Tampilkan postingan dengan label Faizzz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Faizzz. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 September 2025

Sunmori Ke Jatinangor

Pagi tadi aku melakukan salah satu hal yang aku sukai, namun sudah lama aku tinggalkan karena berbagai kesibukan. Apa tuh? Sunmori alias Sunday morning riding alias momotoran di hari Minggu pagi.

Untuk sunmori kali ini aku sudah merencanakan sejak awal pekan, sehingga aku tidak membuat acara apapun di hari Minggu. Tujuan pun sudah aku set, yaitu mau ke arah Jatinangor, tepatnya aku menuju ke Sari Kedelai Farm yang terletak di atas bukit.

Kami, aku dan F5 berangkat beberapa menit sebelum pukul 6 pagi. Agak kaget juga ternyata jam segitu sudah terang benderang. Lebih-lebih setelah melewati bundaran Cibiru, lalu lintas pun terasa lebih ramai dan sinar matahari benar-benar berasa ada di hadapan. Iya sih ya.. kita menuju ke timur, menuju arah matahari terbit. 

Perjalanan menuju Jatinangor terhitung lancar. Aku sempat menawarkan pada F5 untuk belok ke ITB Jatinangor, tapi dia menolak. Padahal suasana ITB pagi hari sejuk banget dan cocok untuk olah raga pagi.

Akupun lanjut ke arah jalan sebelum Unpad. Sudah tahu sih hari minggu pasti bakal melewati pasar Unpad. Tapi aku tetep jalan aja sekalian ingin tahu kondisi terkini. Lewat Taman Loji, sepi, bahkan pagarnya ditutup. Lanjut ke atas. Setelah BGG (Bandung Giri Gahana) dan Gerbang A Unpad baru keramaian mulai tampak. Bahkan di sekitar gerbang ini dijadikan lahan parkir motor. Entah pengunjung pasar tumpah entah pengunjung orang-orang yang mau olahraga di Unpad, soalnya ada juga yang berjalan ke arah kampus melalui pintu masuk orang.

Lalu aku lanjut ke atas lagi, suasana pasar masih sepi. Beberapa pedagang tampak baru menyiapkan lapak. Sempat lewat tulisan Unpad Edu Eco Park, entah tempat apa, nggak kelihatan ada tanda tanda pintu masuknya. Lalu lewat Jans Park F5 bertanya itu tempat apa. Padahal aku udah beberapa kali mengajak dia ke sana, tapi dia belum tergerak. Haha. Aku sih karena penasaran aja..

Lanjut ke jembatan tol, sempat foto-foto juga di sana. View nya bagus banget, tapi ya udah terang benderang. Oh iya jalanan samping Unpad ini udah halus sampai ke Bumi Kiara Payung.

Bahkan di Bumi Kiara Payung juga sudah ada perubahan, dibanding pas masa Pandemi ya.. Ada tulisan Kwarda Jabar. Terus di tempat-tempat camping banyak papan petunjuk. Kantor pengelola juga buka, dan ada saung-saung juga sudah direnovasi.

Perjalananku masih lanjut ke atas lagi. Setelah melewati tempat makan Ceu Een dkk di atas, kami naik lagi menuju Sari Kedelai. Ternyata jalannya kecil ya .. jadi kalau mobil ke sini lumayan effort menurutku.Papasan sama motor aja udah pas pasan. Sampai di SKF ternyata masih tutup dong. Bukanya jam 8, aku sampai sekitar jam setengah tujuh. Masih lama. Akhirnya turun lagi.

Nah turunnya aku lewat jalan yang berbeda dengan saat naik. Jalannya mulus.. Kami sampai di komplek Bumi Kiara Payung. Wow ini komplek di atas gunung tapi jejak privasinya terlihat nyata. Tiap cluster ada semacam pintu masuk. 

Terus aku penasaran di map ada Stable and Archery / Kiara Land. Masuklah aku ke sana.. lah tidak terlihat ada kuda maupun papan sasaran panahan, hanya ada beberapa tenda di sana. Akupun lanjut masuk.. lah kok keluarnya di bumi perkemahan lagi. Syukurlah aku nggak perlu muter-muter.

Dari situ kami turun lagi dan memutuskan untuk jalan pulang. Sempat aku tawarkan kepada F5 untuk sarapan di sekitar pasar Unpad, katanya mau sarapan di rumah aja. Aku tawarin belok ke Toleransi Kopi yang buka 24 jam, dia juga nggak tergoda. Yaudahlah alhamdulillah..Nggak jajan

Baca Juga : Toleransi Kopi Jatinangor

Jadi oleh-oleh sunmori pagi ini berupa foto-foto indah suasana pagi di perbukitan Jatinangor.

Selasa, 05 Maret 2024

Ceritaku Tentang Es Krim


Es krim. Siapa tak mengenalnya? Dari anak-anak hingga dewasa banyak yang menyukainya. Menurut Wikipedia Indonesia, es krim  merupakan sebuah makanan beku yang dibuat dari produk susu seperti krim, lalu dicampur dengan perasa dan pemanis buatan ataupun alami. Kemudian didinginkan hingga membeku. 

Es krim buat sebagian orang adalah 'makanan mewah'. Namun kini di pasaran kita dapat menemukan berbagai merk es krim dengan harga yang sangat-sangat terjangkau. Meskipun tetap ada juga beberapa merk es krim yang untuk mendapatkan satu cone saja musti merogoh kocek hingga berpuluh-puluh ribu. Fiks itu mah bukan untuk kaum mendang-mending. BIarin aja ya.. semua barang kan ada marketnya masing-masing.

Selain es krim, kini marak juga yang namanya gelato. Es krim asal Italia ini cepat sekali merebut perhatian emak-emak sehingga rela antri di gerai-gerai gelato.Sebenarnya es krim berbeda dengan degan gelato. Kalau es krim, komposisi krimnya lebih banyak daripada susunya. Sedangkan gelato, komposisi susu lebih banyak dari pada krim. Tidak mengherankan jika gelato tampak lebih padat.

Baca juga : Es Krim Cap Mangga 

Es Krim Mangga Home made


Berbagai Cara Menikmati Es Krim 

Selain es krim pabrikan yang dapat kita beli mudah di minimarket, sebenernya dari kecil juga kita sudah mengonsumsi es krim ini. Masyarakat menyebutnya es tung tung. Yaitu es krim yang terbuat dari santan, pemanis dan perasa. Disajikan dalam cone. Ada juga beberapa penjual keliling yang menyajikan eskrim dalam lipatan roti tawar.

Setelah aku pindah ke Bandung, di sini aku kenal juga cincau es krim. Yaitu minuman cincau hijau dengan topping beberapa scoop es krim santan. Rasanya nikmat sekali. Perpaduan rasa plain dari cincau berpadu dengan manis es krim.

Yang kubaru tahu di Bandung juga es krim santan +peuyeum hideung (tape ketan hitam) Biasanya ini hadir sebagai hidangan lebaran. Terus aku baru ngebatin, pantesan di salah satu merk es krim ada varian ketan hitam.

Satu lagi ada es krim durian. Yaitu es krim tradisional ini dihidangkan bersama durian lokal. Cukup dengan 10 ribu sudah dapat satu cup kecil. 


Es Krim Favorit Keluarga 

Dari berbagai rasa es krim yang ada saat ini, yang paling ngehits di rumah ya rasa coklat-vanilla-strobery. Nggak akan ada yang protes kalau beli yang model campur gini. Beda kalau beli kemasan kecil yang satuan, rasanya harus dicampur-campur. Karena suka saling icip-icipan.

Kalau gelato gimana? Aku sih lebih seneng mencoba rasa yang tak biasa. Cuman kan gelato harganya masih lumayan banget ya.. Nggak di sono nggak di sini, harga tetep bunyi. Jadi jarang lah jajan ini. Cukup udah ngerasain biar gak bengong-bengong amat kalau orang cerita hehe.

Itu ceritaku tentang es krim, gimana cerita kamu?

Kenangan makan krim berdua, tahun 2019


Minggu, 20 Desember 2015

Akhir Pekan yang Sibuk tapi Menyenangkan

Sebenernya acara rutinku di akhir pekan itu selalu ada. Kalau Sabtu itu pengajian Ibu-ibu yang sudah estewe (setengah tuwo) di sini aku sebagai peserta, kalau Minggu itu pengajian para mahmud, di sini aku sebagai pengelola. Sama satu lagi kelompok tahfiz grup imut yang mana aku jadi PJ. Tugas PJ ini memastikan acara berlangsung, ustadznya datang nggak, mencari waktu pengganti kalau ibu2nya pada ada acara, sekaligus ngumpulin uang operasionalnya. Tadinya sih karena Faiz ada di grup ini juga, jadi sekalian. Eh ternyata sampai sebulan pertemuan Faiz mogok gak mau masuk kelas, setelah dibujuk-bujuk bagaimana caranya agar dia mau rutin belajar Al Qur'an di luar sekolah/rumah, dia memilih grup  anak besar. Ya sudah deh.
Semua itu di luar kegiatan rutin sekolah ibu yang sebulan sekali, dan juga kegiatan cluberia - klab bermainnya Faiz yang sebulan sekali. Makanya kadang aku susah diajak pergi Sabtu-Ahad karena aku suka nggak tega ninggalin acara acara tsb di atas kalau enggak terpaksa banget.

