Selasa, 30 Mei 2023

Bulan Kelima, Ngapain Aja ?

 Menulis lagi, berpikir lagi...


Buat kalian-kalian yang pernah melewati fase rajin menulis di blog, kemudian berhenti, apakah dapat merasakan bahwa kita pun seperti, seperti ini ya.. . berhenti berpikir. Jarang lagi memikirkan sesuatu secara mendalam, kemudian mengungkapkan kembali dalam bentuk tulisan yang menurut kita cukup bernas. 

Syukur kalau kalian nggak merasakan, tapi aku jujur kehilangan momen momen seperti itu. Makanya coba lagi nulis di sini.

Apa sih bedanya sama nulis di media sosial ? ya menurutku pemakai media sosial jarang yang suka menulis panjang dan lebih jarang lagi yang tahan membaca tulisan panjang. Semua pengennya serba singkat, scroll scroll lalu lewat begitu saja.


Mumpung Jelang akhir Nih, aku pengen nulis tentang beberapa hal yang udah kulalui di sebagian tahun ini dan mungkin pencapaian pencapaian kecil yang patut disyukuri. 

Akhir tahun kemaren aku bertemu dengan seseorang yang masya Allah konsisten banget dalam menekuni bidang tertentu dan bisnis tertentu. Dia menekuni soal financial planning.. buat dirinya aja katanya sih.. etapi kalau kita ngobrol sama dia.. ya kerasa banget kalau dia udah jalani apa yang dia pelajari. Punya financial goal yang jelas mau bikin apa di hari tuanya dan perlu dana berapa. Terus dari bisnisnya.. ya coba bayangin aja... dia bisa bagi bagi facial wash sama sheet mask merk Herbalife... hitung aja sendiri ya.. 

Terus dia cerita soal target-target tahunan yang dia buat, dan nyaranin yang hadir saat itu utk membuat target. gak usah muluk muluk tetapi yang sekiranya dapat dicapai oleh emak-emak jelang setengah abad. Aku langsung inget cita-citaku pengen bisa renang haha.. Nah ini sampai bulan Mei aku baru sampai tahap menyimpan baju renang di kantor. FYI sebelah kantor aku ada kolam renang air hangat. Tapi belum kesampaian mau ke sananya...


Bisnis

AKu pernah cerita di FB kali ya, bisnisku tuh cuman ada 3 lini, yang terkait sama jasad, ruh dan otak. Nah di tahun ini kerasa banget semua lini bisnis itu melemah. Jasad / raga, aku bisnis kurma kan ya.. alhamdulillah aku dibantu admin yang luar biasa, tapi karena aku kurang terlibat kali ya.. anak anak agak sedikit menurun .. 

Kemudian bisnis yang terkait dengan jiwa, aku kan Sygma Learning Consultant ya.. nah tahun kemaren sama sekali nggak perfom, dan mulai tahun ini aku lepasin amanah sebaagai superviser di SDI.  Seiring juga dengan turunnya omset pribadiku maupun kegiatan merekrutku.

Kemudia di bisnis leher ke atas, aku lagi dalam fase males promosi. Ya gimana orang tau aku affiliate sebuah kelas kalau aku nggak pernah promosi.. ya begitulah... kondiinya..


Olah Raga

Aku mulai merutinkan lagi ikut senam di kantor maupun di RT. Ada keinginan buat yoga lagi, tapi sayang waktunya belum ada yang pas. DI kantor ada sih, mulai 16.30 tapi kok selesainya 18.30. Itu menurutku kelamaan, jadi pulang pun kemaleman. Ada satu tempat lagi, llumayan dekat dari kantor, eh mulainya juga sama jam 16.30..tapi aku perlu waktu menuju tempatnya. Akhirnya sampai sekarang malah nggak ikut eh belum ikut dua-duanya. Jalan kaki, ya kadang kadang. Oh iya ada yang baru, terkadang aku jalan kaki di Gasibu sekalian meet up sama teman teman online ku


Hobbi

Salah satu hal yang paling membuat aku berbinar selain menjahit, memasak, dsb adalah hobby sunmori, atau  naik motor di minggu pagi. Senengnya lihat pemandangan hijau nan segar..

Hobbi memasak cuman kadang kadang aja.. soalnya gak ada yang semangat makan. Makanya jadi sunmori aja sekarang. 

Untuk makan sehari kayanya aku lebih sering pesan di aplikasi. Setiap hari ada saja yang dibeli. Kalau nggak malam, pagi , siang.. salah satu ada yang dibeli.  Mungkin ini perlu dievaluasi lagi.


Kelas belajar

Kelas belajar renangnya kan belum mulai jalan, temannya juga enggak ada. jadi aku  ikut dulu kelas tahsin online setiap pekat. Ada satu kelas yang aku nantikan, yaitu kelas Bunda Salihah dari Ibu Profesional.  

Itu dulu kali ya recap Januari - Mei, nanti nanti kita tambahkan lagi.

Minggu, 28 Mei 2023

Your Voice Your Asset


Pekan lalu, Sidina Community Jawa Barat dan Banten mengadakan acara Ibu Of The Month. Tema yang diusung adalah Your Voice Your Assets dengan nara sumber Ibu  Nia Kurniawati atau lebih dikenal dengan nama Kak Nia. Acara ini diselenggarakan secara hybrid, yaitu daring melalui zoom meeting dan juga luring yang bertempat di Cafe Maringopi, Bandung.

