Tampilkan postingan dengan label SYAAMIL QURAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SYAAMIL QURAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2014

MyFA - My First Love to Al Quran

My First Al Qur'an


Seperti aku udah ceritakan di postingan sebelum ini tentang berbagai model Al Qur'an, kali ini aku akan mereview lebih detil tentan My First Al Quran atau biasa dikenal dengan nama Myfa. Myfa ini Al Quran yang khusus didesain untuk anak-anak. Ilustrasinya sungguh menarik, sangat hidup dan penuh warna. Secara keseluruhan MyFa mempunyai  beberapa kemudahan yang akan didapat, yaitu:
  1. Khat tajwid lebih besar
  2. Terjemah Kementerian Agama RI
  3. Adab Membaca Al-Qur’an dengan ilustrasi cerita yang menarik
  4. Materi Sirah Nabawiyah. Dikemas dengan penyampaian yang ringan dan sederhana dalam judul materi Jejak Rasul
  5. Peta sederhana. Penjelasan melalui gambar terhadap Jejak Rasul
  6. Materi Sekarang Aku Tahu, merupakan materi tematik ayat. Menggunakan bahasa yang ringkas.
  7. Doa-doa Harian.
  8. Tempat-tempat bersejarah umat Islam di dunia
  9. Tokoh-tokoh Islam di dunia
  10. Kamus 3 bahasa (Arab- Indonesia-Inggris)
  11. User Guide, memudahkan dalam memahami tata letak materi
  12. Ilustrasi menarik dan modern yang tidak membosankan



My First Al Qur'an terdiri dari empat buku, dua mushaf dan dua terjemah. Dengan pemisahan ini, kita lebih mudah, pas membutuhkan yang mana, ya itu aja yang dibawa-bawa. Misal sedang mengaji/tilawah juz 30, ya tinggal membawa mushaf Myfa jilid 2. Ringan kaan..
Oh iya, semua gambar, ataupun tulisan di dalam halaman MyFa dapat dibaca oleh e-pen.

Ini halaman mushafnya, dikelilingi dengan gambar-gambar menarik yang disukai anak. Khatnya pun berwarna untuk memudahkan anak belajar membaca sesuai tajwid
ini halaman terjemahnya, dibagian bawah ada terjemah Kementerian Agama RI, kemudian kamus tiga bahasa dan komik yang dapat dibaca dengan e-pen sekaligus cerita tentang jejak Rasul
Dengan MyFa, bisa belajar membaca Al Qur'an dengan didampingi siapa saja. Ibu, Bapak atau Nenek :D Kalaupun anak mau bermain sendiri bersama MyFa-nya, Ibu pun dapat mengawasi sambil memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah lain. Karena e-pen MyFa begitu mudah untuk dioperasikan. Tinggal on-kan dengan cara menunjuk logo Myfa di sampul buku.
 
ini testimoni dari temenku. Anaknya seneng banget membaca MyFa, sampai 'keranjingan' katanya.
 
Selain itu e-pen ini dapat juga jadi sarana menghafal Al Qur'an. Dengan anak mendengarkan berulang-ulang bacaan satu surat dari e-pen, maka anak pun 'tiba-tiba' jadi bisa mengikuti bacaan tsb. E-pen juga dilengkapi dengan kabel data sekaligus sebagai alat untuk mengecas ulang sehingga lebih hemat karena tidak menggunakan baterai.
Ya intinya, MyFa ini bisa menjadi jembatan agar anak-anak jatuh cinta pada Al Quran, mau belajar membacanya, mempelajari kandungannya, menghafalkan ayat-ayat dan kelak dapat mempraktekkan dalam kehidupan mereka setelah dewasa kelak. Aamiiin.

Jumat, 29 Agustus 2014

Gadget Idaman

"Ummiiii.....jangan lihat ke hape terus, sini lihat aku"
Itu sepotong kalimat yang Faiz ucapkan beberapa waktu lalu. Jleb kan ya..
Sejak saat itu aku berkomitmen untuk tidak memainkan hape dan gadget lain selagi ada di dekatnya.  Maklumlah ya.. sebagai ibu bekerja, waktu bersama anak-anak itu sangat sangat minim. Tapi meski waktu minimal, menjadi tugas seorang ibu untuk mengusahakan agar waktu tersebut berfungsi maksimal.

