Rabu, 28 Februari 2024

Berbagai Modus Penipuan (Bagian 1)

Teknologi semakin maju dan orang pun semakin kreatif. Berbagai cara dipergunakan untuk mencari penghasilan. Sayang sekali ada saja yang tidak peduli dengan halal-haram. Semua diterjang demi perut kenyang. Tak peduli harta orang lain hilang atau melayang.
Beberapa modus penipuan yang kudapati dari pengalaman pribadi maupun keluarga/teman antara lain :
1. Mengaku dari Instansi tertentu
Mungkin modus undangan nikah sudah nggak laku ya..hari ini di WAG keluarga beredar pesan penipuan berupa pemberitahuan yang mengatasnamakan instansi tempat kerjaku. Sebagai orang yang ada di dalam ya aku dapat membedakan lah ya.. mana surat beneran mana yang palsu. Terkadang dari Kop surat dan nomor surat juga sudah terlihat. Atau dari model stempel. Sesimpel itu.

surat penipuan

2. Mengaku dari bank tertentu
Kejadian ini aku alami sendiri. Kadang aku berpikir itu orang orang dapat nomor telepon kita dari mana sih. Kenapa banyak sekali yang tiba-tiba mengirim pesan ke nomor whatsapp kita. Jadi beberapa hari lalu aku terima pesan, isinya seperti ajakan mengisi survey dari sebuah bank swasta. 
Sayang seribu sayang, masih dalam lindungan Allah, aku nggak punya tabungan di bank tersebut. Sedangkan dia menyapaku dengan sebutan : Yth. Nasabah Bank XXX.
Sontak aku menjawab dengan sedikit iseng : "Ngarang ih, orang saya aja gak punya rekening di bank tsb"  
Langsung aku blokir dan laporkan sebagai Spam.




3. Mengaku dari Market Place tertentu
Yang ini sih sudah beberapa kali. Modusnya seolah-olah aku mendapat hadiah dari marketplace. Sebut saja si oren. Ya kan kebetulan aku nggak punya akun si oren itu. Jadi ya langsung aku blokir dan laporkan juga.

4. Mengajak Bisnis
Yang ini sih aku asli gabut banget karena melayani sampai ketemuan. Jadi ceritanya ada nomor tidak dikenal menelponku. Nanya, Mbak Titi apa kabar? Gitu-gitu lah.. seolah-olah dia itu temanku. Sedangkan aku memang orangnya agak pelupa, jadi ya  iya iya aja. Singkat kata dia ngajak ketemuan buat menawarkan bisnis, terus nanya alamat kantor.
Wew siapa yang mau kasih lah. Aku arahkan dia ke sebuah cafe dekat kantor dengan jam pertemuan sepulang kantor. Eh datang dong dia dari daerah pasir kaliki bela belain. yang mana itu jauh dan macet.
Terus dia presentasi ini dan itu.. intinya menawarkan investasi sekian ratus juta, dengan return yang fantastis. 
Sebagai orang yang udah terjun di bisnis "sektor riil" alias agen kurma yang barangnya ada dan labanya keliatan bangsa 5rb -10rb, dalam hati aku ketawa aja sih dapat tawaran itu.
Karena dua mbak-mbak ini juga sopan, aku pun menolak dengan sopan juga. "maaf ya mbak, aku ibu rumah tangga nggak ada uang sebanyak itu" 
Terus si nama perusahaannya itu aku cek nomor NPWP-nya, ternyata tidak terdaftar. Ya salaam.. nggak mungkin kan ya perusahaan sebesar itu nggak memiliki NPWP. Udah jelas banget ini mah nepu.
Bersambung...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.