Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2014

Like Father Like Son

Orang banyak yang enggak nyangka, kalau yayang Abi itu suka bercanda. Emang  penampakannya pendiam dan seperti tanpa ekspresi atau kata Mak Sondang, Mr. Kulkas (Toosss Maak.. sesama kulkas).
Tapi kalau di rumah ya gitu.. heboh sama anak-anak. Makanya enggak heran kalau Faiz yang saat ini lebih banyak waktunya berduaan Abi, jadi banyak niru Abi. Aku udah pernah ceritain di sini.
Ini salah satu ceritanya.

Cara Abi :
Faiz pamitan ke Abi, mau naik ke kamarnya di lantai atas. Trus seperti biasa, Abi minta ritual cium-ciuman. Biasanya Faiz 'diakalin' sama Abi, Abi minta cium pipi kanan, pipi kiri, kening, janggut, dan lainnya. Trus kalau Faiz udah nggak sabar gitu, Abi biasanya membujuk, udah.. tiga kali aja ciumnya...
Dan Faizpun mencium Abi dan Abi menghitung..
satu... *jeda*... dua.... uhuk uhuk... (abi batuk) bentar bentar, ulang lagi ya... 
Faiz menerima permintaan Abi, mulai mencium Abi lagi dan Abi menghitung lagi
satu.... eh bentar-bentar Abi duduknya kurang enak nih.
Maka penghitungan pun mulai lagi dari awal. Demikian sampai beberapa kali dan Faiz berteriak
"Abi maaah nggodaiiin"
Dan akhirnya mereka berdua tertawa bersama

Cara Faiz :
suatu malam aku nganter Faiz ke kamarnya. Awalnya dia minta digendong sampai tangga katanya. Nanti mau naik sendiri. Baiklah...
Pas dalam gendonganku dia bilang : "Aku belum main sama kamu ih.."
"Iya ya.. " jawabku. Karena memang malam itu baru jam 8 dan dia udah minta naik ke kamar. Abis maghrib ngaji sama aku terus dia asyik menggunting dan menempel dari bobo junior sama Teteh. jadi memang belum main sama aku.
Pas sampai tangga dia ngerayu lagi, "sampai kamar dong Mi, nanti aku tutup pintu, terus Ummi turun"
Ya udah aku anter sampai kamar. Nah pas sampai kamar dia minta peluk dooonggg...
Yaah.. baiklah.. toh masih jam 8 ini pikirku.
Nah pas peluk peluk ini, aku bilang, sampai hitungan tiga ya... Akupun berhitung satu sampai tiga
Trus Faiz bilang : Sampai 10 atuuh...
Aku bilang : lima aja deh
Trus Faiz bilang lagi : sampai 7 laah..
Aku : ya deh, sampai tujuh.
Faiz bilang : aku yang hitunggg...
"iyaaa..." jawabku.
Faiz pun berhitung :
satu.. dua.. tiga.. empat.. lima ... enam...  dia berhenti di enam. aku ketawa inget modus Abi.
Trus lihat aku ketawa, dia bilang "aku belum bilang tujuh"
Trus  kubilang : "itu udah bilang tujuh " sambil ngakak ketawa menggodanya
Faiz belum menyadari. Trus dia bilang.
"bentar bentar ulang lagi...salah yang tadi mah..."
satu.. dua.. tiga.. empat.. lima ... enam...  dia berhenti di enam lagi.
aku ketawa lagi.
trus dia bilang lagi... "tunggu aku belum bilang tujuuuh..."
"ituuu tadi bilang tujuh..." kataku sambil ketawa gelii.
Kali ini Faiz sadar dan dia nangis .. "aku belum bilang tujuh..." Rupanya dia kesel aku godain.
Akupun memeluknya dan minta maaf (sambil masih menahan tawa)


Sabtu, 14 Desember 2013

Termakan Iklan

Waktu janjian makan sama The Girls dua minggu lalu, aku dan Sondang dicegat sales mobil. Sondang langsung ngasih kode enggak. Aku yang jalan di belakangnya, malah mengangkat tangan meminta flyer sambil tetep jalan. Ngikik berdua pas sudah berlalu dari si mbak, dia masih bilang "ada yang seratusan lho Bu..."
*iye... ketauan yak duit kita pas-pasan nggak jauh sama tampang?*

