Tampilkan postingan dengan label Kenangan Indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenangan Indah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Oktober 2015

Pengalamanku Pertama Naik Travel Pamitran Jaya

Alhamdulillaaah aku mendapat kesempatan mengikuti bloggercamp di Purwokerto.  Pertamanya aku bingung au naik apa, soalnya aku nggak mau ninggalin anak anak terlalu lama. Naik kereta adanya berangkat malam, kalau yang berangkat pagi turunnya di Kroya. Aku harus naik angkutan lagi ke kota Purwokerto.

Terus aku kepikiran mau rental mobil, tapi malah kata temenku pemilik mobil itu jangan rentaaal, gak worth it karena aku berangkat sendirian. Malah dia nyaranin aku naik travel. Voila ! Gak kepikiran sama aku soal travel ini.
Akhirnya aku search dengan kata kunci "travel Bandung-Purwokerto". Muncullah nama travel Pamitran Jaya. Trus aku nelpon travel itu....
Dari Bandung jam berapa ? Jam 7 pagi, jam 14 dan jam 7 malam
Trus nanti dijemput dari rumah ke rumah.
Aku tanya : harus beli tiket nggak ?
Katanya nggak perlu, besok saja bayar langsung ke sopirnya.
Oke deh, akupun book untuk hari Senin. Deal !

Senin pagi  aku siap siap jam 7 pagi, sesuai yang diminta.
Trus jam 7 aku nelpon lagi, ternyata aku dijemput setngah sembilan karen ujungberung dijemputnya terakhir.
Akupun menunggu sampai jam setengah sembilan.
Jam 8.35 aku nelpon lagi. Mau dijemput jam berapa ? Terus terang aku ragu ragu yaaa... Soalnya kan kalau jahatnya aku nggak dijemputpun aku belu mbayar apapun.
Akhirnya jam 9 an aku nelpon lagi dan ternyata mobilnya masih kena macet di jalan.

Bismillah akupun naik travel Pamitran Jaya. Masih sedikit macet ke arah Jatinangor, Alhamdulillah seterusnya lancar  dan siang istirahat di Ciamis.  Di sini juga kami makan siang, dan sholat. Trus ganti mobil juga. Jadi dua mobil bertukar penumpang. Sebagian ke Cilacap sebagian ke Banyumas/Purwokerto. Aku naik yang  ke  arah Purwokerto. Aku turun di RS Margono dan dari situ lanjut ke arah Baturaden tempat acara bloggercamp di desa wisata Ketenger.

Kamis, 20 Maret 2014

I'm In : Menularkan Kebahagiaan

Dapat cerita ini dari teman :

 Bahagia itu "Pilihan"
Seorang pemuda berangkat kerja dipagi hari... Memanggil taksi, dan naik...
"assalaamu alaykum Pak..."katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dulu...
"Pagi yang cerah bukan?" sambungnya sambil tersenyum...

Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dgn senang hati
Ia melajukan taksinya...
Sesampainya ditempat tujuan.. 

Pemuda itu membayar dengan selembar 20ribuan, untuk argo yang hampir 15 ribu...
"Kembaliannya buat bapak saja...selamat bekerja Pak.." kata pemuda dengan senyum...
"Terima kasih..." jawab Pak sopir taksi dgn penuh syukur...

"Wah.. aku bisa sarapan dulu nih..." Pikir sopir taksi itu...
Dan ia pun menuju kesebuah warung.

"Biasa Pak?" tanya si mbok warung.
"Iya biasa.. Nasi sayur...Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam "..jawab Pak sopir dgn tersenyum

Dan, ketika membayar nasi , di tambahkannya seribu rupiah 
"Buat jajan anaknya si mbok... " begitu katanya.
Dgn tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat kesekolah dgn senyum lebih lebar
Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini...  Dan diberikannya pada temannya yg tdk punya bekal.
Begitulah...cerita bisa berlanjut.. Bergulir... .spt bola salju...
Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu...
Begitu juga keluarga si mbok...
Teman2 si anak...

keluarga mereka...
Semua tertular kebahagiaan...

Kebahagiaan, spt juga kesusahan, bisa menular kpd siapa saja disekitar kita...
Kebahagiaan adalah sebuah pilihan...
Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini??

Bisa menerima itu adalah berkah...
Tapi bisa memberi adalah anugerah....

Semoga sisa hidup kita selalu bahagia dan membuat org lain bahagia dgn keberadaan kita...
Semangat pagi Sahabat, ayo selalu berbagi, walaupun itu hanya sebuah senyum...

Nah, kayaknya cerita di atas, pas banget ya... sama program eh apalah namanya si I'm In ini....

I’m participating in the Pay-it-Forward initiative. The first 5 people who comment on this status with “I’m in” will receive a surprise from me at some point in this calendar year – anything from a sweet dessert, a lovely CD, a ticket, a book or just absolutely any surprise I see fit! There will be no warning and it will happen when I find something that I believe would suit you and make you happy! These 5 people must make the same offer in their status (FB or Path or Twitter, etc.) and distribute their own joy. Simply copy this text onto your profile, (don’t share) so we can form a web of connection and kindness.
Let’s do more nice and loving things for each other in 2014, without any reason other than to make each other smile and show that we think of each other. Here’s to a more enjoyable, more friendly and love-filled year!


Nah karena aku sudah dapat hadiah dari Mbak Tituk, maka aku berkomitmen akan membagi hadiah juga insya Allah.
Hadiahnya spesial, tas rajut yang kubuat sendiri. Dirajut dengan penuh cinta dan kehangatan seorang sahabat.
Karena ini perlu waktu untuk membuatnya, maka insya Allah tiap bulan cuma bisa kirim satu. Akan dibuat berurutan sesuai urutan komen ya....
Ya kalau sampai belum terkirim semua aku udah keburu nggak ada maaf maaf aja... tolong diiklaskan. Karena anakku belum ada yang tahan bikin sampai segini gedenya. hehe...
Ukurannya kurang lebih masuk tab 7 inch / ipad mini.
Yang komen duluan boleh pilih duluan warna yang tersedia.
Silakaaan....


penampakan tas
detil rumbai rumbai di sisi
warna yang bisa dipilih. ungu terong, gradasi coklat, gradasi hitam, gradasi biru, dan gradasi kuning-tosca

Senin, 23 Desember 2013

Highlight Last Week

Pas aku lihat jadwal postingan sebelum yang dipaksain harus tayang hari Ibu kemarin,  ya ampunn... udah seminggu. Padahal kan minggu kemarin banyak banget peristiwa bersejarah dan berkesan. Dan mau cerita satu demi satu rasanya udah enggak mood lagi, tapi ya sayang juga untuk dilewatkan. Baiklah mari kita cekidot satu demi satu

17 Des
Jadwal Faiz berenang. Yang terakhir di semester ini. Setelah kesempatan berenang pertama dan kedua yang dia enggak berani masuk ke kolam, alhamdulillah, kali ini dia mau masuk kolam renang. Kata bu Guru, ini sebuah kemajuan.
Meski belum berani mandi air dingin (ini mah gue banget) tapi sudah mau main ciprat air sama bu Guru dan membenamkan muka ke dalam air.
Syukurlah ya... semoga ke depannya dia bisa berenang beneran.

Ini pas aku jemput Faiz di renang kedua. Belum mau masuk kolam samsek. Giliran yang lain udahan dan lari-larian, baru deh ikutan
18 Des
Anniv pernikahan yang ke 17. Sweet seventeen...... sampai enggak bisa berkata-kata. Udah kuposting di IG-ku. hehe
Seperti biasa, enggak ada acara apa-apa. Nggak ada us time, biasa aja deh pokoknya. Bahkan aku juga lupa. Pagi pagi, bangun tidur aku teriak, asyiik ada yang ulang tahun.
Si mbak nanya, siapa Mi ? Kamu ultah tanggal berapa ? tanyaku balik
Tanggal 20.
Oh berarti ulang tahun pernikahan Ummi dan Abi hehehe..
Sampai diketawain Baginda Ratu tuh, pas aku cerita hal ini. intinya, aku lupa, mana yang tanggal ultah mbak, yang mana yang anniv aku dan Abi.
Tapi pas aku  pulang kantor, Abi ngeluarin satu set pisau Oxone. Anak-anak nyorakin itulah hadiah anniv -nya.
Abi membelikan yang warna biru

Trus hari ini juga si Teteh mamerin apa yang dibawa dari sekolahnya hasil class meeting gitu.
Yang pertama adalah bungkusan berisi lunch box, mug dan buku KKPK sebagai hadiah juara tiga lomba mengarang cerpen tingkat sekolah.
Dan satunya lagi adalah piala juara 1 lomba sains tingkat sekolah. Pesertanya kelas 3 - 5. Karena kelas 6 jadi panitianya.

