
Nilai : 8/10, nasinya merata bumbunya, ayamnya juga empuk dan meresap bumbunya.
![]() |
| Nasi kebuli ayam |
Nilai : 9/10, nasi enak, daging kambingnya enak, lembut banget,dan harganya lebih ekonomis dibanding tetangga. dapat daging tanpa tulang.
Roti Cane
![]() |
| roti cane |
Nilai : 9/10, juara banget asli, lembutnya....dimakan tuh nggak bikin seret. Taburan coklat dan kejunya juga melimpah
Martabak Mesir
Nilai : 7/10 ini baru pertama sih aku makan martabak mesir, penampakan mirip martabak telur, tapi rasa rempahnya kuat banget. menurutku cenderung ada pahit-pahitnya. dihidangkan dengan cuko encer (nggak sekental cuko pempek palembang), alhamdulillah jadinya rasanya agak balance walaupun pahit-pahit dikit masih ada.
![]() |
| martabak mesir |
Es limau
Nilai : 9/10 hihi.. ini kayak perpaduan jeruk, soda, sirup dan es gitu. Rasanya bikin nagih dan nggak mbosenin karena seger banget.
Layanan :
Menurutku layanan cukup satset sih.. mungkin karena ke situ pas bukan jam makan juga jadi no antri antari club. Sepertinya semua nasi dan lauk sudah tersedia dalam bentuk hangat. Aku belum pernah mencoba yang menu ayam goreng,atau menu spesial yang pakai telur, apakah di goreng dadakan atau enggak, aku belum tau dan belum sempat menanyakan ke pihak toko.
Balik lagi ?
Yes.
Menu diatas aku coba dalam beberapa kesempatan, nggak sekaligus di satu waktu. Jadi mungkin lain kali aku akan datang lagi dan mencoba menu yang lain.
Minggu, 26 November 2023
Ngariung IP Bandung: Sharing, Gaming, Eating
Persiapan Hima dan Panitia
Sharing, Gaming, Eating
Hari 'H' Acara
| Sharing Session |
Oleh-oleh Sharing
Sharing hari ini disampaikan oleh Teh Michelle Ronida CH,CHt, beliau adalah Lulusan BunSal #1, Emotional Healing Therapist, dan juga Founder Lentera Ibu. Temanya adalah mental health.
Kesadaran akan kesehatan mental ini sedang mengemuka dan sepertinya juga menjadi fenomena yang sifatnya umum. Bahkan kita juga dapat melihat dari lagu-lagu yang digemari oleh masyarakat pada umumnya adalah lagu-lagu dengan tema tersebut.
Manusia terdiri dari dua unsur, unsur fisik dan mental, jasad dan ruh. Ruh tanpa jasad nggak akan terlihat sebagai manusia. Sedangkan jasad tanpa ruh juga akan seperti robot, seperti zombie.
Emosi pada diri manusia sifatnya fitrah. Memang Allah karuniakan emosi itu. Kita bisa marah, sedih, kecewa dsb. Misalnya ketika melihat kebrutalan dan kebengisan Israel terhadap Palestina, kita marah kan.. kita ikut sedih..
Marah terhadap anak adalah emosi, namun respon atas emosi itu yang perlu dikelola. Marah boleh, tapi marah-marah tidak boleh. demikian permisalannya.
Sedih, menangis, boleh. Bahkan ada penelitian tentang air mata. Penelitian yang dilakukan oleh ahli biokimia William Frey II (1985) menemukan bahwa air mata pedih (misalnya yang keluar karena kita mengupas bawang) mengandung 98 persen air, hampir zero toxic.. Sementara itu, air mata emosional (misalnya yang keluar karena kesedihan yang mendalam) mengandung banyak racun. Frey berkesimpulan bahwa air mata kesedihan itu dapat berfungsi membuang racun dari tubuh.
Jadi nggap papa kita mengaku pada Allah kalau kita sedang tidak baik baik saja. Kadang kepada manusia kita bilang baik saja, tapi sama Allah harus jujur. Sering-seringlah me time, masuk ke dalam diri, lalu connect sama Allah
Bagaimana agar seseorang tidak terjebak pada self diagnosa dan kapan perlu minta bantuan profesional ?
Seringnya, permasalahan kesehatan mental ini karena nggak jujur pada diri. Maka cobalah, keluarkan sampah-sampah emosi melalui Realease Emosi. Atau kalau di IP ada kebiasaan baik berupa aliran rasa.
Bagaimana agar mengurangi emosi, stress dan sampah-sampah lainnya
Banyak-banyak ngadu sama Allah
Latihan nafas, inhale exhale
Mindfull - hadir dengan sadar, khusyu dalam aktifitas
Penjelasan : Marah adalah reflek.Untuk melatihnya, ketika emosi marah datang, latihlah dengan memberi jeda selama tiga detik, latihan bernafas, tarik nafas, hembuskan. Perlunya melatih kesadaran ini karena ketika emosi naik maka saat itu logika turun
Sadar lagi makan, Sadar lagi nafas, inhale exhale. Sedang apa saat ini, mau ngapain semua dilakukan dengan sadar, nggak disambi-sambi.
Terkait dengan sampah emosi ini, ada peserta yang menanyakan bagaimana cara memaafkan ? Terutama terhadap orang-orang yang sulit dihindari.
Teh Michelle menjelaskan memang memaafkan itu tidak mudah. karena memaafkan adalah soal hati. Kalau seseorang menanyakan resep membuat kue, kemudian resep itu diberikan, maka saat dicoba, keberhasilannya bisa dipastikan. Tetapi ketika ditanyakan resep memaafkan, maka orang per orang akan berbeda.
Ada langkah-langkahnya :
1. Jangan izinkan diri kita sebagai korban, ubah sudut pandangnya. Orang lain kita anggap toxic, bisa jadi kita juga toxic buat dia. contoh seperti itu. Mengubah sudut pandang di sini adalah, lihat diri kita, apa yang Allah hendak sampaikan dengan kejadian-kejadian ini?
