![]() |
| Antrian sarapan gudeg |
Senin, 01 Desember 2025
Wisata Kuliner di Pasar Ngasem Yogyakarta
Kamis, 16 Oktober 2025
Destinasi Sekitar KM Nol Kota Yogyakarta
Pekan lalu aku kembali berkunjung ke kota Yogyakarta. Selain keperluan menjenguk F4 yang sedang kuliah di sana, aku juga menemani sahabatku yang mengikuti event Malioboro Run 2025.
Yogyakarta itu mirip Bandung. Hampir setiap minggu ada aja gebrakannya. Muncul destinasi baru, muncul hal viral baru, dan yang lama pun perlu berbenah agar tidak ditenggelamkan oleh algoritma media sosial.
Ke Yogya kali ini aku menginap agak ke pinggir. Tidak mendekati Malioboro tapi ya masih bisa keliling-keliling mengunjungi tempat yang selama ini belum pernah aku kunjungi.
Di seputar titik nol kilometer ini kondisinya sudah berbeda dengan tahun lalu aku ke sini. Penasaran kan ada perubahan apa saja? Yuk kita lihat.
1. Museum Benteng Vredeburg
![]() |
| Foto-foto di Titik Nol km |
3. Menonton film bisu di Bioskop Sonobudoyo
Aku baru sadar kalau di sini ada bioskop ketika kemarin jalan pelan-pelan di sekitar titik nol kilometer ini. Kupikir tadinya ini bagian dari kafe di sebelahnya. Ternyata bagian dari museum. Di sini diputar beberapa film bersejarah terkait Museum Sonobudoyo. Untuk jadwal penayangannya ada di pukul 16.00, 17.00, 19.00 dan 20.00 WIB. Harga tiketnya Rp. 5.000 per orang
Kebetulan waktu itu aku menonton film sejarah museum, berjudul Sanaboedaja 1935. Filmnya hitam putih dan tanpa suara, berlangsung sekitar 30 menit termasuk iklan. Aku bersyukur nonton ini dulu sebelum masuk museum, sehingga ketika masuk museum terbayang sejarahnya seperti yang diceritakan di film ini.
![]() |
| Bioskop Sonobudoyo |
4. Cafe Titik Nol dan Solaria
![]() |
| Cafe titik nol kilometer |
5. Foto-foto di depan Museum Sonobudoyo
![]() |
| Foto di depan Museum Sonobudoyo |
6. Museum Sonobudoyo
![]() |
| Spot foto di dalam Museum Sonobudoyo |
7. Jogja Gallery
Senin, 06 Oktober 2025
Kesanku Menginap di Omah Manis Tamansiswa
Ke Yogya, berkali-kali pun rasanya tidak cukup untuk mengulik segala penjuru kotanya. Menginap selalu pindah tempat. Berkunjung selalu ke tempat baru. Kali ini aku akan berbagi cerita tentang kesan-kesanku menginap di Omah Manis Tamansiswa
Alamat :
Jl. Taman Siswa No.1281A, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta,
Daerah Istimewa Yogyakarta 55151
No Telepon : 08112643747
Aku pesan melalui aplikasi Traveloka. Soalnya setelah aku bandingkan dengan aplikasi sejenis, di sini harganya yang paling ekonomis.
Kelebihan Omah Manis Tamansiswa
1. Lokasi
Menurutku lokasi ini mudah dijangkau. Nggak di tengah kota banget jadi suasana lebih tenang, nggak hiruk pikuk. Masuk hotel rasanya adem. Ada masjid depan hotel, lihat anak-anak berlarian ke masjid dan ibu-ibu pengajian habis maghrib. Sampai anakku bilang itu Umi ikut aja pengajian ke masjid. Lol
2. Stafnya ramah-ramah dan sigap
Di lobby kami disambut dengan senyuman, kemudian tanda pengenal kami dicopy dan menitipkan deposit Rp. 50.000/kamar. Kemudian kami ditunjukkan kamar tempat menginap. Pas besoknya minta tolong kamar dibersihkan, pulang jalan-jalan kami mendapati kamar sudah rapi dan wangi.
3. Kamarnya oke banget
Aku menginap di type deluxe dengan tempat tidur queen. Cahaya masuk ke kamar dengan leluasa. Ada lemari pakaian lengkap dengan hanger, ada meja setrika dan brankas juga ada. Setrika dan hair dryer dapat dipinjam ke resepsionis. Yang aku suka juga di kamar ada semacam mini kitchen set gitu. Ada kulkas, piring dan gelas, mangkok, sendok, alat cuci piring dan tentu saja teko pemanas beserta printilannya. Namun yang jadi perhatianku adalah, nggak ada botol air mineral di kamar. Jadi air putih ditempatkan di teko kaca, kalau habis bisa isi ulang di dapur setiap lantai.
4. Tersedia dapur di tiap lantai
Di dapur ini ada alat masak yang boleh dipakai, asal dibersihkan kembali. Kemudian tempat cuci piring, microwave dan juga air galon untuk mengisi ulang teko yang di kamar. Di sini juga ada alat makan yang boleh dipergunakan, asalkan setelahnya dikembalikan dalam keadaan bersih.
5. Ada kolam renang dan tempat gym
Meski tempatnya di dalam gang, Omah Manis Tamansiswa ini lengkap juga lho fasilitasnya. Ada kolam renang dengan ukuran lumayan dan ada juga tempat gym. Kalau pagi, tamu-tamu sarapan bersama di sekitar kolam renang.
6. Tersedia Sarapan
Di aplikasi nggak ada pilihan tanpa sarapan. Tapi nggak nyesel juga sih sarapan di hotel. Ada camilan dua macam kue satu manis satu asin, terus sego kucing, mie goreng, sayur tumis, mendoan (dua hari mendoan ada terus), sama lauk (hari pertama tahu telur, hari kedua ayam sayur), buah juga selalu ada, minuman teh dan kopi, jus serta infused water. Oh iya buat anak-anak juga ada sereal + susu, sama roti. Pas hari pertama malah ada bubur sumsum. Lebih dari cukup menurutku sih..
7. Dekat pusat oleh-oleh Yogya
Jadi ceritanya aku kemaren ke Yogya nggak mampir ke Malioboro. Jadi beli oleh-olehnya ya sekitar penginapan aja. Ternyata keluar gang udah ada Yudhistira (grosir batik), Pusat Oleh-oleh Jiwa Jogja, Cafe Chouvee, J-House, Bolosego, dsb