Hadiah Teteh.
Aku jadi ingat pembicaraan malam sebelumnya, ketika Teteh nanya menurutku bakat dia apa. Ya kubilang aja, kamu nyamannya ngerjain apa. Dia suka menulis. Bahkan dia juga sudah punya blog.
kupikir dia mau bilang nulis atau apa, ternyata dia bilang, bakatnya sains.
Baguslah Nak, kalau gitu. Semoga dia menjadi seseorang yang seimbang maksimal otak kiri dan otak kanannya. Kan ilmumnya bisa ditularkan melalui tulisan. Jarang- jarang lho...
Banyak orang pintar tapi sulit menuangkan kepintarannya dalam bentuk tulisan.Sebaliknya karena pandai menulis, ilmu yang sedikit menjadi abadi dan lebih luas manfaatnya karena dibagikan lewat tulisan.

19 Des
Ambil rapot Faiz. Seneng deeh.. ketemu Bu Guru. Faiz banyak kemajuan katanya, yang awalnya datang pendiam seperti pengamat sekarang sudah mulai terdengar suaranya. Sudah berani berpendapat. Dan sudah bermain dengan semua teman. awal-awal kalau main cari aman. Mainnya sama anak perempuan yang no terjangan, no pukulan, no dorong-dorongan. Nggak mau main bola dsb. Sekarang sih sudah mau, walaupun masih pada tahap main berdua dengan siapaa.. gitu, belum mau main ramai-ramai atau masuk tim futsal. Tapi kan itu kemajuan. Bu Guru enggak tau aja, kalau di rumah main bolanya kayak apa. Ya emang sih.. nggak bakalan ditabrak sama Fikri atau Abi haha
Rapot Faiz juga lumayan bagus, kebanyakan berkembang sesuai harapan.
Hanya satu catatan bu Guru, bu Guru menargetkan Faiz mempunyai hafalan yang lebih banyak dari kebanyakan temannya. Lho ! ini mah bu Guru kasih PR buatku :p

Faiz main bola di sekolah, captured by Bu Guru.

Trus pas ngambil rapot ini juga, ketemu guru Teteh, katanya Teteh sih.. ngumpulin cerpen di hari terakhir. Padahal karya teman-teman lain sudah dinilai karena mengumpulkan lebih awal. (duh ini mah emaknya banget, ikut lomba di saat - saat terakhir). Jadi jurinya menilai cepat cepat.
aku bilangin Teteh, lain kali kalau ada lomba lagi, buat maksimal dan kumpulin di awal waktu. Siapa tahu jurinya jatuh cinta pada pandangan pertama. hahaha

Malemnya aku dibuat ngikik sendiri mendengar percakapan Faiz sama Teteh
Teteh : Iz, mbak besok ulang tahun lho
Faiz : Iya gitu ? kita ucapkan yuk
Teteh : yuk kita bikin ucapin ya besok bangun pagi, kita bikin kartunya.
Terus mereka berdua bikin kartu love-love gitu.

20 Des
Ultah mbak
Pagi-pagi bener Faiz sama Teteh bangun tidur ngasih kartunya ke Mbak. Sayang euy, aku lupa ngambil gambarnya, dan lupa juga ngintip apa kata-kata yang mereka tuliskan #emakKepo

Hari ini juga giliran Fikri dan Mbak terima rapot. Bagian Abi untuk ngambil raport mereka berdua.
Fikri rapotnya alhamdulillah ada kemajuan, pesat. Aku tidak membandingkan dia dengan temannya, tapi dengan dirinya sendiri. Di akhir semester lalu Fikri 10 besar dari belakang. Dan alhamdulillah semester ini melejit ke 10 besar dari depan.


kalau Mbak rapotnya ya lumayan juga. Kan tahun ini sudah berlaku penilaian yang bukan pakai angka tea. Jadi nilai mbak dalam abjad. Nilainya B semua, beberapa B+  ada juga B- tapi aku lupa ada berapa buah. ya alhamdulillah.
Kata mbak, nilai dia bagus tapi tidak memuaskan. hahaha.. syukurlah ya.. kamu udah bikin target sendiri mbaak.. bukan kata Ummi lhoo.....*cuci tangan

21 Des
Ambil rapot Teteh.
Alhamdulillah hasilnya juga bagus. Kalau dari peringkat kelas juga naik. Semester lalu peringkat 6, sekarang peringkat 3. Tapi aku lebih suka membandingkan nilai dia semester ini dengan semester sebelumnya. Naik 1 poin. lumayan lah. Belum seperti semester satu kelas 3 sih. Semester lalu tuh, nilai Teteh anjlok karena dia lagi tergila-gila baca buku. Iyah, tergila-gila. Sampai bukupun dibawa tidur dan disimpan di bawah bantal. Bangun subuh bukannya keluar kamar, malah nglanjutin baca (niru siapa nih...)
Ya sudahlah, toh yang dia baca juga buku yang bermanfaat. Aku hanya mengingatkan saja, jangan sampai jauh tertinggal di pelajaran. Karena Teteh kan masih pakai 'jalur pada umumnya'. Belum yang ngambil spesialis apaaa gitu.... Jadi nilai juga masih penting untuk masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi nantinya.

Satu catatan dari Wali Kelas adalah menanyakan tentang aktivitas Teteh di socmed.
Ya kusampaikan saja, aku tahu mengikuti aktivitas dia. Wong dia fb-an dari hapeku kok. Dan kalau Teteh belum marah aku stalking lewat akun dia, baca-baca inbox dia. Karena Teteh memang lumayan lengket sama aku. Kalau yang besar-besar kan sudah berasa punya privasi gitu. setiap pinjem hape, langsung log out pas hape dikembalikan. hehehe


Itulah cerita singkat minggu lalu. Masih ada satu cerita lagi di week end yaitu tentang peringatan hari ibu bareng ebo-ebo pengajian. Tapi entar lagi deh.. udah pegel nulisnya


Minggu, 22 Desember 2013

Kenangan tentang Ibu

Ketika aku keluar kamar seusai shalat dan tilawah subuh tadi, mbak yang sedang cuci piring memberi isyarat minta cipika cipiki. "Happy Mother Day, Ummi". Kemudian disusul oleh Teteh yang juga baru selesai shalat subuh. "Selamat hari, Ibu. I love You"

Di penghujung Desember ini, ada beberapa hari 'istimewa' yang sambung menyambung. Ultah perkawinan 18 des, ultah mbak 20 des, dan juga hari Ibu 22 Des. Aku sendiri menganggapnya bukan sesuatu yang harus dirayakan atau apa, tetapi tanggal tanggal tersebut ibaratnya seperti patok-patok kilometer di perjalanan hidup. Sebagai penanda, bahwa suatu saat akan tiba di akhir perjalanan.

Bila kita lihat sejarah Hari Ibu di Indonesia, yang bermula dari Kongres Perempuan 22 Des 1928, aku melihatnya lebih ke penghargaan akan perjuangan seorang perempuan.  Di Indonesia kita mengenal nama-nama pejuang yang berasal dari kaum kita, sebutlah Ibu Kartini, Dewi Sartika, Tjut Nyak Dien, Tjut Mutia, Nyi Ageng Serang, Christina Marta Tiahahu, dan masih banyak lagi.

Perjuangan seorang Ibu bukan saja di era baru. Sejarah kemanusiaan telah mengukir indah perjuangan seorang ibu untuk kehidupan dan keberlangsungan generasi. Kita mengenang perjuangan Bunda Hajar yang berlari-lari kecil dari Shafa ke Marwa demi bayi Ismail as. Kita juga mengenang perjuangan Maryam menghadapi cemooh penduduk  ketika Allah titipkan bayi kecil Isa as melalui rahimnya. Bunda Khadijah yang menghibahkan seluruh hartanya untuk pencerahan umat, bunda Fathimah yang rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang begitu berat demi keridhoan Allah dan Rasul-Nya. 
Dan sesungguhnya perjuangan semua Ibu di muka bumi ini dimulai ketika di rahimnya telah Allah ciptakan calon jabang bayi.

Ibu mengandung selama 9 bulan lebih, dengan konsekwensi merasakan "wahnan 'ala wahnin" kesusahan di atas kesusahan, kesusahan yang bertambah-tambah. Yang mual tapi harus tetap makan demi kebutuhan asupan gizi si jabang bayi. Yang menggendong janin kemanapun dia pergi, dsb.
Setelah jabang bayi lahir, seorang Ibu masih harus menyusui.
Di samping itu, pendidikan si anak pun bermula dari Ibu.  Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.
Subhanallah, tak heranlah bila dikatakan surga itu di bawah telapak kaki ibu. Dan Rasulpun memerintahkan agar seorang anak mematuhi kata-kata atau perintah ibu sejauh perintah tersebut tidak melanggar ketentuan Allah.

Kalau aku membuka kenangan tentang ibuku sendiri, rasanya tak kan sanggup kata-kataku melukiskan perjuangan beliau. Aku mengenal Ibu sebagai pribadi yang sabar dan anggun, tidak pernah marah meledak maupun tertawa terbahak-bahak. Mengandung, melahirkan, menyusui sekaligus mendidik 7 anak bukanlah perkara mudah. Bukan, bukan 7 anak, tepatnya 10 anak, karena ada 3 kakakku yang meninggal waktu kecil. Entah usia berapa, tidak ada yang berani membuka luka lama itu, kecuali selentingan saja. Aku hanya melihat ibuku pernah menangis dan berdoa di deretan makam-makam mungil tanpa nisan saat pulang ke kampung mbah.

