Tampilkan postingan dengan label attakwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label attakwa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Mei 2014

Antara Assembly dan Olimpiade Sains

Kemarin udah berturut-turut cerita 3 anak terbesar, sekarang giliran Teteh dan Faiz.

Ceritanya, bersamaan dengan Faiz assembly -gambarnya udah uplod di IG dari kapan tau- Teteh ikutan semifinal olimpiade sains. Aku di sekolah nonton Faiz assembly. Teteh berangkat dan pulang semifinal bareng rombongan sekolah karena kebetulan tahun ini lokasi semifinalnya masih sama-sama di Arcamanik.
Hihi... ngomong ngomong soal olimpiade sains, mari kita menggosip sejenak. Ini pov-ku tentang si olimpiade.

Aku lupa sejarah perkenalanku dengan olimpiade ini gimana. Kalau nggak salah sih, awalnya ada yang nawarin komik sains ke sekolah, mendekati jadwal olimpiade gitu. Untuk nambah-nambah pengalaman anak-anak, maka sejak jaman Fathimah SD, setiap tahun anak-anakku selalu ikut. Alhamdulillah, 2 tahun terakhir, si Teteh terpilih jadi duta sekolah ke olimpiade, jadi aku gak perlu bayar uang pendaftarannya. *emakiritmodeon*

Sejujurnya aku tidak terlalu serius nyiapin anak-anak ikut ini. Hihi dan seperti pernah kubilang... aku emak yang rendah banget level achievement-nya.
Ya palingan mbeliin komiknya aja di salah satu bimbel terkemuka. Tahun ini lebih parah, aku gak beli komiknya sama sekali. Tapi alhamdulillah Teteh ada tambahan les menghadapi olimpiade. Dikasih gratis oleh guru - gurunya.
Makanya.... meski sejak jaman F1 sampai sekarang F4  anak-anak selalu masuk semi final aku nganggepnya biasa aja. Hihi ini semacam emak nggak tau diuntung nggak siih...
Atau mungkin karena aku menilainya dalam lingkup sempit kali ya... soalnya serombongan yang ndaftar dari sekolah anak-anak, hampir masuk semifinal semua.. paling yang gugur satu dualah....
Sebaliknya, belum ada satupun -ya belum ada satupun sejak jaman Fathimah- yang berhasil masuk final. jadi inilah penyebab aku berkesimpulan, apa istimewanya ? Hihi.. *dipentungkomiksegabruk*

Nah pas kemarin si mba Tri ngomongin gimana caranya supaya bisa masuk final, baru deh kepikiran olehku. #ketauanlemotnya.
Ini nih jelekku juga, kalau aku udah nganggep ketinggalan jauh, maka aku akan berhenti lari dan kemudian berjalan lambat. Jadi makin jauh aja ketinggalannya. Gitu juga targetanku ke anak-anak.
Kalau mbak Tri itu, selain rajin memasak, ke anak-anak juga rajin ngajarin pelajaran. Sampai sekarang ke anak pertamanya yang SMA pun. Terkait olimpiade sains ini, setiap anaknya pulang dari olimpiade, mereka ada sessi bahas soal. Rajiiiin kaaan ?
Kalau aku ya.... boro-boro. Udah gak nyambung ...
Akhirnya pertanyaan serius mbak Tri tentang gimana cara masuk final, kujawab iseng dengan kata-kata "kali harus ikut bimbel di sono mbaak".
Eh, malah mba Tri serius mikirnya. Ia seperti mendapatkan another POV aja tuuh... (lain ya... kalau orang SBM ITB maah). "Bisa jadi kali ya Mbak, di sana sering dibahas soal-soal macam soal olimpiade".
Tapi jangan tanya aku bagaimana macam soalnya ya... aku nggak baca sedikitpun.

Trus di kalangan ibu ibu  sudah ada semacam anggapan, yang masuk final dari Bandung mah anak SD tertentu. Seperti cerita teh Silvi  di salah satu komen IG-nya. Ya sebenernya nggak juga siih...
Selain dari SD terkemuka itu, selalu ada satu dua dari SD lain.
Aiiih... baru deh ini, kepikiran, sebenernya, bisa jadi kaaan... satu atau dua dari SD lain itu anak kita, anakku, anak mba Tri atau anak teh Silvi, atau anak mba Lidya dari Bekasi sana kaan kan ? Nah, sekarang mari kita amiiiiin-kan berjamah...
Jadi ? Jadi sebenernya masih bisa berlari ya...
(Oke Teteh, insya Allah kita kejar 2x lagi di level 3 ).

Alhamdulilah, untuk tahun ini memang hasil si Teteh agak lumayan. Agak-agak di atas gitu...lagi-lagi kata Mbak Tri. Soalnya dia duluan yang liat pengumuman di web. Haha.. Baru setelah aku di SMS mbak Tri, aku buka web dan nge-print buat Teteh.
Begitu datang dari semifinal, Teteh nemuin aku di arena assembly Faiz , kemudian dia curhat :
"Mi, lebar ya (bhs Sunda : sayang ya).. tahun ini yang 10 besar dapat tabungan"
"Kamu nomer berapa memangnya ?"
"Nomor 11, lebar ih... satu lagi"
"Kamu tahu dari siapa dapat tabungan, kan biasanya enggak pernah ?"
"Dari Attakwa ada yang dapat, anak level 2 juga. Dia nomer 4 apa nomer 6 gitu"
"Ya sudah... nggak papa. Itu namanya belum rejeki. Dan yang namanya rejeki bukan hanya uang, kamu sehat, kamu pinter, itu juga rejeki yang harus disyukuri. Masih ada kesempatan di level 3 nanti."
(see ? komen emak nrimo kaan ?)
Si Teteh manggut manggut.
Hadeeeuh... ini aku kok jadi merasa bersalah gini ya... jangan jangan aku sudah menularkan mental nrimo, gampang puas, gak mau usaha lebih dsb ke anak-anak. (Nggak bakat banget kan buat ngadepin anak very superior ? Qiqiqiqi dibahas lagi)
Ya Teh, mari kita lihat, apakah dari sepuluh finalis olimpiade ini ada dari Attakwa ?
Atau kamu salah satunya ? (aamiiin)
Semoga hasilnya membanggakan ya.. dan bisa 'membayar' jerih payah bapak dan ibu guru yang telah memberikan les dengan sukarela tanpa biaya apapun 3x dalam seminggu. (Amiiiin sekali lagi).