Allah mau jadikan kita seperti apa ? Dunia ini kan seperti Panggung sandiwara, kita hanya menjalankan peran.
2. Memaafkan bukan untuk orang lain, tapi untuk diri yang lebih tenang seperti di surat al fajr. Akan dipanggil Allah dengan panggilan jiwa yang tenang.
Jangan sampai ada anggapan : “Enak aja aku maafin, nanti dianya gak berubah” → ini masih fokus ke orang lain
Ya aku maafin, jadi diri aku tenang .. begitu.
Apakah ada shortcut untuk menyembuhkan luka hati ini ? Ada.
Semua amalah hati, temui Yang Memiliki Hati-Hati ini.
Allah yang Maha Membolak balik hati. Kita minta ridhoNya. Kalau Allah sudah ridho, maka Kun, terjadilah. Yang kata orang memaafkan itu susah, kalau Allah menghendaki, maka akan jadi mudah.
Ini Ibarat seseorang mau bersihin rumah, dia gak punya kunci, maka dia usaha masuk lewat jendela, dobrak pintu, dsb. Capek kaan ? Iya capek. Tapi kalau punya kunci, maka lebih mudah masuknya.
Itu beberapa hal yang dapat aku catat dari pertemuan IP Bandung kemarin. Sayang aku nggak bisa ikut gaming dan eatingnya karena mau lanjut perjalanan.
Jumat, 24 November 2023
Makan Bakso di Bakso Urat Cisaranten
Bakso di Bandung
Bakso buat orang Bandung, adalah salah satu makanan yang sangat populer. Bola daging ini umumnya terbuat dari daging sapi giling yang dicampur dengan tepung tapioka / aci. Biasanya disajikan bersama kuah kaldu sapi, mie, tahu, bihun, dan beberapa tambahan seperti sayuran dan bumbu lainnya. Buat orang Bandung mah ada bakso goreng segala ya..Bakso Urat Cisaranten
Minggu, 12 November 2023
Ganti Kartu ATM di BRI Cab. A.H. Nasution - Ujungberung Tanpa Antri
Kartu ATM Expired
Kalau kita perhatikan, di semua kartu ATM ada masa berlaku yang tertulis bulan dan tahun. Kalau lewat dari masa yang tertera, kartu tidak dapat dipakai. Pernah juga aku mengalami kartu tertelan mesin ATM.
Dulu, aku mendaftarkan rekening Simpedes di BRI karena kepentingan pekerjaan. Namun ketika pekerjaan itu sudah berganti, rekening tetap aku jaga, karena masih aku perlukan untuk kirim-kirim uang ke kampung halaman. Karena di sekitar rumah ada ATM BRI maka aku tidak mengunduh aplikasi mobile bankingnya.
Pada bulan September kemarin, kartuku sudah berakhir masa berlaku. Rasanya malas sekali mau pergi ke Cabang BRI terdekat. Semua orang tahu kan ya, Bank Pemerintah yang satu ini hampir selalu penuh antriannya. Kalau awal bulan biasanya para pensiunan. Nah kalau di tengah bulan atau akhir bulan, beberapa kali ketemu rombongan-rombongan pencairan dana bantuan pemerintah yang jadwalnya tidak aku ketahui. Walhasil membuatku malas ke salah satu cabangnya.
Karena kebutuhan yang mendesak, akhirnya Jumat kemarin aku nekat mendatangi BRI Cabang AH Nasution di seberang alun-alun Ujungberung.
BRI Berubah ?
Ketika motorku memasuki tempat parkir, aku takjub. Sudah banyak sekali perubahan. Parkiran tidak terlalu ramai, ahay.. senangnya. Berarti tamunya nggak banyak.
Terus gedung ATM nya pindah, yang sebelumnya dekat gerbang masuk, sekarang pindah dekat gerbang keluar, dengan bangunan yang lebih besar dan mesin ATM yang baru. Ada juga ruang video banking.
![]() |
| gedung ATM yang baru |
Di ruang layanan utama, aku disambut 2 orang petugas Satpam yang ramah dengan senyum merekah. Tampak di counter teller dan customer service juga tidak banyak yang mengantri. Benar benar berbeda. karena penasaran aku coba mengakses laman BRI.
| penampakan laman BRI |
Dengan semboyannya "Melayani Setulus Hati" bank ini dipilih karena beberapa hal di atas, namun yang aku rasakan langsung hari ini adalah terus berinovasi. Apa itu ? Ganti ATM nggak ngantri lagi :D
Ganti ATM Nggak Antri lagi
Setelah aku masuk, Satpam menanyakan keperluanku. Akupun menyampaikan keperluanku mengganti kartu melalui Customer Service. Pak Satpam menjelaskan, kalau untuk mengganti kartu tidak perlu ke CS, sambil menunjukkan sebuah mesin di dekatnya.
Hasil dari pencarian di laman BRI, ternyata mesin ini punya julukan Digital CS. Pas banget sih. Karena mesin ini memang mengerjakan beberapa hal yang sebelumnya dilayani oleh customer service.
Selain mencetak kartu, ternyata juga dapat dipergunakan untuk pembukaan rekening, penerbitan kartu debet, penggantian kartu debet, cetak rekening koran, yang dapat dilakukan secara mandiri oleh nasabah. Karena aku masih katrok, jadi aku dibantuin, hehe.
![]() |
| Mesin buat cetak kartu ATM |
Pertama-tama ditanyakan apakah aku membawa kartu ATM dan KTP ? Lalu keduanya aku serahkan. Pak Satpam mempersilakan aku mendekati mesin. Karena baru pertama kali melihat, aku pun mengamati apa yang dilakukan.
1. KTP diletakkan di bagian scan, lalu aku diminta meletakkan jari telunjuk di pemindai sidik jari. Ditekan beberapa saat sampai muncul tanda sidik jari dikenali.