Eits, sebentar... ini bukan cerita mau beli mobil ya... karena untuk keluargaku saat ini  aku dan Abi menilai belum perlu. Buat apa ?  Ke kantor kami PP pakai motor, searah pulak aku dan suami. Selalu ngebayangin mau berangkat dan pulang jam berapa kalau bawa mobil. Berharga sekali lima sepuluh menit bersama anak atau belom selesai masak. *lagian klo pake mobil gak ada alasan peluk suami sepanjang jalan hahaha*
Buat antar jemput anak ? Kayaknya belum juga. Sekolah anakku semua masih di sekitar rumah. Tinggal ojek/ngangkot paling 5-10 menit.
Buat jalan-jalan. Ini apalagi yah, jalan juga setaun sekali belum tentu. Kata Tri, nanti kalau mbak Titi nyicil mobil, tambahkan ongkos jalan-jalan di cicilan bulanannya haha..
Tapi yang paling penting, mengalahkan semua hal di atas, ya memang duitnya belom ada juga siiih.... *ketawa lebar. Ngapain dibahas ya... ya maksudnya kalau itu keperluan, pasti bakal diusahakan kan kaan ?*

Tapi tunggu dulu, beda lagi kalau kata Faiz. Ceritanya si flyer mobil itu kebawa pulang dalam tas. Pas Faiz minta kertas buat bikin pesawat, keluarlah si kertas itu. Bukannya dibikin, malah dilihatin gambarnya.
Wow, dia perhatikan dengan serius.
Aku iseng nanya :
"Faiz pilih mobil mana ?"
"Inih " (sambil nunjuk CRV)
"Itu namanya si-ar-vi"
"Iya, aku mau si-ar-vi"
"Mau yang berapa cc ? 2000 apa 2400?"
"Yang 2400" (berhubung Ummi kagak ngerti apa fungsi dan beda cc ini jadi gak dibahas)
"Mau yang warna apa ?"
"Aku mau warna putih".
"Nanti kita lihat di jalan, ada yang putih enggak ya..." (bukan lihat di showroom ya...)
*kemudian hening, Ummi gak lanjut membahas harga, khawatir merusak imajinasi anak*

Selasa, 01 Oktober 2013

Celoteh Faiz

Ketika kemarin membaca tulisan Ika tentang si bungsunya yang nggemesin, hihi jadi inget beberapa kejadian sama Faiz  yang bikin senyum-senyum juga.

*Gagal Modus
Si Faiz itu kan satu-satunya anakku yang enggak dibeliin persediaan susu di rumah. Selain karena terkuaknya rahasia bahwa setelah si anak lulus ASI sebenarnya dia tidak membutuhkan susu *ini kalimatku ya.... silakan gugling untuk informasi lengkapnya* juga karena barengan Faiz selesai ASI pas kami mulai nyicil rumah yang jumlahnya bikin kantong bolong. Tapi, aku tetap mengakui bahwa susu itu enak hehe maka kadang-kadang ya masih mbeliin susu buat Faiz. Biasanya susu ultra kotak.
Nah, si Faiz ini udah punya modus, kalau habis maghrib suka nanya-nanya Ummi mau ke warung enggak, mau nyuruh anak-anak belanja enggak, dsb. Kamsudnya dia mau nyelipin titip susu di daftar belanjaan.
Nah, di salah satu hari bokek #eh :) aku ngomong sama Fikri :
"Would you like to buy some fried rice ?"
Fikri ngangguk angguk
"And some eggs"
Fikri ngangguk-ngangguk sambil senyum senyum.
Sampai beberapa barang aku sebutin. Semua in English ceritanya. Eh, si Faiz cemberut, ngambek sambil teriak :
" Meuni kudu ngomong Inggriiiiiiss".
Kami semua ngakak-ngakak berasa berhasil ngerjain dia biar gak nitip susu. *emakpedhit

*Gombalan Baru
Setelah makan malam, kalau enggak main bola sama Abi, Fikri atau sama Aku, maka kegiatan Faiz adalah membaca/dibacakan buku cerita atau mewarnai.
Nah, paling bikin males kalau mewarnai berdua Faiz adalah : Ummi mewarnai dua bagian, dia mewarnai satu bagian. Maklumlah, ummi kan males mewarnai sesuai speed Faiz, mending cepet2 trus balik lagi ke dapur atau baca novel. Hehe..
Nah biasanya jurus yang dia pake adalah : ayo Mii.... pliiss pliiiss.....
Eh kemarin pake kata-kata baru :
"Ummi.... ayo kita mewarnai yuukkk... pliisss mohoon.... mohooon... sambil pasang watados gitu. Hadeeeuh...

