Tampilkan postingan dengan label bersama teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bersama teman. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 November 2025

Minum Teh di KOI The


Melanjutkan perjalanan me time, dari Stasiun Tegalluar aku naik shuttle ke Summarecon Mall. Jujur belum ada rencana mau ngapain. Se-iseng itu mencoba shuttle gratisan aja. 
Masuk mall melalui pintu Ageung ini sudah beberapa kali. Jadi sudah sedikit hapal posisi toko di kanan dan kiri. Aku masuk terus lewat depan toko roti Tous Les Jour menuju teras samping eh ternyata lagi nggak ada event apapun. Balik lagi aku masuk. Jam 3 sore mau cari makan berat kok kayaknya masih kenyang. Karena hari hujan aku pikir minum yang hangat-hangat cocok lah ya..
Pilihanku jatuh pada Koi The. Ini pertama kalinya aku mencoba. Kulihat-lihat dulu budget di ulasan google masih masuk anggaran. Beloklah aku ke sana. Ada gelato, aneka minuman dan pastry. Setelah berpikir sejenak aku memilih Teh Greentea Jasmine hangat dan Almond Croisant. Tehnya aku pakai gula 50% saja dan diinfokan oleh kasirnya kalau kudapan yang aku pesan akan dipanaskan terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian, datanglah makananku. Cantik juga


Review sedikit 

- Teh greentea jasmine : rasa teh hijaunya tenggelam oleh aroma jasmine. Tapi masih oke. Gula 50% cocok di aku. Manisnya selewat saja.
- Almond Croisant : enaaaak... asli. Kulit luarnya lembut, Saking lembutnya sampai lepas lepas ketika aku potong. Isinya juga pas. Tapi menurut lidahku ini agak kemanisan. Syukurlah tehnya kurang manis, jadi pas seimbang dimakan dengan croisant.

Suasana

Suasana resto ketika aku di sana tenang banget. Karena tenang ini juga sih aku mampir ke sini. Ada banyak meja, tapi yang terisi hanya 2-3 meja. Mungkin karena aku ke sini di hari kerja dan bukan di jam makan siang ataupun after hours. 
Di tempat dudukku ada colokan charger kalau di perlukan. 
Selain menjual minuman dan pastry, Koi juga ada gelato. Gelatonya ada aneka macam rasa. Ya cuman karena suasana dingin aku jadi belum pengen mencoba gelatonya.
Kalau dari penampakannya, ini tersedia di 4 ukuran cup. 
- small (dua rasa) harga 43rb
- medium (tiga rasa) harga 63rb
- large (dua rasa) harga 79rb
- extra large (dua rasa) harga 139rb
Emang segituan sih ya .. harga gelato. masih wajar terkendali. Rasanya juga aneka ragam, ada coklat, vanila, stroberi, tiramisu, dll



Alhamdulillah soreku terasa lebih cerah setelah minum teh. Meskipun di luar hujan masih mengguyur kota Bandung.


Jumat, 31 Oktober 2025

Naik Woosh Karawang-Tegalluar


Setelah aku bertemu temanku di Karawang dan transit sekitar 3 jam, aku melanjutkan perjalanan Karawang - Tegalluar. Jujur suasana kota Karawang yang paling berkesan adalah panasnya serta kendaraan besar yang berseliweran. Mungkin memang jalur yang aku lewati ke stasiun adalah jalur industri.

Baca : Naik Woosh Jakarta - Karawang

Siangnya aku naik kereta yang jam 14.45. Aku beli tiketnya juga saat lagi ngobrol di kantor temenku. Jadi bisa dibilang on the spot juga. Masih melanjutkan pilihan sisi, kali ini aku juga tetap pilih sisi kanan Memang sih tempat duduknya bertiga, tapi kan kosong ini ya.. jadi tetep bisa sendirian.

Perjalanan ke Bandung diwarnai dengan hujan deras. Sampai-sampai pemandangan di luar sama sekali tidak nampak. Alhamdulillah hujannya paling sampai Purwakarta kali ya. Karena selanjutnya pelan pelan pemandangan nampak. Sadar-sadar udah di sekitar Cimahi. 

Masya Allah, menuju Bandung di sisi kanan ini pemandangan sangat luar biasa. Diwarnai dengan gunung-gunung yang berlapis-lapis. Suasana tambah syahdu karena ada gerimis dan kabut tipis.

Sesampainya di Stasiun Tegalluar aku masih bersantai ria. Karena hari ini aku sudah niat mau me time dan menghabiskan cuti. Sehingga nanti sampai rumah sekitar 17.30 seperti hari-hari aku ngantor. Karena santai inilah aku juga jadi memperhatikan apa apa yang ada di stasiun Tegalluar. 

Ternyata :
1. Stasiun cukup ramai dan ada beberapa tempat makan
2. Toilet dan ruang laktasinya bersih di lantai bawah
3. Ada taksi bluebird (bluebird ya.. bukan golden bird hihi) yang selalu standby
4. Ada shuttle ke Mall Summarecon gratis tis tis 
5. Ada shuttle Damri ke arah kota dan ke arah Jatinangor. Ke arah kota bayar 20rb

Dengan gabutnya aku ikut bis yang ke Mall Summarecon. Ternyata sebelum bis jalan, penumpang di foto dulu sama pak Sopir yang rapi dan ramah. Sampai Mall Summarecon, bis berhenti di pintu Ageung. (Mall Summarecon ada beberapa pintu masuk). Dan tahu nggak, kita juga bisa balik lagi ke stasiun Tegalluar naik shuttle ini. Ada jadwalnya lho..


Begitulah pengalamanku jalan-jalan hari ini, sungguh aku menikmati waktuku ini. Sangat sangat mindfull. Sebelum pulang, aku duduk dulu minum teh sore dan makan kudapan di Koi The. Nanti lagi ceritanya ya... 



Kamis, 30 Oktober 2025

Naik Woosh Jakarta-Karawang



Jarang-jarang ya aku berkesempatan naik Woosh dari Jakarta. Sejak kereta cepat ini diluncurkan, aku baru sekali naik pulang pergi. Berangkat dari Stasiun Padalarang dengan menggunakan Feeder dari Stasiun Bandung, lalu pulangnya dari Halim langsung menuju Tegalluar. 

Makanya begitu ada kesempatan naik Woosh lagi, aku nggak ingin mendapatkan pengalaman terbaik, terutama dari pemandangannya. Akupun mencari tahu dengan mengetikkan pencarian di Google.  Aku menggunakan kata kunci "naik woosh dari jakarta duduk di sisi mana?"