Nah karena akhir pekan ini sudah mulai ada sekolah sekolah yang membagi rapot dsb, sudah ada yang liburan dll, maka acara pengajian rutin dijadwal ulang. Yang satu udah berlangsung hari Kamis, yang mahmud berlangsung hari Jumat. Ya resikonya aku terlambat (banget) hadir ke lokasi, karena harus ngebut dari kantor. Nggak papalah yaaa   ....sekali kaliii... Aku datang cuma haha hihi beramah tamah melepas rindu. Makanya Sabtu-Ahad ini aku juga free.

Kabar gembira datang dari Mbak Ida yang mendadak mbandung karena mau menghadiri pernikahan temenny di Cianjur. Kok ke Bandung dulu  ? Iya, karena berangkatnya rombongan dengan teman-teman kantornya. Sabtu pagi mba Ida ngajakin aku ketemuan (sekaligus sarapan) di Hotel Bali World tempatnya menginap. Aku ngajak Teteh sama Faiz yang untuk pertama kalinya mereka sarapan di hotel berbintang. Gratis pula. Alhamdulillah...


Habis ketemuan sama mba Ida, aku langsung ngambil raport. Alhamdulillaaah raport anak anak nilainya bagus, semoga dapat dipertahankan sampai kenaikan kelas. Baik guru Teteh maupun guru kelas Faiz, pesannya sama, tingkatkan terus prestasinya, karena persaingan sangat ketat.
Kalau aku sendiri nggak terlalu narget Teteh atau Faiz jadi juara kelas, karena setiap anak kan punya keistimewaan masing-masing . Tapi aku juga tetep mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik yang mereka bisa.
Nah habis ambil raport ini kami putu putu hihi iyaaa...foto foto di area kantor Puslitbang Jalan yang kebetulan dekat dari sekolahan anak-anak. Soalnya lokasi ini lagi naik daun, dan bener bener instagramable. Haha narsisnya niat banget yaaa....

poto poto di komplek perkantoran Puslitbang Jalan
Sore ba'da ashar aku nganter Fikri ke Lapang Supratman karena dia mau nyobain gabung grup futsal baru. Fikrinya aku tinggalin di lapang, nanti dijemput sama Abi. Aku dan Faiz lanjut ke Hotel Imperium di Jl. Rum. Nggaya banget sih mainannya dari hotel ke hotel... Iyaaa.... Ini ada temen pengajian yang sudah pindah ke luar kota,  nah setelah dia pindah ini kok malah kami bikin grup traveling yang minimal setahun sekali lah ketemu dan reunian. Ini kali keduanya kami para ibu ini keluar dari rutinitas. Biar ada sesuatu yang bikin fresh, biar nggak bikin kelakuan yang bisa  dikata orang kurang piknik. Hihi
Cuma nginep di hotel aja sih, malem ngobrol ini itu di pinggir kolam renang, lanjut di kamar, pagi-pagi udah lanjut lagi ke tepi kola renang, trus sarapan bareng dan pulang. Gitu doang ? Iyaaaa ...karena acara hari minggu banyak acara ini itu yang harus tetep berlangsung. Tapi rindu sudah terbayar lunas. Minimal untuk beberapa bulan ke depan.


pertemuan di Hotel Imperium

Aku dan Faiz pulang nyampe rumah jam 9-an sampai rumah. Di meja sudah ada lontong sayur belian Abi buat sarapan yang ditinggal di rumah. Estri durhaka banget yaaa.... Seneng-seneng makan enak di luar rumah, suami nyari sendiri sarapan. 
Nah baru duduk sebentar, ngobrol ngalor ngidul sama Abi tau tau udah jam sepuluh aja waktunya tahfiz grup imut. Akupun segera bertolak ke masjid Nurul Masyriq di Komplek Ujungberung Indah. Sepertinya warga komplek ini sudah merelakan masjidnya dipakai untuk segala sesuatu terkait menghafal Al Quran. Karena di komplek ini juga ada sekretariat Pondok Quran. Muridnya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Nah kalau hari minggu hampir di setiap sudutnya ada sekelompok kecil remaja-remaja yang sedang tekun menghafal. Semoga keberkahan Allah limpahkan pada mereka.

Tahfiz imut ini berlangsung sekitar 90 menit. Anak anak diajari menghafal dengan metode talaqi. Guru membaca satu ayat, kemudian anak anak menirukan. Ya karena kan grup imut ini rata - rata belum bisa membaca Al Quran.
Jam 12 aku pulang.
Jam 14 aku ke masjid lagi karena harus nganter Teteh ikut mentoring para gadis. Habis nganter aku pulang lagi. Dan jam 16 aku ke masjid lagi nganter Faiz ikut grup tahsin anak besar. Kalau di grup tahsin ini pesertanya yang sudah bisa membaca Al Quran. Targetnya adalah setiap anak bisa membaca Al Quran dengan benar sesuai kaidahnya. Faiz gabung di sini sama Teteh juga. si Teteh nyambung dua acara. Karena capek juga mondar mandir, akupun duduk nungguin di taman sekitar masjid sambil baca Notes From Qatar .
Sambil ngemil cimin tentunyaaa....
Jadi fix ya....hari ini aku 3x ke masjid ini    ....

masjid Nurul Masyriq

Senin, 28 September 2015

Ulang Tahun Faiz

Dua tahun lalu, pas Faiz ultah ke 5, aku bilang : yeay! Nggak ada balita di rumah, dadah pos yandu...
Maka di ulang taun Faiz yang ke 7 ini aku bilang Alhamdulillah, nggak ada lagi anak TK di rumah.. :D
Time flies.
Waktu berlalu begitu cepat.
Rasanya baru kemarin nggendong bayi sana sini, begadang tengah malam kasih ASI, belum lagi kalau pas sakit, subhanallah... Mungkin ketika kita enjalani berasa rempong, berurai  peluh dan air maTa, tapi ketika kita menceritakannya kembali hari ini, bisa sambil tertawa. Alhamdulillaaah, tetnyata  bisa melalui masa masa itu.
Update Faiz 7 tahun ini :
- udah SD tentu sajaaa
- ngaji di rumah udah sampai Al Quran juz 5, lebih jauh dibanding kakak kakaknya diusia yang sama :D
- udah nggaya maunya kalau ikut ummj ke mana mana, istilahnya bukan 'ikut', tapi njagain yaaa... Njagain Ummi.
- udah bisa naik sepeda
- udah berani jatuh nggak nangis, apalagi klo terkait main bola dan naik sepeda
- udah berani ke masjid sendiri meski di jam maghrib dan isya
Alhamdulillah, barakallah ya Nak... Doa Ummi pendek aja, semakin tambah usia, semakin sholih dan muslih yaa... Aaamiin
Kue Ultah Faiz, dihias sendiri sama dia, ditusukin bendera negara dari berbagai ujung dunia
Main bola di sekolah
Naik sepeda punya Gaoqi, biar macho tetep berani pake pink hehe

Selasa, 15 September 2015

Jalan Jalan ke Taman Lansia

Taman Lansia ? Yup!
Taman untuk orang lanjut usia ? Belum tentu hehe
Seperti yang sudah diketahui orang banyak, sejak kota Bandung dipimpin oleh pasangan Ridwan Kamil-Oded M.Danial, tampaklah perubahan kota Bandung secara kasat mata. Belum sempurna tentu saja. Semua masih dalam proses. Dalam satu kesempatan Ridwan Kamil menyampaikan, masa jabatan walikota itu 5 tahun, jangan menuntut perubahan itu seketika, 100 hari atau setahun dua tahun masa kerja.  ibaratnya hutang yang cicilannya dibayar selama 5 tahun, pasti nggak ada yang mau ketika dipaksa melunasi di tahun pertama atau kedua. Iya kaan ?
Nah salah satu perubahan yang sudah kelihatan adalah dibangunnya (baru) maupun revitalisasi berbagai taman yang sudah ada. Seperti taman lansia ini. Taman Lansia bisa diakses dari keempat sisinya walaupun tulisan TAMAN LANSIA hanya ada di sisi jalan Diponegoro dan belakangnya. Tetapi pintu masuk bisa 12  sisi Jl Cisangkuy maupun sisi Jl. Cilaki. Pada masa RK inilah taman Lansia dibangun kembali, dengan konsep yang baru. Dibangunnya jogging track baru dengan meja dan kursi yang tersebar di sisi-sisi track.
Ada juga track jalan kaki dengan kerikil timbul, biasanya dipakai jalan-jalan sama nenek kakek semacam buat pijat kaki gitu. Trus ada kolam dengan salah satu sisi menjorok ke arah kolam semacam dermaga gituu.... Dan asyiknya, pohon pohon besar tetap dipertahankan, jadi suasana taman sangat rindang dan udarapun terasa segar .
Waktu main ke sini kemarin, aku cuma jalan kaki satu putaran, itupun dipotong berhenti buat beli kue cubit greentea randa kembang di sisi belakang dan juga beli kerak telor di mamang yang mangkal dalam taman.
Berangkat dari rumah jam 6, naik angkot. Jadi pas jalan masih fresh.
gerbang di Jl. Diponegoro
tempat pijit kaki hihihi dimotif lucu lucu seperti bintang ini
Pohon tua ini ada penunggunya :D
Dermaga ala ala

Kamis, 25 September 2014

Faiz Sakiiiiiit !!!