Karena udah penasaran banget ingin bertemu dengan personil-personil Sidina, akupun sengaja mengambil cuti setengah hari untuk mengikuti acara ini.  Ketika aku tiba, aku berpapasan dengan mbak Adhya yang buru buru mau keluar, katanya mau ambil TV dulu untuk pengganti layar. Berhubung aku belum makan siang, aku langsung menuju ke kasir dan memesan makanan. Aku memesan menu nasi dan minuman spesial khas kafe ini. Setelah membayar aku menuju ruang meeting yang ditunjukkan oleh masnya. Betapa takjubnya aku, ternyata kak Nia udah duduk manis di sana. Sendirian. Kemudian kami pun mengobrol. Kebetulan aku udah beberapa kali ketemu Kak Nia dalam berbagi event. 

Tak lama kemudian makananku datang, akupun minta izin kak Nia untuk makan dulu. Karena udah dinotice sama panitia, kalau acara udah mulai nggak boleh ada makanan di ruang meeting. Tak lama kemudian saat aku masih makan, datang teh Inna Nurhidayah. ALhamdulillah udah kenal juga sama beliau ini. Bahkan aku tahu Sidina juga dari postingan Teh Inna. Obrolan pun makin ramai. Teh Inna ini cukup jauh rumahnya dari lokasi yakni dari Rancaekek. Sedangkan kak Nia dari Cibiru.



Sementara kami masih mengobrol, Mbak adhya datang. Kemudian layarpun dipasang dengan dibantu dari pihak cafe. Tepat jam 14.00 acara dimulai. Sempat ada beberapa kendala teknis, tetapi dapat diatasi.  Acara dipandu oleh Kak Miya di ruang zoom, sedangkan pemateri ada di sini bersama kami. Seru deh..

Kak Nia memberikan materi begitu jelas dan ekspresif. Disertai dengan praktik juga dari para peserta. Dimulai dari perkenalan, baik dari peserta daring maupun ruling. Eh ternyata itu kak Nia lagi menunjukkan type-type suara, karena saat materi, Kak Nia memberikan feedback atas suara peserta yang tadi berkenalan.

Kak Nia menyampaikan bahwa semua suara itu unik, Semua suara itu bagus, Masing-masing memiliki kemampuan, hanya kita sebagai pemilik yang perlu mempelajari suara kita. Jika dipergunakan secara tepat maka keistimewaan dan keunikan itu akan semakin menonjol.


Selain itu kak Nia juga mengingatkan agar kita sebagai pemilik suara, berupaya menjaga suara. Caranya bagaimana ?

1. Cek suara kita, masuk yang rendah, sedang atau tinggi. berlatihlah menggunakan suara di luar suara biasa kita

2. Disiplin, disiplin di sini adalah dalaml hal melatih suara. Nggak ada orang yang langsung ahli, semuanya melalui latihan. Misal dari artikulasi, kemudian nada suara,maupun macam macam suara, suara anak, orang tua, dll

3. Emosi - postur - baru bicara. Jadi ketika kita akan berbicara, perlu emosi yang tenang dan postur tubuh yang mendukung, yaitu tegak, agar  suara dapat keluar dengan tenang dan lancar

4. Bernafas ; Kadang kala ada orang yang kalau bicaara suara nafasnya terdengan di mic. Misal kita sedang merekam di telepon genggam juga seperti itu. Nah disini kita perlu berlatih nafas perut agar suara lebih jernih dan lebih panjang nafasnya.

5. Berpikir jernih. Ini terkait dengan nomor 3. Bila pikiran kita semrawut, bicara pun tidak runut.

6. Latihan bokal dan warna suara

7. Cek makanan makanan yang mendukung suara kita, maupun yang dapat merusak suara. Contoh makanan yang dapat mengganggu suara adalah makanan dengan perasa yang tajam, misal pedas, atau makanan yang digoreng. kalau kita akan berbicara di depan umum, sebaiknya kita menahan diri tidak mengonsumsi makanan-makanan tsb  dulu.

Demikian beberapa hal yang dapat aku catat dari pelatihan hari itu. Sebeluma acara diakhiri, ada praktik membaca buku, membaca teks voice over dan juga teks iklan. Semua dicontohkan oleh Kak Nia kemudian baik peserta daring maupun luring dipersilakan mencoba. 

Setelah pembagian doorprize acara ditutup dengan foto bersama.Yeay. senengnya hari itu bisa ketemu ibu ibu pintar dan berdaya dari Sidina. sampai jumpa di event berikutnya ya..

Sabtu, 27 Mei 2023

Menyepi di Tengah Keramaian

Sebenernya ini mungkin kesalahanku ya, sering under-estimate sama tempat-tempat baru yang cuma aku lihat dari luar, tanpa lebih dulu memasukinya. Seperti the Warung Kopi by Morning Glory cabang Ubertos ini. Kirain tempatnya ya cuma se-uprit yang ada di luar saja, tetapi ternyata di dalamnya lumayan luas.

Begitu kita sampai di depan warung, disambut dengan X-banner yang memuat menu yang ada di kafe ini. Tepatnya di area yang terbuka / di bagian teras. Di sini ada beberapa pasang meja kursi. Kalau hari libur, terkadang terlihat beberapa pesepeda sedang istirahat.  

Kemudian begitu membuka pintu, tepat di depan kita adalah meja kasir. Kemudian kita akan mendapat buku menu dan lembaran pesanan. Di ruangan dalam ini ada beberapa type meja-kursi. Ada sofa panjang (di sisi kiri) dengan 3 meja. Kemudian ada sofa yang dapat memuat hingga 6 orang, ada juga meja kursi normal, dan juga meja kursi tinggi. Jadi ternyata ruangan yang dari luar terlihat kecil ini, di dalamnya ternyata lumayan luas. 