Kalau soal Faiz assembly singkat aja ya... lihat aja di foto-fotonya. Ini aku melihat dia mau naik panggung aja udah alhamdulillah... soalnya seminggu sebelum pentas, bu guru sms katanya Faiz gak mau latihan karena nggak mau naik panggung. Tapi pas kucerita ke bu guru betapa hebohnya dia memeragakan gerak dan lagu, bu guru pun berkata : ya syukurlah. Sudah saya kasihh tahu Bu, pokoknya semua nanti harus belajar naik panggung, meski di atas cuma diem. :p

Selfie dulu....eh itu balon milik tetangga belakang kursi lho.. kayak ada di tangan Faiz ya..

 
bergaya setelah ganti busana
tampil ramai ramai di panggung
Ini pas pementasan PG, lucu ya.. bu Guru PG-nya kasih instruksi di depan panggung, di barisan depan para penonton. Kebayang nggak sih.. perjuangan nglatih anak dibawah 4 tahun yang sekolahnya cuma seminggu 3x ? qiqiqi

ngantri pentas

Kamis, 25 Juli 2013

Judi Kecil Kecilan

Pulang sekolah kemarin, Teteh membawa mainan baru. Permainan monopoli bergambar helo kitty.
Merasa enggak pernah ngasih uang jajan selama bulan puasa, aku nanya doong... dari mana asal barang  tersebut.
Teteh cerita katanya itu dari mang mainan gosok gosok. Jadi beli gosokan seribu perak, kalau gambarnya bom maka nggak dapat apa apa. Kebetulan si Teteh dapat gambar monopoli.
Hmmmmmmm..... aku menarik nafas panjang. Ini namanya ujian orang berpuasa.
Mau marah, ngerasa belum pernah ngasih tahu hal seperti itu. Lagipula baru beberapa hari lalu aku baca di blog @katatakita, enggak boleh ngasih hukuman ke anak yang udah jujur.
Yang dilakukan Teteh itu, menurutku termasuk judi/mengundi nasib.
Terus aku jelasin dikit tentang judi. Pastinya ada unsur gambling, ada pihak pihak yang dirugikan/yang tidak mendapat apa apa, ada pihak yang sangat diuntungkan, yah itu dulu. Kucontohkan teman dia yang dapat bom dan uangnya hilang begitu saja.
Alhamdulillah teteh mengerti. Termasuk ketika kukatakan bahwa mainan /harta yang dia dapatkan itu haram dan diambil Abi tidak boleh dibuat mainan lagi.

Aku sebenarnya pernah melihat mamang-mamang yang 'jualan' seperti itu. Di sebuah SD yang selalu aku lewatin pas berangkat kantor. Saat itu kepikir mau foto dan ngetweet mention @infobandung supaya jadi perhatian pihak berwenang. Tapi kan kameraku blur kalau ambil obyek bergerak / sambil kita gerak. Enggak jadi deh....
Ternyata kejadian juga di sekolah anakku.
Untungnya pas aku tanya Teteh apakah mamang itu selalu datang, kata dia enggak. Iya juga, kan hari itu aku juga di sekolah Faiz sampai jam 11 lebih karena janjian sama istri anggota dewan yang mau beli batik buat bingkisan.

Besoknya aku laporkan ke pihak sekolah anakku supaya jadi perhatian. Pas aku ngobrol sama pak Rudi, satpam yang selalu berjaga di gerbang sekolah, eh ternyata 2 hari sebelumnya pak Rudi ijin tidak masuk karena sakit. Ohhh.... pantesan. Setauku kan emang enggak boleh berjualan dekat gerbang sekolah.
Ya sudahlah, yang penting sudah kulaporkan, semoga jadi lebih perhatian ke depannya.

Selasa, 23 Juli 2013

'Mencuri Start'

Selalu menangis di beberapa hari  awal sekolah, membuat Faiz dikenali oleh ibu-ibu yang rajin mengantar.
Memang sebagian besar anak kelas A masih diantar dan ditunggui oleh ibunya masing masing atau oleh ART.
Review aja ya...
* 3x trial Faiz selalu menangis di awal belajar.
* Hari pertama sekolah nangisnya masya Allah. Udah pernah aku ceritain di postingan lalu
* Hari kedua sekolah sempat ngambek di rumah. Tapi tetep berangkat berdua Abi. Ternyata enggak nangis
* Hari ketiga diantar Ummi dan Abi, enggak nangis lah termasuknya. :p
* Hari keempat dst alhamdulillah sudah tidak menangis. Dan sudah mau main. Nah pas aku bergabung sama ibu-ibu yang ngintip ngintip di jendela, ada salah satu ibu yang komen:
"Faiz bageur ayeuna".
"Iya, mewarnainya juga rapi" kata ibu yang lain.
Hihihi. Aku yang di situ senyum senyum sendiri sambil hidung kembang kempis. Rupanya ibu ibu belum mengenaliku karena selama ini lebih sering Abi yang turun tangan.
Nah setelah beberapa hari terakhir ini aku selalu mengantar, dan sudah saling kenal, masih ada ibu yang konfirmasi lagi
"Faiz mewarnainya rapi ihh"
"Ya, bu.. soalnya dia sudah mencuri start. Udah paud dan kelas A dari sekolah sebelumnya"
"Oh.. pantesan"
:D
Pict: mau nulis nyambung titik - titik, pakai pengamatan sosial dulu. X_X
Yang paling bawah menempel kolase sederhana bentuk masjid


Selasa, 18 Juni 2013

Pengumuman kelulusan Ayuk

Lain ladang lain belalang. Lain anak lain gayanya.
Berbeda dengan pengumuman kelulusan mbak yang pake drama, pengumuman kelulusan Ayuk dia langsung yang nerima di sekolah. Jadi memang kebijakan sekolah si anak sendiri yang nerima amplop pengumuman itu. Emang sih amplopnya tertutup. 'Kepada'nya orang tua siswa. Tapi anak anak diijinkan membuka amplop tersebut.
Sabtu tanggal 8 itu seharusnya Faiz trial lagi di Attakwa. Aku udah kondisikan dia dari Sabtu sebelumnaya bahwa sekolah nanti hanya diantar Abi karena Ummi mau me time ngaji. Tapi ada satu hal yang aku luppppaaa *istridurhaka* Sabtu subuh adalah jadwal Abi setoran hafalan di pondok quran. Selama ini jadwal tersebut tidak beririsan denganku karena Sabtu kan agak santai. Nah ini sabtu aku ngaji jam 7 trus langsung Sekolah Ibu. Faiz udah kugantiin pakaian dan belum kujawab permintaannya mau ikut ngaji.
Nah pas Abi datang jam 7 kurang gitu Abi malahan ngasih ijin Faiz ikut aku. Libuuur deh trialnya.

