Tampilkan postingan dengan label kelasku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelasku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Oktober 2024

Kelas Belajar Zero Waste


Empat bulan ke belakang aku baru saja mengikuti kelas belajar zerowaste angkatan 14. Kelas yang padat merayap ini memberikan pondasi untuk menjadi seorang praktisi zerowaste. Aku sendiri mengikuti kelas ini bagaikan mendapat rezeki nomplok. Melihat iklannya tanpa sengaja di IGS seorang teman, kemudian aku klik tautan pendaftaran. Pendaftarnya sangat banyak. Langsung terpenuhi dalam waktu 6 jam 55 menit 32 detik (sumber:IG @belajarzerowaste_id)

Beberapa hari kemudian, diumumkanlah siapa siapa yang boleh mengikuti kelas tersebut. Ada sekitar 500 peserta yang mendaftar. Dari jumlah tersebut sekitar 300an orang yang lolos dalam seleksi. alhamdulillah namaku salah satunya.  Saat itulah aku baru tahu kalau banyak sekali yang berminat menjadi calon peserta BZW.  Bismillah aku harus komitmen selama 4 bulan, belajar tiap pekan sekaligus mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.


Opening Ceremony kelas dilangsungkan secara daring pada tanggal 29 Juni 2024. Di dalam kelas BZW ini sebenarnya dibagi lagi menjadi 4 tahapan. Di setiap tahapan, akan diseleksi lagi siapa yang lanjut berjalan dan siapa yang tinggal. Tahapan-tahapannya yaitu :

  • Kelas pengantar
  • Kelas bertumbuh
  • Kelas Bergiat
  • Kelas Berdaya


Kelas Pengantar

Pada tahap ini peserta baru diberikan materi teknis. Karena belajarnya daring melalui GCR/Google Class Room. Materinya meliputi :

1. Teknik memakai GCR oleh Kak Nurul Aulia dan kak Kasuma. 

2. Adab menuntut ilmu oleh Meirna F dan Niki Fadjar

3. Berbagi di media sosial oleh Kang Kuswan dan Kak Dhani Andhika. Kala itu kita belajar teknik foto, teknik pengambilan gambar di foto/vieo serta  pengenalan aplikasi capcut secara cepat untuk dibagikan di media sosial.


Kelas Bertumbuh

1. Mindset Belajar Zero Waste oleh  Lenti Nucifera dan kak Ana

2. Evaluasi Konsumsi Keluarga oleh Rachma DO Amelia dan Hena Christina

3. Cegah Sisa Konsumsi oleh Legis Novianty dan Noor Sofiah

4. Pilah Sisa Konsumsi oleh Anisah Helmy dan dIan Pratiwi


Kelas Bergiat

1. Olah sisa konsumsi organik oleh teh Lita Eliana dan Defi Pransiska

2. Olah sisa konsumsi anorganik oleh Kak Yenni Merdeka dan Ida Sani

3. Pengelolaan limbah B3 dan Medis Skala rumah tangga oleh Anisah Nuraini dan Iis Istianah

4. Jejak Karbon, Air dan Listrik oleh Widia Anggia V dan Ilma Amalia


Kelas Berdaya

1. DIY Pembersih Alami oleh Nurza Dwi dan Iah Syariah

2. Ketahanan pangan (berkebun) oleh Aang Hudaya dan Tri Damayanti

3. Mengelola makanan homemade oleh Suciana Widi dan Kartika Eka

4. Zerowaste Event oleh Nurie Lubis dan Dea Fadhilah. Untuk tugas materi ini dapat dibaca lagi Kopdar Kelas B BZW#14 dan Sharing Zerowaste Journey

5. Pelopor dan personal branding oleh Oeliva Iswandi dan Nia Metyana

6. Public Speaking oleh Dhea hajaru dan Tita Dewangga


Demikian 4 tahapan di kelas BZW yang aku rangkum dari akun instagram @Belajarzerowaste_id. 

Bukan hal yang mudah bisa lolos di 4 tahapan. Karena sampai detik ini pun masih terus berjuang menjadi pembelajar dan pelaku gaya hidup minim sampah/zerowaste.

Oh iya semua materi di atas, kalau ada penugasan, sifatnya individal. Dan selama4 bulan itu stamina perlu di jaga terus. Bayangin deh misal hari Senin malam itu materi, selasa pagi jam 7ada kuis, nanti sabtu sudah harus mengumpulkan tugas yang berupa tautan postingan kita di media sosial.


Nah gimana, kamu siap untuk ikut kelas ini?  


Senin, 30 September 2024

Kopdar Kelas B BZW#14 dan Sharing Zerowaste Journey

Here I Am


Iya ini kami, Alhamdulillah jadi juga ketemuan hari ini. Jam 9 pagi di Taman Ganesha ITB. Dari semalam udah pada konfirmasi. Ada beberapa yang berhalangan, yaitu Teh Yuli ternyata ayahnya operasi dan harus mudik. Terus teh Uva anak-anak sedang kurang sehat jadi nggak bisa bepergian jauh. Oke dari 12 izin 2 jadi tinggal sepuluh. Terus paginya teh Hesti Johan juga izin, belum memungkinkan untuk pergi. Tapi alhamdulillah ada masuk teh Najla.  Jadi masih bersepuluh.

