Minggu, 30 November 2025

Work Life Balance

                                 

Work-life Balance bukan istilah baru. Namun sejak pandemi covid melanda Indonesia, istilah ini mencuat dan seringkali disebut di lingkungan sekitarku. Mungkin gara-garanya ketika covid dan banyak work from home, batasan antara jam kerja dan bukan jam kerja menjadi tipis. Banyak justru yang menjadi lebih sibuk dan merasa bekerja 24/7 karena hubungan melalui telepon ataupun email yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk di luar jam dan hari kerja.


Work-life balance menurutku adalah kondisi di mana kita sebagai pribadi dapat menjalankan peran secara seimbanga antara pekerjaan, keluarga, relasi/pertemanan dan me-time/waktu untuk diri sendiri. Tentunya ini bukan hal yang mudah, sehingga sangat layak untuk diperjuangkan oleh siapun ibu pekerja di luar sana yang membaca tulisan ini. Mari kita buka satu per satu.

1. Work / pekerjaan

Pekerjaan ini ada tempatnya dan ada juga waktunya. Hendaknya kita dapat membuat boundaris agar kehadiran "work" ini tidak mendesak atau menggeser unsur lainnya. Jadi misalnya kita berada di posisi yang pekerjaannya menuntut banyak perhatian atau pemikiran, maka kita perlu membuat batasan.

2. Family / keluarga

Keluarga juga memiliki hak atas diri kita. Sehingga ketika sudah lewat jam kerja maka perhatian kita sebisa mungkin tidak tentang pekerjaan lagi. Ada istilah tidak membawa soal pekerjaan masuk ke dalam rumah. Ini untuk menjaga jangan sampai ketika di kantor ada masalah dibawa-bawa sampai ke rumah dan keluarga terkena dampak, padahal mereka sudah menunggu kepulangan kita dari kantor.

3. Friends / relasi /teman

Kehidupan kita tidak terlepas dari teman, karena manusia adalah makhluk sosial. Keberadaan teman ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri kita ketika kita memilih berteman dengan orang yang tepat. Atau bisa juga menambah relasi dan networking kita.

4. Self / diri sendiri

Jangan dilupakan kebutuhan kita untuk sekedar menepi dari hiruk pikuk dunia dan kehidupan ini. Di waktu waktu untuk diri sendiri ni dapat kita pergunakan untuk meningkatkan pengetahuan, belajar hal baru, beribadah, dan lain sebagainya.


Keempat hal di atas bukan sesuatu yang dibenturkan, tetapi dijalankan selaras sehingga mengarah pada keseimbangan. Ada waktunya kita memprioritaskan satu hal, ini bukan suatu hitungan matematika yang menjadi 25 persen setiap unsurnya.

Keseimbangan ini bukan kita pribadi yang merasakan, tetapi orang-orang sekitar kita dulu yang akan merasakan.  Yang kita butuhkan hanyalah ikhtiar, dan komitmen dengan setiap peran tersebut

Sabtu, 29 November 2025

Bakso Romantis, Bakso Enak Gak Bikin Dompet Tipis


Bakso bagi orang Bandung sudah menjadi makanan yang sangat populer. Mulai dari yang harga puluhan ribu per porsi hingga yang harga under Rp. 10.000 di Bandung semua ada. Aku, sebagai orang pendatang yang sudah 20 tahun lebih tinggal di sini, sedikit banyak juga agak terpengaruh dengan kebiasaan makan bakso ini.

Bagi penggemar bakso garis keras, kalau ada warung bakso baru pasti ingin mencicipinya. Penasaran, judulnya. Apalagi namanya menarik perhatian seperti ini. Bakso Romantis.