Judulnya hari itu aku udah konsen aja di acaraku. Setelah selesai pertemuan dengan ibu-ibu pengajian aku langsung menuju Sekolah Ibu Pasir Endah. Pulang pulang udah hampir jam 12 siang. Sambil melepas lelah aku leyeh-leyeh di kasur. Eh tiba tiba terdengar salam Ayuk, masuk masuk langsung nangis. Aku bingung kenapa ini anaak. Ternyata oh ternyata lebih lebih dari drama. Ternyata dia takut dimarahin karena nilai UN-nya 'kecil' tepatnya nilai dia lebih kecil dari kakak kakaknya.
Aku peluk dan hibur Ayuk tapi malah nangisnya tambah sesenggrukan. Abi yang baru keluar dari kamar mandi dan mendengar keributan langsung ke TKP. Baru setelah Abi meyakinkan bahwa Abi puas dan bangga dengan hasil yang dicapai Ayuk, nangisnya reda.
Daaaaaan hasilnya adalaaah:


alhamdulillaah, 25.15

Sabtu, 08 Juni 2013

Trial Faiz di Attakwa

Sabtu tanggal 1 Juni  adalah jadwal trial Faiz di Attakwa. Ini adalah program baru Attakwa. Peserta ' trial' nya bukan anak yang mau mendaftar ya tapi anak-anak yang sudah mendaftar RA Attakwa. Tujuannya adalah mengenalkan para calon murid itu dengan lingkungan dan kebiasaan sekolah barunya. Di sini namanya bukan trial, tapi Pra RA. Ra adalah raudhatul athfal, taman kanak kanak.
Beberapa hari sebelumnya pihak sekolah kirim sms.

Akupun mulai pengkondisian ke Faiz dan ke abi hehe si abi juga... kan abi selama ini yang nungguin anak anak di hari hari pertama sekolah mereka.
Faiznya bilang enggak akan ke attakwa. Nanti aja klo udah gede mau ke sekolah teteh ( sd kali maksudnya yaa).
Tapi di hari sabtu itu aku dan abi udah siap duluan. Sembari bertanya faiz mau ikut enggak, abi dan ummi mau ke attakwa. Kebetulan teteh dan ayuk libur setiap sabtu minggu pertama. Jadi ya memang cuma aku abi dan faiz.
Sampai parkiran dia masih ketawa ketiwi. Terus membeli beberapa kue di kantin sebelah sekolah. Begitu masuk pelataran TK bu guru sudah bersiap di gerbang. Menyambut anak anak yang berdatangan. Senengnya ... nama Faiz sudah dikenal karena dari bayi sudah 'berkeliaran' di attakwa :D
Setelah salim salim bu guru,Faiz dikasih pin. Ada nama dirinya. Meski sedikit tegang dia amati juga tuh pin. Takjub kali ya... klo jaman mbak sampai teteh dulu nama nama masih dibuat dari karton. (Dibentuk lucu lucuan juga sih ada es krim bunga dll Sampai dulu di kelas teteh buguru nemanggil anak anak dengan sebutan kelas esktim maka serempak anak anak menjawab siaaap.)

Kemudian bu guru menggandeng tangan Faiz masuk kelas untuk menyimpan tas.
Nah setelah menyimpan tas ..... anak anak keluar lagi untuk berbaris di halaman. Insiden pun terjadilah.
Faiz menemukanku dan menangis. Kemudian memegang tanganku erat erat. Tidak mau berbaris di halaman. Akhirnya akupun ikut berbaris. Ikut nyanyi nyanyi juga :D
Faiz diam tanpa ekspresi. Nangis enggak * iyah karena abi mengawasi di pinggir lapangan , barispun enggak.  Boro boro aku mau moto dia ya...
Setelah rangkaian baris berbaris ini selesai, dilanjutkan dengan perkenalan dengan bu guru. Setelah itu anak anak masuk kelas.
Faiz masih enggak mau gabung teman2nya. Aku mengajaknya bermain puzzle dan mainan lain yang memang sengaja di tata di meja2 di depan kelas. Eh si Abi gak setuju rupanya aku nemenin Faiz main di luar, Abi datang dan menggandeng faiz agar bergabung dengan teman temannya. Dengan bercucuran air mata faiz mau digandeng bu guru gabung drngan temannya.

Awalnya ngelendot manja ke bu guru yang baru dikenalnya itu. Kali dia pikir lumayan lah ya... daripada ngelendot ummi malah dimarahin abinya :p
Kemudian perlahan lahan dia mengikuti sesi demi sesi selama total dua jam. Dari baris, berdoa, bertepuk, game, bikin sate buah, makan buah dan akhirnya doa pulang sambil salim buguru. Setelah salim masing masing anak dikasih bingkisan macam goodie bag ulang tahun. Senengnya.... Abis pake sepatu, Faiz langsung lari ke lapangan untuk bermain ayunan.

Alhamdulillah untuk hari pertama  terbilang lancar lah. Malahan salah satu bu guru menyampaikan bahwa faiz sudah bisa ditinggal. Jadi mingdep cukup abi aja yang antar. Klo lihat ummi biasanya anak anak hadi mudah nangis ( lhoooo...... kok?) Ini adalah berita gembira ... karena aku bisa punya me time. Ups jangan salah sangka dulu....sabtu pagi adalah jadwal rutin pengajian hehehe iyalah musti seimbang kaan. * pencitraan salehah dimulai

Akhirnya, pas sebelum pulang faiz fitting baju seragam, udah mau jawab ketika ditanya siapa nama oleh petugas fitting. Semoga minggu depan lancarr ya...
 

personal pin
 
takjub mengamati pin

ngelendot bu Guru
mulai tertarik
makan sate buah


mengeluarkan perbekalan

d
dibukain wafer sama bu guru * andai tante Sondang lihat bekal Faiz

Selasa, 04 Juni 2013

Berakhir Pekan di Sekolah

Dua kali akhir pekan ini, acara masih seputar di sekolah anak-anak.  Sabtu akhir bulan Mei ada acara project school. Namanya ganti, tapi acaranya mirip market day di tahun - tahun sebelumnya. Anak-anak berjualan, ada pentas seni juga dan tentu saja lomba lomba. Etapi tahun ini enggak ada lomba / pengumuman lomba.