Perkenalan

Jam 9 teng udah di lokasi. Masih cari-carian. Tapi alhamdulilah datangnya hampir berbarengan. Aku datang udah ada teh Alvi, teh Elsa, teh Rizka, teh Linda dan teh Meta. Cari cari lokasi akhirnya mepet ke bundaran dekat tulisan Taman Ganesha. Soalnya di situ jalannya buntu jadi jarang orang lalu lalang. 

Setelah duduk dan berkumpul, hingga pukul 9.10 baru berenam itu. Kita pun berdiskusi, kasih toleransi hingga pukul 9.15 kita mulai acaranya. Acara jadi dipandu oleh teh Linda yang masya allah kocak, bisa menghidupkan suasana. Setelah dibuka lalu perkenalan singkat. 
  • Mak Linda panggilan Mak Ling, tinggal di Cijerah Cimahi (Pharmindo)
  • teh Mehta tinggal di Cisangkan Cimahi
  • teh Alvi tinggal di Sumbersari
  • teh Elsa tinggal di Tani Mulya, Ngamprah
  • teh Rizka tinggal di Cimahi
  • Aku, di Ujungberung.
Biar inget Mak Ling mengajak semua main game sebut nama orang lain dan asalnya. Karena masih dikit ya hapal aja. Kemudian sharingpun di mulai. Kami hompimpah buat menentukan urutan.
Setelah itu menyusul teh Aghni dan teh Putri datang. 

Sharing Session

1. Rizka

Masih muda belia, baru lulus dari DKV UPI tahun 2023 lalu. Mengenal zerowaste sejak melakukan penelitian tentang ZW untuk pengerjaan skripsinya. Mulai dari membaca buku-buku yang membahas tentang ZW hingga buku anak-anak. Karena teh Rizka ini membuat karya untuk adik adik tuli berupa buku ZW. lihat deh foto di bawah ini. Satu kata untuk BZW : Chalenging

2. Elsa

Teh Elsa sudah cukup lama mengenal ZW. Bahkan udah lama juga bikin ecobrick. Tapi karena nggak tahu buat apa, sesuai lingkungan masyarakat sekitar, akhirnya sampahnya dibakar lagi, dibakar lagi. Syukurlah sekarang sudah pindah ke Tani Mulya, di rumah sendiri. Jadi lebih mudah menerapkan ZW. Satu kata untuk BZW : Seru

3. Mehta

Teh Mehta ini dari Cimahi ke Taman Ganesha dengan naik sepeda. Wow keren banget. Mengenal ZW karena awalnya dari frugal living. Jarang jajan lebih sering memasak. Merasa bersalah jajan minuman minimarket. Karena minuman itu merupakan mood booster buat dia. Satu kata untuk BZW : Membumi

4. Teh Linda

Teh Linda udah malang melintang di dunia BZW. Beliau trainer juga di YPBB. Punya produk deodorant. Tapi nggak dibawa. Selain itu itu juga aktif di bank sampah. Satu kata untuk BZW : Enjoy

5. Teh Alvi

Mengenal ZW sudah cukup lama juga. Cuman ya on off gitu. Penasaran ikut kelas BZW sampai DM mimin di instagram. Wow semangat banget. Tergerak bener bener adalah ketika TPA Sarimukti terbakar, benar benar aroma sampah itu menguar di sekitar tempat tinggalnya. Dari situ baru ikut aksi ZW . Satu kata untuk BZW:Santai

5. Teh Aghni

Seorang anak mudah yang aktif. Datang dengan kaki ditopang alat-alat medis pasca operasi karena ototnya ada yang putus saat hiking. Seorang perawat di RS AL Ihsan ini juga pecinta alam. Keren banget sih ya. .anak mudah udah punya prinsip zerowaste. Jadi kalau mau naik gunung dihitung dulu bawaan biar gak ada foodloss atau foodwaste. Terus turunnya sambil clean up sepanjang jalan. wow keren. Satu kata untuk BZW : Mudah

6. Teh Putri

Seorang Ibu dari dua putra putri ini dulunya pernah mengajar di Sekolah Alam Bandung. Mengenal ZW ya dari sekolah alam yang sudah menerapkan gaya hidup minim sampah buat guru serta anak-anaknya. Kemudian setelah menikah dan punya anak-anak sendiri baru mulai menerapkan di rumah juga sekaligus sebagai bahan pembelajaran anak-anak. Satu kata  untuk bzw : Seru

Setelah semua yang hadir sharing perjalanan zerowaste nya.. acara ditutup dengan makan bersama, alias botram. Sesuai tema kita, event minim sampah, maka di sini terlihat ya semua makanan yang di bawa adalah makanan beneran, bukan makanan pabrikan/produk. 
Setelah acara sedianya akan ada trash audit. tetapi karena waktu sudah siang dan beberapa akan lanjut acara lain jadi trash auditnya di rumah.
Teh Alvi - ada kulit ubi (8gr) dan kemasan (3gr)
Teh Elsa - 2 kemasan susu (11gr)
Yang lain belum ada setoran trash auditnya.

