Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 November 2025

Jalan Kaki di Sport Jabar

 


Setiap aku melihat postingan teman-teman Stravaku yang olahraga di Sport Jabar, dalam hati kecilku berbisik, "kapan ya aku bisa olah raga di sana". Alhamdulillah niatan ini bisa kesampaian dengan cara yang sama sekali tidak terduga. Bukan olahraga di akhir pekan seperti yang aku bayangkan selama ini, melainkan aku ditugaskan oleh kantor untuk melakukan pelayanan di Sport Jabar sehubungan dengan acara Jabar Kabisa 2025.

Alamat Sport Jabar
Jl. Pacuan Kuda No.140, Sukamiskin, 
Kec. Arcamanik, Kota Bandung

Pagi itu aku sampai lokasi jam 7 pagi lewat beberapa menit.  Karena layanan dimulai pukul  8 pagi, maka aku jalan kaki dulu keliling lokasi. Suasana sangat ramai. Ada sebagian pengunjung Jabar Kabisa yang sedang melakukan olahraga bersama,a sedang menyiapkan stand pameran, ada yang loading barang, dsb. Jadi meskipun bukan akhir pekan suasananya lebih ramai dari akhir pekan.




Aku berjalan mengikuti arus orang-orang, yaitu jalan ke kanan kalau dari pintu masuk. Kecepatan jalanku masih rata-rata seperti biasa. Sekitar 15 menit setiap kilometernya. Mau mengejar lebih cepat lagi kalau jalan, masih agak kesusahan. Bisa mendekati 11 kalau sambil lari sesekali.

Kondisi Sport Jabar belum ada perkembangan berarti dari kondisi tahun lalu aku ke sini. Malahan boleh dibilang semakin menurun. Di beberapa gedung cabang olahraga tertentu ada yang pintunya sudah rusak atau ditumbuhi tanaman liar. Ada juga bangunan yang mangkrak belum jadi, masih tetap seperti itu.



Tapi dari semua itu, ada sisi yang aku baru tahu. Ternyata are Sport Jabar ini ada basement-nya lho atau ruang bawah tanah. Mungkin peruntukan awalnya untuk parkir. Baru nyadar juga ternyata di atasnya banyak seperti lubang udara gitu. Ini lokasinya di belakang Youth Centre.



Kemudian ke arah jalan Pacuan Kuda ada lahan untuk berkuda seuprit. Kulihat ada yang sedang latihan naik kuda. Satu kuda didampingi satu pelatih. Mau tanya kalau ikut latihan berkuda gimana caranya, eh masih takut. Pernah dapat info, kalau kita naik kuda itu rasanya seperti cardio, karena lompat-lompat.

Satu keliling sport Jabar ini seki.  Ayo kita jalan di ke sana kapan kapan-kapan..



Sabtu, 22 November 2025

Sejak Kapan Kamu Suka Olahraga

Semasa sekolah  di SD-SMEA, alhamdulillah aku dulu termasuk anak yang pinter di kelas. Minimal 10 besar. Nilaiku ulanganku bagus-bagus semua kecuali satu pelajaran yaitu pelajaran olahraga. Aku selalu mendapatkan nilai minim untuk praktik olahraga. Nilai yang masuk raportku, terbantu oleh nilai ulangan teori penjaskes (pendidikan jasmani dan kesehatan).

Entah kenapa ya dulu aku nggak suka olahraga. Mungkin karena aku tidak cukup berprestasi atau mungkin tidak pernah latihan. Olahraga yang aku bisa hanya lompat tinggi dan lompat jauh. Kasti, lempar lembing, lempar galah, volley, basket, semua lemah. Padahal di halaman rumahku ada lapangan badminton dan meja pingpong juga. Kalau mau, aku bisa latihan. Tapi ya begitulah.. Aku nggak setertarik itu dengan kegiatan jasmani.

Aku mulai paham kebutuhan olahraga setelah merasakan fisikku melemah, jompo. Yaitu di menjelang umur setengah abad. Telat banget ya.. Nggak papalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Pertama aku mencoba yoga di masa pandemi. Alhamdulillah terasa banget manfaatnya. Terus mencoba jalan kaki tipis tipis, sekitar sekilo dua kilo, lumayan lah ya..