Teteh Firda jualan carrot cake bikinanku, resepnya dari Mak Sondanglaah.. tapi untuk penghematan aku enggak pakai creamchees, pakainya krim biasa yang ditaburi keju parut di atasnya. Sayang seribu sayang, biarin aja dibilang hoax juga, karena buru buru bikinnya pagi itu, jadi aku nggak sempat ambil gambarnya. Tapi malamnya aku sempat nytatus di fb, tentang pengalaman marut wortel dalam proses carrot cake ini *penting.
Ternyata jualannya anak kelas 1-3 yang menunggui adalah orang tua murid. ALhamdulillah jualan Teteh habis. Katanya ada yang memborong.

pura-pura nytatus, padahal jualan parutan :D
Kelompok Ayuk  jualannya macem-macem, mungkin karena kelas 6 juga ya.. semua sudah bisa menghandel. Ayuk jualan roti bakar, agar-agar (nggak tau yang bikin siapa),  trus jualan juga gelang - gelang bikinanku.

gelang rajutanku

canded camera - Ayuk membakar roti (toaster sponsored by Mak Sondang)

Firda pentas angklung - hayooo cari yang mana dianya..
Ngomong - ngomong soal pentas ini, si Ayuknya rada ngambek, karena kami tidak menunggu sampai dia pentas. Adooooh... maapin ya kekurangsensitipan Ummi dan Abi, kirain karena dia sudah besar, ya sudahlah... ngapain juga nungguin, mana acara off dulu satu jam, sedangkan aku belum masak segala buat makan siang F2 karena  F1 lagi study tour ke Yogya.
Maka setelah capcus dari Attakwa kami mampir dulu makan bakso di bakso Sugih, jalan AH Nasution. Enak lhooo... recomended deh, mie ayamnya apa lagi. Sayang ya.. aku kan pergi sama Abi, jadi enggak bisa futu futu makanan *jaim dikit

Naah.. setelah itu, Abi mengajak kami muter muter komplek, dan mampir beli helm ! kejutaaaan... Rupanya Abi jatuh hati kasihan lihat helm aku dari 2007 belum ganti sementara dia udah beli helm ke3 kalinya. Jadilah aku memilih helm cewek untuk memulai pencitraan anggun dan sholihah. *bekappakemasker

sebenernya sama beli helm F5 juga, tapi ntarlah ceritanya


Selasa, 12 Maret 2013

Oleh-Oleh Mabit

Pas aku lagi asyik asyik masak, tiba tiba si F3 yang pulang mabit sekolah nyamperin aku di dapur sambil ngomong
"Nanti kalau ummi dan abi udah tua, trus aku sudah menikah, aku mau tinggal sama ummi ah. "
'Malu atuh, kalau kamu sudah menikah tapi tinggal sama ummi sama abi" si F1 duluan nimpalin.
'iya nanti kalau kamu sudah menikah kamu harus belajar mandiri, tinggal di rumah sendiri ' aku menyetujui pendapat F1.
'Bukan gitu maksudnya, maksudnya aku mau nemenin Ummi sama Abi" F3 meluruskan persepsi .
'Yah yang ada kali kamu ngajak ummi dan abi tinggal sama kamu Yuk.. ' mbak juga meluruskan pendapatnya.
"Emang kenapa Ayuk jadi kepikiran kayak gitu ?" tanyaku.
"Tadi aku kan habis nonton film. Ih sedih deh Ummi. Sampai anak anak pada nangis"


Pas sorenya lagi baring-baring di kamar, si F3 masih nyambung pembicaraan itu lagi.
"Nanti ya, pokoknya aku mau ndengerin semua cerita Ummi, nggak akan bosen walaupun cerita Ummi diulang ulang juga... aku sayang deh sama Ummi. *ummi terharu ceritanya, tapi gak mau ngaku, malah nimpalin :
'Eh, pasti kamu nonton film yang ini ya..
yang ingatkah dulu ketika kamu kecil, kamu minta dibacakan cerita yang sama berulang ulang
ingatkah ketika kamu kecil... bla bla bla.. Aku ngomong biar gak keliatan kaca kaca di mataku. hihi..
"Iya Ummi.. aku nonton film itu".
Yang mana sih ? Penasaran ya ?
Sebenernya itu sudah lama sekali ya.. suka dapat kiriman - kiriman slide gitu. Sekarang  pas udah jaman bbm, sering juga dapat bc-nya. Nah yang pengen tahu, pengen ingat, lengkapnya adalah sebagai berikut :

*********
Anakku yang kusayangi 
pada suatu saat dikala kamu menyadari
bahwa aku telah menjadi sangat tua,
cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku
jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan,
jika aku mendapatkan kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri,
sabarlah!
kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku
untuk mengajarimu tentang segala hal yang perlu kau tahu,
saat kau masih kecil.

jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali,
janganlah menghentikanku!
dengarkanlah aku!
ketika kau kecil,
kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang,
dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur,
dan aku lakukan itu untukmu !

jika aku enggan mandi,
jangan memarahiku
dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan!
ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu menyuruhmu mandi dikala kecilmu!
aku mengajarimu banyak hal,
cara makan yang baik, cara berpakaian yang baik,
berperilaku yang baik,
bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan.

jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan ,
beri aku waktu untuk mengingat, dan jika aku gagal melakukannya,
jangan sombong dan memarahiku,
karena yang penting bagiku adalah aku dapat bersamamu
dan
dan dapat berbicara bersamamu

jika aku tak mau makan,
jangan paksa aku!
aku tahu bilamana aku lapar dan tak lapar.
ketika kakiku tak mampu lagi menyangga tubuhku untuk bergerak seperti sbebelumnya,
bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku,
mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu.
dan kala suatu saat nanti,
ketika aku katakan padamu bahwa aku tak ingin lagi hidup,
ketika aku ingin mati,
jangan marah,
karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti!
cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu,
kita tidak akan benar-benar “hidup” lagi,
kita hanya “tidak mati”!

suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat,
aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu
dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan dan kehidupanmu kelak.
kau tak usah merasa sedih,
tidak beruntung atau gagal dihadapanku melihat kondisiku
dan usiaku yang sudah bertambah tua.
kau harus ada didekatku,
mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu,
bagi kesuksesanmu,
seperti apa yang kulakukan pada saat kau lahir.
bantulah aku berjalan,
bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran.

Rabu, 12 Desember 2012

Prakarya

Sudah seminggu ini si F3 mendapat PR membuat prakarya terkait tugas UAS. Kalau tidak salah ingat, instruksinya adalah membuat bantal. Yah, bantal.
Mulanya dia minta uang beli kain flanel / felt. Hihi.. kebayang mau bikin bantal segede apa. 
Yah, aku kasih aja itu uang. Trus dia juga minta dacron, kuminta ambil sendiri di tempat penyimpanan.

Sudah hampir jatuh tempo itu prakarya enggak jadi jadi juga. Aku hanya bisa mengingatkan.
Nah hari Senin kemaren jadilah itu si 'bantal' kira kira diameter 15 cm hehe..
Ternyata pas sampai sekolah, Ibu guru tidak mau menerima prakarya itu, kecuali dia bikin satu lagi sebesar itu..
Weks !  