Tapi dari dua itu aja.. bener bener minim sampah kan ya.. udah gitu sampahnya juga dibawa pulang masing-masing untuk proses selanjutnya sesuai diajarkan di kelas BZW. 




 

Minggu, 29 September 2024

Persiapan Acara Sharing Zero Waste Journey

Sharing Zerowaste Journey

Perjalanan mengikuti kelas Belajar Zerowaste mengantarkan aku pada lingkaran pertemanan baru. Apa pasal? Bila tugas-tugas sebelumnya lebih ke tugas inidividu, di tugas ke-11 ini kami diminta merancang sebuah acara yang minim sampah. Tentunya ini tidak dapat dilakukan sendirian.

Akupun mulai berpikir dan menimbang-nimbang, ke mana gerangan aku akan melabuhkan harapan, eh salah maksudnya akan membuat acara ini. Awalnya kepikiran mau sosialisasi tentang gaya hidup minim sampah kepada komunitas ibu-ibu pengajian. Bisalah kali diatur di salah satu sesi ada aku yang bicara.

Belum sempat aku bikin woro-woro di grup kajian, eh ada ajakan dari teh Elsa untuk bergabung membuat event di Bandung. Tentu aku menyambut gembira penawaran tersebut. Ya hitung-hitung sebagai pemanasan, bagaimana nanti mengelola pertemuan dengan orang-orang baru di dunia zerowaste, maka sekarang belajar dulu dengan orang-orang zerowaste. sekaligus praktek ilmu ya..

Ketika aku dimasukkan ke dalam grup whats app, di sana telah ada 10 orang anggota. Yaitu : teh Alvi, teh Elsa sebagai inovator acara, teh Hesti, teh Rizka, teh Linda aka Makling, teh Putri, teh Aghnia, teh Najla, teh Mehta, teh Yuli dan Teh Ulva. Mereka rumahnya jauh jauh lho, beberapa dari Cimahi, ada yang dari Bojongsoang juga, bahkan teh Ulva dari Subang.

Dari obrolan di grup, sudah disepakati bahwa acara akan diselenggarakan pada tanggal 29 September 2024 hari Ahad di taman Ganesha Bandung. Target peserta adalah anggota kelas B yang tinggal di Bandung Raya. Rancangan acara nanti adalah kopdar, tukar barang, dan botram. Aku manut untuk pemilihan waktunya. Karena ngejar jam tayang tugas juga, nanti tanggal 6 Oktober.

Secara garis besar aku setuju dengan konsep acaranya, aku juga mengusulkan agar ada sesi berkenalan terlebih dahulu, karena kita semua belum ada yang saling kenal maupun saling bertemu sebelumnya. Jadi memang murni baru berinteraksi dalam kelas saja alias secara online melalui percakapan WhatsApp. Itupun jarang yang tek tokan saling menjawab. Lebih sering tanya jawab dengan teteh-teteh Fasil.

Kemudian aku juga menanyakan tentang konsep botram nya bagaimana. Apakah setiap orang membawa bekal masing-masing atau setiap orang membawa menu yang berbeda untuk semua peserta. Jawaban dari teh Elsa adalah kita bawa bekal masing-masing kemudian dipersilakan bila akan ada yang membawa hidangan untuk semuanya. Oke fiks ya..

Mengingat akan ada anak-anak, maka ada yang mengusulkan untuk membuat sesi games untuk anak. Namun setelah di data, dari 12 peserta BZW yang akan hadir, anak-anak baru berjumlah 5 anak usia 3 tahun ke atas, dan 3 anak usia tiga tahun ke bawah. Untuk games anak belum disepakati. Belum disepakati juga nanti yang pegang anak siapa selagi sharing berlangsung.

Lalu sesi berkenalannya bagaimana secara detail? Kalau usulan dari teh Linda awalnya kenalan dulu singkat, nama asal dan aktivitas. Baru setelah kenalan, nanti ada sharing perjalanan kita dengan BZW/ gaya hidup minim sampah. Mungkin sejak kapan, dengan siapa, bagaimana… nanti kalau di lokasi dapat ditanyakan langsung baik oleh peserta lain maupun oleh moderator.

Untuk dokumentasi acara tadi telah disepakati bahwa semua dokumen dalam bentuk digital. nanti yang akan menyimpan hasil foto-foto dari semua peserta adalah teh Aghnia. Beliau yang akan membuat drive untuk mengunggah. Semua peserta sepakat soal ini.. Karena meskipun sumber datanya sama tetap nantinya ada beda penyajian satu persatu.