Ibuku seorang guru sekolah dasar. Meski tiap hari mengajar, mempunyai 2 ART aku tahu ibuku menyempatkan memasak sebelum bekerja. Karena aku selalu diutusnya ke pasar dan kemudian membantu beliau sekedar memotong-motong sayur atau bumbu dapur. Masakan standar saja. Bobor, oseng, sup, sayur bening, goreng tempe / tahu, paling banter ikan atau udang. Sesekali menyembelih ayam peliharaan. Tidsk ada baking atau apa. Aku ingat ibuku belajar baking saat aku sudah SD. Bolu 'seprapatan' yang benar benar hommy yummy di lidahku saat itu.

Aku melihat ibuku begitu sabar mendidik dan memberikan pengajaran. Beliau bercerita bahwa perjuangan paling berat adalah mengajar kelas 6 dan kelas kecil (kelas satu dan dua). Di kelas kecil,  guru harus membuka mata mereka dan mengajari mereka membaca. Meski berat, toh kami masih bisa tertawa ketika mengoreksi hasil ulangan anak-anak dan mendapati jawaban mereka yang 'enggak nyambung'  sama sekali dengan pertanyaan.  Ya, aku sering dapat order mengoreksi ulangan dan mengetik soal dari ibuku. Dan aku mendapat 'honor' dari tugas itu.
Dan di kelas besar ada beban mental soal prosentase kelulusan.
Mungkin karena aku anak perempuan terbesar ya jadi ibu sharing hal beginian denganku.

Membekas juga di benakku perjuangan ibu di dalam mencukupi nafkah. Berapa sih gaji pasangan PNS kala itu ? Cukup apa untuk membiayai makan dan sekolah anak tujuh?  Kadang gali lubang tutup lubang menjadi jalan keluar. Dan akulah kurir untuk pinjam uang atau membayar hutang. Cukup ibu menulis surat buat sahabat beliau dan aku mengantar surat itu. Di sinilah aku belajar, bahwa berhutang itu bukan semata transaksi keuangan, tapi ini menyangkut masalah harga diri. Aku belajar di posisi orang yang berkesusahan.

Meski kehidupan kami seperti itu, tapi tidak membuat bapak dan ibu pelit berbagi. Bapak, mempunyai seorang pengamen langganan. Ya, langganan. Setiap dia datang kami request beberapa lagi diiringi ukulele. Trus pengamen itu diajak makan bersama. Jangan bayangkan pengamen seperti jaman sekarang ya... saat itu pengamen itu singgah paling hanya sebulan sekali.
Ibu juga ada pengemis langganan. Dia datang di setiap pasaran Pon, menuju pasar di kota kecamatan. Jadi lima hari sekali dia mampir ke rumah kami. Sampai sampai ibu punya piring khusus untuk pak Pon dan selalu menyediakan makanan di pagi hari sebelum bapak itu datang.

Itulah sekelumit kenanganku tentang Ibu. Sengaja aku tidak menuliskan bagian yang mengharu biru, karena aku tak ingin menangis di hari Ibu.

Selamat hari Ibu, teman. Selamat berjuang hingga maut mengistirahatkan.

Rabu, 06 November 2013

Selamat Milad, Teteh...

JTanggal 5 kemarin Teteh genap 10 tahun.
Masih jelas terbayang, Ramadhan 10 tahun lalu, di pagi hari. Aku sudah cuti sejak tanggal 1 Nov.Masih ngurusin mandi F1 dan F2 yang masih TK. Tumben keluar flek. Aku minta Mbak dan Fikri bergegas. Mungkin hari ini adik bayi akan lahir, kataku. Mereka nurut. Ayuk yang belum belum 3 tahun juga bersikap manis.
Setelah Mbak dan Fikri sekolah, dan Ayuk sudah sarapan pleus mandi aku berangkat ke Bidan dianter Abi naik motor. Ayuk di rumah sama Bibi.
Jam 8-an berangkat ke Bidan. Jam 10-an masih ditelpon pengurus DKM kantor nanyain penceramah ba'da Zhuhur :D  Kira-kira jam sebelasan Teteh lahir dengan selamat. Alhamdulillah...

Masih jelas juga terdengar, kata-kata Fikri di sore hari ketika datang : 'kenapa Ummi ngelairin adik perempuan lagi? Aku tambah nggak ada temen'.
Tapi nyatanya, Fikri tetap sayang sama adik perempuannya.

Farah Nada Firdausi.
Kabar kebahagiaan dan kesejukan Firdaus di rumah ini. Yang selalu bangga karena pindah dari rumah kontrakan ke rumah sendiri di tanggal ulang tahunnya.
Yang selalu bilang 'iya' ketika dimintai tolong apa saja dan oleh siapa saja penghuni rumah. Sampai-sampai yang enggak masuk akal - nemenin Ayuk cuci piring malam2, atau nemenin mbak belajar di kamarnya- tetep dijabanin.
Yang menurut Ummi kamu sudah 'dibully' kakak adikmu, kamu jalani santai -santai saja sampai Ummi harus mewakilimu untuk menolak dan bilang 'tidaaaak'.

Barakallah... selamat milad anakku. Segala doa kebaikan terkumpul untukmu. Semoga doa Abi dan Ummi dalam namamu pun mewujud dalam lakumu.
Sudah makin besar ya Nak... tangga kehidupan makin naik, tantangan ke depan makin besar. Berlakulah seperti orang besar. Dan peliharalah selalu jiwa besarmu.
Semoga Allah mengabulkan segala permintaanmu. Amiin.

Pict : kuenya rasa Mak Ika ... makasih share resepnya. Ada yang dulat dulit nggak sabar nunggh dipotong kuenya

Senin, 23 September 2013

Bokek Bokek Bahagia

Sebelumnya minta maaf, postingan sebelum ini kumasukin draft lagi karena khawatir menimbulkan efek negatif yang sebelumnya tak kuduga. Padahal udah think before posting, tapi ternyata pikiranku cupet. Xixixi... ya sudahlah.. memang aku lemot kok, syukurlah agak kreatif dikit.

Nah, mengiringi hari hari September yang tidak terlalu ceria karena akupun terjangkit wabah bokek, ternyata Allah punya penghiburan tersendiri bagi emak bokek sepertiku. Ini bokeknya bukan saja efek lebaran, tapi juga akibat libur panjang dua bulan kemarin, puncaknya di September ini.
Mari menarik nafas panjang-panjang supaya kesabaran juga makin panjang.

Di bulan September ini, ternyata  banyak hal bikin gembira yang datang bertubi-tubi. Baik yang soal duit maupun yang berimplikasi duit. Yang bikin sedih ada enggak? Adaaa... Tapi nggak perlu kaan... kuceritakan detail yang sedihnyaa ..... nanti membawa aura negatif. Kata Aa Gym, kalau kita dapat musibah/ujian, jangan cerita ke manusia, itu seperti mengadukan Sang Khaliq kepada makhluk-Nya. Jleb enggak siih???... jadi kalau lagi sedih, galau, dsb.. kembalilah kepada-Nya. *ish malah ceramah*

Apa sih kabar gembiranya ?
* setelah menunggu hampir 3 tahun, akhirnya aku naik grade.  Ada teman yang setahun, dua tahun sudah naik grade. Tadinya aku sudah pasrah soal ini. Tak ada kejadian yang terlepas dari takdir. Anggap saja ini impas-impasan sejam dua jam atau menit-menit dari jam kerja 7.30-17.00 yang aku enggak manfaatin untuk kerja. Etapi pas orang HRD-nya baru, dan kemudian nanyain nilaiku di awal Juli lalu, akupun ikhtiar. Kukumpulin semua kelengkapannya. alhamdulillah... akhirnya naik juga. Belum jadi duit, tapi akan berimplikasi duit dalam satu-dua bulan ke depan. *udahngitungrapelanbuatbayarkesiapadulu*

* ada yang beli buku Mizan.... inipun belum jadi duit. Tunggu bukunya terkirim baru dapat komisi. Etapi Allah Maha Adil, di Sygma, bulan lalu bukunya belum terkirim, tumben tumben komisi udah cair. Lumayan laah.. beras sebulan.