2. Wajah diminta menghadap kamera yang ada di bagian atas mesin, kemudian difoto.
3. Setelah mencocokkan kedua data di atas, aku diminta memasukkan pin ATM lama. Kemudian memasukkan pin baru
4. Kemudian aku diminta tanda tangan di layar sentuh mesint tersebut dengan jariku
5. Pak Satpam menekan tombol tertentu, terus tiba-tiba ATM baru sudah jadi. Tiba-tiba ? Iya.. bahkan aku belum nyadar tiba tiba kartu udah jadi.
Kilat banget ya.. Seperti mendapat rezeki nomplok aku ke sini nggak pakai lama. Lalu aku tanya, apakah kartu ATM ini dapat langsung dipergunakan ? Iya katanya. Jadi aku langsung ke gedung ATM untuk mencobanya. Ternyata benar-benar sudah aktif dan langsung bisa dipakai dengan pin yang baru.
Belum aku beranjak dari BRI aku menerima pesan whatsapp tentang penggantian kartu ini. Intinya menanyakan apakah benar aku melakukan penggantian kartu. Karena benar, jadi aku abaikan saja pesannya.
Akupun segera balik ke tempat kerja. Total perjalanan bolak balik, pelayanan dan mencoba ATM adalah 40 menit. Ketika aku tiba, Satpam di kantorku sampai komen, "Kok Bu Titi udah di kantor lagi ?" Haha..
Kamis, 28 September 2023
Tamasya Sehari ke Ibu Kota
Hari ini aku bahagia. Hati terasa berbunga-bunga. Kenapa ? Karepa pak Su mengizinkan aku jalan-jalan bersama teman-teman. Memang perjalanannya agak jauh dan perlu biaya yang cukup lumayan. Bandung-Jakarta PP dalam sehari.
Pembelian Tiket
Jadi, ceritanya aku punya sebuah grup. Awalnya grup ini adalah grup makan siang bersama di kantor. Terus lama kelamaan, satu persatu anggotanya terkena mutasi. Maka geng makan inipun tiba-tiba terasa krik-krik. Sampai akhirnya ada yang usul untuk menabung setiap bulan Rp. 100.000. Nah uang inilah yang kemudian dipakai beli tiket Bandung - Jakarta PP. Anggota grup diminta menyampaikan identitas pribadi untuk pembelian tiket kereta api. Nggak tanggung-tanggung, bendahara membelikan tiket kelas eksekutif Argo Parahyangan.
Perjalanan
Tibalah waktunya tanggal keberangkatan ke Jakarta. Pagi-pagi grup sudah berisik dengan berbagai obrolan. Mulai dari cek lokasi hingga cek bawaan dan menu sarapan.
Kereta berangkat pukul 6 pagi. Aku sampai stasiun udah jam 6 kurang dikit. Antrian kendaraan di pintu masuk parkiran mengular hingga mendekati patung macan. Mungkin memang jam ramai, perpaduan antara orang yang menjemput dan mengantar anggota keluarganya. Tetapi sedikit membuat dag dig dug untuk yang mau bepergian.
Benar saja, sampai di dalam stasiun ternyata situasinya sudah jauh berubah dari terakhir aku ke sana. Sudah selesai pembangunan eskalator yang menghubungkan antar jalur. Kamipun menaiki eskalator menuju jalur 6 tempat kereta Argo Parahyangan. Buru bergegas menuju gerbong sebagaimana yang tertera di tiket. Memang eskalator ini membuat orang agak sedikit terlambat menyeberang. Tapi di satu sisi ini juga untuk kelemahan . Karena penumpang perlu memutar dulu baru sampai di atas rangkaian jalur-jalur ini. Bandung rutinyayang muda aja enggak.
Di Ibukota
Kami sampai di Stasiun Gambir sekitar pukul 9 pagi. Penjemput udah aja di stasiun Karena tidak sempat makan di kereta. SEsuai rekomendasi dan sekaligus rapat online kami memilih resto ... sebagai tempat makan.
Lokasinya di Kebon Sirih, tidak terlalu jauh dari Gambir. Pertama masuk disuguhi dengan deretan sofa di selasar serta lampu gantung berbahan rotan tergantung di langit-langit teras. Kemudian di dalam juga sudah dibooking 50 di depan konfiter in
Review aku tentang resto ini
makanan : 5 bintang
MInuman : bintang 5
tempat : 4 bintang aja. Karena pas kami duduk di sofa yang di teras, ada aroma kurang enak yang menguar entah dari mana.
Akupun memilih nasi jagung, terus ada juga nasi dari berbagai menu nusnatara
Dari Kawi.. kami melipir sebentar kesebelhnya.. Kami duduk=dukuk sembari minum kopi dan berceloteh aneka ragam. Merencanakan perjalanan berikutnya ke mana, menabung berapa, dsb. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 13 lebih. Saatnya bersiap kembali ke Bandung.
Kamipun beranjak ke jalan sabang, menuju Kopi Tuku karena akan menjadikan kopi ini sebagai oleh-oleh.
Jujur aku agak heran ya, ternyata lokasi Kopi Tuku Sabang ada di lt dua toserba Hero. Berbagi tempat dengan beberapa tenant lain.
Dari Kopi Tuku kembli ke statsiun Gambir menggunakan ojek online. Teman teman sepakat belok dulu ke Solaria untuk membeli makan siang take away. Nanti buat di makan di kereta.
Perjalanan kembali ke Bandung
Di Gambir kami melakukan sholat di mushola yang cukup bersih. Mukena banyak, tempat wudu bersih. Kamar mandi tidak ada di area ini. Perjalanan ke Bandung diwarnai dengan tawa. Seiring senja yang jingga, kereta kembali tiba di Stasiun Bandung. Dan drama antrian di parkiran ternyata masih bersambung.
