Kamis, 27 November 2025
Jalan Kaki di Sport Jabar
Sabtu, 22 November 2025
Sejak Kapan Kamu Suka Olahraga
Semasa sekolah di SD-SMEA, alhamdulillah aku dulu termasuk anak yang pinter di kelas. Minimal 10 besar. Nilaiku ulanganku bagus-bagus semua kecuali satu pelajaran yaitu pelajaran olahraga. Aku selalu mendapatkan nilai minim untuk praktik olahraga. Nilai yang masuk raportku, terbantu oleh nilai ulangan teori penjaskes (pendidikan jasmani dan kesehatan).
Entah kenapa ya dulu aku nggak suka olahraga. Mungkin karena aku tidak cukup berprestasi atau mungkin tidak pernah latihan. Olahraga yang aku bisa hanya lompat tinggi dan lompat jauh. Kasti, lempar lembing, lempar galah, volley, basket, semua lemah. Padahal di halaman rumahku ada lapangan badminton dan meja pingpong juga. Kalau mau, aku bisa latihan. Tapi ya begitulah.. Aku nggak setertarik itu dengan kegiatan jasmani.
Aku mulai paham kebutuhan olahraga setelah merasakan fisikku melemah, jompo. Yaitu di menjelang umur setengah abad. Telat banget ya.. Nggak papalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Pertama aku mencoba yoga di masa pandemi. Alhamdulillah terasa banget manfaatnya. Terus mencoba jalan kaki tipis tipis, sekitar sekilo dua kilo, lumayan lah ya..
Manfaat yang terasa banget di badanku ya lebih fit aja sih, nggak mudah lelah dan mood yang lumayan terjaga. Dengan pekerjaan melayani orang yang tidak hanya menguras tenaga tapi kadang juga menguras emosi, aku perlu mood yang stabil. Dan perubahan hormon sejak ikut olahraga kerasa, dibawa bahagia aja sih lebih tepatnya.
Kalau dirangkum olahraga yang aku lakukan dalam seminggu, yang paling banyak jalan kaki. Minimal sepekan 3x. Saat ini aku juda sedang ikut kelas panahan tradisional dengan pertemuan sepekan sekali. Ada kelas yoga setiap hari Selasa di kantor. Sempat juga ikut kelas poundfit seminggu sekali, tapi sekarang kelas ini sudah berhenti sejak pound diterpa gosip terlibat komunitas pelangi.
Yang masih menjadi tantangan buatku adalah menambah speed dan menambah jarak. Saat ini speed masih sekitar 4km/jam. Terasa kalau pas jalan bersama teman, aku seperti harus mengejar agar dapat jalan sejajar. Sedangan jarak jalan harian juga masih di bawah 3 km.
Baca juga : Aku dan Strava
Kemajuannya adalah aku sudah mulai melaporkan lari di aplikasi strava. Walaupun prakteknya masih lebih banyak jalannya. Semoga dengan berlatih secara istiqomah aku bisa mencapai target baru dalam olahraga. Aamiin.
Jumat, 21 November 2025
Palestina Run, Pe-LARI-an yang Penuh Makna
Setelah hampir setahun rutin jalan kaki sepekan minimal 3x aku memberanikan diri ikut event lari 5km. Sebenarnya ini masih jauh dari kata "lari" sih ya.. tapi karena menurutku masih dapat diusahakan maka aku coba ikuti.
Larinya masih seperempat atau sepertiga dari total perjalanan, sisanya jalan cepat. Pacenya juga masih di kisaran angka 10. Kadang naik satu kadang turun satu. OK nggak papa, baru belajar.
Event lari ini memang istimewa. Yaitu Palestina Run 2025. Ini adalah event lari virtual kedua yang aku ikuti. Event pertama juga lari virtual Palestina juga, pas waktu pandemi. Kenapa memilih Palestina Run?
Jujur, alasannya adalah alasan ikatan hati, kalau nggak dibilang emosional. Ini adalah wujud solidaritas atas kondisi Palestina terkini. Kondisi yang jauh lebih parah dari apa yang dapat diliput media.
Kupikir ini lari-ku ini juga bukan sekedar lari, tapi mencoba memaknai arti kata perjuangan. Di aku mungkin perjuangan lari sampai finish, tapi untuk saudara-saudara kita di Palestina, perjuangannya jauuuuh lebih besar dari itu hingga mungkin di luar apa yang dapat dibayangkan oleh kita yang tinggal di negara aman sentausa. Buat kita adalah perjuangan menjaga kesehatan, agar tetap dapat beribadah dan membersamai anak cucu dalam kondisi sehat wal afiat.
Selama lari aku membayangkan saudara-saudaraku yang berlarian di bawah lintasan peluru dan martil bahkan bom. Membayangkan perjuangan anak-anak yang bertahan hidup dengan makanan minuman yang amat sangat minim. Perjuangan Ibu yang membesarkan anak di bawah desingan peluru bahkan reruntuhan gedung. Dalam hati yang paling dalam, terlintas doa untuk mereka agar Allah melindungi dan memberikan kemenangan untuk Palestina.
Selain itu lari ini juga sebagai syiar, mungkin ada yang belum tersentuh dengan kondisi Palestina, namun dengan pintu "lari" ini semoga bertambahlah sentuhan itu.
Alhamdulillah dalam lari virtual kali ini, Allah memberikan kekuatan dan kelancaran. Ada kenaikan Pace dari yang sebelumnya di atas 10, kali ini bisa di bawah 10. Selain itu aku juga mencetak beberapa PB. Masya ALlah tabarakallah, jadi makin semangat untuk belajar lari. Selain buat hepi-hepi juga buat menjalin relasi.
Jadi kira-kira event mana lagi nih?




.jpg)