Bukannya lebay yaa... klo nyeritain anak sakit. Cuma, selama ini alhamdulillah kan anakku jarang yang sakit 'serius', palingan juga cuma flu atau batpil gitu. Nah kemarin itu Faiz sakitnya agak lama... gitu... Mana suami lagi tugas ke luar kota (padahal Abi itu juarrraaang buanget tugas luar kota).  Jadi wee... lumayan lieur.

Ceritanya, setelah berakhir pekan di Cirebon itu, sampai rumah kan Sabtu malam. Minggu itu sebenernya Faiz gak bepergian kemanapun. Padahal hari Ahad itu aku kurilingan dari pagi nganter Abi ke travel, terus kondangan, terus ke Pameran Buku Bandung.
Senin dia sekolah seperti biasa. Nah senin malem itu dia mulai panas. Hari selasa dia bolos gak sekolah, aku masih kasih obat turun panas biasa. Trus hari Selasa malem itu aku bawa dia ke dokter. Dapet obat turun panas, multivitamin dan antibiotik karena di lehernya seperti ada radang gitu. katanya sakit kalau makan. Ternyata pulang dari dokter dan minum obat, panasnya enggak turun. Bahkan sempat kejang juga. Dan kali ini, kejangnya tuh lain dari kejangnya anak-anakku yang lain. Biasanya kan anak yang lain pakai gerakan menghentak-hentak gitu. Nah ini Faiz tuh, enggak... cuma matanya aja menatap kami bergantian. Trus tangannya agak kaku gitu, tapi diajak komunikasi sama sekali enggak nyambung. Langsung aku telpon dokter dan dokternya alhamdulillah bersedia ke rumah. Trus malah sekalian membelikan obat kejang yang dimasukkan dari dubur buat jaga-jaga. Semaleman aku berusaha berjaga, bentar-bentar ngganti kompresan di kepala Faiz, trus setiap 4 jam kasih dia paracetamol. Aku minta Fikri tidur di bawah, biar kalau ada apa-apa gampang mbanguninnya. Si tiga gadis juga kuminta jangan kunci pintu kamarnya. Pokoknya siaga deh. Jam 3 Ayuk bangun nggantiin aku ngeronda. Alhamdulillah bisa tidur sebentar.
Rabunya aku nggak ngantor, nemenin dia. Selain khawatir kejang lagi juga, aku harus memastikan Faiz mau makan dan minum terutama, supaya enggak lemas dan panas badannya tidak terlalu tinggi . Soalnya dia ada muntah juga. Selasa malem itu dia muntah 2x.
Makannya bubur bayi nestle itu... minumnya aku belain apa aja yang penting dia mau minum. susu, air madu dan air putih bergantian.
alhamdulillah dia mau dikompres, padahal biasanya enggak mau lho..
Rabu sore pas dia rada turun panasnya gitu, Ayuk ngajak ngobrol dia.
'Faiz.. kamu sembuh atuh... kasian ummi tuh tadi malem nggak tidur gara-gara jagain kamu'  kata Ayuk
'Iya gitu Mi ?' Faiz konfirmasi ke aku. Aku cuma senyum trenyuh lihat dia lemes gitu.
Nah pas malemnya sebelum dia tidur, dia bilang ke aku gini :
"Ummi, nanti kalau aku tidur, ummi ikut tidur aja. Jangan jagain aku terus.." 
iiiiih... so sweet nggak siih... dia lagi sakit gitu, masih mikirin umminya.
Aku pun mengiyakan, walau dalam prakteknya susah juga ya... namapun takut anak kejang. karena sampai Rabu itu panasnya masih naik turun gak jelas.

Hari Kamis aku ngantor lagi sambil bentar bentar nelpon dia dan memastikan dia mau minum. Alhamdulillah hari Kamis ini Abi pulang dari Yogya. Jadi setengah harian ada yang jagain Faiz selain Bibi.
Aku masih konsultasi dokter juga, kenapa panasnya nggak turun-turun. Kata dokter tunggu 3 hari baru bisa cek lab.
Karena hari Kamis sore sampai Jumat pagi dia agak baikan, ya udah Jumat kami masih ngantor. Abi juga langsung ngantor karena ditungguin laporan kegiatan di Yogya-nya. Ya walaupun setiap diajak makan dia kayak males banget gitu... tapi masih maulah, walaupun sedikit. Pokoknya masih yang halus halus.

wajah males makan
Akhirnya Jumat malem kami ke dokter lagi. Melihat tanda - tanda fisiknya kata dokter kemungkinan Faiz ada gejala typus. Lambungnya juga kena dilihat dari muntah, mual kalau makan dan sejak dia panas dia belum BAB.
Jumat malem itu dokter kasih pengantar ke Lab.
Hari Sabtunya, kami ke Kimia Farma. Nggak tega juga lihat muka Faiz. Tapi alhamdulillah dia dikasih tau dan diajak bicara mau mengerti. Bahwa ini untuk mengetahui penyakitnya. Khawatir DB juga kaan...

tangan Faiz bekas diambil darah
Dia sempat nangis sedikit waktu diambil darahnya. Tapi kata perawat, segitu mah masih termasuk pinter, nggak memberontak. alhamdulillah.
Hasil dari lab, dia ternyata gejala typhus. tapi di ada penurunan juga di trombosit. Jadi kata dokter harus periksa lagi 1x24 jam. Maka dokter pun memberikan resep baru untuk sakit typhus.
Malam itu Faiz tidur nyenyak. Panasnya juga udah turun. 
Ada kejadian lucu lho... besoknya pas dikasih tau bahwa dia musti cek lab lagi, dia bilang nggak mau sambil reflek memegang tangan kanannya. haha.. rupanya dia 'melindungi' tangan sebelahnya itu. Karena tangan kiri juga masih sedikit nyeri di tempat bekas diambil darah .
Akhirnya dengan iming-iming hotwheels dia mau ke lab lagi.
daaan... sesampai di Lab Kimia Farma, ternyata.. tutup saudara-saudara. Aku nggak tau kalau Minggu KF tutup. Trus aku telpon Lab. Prodia ternyata juga tutup. Ya sudahlah rejeki Faiz gak jadi cek lab tapi tetep dapat hotwheels dari Abi.
Pas kami lapor dokter, dan melihat perkembangan Faiz di Minggu sore itu, dokter bilang ya sudah nggak ke lab nggak papa. Kayaknya Faiz emang typhus. Harus istirahat total seminggu lagi. Makan masih tetap bubur.

Alhamdulillah, setelah seminggu istirahat total, nggak sekolah juga, akhir minggu kedua Faiz udah sehat. Tapi kata dokter masih harus menjaga makanan sampai sebulan. Alhamdulllah Faiznya nurut juga.  Dan kemarin di akhir minggu ketiga, untuk pertama kalinya dia bepergian setelah sakit, yaitu ke rumah Mbak Tri untuk arisan the girls bareng Mbak Ida dan Mamak Sondang.

Sabtu, 14 Juni 2014

Kebaikan yang Tertunda

Ceritanya, Faiz mulai membeli koleksi mainan-mainan yang 'mahal'. Iya... mahal menurutku tentu saja. Karena sejujurnya anak satu sampai tiga kami boleh dikata tidak mempunyai anggaran untuk membeli mainan.
Jadi 'mainan' jaman Fathimah, Fikri dan Fadhila ya buku. Iya... buku. Dari buku itu baru buat mainan-mainan DIY (do it yourself) gitu.

Sekarang, ketika jaman berubah, keadaan pun berubah. #ceilee...
Begitu pindah ke Bandung, lebih dekat ke keluarga, sering dapat mainan. Tapi justru ini menjadi semacam 'pancingan' buat anak-anak, ternyata mainan itu sangaaat menggiurkan. Maka, ibaratnya kalau jaman balitanya Fathimah gak main barbie, jaman balitanya Teteh dah ngoleksi boneka barbie dan bajunya (yang sepuluh rebu dapet tiga di pasar kaget tea)
Demikian pula Faiz. Rekor dah.... selain dapat lungsuran mainan Fikri, Faiz juga beberapa kali dapat mainan dari teman-teman. Mana bagus-bagus pula. Dari Mamak Ephraim dah dua kali dapat mobil-mobilan. Mobil sedan sama mobil semacam land rover gitu... (eciyeee... udah ngomongin model mobil)
Trus dari Mas Lintang pernah dapat mobil backhoe yang lucu dan imut.
Jangan ditanya lah berapa kali Faiz beli mobil mobilan yang seribuan. Serius seribuan ? Iyaa... ada. Dijual dalam plastik kemasan bareng sama jepit rambut, stiker, balon tiup, dsb. Awet ? Yah, seribu minta awet. Sejam dua jam roda bakal lepas kemana ajaaa :D
Tapi dari pada dia minta jajan chiki-chikian, ya aku milih mbeliin mobil serebuan ini.
Oh iya, sayang seribu sayang, mobil mobilan bagus yang dikasih tante Sondang dan tante Nur itu justru yang pada ilang #kode.