* Sepeda lipatku dataaaaanggg. Alhamdulillaah... Rasanya kayak apa yah..  Jebret banget pokoknya.
Ini sepeda hadiah dari Mizan seperti yang kuposting beberapa waktu lalu. Tanpa dikirimi email, tiba-tiba saja aku dapat kiriman sepeda. Lha tabletnya mana?  Enggak tau deh.
Apa pendapat teman teman atas kalimat 'nama - nama berikut ini masing-masing berhak mendapat sepeda lipat dan tablet' ?
Apakah semua mendapat sepeda dan tablet?
Ataukah ada yang mendapat sepeda dan ada yang mendapat tablet?
Soalnya temen sebelah dapatnya tablet duluan.
Yah, daripada pusing bagai mikirin soal pilihan ganda pelajaran bahasa Indonesia, mari kita bergembira naik sepeda. Putal putal Jakalta Ancol Monas, aduh aciknya belsepedaaah.... #lagujamankapantauk

* Aku terpilih mewakili kantor untuk lomba front liner tingkat kanwil.
Pas kutanya boss kenapa aku? Aku kan hanya anak SMA. Kata beliau ini berdasar masukan dari kasi-kasi lain. Kan enggak cuma ilmu aja, perilaku kepada pelanggan dan sesama pegawai juga dinilai. (Wkwkwkwk dah berasa miss-miss an aja, yang dinilai brain, beauty and behaviornya).
Berhubung Ibu boss mau dines 3 hari, di hari sebelum berangkat beliau berpesan 'pokoknya gue percaya ma elu Ti, lakukan yang terbaik.  Pesan gue cuma satu, besok pas lomba tolong PAKE BEDAK'. Gubrak enggak cobak. Lain ya... klo boss cewek maah...
Tim sukses pun menambahkan lebih banyak, jangan pake backpack, jangan lupa parfum, jangan lupa potong kuku, jangan biarkan rambut keluar dari jilbab, hahaha Baiklah kakak.... akupun make over tingkat dewa di hari ituh. Sampai sampai temen cowok  di front line ngakak- ngakak aku pakai sepatu bunyi tok tok dan menenteng tas kulit buaya imitasi hadiah dari oriflame.
Hasil tingkat kanwil gimana ? Menang ? Enggak eh belum tahun ini. Hihihi menghibur diri banget. Soalnya para finalisnya besok diundang ke rakorda dan aku gak dapat undangan.
Tapi aku tetep bahagia berkat tim sponsor tunggal yang kasih support dari sebelum pemilihan tingkat kantor, sampai support di hari H saat pelaksanaan masih nge-BBM teruussssss *peluk Sondang* .
Aku terima kok kekalahanku. Yang menang masih muda-muda, ganteng-ganteng dan cantik, lulusan diploma, pinter-pinter (iyah, bisa penempatan Jawa itu biasanya karena pinter), dan tentu saja mereka baik dan ramah serta disiplin. Presensi mereka clean.
Alhamdulillah, anggap saja aku dapat free day gak kerja sehari, berbonus dapat teman baru dan goodie bag. Berhubung kata orang HRD aku boleh enggak absen sore, habis acara aku ketemuan bentar sama Sondang dan Yayangnya  yang lagi pacaran di warung padang,  trus reunian sama temen-temen mantan se-seksi yang udah berpencaran dan aku dapat traktiran, trus lanjut kangen-kangenan sama Ika Dapurhangus di Baltos, mau ditraktir lagi tapi perutku udah full jadi cuma ngobrol aja. Puwaaass deeh. Bagaikan udah terima hadiahnya di depan.
Eh tapi dapat pelajaran berharga dari mas Doni yang terpilih jadi salah satu OB terbaik, pas aku sms kasih ucapan selamat, kata beliau,  ini adalah beban, amanah yang berat untuk menjaga perilaku ke depannya.
Oke banget kan?  Mas Doni ini OB di front line kantorku.
Toss Mas, setuju, semoga kita dapat menjaga amanah ini, tetap bekerja sebaik-baiknya dan melayani secara tulus, sebagaimana sebelum ada lomba-lombaan ini.

* bahagia berikutnya adalah ketika di hari libur aku bisa ke rumah mbak Ida tanpa attachment. Hihi.. memang sih, acaranya ngambil tong air yang Ida hibahkan. Enggak mungkin aku sambil ngebonceng F4 atau F5. Meski rencananya sebentar, tetep aja di apato Ida sempat makan berdua dan ngobrol sini sana. Lumayaaanlaah...

Tentu saja masih sangat buanyak berkat rahmat yang Allah berikan. Kita tidak dapat menghitungnya. Termasuk suami yang baik dan bertanggung jawab, anak anak yang sehat dan salih/salihat, teman-teman yang baik, baik yang di dunia nyata maupun dunia maya, tugas tugas yang terkendali -atas ijinNya- dsb. Intinya banyak jalan menuju bahagia dan mensyukurinya. (meski bokek di akhir bulan).
Soooooo.... teteup bahagia yukkk.......

Minggu, 01 September 2013

Cerita di Balik 'Rahasia Kapten Bhirawa'

Iseng iseng nggaya sok penting sesekali boleh lah yaa.... Efek lagi sakit pusing flu dan batuk cuma baring baring di rumah karena kata dokter aku harus istirahat. Ini si bocah Faiz, ngapain juga pakai solider ikut ikutan sakit jadi enggak sekolah...... So, ada dua orang sakit berduaan di rumah nih.

Gini, mungkin teman teman ada yang tahu, akhir Agustus lalu aku dapat hadiah dari Pak Dhe Cholik karena menjadi salah satu pemenang give away beliau yaitu GA 63 untuk cerpenku yang berjudul Rahasia Kapten Bhirawa . Bukan cerpen sih, lebih tepat cerita super pendek, bikin #FF atau flash fiction dengan HANYA 63 kata saja . Susah? Susah susah gampang.
Syukur kepada Allah atas ide yang muncul tiba tiba dan begitu saja.
Ceritanya waktu itu aku lagi mengulang kembali hafalanku surat Al Mulk.
Pas sampai di ayat 23 yang artinya : "katakanlah : Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. Tetapi sedikit sekali kamu bersyukur" tiba tiba muncullah ide dasar flash fiction itu.
Dari ayat Al Qur'an di atas, beberapa poin tafsir yang kuingat adalah bahwa organ yang pertama berfungsi adalah pendengaran, kemudian baru penglihatan. Bahkan sejak dalam kandungan. Subhanallah, makanya klo hamil kita disuruh jaga kata kata, kasih bacaan yang baik baik buat si jabang bayi, bahkan mengajaknya bicara. Dan bayipun akan mengenali suara suara orang yang sering menyapanya ketika lahir nanti.
Demikian pula penglihatan, untuk menguji apakah bayi dalam perut bisa melihat atau tidak, silakan ibu berada di kamar yang gelap, lalu nyalakan senter ke arah perut. Niscaya bayi akan bereaksi.
Sebaliknya kalau seseorang menua nanti, maka yang paling pertama berkurang adalah fungsi pendengaran, disusul fungsi penglihatan. Makanya kalau ngomong sama orang tua kadang musti agak lebih keras volumenya. *pengalamanpribadi,banyaktamutamusepuh di loket*
Dari situlah ide dasar cerita tersebut. Yaitu tentang kemampuan membaca gerak bibir. Pernah heboh kan dulu yaa... saat ada pemain bola tingkat dunia yang memaki lawannya di tengah lapangan, para ahli membaca gerak bibir ditanyai ngomong apa *misuh2 opo gitu* si pemain itu. Sampai akhirnya ramai di koran. Lupa aku, kena skors atau enggak si pemain tsb.

Nah kembali ke cerita, mengapa tokohnya pak kapten ? Ya karena yang empunya hajat kan pensiunan angkatan, dan aku kok membayangkan dengan sotoy-nya, jangan jangan beliau diajari ilmu rahasia semacam membaca gerak bibir ini kali ya... *kebanyakanbacaceritadetektif*
Dan alasan paling pentingnya, kali aja dapat lebih berkenan di hati beliau dan dapat mencuri perhatian beliau sebagai dewan juri.  Xixixixi...

Ceritanya pak Kapten ini sudah bebas tugas. Kebayang kaaan... usianya di atas 60 tahun pastinya. Dan kebiasaan beliau sejak muda adalah selalu memandang mesra sang istri bila sedang bicara.  Istrinya cantik siiih... namanya  Kamaratih. Ternyata kebiasaan sangat baik *dan bikin ngiri* ini sangat bermanfaat saat pendengaran pak Kapten sudah mulai berkurang. Beliau bukan lagi mengandalkan telinga untuk mendengar, tetapi kini mengandalkan mata. Dengan ilmu membaca gerak bibir tadi. Namanya ilmu apa, tanya aja Om Wiki yaaa...
Dan di hari istrinya pensiun, yang setelah itu mereka akan menikmati hari pensiun berdua, *so sweet enggak siiih* Kapten Bhirawa tiba - tiba kepikiran, gimana nanti dia akan mendengarkan istrinya, bila pandangannya sudah mulai rabun ??? Itu ditandai dengan bayangan remang istrinya di pagar. Artinya jarak pandang pak Kapten sudah berkurang. Masa' di pagar rumah aja udah remang remang... Pak Kapten sudah mulai rabun. Aah.... aku jadi ikut sedih membayangkannya. Sukurlah cuma fiksi ya... Jadi sedihnya bentar aja, pas lagi ngarangnya.
Daaaaan, alhamdulillah,  cerita yang agak sedih ini mendatangkan kebahagiaan buatku. Yaitu mendapatkan hadiah sbb

Rabu, 28 Agustus 2013

Kembali Ke Masa Lalu

Masih cerita mudik ya.... Lebaran kedua kami di rumah saja. Selain karena pertimbangan Jumat di mana para kaum Adam harus serentak ke masjid, juga karena mau ngabisin ketupat dan masakan rumah yang kemarennya ditinggalin.
Selain itu para ibu juga kan musti ngurusin cucian dan setrikaan yang dua hari dicuekin.