Jumat, 28 Juli 2023
Mudhif Ke Pondok Gontor 3 Kediri
Perjalanan ke Pondok Modern Darussalam Gontor Darussalam Kampus 3 di Kediri ini adalah perjalanan pertamaku. Adapun keperluannya adalah mudhif/menjenguk si bungsu F5 yang saat ini sedang menuntut ilmu di kota ini. Sebelumnya tidak benar- benar berencana mau sini, selain karena jarak yang jauh, juga karena tidak mudah mencari irisan waktu antara aku, abinya anak-anak dan anak sendiri. Ini pun aku akhirnya berangkat berdua dengan F2 saja, karena Abinya gak bisa.
Mengenal Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG)
Ketika F5 keukeuh
sejak kelas IV madrasah ibtidaiyah minta melanjutkan jenjang lanjutan
pertamanya ke pondok, dan menyebut secara eksplisit Pondok Gontor, sejak saat
itulah baru kami sebagai orang tua mencari informasi tentang PMDG.
Gontor
adalah sebuah nama yang tidak asing lagi di Indonesia. Banyak tokoh nasional
yang telah lahir dari Rahim Gontor. Sebutlah misalnya Ust. Didin Hafidzudin
ketua Muhammadiyah, atau Ust. Hidayat Nur Wahid, mantan ketua DPR MPR, Anwar
Fuadi (penulis Negeri Lima Menara), dll. Sempat sih kami membujuk F5 untuk
mencari pondok seputaran Bandung aja. Kami tunjukkan akun-akun official
berbagai pondok, tapi ternyata dia sudah mantap dengan pilihannya. Bahkan Ketika
di masa pandemi yang lain belajar daring, F5 sanggup melalui bimbel seleksi
masuk Gontornya secara luring.
PMDG ini
terdiri dari pondok putra dan pondok putri. Berdiri pertama kali di desa Gontor,
Kec. Mlarak, Kab. Ponorogo. Inilah yang kini disebut sebagai Gontor 1/Gontor Pusat.
Saat ini Gontor memiliki 12 Kampus Putra di berbagai kota di Indonesia
(Ponorogo, Kediri, Banyuwangi, Magelang,
Kendari, Lampung Timur, Lampung Selatan, Aceh Besar, Solok, Tanjung Jabung
Timur dan Poso) serta 9 kampus untuk Gontor Putri di Ngawi (3 kampus), Konawe Selatan, Kediri, Poso, dan
Kampar. Banyak juga ya..
Yang membedakan
PMDG dengan sekolah lain atau pondok lain adalah tahun ajarannya yang
menggunakan tahun hijriyah dan libur pekanannya di hari Jumat. Awal tahun
ajaran adalah bulan Syawal. Dan libur akhir tahunnya adalah selama bulan
Ramadhan. PMDG berdiri 12 Rabbiul Awwal 1345 H artinya tahun ini (1445 H) akan memasuki
usia 100th.
Mudhif
Mudhif arti awalnya adalah tuan rumah, atau orang yang
menjamu tamu. Ya sebenarnya nggak jauh-jauh amat sih kalau dilihat keadaannya,
dalam hal Mudhif dipakai untuk istilah berkunjung/menjenguk santri yang sedang
belajar di Pondok. Soalnya kalau orang tua hadir di pondok/mudhif, maka dia
akan menjamu santri-santri, anaknya dan teman-teman anaknya. Biasanya dilakukan
di jam-jam sarapan, santap siang dan makan malam. Atau di jam istirahat belajar.
Karena liburnya hari Jumat itulah, makanya
aku mudhif di hari Jumat.. biar bisa ketemu agak lama. Pengennya... Realisasinya
mah tetep aja, anak-anak sibuk dengan kegiatan.
Perjalanan Menuju Gontor Kampus 3
Dari Bandung, ada dua pilihan menuju kampus 3 kediri ini.
Yang pertama naik bis, yang kedua naik kereta api. Naik bis aku skip karena aku
khawatir mabuk perjalanan. Kereta api menjadi pilihan. Stasiun terdekat dengan
PMDG Kampus 3 adalah Stasiun Kediri Kota. Aku naik kereta Malabar yang
berangkat dari Stasiun Kiara Condong pk. 17.30 turun di stasiun Kediri Kota sekitar pukul 4
Pagi. Suasana sangat sepi. Tapi pagi itu ada satu resto yang buka, kami makan
malam sekaligus sarapan di sana, lalu duduk sebentar menunggu adzan subuh.
Setelah menunaikan sholat subuh, kami keluar stasiun.
Ternyata sudah ada beberapa kendaraan yang menunggu penumpang. Sebelumnya aku
cek di aplikasi ojek online, biaya sekitar 60rb dari stasiun kota sampai pondok.
Tapi berhubung suasana masih gelap, dan penawaran harga dari pengemudi omprengan
tidak terlalu jauh dari harga ojol, aku akhirnya memilih naik omprengan aja. Harga
ditawarkan pertama 100rb, tapi dapat ditawar menjadi sekitar 70-75rb.
Perjalanan ke Pondok Modern Darussalam Gontor Darussalam
Kampus 3 di Kediri ini adalah perjalanan pertamaku. Adapun keperluannya adalah mudhif/menjenguk
si bungsu F5 yang saat ini sedang menuntut ilmu di kota ini. Sebelumnya tidak
benar- benar berencana mau sini, selain karena jarak yang jauh, juga karena tidak
mudah mencari irisan waktu antara aku, abinya anak-anak dan anak sendiri. Ini pun aku akhirnya berangkat berdua dengan
F2 saja, karena Abinya gak bisa.
Mengenal Pondok
Modern Darussalam Gontor (PMDG)
Ketika F5 keukeuh
sejak kelas IV madrasah ibtidaiyah minta melanjutkan jenjang lanjutan
pertamanya ke pondok, dan menyebut secara eksplisit Pondok Gontor, sejak saat
itulah baru kami sebagai orang tua mencari informasi tentang PMDG.