*Pakai Otak
Beberapa hari lalu, pas lagi mewarnai tiba-tiba Faiz nanya "ummi, kalau otak teh di sini ?" Sambil nunjuk kepalanya. Aku bilang iya sambil nunjukin posisi yang benarnya.

Nah, Faiz kan baru mulai belajar membaca iqro. Agak telat memang dibandingkan kakak-kakaknya dulu. Dari A sampai sho, dho dia terbilang lancar.  begitu sampai huruf tho dan zho eh dia mulai bingung. Pokoknya empat huruf itu ketuker-tuker gitu. Sampai sampai  harus diulang beberapa kali. Aku balikin lagi ke sho. Trus dho, tho dan zho. Sampai beberapa hari berulang terus.
Nampaknya si Faiz juga mulai bosan atau dia sudah merasa hafal,dia mau naik ke huruf 'ain.
Kupikir, ya deh... dicobain.
Di bagian empat huruf yang dia ketuker-tuker itu, kalau dia lupa dia ketuk- ketuk kepalanya pake telunjuk  sambil nggremeng  'pake otak .... pake otak...'
Hasilnya ?  Ternyata lancaar saudara - saudara.... :D

Rabu, 04 September 2013

Si Raja Gombal

Kata orang, perempuan itu suka kalau dirayu. Dan sampai setua ini, hanya ada satu laki laki  yang suka merayu dan nggombalin aku. Pertama kaget-kaget salting gitu... tapi lama lama yaaa..kebiasaan. Malah jadi kangen kalau enggak ada rayuannya, misal kalau dia sakit atau dia enggak ada di dekatku.
Pernah aku marah padanya, dengan langkah malu malu dan wajah kocak dia datang padaku
"kamu masih marah enggak sama aku ?"
"ya kamu punya salah enggak sama aku?' aku bertanya balik
"enggak" jawabanya polos. Huuuuh.... sebel ! padahal baru beberapa menit berselang dia bikin kesel.
"trus kalau aku enggak marah, kenapa gitu ?" aku menjawab ketus
"soalnya, aku mau cium dan peluk kamu"
Iiiiih.... enggak kuku.. hati siapa yang enggak luluh coba

Paling gemes kalau aku lagi balas balas bbm atau lagi uplod dagangan di grup bb, trus dia menutupkan tangannya ke mataku. Enggak sampai nempel gitu sih. Tapi tangan itu menghalangi pandanganku ke hape.
"liatin aku doong...."
dengan -sedikit-  kesel aku arahkan pandanganku padanya. Maka tangannya segera memelukku kadang pakai acara menyibakkan anak anak rambutku, dan terakhir menciumi wajahku. Kening, pipi kiri, pipi kanan, janggut, hidung. Ritualnya gitu. Musti lengkap.

Nah pas Jumat dua minggu lalu hapeku ketinggalan di kantor, aku sedikit ngahuleung gitu.. soalnya acara sabtu ahad kan biasanya padat dan perlu koordinasi. Melihatku diam gitu, dia nanya
"Kenapa ?"
"Aku sediih...."
Tanpa bertanya kenapa kenapa dia langsung merangkulku dan berkata "Jangan sedih doong, kan aku sayang kamu". Gubrak !!!
Iyaaa... tapi tetep aja kaaan... hape yang ketinggalan itu nggak akan balik dalam dua hari ini.

Banyak deeh.. momen momen lucu berdua gitu. Coba tebak, siapa sih, si Raja Gombal itu ?
Dialaah......


Faiiiizzzzz !!!!

Coba, tebakanmu bener atau salah ???

Kamis, 13 Juni 2013

Celoteh Bocah

*
Hari Sabtu kemarin aku bangun tidur merasa enggak enak. Hidung terasa sedikit mampet. Kuingat ingat makan es dimana yaaa... kok aku pilek gini?
Oiya aku ingat, terakhir aku makan es adalah makan es krim di kondangan dokter anita.
"Kok Ummi kayak mau pilek ya... " gumamku seorang diri.
Pas aku aku ngomong itu, ada  Faiz di dekatku. Dia malah makan eskrim sampai 3 cup, dan enggak kenapa2.
"Aku engak pilek,da .." dia menimpali
"Apa rahasianya Faiz enggak pilek ?' tanyaku
"Cium !" katanya lagi.
Huuu aku dan teteh serempak nyorakin

Nah pas aku keluar kamar mau shalat ashar, Faiz datang mendekatiku di sajadah
Selama aku shalat pas posisi duduk dia cium cium aku
Terus pas aku udah salam dia konfirmasi lagi fadilah ciuman itu
" sini aku cium ummi biar enggak jadi pilek"
Sekali lagi si teteh yang mendengar itu nimpalin
" Faiz ..Faiz, yang ada kamu bakalan pilek karena ketularan ummi"

Eh tapi beneran lhooo... aku ga jadi pileknyaaaa....at least sampai  tulisan ini dibuat.

