Aku mengenal
Mizan mungkin belum sepanjang usianya yang kini mencapai
30 tahun. Tapi begitu mengenalnya, langsung lekat macam jatuh cinta pada pandangan pertama :)
Ketika tahun 2002 aku pindah ke Bandung, aku diajak
Mbak Siti bergabung di Ormas Persaudaraan Muslimah (Salimah) Jawa Barat. Sekretariatnya di jalan Bekalivron. Setiap aku ke sekretariat Salimah, aku melihat tulisan
Mizan dalam warna biru yang terpampang besar di sebuah gedung di jalan sebelahnya, jalan Yodkali. Aku baru tahu kalau itu nama sebuah penerbit, saat di rumah mbak Siti banyak sekali buku - buku dari Mizan. Yang paling berkesan adalah serial Cerita Nabiku yang selalu dibacakan mbak Siti untuk 3 anakku yang masih kecil - kecil. Selain itu ada pula serial Sahabat Nabiku dan Cerita Balita. Mbak Siti saat itu belum dikaruniai putera, tapi kecintaannya terhadap anak-anak, membuatnya mengoleksi buku anak-anak. Akhirnya akupun mulai mengoleksi juga buku-buku tersebut untuk anak-anak. Alhamdulillah, anak-anak sudah terbiasa membaca dari bayi, jadi buku - buku anak yang kubeli sekitar sepuluh tahun lalu itu, masih utuh sampai sekarang.
 |
| Buku-buku Mizan diantara buku-buku yang lain |
Beberapa waktu kemudian, aku bertemu dengan bu Erna yang menawarkan buku - buku ke kantor. Yang paling berkesan adalah Halo Balita dan I Love My Al Qur'an. Hanya saja saat itu aku merasa buku - buku itu masih 'mahal' jadi akupun menahan diri untuk membeli. Namun setelah bu Erna mengajakku ikut seminar parenting tentang manfaat mendongeng dalam mendidik anak, maka pandanganku tentang buku mahal menjadi berubah. Mahal atau tidak itu dipengaruhi oleh pandangan kita tentang prioritas. Kalau misalnya pendidikan anak menjadi prioritas, maka 'semahal apapun' itu, orang tua pasti akan mengupayakan memberikan sarana-sarananya.
Dengan pertimbangan di rumah masih ada 3 balita (2003 lahir anak keempat), maka aku memutuskan membeli Halo Balita dengan sistem arisan Rp. 125.000/bulan selama 10 bulan. Ternyata masih terjangkau :).
Paket Halo Balita ini mirip dengan serial Cerita Balita, tapi dalam versi lengkap dan edisi board book. Lengkap, karena terdiri dari tema
self help untuk melatih kemandirian, ada tema
value agar anak-anak menerapkan nilai moral dan ada tema
spiritual untuk melatih dan mengenalkan anak pada kehidupan beragama. Ada hadiah boneka tangan berupa tokoh tokoh dalam buku yaitu Sali, Saliha dan Mio si kucing. Alhamdulillah, tidak menyesal aku membelinya, karena aku merasakan sendiri manfaat membacakan cerita-ceritanya setiap menjelang tidur kepada anak-anakku.
Pengalaman lain yang tidak kalah berkesan adalah : bersama Halo Balita aku mendapatkan piala pertamaku pada Lomba Mendongeng Orang Tua dan Guru yang diadakan oleh TK Al Hadits Arcamanik 7 Mei 2006. Temanya memang cerita dari serial Halo Balita. Bukunya disediakan oleh panitia. Karena aku sudah memiliki bukunya, aku punya cukup waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Saat lomba aku membacakan cerita Aku Bisa Mandi Sendiri, lengkap membawa properti berupa gayung, sikat gigi, odol, sabun dan handuk :). Hasilnya ? Aku juara pertama ! :D
 |
| Piala dan Mio yang masih ada sampai sekarang |
Kesukaan membaca ini memang menjangkiti kami sekeluarga. Enggak emak, enggak anak, enggak bapak. Begitu anak kelima lahir, maka si anak keempat ini gantian membacakan buku untuk adiknya :
 |
| F4 membaca Halo Balita untuk F5 |
Setelah anak - anak semakin besar, salah satu kebiasaan keluarga kami adalah selalu membawa mereka ke toko buku di saat mereka ulang tahun, berprestasi di sekolah atau setiap kali berhasil mengkhatamkan Al Qur'an. Ketika mereka SD mereka banyak memilih buku - buku KKPK (Kecil Kecil Punya Karya). Setelah mereka SMP maka bergeser ke Pink Berry.
Kalau aku suka novel - novel Qonita, tapi yang paling kusuka adalah serial Anne of Avonlea.
Suamikupun mengoleksi buku - buku terbitan Qonita, Bentang dan buku Mizan lainnya. Baru-baru ini dia membeli The Casual Vacancy dan Sandyakala Rajasawangsa karya Langit K.H. (aku baru baca yang TCV ).
Sekarang aku bisa dikatakan menjadi salah satu bagian
Mizan, persisnya sebagai
book advisor di Mizan Dian Semesta (MDS). Masih
newbie. Pencapaianku juga belum seberapa dibandingkan dengan teman-teman lain yang memang fokus di sana. Tapi alhamdulillah, setiap bulan ada saja transaksi dan komisi tentu saja. Yang paling aku suka adalah, komisi dari MDS tidak harus menunggu lama, cukup satu pekan setelah buku terkirim, maka komisi akan segera masuk rekening kita. Sejak 2012 aku bergabung, kuhitung-hitung,
baru menjual 5 paket Halo Balita, 2 paket Nabiku Idolaku dan satu arisan Ensiklopedi Bocah Muslim serta satu lagi segera menyusul peserta arisan Halo Balita. Karena buku-bukunya memang bagus, bermutu dan tentu saja bermanfaat, maka aku bersemangat dan percaya diri menawarkan kepada teman-teman. Alhamdulillah, komisinya bisa buat beli buku lagi.
Postingan ini diikutsertakan dalam lomba
#MizanAndMe