Diskusi pun menjadi alot ketika telah membahas tentang sesi clean up atau bebersih taman. Sebagian peserta menanyakan tentang waktunya apakah masih tersedia karena target waktu pertemuan hanya dua jam. Kemudian pertimbangan lain adalah bagaimana nasib sampah yang telah kita kumpulkan. Apakah akan dibawa oleh salah seorang peserta kopdar atau bagaimana. Hingga jelang rapat onlilne berakhir diskusi ini belum ada solusi. Akhirnya mengingat waktu yang cukup pendek, peserta rapat sepakat bahwa acara clean up untuk sekarang belum dulu. Pertemuan ini fokus pada kondisi kita, masih banyak yang belum saling kenal.

Ada satu lagi sebenarnya acara ruang berbagi. Yaitu barter atau bertukar barang hasil declutering. Sebenarnya semua sepakat ada sesi ini. Tapi hingga H-1 nggak ada yang mengunggah barang dan nggak ada juga yang mau / butuh barang. Aku bilang ada dua kaos baru warna merah dan kuning, gak ada yang bersedia adopsi juga jadi ya .. ruang berbaginya berlalu begitu saja.

Penasaran banget kan ya.. sama jalannya acara nanti gimana..


Sabtu, 31 Agustus 2024

Catatanku Ikut KBS Berbenah Otak

Hai hai teman-teman kali ini aku akan cerita lagi soal Kelas Berbenah Sadis yang aku ikutin di bulan Agustus ini. Yaitu Kelas Berbenah Otak. Kenapa sih aku memilih kelas ini? karena aku sudah merasakan beberapa tanda dari hal hal berikut :

  • Sering lupa hal-hal kecil tapi penting.
  • Merasa lemot dalam memahami sesuatu.
  • Sulit mengingat sesuatu.
  • Lupa jemput anak karena keasikan mengerjakan sesuatu.
  • Lupa memijit tombol magic com pas masak nasi.
  • Lupa di mana menyimpan kunci.
  • Lupa di mana menyimpan kacamata padahal nemplok di kepala.
  • Lupa menyimpan hp.
  • Pake sandal yang bukan pasangannya.
  • Sering lupa password email, password ATM atau password lainnya.
  • Merasa pikun akhir-akhir ini.
  • Lupa matiin kompor padahal udah ada di luar rumah?
  • Sering lupa di mana parkir kendaraan.
  • Sering cape setelah mengerjakan kegiatan yang menguras otak.

Ya memang usia udah setengah abad sih ya.. sesuatu yang tidak dapat dipungkiri. Makanya.. pengen dong ya..gimana caranya biar bisa lebih mudah mengingat sesuatu, bisa mengingat nama dan wajah orang dengan mudah, bisa mengingat hal yang baru diucapkan, mengingat tanggal, ataupun plat nomor kendaraan. Dan pastinya, pengen juga dong otak menjadi lebih kreatif.

Nah di kelas  ini, ternyata peserta diajak belajar untuk fokus membenahi otak kita. Tapi tenang saja, ini bukan kegiatan cuci otak ya.hehe. Tapi jujur sih, memang di awal kelas kita dapat materi mindset. Tidak ada yang tidak mungkin.. asalkan kita mau..

Rincinya, yang dipelajari di kelas berbenah otak ini adalah :

  1. Kunci Sukses Berbenah Otak.
  2. Kebiasaan Orang-orang Jenius.
  3. Kebiasaan yang Mengurangi Fungsi Otak.
  4. Memahami Zona Otak.
  5. Makanan Pendukung dan Makanan Perusak Otak.
  6. Cara Memperbaiki Kinerja Otak.
  7. Cara Receh Mengingat Sesuatu. 
  8. Prinsip Dasar Dalam Mengingat.
  9. Teknik-teknik Meningkatkan Daya Ingat.
  10. Cara Mencerdaskan Otak Anak dengan Doa.
  11. Olahraga Otak.
  12. Pijat Otak.
  13. Cara Mempertajam Fungsi Otak.
  14. Perbedaan Kelas Reguler, Kelas Exclusive dan Super Exclusive:

Di kelas berbenah itu nanti kita ada di dua grup whatsapp. Satu grup materi satunya grup diskusi. Grup diskusi ini akan dibukan di jam - jam tertentu karena aku ikut kelas reguler. Beda dengan yang ikut kelas eklusive ya.. mereka grupnya dibuka 24 jam. Dan di sini juga ada tugas lho. Tugasnya tiap hari hehe.. ada tugas mendengarkan materi,merangkum materi dan juga melakukan kebiasaan baik yang mendukung optimalisasi otak. 

Ada tugas yang bikin aku agak kecanduan ya.. yaitu tugas sudoku. Sebenernya kenal game ini sudah beberapa tahun lalu ya dari pak suami. Ada masa suka ada masa bosen. Eh kemarin di kelas berbenah otak malah jadi materi. Mulai dari yang termudah hingga yang (menurutku) sulit yaitu yang 9x9. Masya allah.. tabarakallah. bener bener aku setengah harian ngerjain sudoku itu. Dan.. nggak beres haha. takut banget nggak lulus

Waktu aku ikut kelas ini kemaren, whatsaapku sempat eror dong. Ada satu materi yang aku nggak sempat rangkum karena tiba-tiba reset ke beberapa hari sebelumnya. Mau nangis deh rasanya. Tapi ya sudahlah. Kemudian juga ada satu hari yang aku tiba-tiba ada kesibukan seharian, sehingga nggak ngirim tugas. 