**
Sudah jadi kebiasaanku klo makan malam sepiring berdua sama anak-anak. Biasanya sama anak yang lagi malas makan. Minimal makan bareng sama mereka. Klo nunggu bapaknya gak tentu siiih jam laparnya. Sedangkan aku setiap pindah lokasi selalu lapar lagi. :p
Ceritanya si Faizz lagi punya program menaikkan berat badan biar segede Eka dan agar kuat klo main dorong dorongan. Nah kemarin itu aku udah makan berdua Ayuk. Makan kami udah habis. Faiz makan sendiri dan masih nyisa beberapa suap. Diapun mulai melancarkan rayuan.
"Ummi, aku tau. Ummi habisin aja makanan aku, supaya timbangan Ummi jadi 50. Mau kan ? " dengan mata berbinar eureka pleus watados.
Aku cuma ketawa aja. Oalaaah naaak... kamu belum tau dunia ini. Klo ibu- ibu liat timbangan anaknya, pasti dia berharap jarum timbangan itu geser ke kanan, tapi hal sebaliknya klo dia liat timbangan badannya sendiri. *lirikyangsukalaripagi #nomention

Rabu, 06 Juni 2012

Di Tukang Martabak

*lupa dah pernah cerita ini apa belom*

Suatu sore pas aku berpakaian lengkap F5 nanya
"Ummi mau ke mana ?"
"Mau beli telor .."
"Oh.. di Mang martabak ya ?"  (ummi binggung)
"Nggak, di SB Mart"
"Kan di mang martabak banyak telor"

Senin, 28 Mei 2012

Pake Angry Bird Yang Nggak Ada Teman

Aku yakin setiap anak sering tiba tiba  yang bikin kita ngakak
Kemaren pas aku mau pergi sama Bejo, aku suruh dia ganti celana. Dari celana pendek ke celana panjang. Dia oke. Karena kaosnya shaun the sheep masih lumayan pantes aku nggak suruh ganti. Eh dia tiba tiba nyeletuk
"aku mau pake kaos angry bird yang nggak ada temen"
Halah ! apa lagi maksudnya. Kaos yang mana lagi ?
Untunglah tempat bajunya cukup pendek. Trus dia ambil tuh baju.
Ternyata.......
Mau tahu bedanya ?

ini angry bird yang ada teman :)

Ini angry bird yang nggak ada temen

Kamis, 17 Mei 2012

Trus, Masalah Buat Lo?

Dulu waktu mbak Tri cerita anaknya yang paling besar dah masuk SMP dan ngomongnya dah mulai jutek jutek gitu , aku seolah nggak percaya. Dalam hatiku berkata,  masa' sih anak kita bisa berubah gitu...
Tapi aku cuman mendengarkan ya..
Secara aku percaya petuah orang tua, nggak boleh nyela sesuatu yang kita juga bakal menjalani.
*takut kualat*
Dan ternyata...ga usahlah nunggu mereka besar. Cukup satu aja yang besar, dan semua anak bisa saja -tiba tiba- jati jutek.

Misalnya aja sekarang ini, kulihat ada kecenderungan F1, F2 dan F3 itu sedikit "menjajah" ke F4. Yah karena memang F4 ini nuruuuuttt banget sama kakak kakaknya. Kalau F4 memprotes kakak kakaknya , segera aja dijawab "masalah buat lo ?"
Eh tapi senurut nurutnya seorang bocah yang punya keinginan juga, wong cacing aja kalau keinjek bisa bergerak, maka kadang F4 ini kalau ditegur kakaknya ya ikutan ngomong
"masalah buat lo..."

Kupikir itu udahlaaah... sesama mereka. Sekali kali berkelahi gak papa kaaan. Tapi yang nggak kuat, kata kata itu juga ternyata dengan mudah menjalar ke F5.
Pas ku dengar dengar mereka ngobrol sesama mereka, tiba tiba saja F5 nyeletuk
Trus, masalah buat lo...