Gontor
adalah sebuah nama yang tidak asing lagi di Indonesia. Banyak tokoh nasional
yang telah lahir dari Rahim Gontor. Sebutlah misalnya Ust. Didin Hafidzudin
ketua Muhammadiyah, atau Ust. Hidayat Nur Wahid, mantan ketua DPR MPR, Anwar
Fuadi (penulis Negeri Lima Menara), dll. Sempat sih kami membujuk F5 untuk
mencari pondok seputaran Bandung aja. Kami tunjukkan akun-akun official
berbagai pondok, tapi ternyata dia sudah mantap dengan pilihannya. Bahkan Ketika
di masa pandemi yang lain belajar daring, F5 sanggup melalui bimbel seleksi
masuk Gontornya secara luring.
PMDG ini
terdiri dari pondok putra dan pondok putri. Berdiri pertama kali di desa Gontor,
Kec. Mlarak, Kab. Ponorogo. Inilah yang kini disebut sebagai Gontor 1/Gontor Pusat.
Saat ini Gontor memiliki 12 Kampus Putra di berbagai kota di Indonesia
(Ponorogo, Kediri, Banyuwangi, Magelang,
Kendari, Lampung Timur, Lampung Selatan, Aceh Besar, Solok, Tanjung Jabung
Timur dan Poso) serta 9 kampus untuk Gontor Putri di Ngawi (3 kampus), Konawe Selatan, Kediri, Poso, dan
Kampar. Banyak juga ya..
Yang membedakan
PMDG dengan sekolah lain atau pondok lain adalah tahun ajarannya yang
menggunakan tahun hijriyah dan libur pekanannya di hari Jumat. Awal tahun
ajaran adalah bulan Syawal. Dan libur akhir tahunnya adalah selama bulan
Ramadhan. PMDG berdiri 12 Rabbiul Awwal 1345 H artinya tahun ini (1445 H) akan memasuki
usia 100th.
Mudhif
Mudhif arti awalnya adalah tuan rumah, atau orang yang
menjamu tamu. Ya sebenarnya nggak jauh-jauh amat sih kalau dilihat keadaannya,
dalam hal Mudhif dipakai untuk istilah berkunjung/menjenguk santri yang sedang
belajar di Pondok. Soalnya kalau orang tua hadir di pondok/mudhif, maka dia
akan menjamu santri-santri, anaknya dan teman-teman anaknya. Biasanya dilakukan
di jam-jam sarapan, santap siang dan makan malam. Atau di jam istirahat belajar.
Karena liburnya hari Jumat itulah, makanya
aku mudhif di hari Jumat.. biar bisa ketemu agak lama. Pengennya... Realisasinya
mah tetep aja, anak-anak sibuk dengan kegiatan.
Perjalanan Menuju Gontor Kampus 3
Dari Bandung, ada dua pilihan menuju kampus 3 kediri ini.
Yang pertama naik bis, yang kedua naik kereta api. Naik bis aku skip karena aku
khawatir mabuk perjalanan. Kereta api menjadi pilihan. Stasiun terdekat dengan
PMDG Kampus 3 adalah Stasiun Kediri Kota. Aku naik kereta Malabar yang
berangkat dari Stasiun Kiara Condong pk. 17.30 turun di stasiun Kediri Kota sekitar pukul 4
Pagi. Suasana sangat sepi. Tapi pagi itu ada satu resto yang buka, kami makan
malam sekaligus sarapan di sana, lalu duduk sebentar menunggu adzan subuh.
Setelah menunaikan sholat subuh, kami keluar stasiun.
Ternyata sudah ada beberapa kendaraan yang menunggu penumpang. Sebelumnya aku
cek di aplikasi ojek online, biaya sekitar 60rb dari stasiun kota sampai pondok.
Tapi berhubung suasana masih gelap, dan penawaran harga dari pengemudi omprengan
tidak terlalu jauh dari harga ojol, aku akhirnya memilih naik omprengan aja. Harga
ditawarkan pertama 100rb, tapi dapat ditawar menjadi sekitar 70-75rb.
Suasana di Pondok Gontor Kampus 3
Sesampai di area kampus, kami diterima di Balai Penerimaan
Tamu atau biasa disebut Bapenta. Disisi Bapenta ada dua aula besar untuk
penginapan tamu, satu khusus tamu laki-laki, satu lagi khusus tamu perempuan.
Para tamu dapat menginap di sini, gratis. Bila menghendaki sewa kasur,
disediakan dengan harga 10rb/malam.
Selain itu, ada juga Gazebo yang memuat sekitar 2-4 orang, terdiri
dari satu ruangan sekitar 3x3m dengan sewa 75rb/malam. Namun sayang sekali pas
aku tiba di sini, Gazebo sudah penuh. Akhirnya aku menginap di Bapenta.
Nomor telpon penting di sekitar Kampus 3
Ini bukan nomor internal kampus ya.. tetapi nomor para supporter
yang akan menyukseskan acara mudhif ayah bunda.
- Mama Haidar 0812-2995-8396
Wali santri dapat menitip apapun ke mama Haidar ini, mulai dari printilan semacam gembok yang ilang, hingga makanan yang kita perlukan buat sarapan, makan siang ataupun makanan lain. Insya allah siap menyediakan. Aku pesan nasi kuning buat sarapan yang siap jam 6 pagi. Bisa juga pesan gorengan, jus, dsb
- Mbak Nurul Kurir Makanan 0858-5620-2148
Ini juga sama dengan Mama Haidar. Menerima titipan belanjaan di sekitar pondok. Kita kan memang pendatang yang mungkin baru pertama datang, belum hafal tempat. Jadi mba Nurul ini sangat membantu. Aku pesan nasi padang buat makan siang.