Daaan.. sampailah pada hari terakhir kelas, aku malah nggak sempat buka WAG sama sekali. Duh nggak ngerjain tugas lagi. Jadi dari 15 hari durasi belajar, ada 2 hari yang aku bener-bener full nggak kirim tugas. Walhasil di hari pengumuman aku ngumpet. Nggak berani terima kenyataan kalau sampai nggak lulus. Hasilnya? alhamdulillaah... meski nomor sekian dari belakang.. di syukurin aja.



Selasa, 30 Juli 2024

Sepenggal Cerita dari Kelas Berbenah Uang

Pendaftaran

Setelah menyelesaikan kelas pertamaku di KBS, yaitu kelas KBSE (Kelas Berbenah Sadis Elementary) aku melanjutkan belajarku di Kelas Berbenah Sadis Intermediate. Aku mengambil Kelas Berbeenah uang. Kelas ini berlangsung selama 2 pekan melalui grup whatsapp. 

Begitu masuk kelas, aku tergabung dalam dua grup whatsapp baru. Yang pertama adalah grup materi. Grup ini dikunci, informasi satu arah dari para admin. Gunanya grup materi ini adalah agar materi yang disampaikan tidak tercampur dengan perbincangan anggota grup yang masya allah .. Selain materi, di grup ini juga dibagikan tugas-tugas apa saja yang perlu kita kerjakan dan kita setorkan ke penanggung jawab kelas (PJ). Materi dibagikan setiap pukul 5 pagi.

Kemudian grup satunya lagi adalah grup diskusi. Karena aku ikut kelas reguler, grup diskusi hanya dibuka selama satu jam tiap harinya. Jadi setelah pagi kita dapat materi,siangnya kita diperkenankan diskusi dan tanya jawab. Bisa menanyakan soal materi yang kurang jelas, bisa juga menanyakan tentang teknis pengumpulan tugas. Oh iya, setelah diskusi, tugas akan dibagikan di grup materi.

Jalannya Kelas

Kelas dibuka secara serentak oleh Mbak Rika Subana selaku founder dan top mentor KBS di dalam ruang zoom. 

Pada pertemuan pertama mba Rika menegaskan lagi soal 'sadis' alias sabar dan disiplin. Sabar dalam menerima ilmu, disiplin agar mendapat manfaat dari ilmu yang didapat. Kenapa ada praktik. Praktik itu ibarat mengolah ilmu. Ilmu daging kalau tanpa praktik, ibarat daging nggak diolah, lama-lama juga busuk. Ada tiga hal yang ditekankan yaitu
1. Niat yang kuat, sehingga akan selalu mencari solusi, bukan alasan
2. Usaha, usaha ini ya praktik atau tugas itulah, berikan versi terbaiknya.
3. Doa, ini adalah hal yang tidak boleh kita lepaskan. Tanpa berdoa, tanpa izin Allah maka semua yang kita rencanakan tidak akan terlaksana.

Untuk sehari-hari, materi disampaikan oleh mba Rika dalam bentuk voice note. Kita diminta mendengarkan. Ini perlu, karena nanti akan ada tugas rangkuman. Mbak Rika dibantu oleh PJ kelas, namanya mbak Arina Manasikana. Selain memandu diskusi, PJ kelas juga bertanggung jawab untuk menerima setoran tugas dari peserta kelas.

Tugas sehari-hari di KBSI ada yang sama dengan di KBSE. Yaitu merangkum materi yang sudah didapatkan dan ada tugas pembiasaan mengelola uang. Membuat impian-impian yang ingin dicapai, sekaligus mencari kebahagiaan receh apa yang kita bisa lakukan tanpa menunggu banyak uang. Dua tugas ini menurutku yang paling berkesan. Selain itu juga ada tugas mencari kebahagiaan receh yang dapat kita peroleh tanpa menunggu uang kita banyak. The real retjeh ya.. Oh ada satu lagi yang berkesan yaitu tentang kedekatan finansial.

Reviu Kelas







Lanjut kelas Lain?

Untuk bulan Agustus nanti, tidak semua kelas KBS dibuka. Yang buka setiap bulan hanya KBSE. Nah, nanti hanya ada beberapa kelas yang buka yaitu:
- Kelas berbenah barang / KBSE
- Kelas Berbenah waktu
- Kelas Berbenah Hati dan Pikiran
- Kelas Berbenah Otak
- Kelas Berbenah 2M (Mind and Mouth)
- Kelas Otak

Selain itu, pada tanggal 3 Agustus nanti  juga akan diselenggarakan workshop bagaimana memengaruhi orang lain secara jarak jauh. Acara ini akan diselenggarakan di Trans Luxury Hotel di Bandung dengan pemateri langsung oleh Top Mentor kita, yaitu MBak RIka Subana.
Menarik kan? Insya Allah aku tetap mau lanjut kelas-kelas lainnya. Tapi masih galau hati dan pikiran dulu atau otak?  Ayo tentukan dulu mumpung masih berlaku harga promo.

