Di hari Minggu yang sedikit mendung, aku beserta rombongan ibu-ibu pengajian yang cinta alam dan kasih sayang sesama manusia (eh itu dasa darma pramuka ya) berangkat menuju sebuah lokasi pengelolaan sampah rumah tangga. Namanya Biometagreen Rumah Edukasi. Letaknya di jalan Banjar Sari nomor 38, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Di sini ada warung makan yang yummy yaitu Waroeng Ceu Ipa.
Kami berombongan sebanyak delapan orang dan terdiri dari dua kloter (semacam haji aja ya.. aamiin). Maksudnya ada dua kendaraan roda empat yang dipergunakan. Satu kendaraan berangkat dari Pasteur, langsung masuk tol menuju Tanjungsari. Sedangkan kendaraan yang satu lagi berangkat dari Bandung Timur, melalui Bundaran Cibiru, Cinunuk, Cileunyi baru masuk jalan tol Cisumdawu. Eh sempat mampir dulu ke Tahu Ateng di Jatinangor.
Sekitar pukul 8 pagi kedua kendaraan telah bertemu di lokasi. Masya Allah ...kedatangan kami disambut dengan meriah oleh Tuan dan Nyonya rumah. Dua teko teh panas dan satu nampan tahu sumedang lengkap dengan lontongnya segera terhidang di atas meja begitu kami duduk lesehan di salah satu saung. ..
Jalan Banjarsari yang kami lalui, tidak begitu lebar. Jika ada kendaraan roda empat berpapasan, maka salah satu berhenti dulu di ruas yang agak luas. Dari pinggir jalan Banjarsari, sekilas lokasi Biometagreen ini tidak tampak mencolok. Karena dari luar gerbangnya seperti rumah biasa. Begitu masuk halamannya .. surprise.. semua ada.
Begitu masuk, di sisi kanan ada green house dan tanaman kol, surawung, serta hidroponik selada air yang sangat segar dan seolah-oleh melambai-lambai minta dijadikan lalapan.
Maju sedikit masih ada tanaman selada, beberapa pot anggrek serta kandang kelinci di sisi kiri. Di samping kandan, ada pohon petai yang berbuah lebat. Kami masih lurus terus menuju garasi/tempat parkir mobil yang dapat memuat lebih dari 5 mobil. Sampai sini sudah mulai tampak saung-saung tempat makan. Juga arena play ground untuk anak-anak.
Restoran Ceu Ipa ini adalah model dari keuntungan pengelolaan sampah rumah tangga yang sudah tertata. Sampah organik dapur diolah jadi kompos. Kompos dipergunakan untuk media tanam sayuran. Kemudiaan juga ada aquaponik, yaitu satu tong diisi ikan lele dan disebelahnya ada tong yang dibelah dua, kemudian ditanami kangkung.Sayuran yang ditanam di halaman ini yang kemudian menyuplai kebutuhan restoran. Di bawah saung juga ada kolam ikan.
Tidak lama kemudian makanan utama diantarkan ke meja kami. Yaitu nasi liwet, ikan goreng,ikan bakar, ayam goreng, ayam bakar, didampingi dengan tumis kangkung dan tumis sawi. Semua sayuran organik tanpa pestisida. Makan lebih nikmat karena ada ikan asin peda dan juga lalap jengkol dan petai.
Alhamdulillah..makanannya enak banget. Makan 8 orang hanya bayar 300an ribu aja. Itupun sudah ada yang dibekal karena nggak sanggup menghabiskan. Pengen ke sini lagi, cuman sayang.. jauh dari rumah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.