Oi, jang kira beta ini hebat ho, bisa aneka bahasa / logat Nusantara
Beta hanya nekat sa....
Apalagi orang Timor ada kata, siapa su minum air Timor, son bisa lupa. Nah, beta ada lima taun ini minum air Timor.
Be pung lidah su kena jampi, mengkali.
Bagaimana ko, rasa air Timor yang mengandung kapur itu ?
Dia pung rasa seperti air putih biasa. Pas lu minum, mungkin sonde tercium bau apa, tapi pas lu telan, sampai tenggorokan, seperti ada yang tersangkut. Eh ini kata be pung paitua ho... Beta sendiri sonde rasa itu.
Kalau katong masak air di kuali, maka itu kapur sebagian tertinggal di kuali. Dinding kuali menjadi putih.
Kemudian sebelum katong simpan di teko, saring dolo itu air dengan saringan kain yang banyak dijual di pasar Oebobo. Kadang ada yang pakai dua-tiga saringan sekaligus. Nanti sebagian kapur ju tertinggal di saringan. Katong musti sering-sering cuci itu saringan.
Nah air Timor su siap diminum.
Jadi enak ko? Sonde ..... sonde jauh berbeda seperti be pung paitua bilang, tetap saa... rasa kapur.
Tapi beta son punya pilihan lai. Bukan apa-apa, son ada doi buat beli aqua. Haha
Makanya, be ju son heran, siapa yang pi Timor dan dong tetap minum aqua, dong son bisa baomong bahasa Kupang.
Haa...
Ket :
Su : sudah
Jang : jangan
Baomong : bicara
Son/sonde : tidak
Pung : punya, (milik)
Be/beta : saya
Lai : lagi
Dong : dia orang/mereka
Pi : pergi
Katong : kita
Mengkali : barangkali
doi : duit
---------------------
Hoi, jangan dikira aku hebat ya... bisa menirukan aneka bahasa Nusantara, ini hanya soal nekat.
Apalagi kata orang Timor : barang siapa sudah minum air Timor, maka tidak mungkin lupa. Lidahku sudah kena jampi, barangkali.
Bagaimana rasa air Timor yang mengandung kapur itu ?
Rasanya seperti air putih biasa, pas kamu minum tidak tercium bau apa, tapi ketika di telan dan sampai tenggorokan, akan terasa ada yang tersangkut.Eh ini kata suamiku lhoo.... aku sendiri nggak merasakan itu.
kalau kita masak air di panci, maka sebagian kapur akan tertinggal di panci. dinding panci menjadi putih.
kemudian sebelum kita simpan di teko, air tsb disaring dulu dengan saringan kain -seperti di gambar- yang banyak dijual di pasar Oebobo. kadang ada yang pakai dua-tiga saringan sekaligus.Nanti sebagian kapur juga akan tertinggal di saringan. Kita musti sering sering mencuci saringan tsb.
Nah, air Timor siap di minum.
Jadi enak kah ? Enggak... enggak jauh beda dengan apa yang dikatakan suamiku. Tetap saja rasa kapur.
Tapi aku nggak ada pilihan lain, bukan apa-apa, nggak ada duit buat beli aqua. (th 2002 aku pindah dari Kupang, aqua udah 19rb/galon)
Makanya, aku juga nggak heran, kalau ada yang tinggal di Kupang dan tetap minum aqua, dia nggak akan pernah bisa bahasa Kupang. Haha
Gambar saringan dari sini