Nah Sabtu-nya kami arisan keluarga di kakak kedua. Nggak usah cerita makanannya ya... ntar banyak yang kepengen. Alhamdulillah ngumpul semua, keluarga Echi juga sudah datang dari Pagar Alam. Klo kemaren makan makan berbonus empek-empek, kali ini makan makannya berbonus duren. Wkwkwk...#ups keceplosan

Nah, saat arisan inilah tercetus rencana silaturrahim ke Mbah Metro. Beliau ini satu satunya adik Eyang Kakung. Sayangnya ke Metro enggak semua bisa. Kakak kedua dan ketiga gak bisa ikut karena sudah ada rencana lain.

Buat yang belum tau Metro, Metro itu kurang lebih satu jam- satu jam setengah lagi dari Tanjung Karang. Masuknya Lampung Timur. Kayaknya Metro ini salah satu kota istimewa entah dari apanya. Dia udah KOTA , bukan kabupaten lagi. Trus hampir semua bis jurusan Lampung, pasti terusannya ke Metro. Eh sejak bertahun tahun lalu,  disana ada toko kue yang di atasnya ada kincir angin itu lhoooo... #gakmausebutmerk. Saat itu di Ujungberung aja belum ada. #eh. Jadi? Ya sudahlah... lupakan hehehe
Tenang.... kantor urang juga ada. *biargakngelupaincorps

Yang paling kelihatan adalah sawah yang membentang luas. Beberapa kebun kelapa sawit dan ketela mungkin ya... Dulu salah satu adik ipar Abi ada yang jadi manajer di salah satu pabrik pengolahan tapioka. Tapi gak kelihatan di sepanjang jalan yang kulalui. Di pinggiran kali ya...

Ah ya... did perjalanan ke Metro ini kami sekeluarga pisah-pisah mobil. Ceritanya ada 4 mobil yang berangkat. Abi, Fikri, Mbak di mobil Om Andi. Aku dan Teteh di mobil Tante Mpie. Nah Faiz sama Ayuk di mobil yang disetirin Om Iyen, mobil sport jadul warna merah. Yah.... belum rejeki kali ya....di tengah perjalanan yang sedikit macet karena arus balik Jalinsum, si merah mogok. Padahal baru sepertiga perjalanan. Pas mobil nyala lagi akhirnya Om Iyen memutuskan untuk kembali ke Tanjung Karang daripada mogok di jalan nanti.
Ketika aku terima SMS bahwa mereka balik lagi, langsung deh kepikiran Faiz gimanaaaa..... Khawatirnya nangis atau ngambek gimana. Mana nope Ayuk gak bisa dihubungi kaaan, karena gak ada operator Ax*s di Bandar Lampung. Eh pas lihat status BB Om Iyen bahwa mereka mampir KFC lumayan tenanglaah... lihat Faiz terkendali gitu...

Sesampainya di Metro kami langsung disuruh makan siang. Hidangan skip yaaa.... nggak usahlah cerita gurame gorengnya, tempe goreng dan bening bayam yang sangat sangat nikmat sebagai selingan hidangan bersantan, sambel terasi, eh... kok jadi cerita siiiih... hehe...
Habis makan dan sholat biasalaah... beramah tamah. Saling bertanya anak/cucu dah nambah berapa... udah kerja di mana... dsb. Cucu ? Iyaa... karena anak pertama Mbah Metro udah punya 3 cucu yang lucu lucu.
Ada satu cerita Mbah yang melekat di benakku. Saat itu tahun 70 sekian, Mbah  itu ngajuin kredit ke BRI sejumlah 10 juta, dan ngambilnya harus di Palembang. Kebayang doooooong.... si Mbah saat itu mungkin sudah milyarder kalau saat ini. Nasabah prioritas heheh.. Dasar otak dagang ya.. yang keinget urusan bisnis aja. Bukan aku saja sih... yang lain juga langsung mengkonversikan ke harga emas. Secara tahun 90an aja harga emas masih 20an rebu. Inget karena honor pertamaku menulis cerpen sejumlah 25rebu dulu masih bisa mbeliin cincin emas buat ibuku. *tetibanelongsoingetIbu

Trus tiba tiba ada yang inget foto Eyang dan Mbah pas masih kecil Maka Mbah mengeluarkan foto yang menurut Beliau difoto sekitar tahun 1933. Waduuh... dapat benda bersejarah. Maka semua anak Eyang mengeluarkan kamera. Kami repro foto tsb ala koboy alias difoto ulang. Lumayanlaah... karena fotonya juga masih dalam kondisi bagus. Ngobrol ngobrol gak kerasa udah sore aja. Akhirnya kami pamit pulang. Sorenya di loteng rumah Eyang aku lihat ada buku Sitti Noerbaja (ejaan lama yaaa...) karya Marah Rusli dan buku Salah Pilih tulisan AA Navis. Penerbitnya Balai Pustaka. Waaah... harta karun niiih... Bawa aja ke Bandung, kata Abi. Toh di rumah Eyang juga gak bakal ada yang ngelirik. Xixixi... Kayaknya aku musti bikin satu lemari kaca untuk buku buku antik Eyang. Pulang tahun lalu kami dapat buku kumcer Sutan Takdir Alijahbana. Naaah... kayaknya cerita mudiknya udah selesai ya.. postingan nanti ceritanya udah yang baru.

Selasa, 30 Juli 2013

Kiriman di saat Liburan

Hihi...
Postingan ringan sekedar laporan sama mbak-mbak yang sudah bermurah hati berbagi rejeki.

Jadi ceritanya di bulan Juli ini aku memenangi 2 giveaway. Bukan pemenang utama, namanya juga masih belajar. Ngeblog juga masih angin anginan, dan bewe juga pemalasan. Yah intinya kurang latihan hehe..
'Ala kulli hal, alhamdulillah lah.. hadiah hadiah itu menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Kalau bukan kehendak Allah, gak mungkin kan, rejeki itu bakal jatuh  ke aku.

Yang pertama adalah menang kontes Menyemai Cinta-nya Mbak Niken alias Bunda Lahfy. Seneng banget dapat hadiah kedua. Waktu nilainya diumumin, subhanallah.. selisih nilainya dikit dikit banget.
Hadiahnya mukena bali yang bagus dan adem, buku Yusuf Mansyur yang juga bikin adem batin, serta buku KKPK. Sama pin khas mbak Niken. Lovely little garden. Mbak Niken ini pengertian banget, ternyata buku Ust. YM itu buku pengganti. Harusnya hadiahnya buku tulisan beliau Rembulan Cinta Seorang Bunda. Cuman karena aku udah pernah beli, jadi bukunya diganti. Padahal gapapa juga yaa.. kan bukunya bisa dibagi lagi ke adik/teman/saudara. Tapi diganti ya alhamdulillah, aku jadi punya buku baru. Makasih ya Bun...

Nah kemudian kiriman ke dua dari Mbak Lies dan Mbak Ika, karena aku menjadi salah satu pemenang di GA tentang persahabatan blogger. Alhamdulillah. Hadiahnya adalah satu buah pashmina Thailand warna pink cerah gitu... kayaknya cocok dipakai sama gamis putih pas lebaran nanti :D
Makasih ya mbaak... baru tahu klo mbak berdua ini ternyata tinggal di Jateng. Hehehe

Sekali lagi jazakumullah khairan katsiron, semoga Allah memberikan balasan dengen rejeki yang lebih baik dan berlipat ganda. Amiiin.

Pict-nya digabungin ya....

Senin, 24 Juni 2013

Menyemai Cinta : Pernikahan Tanpa Pacaran


foto nikah, masa'  suami istri foto berdua, yang  satu tangannya di depan, satu lagi tangannya di belakang punggung X_X

Aku menikah dengan Abi tanpa pacaran. Begitulah kenyataanya. Kami diperkenalkan oleh guru mengaji. Aku saat di Jakarta dulu aktif di sebuah yayasan . Suami ustadzah ketua yayasan adalah seorang ustadz terbang yang wilayah dakwahnya sampai ke Kupang-NTT kota penempatan pertama Abi setelah jadi PNS. Abi yang kemudian diklat ke  Jakarta, datang menemui ustadz mohon bantuan dicarikan jodoh. Targetnya selama 3 bulan diklat di Jakarta semua proses dapat dilalui mulai dari taaruf / kenalan sampai menikah.