Nah, karena diburu dead line tadi malam dia bersemangat mengerjakan itu di kamarku. Aku asyik merajut. Karena F5 udah tidur.
Di sela sela F3 ngerjain tugasnya, dia sempat curhat :

"Ummi, prakarya temen aku bagus deh Mi, tapi, ini bukannya aku curiga ya Mi, tapi asa teu percaya, kalau itu buatan dia. Habisan rapi banget sih. Katanya sih dibantu sama ibunya."
Ku jawab :
"Ummi teh nggak mau bantu
teh, bukannya nggak sayang, tapi biar kalian belajar mandiri dan belajar kejujuran. Kan yang dapat tugas kalian, yang dapat nilai juga  kalian"

 
Eh tidak lama berselang dari itu, kebetulan ada TL twitterku "Do what you can, with what you have, where you are" Theodore Roosevelt. Meuni pas ya.. kubacainlah itu  ke anakku.
Akhirnya F3 ya meneruskan pekerjaannya.
 
Kira kira jam 9 dia sudah kelar dan berkata :
"Mi, ternyata kalau tugas kita kerjakan dengan gembira, bisa selesai juga ya.."
"Dan sungguh sungguh" sambungku.
"Iya Mi, dan sungguh sungguh. Ini geuning cuma sejam udah selesai. Yang gambar mustache kemaren asa lama."
Hehe... akhirnya sadar juga dia. 

Nah, inilah hasil prakarya si F3 itu. Terdiri dari 2 'bantal'. Kuning, bergambar mustache kira kira berdiameter 15 cm dibuat dengan gantungan kunci. Satunya lagi bantal hijau, kira kira lebih kecil sedikit, bergambar love. Hanya dikasih tali benang emas.




Sabtu, 12 Mei 2012

Mendaftarkan Sekolah

Seperti yang sudah Faiz ceritakan di sini, di awal bulan lalu aku dan suami sengaja datang ke At Takwa buat ngedaftarin Faiz. Udah mantep buanget tuh, misua. Udah bawa duit, udah bawa copy akte segala. Cuma tinggal foto doang. Eh, mungkin belum rejeki ya.. mmm.. atau Allah masih kasih aku waktu untuk ngomongin beberapa keinginanku yang belum aku sampaikan sama suamiku, Attakwa tutup. Mereka libur awal bulan. (hihi.. baru inget. lha F3 dan F4 aja libur). tadinya kupikir kantor bakal tetep buka. Ternyata libur juga. Ya deeeh.. selamat libur ibu guru dan bapak guru...

Keinginanku sebenernya memindahkan Faiz dan Eka bersama sama ke At Takwa. Memang sih, aku harus berusaha lebih keras, sangat keras malah ya.. kalau pengen sekolah Eka di at takwa nggak bakal mempengaruhi cash flow rumah yang udah empet empet sana sini. Tapi kan kita percaya satu hal, kita punya Allah , Allah Yang Maha Memberi Rejeki, jadi nggak usah kuatir besok hari. Udah ada takarannya kok. Moal pahili bahasa Sundanya. alias gak bakal ketuker.

Sebenernya aku -ternyata aku- sempat salah faham atas kata kata suami.Kupikir waktu Abi mengiyakan Eka sekolah bareng Faiz, ya bareng di At Takwa. Ternyata enggak.Maksudnya Abi ketika Faiz ke At Takwa, Eka ke Mutiara. Ya suami sih berdasar logika aja, masa sih, duit gak ada mau maksa maksain diri.Getoo... Yah aku menerima alasan ini. Meski dalam hati kecilku nggak tega. Bibi udah nganggep faiz seperti cucu sendiri. Masa sih kita nggak bisa membalas itu. Tapi ya sudahlah. Boss nya kan suami. lagian.. Tetep kan , keputusan suami itu yg harus diikuti sesuai perjanjian di awal nikah dulu. ada dua pasal. Pasal pertama suami itu selalu benar. Pasal kedua, kalau suami salah, kembali ke pasal pertama. hahahaha

Cerita dikit ya..waktu ada pentas seni di at takwa beberapa bulan lalu itu , aku diam diam udah konsultasi sama kepsek TK yg nota bene dah kenal dari jaman F1 TK dulu. Melihat umur Faiz yang nanggung pisan, ibu Kepsek mengatakan Faiz belum bisa masuk TK A, atauuuu...kalaupun Faiz masuk di attakwa, bakal 3 tahun di TK nya. Karena usianya saat ini kurang dari 4 tahun. (Faiz lahir september). Trus aku nawaaar.. Ini mau masuk bareng saudaranya yang lahir Februari -ya Eka itu-. Ya udah kata bu Guru boleh.
Yah.. kalau EKa gak jadi di masukiin ATtakwa, berarti Faiz gak bisa masuk AT Takwa.
Tapi aku gak mau bicara ke suami bahwa Faiz belum bisa diterima di Attakwa. Biar beliau mendengar langsung dari sumbernya.

Dan akhirnya tadi kami bertiga, Aku Faiz dan Abi ke Attakwa. Maksudnya mau daftar TK. Udah siaplah.. buat ngisi formulir dsb.
Daaaann... tadaaa... tetep belum boleh. Bahkan kali ini Ibu Kepsek lebih keukeuh lagi. Kalau Faiz mau masuk sekarang, bapak ibu harus membuat perjanjian, nggak bakalan menuntut dua tahun lulus TK. Halaaahhhh.. kayak apaan ajaaa...
Ya sudahlah, akhirnya dengan berat hati Abi menerima, Faiz masuk TK at takwa tahun depan aja. Meski sambil ngomong sendiri emang apa bedanya anak yang lahir 31 agustus sama 1 september? kok pake batasan 4 tahun di 31 agustus. Kalau anak kembar yg satu lahir 31 agustus pukul 23.56 dan satunya lagi tanggal 1 september pukul 00.05 gimana ? Hahaha.. abi abi.. ada ada saja. Sudahlaaahh...

Dan dengan pertimbangan, daripada Faiz mengenali teman teman seangkatannya ntar masuk SD attakwa duluan dan dia masih tinggal di TK nya, mending tahun ini Faiz masuk TK A Mutiara aja.. sambil maeen.. dan masih baareng Eka.  (dalam hatiku, sambiil aku nabunnng bbuat ngedaftarin Eka. Kali aja kalau punya saham jadi punya hak suara. Boleh kaaan.. berkeinginan baik ?)

Selasa, 10 April 2012

OSK (Olimpiade Sains Kuark)

OSK adalah Olimpiade Sains Kuark. Udah bulan lalu sih.. Udah juga diceritain Firda di blognya. Tapi nggak papalaah.. ini kan cerita versi orang tuanya.