Rabu, 24 Juli 2024

Ask Me about Decluttering



Ini adalah catatan dari live instagram yang dilakukan oleh mbak Rika Subana, founder Kelas Berbenah Sadis. Temanya adalah Ask Me about Decluttering.

Decluttering atau berbenah is not (only) about stuff atau benda. Tapi berbenah ini menyangkut beberapa aspek seperti berbenah otak, berbenah hati dan pikiran, berbenah waktu, berbenah tubuh, dan sebagainya.

Contoh misalnya seorang emak, yang mungkin saat ini masih merasa belum memiliki waktu luang, lelah, pekerjaan nggak habis-habis. Nah ini dapat dicek lagi bagaimana pembenahan waktunya, mungkin ternyata ada yang perlu di decluttering dari penataan waktunya sehingga dia tidak kelelahan dan dapat memiliki waktu me time.

Contoh lain misalnya di kelas berbenah otak, para peserta diminta  menulis impian sesuai dengan kaidah-kaidah otak. Diantaranya adalah ditulis dan menggunakan kalimat positif SPOK (subyek-predikat-objek-keterangan). Impian ini perlu ditulis. Kenapa? Dengan ditulis kemungkinan tercapainya lebih besar dibandingkan dengan hanya dibayangkan.

Bagaimana menentukan hal-hal yang mestinya diprioritaskan karena misalnya merasa masih punya banyak waktu? Soal waktu ini memang pelik. Pada umumnya penyebab kita nggak produktif itu cuman dua kalau soal waktu yaitu malas dan menunda atau prokrastinasi.

Malas dan menunda adalah dua hal itu yang sebetulnya harus kita kontrol sekali. Kalau seseorang kehilangan uang, uang dapat dicari lagi dengan bekerja. Tapi kalau waktu hilang nggak akan pernah kembali. Walaupun kehilangan waktu 1 detik yang lalu saja kita sudah tidak dapat kembali lagi.  Bayangkan kehilangan 1 jam yang lalu , apalagi satu hari yang lalu ,apalagi satu bulan yang lalu dst.

Mengatasi malas ini kita harus bagaimana? Kita ambil contoh yang paling gampang yaitu hal yang hampir tiap hari kita lakukan misalnya olahraga. Ketika suasana mendukung untuk selimutan, bagaimana? Perang batin ya, satu bilang olahraga satu bilang besok aja.  Jadi di kepala kita itu seperti ada dua pikiran yang saling menyerang.  Ayo kamu udah tahu kan tujuan olahraganya apa.  Nah ini balik ke tujuan. 

Kemudian kita mau cari solusi atau mau cari alasan. Kalau mau cari alasan pasti banyak. Tapi kalau mau cari solusi juga banyak solusi. Misal mau belajar dengan buku itu hal yang sulit, tapi hal-hal sulit seperti itu yang berfaedah akan membuat kehidupan kita kelak menjadi mudah.  Sebaliknya misal saat ini mengambil pilihan-pilihan yang mudah, besok saja atau entar aja belajarnya, maka pilihan-pilihan mudah saat ini akan membuat kehidupan kita menjadi lebih sulit. Silakan pilih karena setiap keputusan ada konsekuensinya. 

Terkait berbenah pikiran, ada yang bertanya kapan pikiran bawah sadar itu berfungsi. Jadi otak kita itu kan terdiri dari pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, pikiran bawah sadar itu persis seperti gunung es. Di luar tampak kecil, di dalam besar sekali. Jadi perbandingannya antara 10:90. Ini menunjukkan bagaimana pikiran bawah sadar kita itu mengontrol kehidupan kita sehari-hari, bagaimana pikiran kita itu mengontrol tindakan kita sikap kita

Contoh, misal ditanya siapa yang mau dapat penghasilan 20 juta sebulan?  Untuk kebanyakan orang,  20 juta sebulan itu jumlah yang besar. Mau! kata pikiran sadarnya. Tapi ketika pikiran bawah sadar ini belum selaras dengan pikiran sadar , maka 20 juta sebulan itu agak sulit. Pikiran bawah sadar ini penyebabnya ada  banyak faktor, misal dari pengalaman masa lalu,  dari lingkungan dan sebagainya yang dapat memengaruhi keyakinan-keyakinan kita dsb. Misal di pikiran bawah sadar kita masih bercokol keyakinan bahwa nyari uang itu susah, nyari uang itu harus pakai kerja keras, dsb jadi mindset tentang uangnya masih negatif.  Itu yang akan menghambat untuk mendapat 20 juta sebulan .