Tak lama keluar jawaban dari AI, katanya: Jika naik Whoosh dari Jakarta, disarankan memilih kursi dengan nomor ganjil dan berada di sisi kiri untuk mendapatkan pemandangan yang lebih luas dan tidak terhalang. Sisi kiri ini akan memberikan pemandangan yang didominasi oleh jalan tol, sementara sisi kanan cenderung memperlihatkan pemandangan alam seperti sawah dan perbukitan. 

pemandangan sisi kiri no kursi ganjil

Akupun segera hunting tiket. Oh iya karena aku perginya di hari kerja, maka aku membeli tiket on the spot. Woosh biasanya kosong di hari kerja.

Kali ini aku rencananya mau naik dari Halim, lalu transit di Karawang menengok teman. Kemudian dari Karawang aku nanti lanjut ke Tegalluar. 

Dari nganterin F3 kerja di kawasan Rasuna Said, aku lanjut pakai ojek daring ke Halim. Dulu aku ke Halim nggak turun dari stasiun sama sekali, karena lanjut naik LRT/MRT. Jadi kali ini aku masih meraba-raba lewat mananya. Aku hanya mengikuti orang-orang yang jalan kaki dari drop off ojek ke atas. Sambil jalan aku sambil cari tiket.  Sebelum masuk aku jajan dulu di area food court. Pilihannya lumayan banyak kalau di Halim. 

Begitu naik kereta, alhamdulillah kursiku sesuai informasi google. Jendelaku full dan aku bisa lihat pemandangan yang hijau-hijau. Nggak sepenuhnya hijau sih, karena mulai banyak tanah yang diurug, mungkin untuk kawasan pemukiman baru atau kawasan industri, karena lokasinya dekat angkutan darat (tol, kereta). Dari Halim ke Karawang cukup 15 menit saja.

Sampai di stasiun Woosh Karawang jujur aku agak shock. Kenapa? Alasanku :
1. Suasana stasiunnya sepi, asli sepi banget. Penumpang yang turun hanya satu dua. Yang naik juga. 
2. Tempat jualan banyak, tapi baru ada Indomaret yang pasang-pasang etalase kecil, bukan cabang toko kayak.
3. Stasiunnya jauh dari kota. Jadi aku musti naik ojol lagi dari stasiun ke tempat temenku di kota.
4. Nggak ada taksi Bluebird dong, adanya cuma Golden Bird. Harga tentu saja mahalan Golden Bird ya..
5. Ada shuttle gratis hanya sampai Grand Outlet sekitar 5-6 menit.

Tapi aku nggak menyesal turun di Karawang, karena bisa ngobrol sama temenku yang sudah lama nggak ketemu.


Rabu, 24 September 2025

Olahraga di Pinus Regency

Olahraga adalah kebiasaan baik yang perlu dilakukan oleh setiap orang. Olahraga juga dikenal luas sebagai aktivitas yang menstimulasi tubuh untuk melepaskan hormon endorfin atau hormon bahagia. So orang yang rajin berolah raga teratur, akan cenderung lebih tenang dan terhindar dari kecemasan. Selain itu, olahraga juga dapat mencegah stress akan keadaan maupun kehidupan 

Akhir-akhir ini aku lagi suka olahraga jalan kaki di komplek Pinus Regency. Iya jalan kaki doang, karena aku belum kuat larinya.
Nggak harus ada teman, sendirian juga aku nggak papa. Udah macam gadis pemberani aja, padahal ya masih takut. 
Jalur jalan kakiku adalah melalui gang yang jalan Cisaranten Wetan, masuk melalui gang yang terletak diantara sampah.  Selanjutnya tinggal jalan kaki mengikuti feeling aja, Atau kalau kamu bingung atau pusing, boleh tanya pada anak-anak atau penduduk setempat.. Sampai ketemu pintu komplek. Sebenarnya bukan pintu juga kali ya, melainkan tembok yang dilubangi. Dia berfungsi sebagai batas tanah juga antara pihak Kompke Pinus Regenci dan  penduduk di luar komplek.

Kenapa olah raga di Pinus?

Mungkin kondisi Komplek Pinus hari ini , masih jauh dibandingkan dengan Summarecon. Tapi yang ada beberapa hal yang aku suka dari Komplek ini:

1. Track-nya jelas. 

Di sini tinggal jalan dari depan ke belakang, atau kalau aku dari belakang komplek menuju ke depan/bagian gerbang. itu saja jaraknya sudah sekitar 1km. Kalau mau lebih jauh tinggal bolak-balik aja. Kemudian kalau kita di jalan utama itu, jalannya juga sudah lumayan rapi beraspal. Belum merata sih..ada yang bagus ada yang bagus banget.

2. Udara cukup bersih

Kalau pagi, di Pinus belum banyak banyak kegiatan. Mobil dan kendaraan roda empat juga hanya satu dua. Mungkin karena di sini masih banyak tanaman dan lahan yang belum dibangun cukup luas juga, jadi cukup nyaman untuk berolah raga. Minim polusi dan kebisingan.

3. Suasana yang asri

Mungkin aku salah satu penikmat alam. Lihat bunga mekar, segera ambil kamera. Lihat langit biru, ambil kamera. Jadi aku sangat menikmati suasana di Pinus ini.

4. Banyak tukang jajanan

Ini yang paling penting nih. Makin ke arah depan/gerbang makin banyak tukang jual makanan. Ada kedai sarapan semacam kupat tahu atau bubur. Ada kedai kudapan seperti singkong goreng, comro, misro, dsb ada juga warung serba ada yang lumayan besar yang menyediakan buah dan sayuran. Dan yang paling gong nya di gerbang ada cafe. Bubur DPR dan Kopi Teduh. Di sinilah pusat keramaiannya. Kendaraan roda dua dan roda empat kalau pagi sudah berjajar rapi.


Itu sih ya.. beberapa hal yang membuatku senang olah raga wabil khusus jalan kaki di Pinur Regency. Kalau kamu suka olahraga di mana?








 

Rabu, 13 Agustus 2025

Bubur DPR dan Kopi Teduh



Tidak jauh dari kantorku, ada sebuah tempat makan yang banyak dikunjungi orang. Sebagai akamsi alias anak kampung sini; awalnya aku nggak begitu kepo. Biasalah ya.. sudah tahu di sana ada warung kopi. Oh iya di sana ada warung bubur. Sesederhana itu. 

Namun beberapa waktu lalu, temen-teman di ruangan bersepakat untuk sarapan pagi di sana dalam rangka beramah tamah karena ada salah dua eh ada dua orang di antara kami yang akan dipindahkan ke bagian lain. Kamipun sepakat untuk jam 6.30 di lokasi. Karena jam 8.00 kami sudah harus di kantor dan melayani pelanggan.

Rupanya tempat ini memang benar-benar ramai. Kami datang sepagi itu antrian sudah mengular. Apa saja sih yang tersedia di sini?