Mengamati buku menu, jujur aku surprise, nggak nyangka menunya bakal sebanyak itu. Baik menu makanan beratnya, kudapan, maupun minumannya. Ada juga menu yang kids friendly. Tinggal dipilih pilih aja. Kalau untuk makan beratnya ada pilihan nasi ada juga yang non nasi. Harganya sendiri menurutku nggak terlalu mahal, masih wajar terkendali lah... karena tempatnya juga enak, dan orang bakal maklum juga ketika disebutkan nama "Morning Glory". 


Karena aku dan anakku waktu itu ke sana udah lewat jam makan, maka aku mencari menu cemilan yang bisa dihabiskan berdua. Aku pilih makanan yang umum banget yaitu sosis dan kentang goreng. sedangkan untuk minumannya, aku pilih minuman hangat, anakku pilih minuman dingin. Maka segelas hot chocolate dan Korean stroberry Milk kemudian mendarat di meja kami. 

Ketika aku tawari untuk mencicip minumanku, anakku enggak mau. karena dia emang bukan penyuka cokklat. Sedangkan aku pemakan segala. Padahal minuman stroberi dia begitu menggoda. Dengan tampilan berlapis merah dan putih, membuat kita yang melihat ingin segera mencicipi bagaimana rasanya.

Tak lama kemudian pesanan kudapan kami pun keluar,  kentang dan sosis. Spesial untuk kentangnya, kerasa banget gurih dan freshnya.  Sosisnya juga enak, sambil makan sambil menebak-nebak, sosis merk apa nih yang dipakai di sini. hehe

Sementara kami makan dan minum, di meja depanku datang satu rombongan yang terdiri dari satu nenek, satu ibu dan dua anak laki-laki. Mereka sepertinya baru selesai belanja. Ternyata ada pintu dong yang tersambung ke Ubertos. Oh jadi giini, bisa masuk dari dalam mall.  Wah enak banget ya .. jajan di sini setelah belanja atapun sore menjelang ashar duduk duduk di sini. Oke, mungkin lain kali aku bakal ke sini lagi full tim. Karena tempatnya enak banget dan nggak terlalu jauh jaraknya dari rumah 

Kamis, 25 Mei 2023

Tour de Ubertos (Ujungberung Town Square)

Ubertos atau Ujungberung Town Square adalah nama pengganti dari Bandung Timur Plaza.  Buat orang Bandung Timur, BTP tentu bukan hal baru. Apalagi saat pembangunannya dibarengi dengan pembangunan Komplek perumahan Bandung Timur Regency (BTR). Baik BTR maupun BTP menjadi sesuatu yang menarik perhatian. Namun sayang sekali, saat itu BTP tidak atau belum kali ya, belum terlalu ramai. Orang lebih memilih jalan ke arah kota daripada ke BTP. 

Kira-kira 4-5 tahun yang lalu, aku baru sadar kalau BTP sudah berganti nama menjadi Ubertos. Saat itu aku abadikan dan langsung kuunggah ke ulasan Google. Kemudian diiringi dengan munculnya toko-toko baru yang menurutku masih agak mahal untuk masyarakat Bandung Timur pada umumnya.   Tapi disitulah sedikit demi sedikit justru Ubertos mulai dilirik untuk menjadi salah satu destinasi belanja. Sekarang bisa dibilang udah lengkap banget deh, ada Matahari, Superindo, Ace hardware, Optik Melawai, Samsung, Toko Roti Breadtalk yang belakangan berubah jadi Mako, bahkan terakhir ada I-Box walaupun belum berupa toko permanen.

Untuk area parkir di sini juga sangat luas. Semua parkir di halaman luar, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Malah menurutku enak sekarang, bisa parkir di area pintu barat, jadi kita dapat menyesuaikan dengan tujuan kita yang kadang enggak akan masuk mall terlalu jauh. Misal cuma beli minuman atau makanan aja. 

Aku mau ceritain suasana Ubertos terkini ya.. Ubertos terdiri dari 3 lantai. Enggak tahu lah kalau sebutan mereka berbeda. Lantai pertama ditempati oleh Matahari Departemen Store, kemudian ada arena bermain, arena trampolin, Superindo, optik, dan Samsung. Oh iya yang lumayan permanen ada Cha Time, Kopi Kenangan dan Breadtalk, serta The Warung Kopi by Morning Glory dan KFC.  Di lantai ini juga ada Guardian, Mr DIY dan juga area bazaar. Area bazar ini berubah ubah seperti tematik gitu. Mengikuti kalender event kali ya... Nah kalau JCo menempati gedung paling depan. 



Kemudian kalau kita naik eskalator ke lantai dua, kita akan ketemu dengan Acehardware, di depan tangga banget.  Sebenarnya lantai dua juga ada Matahari Dept. Store, Rechees (bisa masuk dari tangga eskalator dekat Jco). 

Di sini eskalator masih searah ya, semuanya naik. Nah di lantai paling atas barulah terlihat ada area bioskop Cinema XXI. Kalau nggak salah ada 6 studio. Ukuran studio standar XXI. Toko popcorn ada, toilet bersih, karpet juga OK. Nah setelah kita keluar dari area bioskop, untuk turunnya diarahkan ke arah kanan. Di samping bioskop ada area panggung terbuka, sering dipakai anak-anak sekolah sekitar untuk lomba-lombab. Pernah juga dari komunitas tari kulihat bikin event di situ.  