- Pak RT (Pak Sunar) / Pemilik Dzava Travel 0821-4041-8799
Beliau melayani travel, sewa motor, charter mobil, catering, tumpeng dll. Sewa motornya ini membantu banget, sehari 65rb. Dan bapaknya percaya banget. Motornya disimpan di depan Bapenta. Selain itu beliau juga menerima pesanan makanan, jajan-jajan gitu. nanti dianterin ke anak kita yang di pondok.
- Aplikasi Ojek online
Kalau anak-anak request
makanan-makanan perkotaan, makan aplikasi ojol ini menjadi 911. Dimana kita dapat
memperolah harga diskon atas pembelanjaan kita. Dan sebagai tamu yang tidak
mengenal daerah, maka aplikasi ini menjadi sesuatu yang penting. Aku beli
martabak bisa dapat harga 60rb an untuk 2 kotak martabak manis plus 2 kotak
martabak asin.
Sementara itu dulu ceritaku dari PMDG
Kampus 3 kediri ya.. Daah
3.
Sementara itu dulu ceritaku dari PMDG
Kampus 3 kediri ya.. Daah
Rabu, 26 Juli 2023
Cuci Sepatu, Sendiri atau ke Binatu ?
Kesel nggak sih, kalau kita nyuci sepatu, udah digosok sana-sini, udah dibilas sampai hilang sabunnya terus pas kita angkat dari jemuran ternyata ada spot-spot dengan bentuk tidak teratur yang bisa dibilang mirip lelehan iler di bantal. Hhh.. berasa pengen mengulang nyuci lagi untuk menghilangkan spot tersebut. Karena konon noda kuning itu berasal dari detergen kita yang tidak dibilas dengan sempura. hayo lho.. :D Jadi tadi perasaan saja ya sudah bersih, teh ternyata masih ada detergan yang tertinggal
Akhir-akhir ini banyak bermunculan tempat untuk mencuci sepatu (dan tas, biasanya). Dari harga yang murce marice di bawah 50rb/pasang, hingga yang harga ratusan ribu untuk sepasang sepatu. Padahal tidak semua sepatu yang kita miliki adalah sepatu branded yang harganya beberapa digit, tetapi kadang sepatu yang harganaya 100-200rb saja. Kadang suka berfikir, ini sepatu harga berapa ya.. kalau dicuci ke binatu yang tarifnya ratusan ribu, tentu kita berpikir ulang. Karena harga segitu kita sudah bisa mendapatkan sepatu baru.
Jadi gimana dong ?
Aku ada beberapa tips ya, kalau sepatu kamu warnanya gelap, semacam hitam, biru tua, dan beberapa warna lain, maka kita dapat mencucinya di rumah. Selain lebih hemat dan lebih masuk akal, maka dana ratusan ribu itu dapat dialokasikan ke yang lain. Tapi sejujurnya cara paling hemat ya hati-hati aja pakai sepatunya hehe jangan main-main ke tempat kotor. Kalau hujan pakai sepatu pelindung, semacam jas hujan khusus sepatu gitu. bisa dicari di toko online
Sedangkan untuk sepatu dengan warna terang, biasanya aku pakainya lebih jarang. Hanya pada moment tertentu. Karena misal sepatu warna terang tersebut berbahan canvas, maka akan mudah tampak kotor. Beda lagi kalau bahannya dari kulit atau kulit imitasi, maka biasanya akan lebih tahan kotor, ya tahan bantingnya nggak dijamin ya.. gimana merk. Masing-masing sepatu punya kekuatan sendiri.
Sampai saat ini aku memiliki langganan mencuci sepatu yang benar-benar harga mahasiswa alias sangat terjangkau. Di sekitar rumah aku sudah survey, untuk cuci sepatu harganya kisaran 75 rb hingga di atas 100rb. Nah kalau di tempat langgananku ini paling mahal 40rb, itupun sudah dia sebut "deep clean" alias sepatunya kotor banget. Makanya meski tempat agak jauh, aku masih langganan sama adek ini.
Selain cuci sepatu, dia juga menerima cuci tas. baik yang berbahan kulit, kulit imitasi , maupun kanvas. Kalau pas nyuciin yang kanvas, aku puas banget sih. Karena pulang dari sana, tasnya benar-benar bersih luar dalam. Kadang ada kan ya, yang luarnya bersih, dalamnya nggak, atau dalam tasnya nggak bersih.
Nah soal tas ini pernah ada tragedi, tas ditawarin re-pain karena memang kondisinya sudah agak memprihatinkan. Ternyata oh ternyata, setelah dicat kembali dengan biaya yang bisa dipakai beli tas lagi, akhirnya tas itu hanya tergeletak saja saat ini. Karena efek cat barunya membuat tas tegak dan sedikit lebih kaku.
Demikian ceritaku tentang cuci mencuci sepatu di dunia ibu-ibu.
Jumat, 21 Juli 2023
Belajar jadi MC dan Moderator
Pekan lalu aku mengikuti kelas daring yang benar-benar mengasyikkan. Kenapa kusebut demikian ? Karena selama kelas berlangsung, aku dan peserta lain merasa asyik, istilahnya 'nggak berasa' mungkin ya, eh tahu-tahu kelas sudah berakhir. Pasti kalian penasaran kaan ? Yang aku ikuti adalah kelasnya Easy to Speak / Etos. Namanya sudah mewakili sekali kan ya..
Kelas kali ini bertajuk Are You Ready to be The Next MC & Moderator ? Dari judulnya aja udah fokus banget ya.. Siap nggak nih menjadi MC atau master ceremony atau biasa dibilang pembawa acara. Sama jadi moderator.
Dua hal ini sebenarnya nggak jauh-jauh dari kehidupan kita dalam bermasyarakat. Sering misalnya pertemuan ibu-ibu baik itu arisan atau pengajian, butuh seorang MC. Terus seringnya ibu ibu saling tunjuk, siapa yang jadi pembawa acara. Di satu sisi kadang digilir, eh tiba gilirannya panas dingin karena grogi nggak biasa bicara di depan orang banyak. Ya.. begitulah kurang lebih emak life..