Terus terang, aku sendiri bukan termasuk yang mengharamkan gadget buat anak-anak. Tetapi aku membatasi mereka dalam memainkannya. Misal untuk Faiz, aku masih batasi 15 menit setiap kali pinjam. Ya kalau dia pinjam sehari dua atau tiga kali, kan udah lama juga tuh, itungannya.
Untuk semua anakku, berlaku peraturan SMP dulu baru punya gadget. Kenapa ? selain alasan ekonomis tentu saja, kami menilai anak-anak belum perlu punya gadget sendiri. Kebetulan SD mereka di dekat rumah, jemputan udah ada. Nggak pergi ke mana- mana sepulang sekolah. Ya sudah, kalau perlu menelpon ke telpon rumah saja. Terus alhamdulillah, pihak sekolah menyediakan telpon sekolah untuk dipinjam dalam hal ada berita / kejadian penting sehingga harus menghubungi orang tua. kompensasinya mengisi kecleng yang disediakan. Ya sudah too....
Untuk yang besar-besar, diusahakan habis maghrib no gadget. Habis shalat, mengaji sebentar, ngobrol-ngobrol, makan malam.  Ya jangan sampai ketika di rumah, malah semua sibuk dengan gadget masing-masing.

Untukku sendiri, aku nggak terlalu muluk dalam memilih gadged dan kontennya. Kalau ditanya pilih mana dari kedua hal tersebut, ya aku nggak bisa misahin. Gadget dan konten saling mempengaruhi. Contoh, aku pernah beli tab dengan merk yang sedikit abal-abal karena ngejar harga murah, ya untuk konten tertentu nggak bisa dibuka di tab tsb. Nggak usah yang aneh-aneh atau spesial, mau IG-an dan nge-Path aja nggak bisa. Mau bbm-an, terbatas memori. Tiap hari dapat notifikasi "memori Anda sudah hampir penuh, mohon hapus sebagian" atau semacam itu. Kan bete kaan  kan kaan.. Lebih bete lagi ketika anak-anak ngolokin, makanya Mi... beli gadget tuh yang bagus sekalian...

Kalau dengan bahasaku sebagai orang awam, gadget idaman menurutku harus mempunyai beberapa hal sebagai berikut :
1.  Daya dukung fisik  : kuat, jangan sekali jatuh langsung berantakan casing kemana batre kemana, bentuknya enak dipandang, enak dipegang, mempunyai kualitas standar yang dibutuhkan kebanyakan pengguna saat ini. Internal memori minimal 4GB lah ya.. biar sedikit leluasa, bisa tersambung dengan media sosial, tentunya bukan untuk pamer-pamer semoga ya,,, tetapi untuk meraup kebaikan dari media tersebut sekaligus sharing juga. Internal memory itu bisa ditambah dengan external yang lebih besar, jadi kita bisa nyimpen e-book, ceramah, lagu-lagu, game anak, dsb. Yaiyalah, gadget ortu harus ada game anak, kan anak suka minjem. Browsernya mudah dipakai, ada kamera depan belakang yang memungkinkan kita untuk mengabadikan momen-momen istimewa, bisa bluetooth-an buat berbagi gambar/file dan aplikasi. Selain itu, tombol-tombolnya juga yang familiar.
2.  Daya dukung non fisik : operating system, tentu saja ini ngaruh banget. Kalau OS-nya lemot, ya sudah deh, dadah dadah ajaaa.. Aku suka baca, dan waktuku di jalan ini lumayan banyak, jadi aku perlu pembaca e-bok, pemutar lagu, pemutar video, dsb. pendukung network yang oke tentu perlu juga, kita bisa pilih pakai jaringan GSM/3G/GPRS atau apalah istilahnya xixixix...Jadi mau pakai kartu provider manapun oke-oke ajaa.... Aku pernah tuh, pakai provider yang ngebonusin banyak banget untuk jaringan 3G, eh, hape aku nggak bisa pakai jaringan 3G. ya sudah deh, nasib... bonus tinggal bonus, ilang begitu saja.
3. Pendukung lain
Yang kukategorikan pendukung lain ini misalnya bonus-bonus yang dibundling oleh pabrikan si gadget. Pernah ya,.. beberapa tahun lalu ada gadget yang ditengarai memasukkan buku-buku syiah  di dalamnya. Ya kalau aku sih, nggak akan nyalahin penerbitnya ya.. suka suka dia aja, nah kita sebagai pembeli atau konsumenlah yang seharusnya bisa memilih  atau menyeleksi produk yang akan kita beli. Bagaimana caranya ? rajin rajin browsing, lihat review orang tentang produk tertentu. Sebisa mungkin jangan dari satu sumber, tapi dari banyak sumber yang pro dan kontra sehingga kita dapat membandingkan.
Kalau aku yang ditanya, konten apa yang aku butuhkan ;
* Al Qur'an dan terjemahan (termasuk bentuk auddio/mp3-nya ya.. jadi bisa bersuara gitu....)
 Ini penting. Sekarang juga aku minta anak-anakku yang besar untuk memasang aplikasi Al Qur'an di hape masing-masing. Aku yakinkan bahwa mereka perlu. Awalnya anak-anak hare-hare gitu lah.. bermalas-malasan. Tapi kemudian si Ayuk malah mau masang sendiri, dia kirim aplikasi Al Qur'an via bluetooth dari hapeku ke hape dia.
* Buku-buku limited edition, semacam ensiklopedi, buku kajian hadits, tafsir, atau buku-buku lain tergantung si produsen gadget kerja sama sama penerbit mana. Terus terang, kalau beli buku-buku semacamtext book gitu kan mahal, lagian kalau buku ensiklopedi biasanya hard cover, susah dibawa-bawa, nah kalau ada edisi e-booknya kan enak tuh, bisa dibaca sambil nunggu di mana atau sambil perjalanan ke mana.. 
*Game anak Islam
iya seperti yang aku ceritakan di postingan kemarin, perlu game yang terkontrol, sukur sukur bisa sambil belajar mengenal huruf hijaiyah, atau angka atau al Qur'an. Jangan sampai kan ya.. anak-anak salah ngedonlot game yang ternyata tidak cocok dengan usianya. Misal karena ada unsur kekerasan atau pornografi.