Bakso Romantis ini aku cari di Google map belum ada. Tapi kalau di daftar menunya, warung ini beralamatkan di Jl Cigending No. 130 Ujungberung. Kenyataannya Bakso Romantis terletak di seberang Toserba Griya Ujungberung, di sebelah kanan Tomoro

Tempatnya memanjang ke belakang. Kalau dari depan, lebar space nya hanya sekitar 2 meter. Tapi memanjang ke belakang ada sekitar 5 buah meja masing-masing 4 kursi. Untuk minuman bisa mengambil sendiri di meja dan teko yang disediakan. Ada juga kerupuk di setiap meja selain sambal, kecap dan pasangan bakso lainnya.

Baca juga : Bakso Solo Balapan

Menu yang tersedia di sini antara lain:


Mie Bakso
- Mie bakso romantis
- Mie bakso halus
- Mie bakso Jumbo
- Mie bakso biasa

Mie Yamin
- Mie yamin bakso biasa
- Mie yamin bakso halus
- Mie yamin bakso jumbo

Mie Ayam
- Mie ayam original
- Mie ayam bakso biasa
- Mie ayam bakso halus
- Mie ayam bakso jumbo

Untuk toppingnya yang ready hanya tahu, pangsit dan ceker
Minumannya juga standar, aneka jus dan es campur.

Menu yang sudah aku coba
1. Mie bakso halus
Yaitu mie bakso, sayur, dan bakso ukuran kecil-kecil sebanyak 7 butir. Menurutku rasa bakso halusnya enak, teksturnya juga lembut dan tidak keras. 
2. Mie bakso jumbo 
Mie bakso ini perpaduan dari mie bakso urat/cincang/telur dengan dua butir bakso halus.Aku baru mencoba yang bakso uratnya. Yang aku cocok dari bakso urat di sini adalah uratnya lembut, tidak keras atau susah dikunyah.
3. Mie ayam original
Mie ayam originalku benar-benar original. Aku tidak menambahkan kecap maupun saos ke dalam mangkok. Rasanya sih enak, cocok di lidahku. Tapi aku kurang suka potongan ayamnya yang masih tercampur tulang, walaupun itu tulang rangu/tulang muda, seperti mengganggu kenikmatan.

Review
Layanan aku kasih 5/5. Karena satset banget dan rapi. Untuk rasa bakso aku juga kasih 5/5 sesuai harganya. Untuk mie ayam aku kasih 4/5. Menu lain aku belum pernah mencoba.

Mau balik lagi?
Iya, soalnya harganya bersabahat dan rasanya oke lah.



Kamis, 27 November 2025

Jalan Kaki di Sport Jabar

 


Setiap aku melihat postingan teman-teman Stravaku yang olahraga di Sport Jabar, dalam hati kecilku berbisik, "kapan ya aku bisa olah raga di sana". Alhamdulillah niatan ini bisa kesampaian dengan cara yang sama sekali tidak terduga. Bukan olahraga di akhir pekan seperti yang aku bayangkan selama ini, melainkan aku ditugaskan oleh kantor untuk melakukan pelayanan di Sport Jabar sehubungan dengan acara Jabar Kabisa 2025.

Alamat Sport Jabar
Jl. Pacuan Kuda No.140, Sukamiskin, 
Kec. Arcamanik, Kota Bandung

Pagi itu aku sampai lokasi jam 7 pagi lewat beberapa menit.  Karena layanan dimulai pukul  8 pagi, maka aku jalan kaki dulu keliling lokasi. Suasana sangat ramai. Ada sebagian pengunjung Jabar Kabisa yang sedang melakukan olahraga bersama,a sedang menyiapkan stand pameran, ada yang loading barang, dsb. Jadi meskipun bukan akhir pekan suasananya lebih ramai dari akhir pekan.




Aku berjalan mengikuti arus orang-orang, yaitu jalan ke kanan kalau dari pintu masuk. Kecepatan jalanku masih rata-rata seperti biasa. Sekitar 15 menit setiap kilometernya. Mau mengejar lebih cepat lagi kalau jalan, masih agak kesusahan. Bisa mendekati 11 kalau sambil lari sesekali.

