Tampilkan postingan dengan label pubertas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pubertas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Mei 2012

Ummi, Kapan Aku Haid ?

Ini niy, satu lagi cerita punya anak menjelang ABG alias akil baligh gitu lho..
Belajar ngomongin yang dulu kita anggap tabu tabu dan saru saru sekarang aku harus nebalin kuping dan nebalin muka pura pura biasa aja, walaupun sesungguhnya masih terkaget kaget.

Aku udah sering dengar pertanyaan itu dari F1, secara dia kan udah kelas 2 SMP eh kelas 8 yah.. dan sekarang belum haid. *asyik,masih ada waktu menyiapkan kedewasaan
Dan aku jawabnya sih, tunggu aja. Ya emang tunggu aja.
Aku pernah tanya sama temanku yang dokter, katanya haid ini juga ada faktor keturunan. Jadi kalau ibunya haidnya usia berapa, anak juga bakal ikut. Walaupun itu juga sekarang dipengaruhi oleh hormon hormon tubuh kita yg dipengaruhi oleh makanan (ber MSG, ber pengawet,katanya mempercepat ya) terus juga oleh tontonan tontonan.

Nah kini giliran F3 yang nanyain. Dia kan baru kelas 5. Memang sih, secara body udah hampir nyamain kakaknya.
Nah pas kemaren F3 nanya pelan pelan di kamarku
"ummi,kapan aku haid ya...teman temanku yang kecil kecil juga sudah pada haid"
"tunggu aja, nanti juga tiba waktunya. Emangnya Ayuk udah siap.. Kalau udah haid berarti sudah baligh. Sudah mukallaf. Sudah harus menjalankan kewajiban agama dengan sebaik baiknya. Misalnya : Shalat tepat waktu (soalnya dia susah dibangunin), menjaga pergaulan (Ayuk lebih gaol dr Mbak) , menjaga pandangan (meski kelas 5, ayuk udah CCP), puasa, dll"
"Yah, aku belum siap sih ..."
"Nah, berarti Ayuk masih dikasih waktu sama ALlah untuk belajar dan mempersiapkan diri"
"Emang Ummi dulu haid kelas berapa ?"
"Kelas 3 SMP"
"Ih.. lama amaat. Yah, tapi nggak papa lah. Ummi, kata teman Ayuk kalau mau cepat haid pikirin aja yang jorok jorok"
("Hah ?" *panik panik. tapi harus tetap tenaang... tarik napaaasss... baru juga kemaren Mak Sondang ngomongin dampak pornografi)
"hehe.. tuh kan baru juga Ummi bilangin menjaga pandangan, menjaga hati.."
"Hehe... nggak lah Ummi. Aku nggak mau mikirin yang gitu" kata Ayuk sambil berlalu.

Duuuh duuuuh...
Ya Allah jagalah anak anak kami dari hal hal yang tidak Engkau Ridhoi

Selasa, 27 Maret 2012

Olala, Anakku Jatuh Cinta

Pagi hari, baru bangun tidur dan keluar kamar, masih sambil ucek ucek mata si Ayuk langsung cerita;
"Ummi, tadi malam aku nangis lho..."
"Kenapa ? Patah hati ?" si Ummi menjawab setengah menggoda. Soalnya, nggak seperti kakak kakaknya yang kelas 6-an lah baru ngomongin lawan jenis. Ini mah, dari kelas 4 kemarin udah CCP (pake istilah Tri = curi curi pandang)
"Ih Ummi, aku sebelumnya berfikir kenapa orang teh pada bunuh diri gara gara putus cinta, ternyata emang sedih ya..." sambungnya lagi
"Alaah.. cinta anak anak ini. Kamu mau bela belain si dia, lha si dia juga masih anak anak, kalau mau apa apa juga masih nangis ke ibunya, gimana mau ngurusin cewek. ?" aku menetralisir
"Hehe.. iya juga sih, Mi.."
"Udah deh.. jangan terlalu cinta. Nanti kalau kamu SMP, SMA, kamu bakal ketemu orang yang lebih pinter dan lebih cakep dari dia. Apalagi kalau udah kerja."
"Emang Ummi tau, siapa orangnya ?"
"Ya taulaaah..." (asli klo yang ini mah jawaban Sotoy, abis, gonta ganti melulu sih... siapa oknum "si dia" itu)
Rupanya Ayuk cukup puas dengan jawabanku, dia pun beranjak ke kamar mandi.
Huh, dasar bocah !