Nah saat ini, seperti kubilang, Faiz sudah mulai beli beli. Uangnya dari mana ? Dari aku ? Oh... nanti dulu... Faiz menabung uang recehan saudara-saudara.
Awalnya aku keidean sama yang punya tabungan uang 20rebuan buat jalan-jalan tea. Trus aku selalu berusaha memasukkan berapapun recehan yang ku dapat ke kencleng.
Nah, untuk melatih Faiz 'menabung', recehan itu kuberikan ke dia. Nanti dia tabung ke celengannya. Setelah celengan terasa agak berat, dibuka dan dihitung dapat berapa.  Setelah itu baru aku beliin mainan pesanan dia (iya, si Faiznya gak di ajak pas beli. -emak ogah rugi)
Sedangkan uang recehan dari tabungan Faiz, aku pindahkan ke kencleng yang ada di kantor. Hehehe
Hampir setahun ini Faiz baru dapat 3 buah spin go, satu miniatur CRV, dan 2 hotwheel. Sabar ya Naaak.... kalau kamu dewasa, kamu akan menemui realita bahwa selalu ada pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu.
Karena mobil dan motor itu 'milik Faiz', aku bebaskan aja dia untuk mengelola kepemilikannya.
Misal, dia simpan mainan itu di kotak bekas sepatu yang dia sebut 'peti harta karun'. Nggak campur sama mainan lain yang dibeliin Abi, tante, Uwa atau lungsuran Fikri.
Nah, aku sedikit kaget ketika kemudian Faiz datang ke kamarku, dengan salah satu mobilnya udah diplastikin dan minta tolong tulisin surat. Katanya mobil itu mau dikirim untuk sahabatnya di sekolah. Ya sudah aku tulis apa yang dia katakan.
 Aca.
kiriman untuk Aca
hotwheel

Etapi sampai beberapa hari, si mobil itu ternyata masih ada di dalam tasnya. Pas aku tanya kenapa nggak jadi dikasih Aca ? Kata si Faiz : lebar ah.... (sayang). Kontan aku pengen ngakak dalam hati. Hahaha....
Faiz ... Faiz...
Iyalah... gapapa ya.... udah niat kan udah dapat satu pahala kebaikan.
Nanti besar kamu bakal belajar, bahwa berbuat baik janganlah ditunda-tunda macam lagu Bimbo.
Yaks, karena ada dalam diri manusia ada sifat negatif yang biasa disebut pelit. Dan kadang dia muncul begitu saja, bahkan kadang tanpa alasan yang jelas, semacam : 'ya pengen aja, ya sayang aja siih barang gini dikasih ke orang, masih bagus, menyimpan kenangan, dsb
Yang akhirnya membuat kita merasa sayang bila harus mengeluarkan miliknya.

Kamis, 29 Mei 2014

Ketika Musim Cukur Tiba

Setelah lihat IG Mamak soal Gama yang baru potram, jadi keidean mau posting soal potram juga.
Seputar cukur anak - anak ini, aku dan Abi lebih banyak menangani sendiri.
Dari Fathimah sampai Faiz, alhamdulillah kami selalu mencukur  tepat di hari ketujuh, bersamaan dengan publikasi nama. Seperti yang diajarkan Rasulullah agar mencukur rambut dan memberi nama di hari ketujuh. Nama sudah disiapkan, tapi baru dikasih tau ke orang lain pada hari ketujuh itu.

Balik lagi ke cukur, rambut anak-anakku termasuk yang tipis tipis saat mereka bayi sampai dua tiga tahun gitu. Kalau yang cewek sampai sekarang masih aku yang motong rambut mereka. Karena rambutnya pada lurus ya tinggal kres kres aja model bob, kalau yang panjang malah tanpa model. Asal mendekin aja barang 3-5cm.  Yang cowok ini lho, Fikri gak masalah aku cukur sendiripun sampai TK. Kalau nggak salah Fikri mulai ke tukang cukur pas masuk SD.

Tapi, begitu sampai Faiz sekarang, alamaak, rambutnya sih nggak tebel tebal amat yak, tapi lebih tebal dari saudara saudaranya di usia yang sama.  Makanya dari tau kapan aku udah membujuk dia buat cukur bareng Abi ke tukang pangkas rambut. Satu kali dua kali Abi membujuk, nggak berhasil. Malahan pertama kali berhasil ke tukang pangkas rambut ketika diajak sama Bibi. Selain karena bareng Eka,  abis cukur dapat hadiah es krim pulak. Iya, bibi yang nraktir. Cihuy nggak coba...

Nah sejak saat itu hampir setiap 3-4 bulan ya Faiz musti ke tukang potram. Modelnya gimana ? Ngikutin kepala dia aja... model gundul yang baru numbuh gitu.... hihi ... kebayang nggak ?  intinya mah sisakan rambut setengah cm. Gitu aja.

Sampai saat ini aku baru dua kali nemenin Faiz potram. Tapi yang terakhir potram kemarin, si Faiz kasih syarat yang aduhai.
"Hayu, mau cukur sama Ummi, tapi potoin aku banyak banyak ya..." #gubrak
Sempat ada insiden juga. Pas nyampe tempat si Mang, antrian penuh. Yang lagi dilayani 2 orang. Yang nunggu 6 orang termasuk Faiz. Aiih.. daripada bete ya udah pulang aja.
Sore sehabis hujan ke sono lagi alhamdulillah kosong.
Antrian hanya 2 orang termasuk Faiz. Jadi cukurpun gak pake lama. Dan selfipun gak pake malu.
Ongkosnya juga gak pake mahal.
Lima ribu rupiah saja kakaak...

potram pertama sejak bukan bayi lagi, kira kira umur 2-3 tahun gitu deeh

ini potram pertama dianter ummi di tukang pangkas rambut
potram terbaru kemarin, ada adegan selfie segala
Eca-eca baca koran, padahal cuma lihat iklan mobil doang
show tiiimeee.... alhamdulillah tenang banget. karena dia udah niatin kali ye..

Rabu, 14 Mei 2014

Antara Assembly dan Olimpiade Sains

Kemarin udah berturut-turut cerita 3 anak terbesar, sekarang giliran Teteh dan Faiz.

Ceritanya, bersamaan dengan Faiz assembly -gambarnya udah uplod di IG dari kapan tau- Teteh ikutan semifinal olimpiade sains. Aku di sekolah nonton Faiz assembly. Teteh berangkat dan pulang semifinal bareng rombongan sekolah karena kebetulan tahun ini lokasi semifinalnya masih sama-sama di Arcamanik.
Hihi... ngomong ngomong soal olimpiade sains, mari kita menggosip sejenak. Ini pov-ku tentang si olimpiade.

Aku lupa sejarah perkenalanku dengan olimpiade ini gimana. Kalau nggak salah sih, awalnya ada yang nawarin komik sains ke sekolah, mendekati jadwal olimpiade gitu. Untuk nambah-nambah pengalaman anak-anak, maka sejak jaman Fathimah SD, setiap tahun anak-anakku selalu ikut. Alhamdulillah, 2 tahun terakhir, si Teteh terpilih jadi duta sekolah ke olimpiade, jadi aku gak perlu bayar uang pendaftarannya. *emakiritmodeon*

Sejujurnya aku tidak terlalu serius nyiapin anak-anak ikut ini. Hihi dan seperti pernah kubilang... aku emak yang rendah banget level achievement-nya.
Ya palingan mbeliin komiknya aja di salah satu bimbel terkemuka. Tahun ini lebih parah, aku gak beli komiknya sama sekali. Tapi alhamdulillah Teteh ada tambahan les menghadapi olimpiade. Dikasih gratis oleh guru - gurunya.
Makanya.... meski sejak jaman F1 sampai sekarang F4  anak-anak selalu masuk semi final aku nganggepnya biasa aja. Hihi ini semacam emak nggak tau diuntung nggak siih...
Atau mungkin karena aku menilainya dalam lingkup sempit kali ya... soalnya serombongan yang ndaftar dari sekolah anak-anak, hampir masuk semifinal semua.. paling yang gugur satu dualah....
Sebaliknya, belum ada satupun -ya belum ada satupun sejak jaman Fathimah- yang berhasil masuk final. jadi inilah penyebab aku berkesimpulan, apa istimewanya ? Hihi.. *dipentungkomiksegabruk*

Nah pas kemarin si mba Tri ngomongin gimana caranya supaya bisa masuk final, baru deh kepikiran olehku. #ketauanlemotnya.
Ini nih jelekku juga, kalau aku udah nganggep ketinggalan jauh, maka aku akan berhenti lari dan kemudian berjalan lambat. Jadi makin jauh aja ketinggalannya. Gitu juga targetanku ke anak-anak.
Kalau mbak Tri itu, selain rajin memasak, ke anak-anak juga rajin ngajarin pelajaran. Sampai sekarang ke anak pertamanya yang SMA pun. Terkait olimpiade sains ini, setiap anaknya pulang dari olimpiade, mereka ada sessi bahas soal. Rajiiiin kaaan ?
Kalau aku ya.... boro-boro. Udah gak nyambung ...
Akhirnya pertanyaan serius mbak Tri tentang gimana cara masuk final, kujawab iseng dengan kata-kata "kali harus ikut bimbel di sono mbaak".
Eh, malah mba Tri serius mikirnya. Ia seperti mendapatkan another POV aja tuuh... (lain ya... kalau orang SBM ITB maah). "Bisa jadi kali ya Mbak, di sana sering dibahas soal-soal macam soal olimpiade".
Tapi jangan tanya aku bagaimana macam soalnya ya... aku nggak baca sedikitpun.