1. Bubur DPR (Di bawah Pohon Rindang)

Buburnya itu tidak terlalu padat, tapi cenderung agak cair gitu. Kemudian toppingnya ada ayam dan jamur kuping dan keripik pangsit. Rasanya menurutku cukup enak sih. Mungkin kapan-kapan  bisa ke sini lagi dalam suasana yang lebih santai

2. Dimsum

Selain bubur, ternyata ada juga dimsum dengan pilihan aneka rasa. Ada dimsum ayam, dimsum udang, lumpia udang dan udang kulit tahu. 

3. Gorengan

Gorengan di waktu sarapan ini ada pisang goreng, tahu dan bala-bala. Pesannya tidak di counter melainkan di meja tersendiri. Gorengannya benar-benar fresh karena dimasak saat itu juga.

4. Kopi dan minuman lain

Untuk kopi dan minuman lain dari Cafe teduh dipesan di meja gorengan.


Untuk menu-menu di atas sudah tersedia sejak pagi. Karena bubur DPR ini buka dua sesi. Pagi jam 6-10 pagi, dan sore mulai jam empat sore hingga malam. 

Sedangkan menu reguler dari Kopi Teduh ada bermacam-macam juga.

1. Minuman : Kopi susu teduh ini sih yang paling aku suka. Ada juga minuman non kopi seperti matca dan juga teh sereh dsb.

2. Camilan : di sini ada cireng bumbu rujak, kentang goreng sosis, pisang lumer coklat, ubi cilembu brulee dan juga dimsum. Eh dimsum itu camilan apa makanan ya.. ya udah masuk camilan aja.

3. Makanan Utama : bakso, bakmi dan mie yamin. Ini sih yang paling banyak orang cari. Bakminya itu enak banget menurutku. Baksonya juga enak seger. Kerasa bumbunya tapi nggak terlalu berlemak kayak bakso Bandung pada umumnya.

Kalau kamu tertarik untuk mencoba jajan ke sini, tips aku sih datang jangan saat mendung. Paling enak saat hari cerah. Karena apa? Cafe ini nggak ada bangunan permanennya. Benar-benar hanya mengandalkan kerimbunan pepohonan. Ada sih semacam terpal gitu yang diikat dari pohon ke pohon, tapi kalau hujan tetap tampias.

Selamat mencoba 

Rabu, 22 Januari 2025

Berkunjung ke Saung Angklung Udjo

Area pertujukan Wayang Golek di Saung Angklung Udjo

Beberapa waktu lalu ada sahabat dari luar kota yang berkunjung ke kota Bandung. Sehubungan dengan padatnya acara beliau, maka untuk ketemuan kami sepakati untuk mengikuti jadwal tour. Setelah aku membaca jadwal, maka yang paling memungkinkan waktu dan tempatnya adalah sesi di Saung Udjo. Selain dekat, sejujurnya aku juga belum pernah menonton pertunjukan di sana. 


Saung Angklung Udjo ini salah satu destinasi wisata viral di Kota Bandung. Di sini kita dapat menyaksikan berbagai  pertunjukan seni dan budaya yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia.


Saung Angklung Udjo didirikan tahun 1966 oleh Bapak Udjo Ngalimun dan istrinya, Hj. Uum Siti Maimunah. Awalnya memang hanya untuk melestarikan angklung, yaitu sebuah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Saung Angklung Udjo telah berkembang pesat merepresentasikan  kebudayaan Sunda/Jawa Barat secara luas.


Lokasi Saung Angklung Udjo

Jalan Padasuka No. 118, 
Pasir Layung, Cibeunying Kidul
Kota Bandung, Jawa Barat 40192


Tempat ini sangat dekat dari terminal bus Cicaheum. Jadi kalau misal naik kendaraan umum hingga terminal, dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10menit, ataupun menumpang ojek pangkalan dari sekitar terminal.

Kendaraan umum yang melintas Jalan Padasuka:

  • Angkutan Kota hijau nomor 02 jurusan Cicaheum-Aceh
  • Angkutan Kota hijau jurusan Cicaheum Ledeng
  • Angkutan kota warna pink jurusan Gede Bage-Dago

nanti bilang saja ke pak sopir, turun di Jl Padasuka, sambung jalan kaki ke lokasi.


Ada apa saja di Saung Angklung Udjo?

Pertunjukan yang dipentaskan di Saung Angklung Udjo, melibatkan banyak orang, bahkan juga melibatkan penonton. Kita diajak memainkan angklung dengan berbagai variasi lagu, ada lagu tradisional Sunda, lagu pop, hingga lagu barat. 

Dalam setiap sesi pertunjukan biasanya kita dapat menyaksikan beberapa hal

Yaitu :

  • Pertunjukan wayang golek.

Ketika saya menonton, yang dimainkan adalah kisah Rama dan Shinta bagian Hanoman obong. Menceritakan perjalanan Raden Rama dan pasukan Hanoman yang menyerbu Hastina untuk menyelamatkan dewi Shinta. Pertinjukan ini diakhiri dengan kematian Rahwana dan terbebaskannya Dewi Shinta. 

Pertunjukan wayang golek ini terbilang singkat ya, namun penonton dapat mengerti jalannya cerita, karena pak Dalang juga membawakannya campuran antara bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda.


Pertunjukan sedang berlangsung

  • Kaulinan Barudak

Pertunjukan ini menceritakan permainan anak anak Jawa Barat khususnya. Diperankan oleh anak-anak usia sekolah dasar baik laki-laki maupun perempuan. Diiringi dengan musik angklung dan juga gamelan sunda.

Adegan dimulai dari masuknya tandu yang dipikul oleh empat orang dewasa dan seorang anak laki laki duduk di kursi bambu dengan dinaungi payung warna kuning keemasan. Ini menceritakan tentang anak yang selesai disunat/di khitan. Kemudian teman temannya bermain pencak silat, menyanyi dan menari di sekelilingnya untuk menghibur si anak yang baru disunat untuk mengalihkan rasa sakitnya. Si anak pun kemudian tersenyum kembali. 

Kaulinan barudak

  • Tari Topeng

Tarian yang berasal dari daerah Cirebon ini diperankan oleh empat orang gadis. Tarian menunjukkan adanya dua sisi perempuan yaitu sisi maskulin dan sisi feminin. Tarian ada dua jenis irama. Pada bagian awalnya diiringi musik lembut dengan gerakan lembut gemulai.
Setelah beberapa saat penari mengenakan topeng yang dibungkus kain merah. musik pun berubah menjadi lebih keras, menghentak. dan penari pun menari dengan gerakan yang lebih tegas. Inilah dua sisi perempuan tsb. 