Menurut cerita  Abi,  ketika itu dia dikasih 2 amplop tertutup yang berisi biodata akhwat. Pas minta dipilihkan, kata ustadz insya Allah dua duanya cocok dengan abi. Akhirnya Abi memilih yang ada di tangan kanan ustadz. Isinya ? Biodataku. :D
Si Abi pun shalat istikharah mau lanjut atau tidak setelah melihat data diriku. Ketika Abi memutuskan mau lanjut ta'aruf baru aku dikasih tahu sama ustadzah bahwa ada ikhwan yang siap ta'aruf. Awalnya aku sampaikan bahwa aku belum siap. Karena aku masih belum bisa masak dan masih males mandi *sampai sekarang.
Tapi ustazah menasehatiku bahwa kesiapan itu sangat relatif. Soal belum bisa masak itu bisa berlatih. Dan soal males mandi insya allah enggak bakalan males mandi lagi setelah nanti punya suami. Dan yang paling jleb adalah ketika ustazah membacakan hadis
“Apabila datang kepadamu seorang laki-laki (untuk meminang) yang engkau ridha terhadap agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi.”
(HR At-Tirmidzi dan Ahmad)

Maka akupun takluk dan menuruti kata ustadzah. Aku menerima biodata Abi.

Awalnya agak minder. Melihat Abi yang 8 bersaudara kuliah semua pastilah dari keluarga berada. Sedangkan aku dari keluarga yang sangat sederhana, dari 7 bersaudara yang sampai bangku kuliah cuma baru dua orang. Kemudian perbedaan latar belakang budaya, Abi Sumatera dan aku dari Jawa, khawatir nanti menjadi kendala. Tapi sekali lagi ustazah menguatkan bahwa Islam akan menyatukan kami berdua insya allah. Akupun takluk sekali lagi untuk lanjut ke taaruf atau berkenalan langsung.

Taaruf saat itu tanggal 28 Oktober . Inget karena aku  pulang upacara Sumpah Pemuda. Saat ta'aruf itulah aku sekali lagi takluk melihat kemantapan dan komitmen abi utk melanjutkan proses. Maka dengan persiapan kilat lamaran pun dilakukan tanggal 10 November. Abi ke Cilacap diantar papa Echi.
Hari itu juga ditentukan tanggal pernikahan insya Allah 18 Desember 1996.
Alhamdulillah semua berjalan lancar. Tanggal 31 Des Abi berangkat ke Kupang. Aku ditinggal di Jakarta sambil mengurus proses pindah kantor. Dan setelah 3 bulan LDR-an,  Maret 1997 aku bisa menyusul abi ke sana.

Lalu mana cerita menyemai cintanya ?
Sabaaar yaaa ...kuceritakan itu semua supaya terbayang situasi dan kondisinya. Bahwa cinta itu ternyata bisa ditanam dan disemaikan  *macam biji ajah
Jadi apa doooong resep atau rahasia menyemai cinta itu ?

1. Ta'aruf lebih dalam melalui komunikasi yang intens. Tak kenal maka tak sayang ta'aruf. Hari-hari, bulan-bulan bahkan tahun pertama di Kupang, aku masih bercucuran air mata. Bisa dibilang ini adalah masa perkenalan yang sebenarnya. Karena 12 hari pertama setelah menikah dan sebelum Abi kembali ke Kupang itu cuma hari bersenang senang. Yang kami lakukan dalam proses perkenalan ini adalah saling membuka diri.. mengungkapkan apa yang disukai dan tidak disukai. Mengungkapkan keinginan dan mimpi- mimpi tentang sebuah kekuarga juga tentu saja bercerita tentang masa kecil . Saling mempelajari masa lalu akan memudahkan kita memahami kebiasaan pasangan di saat ini. Memang selama 3 bulanLDR an banyak diungkap lewat surat dan telepon. Tapi komunikasinya belum seintens setelah bertemu dan berkumpul langsung.

2. Saling memberi hadiah.
Tahaddu tahabbu. Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai. Itu adalah pesan Rasul saw. Dari hadiah kecil sampai hadiah besar. Dari hadiah bernilai sampai hadiah yang tak ternilai harganya semacam perhatian. atau ciuman selamat pagi /malam di kening pasangan.

3. Melakukan aneka aktivitas bersama. Waiting traisen because kulinten ..Pepatah Jawa witing tresna jalaran saka kulina (awal cinta karena berawal dari kebiaaan) itu ternyata benar adanya. Aku yang masih cuti sebulan banyak belajar mengerjakan pekerjaan rumah. Belanja ke pasar berdua. Makan berdua. Tidur berdua. yaeyalah... Kalau aku mencuci Abi membantu menjemurnya. Kebetulan di komplek kami air PAM mengalir 3 hari sekali, itupun keciiiil sekali sehingga enggak naik ke bak mandi. Maka kamipun kerja sama nampungin air. Kadang di pagi yang cerah atau di senja yang indah (cieeee puitis kali) kami ke pantai yang cuma tinggal nyebrang jalan depan komplek. Duduk duduk sambil ngobrol, jalan jalan di pasir sambil sambil pegangan tangan layaknya orang pacaran . Yaeyalah emang lagi pacaran. Pacaran ba'da nikah kata Ustadz Salim A Fillah, atau ATM  kata Ippho . Amati-taaruf-menikah. Kalau lagi males keluar rumah karena cuaca di Kupang memang sangat panas, kami duduk-duduk saja di rumah sambil baca buku dan saling merayu. Kamipun sering shalat berjamaah dan saling mrnyimak bacaan Al Qur'an
Dari aktivitas bersama inilah tumbuh kebiasaan tumbuh kesepahaman, akhirnya saling membantu dan saling menopang.

4. Saling mendoakan. Doa adalah kekuatan yang tak terkira. Doa pun dapat merubah takdir. Maka kamipun saling mendoakan. Mendoakan segala kebaikan untuk orang yang kita cintai. Karena kami menikah dalam rangka mencintai Allah dan untuk menyempurnakan ibadah pada-Nya, kamipun  selalu membaca doanya orang orang yang bersatu di jalan Allah. Sambil berdoa sambil membayangkan wajah orang yang didoakan. Antara lain adalah dengan membaca doa rabithah. Rabithah artinya ikatan. Agar selamanya, ikatan cinta pada ALlah dan ikatan Islam-lah yang menyatukan kami berdua.
Doa dicopy dari sini

artinya :
"Yaa Allah, sesungguhnya Engkau maha mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam keta'atan pada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari'at-Mu, maka kuatkanlah ikatannya...Yaa allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalan-jalannya, dan penuhilah dengan nur cahaya-Mu yang tidak akan pernah padam. Lapangkanlah dadanya dengan keutamaan iman padaMu dan keindahan tawakkal pada-Mu, hidupkanlah dengan ma'rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan pembela. Amin. Dan Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan kepada sahabat-sahabatnya... Allahumma Amiin."

5. Komitmen. Kemauan yang bukan sekedarnya, tapi kemauan yang kuat untuk menumbuhkan cinta. Tidak ada kata tidak bisa. Karena bagi Allah semua mudah adanya. Dia maha membolak balik hati. Benci jadi cinta, cinta jadi benci. Mungkin setelah sekian tahun bersama nanti ada rasa jenuh, kecewa, atau perasaan negatif lainnya. Maka komitmen inilah yang akan membingkai langkah pertama dst di atas yang itu teruuus berlangsung sepanjang hayat. Taaruf jalan terus. Kita berubah.pasangan berubah. kondisi berubah. Ada anak ada perbedaan sikap. Nambah harta atau kurang harta, semua bisa merubah seseorang. Maka kita harus teruus belajar mengenali pasangan.Saling memberi hadiah atau memberikan ucapan selamat atas keberhasilannya (tahniah), menjaga waktu-waktu istimewa berdua, dan saling mendoakan harus terus dilakukan sampai akhir hayat nanti.

Nah, teman teman, itulah yang kulakukan untuk menyemai cinta dalam pengalamanku selama hampir 17 tahun meniti bahtera rumah tangga, menikah dengan orang yang baru dikenal dan alhamdulillah sampai hari ini Allah masih menjaga ikatan kami berdua dan mengaruniai kami dengan 5 anak yang semoga menjadi anak sholeh dan shalihah. Dan berharap, semoga kebersamaan kami ini, kekal dunia dan akhirat. Amiiin.



Selasa, 04 Juni 2013

Berakhir Pekan di Sekolah

Dua kali akhir pekan ini, acara masih seputar di sekolah anak-anak.  Sabtu akhir bulan Mei ada acara project school. Namanya ganti, tapi acaranya mirip market day di tahun - tahun sebelumnya. Anak-anak berjualan, ada pentas seni juga dan tentu saja lomba lomba. Etapi tahun ini enggak ada lomba / pengumuman lomba.