Senin, 10 Januari 2011

What Is The Meaning of Pacaran ?

Menunggui Ayuk sakit, pas siang hari, membuat anak anak semua berkumpul di kamar cewek. Ngariung dan ngobrol. Semua bicara berebutan, saling silang, saling mengadukan. Untuk menekan emosi yang sesekali meronta naik ke kerongkongan, kuingatkan anak anak -toh mereka sudah belajar di sekolah - bahwa Allah Maha Melihat semua perbuatan dan malaikat Rakib dan Atid tak pernah lengah mencatat setiap kelakuan. Toh Ummi tidak setiap saat menunggui dan melihat apa yang mereka perbuat.

Berhubung topik seputar pacaran masih hangat, iseng iseng aku bertanya
"Pacaran itu apa sih?"
"What is the meaning of Pacaran ?" Sambil ku tatap wajah anak-anakku dari yang terbesar sampai yang  terkecil.
Fathimah menggeleng dan tersenyum simpul.
Fadhila menunduk dan tersenyum malu.
Fikri menjawab "Problem"
"Good... You have an answer !" kataku
"Please tell me the problem ... "
Hahaha.. Fikri ketawa ngakak, kayaknya dia mikirin kejadian yang menimpa dirinya.

OK berhubung di sana ada Firda, aku alihkan pertanyaanku seputar persahabatan.
(bbrp hari lalu aku menemukan daftar peraturan gank yang dia buat (hmmm anak sekarang)
1. tidak boleh main dengan si A
2. Tidak boleh menerima anggota baru
3. Pura pura baik di depan bapak si A
dll... Ketiganya perlu diluruskan. Satu atau dua hari kemudian aku temukan kertas itu sudah di tempat sampah -- iiih.. Ummi liat ajaaa ..-- Kurasa ini salah satu cara Allah membantuku mendidik anak-anak. "Kebetulan Melihat" apa yang telah terlewat.

"Apa sih persahabatan ?" aku tanya ke arah Firda
Firda menggeleng
"Boleh nggak kita bikin gank ?" aku tanya ke yang lain (Semua anakku bikin gank/anggota  di sekolah)
"Nggaaak... "Ayuk yang sakit ikut menjawab.
"Boleh nggak kita pilih pilih teman ?" sambungku
"Semua teman harus disayangi, Ummi..."
"Bagus... kalian ternyata pinter pinter. Siapa yang tidak menyayangi yang di bumi, maka Yang Di Langit tidak akan menyayanginya."

Yaaaah... meski cuma beberapa menit di waktu istirahat siang, paling tidak aku dengar dari anakku
* Pacaran is a Problem * (baru dengar, bisa  jadi bahan LPIR kalee... )
* harus menyayangi semua teman * (baru teori, kurasa)
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga  mereka dan menunjuki jalan hidup mereka hingga kelak dewasa

Rabu, 05 Januari 2011

Ummi, aku boleh pacaran nggak ?



Dug ! berasa ditonjok ulu hatiku (lebay, padahal ga tau rasanya gmana).
Yah, kalau itu pertanyaan yang diajukan oleh anak 17+ mungkin aku lebih siap. Tapi ini yang nanya adalah anak yang baru 13+.(berapa hari... belum genap sebulan).
Walaupun berasa asing di telinga, mengingat Ummi dulu tidak pernah membicarakan ini dengan Ibu, tetap aja berusaha menenang nenangkan diri.

"Emang mbak udah punya calon?" tanyaku.
"Belum ada sih..., nanti kalau udah ada, mbak boleh pacaran nggak, Mi ?
"Hehe.. Mbak kan dah tau jawabannya.... " Tetep Ummi nggak mau jawab. Soalnya yakin banget, sewaktu dia masih MI para guru udah ngebahas. Bahkan ada sesi "Keputrian" tiap Jumat siang.
Lagian, Mbak udah baca buku buku kumcer remaja tulisan Asma Nadia, HTR, FLP dan sejenisnya.
"Ih, Ummi mah curang ! Dulu Abi juga waktu sebelum menikah pernah pacaran"
"Kata siapa ?" tanya Ummi kalem dan berlagak pilon.
"Kata Mama " (Mama itu panggilan untuk kakak Abi, semua keponakan memanggil Mama).
"Yaah, itu kan karena saat itu, Abi belum tahu tentang hal ini. Sekarang Mbak udah lebih paham, udah lebih pinter, dan lebih sholehah dibandingkan dengan Ummi dan Abi pada seumur Mbak" kataku
"Aaaah.. Ummi !" kata Mbak sambil berlalu

Surat Cinta

Rupanya trending topic -nya masih seputar cinta.