Tari topeng dari Cirebon


  • Permainan angklung dilanjutkan game yang melibatkan para pengunjung

Acara ini dipandu oleh pembawa acara. Masing-masing pengunjung dipersilakan memegang angklung kemudian diminta melihat kode yang tertera pada angklung nya. Kode ini merupakan not. Setelah itu pembawa acara menunjukkan kode-kode angklung dengan telapak tangannya untuk menandai masing masing not dari do hingga do lagi.
Ketika pembawa acara memainkan telapak tangannya, pengunjung pun menggerakkan angklung. Kemudian sambung menyambung menyanyikan berbagai lagu. Terakhir Penonton diminta turun ke arena untuk menari bersama para artis. Ini menjadi pengalaman unik bagi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri. 

Keseruan game di akhir pertunjukan



Selain pertunjukan di atas,  di area Saung Angklung Udjo ada juga toko hasil kerajinan. Aneka hasil kriya dari bambu tersedia di sini. Tak ketinggalan juga ada restoran yang sekaligus menjadi tempat bersantai sebelum atau setelah pertunjukan.


Berkesan sekali pengalamanku menonton pertunjukan di Saung angklung Udjo. Tiket seharga 85ribu terasa sepadan dengan yang aku dapatkan. Tak heran Saung Angklung Udjo menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga kota Bandung khususnya, karena Saung Udjo memunculkan ikon  budaya masyarakat Sunda. 

Nah, kamu sudah pernah ke sana?






Sabtu, 27 April 2024

Menghadiri Resepsi di Malam Hari

Menghadiri undangan resepsi pernikahan di malam hariadalah pemgalaman baru bagiku. Aku bisa dikata nggak pernah keluar malam, udah kayak anak ayam aja kaan... Kalau pagi keluar dari kandang, lalu pulamg sebelum gelap tiba. 

Makanya, ketika datang undangan dari tetangga untuk acara malam, aku sedikit bingung juga. 

Akupun segera mencari referensi. Dan aku mendapatkannya di website Parapuan

Menurut referensi yang aku baca tadi, ada beberapa warna gaun yang dapat dipilih untuk acara resepsi malam hari, yaitu:

  1. Hitam plus aksesoris warna emas

Pilihan warna pertama ini akan membuat penampilan menjadi stunning dan juga memberikan kesan langsing. 

  1. Putih

pilihan warna putih, akan memberikan kesan classy.  Lebih baik memilih yang disainnya tidak terlalu ramai

  1. Merah / maroon

Wamenonjolkanrna merah akan langsung  pemakainya. Kalaumenghendaki yang lebih kalem, bisa dicoba warna merah marun yang elegan

  1. Lavender/plum.

Di sini warna yang disarankan adalah keunguan. Ini akan menampakkan citra elegan. 

Setelah mencari rujukan gaun, aku juga mencari rujukan warna sepatu. Dari sumber yang aku baca warna sepatu yang direkomendasikan adalah :

  1. Hitam, karena hitam bisa masuk ke warna gaun mana aja. 

  2. Silver, katanya lebih cocok untuk yang tone kulitmya terang

  3. Gold / emas

Warna gold juga netral sih, tapi aku juga nggak punya. 

Yang nggak bisa ditinggal saat seorang perempuan bepergian pasti tas ya… 

Kalau mengacu pada warna gaun dan sepatu, pastilah warna tas juga nggak akan jauh dari itu. Fiks kaan… 

Kesimpulannya kalau misal budget terbatas, biar nggak bingung-bingung maka minimal kita punya tas dan sepatu kondangan warna hitam atau warna gold biar lebih mudah dipadu padan. 

Setelah urusan pakaian, tas dan sepatu kelar, aku masih mikirin juga perjalanan pulang perginya bagaimana. 

Kebetulan pas aku lagi nyapu halaman, tetangga sebelah lewat. Dia menanyakan aku berangkat kondangan apa enggak. 

Karen aku masih bingung jalan naik apa, aku balik bertanya dia sama siapa dan naik apa. 

Alhamdulillah ternyata ada barengannya… Beberapa ibu ikut menumpang kendaraan miliknya. Karena masih ada space kosong aku ditawari ikut. Tentu saja aku sambut dengan suka cita. 

So, here I am.. Pergi kondangan di malam hari for the first time. 

Karena aku lupa foto-foto, aku kasih tau aja lokasinya yaa






Minggu, 21 April 2024

Jalan Pagi di Babakan Siliwangi City Forest


Minggu pagi tetiba ada yang mengajak berolah raga pagi yaitu jalan kaki di Babakan Siliwangi. Kebetulan tugas domestik pagi sudah kelar semuanya, jadi aku oke saja. Sejujurnya aku belum pernah ke sini. Malu juga sih sebagai orang Bandung malah sering ketinggalan info tempat-tempat yang viral. 

Babakan Siliwangi City Forest adalah hutan kota yang dikelola oleh Pemerintah Kota Bandung. Sebelumnya lokasi ini dikelola oleh pihak swasta, namun kondisinya tidak seperti yang diharapkan. Setelah Babakan Siliwangi ditetapkan sebagai hutan kota dunia pada tahun 2011, makan dibuatlah sayembara penataan hutan kota ini. Kini masyarakat luas dapat mengakses fasilitas umum di sini dengan bebas.

Di mana lokasinya?


Babakan Siliwangi, atau orang Bandung lebih sering menyebut Baksil, terletak di Jalan Tamansari, kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong. Berdampingan dengan lokasi ini ada Saraga (Sarana Olah Raga) dan Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) ITB, serta Kebun Binatang Bandung. Maju sedikit dari Babakan Siliwangi ada Teras Cikapundung.

Hutan kota yang memiliki luas 3.8H (Wikipedia) ini menjadi salah satu Ruang Terbuka Hijau yang dimiliki kota Bandung. Sebenarnya ada beberapa lagi hutan kota yang ada, tapi ini yang menurutku paling mudah dijangkau. Ada Taman Lansia, tapi ya segitu aja. Terus ada Taman Maluku cuman agak sepi. Sama satu lagi yang luas banget adalah Taman Hutan Raya/Tahura di kawasan Dago.


Naik apa ke sini?

Ada beberapa angkutan kota yang lewat sini. Aku lihat ada angkot ungu jurusan ciumbuleuit dan juga angkot hijau jurusan UPI. Tapi kalau kamu males nunggu angkot maka ojek daring dapat dijadikan pilihan. Karena mudah banget. Kalau kamu mau bawa kendaraan pribadi, parkirnya juga gampang. Lahan luas dan parkir motor ada di bawah skywalk, jadi aman gak akan kehujanan/kepanasan.


Di sini ngapain aja?