F1 sampai F3 dulu pernah ikut juga olimpiade ini. Rata rata semua lolos di babak penyisihan. Tapi ketika F4 eh Firda kelas satu, sekolah nggak ngirimin lagi secara khusus. Siapa mau daftar dipersilakan. Mungkin karena aku orangnya emang gak fokus dan gak terlalu detail soal sekolahan, akhirnya momen OSK tahun lalu kelewat aja intinya.
Nah tahun ini sekolah kembali menangani secara khusus. Sekolah bikin seleksi dulu di tingkat sekolah agar dapat satu tim. Terus terang, F3 nggak lolos di seleksi ini. Maka cuma Firda yang ikut. Kemudian tim ini dilatih secara khusus seminggu dua kali oleh guru guru. (dan gratiiss saudara saudara. Makin cinta aja aku sama attakwa)

Akhirnya tibalah saatnya OSK itu. Firda berangkat ke Santa Ursula apa Santa Angela yah.. -tuh kan terbukti gak detailnya- bersama teman temannya dengan mobil jemputan sekolah. Pulangnya di jemput orang tua.

Mulanya aku janjian sama Mama Tri untuk ketemuan di sana pas njemput. Kebetulan Yuna juga ikut OSK. kan bisa dating sekalian gitu.. Tapi ternyata pagi itu aku harus ini itu maka akhirnya Abi yang njemput. Tapi Firda sempat ketemu mama Tri juga katanya.
Nah.. beberapa minggu kemudian, pas pengumuman dah keluar, aku justru taunya dari Mama Tri.
Selamat ya.. Firda masuk semi final. Mama Tri lihat di situs OSK. hihi.. satu lagi bukti aku gak detail. Tanggal pengumuman aku gak tahu. Ah,.. biasanya juga disuratin sama sekolah. hehehe
Dan kata Mama Tri, Firda nomor 13 se Kota Bandung.
Maka pas Mama Tri nanya gimana belajarnya, aku ketawa aja. Karena..
1. Firda dilatih gurunya di sekolah seminggu dua kali
2. Firda nggak kubeliin kuark secara khusus, cuma pake bekas kakak kakaknya dulu
3. (Rada takabbur) Aku merasa save dengan kemampuan Firda yang rada lain dari kakak kakaknya.
Lagi pula aku gak punya target khusus untuk OSK ini. Paling paling as usual lah.. mentok di semi final. Bisa berangkat juga udah bagus buat pengalaman. (Hihihi... kayaknya harus belajar semacam achieve more gitu sama Mamak Sondang)

Rabu, 28 Maret 2012

Demam Youtube

Gambar dicomot dengan cara print screen dan di paste di paint. (manual banget yah ?)
Aduuuh.. beneer bener anak sekarang sudah beda jauuuuuuhhh banget sama anak jadul sebangsa aku ini. Jaman dulu mah, kalau tampil di panggung tujuhbelasan di halaman kelurahan rasanya sudah yang oke banget, ditonton orang sekampung.
Anak sekarang mah, mainannya youtube.
Ini sih sebenernya akibat dari keisengan salah satu temen anakku. Di hari  hari tertentu, anak anak SD itu diijinkan membawa kamera, misalnya pas class meeting atau ada peristiwa khusus.
Waktu itu, kalau gak salah pas bagian anak kelas 5 jualan di acara market day sekolahan. Nah ini segerombolan cewek iseng iseng nyanyiin lagu Beautiful-nya Cibi (aduuh, yg ini juga nggak nguatin niy, deman cherry belle ). Dan direkam kamera terus diupload di youtube.
Aku yang dilaporin anakku awalnya agak sedikit khawatir juga. Tapi pas ayahnya mengunduh file itu, tak urung aku ngakak juga.
Penasaran ? Anakku satu satunya yang pake kaos biru di sana.
AKu googling dengan kata kunci "attakwa - beautiful" langsung ditampilkan mbah Google di urutan kedua.
Makin penasaran ?
Ini dia linknya
http://www.youtube.com/watch?v=yTerGMX8dTY

 

Sabtu, 25 Februari 2012

Ayo Ke Perpustakaan

Kalau mendengar kata perpustakaan, yang ada di benakku adalah ruangan kecil a la kadarnya, space kosong yang berada di antara gedung lama dan gedung baru, kemudian tiba tiba dikasih atap dan ada beberapa rak buku di dalamnya. Satu jendela menghadap halaman, sebuah meja kecil dan sebuah dipan ! Kok ?
Yap ! Tidak salah, itu adalah perpustakaan SD -ku yang merangkap ruang UKS.
Tapi itu menjadi surga bagiku. Sebagai dokter kecil, aku bisa masuk ruang itu kapan saja. Dan sebagai penyuka buku, itu adalah kebahagiaan tiada terkira. Aku tak perlu lagi masuk ruang guru (yang menyeramkan itu) untuk sekedar baca buku.
Rasa-rasanya sudah hampir semua buku di perpustakaan itu aku baca. Bahkan aku juga minta ibuku meminjam dari sekolahnya. Ih, padahal sama sama SD Inpres. Pasti nggak jauh bedalah ya... Mana kutahu, jaman itu ya...
Akhirnya berlanjut sampai besar jadi suka baca. Walaupun sekarang membacanya banyak alasan ini dan itu dan sudah mulai pilih pilih. Gila euy... banyak banget bacaan. Jangankan mau lihat yang di luaran, buku yang sudah dibeli saja belum semuanya kebaca. Belum lagi e-book e-book donlot-an itu.  Yah tapi nggak ada ruginya kok nyimpen buku. Ketika suatu saat kesepian, atau suatu saat perlu referensi .. Oh, tinggal ambil buku itu..
Yah syukurlah dapat suami juga yang lebih lebih suka buku dari aku. Prinsipku kan lebih baik meminjam dari pada membeli Klo suami sebaliknya, lebih baik membeli daripada meminjam (dan meminjamkan hehe) Akhirnya harta kekayaan terbanyak dan termahal sampai saat ini masih diduduki si buku itu. (soalnya rumah belum lunas qqq)
Daaaan... syukurlah... kebiasaan membaca itu menurun ke anak anak. Bukan menurun kali ya.. anak anak kan melihat lingkungan dia pertama tumbuh dan dibesarkan. Yah kalau malam malam rumahku sepi itu berarti bukan lagi pada pergi, tp lagi pada asyik dengan buku masing masing.. hahaha.. lebay ini mah..
Daaan.. syukur pula di sekolah anakku ada perpustakaan . Nggak baru sih, tapi kayaknya manajemennya baru atau baru diperbaiki. Dah banyak buku buku yang bener bener diinginkan anak anak model KKPK gitu. (Yang terus terang aku males belinya.... cepet banget beranak pinaknya). Jadi anak anak makin rajin ke perpustakaan. Makin rajin baca. Iyalah.. yang rajin baca ya Nak... biar terbiasa dengan budaya literasi, biar nggak jadi anak instan, biar ntar nggak nyontek kalau bikin skripsi... biar terbuka jendela informasi, biar terbuka ruang improvisasi.. ayo baca baca baca ...