Kondisi Sport Jabar belum ada perkembangan berarti dari kondisi tahun lalu aku ke sini. Malahan boleh dibilang semakin menurun. Di beberapa gedung cabang olahraga tertentu ada yang pintunya sudah rusak atau ditumbuhi tanaman liar. Ada juga bangunan yang mangkrak belum jadi, masih tetap seperti itu.



Tapi dari semua itu, ada sisi yang aku baru tahu. Ternyata are Sport Jabar ini ada basement-nya lho atau ruang bawah tanah. Mungkin peruntukan awalnya untuk parkir. Baru nyadar juga ternyata di atasnya banyak seperti lubang udara gitu. Ini lokasinya di belakang Youth Centre.



Kemudian ke arah jalan Pacuan Kuda ada lahan untuk berkuda seuprit. Kulihat ada yang sedang latihan naik kuda. Satu kuda didampingi satu pelatih. Mau tanya kalau ikut latihan berkuda gimana caranya, eh masih takut. Pernah dapat info, kalau kita naik kuda itu rasanya seperti cardio, karena lompat-lompat.

Satu keliling sport Jabar ini seki.  Ayo kita jalan di ke sana kapan kapan-kapan..



Rabu, 26 November 2025

Sate Kambing ABG, Mau Coba?


Sebenernya sudah agak lama berniat mampir ke tempat makan yang satu ini, akhirnya kesampaian juga ketika kemarin janjian makan siang dengan Teh Uci. 


Sate Kambing ABG
Jl Soekarno Hatta  No 757
Arcamanik Bandung

Kalau dari arah Kiara Condong menuju Cibiru, lokasinya di sisi kiri jalan. Kurang lebih berseberangan dengan Masjid Al Azis. Jadi kalau dari arah Cibiru, kalau pakai motor masuk jalur cepat setelah Cipamokolan, kemudian  putar balik di Aria Graha dan langsung masuk ke jalur lambat. Agak perjuangan sih memang ya.. Menyeberangnya sedikit memotong arus. 

Mengenal Sate Kambing ABG sudah bertahun-tahun lalu ketika masih di Jalan Sukabumi seberang IBCC. Terus kemudian dia pindah ke sejajaran IBCC. Ada juga cabang lain di Terusan Buah Batu. Yang terbaru ya di Soekarno Hatta ini. Keistimewaan mereka adalah, kambing yang dimasak itu masih kambing muda yang umurnya kurang lebih 3 bulan.

Awal-awal terlihat ramai, banyak kendaraan yang parkir baik roda empat maupun roda dua. Kebetulan pas kemarin ke sana kondisinya sedang agak kosong. Hanya ada dua meja yang terisi. 
Oh iya ternyata di lokasi ini juga ada warung makan sunda Sawargi yang duduknya lesehan. Sepertinya mereka joinan. Kami duduk di dalam warung Sawargi dan tetap bisa memesan dari Sate Kambing ABG.

Sate selip gajih

Yang kami coba yaitu sate kambing selip gajih bumbu kecap, nasi goreng kambing dan tengkleng kambing di take away. Nasi gorengnya enak porsinya besar untuk ciwi ciwi kalau aku sih nggak habis ya.. sedangkan satenya enak sih menurutku.. cuman agak urang empuk sedikit/empuknya kurang merata. Mungkin ini mah faktor gigiku yang sudah tidak sekuat dulu. Soalnya dulu perasaan enak enak aja haha Jadi dari 10 tusuk yang aku pesan dan aku makan 6 tusuk, ada 3 potong daging yang aku gak bisa ngunyah. 

Dari ketiga pesanan di atas aku membayar di kasir seharga 165rb. Agak kaget juga sih, karena memang di buku menunya nggak tercantum harga. Tapi di kertas pesanannya ada. Karena aku pesan di warung sawargi jadi aku gak dapat nota pesanan Sate Kambing ABG.

