Tampilkan postingan dengan label iseng aja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iseng aja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

Edisi Pamer-ing Sepatu

Pas aku baca postingan Baginda Ratu yang ini, langsung kepikiran mau buat postingan yang sejenis. Karena beberapa waktu sebelumnya secara kecelakaan kebetulan aku juga beli sepatu.

Ceritanya nih ya.. walaupun aku berkantor di daerah elit, aku itu juarraaaaang banget maen maen ke tempat tempat elit di sekitar kantorku. Kusebutkan saja ya.. ada Riau Junction tempat belanja fave Sondang, aku ke sana aja setelah hampir setaun mangkal. Itupun karena janjian makan sama the gank. Dan seterusnya ke sana juga karena janjian makan. Intinya gak pernah aku ke sana atas keinginan sendiri. (Eh pernah ding sekali pas menjelang liburan kemaren mbeliin anak kaos :p dan sekali minta tolong OB yg belanja waktu mau bikin lasagna, pleus sekali juga diculik ibu ibu ruangan yang penasaran melihat aku tidak tergoda buat shopping padahal habis dapat bonus.)

Ke Gramedia baru 3x juga, pertama pas  mbeliin Abi head lamp di Eiger pas di depan pintu basement, setelah bayar  langsung cabut, kedua pas ada acara bloger Bandung itupun gak masuk cuma diluar /di tenda doang. Ketiga pas nganter Tri beli buku. Kalau lewat lorong Gramed sih sering ya... secara itu kan jalan tembus ke BIP

Nah BIP hihi   ini yang paling terlalu, ceritanya awal Maret lalu si Liza teman sebangkuku yang baru cerita mau ke Matahari BIP nyari kado buat ultah keponakannya. Aku tawarkan untuk menemani karena akupun belum pernah ke sana. Liza sampai kaget waktu kubilang itu. Ya intinya sama kayak Sondang bilang. Kami tidak menjadikan mall sebagai tempat jalan jalan. Nah di hari H yang dijanjikan eh ternyata oh ternyata Liza udah belanja pas week end sebelumnya. Jadi karena udah sampai BIP terpaksalah aku yang belanja :p

Waktu itu yang kubutuhkan adalah sepatu. Sepatu yang nyaman tepatnya. Sepatu 25-rb an yang kubeli Oktober 2011 sudah aus bawahnya dan sudah membuatku 2x terpeleset di kantor. Sekali pagi pagi pas abis di pel, kedua sore sore pas mau pulang, hujan, jadi teras licin. Sebenarnya Abi sudah membelikanku sepatu sejenis, tapi ternyata aku salah pilih, nomornya kekecilan dan sobek padahal baru sebulan. Itulah makanya aku mikir mau beli sepatu.

Passs ... banget, dasar udah rejeki kali ya.. di Matahari lagi ada diskon sepatu. Dapatlah aku sepatu dengan dobel diskon.
Siapa tak suka coba. Udah gitu bener bener nyaman dipakai. Saking nyamannya, sampai sampai kubawa ngebolangpun oke.
diskon 50% + 20%
 
sepatuku pas dipakai ngebolang

Rabu, 06 Maret 2013

Awet Muda ?

Sesungguhnya aku menikmati pekerjaanku saat ini. *lupakan peak season
Tanpa aku harus meninggalkan kursiku, aku bisa bersilaturrahmi dengan banyak orang. Dan ini  nyata.
Asyik kaaan ?

Aku bisa wawancara singkat dengan para pengusaha, terutama yang ibu-ibu, kiat suksesnya gimana, kiat cantik dan energiknya gimana..
Sesekali juga iseng semacam polling gitu, apakah dinas-dinas tempat mereka jadi rekanan itu udah bersih dari KKN apa belum.
Di kursi ini pula, aku dipertemukan dan baru kenalan dengan tetangga satu RT (lho !).  Ini ciyusss...
Eh, kok jadi ngelantur...

Nah di kursi ini pula, aku melayani dengan sepenuh hati ibu-ibu pensiunan yang sudah sepuh dan kebutuhan 'didengar'nya kadang tak tersalurkan, karena acucit #ehkokpakeistilahtetangga -anakcucucicit- udah pada nggak tinggal serumah. 