*Ini Ayuk di perpustakaan sekolah. Gambarnya nyulik dari Grup sekolahan. hihi

Market Day

Sore sore pulang kantor udah ditodong Teteh bikin bolu (tepatnya brownies) untuk dijual di sekolah.Hmm... bikin napsu saja. Untung bilangnya sambil minta maaf, karena dia lupa. Yah akunya juga enggak kritis. Padahal si Ayuk udah minta minta dari hari Senin, pesen dibeliin cup pop ice untuk jualan di sekolah.
Ya sudah, daripada marah-marah dengan santai aku jawab ya, dengan embel embel "klo nggak sempat ya nanti beli aja di teh Eva' (haloo.. teh Eva ini penjaga toko kue di samping rumahku selisih 2 gerbang, asyik kan ?)
Si Teteh berlalu. Cukup puas dengan jawabanku.
Tapi mana tega ya.. lagian sebagai emak emak yang pengen irit, langsung berhitung dong kalkulator di kepala. Akhirnya ketika Faiz tidur aku buat saja si brownies anti gagal itu. Sejam udah mateng. Lalu kusimpan di kulkas.
Besok pagi pagi si Teteh sudah bertanya, jadi enggak beli ke teh Eva. Aku hanya tersenyum dan mengeluarkan loyang dari kulkas. Oles oles mentega lalu kutaburi meises. Tada..... brownies yang biasa bertabur almond dan chocochip kini bertabur meises. Teteh terpesona. (Ah padahal itu itu saja ya.. betapa mudahnya membahagiakan anak anak, kadang para dewasa ini yang pelit melakukannya ).
Dan jadilah 24 potong kue yang mau dijual dan tentu saja beberapa potong yang ditinggal di rumah. Sampai di sekolah kuenya laris manis. Sebelum bel masuk berbunyi. Ajaib ya..Bahkan ada anak yang memborong sampai 6 potong. Pas kutanya teteh Firda apakah dia langsung beli 6 potong ? Katanya enggak, belinya dua dua. Nambah lagi nambah lagi.. Hihi.. berarti bener brownies bikinanku bikin ketagihan. hahaha
Sayang aku tidak sempat mengambil gambar kuenya.
Untunglah ada bu Ela sahabatku yang rajin mengambil gambar anak anakku bila ada momen khusus di sekolah. Terima kasih Teh Ela...

Ini gambarnya... wajah wajah ceria yang dagangannya sudah habis.
*Oya selain memang program pembelajaran, market day ini juga dalam rangka penggalangan dana pembangunan masjid At Takwa

Selasa, 07 Februari 2012

The Gift From Teacher


 Meski keempat anakku sekolah di sekolah yang sama, ternyata 'kebijakan' guru guru di masa mereka berbeda beda. Yaeyalaaah.. namanya juga sekolah swasta ya, dan mungkin tingkat kesejahteraannya katakan biasa biasa saja, jadi guru-gurunya ya ganti ganti melulu. Kebanyakan sih keluar karena diterima sebagai PNS. Atau pindah kota ikut suami. Artinya masih terbilang bagus lah alasannya .. bukan karena faktor sekolahannya.
Btw kembali ke judul tentang gift itu.. ternyata hadiah itu ngaruh banget ya buat anak anak. Walaupun mungkin ala kadarnya saja. (dan kadang bingung makenya).
Nah yang kebagian "nasib baik" mendapat hujan hadiah ini si Teteh. Gurunya berinisiatif memberi hadiah untuk yang mendapat nilai 10, baik dari ulangan harian, maupun dari nilai UTS/UAS. Dananya diambil dari kas kelas. Kas kelas ini dikumpulkan dari 'infak' tiap hari Jumat. (*Ih baru kepikiran ya.. harusnya aku kasih uang infak dalam jumlah yang nggak biasa, kan jatohnya ke anak aku juga... :D)
Saking seringnya dapat hadiah, sampai sampai kakak kakaknya pada protes.
"Ih.. kok waktu jaman aku nggak ada sih.." *masih rada baek niy, komentarnya
"Ih,.. hadiahnya cuman gitu doang..." *hihi yg komen ini kena marah Abi
"Alaaah.. pelajaran anak kelas satu kan masih gampang, jadi dapat nilai 10" haha.. semua juga ngalamin kelas satu yah.. btw padahal Teteh Firda udah kelas dua sekarang.
Meski demikian, Firda tetap mau berbagi hadiah hadiah itu dengan kakak kakaknya.

Intinya, menurutku hadiah hadiah itu membuat Teteh lebih semangat belajar. Nggak tahu juga siy, efektif sampai umur berapa.( Nyerah deh aku yg ginian, pasti guru-gurunya lebih tahu dari aku soal ini).
Hanya saja, satu hal yang aku heran, kata wali kelas dua, Teteh berbeda dengan kakak-kakaknya yang cerewet. Teteh kalau di kelas pendiam. Olala, si Teteh yang sering kubilang kalo besar jadi penyiar radio (aduh, jaman guwe banget) atau presenter karena nyerocosnya kalau sudah cerita, sambung menyambung susah diberhentiin, ternyata pendiam. Kenapa ya.. apa karena sering ditimpal timpalin kakak-kakaknya yang super cerewet itu ? (*emak emak telmi mulai berpikir)
Ini masukan dari guru. Teteh kan kebetulan kmrn mendapat nilai tertinggi, dan nilai dia melaju beberapa poin melewati teman temannya. Baru di peringkat kedua dst saling susul nol koma gitu gitu..
Ah, dari ngomongin hadiah kok jadi kemana mana. Ntar deh, konsul lagi sama gurunya.
Baiklaah.. teman teman, inilah beberapa dari hadiah itu..

ki-ka : Globe mainan (tetep globe ya), teko mainan, celengan, satu set stationary

Minggu, 23 Oktober 2011

Raport UTS

Yah, anak sekarang mah beda sama anak jaman dulu, jaman aku. Meski masih SD dan SMP mereka ada UTS macam mahasiswa aja. ALhamdulillah UTS nya udah selesai 2 minggu lalu. Dan kemaren dua Sabtu berturut turut aku mengambil raport hasil UTS itu.