Untuk daftar harganya sebagai berikut: (November 2025)
- sate kambing selip gajih bumbu kecap/madu/klatak Rp .55.000/porsi (aku pesan 10 tusuk harganya Rp. 75.000)
- sate kambing polos bumbu kecap/madu/klatak Rp. 65.000/porsi
- Sate sapi Rp. 50.000
- Sate ayam Rp. 35.000
- Kambing bakar 500gr Rp. 125.000
- Tongseng/tengkleng kambing/sapi Rp. 50.000
- tongseng/tengkleng ayam Rp. 35.000
- gulai kambing/sapi Rp. 50.000
- sop kambing/iga sapi rp. 50.000
- gulai ayam/sop ayam Rp. 35.000
- Nasi goreng kambing Rp. 35.000
- Nasi goreng biasa Rp. 20.000

Jujur aku masih penasaran dengan menu menu lainnya. Sudah lupa rasanya karena lama sekali tidak mencicipi. Jadi kalau ditanya apakah mau balik lagi? Insya allah balik lagi mencoba gulai kambing atau sop iga nya. Mau barengan?

Selasa, 25 November 2025

Wisuda F2

                        

Kalau mau cerita anak-anak, sebenarnya sudah banyak milestone yang terlewat dn nggak ku tulis ya... Kemarin-kemarin sempat agak ragu-ragu mau nulis soal anak-anak, mengingat kejahatan dunia digital sudah sedemikian marak. Karena ini momentum yang sangat berarti buat anak-anak jadi ya udah tulis aja ya...Seperti kemarin F2 wisuda juga aku tuliskan di sini.

Baca juga : Wisuda!

F2 alhamdulillah sudah menyelesaikan sidang S1 nya di bulan Juli 2025 yang lalu. Kemudian juga sudah menyelesaikan revisi skripsinya sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

Selama masa tunggu, dia nggak diem aja. Ada belasan bahkan puluhan lamaran kerjaan yang dia kirimkan dengan bermodalkan surat keterangan lulus. Beberapa sudah sampai tahap wawancara. Ada yang wawancara daring ada yang luring. Bahkan ada juga yang sudah sampai ketemu usernya. Subhanallah sampai saat ini belum ada panggilan dari perusahaan-perusahaan tersebut. Sempat terlihat semburat kecewa kalau sudah wawancara belum ada kabar juga. Tapi ya bagaimana lagi namanya juga rezeki ya.. udah dijemput tapi nggak mau ikut ya tinggal nurut.

Kampus F2 ini menyelenggarakan wisuda hanya 2x dalam setahun. Bahkan di kampus F2 setahun sampai 4x. F2 sempat bilang kalaupun nggak ikut wisuda nggak papa, toh udah pernah wisuda pas lagi D3. Kekhawatirannya adalah soal kuota peserta yang katanya ribuan dalam sehari itu. Syukurlah akhirnya dapat untuk sesi 1.

Persiapannya nggak seheboh waktu wisuda S1 ya... antara lain mendatangkan MUA buat dia dan aku, menyewa jasa fotografer, baju beli baru, rok nggak, dsb. UNtuk wisudah kali ini diaj juga mendatangkan MUA tapi buat dia aja, aku nggak. Kemudian untuk kebaya yang dia kenakan, nyewa juga. Nggak beli kueh. Nggak beli bunga. Mungkin bertambah usia dia lebih realistis berhitung dengan pengeluaran. 

Acara wisudanya diselenggarakan di Convention Hall Hotel Harris Festival Citilink. Lumayan jauhd ari rumah. Kami berangkat jam 6 karena acara mulai 7.30. Sampai di lokasi sudah ramai. Rata rata turunnya di lobby mall, padahal mall belum buka ya..Kami pun berjalan kaki menuju lobby hotel. Di sana kami diarahkan oleh Satpam agar segera menuju lantai 3 menggunakan eskalator.

Di atas sudah ramai. F2 tetap harus menjumpai panitia untuk mengambil undangan dan gelang penanda tangan. WIsudawan masuk barisan, orang tua dipersilakan mencari tempat duduk sendiri .Di sini aku agak kurang sreg ya.. karena benar-benar bebas semudah mudahnya. Mungkin pengarah layanan sedang sibuk , hehe

Setelah prosesi wisuda selesai, semua anaggota keluarga ada di Bandung berkumpul, foto, dan makan siang bersama.