Nara sumber acara kali ini adalah kang Purwa dan Kang Wildan Tauhid. Duet antara keduanya terlihat kompak sekali dan benar-benar sudah ada chemistry. Ketika kang Purwa bicara, Kang Wildan memilihkan musik pengiringnya. Ketika kang Purwa melempar tanya, kang Wildan dapat menjawab dengan begitu nyambungnya. Asyik deh pokoknya. Dari percakapan mereka aja banyak sekali pelajaran terkait menjadi MC dan Moderator ini.
Apa sih bedanya MC dengan Moderator ?
Namanya pembawa acara ya memandu acara ya.. dari mulai pembukaan, hingga mengantarkan pendengar /peserta ke acara demi acara sampai menutup acara tsb. Sedangkan seorang moderator bertugas memandu topik, memancing tanya atas topik tersebut, mengantarkan pembicara menyampaikan materi dan di akhir acara moderator membuat ringkasan / kesimpulan acara tsb.
Kemudian kalau pembawa acara itu tugasnya menghidupkan acara, bagaiimana mengerti audience, mengisi waktu luang bila ada keterlambatan pembicara dsb, maka seorang moderator itu menghidupkan acaranya dengan seni bertanya. Bagaimana moderator dapat berperan 'mewakili' audience yang tidak tahu tentang topik tsb,, atau bisa juga moderator itu memancing pembicara untuk menjelaskan lebih. Biasanya seorang moderator itu dipilih dari yang berlatar belakang sama dengan pembicara.
Di akhir acara, MC memberikan kesan dengan quote singkat atau pantun makan seorang moderator memberi kesannya dengan memperkaya konten dan diksi.
Satu hal yang aku dapatkan juga disini bagaimana agar suara kita itu bernyawa, ada ruhnya.. yaitu menghadirkan hati saat bicara. Misal di awal membaca basmalah dan salam, maka usahakan melakukan ini dengan khusyu'/fokus memang berdoa.
Ada juga istilah power voice dan smiling voice. Smiling ovoice itu kurang lebih artinya bicara sambil tersenyum ya.. bukan dengan muka masam. Kalau power voice itu ada penekanan saat mengeluarkannya, bertenaga. Berikan energi di setiap kata.. Hadirkan diri kita di situ. Jangan hanya membacakan susunan acara, tetapi juga memperkaya dengan improvisasi, agar kata-katanya nggak itu itu saja. seperti ..menginjak acara berikutnya... nah ini nggak boleh ya..
Nah kayaknya ini dulu catatanku soal kelas yang aku ikuti ya... semoga ada secuil manfaat yang didapat.
Rabu, 19 Juli 2023
Bersih dan Sehat, Mulai dari Mana ?
Kalau ngobrolin itu, sebagai orang awam, tentunya personal hygiene ini tidak terlepas dari kebiasaan keluarga. Bagaimana dulu bapak dan Ibu membentukku, mengajariku dan memberikan teladan, itulah yang aku ketahui sekarang. Kalau secara standar, sebenarnya yang diajarkan kedua orang tua jaman dulu sudah memenuhi standar ya.. Kebetulah Ibu pernah sekolah perawat walaupun tidak sampai lulus karena keburu pindah sekolah karena Simbah ingin ibu menjadi seorang guru.
Kebiasaan keluarga yang ditanamkan dulu :
- Mandi dan ganti baju dua kali sehari, pagi dan sore
- keluar rumah harus pakai sandal, sekolah pakai sepatu (hihi ini setting tahun 80an ya, di mana anak sekolah aja masih ada yang nyeker)
- cuci kaki sebelum naik ke kasur baik tidur siang atau tidur malam
- gosok gigi sebelum tidur dan bangun tidur minimal cuci muka
- gelas dan makanan selalu ditutup
- nggak boleh jajan sembarangan/jajan yang makanannya terbuka dan dikerubungin lalat, Bapak mencontohkan, selalu jajan makan yang terbungkus, seperti nagasari, arem-arem, bugis, dll nggak pernah jajan yang makanan tidak terbungkus yang cara meladeninya dipegang-pegang pakai tangan. :D
- membersihkan tempat tidur sebelum tidur dan merapikan lagi dipagi hari
- Baju kotor dicuci setiap hari
- Mencuci piring sehari 3x setelah makan pagi,makan siang, dan makan malam
- mencuci rambut/keramas minimal banget seminggu sekali.
- Bapak melarang anak-anak mandi di kali (bayangin hampir semua anak di kampung suka mandi di kali, dan kita gak boleh, hiks)
- Mempunyai sarana MCK sendiri untuk sekeluarga ( di kampung banyak yang yang masih share tempat MCK dan jambannya pun masih ada yang cemplung langsung gitu)
- Makan sehari 3x dengan komposisi nasi-lauk-sayur.
- Anak-anak mendapat tugas siapa yang ngepel siapa menyapu rumah, siapa menyapu halaman rumah.
- Menjemur kasur di hari libur.
- tidak bertukar handuk dan sikat gigi.
- Membuang sampah pada tempat sampah. Dulu di dapur ada tempat sampah, nanti pagi dan sore dibuang ke lubang sampah yang kalau penuh diurug tanah. Etapi dulu itu jarang sekali sampah plastik. Semua jajanan dibungkus daun, dan kalau belanja kita bawa keranjang belanja.
Itu beberapa hal yang aku ingat dari masa kecil yang selalu dibiasakan oleh orang tua. Tetapi ada satu kisah lucu, entah pas aku duduk di kelas berapa, waktu itu aku lihat temanku mencari kutu dari kepalanya, dan "mithes" (menekan telur kutu dengan kuku ibu jari), aku pikir itu asyik sekali.. aku ambil dong satu kutu dan ku letakkan di kepalaku. walhasil seisi rumah semua jadi kutuan. Aku dan kedua adik perempuanku. Cukup panjang perjalanan membasmi kutu rambut ini. Sepertinya sampai aku SMP baru hilang bersih karena aku mulai memasuki usia puber, malu kalau ketahuan kutuan dan rambutnya berhias 'permata' telur kutu.