Nah yang paling senang adalah ketika ada diantara ibu-ibu itu yang bertanya :
"Neng, udah berkeluarga belum ?" *tuh, dipanggil 'neng' merasa muda banget
"Neng sudah punya putra belum ?"  *dan selalu pada kaget mendengar jawabanku

Lebih-lebih lagi bila ditanya :
'Neng sudah lama kerja ? Sudah, Ibu... sudah hampir 20 tahun. Wah sudah lama juga ya.. memang usianya berapa sekarang Neng ?'  *umpetinKTP
  
Eh, itu belum seberapa, yang paling membuat berbunga-bunga adalah ketika kemudian Ibu itu komentar :
"Ah masa..... nggak kelihatan lho ...." *yaeyalah Bu.. wong anak saya nggak diajak, ya nggak kelihatan
"Masa' sih Neng, Ibu nggak percaya usianya segitu. Memang ya, kalau badan langsing kecil itu enak. nggak kelihatan" :p

Baiklah, terlepas dari apakah para ibu pensiunan itu hanya beramah tamah menghiburku, tapi yang jelas kalau ketemu adik kelas pun banyak yang bilang "Ih, mbak Titi nggak berubah lho..., masih seperti yang dulu" *awet tua dong. 
Dan tentu saja bakal heran ada emak-emak, ngantor pake sandal jepit *udah insyaf  sepatu trepes dan backpack.
Backpack cuma ditinggal pas kondangan doang di saat aku pakai sendal berhak tinggi 5 cm .

Nah, jangan heran ya .. kalau aku seneng-seneng aja dengan komen komen di atas. Karena jiwaku memang masih muda.
Resepnya ? Aku jarang sekali bercermin. *timpuk Satu-satunya cermin yang selalu kukunjungi adalah cermin di masjid / toilet untuk membetulkan letak jilbab yang dipakai secepat kilat dari rumah. Tak pernah terpikirkan olehku ada kantung mata atau belum, mata panda atau tidak, sudut mata dan sudut mulut udah keriput atau belum, pipi udah 'jatoh' atau belum, (hihi, ini karena kemaren teman sebelahku ngaca sambil narik-narik pipi) dsb dsb. Jadi ya.. enjoy aja. Pokoknya tetap semangat. Nah kalau ada yang melihatku tampak lebih muda dari usia sesungguhnya.. itu rejeki nomplok aja kali ya... Alhamdulillah..


belakang kiri lebih muda 15 tahun, belakang kanan lebih muda kl 5 tahun, depan kanan lebih muda  kl 10 tahun.






Sabtu, 29 Desember 2012

Gowes Sorangan

Suka duka bertugas jadi frontliners sangatlah bermacam macam. Sesekali aku jadikan status face book-ku. Sukanya, ketemu orang baru, ketemu orang dari berbagai kalangan. Kadang, di sela sela pelayanan, aku bertanya tentang jenis usaha mereka, atau bidang yang mereka geluti. Terutama pada para customer yang wajahnya nampak bersahabat.
Sering juga ketemu orang sekampung. Kadang kampungku sendiri, kadang kampung suami. Tapi alhamdulillah, aku belum pernah memanfaatkan kenalanku selama bertugas jadi front liner ini untuk kepentingan bisnis sampinganku. Rasanya gimana ya... pokoknya nggak sreg aja. Seakan akan memanfaatkan 'jabatan' (jiaaah...) untuk kepentingan pribadi. #curcol

Eh dukanya, ya pastinya ada. Tapi aku nggak akan ceritakan ya.. sama aja aku mengeluhkan pekerjaanku, yang notabene pemberian Allah, kepada makhluk-Nya. Ya kitanya saja yang harus pandai pandai bersyukur atas anugerah itu, sehingga Allah tambahkan lagi nikmat-Nya. Betuuulll ? *Aa Gym mode on

Nah kemarin ceritanya kantor mengadakan sebuah kegiatan sosial. Yaitu pemberian santunan ke sebuah panti asuhan di Jalan Karapitan. Dananya di dapat selain dari kas DKM juga dari infak para karyawan/karyawati. Karena kegiatan ini dilaksanakan di hari Jum'at, maka sekalian aja pas olah raga pagi, yaitu ngegowes aliah sesepedahan. Jadi kan optimal tuh. 
Ngomong ngomong soal olah raga pagi, sejak di kantor baru ini aku masih belum dapat menyiasati bagaimana caranya supaya upaya menjaga kesehatan bisa terlaksana dengan teratur. Termasuk olah raga ini.
#curcollagi

Oh ya, untuk penyerahan bantuan ini, tentu saja tidak semua karyawan pergi ke sana / ikut ngegowes. Tapi hanya sebagian kecil saja, bebas, tapi perwakilan dari setiap seksi. Karena pelayanan harus tetap berjalan to ? Apalagi menjelang akhir tahun seperti ini. Upaya mengamankan penerimaan negara itu harus bener bener dioptimalkan.