 










Minggu, 23 November 2025

Melihat Miniatur Tugu Yogya di Tugu Golong Gilig


Bertandang ke kota Gudeg, tidak lengkap rasanya sebelum menyusuri jalan Malioboro dari Titik Nol Kilometer menuju Tugu Yogya. Tugu yang terlihat lebih indah di malam hari ini, ternyata merupakan salah satu lambang yang menunjukkan perjalanan manusia dari lahir hingga nanti menghadap Yang Maha Kuasa.  Perjalanan terebut dimulai dari Tugu Yogya sampai ke Keraton Yogyakarta. Filosofi ini dapat kita baca dan kita pelajari di Tugu Golong Gilig yang berada di salah satu sudut Tugu Yogya.


Baca juga : Destinasi Sekitar KM Nol Kota Yogyakarta

Kalau kita cermati, dari Tugu hingga keraton, berada di dalam satu garis lurus. Golong gilig atau disebut juga pal putih, melambangkan bersatunya cipta, rasa dan karsa  yang dilandasi oleh kesucian hati. Kesucian hati ini dilambangkan dengan warna putih. 

Perjalanan ini yang pertama akan melalui Margatama (margo utomo=jalan keutamaan). Kemudian melalui Malioboro (dengan obor, obor itu berupa ajaran yang telah diajarkan oleh wali) kemudian lanjut ke Margomulyo (jalan kemuliaan) dan Pangurakan / pengusiran (mengusir nafsu negatif)

Bukan hal yang mudah untuk menuju Sang Kholiq ini,  tentunya banyak ujian dan cobaan, termasuk juga ujian duniawi. Ujian kehidupan ini dilambangkan dengan keberadaan pasar Beringharjo (melambangkan godaan syahwati) dan juga Kepatihan (melambangkan godaan pangkat, jabatan, dan kewibawaan)

Uniknya sepanjang perjalanan itu juga, ada pohon ponon dengan nama=nama tertentu yang sengaja di tanam, dan itu pun masuk dalam filosofi juga. . Yang pertama dalah tanaman di Margo Mulyo yaitu tanaman asem. Yang bermakna sesuatu yang menarik. Sehingga bahagia dalam hidupnya (asem=sesuatu yang menarik). Kemudian, selanjutnya ada pohon gayam yang bermakna ayom/teduh. Jalan ini teduh. Ini adalah pelajaran dari manusia,Dengan mendekatkan diri padaNya dan menjalankan perintah Allah untuk lebih mendekatkan diri padaNya.

Rupanya belum selesai, urusan pohon. Selanjutnya ketika sampai di ujung jalan pangurakan, akan terdapat sebuah gerbang yang ditandai dnegna dua buah pohon beringin. Pohonnya membiliki nama yaitu Wok dan Jenggot. Jumlah pohon beringin di alun alun utara ada 64.Ini adalah melambangkan usia Rasulullah saw.

Ada dua pohon di tengah yang dikelilingi pagar, atau bisa disebut ringin kurung. Kedua pohon ini melambangkan hablumminannaas.

Sabtu, 22 November 2025

Sejak Kapan Kamu Suka Olahraga

Semasa sekolah  di SD-SMEA, alhamdulillah aku dulu termasuk anak yang pinter di kelas. Minimal 10 besar. Nilaiku ulanganku bagus-bagus semua kecuali satu pelajaran yaitu pelajaran olahraga. Aku selalu mendapatkan nilai minim untuk praktik olahraga. Nilai yang masuk raportku, terbantu oleh nilai ulangan teori penjaskes (pendidikan jasmani dan kesehatan).

