Tampilkan postingan dengan label futsal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label futsal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2012

Bangkrut Bandar


Hehe.. judulnya..
Bukan bandar judi ya.. itu mah cuma olokan / istilah doang.
Di liburan lalu Fikri diajak teman teman sekelasnya menjadi panitia kompetisi futsal tingkat sekolah, wabil khusus kelas VII saja.
Kelas dia panitia, Fikri bagian pendaftaran.
Untuk pendaftaran setiap regu dikenai biaya 20rb rupiah.
Nah setelah peserta dari kelas lain sudah pada ndaftar, barulah si panitia itu cari cari tempat futsal yang disewakan. Padahal Futsalnya sabtu-ahad. Waduh ... makin susah dong nyari tempatnya. Alhamdulillah, akhirnya dapat juga lapangan futsal yang kosong, karena baru. Karena masih baru juga dan tempatnya kayaknya enak (aku sering lewat di depannya) ternyata jadi mahal. Per jam nya 65rb rupiah.
Halloooo... baru saat inilah panitia berhitung. Fikri bilang panitia rugi nih. Setiap jamnya, panitia kan cuma dapat uang 40rb dari dua tim. Itu baru babak penyisihan. Nanti kalau dah babak semifinal dan final siapa yang mbayarin ??? wkwkwkwk
Kusaranin mereka diskusi ulang aja soal biaya. Atau cari sponsor. Tapi karena takut sama anak kelas lain yang badannya besar besar,  anak anak kelas Fikri lebih memilih menanggung kerugian itu dengan patungan. Yaelah !
Semoga banyak pelajaran berharga yang kalian ambil ya.. dari peristiwa ini ya Nak. Pengalaman itu memang tidak ternilai harganya.
Tetep cemunguud !!

PS : ga ada fikri di foto ini, dia yg pegang kamera :D

Senin, 27 Februari 2012

Big Boss

Haha.. ini gak akan ngomongin bos dan keburukannya. Nggak solutif ya.. Susah kan sudah dewasa, sudah sepuh, biasanya susah mendapat masukan karena sudah punya life style dan prinsip yang diyakini sekian lama.
Baiklah aku akan bercerita tentang boss ku yang sekarang. Hehe..
Sebagai orang yang tanpa kelebihan, nrimo pula, (walaupun akan jadi sangat cerewet di lingkungan yang telah nyaman) aku jarang berurusan dengan para bos. Walhasil jarang sekali ada kepala kantor yang mengenalku. Ada enaknya ada enggak enaknya ya..
Mungkin kalau kita dikenal, kita bakal sering dapat tugas tambahan, yang itu berarti tambahan pengalaman. Enggak enaknya ya ktia jadi bekerja lebih keras, tugas utama dan tugas sampingan.
Eh, sekian lama gitu, kaget dong, di kantor yang baru ini.
Pertama : boss-ku hobinya keliling ruangan , kadang pagi kadang sore
Sering aku menjumpai ngobrol dengan cleaning service di tempat mereka nongkrong, petugas parkir (di parkiran) atau sama satpam (di pos satpam).
Eh pas aku selesai cuti gara gara F5 sakit kemaren, pas ketemu si Boss nanya
"Gimana anakmu Ti ? udah sehat ?"
Gubrak.. berarti dia mengenalku dan mengetahui kondisiku.
Salut deh Pak !