Teteh Firda jualan carrot cake bikinanku, resepnya dari Mak Sondanglaah.. tapi untuk penghematan aku enggak pakai creamchees, pakainya krim biasa yang ditaburi keju parut di atasnya. Sayang seribu sayang, biarin aja dibilang hoax juga, karena buru buru bikinnya pagi itu, jadi aku nggak sempat ambil gambarnya. Tapi malamnya aku sempat nytatus di fb, tentang pengalaman marut wortel dalam proses carrot cake ini *penting.
Ternyata jualannya anak kelas 1-3 yang menunggui adalah orang tua murid. ALhamdulillah jualan Teteh habis. Katanya ada yang memborong.

pura-pura nytatus, padahal jualan parutan :D
Kelompok Ayuk  jualannya macem-macem, mungkin karena kelas 6 juga ya.. semua sudah bisa menghandel. Ayuk jualan roti bakar, agar-agar (nggak tau yang bikin siapa),  trus jualan juga gelang - gelang bikinanku.

gelang rajutanku

canded camera - Ayuk membakar roti (toaster sponsored by Mak Sondang)

Firda pentas angklung - hayooo cari yang mana dianya..
Ngomong - ngomong soal pentas ini, si Ayuknya rada ngambek, karena kami tidak menunggu sampai dia pentas. Adooooh... maapin ya kekurangsensitipan Ummi dan Abi, kirain karena dia sudah besar, ya sudahlah... ngapain juga nungguin, mana acara off dulu satu jam, sedangkan aku belum masak segala buat makan siang F2 karena  F1 lagi study tour ke Yogya.
Maka setelah capcus dari Attakwa kami mampir dulu makan bakso di bakso Sugih, jalan AH Nasution. Enak lhooo... recomended deh, mie ayamnya apa lagi. Sayang ya.. aku kan pergi sama Abi, jadi enggak bisa futu futu makanan *jaim dikit

Naah.. setelah itu, Abi mengajak kami muter muter komplek, dan mampir beli helm ! kejutaaaan... Rupanya Abi jatuh hati kasihan lihat helm aku dari 2007 belum ganti sementara dia udah beli helm ke3 kalinya. Jadilah aku memilih helm cewek untuk memulai pencitraan anggun dan sholihah. *bekappakemasker

sebenernya sama beli helm F5 juga, tapi ntarlah ceritanya


Jumat, 31 Mei 2013

Random Post of Teteh

Mi, Aku Nggak Jadi Ke Jakarta Doong..... itu adalah kata - kata Teteh setahun yang lalu ketika enggak jadi berangkat semifinal Olimpiade Sains Kuark/OSK. Well kejadian tahun lalu itu kan di luar kuasa manusia yah.. si Teteh enggak berangkat semifinal karena mudik ke Lampung.

Nah tahun ini, alhamdulillah dia masuk semifinal lagi. Tri cerita OSK tahun ini dengan peserta yang bejibun itu, hanya diambil 10%-nya ke semifinal. Pas tahu itu, Tri enggak yakin kalau Yuna bakalan masuk semifinal. Ah, si Tri aja yang rajin ngajarin anak-anaknya enggak yakin ke semifinal, gimana dengan aku yang memberikan kesempatan anak belajar mandiri ? *padahalmembiarkan

Singkat kata, ternyata Yuna dan Teteh sama - sama lolos ke semifinal. *tooos doong Yuna.. bedanya Yuna di level 1 karena baru kelas 2, Teteh di level 2 karena sudah kelas 3. Tahun lalu mah bareng di level satu. Ceritanya hasil semifinal itu diumumkan tanggal 27 Mei kemarin di web OSK. Si Tetehnya udah enggak sabaaar.... banget untuk mengetahui soal jadi ke Jakarta atau tidak itu. Sampai sampai jadi bahan perbincangan di antara kami. Sekalian aja aku jejelin kata - kata tertentu agar dia lebih pede.biar enggak mudah mewek *lupakondisisendiri.

"Ntar kalau ke Jakarta Ummi temenin. Tapi kan nanti ada saat Teteh harus sendiri masuk ruang lomba. Ummi enggak bisa nemenin. Jadi jangan gampang nangis". Dikasih pesan sponsor gitu si Teteh cuma cengar cengir aja...  Yah ..... memang siiih..... aku mudah mewek, tapi bukan karena enggak pede. Melainkan karena perasaanku begitu halus. Misal karena baca buku sedih atau nonton drama :P.  (Targetku dalam jangka dekat adalah Teteh berani jauhan dari Ummi. hehe. Kebetulan ada program Mabit/menginap Bersama Al Qur'an dari Pondok Qur'an yang diadakan setiap malam minggu. Dari sabtu ashar sampai ahad sebelum dhuhur).

Nah, terus dia jadi ke Jakarta enggak ? enggak doooongg... hihi ... Dari ratusan peserta OSK di seantero Bandung, yang masuk final enggak sampai 10 orang.  Apakah Teteh kecewa ? Entahlah. Dia cuma nyengir doang. *sampai-sampai kata Abi si Teteh ini kayak enggak punya keinginan.

Moga moga tahun depan bisa ya Naaak....  Amiin... Enggak papa lah belum ikut final OSK, kan tahun ini udah dapat piala tak terduga.. 

Dari lomba Sains dan Agama yang dilaksanakan Maret lalu di komplek Salman ITB. Dia berangkat buat pentas angklung di acara opening. Berhubung angklungnya selesai cepat, dia dicabut  gurunya buat lomba Matematika. Eh, ternyata juara dua tingkat kota Bandung.

lihat tuh, nenteng piala sambil buang muka gak pede lihat kamera emaknya

Ini setelah dibujuk dipaksa suruh senyum, meuni sauprit

 

 

Senin, 06 Mei 2013

Akhirnya.....

Setelah pengumuman lomba blog Restu Mande diumumkan, segera aja aku tukar nomor kontak dengan teh Lygia Nostalina, atau lebih tenarnya Teh Lygia Pecanduhujan.
Kemudian  kamipun membuat janji untuk ketemuan. Perkiraan sekitar  Kamis tanggal 2 Mei  sore atau Jumat pagi pada acara Ibu-ibu Doyan Nulis di RM Restu mande Ujungberung. Klo Jumat pagi jelas aku enggak bisa karena hari kerja. Maka keputusan lebih condong ke Kamis sore.
Sebenernya pas Rabu siang 1 Mei sempat ketemu teh Gya di Ciwalk, yaitu di acara openingnya Chocodot, waktu itu blogger-blogger Bandung diundang ke sana. Hanya saja karena keterbatasan waktu dan akupun datang terlambat, jadi enggak sempat ngobrol banyak. 
Ada yang lucu di saat Selasa malam aku chat sama teh Lygia, entah kenapa yaa rasanya udah kenal sejak lama, ya mungkin karena sejak aku gabung grup IIDN jadi berteman sama teh Gya di jejaring sosial dan  sering lihat statusnya.
Jadi weeee sudah asa kenal :)
Akhirnya setelah melalui perjuangan yang sedemikian rupa *jiaaaah lewat bb, lewat inbox fb sampai nanya no hp lewat twitter segalaaa* demi kepastian saat pengambilan hadiah, tepat menjelang maghrib ada telpon masuk dari teh Gya. Daaaan singkat cerita hadiah lomba pun berpindah tangan dari pihak Restu Mande yang diserahkan oleh bu Nenden selaku owner disaksikan teh Lygia selaku juri perlombaan.

Berdua Bu Nenden, owner RM Restu Mande
Berdua teh Lygia , salah satu juri

Kamis, 18 April 2013

Edisi Homesick

Beberapa hari lalu aku posting ini di facebook :


Engak lama kemudian, Aini komen gitu ...
Yaah.  emang udah lama juga kali ya.. aku enggak mudik, padahal dekaaat lho.. cuma ke Cilacap. Emang di sana udah enggak ada Bapak dan Ibu, karena beliau berdua sudah tiada. Tinggal ada kakak pertama.
Bener kata suamiku, kalau bapak ibu nggak ada, tarikan untuk pulang kampung itu beda sekali kekuatannya.

Nah, ternyata oh ternyata mimpi itu berlanjut dooong... kalau pada mimpi di atas tidak tampak dengan jelas tempatnya di mana, kemarin mimpi lagi... to the point. Menyebut nama, menyebut tempat.
Jambe Lima, Jambe Pitu, tempat parkir, salim salim sama penjual yang di sana yang notabene teman-teman Bapak alm. Langsung kepengen nangis ajaaa...
FYI, Bapak terakhir tugas di Balai Konservasi Sumber Daya ALam di bawah DepHut, kira kira ngawasin kelestarian hutan gitu deeeh... salah satu wilayahnya adalah Gunung Selok. Jambe Lima dan Jambe Pitu adalah tempat wisata yang ada di Gunung Selok. Semua yang berjualan di lokasi tersebut bisa dipastikan mengenal Bapak. Pas aku salim salim itu, ternyata diantara para penjual itu juga sudah ada yang 'mewariskan' warungnya pada anak-anak merek a yang aku belum mengenalnya. :)

Dan dalam mimpiku kedua tempat itu sudah direnovasi, dengan jalan yang halus...bersih... hutan yang hijau... langit biru.. awan putih... pemandangan ke laut selatan sampai ke garis cakrawala dari sela sela pepohonan.
Ahaaayyyy
Takut dibilang hoaks aku bilang kampungku indah, seperti yang aku ceritakan di buku antologi tentang kampung halaman aku cari di google nemu gambar ini...


foto di dapat dari sini

Selasa, 02 April 2013

Aku dan Keluargaku : Edisi Lebaran

Full Team, foto Lebaran 2012

Baiklah.. khusus untuk mas Furqon yang sedang punya hajat, dan juga buat teman teman yang baru berkunjung ke sini.. perkenalkan...inilah keluargaku..
Berdiri di barisan belakang, dari kiri ke kanan :
F1 : Mbak Fathimah
F3 : Ayuk Fadhila
F2 : Kyai Fikri

Duduk di barisan depan :
F5 : Faiz dipangku sama Ummi
F4 : Teteh Firda dipangku sama Abi

Foto bersama di momen Lebaran ini menjadi saat yang ditunggu tunggu. Entah Idul Fitri entah Idul Adha, selalu kami foto bersama. Ah ya, wajahku mungkin kelihatan sedikit pucat ya.. karena hari pertama Idul Fitri itulah aku pertama kali keluar rumah setelah bedrest di seminggu terakhir di bulan Ramadhan. #curcol.
Nah .. sekarang semakin kenal kaaaan... dan nggak bingung lagi kalau kusebut F1, F2 dst.. :D



Minggu, 31 Maret 2013

My Old And New

Assalamu'alaikum Bunda Yati...