Menyandang sebutan Forest Walk, maka yang dilakukan di sini adalah berjalan-jalan menikmati pemandangan hijau dan udara segar. Tadi aku dan rombongan jalan mengitari lokasi melewati sky walk/jalan buatan yang disediakan kurang lebih menempuh sekitar 1.5km. Lumayan sih ya.. Sebenarnya di bawah juga ada track jalan setapak, cuman karena berupa tanah jadi males sepatu kotor hehe dasar emak-emak ya..

Setelah jalan kaki, lelah pun datang. Solusinya adalah wisata kuliner. Inipun tersedia banyak di lokasi. Tinggal dipilih menu apa yang paling sesuai dengan selera dan dompet kita.

Nah, apakah kamu tertarik juga untuk berjalan-jalan di Baksil? Kuy main ke sini dan rasakan kesegaran udara bebas polusi.


Jumat, 29 Maret 2024

Mempersiapkan Hampers

Asal Mula Hampers

Istilah hampers beberapa tahun terakhir begitu marak di sekitar kita. Hampers konon adalah keranjang yang berisi makanan. Asalnya tradisi hampers ini bukan dikirimkan di hari raya atau hari besar keagamaan, melainkan kiriman untuk orang-orang yang manjadi korban perang. Namun sejak teknologi berkembang dengan adanya kereta api, orang-orang mulai berkirim paket untuk sanak saudara maupun rekan usaha.

Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada tradisi berkirim makanan seperti ini. Dulu waktu aku kecil di Cilacap, di hari-hari tertentu sering mendapat kiriman rantangan. Misal menjelang ramadhan atau menjelang hari Raya.  Terkadang juga ada kiriman berupa hasil kebun. Karena Ibu - Bapak tidak memiliki kebun, maka biasanya yang dianterin ke tetangga adalah masakan seperti kolak, bubur kacang hijau, atau kudapan lain. 

Seiring dengan pertambahan usiaku, aku tahu dari guru ngajiku bahwa saling memberi hadiah itu ternyata diperintahkan oleh Rasulullah SAW. 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَÙ‡َادُوا تَØ­َابُّوا

Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai“.

Baca juga : Berbagi 

Kalau kita lihat hadits di atas,  tradisi kirim mengirim hampers ini kiranya sudah sesuai dengan sabda Rasulullah SAW .

Tips Mempersiapkan Hampers

1. Seleksi siapa yang akan dikirimi hampers

Mungkin untuk orang-orang yang mudah bergaul dan banyak teman akan sulit menyeleksi nama seperti ini ya.. tetapi kita dapat membuat kategori agar seleksi ini tidak menimbulkan perasaan nggak enak ataupun nggak diakui buat teman lain. 

Kita dapat membuat kategori ini dari awal tahun/bulan syawal setelah lebaran. Karena kita nanti juga harus mempersiapkan dananya. Dan biasanya daftar itu juga tidak akan banyak berubah dengan dihapus, malah menurutku akan bertambah seiring meluasnya relasi kita.

Adapun seleksi kategori bisa dicoba berikut ini 

- Keluarga: Kalau definisi keluarga masih terlalu luas, dapat kita persempit dengan keluarga inti. Urutannya bisa dari orang tua, mertua, adik-kakak kandung, adik-kakak ipar. Kalau keponakan-keponakan mungkin dapatnya THR aja ya .. kecuali kalian mau menyiapkan hampers juga buat mereka

- Main Support system : Bagiku ini penting banget. Karena  tanpa mereka kita gak akan bisa bergerak atau berusaha. Kalau buatku misal ART, Mamang sampah, mamang keamanan, tukang ojek langganana anak, dsb. Mungkin ada yang menambahkan guru les anak yang ke rumah, guru day care, guru ngaji, dsb silakan diseleksi lagi.

- Tetangga terdekat: ini bisa dekat dalam arti lokasi, bisa juga dekat dalam arti emosi. 

- Guru-guru kita. Guru ngaji kah, guru sekolah kah, guru dalam bisnis/coach kah.. menurutku setahun sekali kita mengingat beliau sangat tidak berarti dibandingkan jasa jasa guru dalam berbagi ilmu ke kita.

- Circle pertama dalam pertemanan, bisnis ataupun dalam pekerjaan

- orang yang kirim kita hampers.:D siapapun yang mengirimi kita hampers padahal mereka nggak ada dalam list kita, maka lebih baik kita membalas kiriman mereka. 

2. Siapkan dana untuk hampers

Setelah daftar di poin pertama ada, maka kita akan mempersiapkan dananya. Misalnya dengan membuka tabungan berjangka satu tahun yang tidak dapat diambil di tengah tahun. Atau kalau THR cukup leluasa, dapat disisihkan dari dana tunjangan hari raya. Intinya ini bukan dari dana rutin bulanan. Soalnya kalau diambil dari situ, besar kemungkinan akan defisit alias minus di bulan hari raya. Mana pengeluaran pribadi kita di bulan itu juga sudah sangat membengkak

3. Pilih bingkisannya

Hampers yang kita berikan kepada orang-orang di atas, tentunya bukan berarti sama banget ya.. kalau aku lebih suka menyesuaikan dengan kebutuhan mereka atau hobby mereka agar bingkisan kita lebih personal. Ada juga sih yang kalau aku males mikir, aku kirim aja peralatan ibadah. Dengan harapan akan dipakai baik oleh orang yang kita beri maupun orang lain kalau dia tidak berkenan.

4. Optimalkan sumber daya sekitar

Maksudku ini adalah dalam pemilihan barang isi hampers, aku lebih suka mengoptimalkan sumber daya pribadi dan sekitar. Ada yang aku masakin sendiri. Ada yang aku kirimin barang yang aku jual, itung-hitung menambah omset kan. Ada yang aku pesankan ke tetangga, itu yang berupa kue-kue/makanan olahan lainnya. 


Pengiriman Hampers

Ternyata, untuk pengiriman ini juga perlu kita persiapkan ya.. apalagi kalau pengiriman hampers ke luar kota. Selain untuk ongkir, juga untuk pengemasannya. Untunglah aku sangat terbantu di sini ya.. aku langsung pesan di toko dan mereka yang mengemas lalu mengirimkan ke ekspedisi.

Kalau yang dalam kota aku pakai jasa ojek online. Untuk teman kantor ya langsung bagi di kantor. Lalu untuk support system biasanya aku berikan pas di jadwal kedatangan mereka. 

Demikian curcolku tentang hampers ya.. semoga bermanfaat.



Senin, 04 Maret 2024

Rapor KLIP

Sumber : Group Facebook KLIP


Lembaran baru kalender telah dibuka. Bulan baru terpampang nyata. Buat peserta KLIP (Kelas literasi ibu profesional), setiap awal bulan adalah saatnya terima rapor bulanan. Rapor ini  adalah rekapan dari setoran harian selama bulan tersebut. Para peserta KLIP dapat melihat hasilnya setelah diunggah di grup facebook dan juga di website KLIP. 