Sambil membantu menyiapkan makan malam, mbak nanyain..
"Ummi pernah dapat surat cinta nggak, Mi ?"
Ummi yang kebat kebit dengar pertanyaan itu, (gak nyadar dah punya anak gadis) langsung mengalihkan perhatian. Menyanyi lagu Vina Panduwinata.  --- surat cintaku yang pertama, membikin hatiku berlomba -- sembari asyik cuci piring
"Ih... Ummi, serius atuh Mi..., pernah dapat surat cinta nggak ?"
"Nggak laaah" Jawab Ummi menyembunyikan kenyataan
"Kenapa Mi, nggak laku ya..?"
Ummi cuma menjawab dengan senyuman sambil menumis numis.
"Ummi.... mbak serius ini..." Mbak mulai merajuk
"Emang masih jaman gitu, surat-suratan ?" tanyaku.
"Kirim lewat email ajaaa... " adik cowok tiba tiba nyeletuk.
"Sama aja,  itu surat-suratan" kataku.
"Ummi kalau sekarang ada yang ngasih Ummi surat cinta, bagaimana ?" mbak masih usaha
"Ya nggak papa, Kan Ummi sering dapat surat cinta dari kalian... " jawabku (kapan kapan aku posting salah satu atau beberapa suratnya)
"Bukan itu... dari laki laki, misalnya..." kata mbak
"Itu laki laki gila, nggak mikir apa, Ummi udah punya anak dan suami" sambung Fikri
"Yup betul itu jawab Fikri. Ummi punya usulan mbak, bagaimana kalau surat cintanya di laminating, terus dipigura ?"
"Iya Mi, setuju Mi. Ide bagus" Fikri nyeletuk lagi.
(rupanya anak ini diam diam nguping, topik hangat ternyata, pura pura aja mondar mandir, tapi selalu masuk di saat yang tepat)
" Ummiiiiii maaaah...... " Mbak cemberut lagi sambil bawa piring masuk ke ruang makan.

Hhh..... untuk sementara pembicaraan kuanggap selesai. tenaaang... tenaanggg...

Kamis, 15 Juli 2010

Anakku Sudah Gadis

Ternyata tidak mudah ya, mempunyai satu anak gadis yang menjelang remaja. Memasuki masa puber pertama. (mangnya ada yah, puber selanjutnya ?).
Sesuai janji kami karena si Mbak udah SMP, udah sekolah yang agak jauh dari rumah, kami memberinya hp untuk memudahkan komunikasi dan perijinan sudah tentu.
Dari si empunya nomor hape (provider), nomor mbak ini dapat gratisan sms entah berapa ratus, sampe dia bingung mau ngabisinnya bagaimana. udah gitu tambah lagi dengan euforia hape baru. Lengkaplah sudah semangat dia untuk mengirim sms.

Dalam suatu dialog makan malam, kami membahas hal ini.
Adik-adiknya protes, "Ummi, sejak punya hape, mbak jadi songong, kemanapun bawa hape".
"Iya, dipinjem juga enggak boleh" kata adik yang lain.
"Segala pun di foto" kata adik satu lagi.
Ummi pun menambahkan, "Semua temen yang sudah tau nomornya dikirimin sms."
si Mbak cuma senyum senyum.
"9ood Ni9th"
itu bunyi smsnya.
Abi tersenyum dan protes juga "Kok Abi nggak pernah dikirimin sms"
"Yah, soalnya takut Abi marah, ntar di bilang nggak penting!" sahut anaknya.
Abi yang diprotes balik cuma tersipu dan menutup mukanya.

Pernah kutanyakan, kenapa siy, mbak ini seneng banget kirim sms buat temennya. Kan sms gratisnya nggak pake expired, bisa dihemat untuk kapan - kapan pas ada yang penting.

Mau tau, apa jawabannya ?
"Ummi sih.... nggak ngerasain sensasinya"
GUBRAKKKKKKKKKKK