Maaf yee... judulnya lebai...
Kalau yang menduga ini tentang Abi, maaf lagi, kecele.
Ceritanya minggu lalu aku pakai tas punggung yang jreng jreng jreng, perpaduan ungu sama kuning menyala. Kumat? Haha enggak kok. Itu cuma tukar pakai dengan Fathimah.
Selama 4 hari F1 ada acara sekolahan, LDK (latihan dasar kepemimpinan) yang kerja sama dengan Secapa TNI. Tempatnya masih di Bandung siih... alhamdulillah... di asrama pula, jadi enggak khawatir terhadap perubahan cuaca seperti hujan dan panas yang begitu mudah berganti akhir-akhir ini. Tapi kan, gak boleh bawa hape dan gak boleh dijenguk.
Buat kami, ini adalah kepergian mbak yang terlama. Pernah study tour ke Yogya, tapi kan cuma dua malam.
Sampai Faiz aja 'protes' pas dikasih tau mau pergi Senin pulang Kamis. Mbak meuni lama lama teuing perginya... gitu katanya.
Senin pagi itu mbak berangkat sekolah seperti biasa. Siang baru pergi LDK.Biasa 'enggak pamit'. Jadi kebiasaan si mbak ini, suka sambil lewat dapur salim sambil bilang berangkat. Padahal dia masih mau ngapain lagiii ... gitu di kamar. Kadang masih nyemil apa di meja makan.
Beda kalau F2 suka bolak balik pamit, nantilah kapan kapan aku buat jurnal khusus ttg kebiasaan (aneh) mereka dalam hal pamit.
Mengingat dia mau pergi lama, kayaknya dia berangkat enggak bilang lagi gitu, rasanya kok ada yang kosooooong gitu. Mari kita mendadak melow..
Aih ya sudahlah, aku menyibukkan diri dengan memasak. Toh hari ini Abi gak dines jadi ada di rumah.
Nah begitu jam 9-an ada SMS masuk.
"Ummi, mbak berangkat sekarang ya..."
Akupun segera ke back office trus nelpon dia.
Hik hik... sampai bingung mau bilang apa. Speechlesss gituu... mendadak aja kerongkongan tercekat. Ada yang mau jebol di sudut mata. akhirnya aku cuma bilang hati hati ya mbaak, sepi nggak ada kamu, nggak ada yang diomelin.
Pas aku selesai nelpon ada dua temen ebo-ebo yang nanya. Ada apa ? Adoooooh, berarti keliatan banget itu perubahan ekspresiku. Pas aku cerita, antara menahan air mata dan menertawai kecengenganku, ibu yang satu menghibur. Sukur deh, di asrama. Pas putri pertama beliau kebagian di Ranca Upas. Jadi kayak camping gitu... ya deh... akupun kembali bekerja.
Besoknya ada temen sekantor yang ternyata anaknya ikut LDK juga. Cowok. Tapi dia bawa hp sembunyi-sembunyi. Katanya pas di sms gimana ? Jawabnya : seneng. Gitu doang. Tapi mewakili ya.... akupun jadi sedikit lebih tenang. Singkat cerita sampai hari Kamis semua baik-baik saja.
Hari Kamis sore aku pulang kantor, mbak udah di rumah. Suaranya serak. Katanya kebanyakan teriak dan sorak. Meski demikian, dia tetep ngomoooooongggg terus, cerita banyak hal. Cerita mentornya lah, cerita temannya lah, soal makan, soal makanan, soal mandi yang musti antri dan gantian, soal tidur, daaaan.... soal hantu tentu saja. Nggak seru yaa.. kalau nginep di asrama gitu gak ada serem-seremnya.hehe
Akhirnya pas menjelang jam tidur, dan pembicaraan masih didominasi dia, kasian anak yang lain nggak kebagian sessi. aku godainlah si mbak. "Mbak, tau enggak, Allah kasih kamu serak itu sebagai pengingat, supaya kamu istirahat ngomong"
"Habisan serruuuu Umiiii". Ya meski pas dia ngomong itu sejatinya adik-adiknya juga bagai didongengin aja, pada melingker di tempat tidur gitu.
Nah, besok paginya, pas aku masak, si mbak mampir ke dapur (dia libur) dan bilang : "Ummi, kemarin aku di sana nangis lho..."
"Kenapa?" Tanyaku
"Aku inget Ummi...."
Hihihi..... aku cukup tahu diri enggak membahas lebih lanjut. So do, I jika di posisi dia.
Yippie, senengnya mendapati ternyata bukan aku aja yang (hampir) nangis, ternyata ada dua anak cengeng di rumah gara-gara 4 hari pisah.
:p