Selain itu ada juga area bermain anak-anak seperti sewa bombomcar dan skuter, area mandi bola, area salju, dan toko mainan. Di lantai ini juga ada tempat makan dengan menu ayam goreng dan steak. Oh iya, mushola juga di sini. Musholanya cukup nyaman.  Dari area bermain ini kita diarahkan untuk menyusuri lorong foodcourt. Banyak pilihan makanannya. dan dekorasinya pun berubah-ubah tema. Yang terbaru bertema beach. Di area makan,  lantainya ada pasir  kayak di laut gitu.. Ada yang baru di sini yaitu gelato. Bisa dicoba. 

Kemudian setelah itu kita turun dan ketemu Rechees yang kuceritakan tadi. Di sekitar situ ada tempat photo box, orang jual lukisan, dan cuci sepatu. Lalu aku sekilas juga pernah melihat di dekat tangga turun ada petunjuk kalau di gedung Ubertos ini ternyata ada lapangan yang disewakan.   Dari sini ada dua pilihan turun, mau lewat eskalator langsung keluar di belakang JCo, atau  memasuki lorong lagi yang kiri kanannya banyak toko semacam UMKM gitu, nanti lorongnya berakhir di Matahari, (wah..jauh juga ya dari bumi sampai matahari haha) 

Itu sekilas jalan jalan di Ubertos ya.. mungkin nanti aku akan bahas satu atau beberapa tempat dengan lebih rinci lagi. Daah..


Selasa, 23 Mei 2023

Mungil

 Banyak orang yang bilang aku nggak berubah, dari dulu kecil aja. Kadang ada yang bilang juga, mukanya nggak berubah, seperti pernah aku posting di sini. Komentar-komentar itu kadang membuat aku bahagia, tapi kan nggak boleh nyombong ya, soalnya sejujurnya aku ngerasa nggak ada spent atau invest apapun untuk bisa jadi seperti ini. Jadi ya alami saja menurutku mah, atau lebih banyak ke takdir aja kali..

Kalau dipikir-pikir emang dari sejak aku inget, sering dibilang kecil atau bahkan mungil. Masih jelas teringat, waktu aku masih SD pernah ikut lomba baca puisi, terus aku menang di babak penyisihan tingkat apa ya.. istilahnya lupa, pokoknya gabungan beberapa kelurahan, sebelum masuk final di kecamatan. Itu jurinya datang terus aku diangkat tinggi dan diturunkan lagi. Haha semungil itukah...

Terus kalau pas karnaval 17 Agustusan, ketika aku "menyamar" menjadi anak laki-laki, aku keliatan mirip anak laki-laki karena badanku yang bener-bener tipis nggak ada eh belum ada bentukan sama sekali. Jadi karnavalnya murmer banget ya, hanya modal pinjem baju kakak, baju pramuka, baju tentara, bebas lah..




Aku merasa mungil lagi ketika lulus SMP. Saat itu aku pengen banget melanjutkan sekolah di sekolah keperawatan. Namanya dulu Sekolah Pendidikan Keperawatan. Itu sekolah kejuruan setara dengan sekolah lanjutan atas. Waktu itu aku sepakatan sama sahabatku masa SMP mau sama-sama masuk sana. Udah gitu ibu almarhum juga pernah sekolah di sekolah perawat, hanya saja tidak sampai lulus karena keburu pecah perang akibat pemberontakan G30 S PKI tahun 1965. Betapa sedihnya diriku ketika membaca persyaratan, ternyata tinggi badanku tidak mencapai batas minimal. KUrangnya cuman sekitar 2-3 cm sih, tapi kayaknya itu sulit ya kalau mau diakalin hehe.. Akhirnya aku banting stir ke sekolah kejuruan lain, yaitu SMEA. Alhamdulillah ... SMEA ini yang memberikan aku banyak warna.

Balik lagi ke soal kecil atau mungil tadi ya..  Sampai sekarang aku masih menyimpan baju Ibu yang aku pakai jaman remaja dulu. Kayak gaun gitu sih... dan kadang aku pakai, masih muat haha.. 

Emang sih kalau diingat-ingat, berat badanku lumayan stabil di angka itu. Waktu awal nikah berat badanku 45kg. Terus dari lima kehamilan, yang menembus pertambahan 10kg hanya kehamilan pertama. Hamil berikutnya nggak pernah sampai 10 kg naiknya. Padahal aku alhamdulillah selama hamil nggak muntah-muntah lho... Tapi ya balik lagi, emang bakat aja kali segitu terus BB-nya.

Justru ada masa penurunan berat badan yang ulumayan drastis, aku lihat di kartu semacam medical record di puskesmas. Ternyata aku pernah 39kg doang. Kalau lihat waktu kunjungnya, itu pas aku punya tiga balita di rumah haha.jangan ditiru ya.. bikin repot petugas posyandu ...

Kemudian ada masa juga aku diwajibkan menambah berat badan, yaitu pas hamil anak keempat. Waktu itu berat badanku sekitar 42kg. Terus kata bidan, kalau mau hamil lagi minimal 45kg. Jadi aku harus menambah asupan makanan yang masuk. Cukup lama juga bertahan di angka 45-46. Terus aku ditantang teman-teman agar mencapai BB 50kg, biar samaan kaya mereka aja siih aku nggak keliatan mungil diantara mereka. Perjuangan naikin berat badan ini lumayan panjang, Akhirnya pas usiaku sekitar 45an, berat badanku nembus angka 50rb.