Trus di kalangan ibu ibu  sudah ada semacam anggapan, yang masuk final dari Bandung mah anak SD tertentu. Seperti cerita teh Silvi  di salah satu komen IG-nya. Ya sebenernya nggak juga siih...
Selain dari SD terkemuka itu, selalu ada satu dua dari SD lain.
Aiiih... baru deh ini, kepikiran, sebenernya, bisa jadi kaaan... satu atau dua dari SD lain itu anak kita, anakku, anak mba Tri atau anak teh Silvi, atau anak mba Lidya dari Bekasi sana kaan kan ? Nah, sekarang mari kita amiiiiin-kan berjamah...
Jadi ? Jadi sebenernya masih bisa berlari ya...
(Oke Teteh, insya Allah kita kejar 2x lagi di level 3 ).

Alhamdulilah, untuk tahun ini memang hasil si Teteh agak lumayan. Agak-agak di atas gitu...lagi-lagi kata Mbak Tri. Soalnya dia duluan yang liat pengumuman di web. Haha.. Baru setelah aku di SMS mbak Tri, aku buka web dan nge-print buat Teteh.
Begitu datang dari semifinal, Teteh nemuin aku di arena assembly Faiz , kemudian dia curhat :
"Mi, lebar ya (bhs Sunda : sayang ya).. tahun ini yang 10 besar dapat tabungan"
"Kamu nomer berapa memangnya ?"
"Nomor 11, lebar ih... satu lagi"
"Kamu tahu dari siapa dapat tabungan, kan biasanya enggak pernah ?"
"Dari Attakwa ada yang dapat, anak level 2 juga. Dia nomer 4 apa nomer 6 gitu"
"Ya sudah... nggak papa. Itu namanya belum rejeki. Dan yang namanya rejeki bukan hanya uang, kamu sehat, kamu pinter, itu juga rejeki yang harus disyukuri. Masih ada kesempatan di level 3 nanti."
(see ? komen emak nrimo kaan ?)
Si Teteh manggut manggut.
Hadeeeuh... ini aku kok jadi merasa bersalah gini ya... jangan jangan aku sudah menularkan mental nrimo, gampang puas, gak mau usaha lebih dsb ke anak-anak. (Nggak bakat banget kan buat ngadepin anak very superior ? Qiqiqiqi dibahas lagi)
Ya Teh, mari kita lihat, apakah dari sepuluh finalis olimpiade ini ada dari Attakwa ?
Atau kamu salah satunya ? (aamiiin)
Semoga hasilnya membanggakan ya.. dan bisa 'membayar' jerih payah bapak dan ibu guru yang telah memberikan les dengan sukarela tanpa biaya apapun 3x dalam seminggu. (Amiiiin sekali lagi).

Kalau soal Faiz assembly singkat aja ya... lihat aja di foto-fotonya. Ini aku melihat dia mau naik panggung aja udah alhamdulillah... soalnya seminggu sebelum pentas, bu guru sms katanya Faiz gak mau latihan karena nggak mau naik panggung. Tapi pas kucerita ke bu guru betapa hebohnya dia memeragakan gerak dan lagu, bu guru pun berkata : ya syukurlah. Sudah saya kasihh tahu Bu, pokoknya semua nanti harus belajar naik panggung, meski di atas cuma diem. :p

Selfie dulu....eh itu balon milik tetangga belakang kursi lho.. kayak ada di tangan Faiz ya..

 
bergaya setelah ganti busana
tampil ramai ramai di panggung
Ini pas pementasan PG, lucu ya.. bu Guru PG-nya kasih instruksi di depan panggung, di barisan depan para penonton. Kebayang nggak sih.. perjuangan nglatih anak dibawah 4 tahun yang sekolahnya cuma seminggu 3x ? qiqiqi

ngantri pentas

Selasa, 01 April 2014

Taman Wisata Kampung Batu Malakasari

Sebenernya ini postingan lama. Udah ngendon di draft hampir setahun. Pas Faiz lulus dari kelas A di TK Mutiara. hehe.. iyah, ini udah masuk TK A lagi di Attakwa dan sekarang nggak kerasa udah mau lulus kenaikan kelas lagi. Hihi... time flies banget ya...
Cuman karena kok ada benang merah yang menghubungkan, jadi wee... naik cetak deh.

Ceritanya setahun lalu  acara perpisahan Faiz ke Kampung Batu. Tepatnya Taman Wisata Kampung Batu Malakasari - Baleendah - Kabupaten Bandung. Nah, acara perpisahan ini  udah digadang - gadang sama Bu Guru,  kalau bisa semuanya ikut. Yaa... akupun akhirnya ijin nggak masuk kantor. Setelah sehari sebelumnya Bibi bertugas mengambil raport.
Trus kebetulan Teteh juga sudah libur sekolah, jadi kita angkut sekalian dengan resiko nambah iuran transport dan konsumsi 60rebu.
Kalau aku ijin-ijin gini, bukannya enggak sayang sama 5% potongan tunjangan yah.. anggap saja itu tambahan ongkos jalan jalan. Daripada menzholimi teman sebelah yang kerja keras nerima customer sementara aku enak enak jalan - jalan... hihi

Ini foto-foto tahun lalu :
Bibi dan Eka pas baru turun dari bis

mobil kereta apa kereta mobil ? Kendaraan ini berputar keliling lokasi, tiket tahun lalu 10 rebu, tahun ini masih sama. Tampak bukit batu di kejauhan, ini kayaknya kenapa di sebut kampung batu
kolam renang dengan 'ember tumpah' yang bikin Faiz takut takut tapi pengen lihat. Tiket masuk water boom 25rebu per orang. Renang gak renang mbayar.
 
kami semua naik perahu, tiket 5rebu per orang.

Ini Faiz 'belajar' turun ke kolam renang di lokasi water boom. Kelihatan ya.. awal dia mau nyoba, dituntun teteh gitu, agak gamang .. trus terakhir  udah mau mentas aja. Saking paniknya sampai berpelukan sama Teteh. *ini emak bukannya nolongin malah main kamera.
Nah, kok ya di tahun berikutnya, ketika Faiz udah di At-takwa, ada acara outing ke sini juga.
Aku sudah membujuk Faiz supaya tidak ikut saja..kan udah pernah. Dengan enteng Faiz menjawab..itu kan waktu di Mutiara... di At-takwa beluum... aaah.. anak pinter.
sempat kepikir udah aja Faiz berangkat outing sendiri. Toh F1-F4 dulu juga biasa outing nggak dianter. Etapi mendengar komen Abi "kamu tega sama anaknya" langsung luluh deeh...
Kalau dipikir-pikir, kata-kata Abi itu bener 100%. Di rumah,  gak ada pengganti Ummi buat anak-anakku. tetapi di kantor banyak sekali tenaga subtitusi atas ketiadaanku di meja.
Dan akupun minta ijin. Bukannya berat karena harus dipotong ya.... tapi di saat keberangkatan Faiz ini, teman sebelahku sedang cuti. Lha kalau kami berdua cuti, yang jaga loket siapa ??? *errr.. masih ada siih, anak OJT*
Dengan pertimbangan aku nggak tega dengan kegemparan besok kalau tiba-tiba aku gak ada, aku ijin sejak Rabu sore.
"Titi kamu ijinnya mendadak sekali" (boss sedikit panik)
"Iya Bu, saya kan membujuk suami sampai saat saat terakhir" (anak buah ngeles )
"besok tiga orang dinas ke kanwil, kamu tau sendiri kan, 2 orang di depan lagi cuti, si A nggak bisa datang pagi" (boss curcol)
"Wah itu mah tinggal ibu bilang aja 'Aberangkat lebih pagi, usahakan jam 8 sudah di meja' pasti dia datang pagi Bu"  (anak buah ngelunjak, nasehatin boss)
Boss diem sebentar.
"Kamu nggak bisa siang datang, Ti ?" (boss ngarep)
"hehe.. kayaknya... enggak Bu, soalnya di luar kota" (anak buah bandel)
"Ya sudah, jadi siapa saja yang sudah bisa ngerjain kerjaanmu ?" (boss nyerah)
"Si C, D, E" aku menyebutkan nama-nama anak OJT.
Kesimpulannya sebenernya #AYTKTM, apapun yang terjadi, ku tetap membolos. hehehe..

Nah, pas hari keberangkatan, aku sudah sedikit dagdigdug. Pengalaman awal tahun ajaran, kalau aku ada di sekolah atau di dekat Faiz, kebiasaan dia malah jadi manja. Nggak mandiri. Lihat ini ekspresi dia di halaman sekolah.

lihat itu wajah embok-embok'en, alias mau nempel terus sama ummi. Nah pas disuruh naik bis, eh.. lari dengan semangat. Aku suka pose larinya.
Alhamdulillah selama di tempat berlangsungnya acara, Faiz ada kemajuan lah. Mau lepas dari Ummi, nggak kayak tahun lalu, nempel terus nggak mau ikut kegiatan.
jadi dia bergabung dengan teman-temannya. Kegiatannya
- nangkep ikan
- berjalan di jembatan goyang yang bikin basah (aku nyobain, tapi udah sore, kamera dah mati, jadi gak ada gambarnya)
- flying fox khusus buat anak-anak, dimulai dari memanjat jaring laba-laba, naik rumah pohon, baru meluncur.
- menanam jagung
- melihat rumah panggung (ternyata dipakai foto prewed juga)
- memberi makan kelinci dan rusa
Setelah itu baru deh.. anak-anak makan siang dan bersiap berenang. Faiz masih enggak mau renang. Ya sudahlah nggak papa, Ummi juga nggak bawa ganti. Kalau anak nyebur, ummi kan ikut nyebur. kita makan eskrim aja ya.. dipinggir.

eskrim jelly yang rasanya di luar dugaan Faiz - eh nggak mau ngabisin dia, asem katanya.
naik kereta mobil tetep heits... bahkan sampai dua balikan


Sekian laporan tentang kampung batu. Ih.. geje banget ya postingannya.
Kalau benar benar geje... ya anggep aja april moooopp



Jumat, 07 Februari 2014

Keajaiban Doa

(وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ)

Dan bila aku sakit Dialah yang menyembuhkannya'
(Q.S.Asy.Syu'ara,ayat 80)


"Ummi, doain aku ya..." itu adalah kata - kata Faiz.
Sering diucapkan kalau dia merasa ada kesulitan atau enggak ada kesulitan pas dia ingat.
Kayak sekarang ini, dia lagi stuck di Iqro' 4 halaman 4. Udah 3 hari aku jelaskan ulang, bukannya dia makin mengerti malah makin bingung. Sampai-sampai semalam dia mengatakan ; Ummi, doain aku dong, biar aku ngerti.