Nah dengar dengar, Syaamil Qur'an punya tab dan note yang mempunyai kualifikasi tersebut. Harganya pun lumayan lah.. nggak terlalu mahal. Aku mau lihat besok ah, di Pameran Buku Bandung. Sukur bagus bisa nyoba di tempat. Jadi bener-bener bisa teliti sebelum membeli.



Selasa, 26 Agustus 2014

Pameran Buku Bandung : Satu Tempat Banyak Manfaat

Ketika mengikuti suami pindah tugas ke Bandung, aku bahagia sekali. Karena ternyata Bandung adalah salah satu kota yang hampir setiap saat ada pameran. Mulai dari pameran properti, pameran komputer, pameran baju muslim, pameran  furniture daaaaan... tentu saja pameran buku.
Menurutku Bandung ini termasuk surga buku. Mengapa bisa ? Ya, karena di Bandung ada pasar buku murah yang terkenal, namanya pasar Palasari. Di sana bisa beli buku baru ataupun bekas dengan harga miring. Aku mendapatkan buku seri 30 tahun Indonesia Merdeka yang kubaca saat SD dulu ya di pasar Palasari itu.
Selain itu, Ikapi Jabar  pun secara rutin menyelenggarakan  Pameran Buku Bandung. Kalau pengamatanku tidak salah, biasanya pameran ini diselenggarakan pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya. Di sela- sela itu ada juga Islamic Book Fair. Saat pameran inilah saatnya panen buku-buku super murah. Sering aku mendapat buku bermaanfaat dengan harga lima ribu rupiah saja.
Belum lagi beberapa toko buku yang tersebar di berbagai tempat. Tinggal pilih deh ya.. mau belanja di mana sesuai selera dan isi dompet kita.

Sejak tinggal di Bandung inilah koleksi buku di perpustakaan keluargaku melesat tajam. Lima tahun yang lalu ketika kami pindah ke rumah baru, anak-anak iseng menghitung jumlah buku. Ternyata hampir seribu buah di luar majalah koleksi. hihi.. nggak nyangka.  
"Buku adalah jendela dunia, memperkaya pengetahuan dapat mengantarkan kita pada kesuksesan" Makanya, aku dan suami sepakat untuk membuka jendela ini lebar-lebar. Ini adalah salah satu cara kami mempersiapkan mereka menapaki jaman. Selain itu, anak-anak biasa saling meminjamkan buku dengan teman-temannya di akhir pekan. Jadi buku-buku koleksi kamipun berputar ke arena yang lebih luas.