(Masalah laaaaah.. nggak sopan tauuu... awas berani bilang gitu sama Ummi )

Senin, 14 Mei 2012

Ku Aku Ajaa...



Ku aku ajaa... (olehku saja..ini mah bahasa Sunda campur baur)
Itu kata F5 setiap kali aku mau buka pagar pas pergi berdua dengannya.
Kemudian dia buka pagarnya... mempersilakan aku keluar dan dia menutup pagar itu lagi.
Pas pulangnya pun demikian, dia membuka pagar, aku masuk duluan, kemudian dia menutup pintu pagar lagi.
Mulanya, kupikir karena dia baru bisa buka tutup kunci pagar itu ya.. jadi kuanggap itu hal biasa.
Eh ternyata oh ternyata.. setiap kali harus membuka dan menutup pintu, maka Faiz akan mendahuluiku dan berkata
"ku aku aja"
Kayak semalem tuh, aku nganterin dia tidur ke kamarnya, karena Fikri pergi study tour.
Kirain dah tidur ya.. pas aku bangun mau keluar kamar, eh dia bangun, membuka pintu kamarnya, mempersilakan aku keluar, lalu dari luar kamar, aku minta dia naik tempat tidur.
"ku Ummi aja nutupnya" kataku...
Setelah dia naik ke tempat tidurnya, akupun menutup pintu.

Ah ...Bejo ... bejo... nggemesin amat sih kamu


Senin, 07 Mei 2012

Aku Lebay, Ya ?

Pas aku kehilangan modem waktu itu, saking kebayang bayangnya sama si modem, serrrriiing banget  aku tanyain ke Faiz. Berharap tiba tiba dia ingat dimana nyimpennya.
Agak keterlaluan kali yah, mengharap anak balita mengingat dimana dia  menyimpan suatu benda. Udah gitu  kejadiannya dah lewat hari.
Habisan.. gimana doong, modem kan sangat berarti buat aku yah..

Waktu itu kan rumah agak sepi karena Abi, F3 dan F4 ke Lampung.
Jadi  aku lebih banyak waktu berdua Faiz.
Klo lagi berdua itulah aku sering keceplosan
"Jo, mana modem Ummi Jo..." (Jo=Bejo, panggilan sayang Faiz)
Maka Faiz pun langsung memberikan jawaban cepat
"Nggak tahu, udah aku ilangin"
"Yaaah..." kataku

Saking seringnya bertanya, akhirnya itu jadi semacam keisengan. Kalau Faiz lagi asyik main, di ruang depan misalnya, dan aku di kamar, maka aku panggil dia
"Bejo...."
"Apa Ummi ?" Faiz lari mendekat
"Modem Ummi mana ?"
"Nggak adaaa..." sambil lari dan tertawa
Ah, Bejo !

Merasa diisengin kali ya.. akhirnya belakangan Faiz kalau di dekatku, terutama kalau lagi main leppi berdua, dia sering berceloteh sendiri
"Joo... modem Ummi mana Jo..., Nggak tahu.. kan udah ilang sama aku... Yaaah.. Bejo...."
Lalu dia tertawa cekikikan.
Gimana bisa kesel coba, ngadepin anak gitu.
Dan yang lebih parah lagi, habis ngikik, dia ngomongin dirinya sendiri
"Aku lebay, ya ?" sambil matanya menatapku.

Huh ! Dasar bocah. Ini nyindir apa nyindir siiiih...


Jumat, 13 April 2012

Abi Aku Mana Sih, Meuni Lila Lila Teuing...

Sejak selasa malam yayang Cinta mudik ke Lampung bertiga F3 dan F4. Eyang sakit, agak parah dari biasanya, sehingga para anak yang merantau dipanggil pulang ke rumah.