Entah kenapa ya dulu aku nggak suka olahraga. Mungkin karena aku tidak cukup berprestasi atau mungkin tidak pernah latihan. Olahraga yang aku bisa hanya lompat tinggi dan lompat jauh. Kasti, lempar lembing, lempar galah, volley, basket, semua lemah. Padahal di halaman rumahku ada lapangan badminton dan meja pingpong juga. Kalau mau, aku bisa latihan. Tapi ya begitulah.. Aku nggak setertarik itu dengan kegiatan jasmani.

Aku mulai paham kebutuhan olahraga setelah merasakan fisikku melemah, jompo. Yaitu di menjelang umur setengah abad. Telat banget ya.. Nggak papalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Pertama aku mencoba yoga di masa pandemi. Alhamdulillah terasa banget manfaatnya. Terus mencoba jalan kaki tipis tipis, sekitar sekilo dua kilo, lumayan lah ya..

Manfaat yang terasa banget di badanku ya lebih fit aja sih, nggak mudah lelah dan mood yang lumayan terjaga. Dengan pekerjaan melayani orang yang tidak hanya menguras tenaga tapi kadang juga menguras emosi, aku perlu mood yang stabil. Dan perubahan hormon sejak ikut olahraga kerasa, dibawa bahagia aja sih lebih tepatnya.

Kalau dirangkum olahraga yang aku lakukan dalam seminggu, yang paling banyak jalan kaki. Minimal sepekan 3x.  Saat ini aku juda sedang ikut kelas panahan tradisional dengan pertemuan sepekan sekali. Ada kelas yoga setiap hari Selasa di kantor. Sempat juga ikut kelas poundfit seminggu sekali, tapi sekarang kelas ini sudah berhenti sejak pound diterpa gosip terlibat komunitas pelangi.

Yang masih menjadi tantangan buatku adalah menambah speed dan menambah jarak. Saat ini speed masih sekitar 4km/jam. Terasa kalau pas jalan bersama teman, aku seperti harus mengejar agar dapat jalan sejajar. Sedangan jarak jalan harian juga masih di bawah 3 km. 

Baca juga : Aku dan Strava

Kemajuannya adalah aku sudah mulai melaporkan lari di aplikasi strava. Walaupun prakteknya masih lebih banyak jalannya. Semoga dengan berlatih secara istiqomah aku bisa mencapai target baru dalam olahraga. Aamiin.






Jumat, 21 November 2025

Palestina Run, Pe-LARI-an yang Penuh Makna


Setelah hampir setahun rutin jalan kaki sepekan minimal 3x aku memberanikan diri ikut event lari 5km. Sebenarnya ini masih jauh dari kata "lari" sih ya.. tapi karena menurutku masih dapat diusahakan maka aku coba ikuti.

Larinya masih seperempat atau sepertiga dari total perjalanan, sisanya jalan cepat. Pacenya juga masih di kisaran angka 10. Kadang naik satu kadang turun satu. OK nggak papa, baru belajar.

Event lari ini memang istimewa. Yaitu Palestina Run 2025. Ini adalah event lari virtual kedua yang aku ikuti. Event pertama juga lari virtual Palestina juga, pas waktu pandemi. Kenapa memilih Palestina Run?

Jujur, alasannya adalah alasan ikatan hati, kalau nggak dibilang emosional. Ini adalah wujud solidaritas atas kondisi Palestina terkini. Kondisi yang jauh lebih parah dari apa yang dapat diliput media. 

Kupikir ini lari-ku ini juga bukan sekedar lari, tapi mencoba memaknai arti kata perjuangan. Di aku mungkin perjuangan lari sampai finish, tapi untuk saudara-saudara kita di Palestina, perjuangannya jauuuuh lebih besar dari itu hingga mungkin di luar apa yang dapat dibayangkan oleh kita yang tinggal di negara aman sentausa. Buat kita adalah perjuangan menjaga kesehatan, agar tetap dapat beribadah dan membersamai anak cucu dalam kondisi sehat wal afiat.