Di Pameran Buku Bandung ini, biasanya digelar acara-acara pendukung lainnya. Inilah yang aku suka. Sekali datang ke suatu tempat, banyak manfaat yang aku dapatkan. Yang sudah lalu-lalu misalnya, bedah buku, berbagi tips menulis, workshop, lomba-lomba untuk anak-anak dsb.
Selama beberapa tahun di Bandung, pameran buku ini kulihat selalu ramai pengunjung. Kadang ada juga rombongan anak-anak sekolah dengan seragam merah putih atau putih biru dengan ditemani guru mereka. Beberapa kali aku juga bertemu dengan pengunjung yang datang dari luar kota Bandung. Misal dari Soreang, Majalaya, Sumedang, bahkan aku pernah ketemu yang dari Tasikmalaya. Kok tahu ? Ya kan aku suka berkenalan dengan teman baru. Biasanya pas istirahat sholat atau pas makan di sekitar arena pameran. Dan syukurlah, selama ini kantorku selalu dekat dengan lokasi pameran. Meski aku udah pindah tiga kantor semuanya tinggal ngesot ke arena pameran di Gedung Landmark, Jalan Braga. Jadi aku bisa bolak-balik ke arena pameran dengan memanfaatkan jam istirahat kantor. Asyiiik kaaaan....
Untuk tahun ini  dengar-dengar ada acara baru yang digelar selama pameran. Yaitu temu blogger Bandung... aduuuh... udah nggak sabar pengen ikutan. Semoga jadwalnya pas aku bisa. Selain itu yang menarik juga ada lomba menulis 100 menit yang diikuti 100 guru bahasa Indonesia. Waduuh.. sayang ya.. aku bukan guru, jadi nggak bisa ikutan acara tsb. Selain itu ada juga pameran replika mummi Fir'un. Penasaran ? Datang aja ke Braga.

Nah buat teman-teman yang suka berkunjung ke pameran, khususnya pameran buku Bandung, aku punya kiat-kiat agar dapat memanfaatkan secara optimal pameran ini.
1. Datanglah hari pertama pameran. Masih sepi ? Iyaaa... Justru itu yang kita cari. Kelilinglah pameran, amati satu persatu, penawaran-penawaran apa yang ada pada stand tsb. Untuk kunjungan pertama ini, nggak lama nggak papa. Yang penting kamu sudah mendapatkan infonya.
2. Mintalah buku petunjuk pameran lengkap dengan brosur-brosurnya. Biasanya dibagikan di pintu masuk. Baca baik baik buku panduan tersebut. Perhatikan acara-acara pendukung yang digelar selama pameran, tentukan acara mana yang akan kita ikuti. Kalau mau ke pameran bersama keluarga, aku saranin ke sana pagi hari ketika pengunjung pameran belum terlalu ramai dan anak-anakpun masih fresh.
3. Belilah buku diskon yang benar-benar murah, biasanya ada yang dijual seharga lima ribu atau sepuluh ribu. Jangan ragu-ragu untuk memborongnya, karena buku-buku tersebut bakal laris manis dan tentu saja cepat habis. Buku yang kamu beli itu bisa untuk menambah koleksimu, bisa untuk hadiah buat adik atau keponakanmu, bisa juga disumbangkan ke perpustakaan dekat rumah, atau buat merintis perpustakaan baru.
4. Kalau kamu takut dompet jebol karena nggak nahan lihat buku segitu banyak, mana diskon pula ya... maka tentukan dari rumah  judul buku apa yang akan kamu beli. Kamu bisa memilih dengan cara membaca sinopsis atau reviewnya. Misal dari Goodreads atau dari blog khusus buku. Daaan, bawa uang secukupnya aja. Ini penting. hehe terus terang ini aku banget ya... paling nggak nahan kalau lihat buku. Jadi kalau ke pameran aku hanya bawa uang sesuai budget yang sudah aku siapkan.
5. Sambil kamu keliling-keliling melihat-lihat, pasang telingamu baik-baik. Kenapa ? Karena di stand-stand tertentu sering ada diskon dadakan. Yup, diskon dadakan yang dibatasi waktu. Jadi..... manfaatkan betul momen ini. Siapa tahu kamu pas rejeki kamu ketemu acara ini.
6. Kalau kamu nggak mau 'kehabisan duit' gara-gara pameran buku ini, maka jadikanlah pameran sebagai sarana cari duit. Misalnya : kamu bisa mendaftar jadi reseller salah satu penerbit buku. Katakan kamu mau jadi reseller produk Syaamil Quran, kamu bisa lihat halaman ini. Karena selain memberikan diskon khusus buat konsumen, Syaamil juga memberikan diskon khusus buat para reseller.

Naah, sudah lelah keliling pameran ? Saatnya kamu beristirahat sejenak di  teras gedung Landmark. Kamu bisa mencicipi kuliner yang jarang ada. Misal : kerak telor. Iyah, ada lhooo... biasanya kalau kamu keluar gedung si mamang penjual ini ada di sisi kiri dekat perbatasan dengan Bank Mandiri. Kuliner Bandung lain ? Tentu saja ada. Bakso, siomay, batagor, es campur dan lain-lain. Jadi.. siapkan perutmu ya.....
Jangan lupa, datang ke pameran buku Bandung. Catat tanggalnya