Banyak yang ngiri kenapa aku  kecil terus, nggak besar-besar .. hihi kasih tau nggak ya...  apa yah, aku juga bingung sih, karena nggak ada yang secara spesifik

Senin, 22 Mei 2023

Teman dan utang piutang

 Mau ngobrolin yang agak serius tapi kok agak ragu ya... tapi nggak papalah, kita coba ngobrolin santai .. nggak usah terlalu serius. Yang aku mau obrolan ini  soal pendapat dan pandangan aku  tentang lingkaran pertemanan. Pendapat aku ya.. Silakan bila teman teman ada pendapat yang berbeda aku nggak papa .. nggak akan mengurangi kadar pertemanan kita.


Kemaren aku lihat di beranda tiktok ada vt yang lewat. Tapi aku nggak save. Isinya aja yang aku simpan dalam hati. Kurang lebih begini "(muka julid) katanya satu circle, setiap ketemu manggilnya besti besti, giliran pinjam uang eh ke aku ..orang di luar circle itu. Udahlah.. mending aku sendiri aja kayak gini nggak punya bestie-bestie" 


Menurutku apa yang disebut di vt tersebut nggak sepenuhnya benar, tapi nggak salah juga sih. Kadang orang  ada yang nggak mau minjem sama teman anggota circlenya, disebabkan oleh :

- gengsi/malu, jadi ketahuan kalau lagi nggak punya uang.. 

- nggak enak, ya nggak enak aja. Nggak usah disebutin karena apa. 

- takut pertemanan jadi rusak gara-gara utang piutang

- takut ditolak alias enggak dipinjemin 


Semua alasan yang aku sebutin di atas ya sah sah aja sih.. Tapi.. kalau menurutku beda lagi.. 


Kalau sampai kejadian teman dalam satu circle ada  keraguan semacam di atas, tolong ya, diperiksa lagi deh.. kalian bikin circle model gimana...dalam rangka apa.. Kalian satu circle tapi kok nggak saling mengerti .. satu circle tapi kok nggak saling memahami.. nggak saling membantu..  

Justru.. kalau emang pertemanan kalian itu beneran, idealnya nggak usah sampai salah satu bilang pinjem uang, yang lain udah mengerti, udah siap jadi nine one one. 

"Hai, kamu kok keliatan lagi enggak baik-baik aja, ada apa, ada yang bisa kubantu ?"

"Hai, keliatannya kamu bulan ini lagi banyak pengeluaran ya, tabungan kamu masih aman ?" dst

Kalau emang bener-bener dekat, pasti nggak akan pakai lama akan dikeluarkan tuh semua unek-unek yang terpendam di dalam dada.  


Kalau aku dalam posisi butuh, aku bakal minta tolong ya ke lingkaran terdekatkulah. sama siapa lagi. Tapi emang sejujurnya lingkaranku nggak cuman satu sih.. ada yang beririsan, tapi ada juga yang sejalan doang. Ada lingkaran pengajian, ada lingkaran se-permainan, ada lingkaran sebisnisan, ada lingkaran pekerjaan, ada lingkaran belajar, dsb. Dan aku merasa dekat dengan semua orang orang itu.  Tinggal aku pilih aja mana yang paling nyaman dan mana yang paling gercep kalau dimintai bantuan.  Dan alhamdulillah aku udah bertahun-tahun bahkan belasan tahun memiliki teman sedekat itu.. 


Sebaliknya, ketika kita  dalam posisi bisa membantu, lebih baik diusahakan untuk membantu sebisanya. Karena berteman dekat, tentunya kita tahu track record dia dalam berjanji seperti apa..  Mungkin memang ada orang - orang yang modelannya emang pinjem melulu, di sana pinjem di sini pinjem, belum selesai pinjaman kemarin, udah minjem lagi utk hal yang baru. Nah untuk orang-orang model gini yaudah kasih aja seridhonya.. sekuatnya. 

Minggu, 21 Mei 2023

Olahraga di Gasibu

Sebagai warga Kota Bandung yang sudah terdaftar sejak tahun 2002, aku terbilang jarang banget olah raga di Gasibu. Selain karena jaraknya yang lumayan jauh dari rumah, Gasibu juga selalu menjadi lautan manusia setiap hari Minggu tiba, Kayaknya datang dari seluruh penjuru kota Bandung tuh, orang-orang. Bahkan mungkin juga dari sekeliiling, seperti Cimahi, Kabupaten Bandung ataupun Kab. Bandung Barat. Mungkin orang luar kota yang liburan juga ada.


Tetapi, akhir akhir ini aku suka menjadikan Lapangan Gasibu sebagai tempat janji temu. Jadi kalau janjian dengan teman yang lokasinya jauh dari Bandung Timur, ya udah pas banget deh di tengah sini. Aku pikir, dari pada ketemuan di tempat makan, pesan makanan, ngobrol-ngobrol terus pulang. Mendingan janjian di sini, olah raga bareng dan akhirnya ya makan makan juga sih.. tapi setidaknya sebelum masuk kalori baru udah ada kalori yang terbuang sebelumnya. Lumayan kan..





Biasanya olah raga yang kulakukan di sini ya cuman jalan kaki aja. Karena sejujurnya aku udah nggak kuat lari juga. Belum pernah coba lagi sih, cuman kalau sesekali lari entah mengejar angkot atau bis kota, habis itu rasanya engap banget. Jadi ya udahlah menyerah aja.. mengingat faktor usia yang udah nggak muda juga. 