Pada unggahan di grup facebook, yang ditayangkan hanya 19 setoran terbanyak. Baik itu dalam banyaknya jumlah postingan, banyaknya jumlah kata, maupun rata-rata jumlah kata. 19 orang pada tiga kategori tersebut, bisa jadi tidak sama antara satu kategori dengan kategori lainnya. 

Kalaupun ada seseorang yang masuk di tiga kategori tersebut, kebanyakan beda-beda urutannya. Namun ada juga satu orang yang dia terbanyak dalam jumlah postingan, terbanyak dalam jumlah kata dan terbanyak juga dalam rata-rata jumlah kata. 

Sebagai gambaran, misalnya kita ambil kategori jumlah postingan. Seseorang yang menyetorkan 11 setoran, akan lebih tinggi urutannya dibandingkan yang setor 10 tulisan, meskipun jumlah kata maupun rata-rata jumlah kata di tiap postingannya lebih sedikit dari yang setor sepuluh tulisan sepanjang memenuhi ketentuan minimal. 

Demikian juga berlaku untuk kategori jumlah kata, mereka yang setor 300 kata di 15 setoran (jumlah anggap saja 4500) akan kalah oleh yang setor  10 dengan jumlah kata rata-rata 900 (jumlahnya anggap saja 9000). Demikian juga berlaku untuk kategori rata-rata jumlah kata. 

Kalau unggahan rapor di website, isinya lebih lengkap lagi. Selain unggahan yang tayang di Facebook di website ada tambahan rapor semua peserta kelas secara urut abjad.  Barengan sama rapor ini, Tim KLIP memberikan badge bagi peserta yang menyelesaikan setoran wajib minimal sejumlah sepuluh setoran. Badge tersebut ada tiga kategori :
10 setoran tulisan - GOOD Badge
20 setoran tulisan - EXCELLENT Badge
30 setoran tulisan - OUTSTANDING Badge (kecuali untuk bulan Februari 27 setoran) 

Kalau setoran hanya 9 atau 19 gimana dong? Kalau 9 ya otomatis gak dapat badge ya.. Kalau yang 19 postingan, ya ikut kategori 10 (Good Badge). Kalau lupa setor gimana?  Ya tanggung sendiri. Ibarat bisa dikatakan sebagai no excuse. Harus konsisten dan tepat waktu dalam menyetorkan tautan postingan. 

Setelah akhir tahun gimana ? Di akhir tahun, nanti peserta membuat skripsi yang ditentukan minimal 19 ribu kata. Kemudian dibuat satu buku lengkap dengan kata pengantar, persembahan, daftar isi, dsb.Kemudia boleh dibuat dalam bentuk buku digital. Ini yang kurasakan akhir tahun kemarin. Jadi banyak belajar hal baru juga. Bagaimana membuat e-book. Ternyata ada jalan ninjanya. Kalau nggak ngumpulin skripsi, berarti nggak lulus KLIP dan tidak diperkenankan mengikuti wisuda KLIP. 

Tonton juga Syukuran 5 Tahun KLIP



Nah gimana kalian tertarik untuk ikut KLIP? Atau justru tertantang? Ayo kita jalanin bareng-bareng ya.. 

Senin, 26 Februari 2024

Warung Ceu Ipa - Tanjungsari

Di hari Minggu yang sedikit mendung, aku beserta rombongan ibu-ibu pengajian yang cinta alam dan kasih sayang sesama manusia (eh itu dasa darma pramuka ya) berangkat menuju sebuah lokasi pengelolaan sampah rumah tangga. Namanya Biometagreen Rumah Edukasi. Letaknya di jalan Banjar Sari nomor 38, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Di sini ada warung makan yang yummy yaitu Waroeng Ceu Ipa.

Kami berombongan sebanyak delapan orang dan terdiri dari dua kloter (semacam haji aja ya.. aamiin). Maksudnya ada dua kendaraan roda empat yang dipergunakan. Satu kendaraan berangkat dari Pasteur, langsung masuk tol menuju Tanjungsari. Sedangkan  kendaraan yang satu lagi berangkat dari Bandung Timur, melalui Bundaran Cibiru, Cinunuk, Cileunyi baru masuk jalan tol Cisumdawu. Eh sempat mampir dulu ke Tahu Ateng di Jatinangor. 

Sekitar pukul  8 pagi  kedua kendaraan telah bertemu di lokasi. Masya Allah ...kedatangan kami disambut dengan meriah oleh Tuan dan Nyonya rumah. Dua teko teh panas dan satu nampan tahu sumedang lengkap dengan lontongnya segera terhidang di atas meja begitu kami duduk lesehan di salah satu saung. .. 

Jalan Banjarsari yang kami lalui, tidak begitu lebar. Jika ada kendaraan roda empat berpapasan, maka salah satu berhenti dulu di ruas yang agak luas. Dari pinggir jalan Banjarsari, sekilas lokasi Biometagreen ini tidak tampak mencolok. Karena dari luar gerbangnya seperti rumah biasa. Begitu masuk halamannya .. surprise.. semua ada. 

Begitu masuk, di sisi kanan ada green house dan tanaman kol, surawung, serta hidroponik selada air yang sangat segar dan seolah-oleh melambai-lambai minta dijadikan lalapan.

Maju sedikit masih ada tanaman selada, beberapa pot anggrek serta kandang kelinci di sisi kiri. Di samping kandan, ada pohon petai yang berbuah lebat. Kami masih lurus terus menuju garasi/tempat parkir mobil yang dapat memuat lebih dari 5 mobil. Sampai sini sudah mulai tampak saung-saung tempat makan. Juga arena play ground untuk anak-anak.

Restoran Ceu Ipa ini adalah model dari keuntungan pengelolaan sampah rumah tangga yang sudah tertata. Sampah organik dapur diolah jadi kompos. Kompos dipergunakan untuk media tanam sayuran. Kemudiaan juga ada aquaponik, yaitu satu tong diisi ikan lele dan disebelahnya ada tong yang dibelah dua, kemudian ditanami kangkung.Sayuran yang ditanam di halaman ini yang kemudian menyuplai kebutuhan restoran. Di bawah saung juga ada kolam ikan. 

Tidak lama kemudian makanan utama diantarkan ke meja kami. Yaitu nasi liwet, ikan goreng,ikan bakar, ayam goreng, ayam bakar, didampingi dengan tumis kangkung dan tumis sawi. Semua sayuran organik tanpa pestisida. Makan lebih nikmat karena ada ikan asin peda dan juga lalap jengkol dan petai.