Contoh lain, sebagai seorang ibu kita tahu bahwa ibu itu harus sabar betul, batas sabarnya masih banyak banget. Namun ketika anak kita yang masih kecil numpahin minuman dan memecahkan gelas, seberapa kita marahnya.  wow luar biasa. Kita marahnya sebegitunya.. Padahal harga gelas tidak seberapa. Kenapa bisa marah seperti itu? Ya karena yang mengontrol itu pikiran bawah sadar.  kalau pikiran sadar dan nggak sadar belum selaras maka PR besarnya adalah menyelaraskan pikiran 

Jadi pertanyaan kapan pikiran bawah sadar kapan berfungsi? Jawabannya berfungsi sehari-hari 

Teman-teman, menurut Rika Subana, kunci dari kelas bebenah adalah : berani melepaskan yang tidak diperlukan barang berani melepas nih di kelas berbenah barang kita berani melepaskan barang-barang yang sudah tidak kita butuhkan.  Di kelas berbenah uang kita berani melepaskan pengeluaran yang tidak dibutuhkan. kita berani melepaskan pikiran-pikiran yang tidak perlu dan itu memang harus membiasakan karena kita terbiasa untuk berpikir negatif sudah berpuluh-puluh tahun.
 Misal di usia kita saat usia kita sudah 30 tahun atau 40 tahun, berapa puluh tahun kita dicekokin terbiasa berpikir negatif. Contoh, ah penghasilan 25 juta itu nggak mungkin deh buat kita, Ah.. kayaknya susah ya ngerapiin rumah sebesar ini, kayaknya nggak mungkin deh bisa umroh sekeluarga dengan penghasilan segini.. Nah itulah kenapa ada tugas pembiasaan di semua kelas KBSI, kita dibiasakan untuk berpikir husnuzan, berpikir positif terhadap apapun, karena itu lebih membuat kita lebih ringan lebih lebih bahagia. Ngapain Kita mengurusi kebahagiaan orang lain mending kita ngurusin kebahagiaan kita sendiri. Ya kaan?


Minggu, 21 Juli 2024

Pengalamanku Ikut Kelas STNK

Beberapa waktu lalu aku mengikuti sebuah kelas yang asli mengubah kesadaranku. Dari yang sebelumnya kurang peduli dan kurang menghayati, menjadi lebih peduli dan menghayati setiap hal yang aku jalani. Kelas apa itu? Nanti aku ceritakan. Aku akan mulai dari yang aku alami.

Pernah nggak sih bangun di pagi hari,  kemudian terburu-buru bangkit, lanjut memikirkan apa yang harus dikerjakan. Mungkin harus segera masuk dapur, menggiling cucian atau membangunkan anak, menyiapkan mereka masuk sekolah, sarapannya, buku-bukunya, tas sekolahnya, perbekalannya dsb. Dan ketika kita selesai, bagaimana? Lelah? Atau malah tidak sempat selesai karena pekerjaan lain sudah menunggu?

Pernah nggak sih, emosi terasa demikian memuncak? ketika sedang capek-capeknya menjalani haru, baru beres mengepel lantai dan membereskan mainan anak-anak, eh si kakak numpahin susu dan si adek membongkar lagi box mainan. Ingin marah? Emosi? Yes, kebayang kan ya..

Hidup yang terus menerus berkejaran dengan waktu dan pekerjaan, terkadang membuat kita kurang memaknai atas segala limpahan nikmat dan kasih sayangNya. Fokus meminta dan lupa bersyukur. Terlalu memikirkan yang tidak ada, sehingga abai terhadap semua karunia yang di depan mata.

Alangkah indahnya jika kita memulai hari dengan meluangkan waktu sejenak, iya sejenaks aja. Baca dengan khusyu doa bangun tidur. "Alhamdulillahi ahyana ba'da maa amatana wa ilaihinnusyuur". Segala puji bagimu ya ALlah, yang telah menghidupkan aku setelah sebelumnya mematikan. Dan kepadaNya lah kita kembali.

Sudah terasa? iya, sejatinya nikmat terbesar adalah masih adanya nafas yang mengaliri rongga paru-paru kita. Kita sadari alirannya, lalu kita syukuri.  


Apalah artinya semua yang kita punya ketika nafas tiada? nothing.

Apalah artinya kesibukan dengan pekerjaan rumah dan anak-anak ketika kita tidak bernafas lagi? maka kita terbebas.

Menerima, iya setelah mensyukuri nafas yang masih Dia berikan, maka cobalah menerima setiap garis takdir yang Dia tuliskan. Ada kesibukan rumah, kesibukan anak-anak, artinya kita memiliki keluarga yang senantiasa membutuhkan kehadiran kita. Berapa bnyak orang yang mengharap memiliki keluarga lengkap seperti kita namun Allah belum takdirkan?

Setelah kita mensyukuri nafas yang masih Allah berikan kemudian kita berusaha menerima, maka lengkapilah ikhtiar kita tadi dengan doa. Agar diberikan kekuatan dalam menjalani takdir. Dengan berdoa, dengan kata lain mengingat Allah, maka hati kita akam lebih tenang. 