Aku ? Tentu saja tidak dapat ikut. Karena aku bertugas di front office. 
Yah, daripada aku ngiler kepengen ikut, yang manah sepedah sudah disediahkan di halaman kantor, *benerbenerngiler* maka aku menghibur diri dengan sesepedahan mengelilingi gedung kantor, sebelum jam kerja / jam pelayanan dimulai. Lumayan, 20 menit keliling keliling. 
Sendirian ? Siapa takut !
kring kring kring..

yaks, narsis sejenak


senyum kemringet


Jumat, 11 Mei 2012

When You Sad...

when you sad, when you blue
when you really really blue
don't forget that you have Allah
You can ask Him to Give you happines

when you happy and you glad
when you really really glad
don't forget that you have Allah
You can thanks him, Who give you happines

*maap klo salah bentuk tensesnya*

Syair di atas itu adalah lagu Asma Nadia tahun 90-an.
Ada yang tau lagunya ? Yuk ah, klo sedih klo  bahagia, tetep ingat ALlah

Rabu, 28 Maret 2012

Demam Youtube

Gambar dicomot dengan cara print screen dan di paste di paint. (manual banget yah ?)
Aduuuh.. beneer bener anak sekarang sudah beda jauuuuuuhhh banget sama anak jadul sebangsa aku ini. Jaman dulu mah, kalau tampil di panggung tujuhbelasan di halaman kelurahan rasanya sudah yang oke banget, ditonton orang sekampung.
Anak sekarang mah, mainannya youtube.
Ini sih sebenernya akibat dari keisengan salah satu temen anakku. Di hari  hari tertentu, anak anak SD itu diijinkan membawa kamera, misalnya pas class meeting atau ada peristiwa khusus.
Waktu itu, kalau gak salah pas bagian anak kelas 5 jualan di acara market day sekolahan. Nah ini segerombolan cewek iseng iseng nyanyiin lagu Beautiful-nya Cibi (aduuh, yg ini juga nggak nguatin niy, deman cherry belle ). Dan direkam kamera terus diupload di youtube.
Aku yang dilaporin anakku awalnya agak sedikit khawatir juga. Tapi pas ayahnya mengunduh file itu, tak urung aku ngakak juga.
Penasaran ? Anakku satu satunya yang pake kaos biru di sana.
AKu googling dengan kata kunci "attakwa - beautiful" langsung ditampilkan mbah Google di urutan kedua.
Makin penasaran ?
Ini dia linknya
http://www.youtube.com/watch?v=yTerGMX8dTY

 

Selasa, 18 Januari 2011

Dikejar Orang Gila

Hari hari ini terasa begitu cepat berlari. Entah karena aku yang sibuk, atau karena bahagia. Orang bilang, kalau sedang sedih, waktu berjalan bagaikan siput.
Lain sekali dengan yang kurasakan. Sering tidak terasa, sudah hari sabtu lagi. Libur memang, tapi jadwalku lebih berwarna warni. Kalau Senin sampai Jumat, mengerjakan pekerjaan rutin di kantor. Lain halnya dengan Sabtu, pagi pagi tetap harus bangun pagi, belanja untuk sepekan dan kemudian memasak. Tidak ketinggalan membereskan rumah karena bibi libur. Sambil main dengan si bungsu tentunya. Agak siang sedikit menjemput anak anak di sekolah. 

Saat ini jarum jam sudah menunjukkan pukul 11. Waktunya menjemput anak anak. Karena ini adalah moment yang sangat ditunggu mereka. Moment istimewa. Dijemput Ummi. Biasanya Senin sampai Jumat mereka ikut jemputan sekolah.
Untung udah kelar masak.
Seusai menjemput anak anak aku sempatkan membersihkan kamar mandi. ini memang tugasku. Tidak tega rasanya, meminta bibi membersihkan.
Legaaa.. sekali setelah semuanya selesai, Akupun sekalian berwudhu untuk menunaikan shalat zhuhur. Sungguh hari libur yang sibuk.


Benar benar ya, waktu ini berlari sangat cepat. Baru saja menikmati liburan, sudah datang lagi hari senin.

Senin siang udara terik sekali. Debu debu beterbangan ditiup angin. Maklum, di Jalan By Pass sedang ada perbaikan jalan. Entah disengaja atau tidak, setiap menjelang lebaran, selalu ada perbaikan jalan. Atau karena akhir tahun ya, sedang menghabiskan anggaran. Entahlah, bukan urusanku.