Tapi soal kutu ini ternyata di anak-anakku juga terjadi, tanpa mereka 'memelihara kutu' seperti yang aku lakukan di waktu kecil, eh mereka tertular juga. Waktu itu dari ART yang berambut panjang dan terlihat kutu satu dua berjalan jalan di rambutnya.
Setelah aku cukup dewasa dan belajar agama, ternyata soal kebersihan ini diajarkan di awal sekali. Kalau buka buku Fiqh maka bab awal awal adalah tentang Thoharoh/bersuci. Menurut pemahamanku yang dangkal, ini berarti memang Islam sangat mengutamakan kebersihan bahkan lebih tinggi lagi kesucian / bersih luar dalam, bersih secara harfiah dan secara makna.
Diantara pelajaran bersuci ada yang namanya sunah sunah fitrah/sunah yang paling mendasar yang harus dilakukan terkait personal hygiene :
Artinya: "(Sunnah) fitrah ada lima, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku." (HR Bukhari dan Muslim).
Tentunya ini berlaku untuk laki - laki dan perempuan ya.. Dan kalau belajar Fiqh masih banyak yang dibahas di bab thoharoh ini ya.. bagaimana cara bersuci dari hadas kecil dan hadas besar, bagaimana cara mensucikan dari najis, dsb Dibahas sangat rinci.
Bagaimana menanamkan personal hygiene ke anak-anak ?
Dulu, aku mungkin hanya melihat kebiasaan Bapak, Ibu dan kakak-kakak udah nyante ya.. skrg gantian anak-anakku, mereka melihat yang dilakukan oleh bapak-ibunya, itulah yang mereka terapkan saat dewasa.
Sabtu, 15 Juli 2023
Daur Ulang Sampah, Bisakah Kita ?
Menurut id.wikipedia.org, hierarki sampah sampah menujuk pada 3R, yaitu Reuse , Reduce, dan Recycle yang mengklasifikasikan strategi manajemen sampah menurut apa yang sesuai.
Reuse : menggunakan kembali
Reduce : mengurangi
Recycle : mengolah kembali
Dimulai dari reduce / mengurangi terjadinya sampah. kemudian menggunakan kembali barang yang masih dapat digunakan, hingga mengolah kembali atau biasa disebut daur ulang.
Masih dari id.wikipedia.org Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.
Waduh .. serius banget ya.. Ya memang seserius itu masalah sampah di bumi ini. Mungkin hal kecil yang kita anggap biasa saja, ternyata memberikan andil besar dalam memperbanyak jumlah sampah. Kalau di Kota Bandung, gencar disosialisasikan istilah Kang Pisman. Kang Pisman adalah singkatan dari Kurangi Sampah, Pisahkan Sampah, dan Manfaatkan kembali sampah.
Kurangi sampah ? gimana caranya ? Nggak kebayang kali ya..
Contoh paling mudah adalah menghabiskan makanan. iyap. karena makanan sisa akan menjadi sampah. Kemudian membawa minum sendiri / mengurangi jajanan yang menggunakan kemasan sekali pakai itu juga sudah mengurangi sampah. Membawa kantong belanja sendiri, mengurangi pemakaian tissu itu juga sudah mengurangi sampah.
Kemudian memisahkan sampah. Secara mudah, pemisahan metode kang pisman ini hanya ada 3 kategori, yaitu sampah sisa makanaan dan tumbuhan, yang kedua sampah plastik, kertas, kaleng, kemudian kategori ketiga selain itu.
Nah memanfaatkan kembalinya merujuk pada 3 kategori di atas. Sampah pertama berupa sisa makanan dan daun itu diolah jadi kompos. Kemudian kategori kedua disumbangkan ke bank sampah, baru kategori ketiga diangkut ke TPA /tempat pembuangan akhir untuk dikelola Dinas Kebersihan.
Apa yang dapat kita lakukan ?
Banyak. Sebagai seorang Ibu, kita kan menyiapkan bahan makanan di rumah ya.. usahakan makanan yang kita siapkan nggak berlebih. Karena kalau makanan berlebih, nggak kemakan, jatohnya jadi sampah. Di sini juga seorang ibu biasanya akan banyak ide untuk mengelola makanan yang tidak habis untuk dimanfaatkan. Anak-anak sering meledek Umi mendaur ulang makanan. Hehe ternyata kalau merujuk definisi wikipedia masih masuk ya.. mengurangi penggunaan bahan baku baru.
Nasi sisa misalnya, menjadi nasi goreng mungkin biasa. Maka aku mengolah menjadi nasi kuning (cukup tambahkan bumbu gulai siap pakai) atau mengolah menjadi nasi uduk ungu (tambahkan ubi ungu yang dihancurkan dan santan) atau menjadi bubur ayam kalau pas waktunya agak panjang. Capcay rebus nggak habis ? tinggal masukkan mie dan kecap, jadilah mie goreng nyemek. dsb
Daur ulang lain yang kulakukan adalah memanfaatkan kain perca menjadi selimut/karpet lantai. Memang ini agak perlu waktu mengerjakannya. akupun mengerjakan sambil sambilan hitung hitung menjadi me time ya..
Kalau sampah dapur, pernah mencoba membuat kompos. tapi semangatnya naik turun hehe.. Kebetulan pekan lalu mengikuti acara Pamisah (Pawon Minim sampah) yang diselenggarakan oleh Sejuta Cinta Bandung, jadi semangat lagi, bismillah. Dan akupun menjadikan masalah sampah ini sebagai salah satu masalah di jenjang BunSal#2 yang sedang aku ikuti.
Itu sekelumit ceritaku tentang daur ulang sampah.. Kamu punya cerita juga ?








.jpg)