Yang paling sering, adalah dia minta didoakan saat sakit. Walaupun itu sakitnya cuma lecet sedikit. Okey, Faiz memang agak lebay... macam Ayuk aja yang ambang sakitnya rendah.
Setiap dia mengadu sakit maka hal pertama yang kulakukan adalah mengusap-usap bagian yang sakit itu sambil berdoa :
'syafakallah' (semoga Allah menyembuhkanmu) baru kemudian aku kasih obat sesuai sakitnya. Betadin kalau luka, atau sekedar pijit kecil dan minyak gosok kalau pegel-pegel gitu.
Mungkin karena dari kecil diperlakukan demikian, lama kelamaan itu seperti 'kebiasaan'. Bahkan belum sah rasanya misal pas dia jatuh, kemudian Abi yang nolongin dan cuma mengusap-usap saja tanpa mendoakan.

Kenapa kalau sakit aku doain dulu ?
Karena itu 'obat' yang paling murah dan dapat dilakukan seketika itu juga. Nggak pakai nunggu atau antri seperti kalau ke dokter. Doa itu semacam sugesti. Memberikan keyakinan akan kesembuhan seperti ayat di atas. Kalau aku sakit, Allah akan menyembuhkan.
Selain itu, hal ini juga akan mengajarkan kepada anak, bahwa segala sesuatu yang terjadi pada dirinya, tidak terlepas dari kehendak Allah.

Rasulullah pun selalu mendoakan para sahabat beliau yang sakit. Antara lain dengan doa yang pendek ini :
Syafakallah, la ba'tsa thohurun insya Allah
(semoga Allah menyembuhkanmu, nggak papa, -sakit ini- mensucikanmu insya Allah)

Kamis, 16 Januari 2014

Like Father Like Son

Orang banyak yang enggak nyangka, kalau yayang Abi itu suka bercanda. Emang  penampakannya pendiam dan seperti tanpa ekspresi atau kata Mak Sondang, Mr. Kulkas (Toosss Maak.. sesama kulkas).
Tapi kalau di rumah ya gitu.. heboh sama anak-anak. Makanya enggak heran kalau Faiz yang saat ini lebih banyak waktunya berduaan Abi, jadi banyak niru Abi. Aku udah pernah ceritain di sini.
Ini salah satu ceritanya.

Cara Abi :
Faiz pamitan ke Abi, mau naik ke kamarnya di lantai atas. Trus seperti biasa, Abi minta ritual cium-ciuman. Biasanya Faiz 'diakalin' sama Abi, Abi minta cium pipi kanan, pipi kiri, kening, janggut, dan lainnya. Trus kalau Faiz udah nggak sabar gitu, Abi biasanya membujuk, udah.. tiga kali aja ciumnya...
Dan Faizpun mencium Abi dan Abi menghitung..
satu... *jeda*... dua.... uhuk uhuk... (abi batuk) bentar bentar, ulang lagi ya... 
Faiz menerima permintaan Abi, mulai mencium Abi lagi dan Abi menghitung lagi
satu.... eh bentar-bentar Abi duduknya kurang enak nih.
Maka penghitungan pun mulai lagi dari awal. Demikian sampai beberapa kali dan Faiz berteriak
"Abi maaah nggodaiiin"
Dan akhirnya mereka berdua tertawa bersama

Cara Faiz :
suatu malam aku nganter Faiz ke kamarnya. Awalnya dia minta digendong sampai tangga katanya. Nanti mau naik sendiri. Baiklah...
Pas dalam gendonganku dia bilang : "Aku belum main sama kamu ih.."
"Iya ya.. " jawabku. Karena memang malam itu baru jam 8 dan dia udah minta naik ke kamar. Abis maghrib ngaji sama aku terus dia asyik menggunting dan menempel dari bobo junior sama Teteh. jadi memang belum main sama aku.
Pas sampai tangga dia ngerayu lagi, "sampai kamar dong Mi, nanti aku tutup pintu, terus Ummi turun"
Ya udah aku anter sampai kamar. Nah pas sampai kamar dia minta peluk dooonggg...
Yaah.. baiklah.. toh masih jam 8 ini pikirku.
Nah pas peluk peluk ini, aku bilang, sampai hitungan tiga ya... Akupun berhitung satu sampai tiga
Trus Faiz bilang : Sampai 10 atuuh...
Aku bilang : lima aja deh
Trus Faiz bilang lagi : sampai 7 laah..
Aku : ya deh, sampai tujuh.
Faiz bilang : aku yang hitunggg...
"iyaaa..." jawabku.
Faiz pun berhitung :
satu.. dua.. tiga.. empat.. lima ... enam...  dia berhenti di enam. aku ketawa inget modus Abi.
Trus lihat aku ketawa, dia bilang "aku belum bilang tujuh"
Trus  kubilang : "itu udah bilang tujuh " sambil ngakak ketawa menggodanya
Faiz belum menyadari. Trus dia bilang.
"bentar bentar ulang lagi...salah yang tadi mah..."
satu.. dua.. tiga.. empat.. lima ... enam...  dia berhenti di enam lagi.
aku ketawa lagi.
trus dia bilang lagi... "tunggu aku belum bilang tujuuuh..."
"ituuu tadi bilang tujuh..." kataku sambil ketawa gelii.
Kali ini Faiz sadar dan dia nangis .. "aku belum bilang tujuh..." Rupanya dia kesel aku godain.
Akupun memeluknya dan minta maaf (sambil masih menahan tawa)


Senin, 23 Desember 2013

Highlight Last Week

Pas aku lihat jadwal postingan sebelum yang dipaksain harus tayang hari Ibu kemarin,  ya ampunn... udah seminggu. Padahal kan minggu kemarin banyak banget peristiwa bersejarah dan berkesan. Dan mau cerita satu demi satu rasanya udah enggak mood lagi, tapi ya sayang juga untuk dilewatkan. Baiklah mari kita cekidot satu demi satu

17 Des
Jadwal Faiz berenang. Yang terakhir di semester ini. Setelah kesempatan berenang pertama dan kedua yang dia enggak berani masuk ke kolam, alhamdulillah, kali ini dia mau masuk kolam renang. Kata bu Guru, ini sebuah kemajuan.
Meski belum berani mandi air dingin (ini mah gue banget) tapi sudah mau main ciprat air sama bu Guru dan membenamkan muka ke dalam air.
Syukurlah ya... semoga ke depannya dia bisa berenang beneran.

Ini pas aku jemput Faiz di renang kedua. Belum mau masuk kolam samsek. Giliran yang lain udahan dan lari-larian, baru deh ikutan
18 Des
Anniv pernikahan yang ke 17. Sweet seventeen...... sampai enggak bisa berkata-kata. Udah kuposting di IG-ku. hehe
Seperti biasa, enggak ada acara apa-apa. Nggak ada us time, biasa aja deh pokoknya. Bahkan aku juga lupa. Pagi pagi, bangun tidur aku teriak, asyiik ada yang ulang tahun.
Si mbak nanya, siapa Mi ? Kamu ultah tanggal berapa ? tanyaku balik
Tanggal 20.
Oh berarti ulang tahun pernikahan Ummi dan Abi hehehe..
Sampai diketawain Baginda Ratu tuh, pas aku cerita hal ini. intinya, aku lupa, mana yang tanggal ultah mbak, yang mana yang anniv aku dan Abi.
Tapi pas aku  pulang kantor, Abi ngeluarin satu set pisau Oxone. Anak-anak nyorakin itulah hadiah anniv -nya.
Abi membelikan yang warna biru

Trus hari ini juga si Teteh mamerin apa yang dibawa dari sekolahnya hasil class meeting gitu.
Yang pertama adalah bungkusan berisi lunch box, mug dan buku KKPK sebagai hadiah juara tiga lomba mengarang cerpen tingkat sekolah.
Dan satunya lagi adalah piala juara 1 lomba sains tingkat sekolah. Pesertanya kelas 3 - 5. Karena kelas 6 jadi panitianya.