Jalan kaki di Gasibu aku tetep memakai masker.  Orangnya itu banyak banget. Pokoknya kalau jalan di sini depan belakang kanan kiri full orang. Memakai masker juga melindungi aku dari kamera kamera yang bergentayangan. Di mana orang-orang  banyak yang membuat konten  juga, dan kadang tanpa permisi masukin kita ke dalam framenya. Sebagai penganut paham memblurkan orang di media sosial, sungguh aku nggak terima kalau aku masuk ke dalam frame orang tanpa izin. wkwkwk..


Selain lari dan jalan kaki, di sini bisa juga olah raga bulu tangkis. Di sekitar lapangan terdapat persewaan raket, tepatnya di jalan antara lapangan dengan Hotel Pullman. Main bulu tangkisnya di situ juga, tanpa lapangan. Jadi ya ala ala aja... Yang penting keringetan dan gembira..


Setelah lelah berolah raga, waktunya wisata kuliner... Tahun lalu sempat kelihatan banyak penjual di jalan samping pullman itu. Tapi hari ini tadi kulihat udah bersih. Bahkan di lokasi bekas jualan itu terlihat beberapa aparat sedang duduk istirahat. Tapi ada juga sih tukang dagang semacam tukang pecel gendong, tukang eskrim, arum manis, kopi panas, dll.. intinya mah yang bukan jualan pake gerobak masih bisa jualan di situ. 


Karena yang kucari kali ini adalah sate jando/gajih, aku dan temenku celingak celinguk.. Ketika melihat asap di kejauhan, aha.. pasti itu tuh.. kami pun berjalan ke arah taman Lansia. Ternyata tukang sate udah pindah ke situ.  Kami pun memesan 10 tusuk sate ayam dan 10 tusuk sate jando. Total harganya 70rb rupiah. Karena tempatnya penuh banget dan ditungguin antrian, kami makan sat set tanpa ngobrol ini itu. 



Setelah mengambil motor di Taman Lansia, kami pulang bersama setelah mengambil motor di Taman Lansia dengan biaya parkir 5 ribu rupiah

Sabtu, 20 Mei 2023

Edisi Mellow

Pernah suatu hari aku bertandang ke tetangga yang kebetulan putra putrinya sudah mentas semua, dan tinggal jauh di kota yang berbeda. Kemudian tanpa kuminta, Ibu itu bercerita tentang perasaaannya. Kata beliau, setiap kangen anaknya, beliau akan memandangi kamar yang sekarang hampa, dan air mata pun akan mengalir begitu saja.  Kupikir waktu itu ibu itu lebay amat yak.. cuman ditinggal anak nikah, lagipula itu kan hanya soal waktu. Masih dapat bertemu. Toh teknologi komunikasi juga sudah berkembang, bisa melakukan panggilan video setiap saat, ataupun kalau berkunjung transportasi juga sudah begitu mudah. Tapi aku cuman membatin ya.. nggak kubilang juga "ah, Ibu lebay.."

Hingga akupun melihat sendiri ketika anak pertama kami kuliah di luar kota. Jaraknya hanya sekitar 20km. Sebenarnya dapat ditempuh pulang pergi setiap hari, tapi kasian juga anaknya nanti capek. Belum kalau pas ada tugas, yang mengharuskan pulang malam, kamipun harus mempertimbangkan soal keamanan. Akhirnya anak pun dilepas ngekost. Kami berdua yang mengantar, mencarikan barang-barang yang dibutuhkan untuk melengkapi kamar kosnya. Awalnya sih aku nggak nyadar ya sama perubahan pak Su, yaitu sering berlama-lama sholat di kamar F1. Setelah sekian waktu berlalu, baru cerita, kalau sebenarnya ketika sholat di kamar itu beliau dalam posisi kangen.. Akupun gak bilang "Ah, Abi lebay". 

Ketika F2 kuliah di kabupaten sebelah dan ngekos juga, sedikit banyak udah lebih siap ya..  Karena doi kan anak laki. Sebenarnya bisa juga ditempuh PP, tapi kami belum memungkinkan untuk menambah kendaraan roda dua, jadi buat kelancararan kuliah di tahun pertama, F2 pun ngekos.  Alhamdulillah di tahun kedua adar rezeki, F2 pulang ke rumah, nggak ngekos lagi. Tapi senam jantung mulai episode baru. Pulang jelang tengah malam... bikin deg degan dan susah tidur. Akhirnya minta dia untuk selalu share loc kalau pas on the way pulang. Walaupun kadang umi tertidur juga sih... tapi masih banyak begadangnya.  Lama lama juga biasa...

Ketika F3 kuliah lebih jauh lagi, drama baru pun dimulai. Karena kebetulan umi yang mengantar dan mencarikan kost-an, jadi kebayang perjalanan kuliah-tempat kos seperti apa. Jadi setiap malam pun dipantau, lagi dimana, udah pulang belum... utamanya itu.. yang lain lain soal makan dan kesehatan otomatis aja ikutan. Tapi ya alhamdulillah nggak lebay.. menurutku sih biasa aja.. nggak tau ya kalau orang lain melihat mah..

Beda cerita pas F5 yang sekolah di luar kota ya.. udalah paling kecil, eh sekolahnya paling jauh pula. Si Umi yang paling melow ternyata. Gimana enggak ya.. Pas doi masih di rumah, setiap malam ada night routine, setelah sesi membaca buku bersama F5 selalu usap usap kepala Umi dan cium umi sebagai pengantar tidur . Kadang disertai kata-kata, "mimpi indah Umi... semoga Umi mimpi ketemu Rasulullah SAW, good night... yah semacam itu lah.. Kalau umi udah (pura-pura) tidur, dia baru naik ke kamarnya. Dan itu nggak ada yang menggantikannya melakukan itu semua.. Tapi kemudian sesama walsan saling mengingatkan, seorang ibu harus tenang, nanti anaknya juga ikut tenang. Kalau umi gelisah, kepikiran, anak pun di sana jadi nggak betah. Beneran TITIP-nya... (Tega, Ikhlash, Tawakal, Ikhtiar, Percaya).