Ini adalah foto pada hari pernikahan saya : Desember 1996.
Pada malam hari setelah akad nikah dan resepsi, kedua keluarga besar mempelai beramah tamah

Aku dan suami diapit Ayah Mertua  (sebelah kiriku) dan Bapakku (sebelah kanan suami)
Aku dan suami, saat mengantar Faiz ke Taman Lalu Lintas, Januari 2013

Bunda Yati yang aku kenal :
Jujur Bun, saya jarang blog walking, paling sesekali mampir ke blog teman yang sering komen di blog saya. Tapi dari notifikasi email, dari grup face book Emak Emak Blogger, saya sering sekali melihat nama Bunda Yati 'berseliweran'. Subhanallah... Pas tahu Bunda bikin GA, maka saya langsung ngubek - ubek blog Bunda deh. Ternyata di usia yang sudah lansia Bunda Yati begitu produktif menulis di blog. Terbukti dari jumlah posting blog Bunda di  tahun 2011, 2012, 2013 yang lebih banyak dariku. (Soalnya semalem anakku protes, Ummi postingannya dikit amat, dalam setahun cuma segitu, berarti enggak tiap hari nulis...) Ya sebenarnya enggak heran juga siiih... Bunda kan memang penulis pas di masa muda. Bahkan Bunda juga ikut chalenge #prompt hihi yang aku  belum pernah ikut satupun. Dan yang subhanallah juga, Bunda pun menulis buku - buku antologi.  (pengen yang kado untuk pasutri  #kode)

Harapanku :
Semoga Bunda tetap menulis, tetap menginspirasi, bahkan seandainya saking sibuknya atau karena sesuatu hal Bunda tidak dapat menulis sendiri, semoga Bunda mendapatkan asisten untuk terus menuliskan apa yang hendak Bunda bagikan kepada kami semua.
Kemudian : semoga suatu saat Bunda dapat menerbitkan buku solo. Misal tentang kiat - kiat mengisi waktu di usia lansia, "Lansia- Lansia Bahagia" , "Manajemen hati dan manajemen hari ketika kembali sendiri" (maksudnya anak sudah menikah semua dan suami sudah berpulang) dsb.



Kamis, 21 Februari 2013

Hore ! #eh Alhamdulillah Dapat Hadiah

Setelah posting kisah sedih di akhir minggu, baiklah, yuk kali ini kembali  bikin postingan hal hal yang menggembirakan, Walaupun sebenarnya kesempatan istimewa lho bisa dengar baca curhatan saya. Soalnya jarang jarang kaaan saya curhat di blog. wkwkw *timpukmouse
Di dunia nyata juga hanya 4 orang yang tahu kejadian ini. hihi
Meski demikian, saya tetap menyampaikan terima kasih atas perhatian teman teman yang sungguh membuat saya berbesar hati.

Nah apakah hal menggembirakan itu ?
Pertama : saya menangin give away Pak Dhe Cholik Misteri Di Balik Layar
Ceritanya Pak Dhe membuat cerita pertama, trus para peserta GA diminta membuat sambungannya. Aku tea, jarang blog walking, maklum ya.. walaupun punya modem aku nggak punya leppi, jadi tetep aja musti numpang dan menunggu giliran anak anak dan bapaknya nggak pake leppi. 
Sejujurnya aku nggak nyangka kalau pak Dhe bakal membuat sambungan cerita itu bahkan sampai beberapa seri. Jadilah aku menganggap bahwa tokoh yang terbunuh di panggung itu nggak bener bener terbunuh.
Maka aku searching tentang acting terbunuh dan segala macam properti panggung.
Itulah yang kujadikan cerita. Pas tahu peserta lain membuat cerita bagus bagus, aku sebenarnya malu, karena punyaku bener bener geje ceritanya.
Tapi, ketika aku tunjukkan ceritaku ke F2, dia malah komentar gini : "kayaknya punya Ummi menang deh, soalnya out of the box" *gubraks
Kayaknya komentar doa anak didengar malaikat, sehingga diaminin. Maka jadilah aku pemenang kedua GA pak  Dhe.
Inilah hadiahnya
Buku Rahasia Menjadi Manusia Karya Arti karya Pak Dhe Cholik

Satu box organic palm sugar Arenga dari mbak Evi Indrawanto  *wedeww banyak banget yaks
Blus batik super keren dari mbak Nia owner  www.kios108.com
Buku pak Dhe menyisakan PR buat nge-review. Hihihi.. belum tergerak hati untuk menulis yang serius. *toyor.
Satu box Arenga langsung didistribusikan dipromosikan ke teman teman satu seksi dan sahabat dekat, sudah ada yang nanyain kalau ntar kepengen gimana ? hihi.. berhasil dooong..
Aku seneng banget dapat gula ini, secara kan hobi bikin carrot cake yang salah satu bahannya adalah palm sugar. Ngomong ngomong palm sugar ini aku jadi ingat jaman aku di NTT, di sana gula palem dipakai sebagai isi roti tawar sebagaimana selai / meises.
Kalau pengen tahu lebih banyak tentang gula palem ini bisa langsung ke sana atau ke sono.

Berikutnya adalah blus batik super keren perpaduan  hitam merah, yuhuy.. seneng sekali. Pas kebetulan aku punya celana hitam baru dan aneka kerudung gradasi merah tersedia di lemari, jadi nggak usah nyari nyari lagi. Modelnya oke punya. Sampai anak gadisku terkagum-kagum suka ama krahnya. *ciyus. Untunglah ya... aku pesan pak Dhe ukuran L. Kupikir kalau kegedean bisa dipermak. Eh, ternyata paaaaasss, saudara saudara... *denial3kgkenaikanBB
Blus ini dipersembahkan oleh www.kios108.com milik Mbak Nia.

Kedua : Menangin GA mbak Lusi owner Ladaka Craft
It's all about craft. hihi duniaku banget. Maruk deh sampai ngirim dua tulisan. Tentang rompi rajut dan tas selempang buatanku sendiri.  Sempat kepikiran mau hunting tentang wayang golek, karena aku sering melihat di Jalan Bypass entah di dekat perempatan Buah Batu atau dekat perempatan Kircon beberapa toko memajang wayang golek, kendang dll . (ternyata di dekat perempatan kiara condong) Tapi nggak keburu euy... lagian tambah maruk juga ya.. klo sampai kirim 3 tulisan. qqq
Alhamdulillah, postinganku tentang tas selempang mendapatkan hadiah sbb :

seperangkat alat sholat dompet, kaos, stiker ladaka (sayang blm ada mobilnya) dan pembatas buku ladaka

tulisan di kaosnya itu lho..mak jleb.
Kaosnya cakep, asli ! kayaknya bakal seksyeh di 48 bb-ku. dan bakalan diprotes para gadis yang ada di rumah. Palingan F1 dan F2 bakal bersaing memperebutkan ini. *umpetin di lemari

Nah.. ikut seneng kaaan ? Semoga teman teman juga mendapat giliran rejeki menangin GA dan lomba lomba. Rasanya sesuatu banget. Asli. Asal jangan bosan jadi peserta ya...

Jumat, 08 Februari 2013

Highlight of the Day*

Highlight of the Day mak Sondang yang bikin mupeng. Ternyata aku punya juga hehe


Ini kemaren waktu aku mau ijin pulang cepat krn mau melayat, eh, tiba tiba abi sms.
Awalnya kirain si Abi ini mau ikutan membolos, padahal si doi kan udah presensi sidik jari juga sekarang.
Lagipula kadang si Abi suka mendadak 'ikut ikutan' membolos hahaha kayak pas aku cuti kemaren.
Daaaannn.. ternyata sesampai di rumah, istirahat bentar, dia balik kantor lagi.

ini kabar dari anakku barusan hehe
Dia kan katanya peringkat pertama di kelas, meski tidak ditulis. Tapi wali kelasnya ngasih tau. *samaajaboong.