Hadiah Teteh.
Aku jadi ingat pembicaraan malam sebelumnya, ketika Teteh nanya menurutku bakat dia apa. Ya kubilang aja, kamu nyamannya ngerjain apa. Dia suka menulis. Bahkan dia juga sudah punya blog.
kupikir dia mau bilang nulis atau apa, ternyata dia bilang, bakatnya sains.
Baguslah Nak, kalau gitu. Semoga dia menjadi seseorang yang seimbang maksimal otak kiri dan otak kanannya. Kan ilmumnya bisa ditularkan melalui tulisan. Jarang- jarang lho...
Banyak orang pintar tapi sulit menuangkan kepintarannya dalam bentuk tulisan.Sebaliknya karena pandai menulis, ilmu yang sedikit menjadi abadi dan lebih luas manfaatnya karena dibagikan lewat tulisan.

19 Des
Ambil rapot Faiz. Seneng deeh.. ketemu Bu Guru. Faiz banyak kemajuan katanya, yang awalnya datang pendiam seperti pengamat sekarang sudah mulai terdengar suaranya. Sudah berani berpendapat. Dan sudah bermain dengan semua teman. awal-awal kalau main cari aman. Mainnya sama anak perempuan yang no terjangan, no pukulan, no dorong-dorongan. Nggak mau main bola dsb. Sekarang sih sudah mau, walaupun masih pada tahap main berdua dengan siapaa.. gitu, belum mau main ramai-ramai atau masuk tim futsal. Tapi kan itu kemajuan. Bu Guru enggak tau aja, kalau di rumah main bolanya kayak apa. Ya emang sih.. nggak bakalan ditabrak sama Fikri atau Abi haha
Rapot Faiz juga lumayan bagus, kebanyakan berkembang sesuai harapan.
Hanya satu catatan bu Guru, bu Guru menargetkan Faiz mempunyai hafalan yang lebih banyak dari kebanyakan temannya. Lho ! ini mah bu Guru kasih PR buatku :p

Faiz main bola di sekolah, captured by Bu Guru.

Trus pas ngambil rapot ini juga, ketemu guru Teteh, katanya Teteh sih.. ngumpulin cerpen di hari terakhir. Padahal karya teman-teman lain sudah dinilai karena mengumpulkan lebih awal. (duh ini mah emaknya banget, ikut lomba di saat - saat terakhir). Jadi jurinya menilai cepat cepat.
aku bilangin Teteh, lain kali kalau ada lomba lagi, buat maksimal dan kumpulin di awal waktu. Siapa tahu jurinya jatuh cinta pada pandangan pertama. hahaha

Malemnya aku dibuat ngikik sendiri mendengar percakapan Faiz sama Teteh
Teteh : Iz, mbak besok ulang tahun lho
Faiz : Iya gitu ? kita ucapkan yuk
Teteh : yuk kita bikin ucapin ya besok bangun pagi, kita bikin kartunya.
Terus mereka berdua bikin kartu love-love gitu.

20 Des
Ultah mbak
Pagi-pagi bener Faiz sama Teteh bangun tidur ngasih kartunya ke Mbak. Sayang euy, aku lupa ngambil gambarnya, dan lupa juga ngintip apa kata-kata yang mereka tuliskan #emakKepo

Hari ini juga giliran Fikri dan Mbak terima rapot. Bagian Abi untuk ngambil raport mereka berdua.
Fikri rapotnya alhamdulillah ada kemajuan, pesat. Aku tidak membandingkan dia dengan temannya, tapi dengan dirinya sendiri. Di akhir semester lalu Fikri 10 besar dari belakang. Dan alhamdulillah semester ini melejit ke 10 besar dari depan.


kalau Mbak rapotnya ya lumayan juga. Kan tahun ini sudah berlaku penilaian yang bukan pakai angka tea. Jadi nilai mbak dalam abjad. Nilainya B semua, beberapa B+  ada juga B- tapi aku lupa ada berapa buah. ya alhamdulillah.
Kata mbak, nilai dia bagus tapi tidak memuaskan. hahaha.. syukurlah ya.. kamu udah bikin target sendiri mbaak.. bukan kata Ummi lhoo.....*cuci tangan

21 Des
Ambil rapot Teteh.
Alhamdulillah hasilnya juga bagus. Kalau dari peringkat kelas juga naik. Semester lalu peringkat 6, sekarang peringkat 3. Tapi aku lebih suka membandingkan nilai dia semester ini dengan semester sebelumnya. Naik 1 poin. lumayan lah. Belum seperti semester satu kelas 3 sih. Semester lalu tuh, nilai Teteh anjlok karena dia lagi tergila-gila baca buku. Iyah, tergila-gila. Sampai bukupun dibawa tidur dan disimpan di bawah bantal. Bangun subuh bukannya keluar kamar, malah nglanjutin baca (niru siapa nih...)
Ya sudahlah, toh yang dia baca juga buku yang bermanfaat. Aku hanya mengingatkan saja, jangan sampai jauh tertinggal di pelajaran. Karena Teteh kan masih pakai 'jalur pada umumnya'. Belum yang ngambil spesialis apaaa gitu.... Jadi nilai juga masih penting untuk masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi nantinya.

Satu catatan dari Wali Kelas adalah menanyakan tentang aktivitas Teteh di socmed.
Ya kusampaikan saja, aku tahu mengikuti aktivitas dia. Wong dia fb-an dari hapeku kok. Dan kalau Teteh belum marah aku stalking lewat akun dia, baca-baca inbox dia. Karena Teteh memang lumayan lengket sama aku. Kalau yang besar-besar kan sudah berasa punya privasi gitu. setiap pinjem hape, langsung log out pas hape dikembalikan. hehehe


Itulah cerita singkat minggu lalu. Masih ada satu cerita lagi di week end yaitu tentang peringatan hari ibu bareng ebo-ebo pengajian. Tapi entar lagi deh.. udah pegel nulisnya


Sabtu, 14 Desember 2013

Termakan Iklan

Waktu janjian makan sama The Girls dua minggu lalu, aku dan Sondang dicegat sales mobil. Sondang langsung ngasih kode enggak. Aku yang jalan di belakangnya, malah mengangkat tangan meminta flyer sambil tetep jalan. Ngikik berdua pas sudah berlalu dari si mbak, dia masih bilang "ada yang seratusan lho Bu..."
*iye... ketauan yak duit kita pas-pasan nggak jauh sama tampang?*

Eits, sebentar... ini bukan cerita mau beli mobil ya... karena untuk keluargaku saat ini  aku dan Abi menilai belum perlu. Buat apa ?  Ke kantor kami PP pakai motor, searah pulak aku dan suami. Selalu ngebayangin mau berangkat dan pulang jam berapa kalau bawa mobil. Berharga sekali lima sepuluh menit bersama anak atau belom selesai masak. *lagian klo pake mobil gak ada alasan peluk suami sepanjang jalan hahaha*
Buat antar jemput anak ? Kayaknya belum juga. Sekolah anakku semua masih di sekitar rumah. Tinggal ojek/ngangkot paling 5-10 menit.
Buat jalan-jalan. Ini apalagi yah, jalan juga setaun sekali belum tentu. Kata Tri, nanti kalau mbak Titi nyicil mobil, tambahkan ongkos jalan-jalan di cicilan bulanannya haha..
Tapi yang paling penting, mengalahkan semua hal di atas, ya memang duitnya belom ada juga siiih.... *ketawa lebar. Ngapain dibahas ya... ya maksudnya kalau itu keperluan, pasti bakal diusahakan kan kaan ?*

Tapi tunggu dulu, beda lagi kalau kata Faiz. Ceritanya si flyer mobil itu kebawa pulang dalam tas. Pas Faiz minta kertas buat bikin pesawat, keluarlah si kertas itu. Bukannya dibikin, malah dilihatin gambarnya.
Wow, dia perhatikan dengan serius.
Aku iseng nanya :
"Faiz pilih mobil mana ?"
"Inih " (sambil nunjuk CRV)
"Itu namanya si-ar-vi"
"Iya, aku mau si-ar-vi"
"Mau yang berapa cc ? 2000 apa 2400?"
"Yang 2400" (berhubung Ummi kagak ngerti apa fungsi dan beda cc ini jadi gak dibahas)
"Mau yang warna apa ?"
"Aku mau warna putih".
"Nanti kita lihat di jalan, ada yang putih enggak ya..." (bukan lihat di showroom ya...)
*kemudian hening, Ummi gak lanjut membahas harga, khawatir merusak imajinasi anak*

Minggu, 24 November 2013

Akhir Pekan Yang Sibuk

Biarin lah ya... nggaya dikit, sibuk-sibukan melulu. Lha kalau enggak sibuk malah dipertanyakan, ngapain aja anaknya lima kok enggak sibuk.

Setelah 5 hari kerja yang super full karena memang lagi 'peak season', menjelang akhir penerimaan laporan bulanan, maka mari kita sambut dua hari akhir pekan yang  (juga) bakal menyibukkan. Udah kebayang soalnya undangan sudah di tangan dari beberapa hari lalu.

Sabtu pagi sampai siang ada acara di sekolah Faiz dalam rangka memeriahkan tahun baru Hijriah. Ada lomba-lomba antar anak, dan ada juga lomba menghias tumpeng untuk ibu-ibunya. Lomba menghias tumpeng tanding antar kelas.
Anak-anak lomba mewarnai, lomba tahfidz Al Qur'an dan lomba busana muslim. Selain itu juga ada penampilan dari masing masing kelas.