Alhamdulillah mungkin memang sudah Allah siapkan skenarionya ya.. bersamaan dengan F5 lanjut sekolah itu, Umi pindah kerjaan baru yang cukup menyita waktu dan pikiran. Nggak lama sih, tiga bulan aja, tapi kayaknya itu jadi pengalaman kerja terberat sepanjang 30 tahun aku kerja... ini nggak lebay ya... asli. Jadi pas pulang ke rumah karena udah capek bisa segera tidur walaupun tanpa di ninabobo.

Dari beberapa peristiwa itu, sekarang aku jadi belajar  menahan diri, untuk tidak menggunakan kata "lebay" secara serius.  Soalnya kondisi orang itu beda beda kan.. kekuatannya juga beda-beda.. jangankan beda orang, beda waktu aja bisa jadi seseorang udah beda kekuatan... Sekian cerita soal mellow-mellow an. 

Jumat, 19 Mei 2023

Nongkrong di Warung Kopi

 Pekan lalu, aku nggak sengaja bisa nongki di warung kopi. Kok bisa ? Ceritanya ... aku dan F3 ada acara yang waktunya bersamaan. Berangkat dari rumah bareng, sama sama rapat tapi di tempat yang berbeda dan urusan yang berbeda. Kalau F3 rapat alias meeting ya mereka bilang, di warung kopi. Kalau umi ya cukup ketemuan dan ngumpul di salah satu rumah, lengkap dengan cemilan-cemilan, udah cukuplah buat teman ketawa ketiwi di sela-sela pembahasan. 

Aku nganterin F3 ke Mokopi yang di jalan IBrahim Adji, tepatnya di pojokan perempatan itu, dekat jalan layang.

Pas aku tanya kira-kira selesai jam berapa, katanya maghrib. Okelah... Umi bisa pergi ke dua lokasi, setelah peremuan bisa silaturahim dulu.

Kurang lebih jam 5 sore ketika aku pertama masuk Mokopi. Suasana masih relatif sepi. Tapi hampir semua meja indoor di lantai bawah udah keisi. Sebenernya ada lantai dua juga, tapi aku lagi malas naik tangga. Jadi aku memilih di area outdoor. Waktu itu habis hujan, jadi suasana syahdu-syahdu gimana gitu... 



Seperti di warung kopi lainnya ya.. alur pertama adalah pesan menu sekaligus bayar di kasir. Karena kupikir cuman sebentar, jadi aku cuman pesan kopi dan dimsum. Setelah bayar kita dikasih semacam alarm gitu.. alarm akan berkedip kedip sebagai penanda kalau makanan kita sudah siap, dan kita dapat mengambilnya, biasanya ya  di dekat kasir situlah. Nunggu kopi jadi sekitar 10 menit, terus tambah 10 menit lagi sampai dimsum siap. Mulailah aku jadi anak nongkrong. wkwkwk


Seperti yang pernah diajarkan sama anak nongkrong, minuman nggak boleh langsung dihabisin, tapi pelan pelan aja minumnya, dikit-dikit. Karena kita kan bakalan lama di situ. Karena nggak ada teman nongkrongnya, aku sih ada yang kukerjain, Milih milih foto untuk tempat yang belum sempat kurevieuw di Google Map, sambil foto-foto di lokasi buat menyiapkan reviewnya.


Mokopi ini tempatnya lumayan luas. Selain indoor di gedung utama, di belakang juga ada. Dan lantai duanya juga bukan hanya yang di belakang ternyata di atas gedung utama juga ada, cuman aku taunya pas mau pulang terus nengok ke atas. Yah telat deh ya..


Waktu terus berjalan, sampai adzan hampir berkumandang, si F3 belum ada tanda-tanda ngajak pulang. Pas adzan akhirnya dia keluar dari ruang rapat, dan ngabarin kalau itu baru break, tapi sesi dia udah selesai. Jadi boleh pulang duluan... whaaat... lama amat yak rapatnya.. Aku godain apa nggak rugi tuh si warung kopi kalian acara dari siang sampai malam hihi

Yaudalah ya.. itu urusan pemilik tempat, mungkin mereka juga udah mempertimbangkan, makanya bikin tempat seluas ini.


Karena aku asyik sendiri dengan kerjaanku, aku enggak sadar ternyata makin malam suasana makin rame. Meja-meja di sekitarku yang tadinya kosong mulai terisi rombongan-rombongan remaja. Sempat kepikiran aku mau nambah menu, eh tapi antrian di kasir udah mengular, dan kebayang dong kalau aku pesan lagi nunggunya berapa lama lagi. 


Akhirnya aku menuju toilet, toiletnya gabung L/P. Agak sempit sih menurutku. Tapi cukuplah. Aku sekalian wudhu untuk sholat maghrib. Lalu kutanyakan ke mas-nya mushola di sebelah mana, kemudian masnya menunjukkan, sembari berkata "tapi ada yang lagi sholat". Oke aku menuju mushola. Sampai lokasi aku baru ngeuh maksud dari mas mas yang tadi menunjukkan, ternyata musholanya memang cuman muat 2-3 orang posisi normal. Kalau dipepetin bisa kali 5 ya.. tapi ya harus laki sama laki, perempuan sama perempuan. Karena ruangannya kan ngepas, dan lokasi kiblat menyerong, jadi nggak bisa full ruangannya.