Alhamdulillah..makanannya enak banget. Makan 8 orang hanya bayar 300an ribu aja. Itupun sudah ada yang dibekal karena nggak sanggup menghabiskan. Pengen ke sini lagi, cuman sayang.. jauh dari rumah.



Sabtu, 24 Februari 2024

Ikut Pound Biar Fit

Sudah setahun ini di sekitarku mulai ramai olah raga pound fit. Aku sendiri tadinya kurang tertarik, karena sekilas olah raga ini kan kardio banget ya.. sementara aku tahun kemaren sudah memasuki usia setengah abad. Apakah ini cocok buatku? Rasanya tidak cukup pede. Pasti untuk ini dibutuhkan nafas yang panjang alias stamina yang cukup. Aku lebih memilih yoga untuk olah raga mingguanku.

Terkadang agak tergoda juga melihat keseruan mereka yang pound. Kalau di wilayah Bandung Timur aku pernah lihat dari story orang-orang, dilakukan di Rumah Makan Ponyo-Cinunuk. Pernah lihat juga di Jatinangor National Flower / Jans Park. Dan melihat wajah-wajah mereka yang ikut pound, kayaknya tuh puas banget. hehe

Mulai Tergoda  Pound

Sekilas yang aku lihat dari teman-teman yang ikut pound, gerakannya tuh mirip banget sama gerakan yoga. Hanya saja dalam versi kardio. Ketika ada sahabat dekat yang kemudian lulus ujian Pro (istilah untuk pelatih Pound yang sudah tersertifikasi), maka perlahan pendapatku tentang pound mulai bergeser. Dan ketika dia buka kelas kecil di rumahnya, yes aku langsung mendaftarkan diri.

Niat awal woman support woman aja sih.. eh ternyata cocoklah, dalam artian masih dalam batas toleransi. Jadi, sebelum latihan dimulai, dijelaskan dulu beberapa hal seperti, cara memegang ripstik, posisi berdiri, posisi kaki, posisi duduk, posisi berbaring (khusus untuk pound dalam ruangan), cara menggerakkan stik, dsb Pro berpesan, ukur kekuatan diri sendiri aja. Mau squat sedalam apa, ukur kekuatan kaki kita. Cukup okelah kalau gitu..

Durasi dan Ketukan 

Untuk satu sesi latihan, setelah pemanasan, durasi rata-rata adalah 45 menit atau setara dengan sepuluh lagu. Tiga lagu di awal adalah masih pemanasan, katanya. Tapi meski dengan beat yang tidak terlalu cepat, inipun sudah menguras keringat.Bagiku sendiri semua menguras keringat, hehe

Ada tiga ketukan yang diajarkan : yaitu single/satu ketukan, double (dua - dua ketukan) dan speed it up. itu adalah kode mempercepat gerakan baik dalam posisi single maupun double kalau dengar Pro meneriakkan speed it up, berarti harus hah heh hoh  (LoL).

Yang dirasa sepulang latihan

Apa yang paling berkesan dari latihan pound? Paha yang ngilu karena latihan squat. Itu aja sih buat aku mah. Karena aku latihannya mungkin belum mengerahkan segala daya upaya alias santuy.

Minum yang cukup, karena sesi latihan pound ini bener-bener menguras keringat dan bikin haus.

Ganti baju is the must. Karena baju yang dipakai latihan udah basah kuyup kena keringat sampai ke dalam-dalam ke underwearnya. Jadi kalau setelah pound ada kegiatan lain, atau musti jalan nyetir motor, mending ganti baju dulu biar nggak masuk angin

Apakah mau balik lagi?

Kayaknya sih.. soalnya mood banget tuh ketemu ibu-ibu yang semangat olah raga. Terus aku juga lagi punya keluhan paha yang tabrakan saking kelebihan lemaknya sepertinya gerakan pound dapat menjadi solusi. Semoga istiqomah ..

 


Sabtu, 27 Januari 2024

Lontong Padang Palasari



Sudah lama sekali rasanya tidak sarapan di tempat ini. Lontong Padang Palasari. Letaknya di komplek pasar Palasari. Jalan Palasari, kota Bandung.

Nama warungnya Katupek Kapau Rita Palasari. Sebenarnya hidangannya nggak melulu lontong padang atau lontong sayur. Ada soto padang, lontong pecel, teh telor/teh talua dan katan jo goreng.  Selain itu ada juga kudapan seperti lupis, bubur kacang ijo, ketan serundeng dan juga ketan dengan parutan kelapa

Untuk penyuka hidangan padang, tempat ini sudah sangat dikenal. Meski tempatnya di pinggir jalan, pengunjungnya datang dari berbagai kalangan. Banyak yang berkendaraan roda empat dengan plat nomor kendaraan dari berbagai kota. Banyak juga kendaraan roda dua. Terkadang orang-orang yang sedang olahraga dengan naik sepeda juga mampir di sini. Tentu tidak ketinggalan juga ojek online yang datang dan pergi silih berganti.

Untuk menu lontong sayurnya.. kuahnya mantap. Lontong disiram sayur dengan bumbu padang, dengan toping mie goreng dan tambahan telur. Sambalnya jangan lupa.. So yummy.. walaaupun mungkin buat sebagian orang sarapan ini terkesan berat.


Tadi pagi aku mencoba soto padang untuk pertama kalinya. Kuahnya bening tanpa santan sebagaimana kuah soto yang ku kenal. Bedanya adalah topping yang biasanya daging ayam atau sapi, kali ini diganti dengan dendeng. Dendengnya tipis tipis dan renyah. Nggak keras sama sekali. KEmudian remukan kerupuk pink menambah khas dan rasa juga. Sebenarnya aslinya pakai lontong juga, tapi karena aku takut nggak habis jadi nggak pakai lontong. Eh ternyata porsinya tetap banyak karena bihunnya ditambahin sama dia. Tetep aja mangkoknya penuh.

Selain soto padang, aku juga mencoba teh telor untuk pertama kalinya. Awalnya aku takut ada aroma amis atau gimana. Membayangkan dulu di kampung orang suka makan kuning telur begitu saja. 

Ternyata ketika tehnya di hidangkan, nggak tercium aroma amis sama sekali. Bahkan lebih mirip aroma teh tarik. Akupun penasaran langsung berselancar resep teh talua ini.

Olala baru tahu ternyata tehnya ya teh biasa.. tetapi disiramkan ke 'adonan' yang terbuat dari campuran kuning telur ayam/bebek, susu dan gula yang telah dimixer hingga mengembang. Pantas tekstur teh talua ini mirip teh tarik, hanya lebih creamy gitu. 