Selama lari aku membayangkan saudara-saudaraku yang berlarian di bawah lintasan peluru dan martil bahkan bom. Membayangkan perjuangan anak-anak yang bertahan hidup dengan makanan minuman yang amat sangat minim. Perjuangan Ibu yang membesarkan anak di bawah desingan peluru bahkan reruntuhan gedung.  Dalam hati yang paling dalam, terlintas doa untuk mereka agar Allah melindungi dan memberikan kemenangan untuk Palestina.

Selain itu lari ini juga sebagai syiar, mungkin ada yang belum tersentuh dengan kondisi Palestina, namun dengan pintu "lari" ini semoga bertambahlah sentuhan itu. 

Alhamdulillah dalam lari virtual kali ini, Allah memberikan kekuatan dan kelancaran. Ada kenaikan Pace dari yang sebelumnya di atas 10, kali ini bisa di bawah 10. Selain itu aku juga mencetak beberapa PB. Masya ALlah tabarakallah, jadi makin semangat untuk belajar lari. Selain buat hepi-hepi juga buat menjalin relasi.

Jadi kira-kira event mana lagi nih?

Senin, 03 November 2025

Minum Teh di KOI The


Melanjutkan perjalanan me time, dari Stasiun Tegalluar aku naik shuttle ke Summarecon Mall. Jujur belum ada rencana mau ngapain. Se-iseng itu mencoba shuttle gratisan aja. 
Masuk mall melalui pintu Ageung ini sudah beberapa kali. Jadi sudah sedikit hapal posisi toko di kanan dan kiri. Aku masuk terus lewat depan toko roti Tous Les Jour menuju teras samping eh ternyata lagi nggak ada event apapun. Balik lagi aku masuk. Jam 3 sore mau cari makan berat kok kayaknya masih kenyang. Karena hari hujan aku pikir minum yang hangat-hangat cocok lah ya..
Pilihanku jatuh pada Koi The. Ini pertama kalinya aku mencoba. Kulihat-lihat dulu budget di ulasan google masih masuk anggaran. Beloklah aku ke sana. Ada gelato, aneka minuman dan pastry. Setelah berpikir sejenak aku memilih Teh Greentea Jasmine hangat dan Almond Croisant. Tehnya aku pakai gula 50% saja dan diinfokan oleh kasirnya kalau kudapan yang aku pesan akan dipanaskan terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian, datanglah makananku. Cantik juga


Review sedikit 

- Teh greentea jasmine : rasa teh hijaunya tenggelam oleh aroma jasmine. Tapi masih oke. Gula 50% cocok di aku. Manisnya selewat saja.
- Almond Croisant : enaaaak... asli. Kulit luarnya lembut, Saking lembutnya sampai lepas lepas ketika aku potong. Isinya juga pas. Tapi menurut lidahku ini agak kemanisan. Syukurlah tehnya kurang manis, jadi pas seimbang dimakan dengan croisant.

Suasana

Suasana resto ketika aku di sana tenang banget. Karena tenang ini juga sih aku mampir ke sini. Ada banyak meja, tapi yang terisi hanya 2-3 meja. Mungkin karena aku ke sini di hari kerja dan bukan di jam makan siang ataupun after hours. 
Di tempat dudukku ada colokan charger kalau di perlukan. 
Selain menjual minuman dan pastry, Koi juga ada gelato. Gelatonya ada aneka macam rasa. Ya cuman karena suasana dingin aku jadi belum pengen mencoba gelatonya.
Kalau dari penampakannya, ini tersedia di 4 ukuran cup. 
- small (dua rasa) harga 43rb
- medium (tiga rasa) harga 63rb
- large (dua rasa) harga 79rb
- extra large (dua rasa) harga 139rb
Emang segituan sih ya .. harga gelato. masih wajar terkendali. Rasanya juga aneka ragam, ada coklat, vanila, stroberi, tiramisu, dll



Alhamdulillah soreku terasa lebih cerah setelah minum teh. Meskipun di luar hujan masih mengguyur kota Bandung.