Tempat wudhu disamping mushola di bawah tangga, gelap. Kebayang kalau ada hewan kecil di tempat lembab seperti itu, nggak akan keliatan.  Untunglah aku udah wudhu di toilet.



Sambil nunggu F3 selesai, bergantian sholat eh.. sampai jam 7 baru beres semuanya.. Walhasil total aku nongkrong di warung kopi ini sekitar 90 menit. 


Rabu, 17 Mei 2023

SUNMORI - SUNDAY MORNING RIDING

Hobi sunmoriku dimulai ketika masa pandemi dan mulai merasa bosan karena tiap hari hanya di rumah dan di rumah saja, Maka ketika F2 mengenalkan aktivitas baru yakni sunmori, ummi dengan semangat 45 gegap gempita menyambutnya. Terutama sejak F5 mulai mondok Mei 2021 dan nggak ada lagi bocil di rumah, praktis setiap libur tiba kesepian datang melanda.

Sunmori pun menjadi kesenangan baru. Bisa jadi sarana cuci mata, sekaligus healing tipis-tipis. Ke mana biasanya sunmori ? Nggak ada ke mana-mana. Sungguh-sungguh cuman random aja. Kadang ke gunung.. menyusuri jalan-jalan di sekitar rumah. Kadang ke kota, merambah daerah-daerah yang nggak pernah dilewati. Tapi ada juga sih yang nggak pernah ketingalan saat sunmori yaitu mampir belanja atau sekedar jajan sarapan.

Kalau F2 sunmori kadang sendiri, kadang juga sama F5 kalau pas di rumah. Sedangkan Ummi, nggak pernah sendiri. Belum sepemberani itu... Pasti ngajak salah satu antara F3, atau F4 atau F5. Cuman kan sekarang F4 dan F5 jarang ada di rumah, jadi ya paling sering sama F3.

Seperti hari Ahad kemaren ... setelah beres kerjaan domestik, aku ajak F3 jalan. Dianya mau, kebetulan lagi nggak ada kegiatan juga. Pas kutanya mau kemana, katanya pengen ke kota aja. Karena udah jam 8 lebih dan matahari mulai beranjak naik, sampai digodain sama Abi, katanya udah nggak morning lagi.. kami berdua hanya tertawa sambil salim pamitan.

Dari rumah aku ambil jalur kiri, menuju jalan Sukarno Hatta. Sejujurnya agak ngeri macet juga, dulu kan sempat ada pasar kaget / pasar minggu di sekitar Metro dan di Samsat. Eh ternyata udah nggak ada dong.. jalanan lancar sampai dekat Metro Indah Mall. Di situ mulai tersendat. Aku pikir macet lampu merah, panjang amaaat. Ternyata lagi ada pawai dari salah satu partai menuju kantor KPUD Kota Bandung, konon tanggal 14 Mei kemarin adalah hari terakhir pendaftaran bakal calon legislatif  DPRD Kota Bandung.

Lepas dari lampu merah samsat, perjalanan cukup lancar menuju Buah Batu dan Batununggal. Kami lurus terus. Targetku sampai ujung Sukarno Hatta. Dan untuk pertama kalinya aku melewati jalan layang Kopo. Ternyata jalan layangnya lumayan panjang lho.. Perasaan lebih panjang dari jalan layang Supratman ataupun Gatot Subroto yang dibangun hampir bersamaan dengan ini. Sebentar aku searching dulu ya.. penasaran soalnya ..

- Jalan Layang Jl Jakarta-Supratman ; panjang 0.5 km dan lebar 9 meter.

- Jalan Layang Laswi  panjang 0,5 km dan lebar 9 meter.

- Jalan Layang Kopo : panjang 1.3 km dan lebar 18 meter

Fix, ternyata benar ya.. jalan layang Kopo lebih panjang dari jalan layang Jl Jakarta dan Jl Laswi.

Perjalanan dilanjut terus menuju daerah Rajawali. Daaaan... surprise dong aku.. baru ngeuh ternyata  setelah melewati bundaran di ujung jalan Sukarno Hatta, terus kita masuk Jl Elang Raya... di sini tuh kita jalan di sisi kanan, bukan di sisi kiri sebagaimana biasanya... Mungkin karena dari Jalan Rajawalinya satu arah ya.. yang dari Cimahi .. terus dari jalan Elang ini, harus belok ke kanan nantinya.. ya itu aja sih pembahasannya.. 



Dari jalan Elang, terus menyusur jalan Rajawali Timur, lalu lurus menuju Balai Kota. Di sinilah sempat agak ragu, ini kalau aku mau ke Baltos, mendingan belok di Jalan Riau atau terus aja lewat Wastu Kencana.. karena reflek nyetir ke kiri lebih kuat aku memilih menyusur jalan Wastu Kencana, belok ke Pajajaran, lalu ke Jl Cihampelas bawah dan masuk lagi Wastu Kencana. Setelah lewat Hotel California dan Pasar Bunga, belok kiri menuju Tamansari untuk ke Baltos.  Kayaknya lebih dekat ke Riau terus  Jl Juanda lalu jalan Sulanjana yak.. entahlah.. haha

Di Baltos kami berhenti sejenak. Memang ada yang dicari sih.. F3 lagi cari blazer dan aku butuh rok lipit hitam buat seragam Senin. Syukurlah di Baltos langsung ketemu yang dicari di lantai bawah doang. Karena waktu sudah mendekati jam makan siang, kami memilih pulang. Bukan apa-apa, yang di rumah belum dimasakin