Ketika diri menyadari bahwa setiap tarikan nafas, adalah karuniaNya, maka, semua yang di luar diri, adalah orang lain. Hatta itu suami, anak atau orang tua kita. Mereka orang lain dalan artian mereka pribadi yang berbeda dan bisa jadi, di luar kendali kita. Ketika hal ini disadari sepenuhnya, maka ekspektasi kita terhadap orang lain dapat kita kontrol. 

Ketika orang lain berbeda pendapat, tarik nafaas... hembuskan, baru beri argumen.

Ketika ada orang lain yang tidak sesuai harapan, maka itu tidak akan dapat menumbangkan kita. Karena mereka orang yang berbeda. Kembalikan kepada Allah, Sang Pemilik Hati. Hanya Dia yang Sanggup Menggerakkan hati. Maka ketika orang lain tidak menuruti kata-kata kita, tidak lagi kita marah atau kecewa.

Pingin tahu kelas apa itu? 


Senin, 27 Mei 2024

Pengalamanku Mengikuti Kelas Berbenah Sadis

Pendaftaran

Akhir April lalu aku melihat status whatsapp salah satu kontakku kalau dia duta kelas berbenah sadis. Duta ini semacam perantara yang akan mendaftarkan kita ke kelas tertentu. Ada yang menyebutnya affiliate. Sebenarnya aku sudah lama mendengar adanya kelas ini, tapi mungkin kali ini baru dapat hidayah untuk mendaftar.
Alhamdulillah awal Mei kemarin aku resmi mendaftar di KBSE (Kelas Berbenah Sadis Elementary) kelas reguler. Sadis artinya Sabar dan Disiplin. 
Apa perbedaan dari kelas reguler dengan kelas satunya lagi? Bedanya di biaya pendaftaran dan nantinya layanannya juga. Kalau kelas reguler diskusi di grup whatsapp hanya di jam tertentu. Kalau ekslusif diskusinya konon 24 jam. Juga untuk pengumpulan tugas kelas reguler sudah ada ketentuan jam dan tanggalnya, kalau kelas yang satunya bisa lebih bebas sesuai keluangan. Itu aja sih yang aku tahu bedanya. Tapi pelaksanaan kelasnya digabung. Zoom digabung, grup chat juga digabung.

Jalannya Kelas

Kelas dibuka secara serentak oleh Mbak Rika Subana selaku founder dan mentor KBS di dalam pertemuan daring melalui zoom. Di sesi pembukaan ini ditegaskan oleh Mbak Rika bahwa masuk kelas ini adalah awal dari perubahan itu sendiri. 
Setiap peserta diminta untuk meluruskan niat dalam mengikuti kelas. Selain itu juga ikhtiar maksimal dalam mengerjakan tugas-tugas. Mindset kita perlu diubah menjadi positif. PIkirkan bahwa berbenah itu mudah. Setelah niat dan ikhtiar, maka lengkapi dengan doa agar dimudahkan segala sesuatunya.
Setiap peserta diundang dalam dua grup whatsapp. Satu grup khusus untuk share materi dan tugas dari mentor. Satu grup lagi untuk diskusi dan tanya jawab yang berlangsung setiap malam selama satu jam kecuali hari Ahad (libur). Kelasku dipandu oleh Mbak Aprilia Indah (Junior Mentor di KBS) 
Ternyata pesan yang disampaikan oleh Mbak Rika di saat pembukaan kelas itu, sangat-sangat menguatkan peserta. Aku merasakan sendiri tantangan ketika mendapatkan tugas-tugas yang aduhai. Misal materi disampaikan hari Senin, maka pengumpulan tugas maksimal hari Selasa pukul 19.30. lalu pukul 20.00 diskusi dan tanya jawab dimulai. Boleh tentang materi boleh tentang praktiknya. 
Tugas yang diberikan di hari-hari awal adalah merangkum materi dan pembiasaan berbenah. Baru di hari ke sekian mulailah eksekusi berbenah sesuai materi yang diberikan. Di sini aku mulai oleng. Meskipun kemarin diberi waktu tambahan dan kebetulan juga tengah libur panjang, tetap saja ada tugas-tugas yang belum aku kerjakan.
Mungkin niatku kurang lurus atau kurang kuat. Ikhtiarku tidak maksimal dan doaku kurang banyak. Hiks
Kemudian jelang akhir kelas, ada sharing dari alumni KBS. Dan juga ada ujian online. What? Ujian? Iya betul dan ujiannya hanya tentang teori tanpa praktik. Tapi lumayan pusing juga kalau enggak belajar.

Lanjut kelas Lain?

Di KBS ini ada beberapa kelas. KElas berbenah barang adalah kelas yang paling dasar. Alhamdulillah aku telah melewati hari-hari nya. Hasilku memang kurang memuaskan, tapi itu murni karena keterbatasanku.
Selain kelas berbenah barang ada beberapa kelas lain di sini, yaitu:
- Kelas Berbenah waktu
- Kelas Berbenah Uang
- Kelas Berbenah Hati dan Pikiran
- Kelas Berbenah Tubuh
- Kelas Berbenah Tulisan
Menarik kan? Insya Allah aku mau lanjut kelas-kelas lainnya. Ada yang mau ikutan?