Pagi-pagi diawali lomba mewarnai. Anak-anak udah dikondisikan oleh bu guru di selasar kelas. Kertas bergambar dibagikan. Lucu-lucu komen anak kelas A ketika bu guru pesan mewarnainya harus selesai, tidak keluar garis, langsung ada yang nyautin : bu guru, mewarnainya kebanyakan..... hahaha..
Kebayang ya... konsentrasi mereka kan baru 10 menitan. Ini musti menyelesaikan mewarnai satu halaman folio yang paling enggak perlu waktu setengah jam.

Setelah anak-anak mulai mewarnai, para ibu mulai menghias tumpeng. Selesai bantu-bantu menghias tumpeng, aku ke lokasi lomba mewarnai lagi. Kulihat sebagian besar anak kelas A sudah menyerahkan kertasnya. Tentu saja dengan warnaan yang belum selesai. Paling tinggal beberapa anak aja. Faiz masih mewarnai, tapi sebentar-sebentar berhenti, lihat temannya, lihat kertasnya yang belum selesai, mewarnai lagi dikit, lihat temannya lagi yang sudah lari-lari, aaah..... dia sudah bete. Untunglah bu Iis, salah satu guru Faiz, membujuk agar Faiz menyelesaikan gambarnya. Kata bu Iis, ayo semangat Faiz, katanya mau dapat piala...
Aku sih nggak terlalu ngarep yaa... soalnya kan kalau dilombakan sama kelas B, ya kelas A mental kemana-manalah... targetku buat Faiz cukup belajar menyelesaikan tugas yang diberikan.
Akhirnya setelah dibujuk-bujuk Faiz selesai juga mewarnainya. Tapi olala... kenapa itu celana kanan-kiri beda warna? Trus sepatu kenapa satu kuning satu orange ? (Kata Abi ya sah-sah aja, buktinya sekarang juga ada kok yang jual sendal/sepatu kanan-kiri lain gitu).

Selesai mewarnai, anak-anak menuju halaman belakang di mana panggung di gelar.
Eh pas duduk-duduk gitu, Faiz tiba-tiba bilang mau muntah. Adooooh... aku segera gendong dia ke toilet. Dan memang benar langsung muntah. Kenapa ini anak... aku mengingat-ingat ritual pagi tadi. Apa yang salah... mandi air anget, sarapan udah, kekenyangan enggak, tapi ah sudahlah... Faiznya alhamdulillah tetep tenang kok. Aku ke kantor guru minta minyak kayu putih. Alhamdulillah dapat. Setelah dibalur  minyak, Faiz main lagi, dan minta makaaaaan. Laper kali bo, sarapan keluar semua.

Kemudian diumumkan lomba tahfidz akan dimulai,  ternyata hari ini hanya menampilkan para finalis yang sudah diseleksi di kelas pada hari Rabu dan Kamis. Waaah... aku enggak tau kalau ternyata Faiz lolos seleksi tahfidz. Sampai terharu. Lha dia crita tapi enggak meyakinkan gitu. Yakinnya cuma mewarnai aja. Apa umminya yang enggak perhatian ya... alhamdulillah pas dipanggil naik panggung dia mau, enggak pake ngambek tapi suaranya kecil beut. Urusan sama anak-anak kicik gini guru-guru bener bener udah pengalaman. Kalau ngambek ya dilewat dulu. Habis Faiz turun dipanggil teman lain ada yang grogi, ilang deh hafalan. Trus ada juga yang mau menghafal tapi enggak mau naik panggung. Lucu-lucu... kayak teteh kecil dulu, udah didandanin malah ngambek nggak mau nari, katanya kesel wajahnya 'dicoret-coret'. Hahahaha... di make up Teteeeh... Make UP ! (Ketauan banget anak emak gak pernah dandan).

Lomba tahfiz selesai, ada sessi dongeng daru Kak Nur Halimah yang pernah yang pernah menjuarai lomba mendongeng tingkat nasional. Anak anak ngerubutin panggung. Ada yang ikut naik malah, dan mainin boneka tangan. Yaaa... namanya juga anak-anak.

Setelah dongeng selesai, baru lomba busana muslim. Lucu,  pas lihat anak-anak naik panggung satu per satu untuk bergaya, Faiz malah melipir ke arena bazaar. Enggak mau beranjak dari konter walaupun aku udah bilang enggak akan membelikan mainan apapun. Awalnya aku enggak nyadar kalau dia menghindar dari lomba busana ini.  
Ketika kukatakan bahwa kelas A udah selesai naik panggungnya, baru deh dia mau ke arena panggung lagi. Nggak papa ya Faiz, enggak ikut lomba busana muslim, memang kamu enggak ada keturunan nggaya hahaha walaupun kalau di rumah kamu banyak gaya.

Tibalah saatnya untuk penampilan per kelas. Dimulai dari kelas play group, kelas A baru kelas B1 dan B2. Masing masing kelas unjuk kebolehan. Kelas PG menari, kelas A menyanyi dan main tepuk, kelas B menyanyi, menghafal surat, menghafal hadits sama apa lagi ya lupa. Yang jelas kelas B lebih banyak unjuk kebisaannya.
Baru setelah itu diumumkan hasil perlombaan. Ternyata dari semua lomba, ada dua kriteria. Kelas A+PG sama kelas B. Waaah ... ada harapan dooong... Faiz bawa pulang piala. *ummi mulai ngarepdotcom*

Yang diumumkan pertama adalah lomba tahfidz, alhamdulillah Faiz juara dua. Juara satunya emang pede habis, bacaannya juga bagus. juara tiganya yang tadi mau baca tapi gak mau naik panggung.
Baru juga turun panggung, Faiz dipanggil lagi untuk juara dua lomba mewarnai.
Alhamdulillah.... sehari dapat dua piala. Masih jago kandang nggak papa ya.... nanti nanti latihan ke kandang lawan. Faiz kelihatan seneng tapi sok cool gitu.
Ketauan bangganya pas di rumah dia cerita ke siapa aja yang datang.

Habis zhuhur acara berlanjut dengan  pertemuan ibu-ibu PJ sekolah ibu di rumah. Mari siap-siap bila rumah berubah menjadi seperti kapal pecah karena beberapa sudah konfirm mau ngajak SEMUA anaknya. Ada yang 3 ada yang 2. Syukurlah ya.. cuma 5 anak itu pleus Faiz saja.
Karena tadi pagi gak sempat bikin2,  ku beli kue aja di sebelah, pleus ngedadak masak makroni dan puding. Saking sibuknya puding lupa enggak dikeluarin sampai mereka pulang. Anak-anakku yang kesenengan.
alhamdulillah rumah yang berantakan rapi dalam sekejap, karena ibu-ibu dari si anak-anak tadi kerja sama merapikan kembali. enak ya.. punya teman pengertian gini.

Abis ashar aku pergi untuk ngaji pekanan. Hape aja perlu di-charge, semangat ibadah pasti lebih perlu lagi. Maghrib sampai rumah dengan badan lumayan tepar. Syukurlah tadi siang sudah memborong sayur dan lauk masakan ibu-ibu di bazaar, jadi aku tinggal menghangatkan aja.

Hari minggunya aku pergi lagi. Kali ini acaranya cukup serius. Seminar ketahanan keluarga. Kalau diceritain lengkap bisa jadi satu postingan lagi bahkan mungkin bersambung. hehehe... berarti aku harus mengingat-ingat lagi isi ceramah. 
Acara ini sebenarnya sampai sore. Tapi berhubung aku pergi sama Faiz, kayaknya hanya bertahan sampai siang.

Sessi pagi mendengarkan pemaparan tentang  pemikiran feminisme, LGBT, sex bebas, pornografi, pornoaksi dsb serta upaya-upaya penganutnya dalam mensosialisasikan faham tersebut. Ngerilah judulnya.
Intinya bahwa pemikiran-pemikiran  itu 'menyerang' dari institusi terkecil yaitu KELUARGA. Dan haluuuuussss.... banget. Sampai-sampai yang diserang seringnya enggak kerasa. Contohnya : misal ngajari anak baca abjad.  A-apple, B-blue, C- condom (biasanya kan cat yaa).
Masaaa' dari kecil dah dikenalkan dengan benda ituh? X_X
Hadeuuuh.....
Mestinya aku  pergi sama Abi, supaya
Abi dapat infonya langsung dari nara  sumber, sayang,  Abi memilih di rumah menemani 4 anak lainnya.

Contoh lain dari tontonan, melalui karakter-karakter yang nggak jelas cowok ceweknya, secara nggak sadar yang tadinya orang enggak setuju dan menentang, lama kelamaan menjadi memaklumi karena begitu banyaknya pelaku di sekitarnya.
Contoh lain lagi, banyak diantara kita yang sudah maklum aja kalau ada host laki-laki yang melambai. Padahal jaman lenong rumpi dulu kita masih nganggep bahwa perilaku 'melambai' itu sesuatu yang aneh.
Begitulah saudara-saudara.
Jadi berasa makin berat nih, PR menjaga diri dan keluarga. Semoga Allah SWT mudahkan tugas kita para ibu dalam membantu suami mendidik anak-anak. Aaamiin...

Demikianlah akhir pekanku kemarin. Malem masih dilanjut menjahit tas yang beberapa diantaranya bakal aku hadiahkan buat para komentator yang beruntung.
Mau tas ? Langsung aja cuuzzz ke sebelah yaa...