Sebenarnya pengen mencoba juga kudapan lain. Sayang sekali perutku sudah penuh oleh soto dan teh talua. Jadi untuk kali ini dicukupkan segitu dulu. Lain kali baru coba hidangan lain lagi. Ingat rumus jajan, satu : tidak boleh jajan di warung yang sama, kedua, kalau jajan di warung yang sama, maka pesanlah menu yang berbeda. LoL

Jumat, 19 Januari 2024

LOS TROPIS, MINUM JUS TANPA PEMANIS

Bagi sebagian orang, minum manis adalah sebuah kegemaran. Tetapi, bagi sebagian yang lain, minum manis mungkin hanya sekedar selingan. Kenapa? Karena dia tahu beberapa akibat konsumsi minuman manis yang biasanya tidak dikehendaki oleh para emak. 
Beberapa hal yang diakibatkan banyak konsumsi makanan dan minuman manis antara lain: 
- Berat badan akan bertambah/kegemukan
- Dapat merusak gigi
- meningkatkan resiko diabetes
- bikin jerawatan, dsb

Itulah sebabnya para pesohor disamping melakukan perawatan juga mempunyai diet makanan yang ketat agar kulit dan kecantikan mereka tetap terjaga..

Di Bandung, kini ada sebuah toko jus yang menyediakan minuman sehat. Namanya Los Tropis. Kalau kita ke sana, pertama terlihat adalah jajaran buah-buahan segar yang sungguh menggugah selera. 

Kedai Los Tropis


Yang udah kulihat di sekitaran Gempol dan di Pasar Cihapit. Dan ada satu lagi di Padjadjaran.
Tepatnya di sini
1. Los Tropis Gempol, Trunojoyo
Jl. Gempol Kulon No. 20, Trunojoyo, Bandung
2. Los Tropis Cihapit
Jl Cihapit no. 6, Cihapit (di sekitaran pasar Cihapit)
3. Los Tropis Padjadjaran
Jl Padjadjaran No. 37A, Cicendo (di halaman GOR KONI)
Yang aku datangi baru Los Tropis Gempol dan CIhapit.

Memang di sini harga minumannya lumayan pricey, tapi menurutku sepadan dengan yang kita dapatkan. Kalau dari penampakannya, jus los tropis ini mirip mirip hasil juicer gitu, bukan hasil blender. Tapi ada yang nulis juga kalau ditambahkan air kelapa. Tapi memang pas pertama pesan ditanya sih, suka yang manis atau yang asem. Lalu kakaknya merekomendasikan jusnya sesuai kesukaan kita.

Adapun menu menu yang ada di sini adalah : (Harga tertera saat berkunjung bulan Januari 2024)
Suguhan Khas
- Manis Gincu 35k
- Cocolimun 25k
- Semangka limun 25k
- Perasan Musim Jeruk 33k
- Xiang Liemun (paduan Pir Xiang Lie dan limun) 30k
- Mangga bulir 33k
- Delima sunkist 38k

Jus 1 Jenis buah
- alpukat 30k
- nanas 28k
- pisang 28k
- kantalup 28k

Jus 2 Jenis Buah
- mangga naga 38k
- mangga sunkist 38k
- naga sunkist 38k
- delima nanas 38k
- pisang naga 33k
- nanas jahe 28k

Sari Pati Buah
- delima air kelapa 38k
- sunkist 33k
- semangka 35k
- air kelapa 15k

Lolilos (olahan buah berbentuk permen) 30k




Aku sih lebih suka tempat yang di Gempol, meski lokasinya seuprit gitu, tapi sangat estetik. Didominasi warna putih, dengan display buah warna mencolok, sungguh kontras. Di halamannya ada meja-meja tinggi gitu, dan satu dua tempat duduk. Yang jelas gak akan bisa santuy dine ini di sini ya.. Karena yang ngantrinya banyak. Lebih pas kalau take away.




Buat kamu yang penasaran dengan Los Tropis yang masih tetep hype ini, cuss segera datangi lokasi yang paling dekat dan paling mudah dengan keseharian kamu. 

Senin, 15 Januari 2024

FLORENTINE BAKEHOUSE, MAKAN CANTIK DI TENGAH PASAR










 Sebagai orang yang tinggal di pinggiran timur Bandung, tentu perlu sebuah usaha tersendiri untuk mencari lokasi ini. Florentine Bakehouse ini viral di berbagai media sosial karena produknya yang berbeda. Yang jual kukis mungkin banyak, yang jual eskrim juga sangatlah banyak. Tetapi ketika kukis dan eskrim ini disajikan bersamaan dalam bentuk sandwich atau toping, tentu masih dapat dihitung dengan jari, di kota Bandung ini.



Jadi kemarin itu ceritanya aku diajak ketemuan oleh bestie-bestie. Ketika salah satu share sebuah titik, aku hanya cek sekilas. Oh di pasar Cihapit, tahulah tempatnya. Ternyata oh ternyata pas sampai sana, aku bingung sendiri. Karena hampir di semua titik yang mengelilingi pasar Cihapit, telah menjadi lokasi wisata kuliner. Banyak sekali tukang jajanan.


Setelah aku tanya sana-sini, maka aku dapat petunjuk yang menurutku paling mudah. Buat kamu-kamu yang baru pertama kali ke sini, patokannya adalah toko kue Vitasari jl Sabang. Tidak jauh dari situ, di sebelah kiri Vitasari ada gang bertuliskan "Pasar Cihapit".



Lalu masuuuk situ ya..... Ikuti aja, sampai beberapa los pasar dan ketemu percabangan yang di sebelah kanan ada toko yang lumayn besar : " Toko Beras" Kalau udah kelihatan si toko beras ini, berarti tandanya kalian sudah sampai. Tinggal belok

. Nah disitu belok kanan... Udah deh terlihat dari kejauhan nama tokonya. FLorentine, dengan lampu yang menyala terang di tengah suasana pasar yang sedikit remang-remang.

                                      

Florentine ini menjual aneka kukis, yang dapat dipilih untuk disajikan bersama es krim vanila. Eskrimnya dapat diletakkan didalam serupa sandwich, atau bisa juga disimpan di atas kue. Untuk makan di tempat, bisa bisa aja, tetapi lokasinya sangat terbatas.Hanya ada beberapa kursi. Orang-orang akhirnya ya banyak yang pesan dan memilih take away aja,

                                     

Aneka kue yang ada di sini antara lain : rasa matca, original, coklat kranberi, redvelvet, ada juga yang varian chese. Walaupun lumayan antri, tapi sebentar kemudian sudah surut lagi.  Untung kukisnya fresh terus karena dimasak di lokasi. Jadi bener bener fresh from the oven.


Penasaran pengen nyobain     sendiri? Datanglah ke sini, ke pasar Cihapit.