Aku duduk diam dibonceng Tri, menyembunyikan wajah dari terik matahari. Laju mio tiba tiba melambat. ada apa ya? aku berusaha mengintip dari balik pundak Tri.
Waduh, ada orang gila mengamuk.
Laki laki itu, bercelana pendek. tangannya memegang batu sekepalan. Dilemparkannya kepada orang orang yang melintas. Dia berjalan melawan arus.
Semua pengendara motor meminggirkan motornya. Seorang polantas dengan pakaian anti huru hara, sibuk menenangkan si orang gila.

Aku menahan napas. tegang.

Ah, syukurlah, orang gila itu masuk ke jalur cepat, dan berbalik arah. Polantas memberi aba aba agar pengendara motor berjalan.
Iring iringan motor berjalan perlahan.

Tiba tiba, orang gila itu masuk lagi jalur lambat, tangannya masih memegang batu sekepalan tangan. Orang orang meneriakiku.
"Awas bu, awas bu..."
"Lari !!! Turun !!!"

Aku berusaha melompat dari sepeda motor. Tapi terlambat. Batu itu telah berpindah dari tangan orang gila ke atas tanah, setelah sebelumnya membentur punggungku.
Aku jatuh terkapar.

Orang gila itu tepat berada di belakakangku. Aku mencoba berdiri. Tapi seluruh persendian terasa lemas, takut dan gemetar. Berteriak minta tolong, tapi tak seorangpun berani mendekati orang gila ini.
Akhirnya aku hanya terbaring tak berdaya.

"Hahahahaha..... " si orang gila tertawa persis di depan mukaku. Kedua tangannya persis di sebelah telingaku.
Aku berusaha memukulnya dengan tanganku yang bebas. Tapi aku tak berdaya. Pukulanku tidak memberi efek apapun padanya. Aneh, kemana orang yang dipinggir jalan tadi. Kemana tukang ojeg yang mangkal tadi, kenapa tidak ada yang menolongku.

"Ha ha ha...." Orang gila terus tertawa. Memekakkan telinga.
Aku sudah pasrah.
Aku hanya berdoa dalam hati.
Ya Allah, jangan sampai orang gila ini melukaiku atau menodaiku.
Ya Allah, datangkanlah pertolonganmu.

Tiba tiba, tangan orang gila itu bergerak mau memukul mukaku. Aku memejamkan mata menanti keajaiban.

Plak !
Terasa sakit di pipiku. Aku membuka mata.
Hah ? Kemana si orang gila ?
Nampak si  Bungsu yang merangkak di samping sajadahku.
"Miiii......nenen..."
Ternyata aku ketiduran seusai shalat. Uh... leganya

Selasa, 12 Oktober 2010

Ribuan SMS Gratis

Tiap hari berangkat dan pulang kantor lewat jalan yang sama, membuatku hafal rumah rumah, spanduk, banner iklan bahkan lubang lubang di jalanan. Mana lubang lama, mana lubang baru, dan mana yang baru ditambal. hehe..

Ada sebuah spanduk iklan yang entah sudah berapa puluh kali aku lihat, tapi baru kepikiran.
Iklan dari salah satu provider telekomunikasi.
Bunyinya kurang lebih, setiap pelanggan bakalan dikasih 100.000 (baca :seratus ribu) sms gratis sehari !!
Mulanya aku gak mikir, tapi pas suatu ketika aku dapat 100 sms gratis hadiah pelanggan loyal telkomsel, aku baru nyadar. 100 ribu sms, buat apa ??
iseng iseng aku hitung, panjang waktu untuk mengetik sms sekian detik, katakan 25 detik.
untuk mengirimnya perlu 5 detik,  untuk menerima jawaban dari yang kita kirimi perlu waktu 1 menit (misalnya).jadi untuk bolak balik sms perlu waktu 90 detik.
Sehari semalam ada  86400detik.
Jika selama 24 jam sms-an terus saling balas sehari semalam paling paling dapat 960 x sms. (belum pake Ribu ya...)
tapi masa' iya sih, gak makan, gak minum, gak mandi, gak tidur, cuma sms-an doaaangg?

Atau bisa juga kita kirimkan sms ke semua daftar nama dalam phone book kita, tapi apakah bunyi sms-nya akan sama (klo jualan bisa  kali ya...)
Nyampe 100 ribu sms nggak ?
Eh, itu untuk semuanya atau sesama mereka saja ?

Tau ah, males mikir lagi. Biar aja kalau ada yang ngarep 100rb sms per hari.
Namanya juga usaha......
(*menghibur diri*)