Ini pertama kali Faiz ditinggal Abi dan beberapa kakaknya. Terus terang, rumah memang terasa sepi. Separuh biang keributan berpindah tempat.
Baru juga Abi berangkat naik taksi menuju pool Damri di stasiun, dia sudah menangis nangis.
Untuk menghiburnya, aku nekad ajak Faiz ke rumah tante Nur di Girimekar sambil nganterin carrot cake buat mas Lintang. (di jalan baru mikir, gimana kalau ketemu si tomcat udah mau gelap gini...). Untunglah Faiz kubonceng di belakang.
Sepulang dari sana dan shalat maghrib, aku ajak Faiz ke minimarket dekat rumah untuk belanja kebutuhan rumah yang dah pada habis.
Eh si Faiz dah mulai komen komen "abi aku mana sih.. meuni lila lila teuing..." (Abi aku kemana, kok lama amat)
Dan sampai hari ini, hari ke 3 Abi di Lampung, lila lila teuing itulah yang dia ucapkan di saat pagi hari bangun tidur, di saat sore hari aku pulang kantor.
Aduh Nak, berdoa ya..semoga Eyang lekas sehat, jadi Abimu lekas pulang ke Bandung.


Dekatnya..

Minggu, 09 Oktober 2011

Melenggung

Suatu hari, Faiz sedang asyik mewarnai buku gambar di kamar.
Sambil tetap mewarnai dia berkata :

Faiz : Ummi, ummi, Faiz bisa melenggung lho...

Ummi : (sedikit bingung ) melenggung ?

Faiz : Iya.. Faiz bisa melenggung

Ummi : Melenggung gimana ?

Faiz : (berdiri di kasur dan menghadap dinding) Ini lho melenggung (sambil membuat garis lengkung di dinding)


Ummi  : Oooo... bikin garis melengkung.

Faiz : iya.. melenggung.

Ummi : ??? (iya deh)

Kamis, 29 September 2011

Ummi sihh.... ke Kantor !

F5 mau sekolah, pas belum punya seragam
Faiz : Ummi ummi lihat deh, Faiz punya ini dali bu Bulu (dari bu Guru)
(sambil menunjukkan baju seragam sekolahnya)

Ummi : Ihhh.... bagus. Ada gambarnya. Ini  baju apa ?

Faiz : Ini baju sekolah. (bangga)

Ummi : Yaah... Faiz.... Ummi belum pernah lihat Faiz pake baju ini..

Faiz : Ummi siih.. ke kantor, Faiz sekolah (dengan santainya)

Ummi ; ??? Gubrak.

Jumat, 27 Mei 2011

Faiz Memang Oye !

nggemesin yah ?

1. Faiz menirukan kakaknya mengaji
"bis 'iyaaaah.. hiimmm, bis iyaaah... hiiimmm..... bis iyaaah... himmm"
kira kira terjemahnya bismillahirahmaanirrahimm.. tapi ituuuu terus, diulang ulang sampai 3 menit lebih. Bahkan ekspresinya serius seperti sedang tilawah, lengkap dengan membolak mbalik halaman AL Qur'an

2. Faiz menirukan lagu cenat cenut
Suatu hari sehabis pipis, di depan kamar mandi, belum pake celana.
Tiba tiba -sing a song-
"bujurmu dower.........cenat cenut cenat cenut" (bujur=bhs sunda=bokong)

3. Faiz mendapat hadiah boneka dari Bank mandiri
Dibukanya bungkus dan begitu melihat logo mandiri
"Mi.. ini a-te-em?"  (Kali maksudnya sama dengan yang di ATM)
Kok langsung ke sono sih ? -ibunya puyeng, bocah bayi kenal ATM-

4. Ah ya, Faiz dengan chaya chaya...
Beberapa hari sebelum lagu cenat cenut, Faiz sambil pipis goyang chaya chaya dan tertawa terbahak bahak melihat pipisnya juga ikut bergoyang goyang.

5. Faiz main uang uangan
100rb-an merah : 'ini uat uca....ibu titi' (Ini buat deposit pulsa, atas nama bu Titi .. hik hik sering diajak ke counter pulsa)

50rb-an biru : eni uat bu atang... (ini buat ke bu atang - ibu warung sayur dekat rumah)

20rb-an hijau : ini uat eyi eyas  ( ini buat beli beras)

10rb-an ungu : ini uat eyi oti (ini buat beli roti - ada pool tukang sari roti dekat rumah)

2rb-an abu : ini uat ekel teteh... (ini buat bekal teteh - uang jajan, maksudnya)
Dan anehnya saudara saudara, itu semua persis dengan apa yang sering aku lakukan.
beberapa cepe'an buat deposit pulsa, lima puluh ribu buat belanja ke bu Atang, beli beras aku ngeteng, biasanya bibi dan aku bawain 20rb an, Faiz sering beli sari roti dengan uang sepuluh ribuan dan bekal anak anakku dua ribu per anak per hari)
alamaaakkk...