Manfaat yang terasa banget di badanku ya lebih fit aja sih, nggak mudah lelah dan mood yang lumayan terjaga. Dengan pekerjaan melayani orang yang tidak hanya menguras tenaga tapi kadang juga menguras emosi, aku perlu mood yang stabil. Dan perubahan hormon sejak ikut olahraga kerasa, dibawa bahagia aja sih lebih tepatnya.

Kalau dirangkum olahraga yang aku lakukan dalam seminggu, yang paling banyak jalan kaki. Minimal sepekan 3x.  Saat ini aku juda sedang ikut kelas panahan tradisional dengan pertemuan sepekan sekali. Ada kelas yoga setiap hari Selasa di kantor. Sempat juga ikut kelas poundfit seminggu sekali, tapi sekarang kelas ini sudah berhenti sejak pound diterpa gosip terlibat komunitas pelangi.

Yang masih menjadi tantangan buatku adalah menambah speed dan menambah jarak. Saat ini speed masih sekitar 4km/jam. Terasa kalau pas jalan bersama teman, aku seperti harus mengejar agar dapat jalan sejajar. Sedangan jarak jalan harian juga masih di bawah 3 km. 

Baca juga : Aku dan Strava

Kemajuannya adalah aku sudah mulai melaporkan lari di aplikasi strava. Walaupun prakteknya masih lebih banyak jalannya. Semoga dengan berlatih secara istiqomah aku bisa mencapai target baru dalam olahraga. Aamiin.






Jumat, 21 November 2025

Palestina Run, Pe-LARI-an yang Penuh Makna


Setelah hampir setahun rutin jalan kaki sepekan minimal 3x aku memberanikan diri ikut event lari 5km. Sebenarnya ini masih jauh dari kata "lari" sih ya.. tapi karena menurutku masih dapat diusahakan maka aku coba ikuti.

Larinya masih seperempat atau sepertiga dari total perjalanan, sisanya jalan cepat. Pacenya juga masih di kisaran angka 10. Kadang naik satu kadang turun satu. OK nggak papa, baru belajar.

Event lari ini memang istimewa. Yaitu Palestina Run 2025. Ini adalah event lari virtual kedua yang aku ikuti. Event pertama juga lari virtual Palestina juga, pas waktu pandemi. Kenapa memilih Palestina Run?

Jujur, alasannya adalah alasan ikatan hati, kalau nggak dibilang emosional. Ini adalah wujud solidaritas atas kondisi Palestina terkini. Kondisi yang jauh lebih parah dari apa yang dapat diliput media. 

Kupikir ini lari-ku ini juga bukan sekedar lari, tapi mencoba memaknai arti kata perjuangan. Di aku mungkin perjuangan lari sampai finish, tapi untuk saudara-saudara kita di Palestina, perjuangannya jauuuuh lebih besar dari itu hingga mungkin di luar apa yang dapat dibayangkan oleh kita yang tinggal di negara aman sentausa. Buat kita adalah perjuangan menjaga kesehatan, agar tetap dapat beribadah dan membersamai anak cucu dalam kondisi sehat wal afiat.

Selama lari aku membayangkan saudara-saudaraku yang berlarian di bawah lintasan peluru dan martil bahkan bom. Membayangkan perjuangan anak-anak yang bertahan hidup dengan makanan minuman yang amat sangat minim. Perjuangan Ibu yang membesarkan anak di bawah desingan peluru bahkan reruntuhan gedung.  Dalam hati yang paling dalam, terlintas doa untuk mereka agar Allah melindungi dan memberikan kemenangan untuk Palestina.

Selain itu lari ini juga sebagai syiar, mungkin ada yang belum tersentuh dengan kondisi Palestina, namun dengan pintu "lari" ini semoga bertambahlah sentuhan itu. 

Alhamdulillah dalam lari virtual kali ini, Allah memberikan kekuatan dan kelancaran. Ada kenaikan Pace dari yang sebelumnya di atas 10, kali ini bisa di bawah 10. Selain itu aku juga mencetak beberapa PB. Masya ALlah tabarakallah, jadi makin semangat untuk belajar lari. Selain buat hepi-hepi juga buat menjalin relasi.

Jadi kira-kira event mana lagi nih?