Sebenernya aku termasuk orang tua yang "nrimo" , dalam segala hal. Jadi dalam hal raport anak anak ini juga aku nggak punya target khusus. Yang selalu aku tekankan ke anak anak adalah, mereka berjuang melawan diri mereka sendiri. bukan melawan orang lain. Jadi aku mengukurnya yah dengan melihat keseharian mereka di rumah. Ini review hasil raport itu

Mbak :
Untuk hasil di kelas cukup memuaskan. Dia ranking 3. Semester genap lalu dia rangking 7. Tapiii... ada 3 pelajaran yang tidak lulus KKM. Tidak lulus KKM bukan berarti nilai merah ya.. karena KKM ini adalah batas minimal yang ditentukan oleh sekolah. Ada yang 7, ada yang 7.5 tergantung pelajarannya.
Dari 3 pelajaran itu, satu pelajaran (bahasa Sunda) itu sekelas nggak ada yang mencapai KKM (aneh kan ? ) Ya sudahlah.
Tapi kalau catatan dariku adalah... Mbak belum cukup maksimal dalam belajar. Habis maghrib belajar sambil main hape. Subuh subuh bangun pagi kembali pegang hape. Rasa rasanya harus diambil tindakan khusus terhadap benda bernama hape ini.

Fikri
Ini adalah raport pertama Fikri di SMP. Dia memang berhasil masuk SMP cluster 1 dibanding Mbaknya yang masuk SMP cluster 2. Aku cukup maklum kalau persaingan di sana begitu ketat. Maka ketika disebutkan 10 besar di kelas dan Fikri masuk di sana, aku sudah bersyukur. Tapi .. .lagi lagi ada 3 pelajaran yang tidak lulus KKM. Memang saat aku konsultasikan ke Walikelas, ini hal yang biasa. Nanti anak minta remidial aja ke guru pelajaran ybs.
Tapiiii... besoknya ketika aku bertemu dengan temanku yang sekolah di sekolah yang sama dengan Fikri, ternyata anakknya ranking 10 dan nilainya itu jauh lebih besar dari nilai Fikri yang rangking 4 .  Waah, ada yang salah niy.
Sebenarnya aku melihat Fikri ada kemunduran dalam mengelola waktu dibanding SD dulu. Waktu SD kan dia full day, jadi udah banyak belajar laah di sekolah. Maka kalau di rumah aku gak gitu nuntut. Sekarang Fikri sekolah siang. Nah kalau pulang sekolah di sore hari dia sudah capek. Tapiii.. di pagi hari setelah mengerjakan tugas rumah tangga, dia tinggal santai santai.
Yah, ada yang harus dikoreksi.

Untuk Mbak dan Fikri mulai malam tadi, mulai abis maghrib sampai pagi menjelang sekolah, hape harus disimpang di suatu tempat yang disepakati yaitu di rak buku.Nggak boleh lagi dibawa bawa ke kamar atau di bawa bawa tidur. Dengan harapan malam hari bisa konsentrasi mengulang pelajaran, dan pagi hari bisa baca walaupun sedikit.

Fadhila
Tahun ini dia tetap di kelas 5A. tapi sesuai pengalaman tahun tahun sebelumnya, kelas A ini justru untuk anak anak yang agak 'kurang' dalam prestasi akademik.
Memang selama setengah semester ini, nilai Fadhila lumayan naik laah dibanding nilai semester genap di kelas 4. Dan betapa terkejutnya aku, ketika menerima raport Fadhila masuk 5 besar. Bukan terkejut senang ya... tetapi terkejut, karena dengan nilai yang dia capai (dan ada 4 pelajaran yang tidak lulus KKM) ternyata itu yang paling sedikit tidak lulusnya. Halaaah !!. Kayaknya ada yang harus dikomunikasikan niy, ke sekolah. Dalam waktu dekat ini. Harus.
Khawatirnya Fadhila cukup puas dengan hasil itu dan dia berhenti belajar.
Aku tetap memberikan dia penghargaan atas hasil yang di capainya. Tapi aku mengajak dia untuk realistis. Bahwa sekali lagi, dia berlomba bukan dengan teman sekelas. Tapi dia harus melawan "rasa malas" dalam dirinya.  Aku tunjukkan nilai (calon NEM) yang masih di kisaran 9,7,7 kalau dijumlahkan sekitar 24-25. Dan jumlah itu belum masuk untuk SMP Negeri dekat rumah. Bahkan yang cluster 3 sekalipun !!
Alhamdulillah Fadhila setuju kalau aku kasih soal tambahan semacam try out gitu untuk latihan dia di rumah.

Firda
Alhamdulillah, tidak ada  catatan dalam hal prestasi akademik. Tapi ada catatan dalam hal 'pengungkapan pendapat'. Katanya Firda di kelas jarang bertanya atau menjawab kalau tidak di tanya. Kata gurunya, apa karena mencari aman atau apa. Tapi kalau ulangan tertulis mah nggak ada masalah.
Aih .. aku jadi khawatir, jangan jangan karena keseringan di cela cela sama kakak kakaknya dia jadi menghambat kepedeannya. Wah harus lebih serius juga nih.. menangani yang ginian.
Binun juga kadang kadang, kapan membiarkan anak anak menyelesaikan masalah sendiri supaya mereka belajar problem solving dan kapan mencampuri urusan mereka. Habis. .. kadang kayak yang musuhan, satu dua menit kemudian dah baikan lagi.

Ternyata banyak PR juga buat Ummi Abinya.

Kamis, 10 Februari 2011

We Proud of You !

Sejak Jumat lalu Fikri libur sekolah eh, nggak masuk sekolah karena sakit cacar. Katanya sih, di kelasnya ada yang sakit cacar.

Eh tiba tiba, hari Selasa ada yang kirim surat. Kertasnya putih biasa, tulisannya rapi.  Pasti dari perempuan.. hehe.. begini bunyi suratnya :

Assalamu'alaikum wrwb

Fikri, Apa kabar ?
Semoga Allah SWT segera memberikan kesembuhan pada Fikri.
Amin


Fikri, untuk soal latihan, sudah dititipkan ke Ayuk.
Fikri dapat berlatih untuk mengerjakan di rumah.
Kalau sudah selesai, Fikri bisa titip lagi ke Ayuk.

Sukses selalu !

Wassalamu'alaikum wrwb

ttd

Coba tebak, surat itu dari siapa ? Apakah dari teman perempuannya ? hihi.. bukan. Surat itu adalah dari Bu Alfi, Wali Kelas VI.
Subhanallah, seandainya semua guru di Indonesia se-care itu, pastilah semua anak bersemangat pergi ke sekolah dan menuntut ilmu. 
Nggak nyesel aku titipkan anak-anakku di sekolahannya sekarang.
Guru-gurunya sangat mencintai profesi itu, mencintai muridnya dan mendidik mereka dengan penuh cinta juga.
Makanya, aku sangat maklum kalau hari ini tadi, Fikri sudah memaksa sekolah. Walaupun cacarnya belum sembuh benar. bahkan masih baru mengering, yang kata orang, justru itu fase penularannya.
Dan hasilnya, baru juga jam 10, bu Alfi sudah menelpon, "sebaiknya Fikri istirahat dulu di rumah, karena belum sembuh benar".


Fikri pas acara market day, di sekolah