Tampilkan postingan dengan label lomba blog syaamil quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba blog syaamil quran. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2014

MyFA - My First Love to Al Quran

My First Al Qur'an


Seperti aku udah ceritakan di postingan sebelum ini tentang berbagai model Al Qur'an, kali ini aku akan mereview lebih detil tentan My First Al Quran atau biasa dikenal dengan nama Myfa. Myfa ini Al Quran yang khusus didesain untuk anak-anak. Ilustrasinya sungguh menarik, sangat hidup dan penuh warna. Secara keseluruhan MyFa mempunyai  beberapa kemudahan yang akan didapat, yaitu:
  1. Khat tajwid lebih besar
  2. Terjemah Kementerian Agama RI
  3. Adab Membaca Al-Qur’an dengan ilustrasi cerita yang menarik
  4. Materi Sirah Nabawiyah. Dikemas dengan penyampaian yang ringan dan sederhana dalam judul materi Jejak Rasul
  5. Peta sederhana. Penjelasan melalui gambar terhadap Jejak Rasul
  6. Materi Sekarang Aku Tahu, merupakan materi tematik ayat. Menggunakan bahasa yang ringkas.
  7. Doa-doa Harian.
  8. Tempat-tempat bersejarah umat Islam di dunia
  9. Tokoh-tokoh Islam di dunia
  10. Kamus 3 bahasa (Arab- Indonesia-Inggris)
  11. User Guide, memudahkan dalam memahami tata letak materi
  12. Ilustrasi menarik dan modern yang tidak membosankan



My First Al Qur'an terdiri dari empat buku, dua mushaf dan dua terjemah. Dengan pemisahan ini, kita lebih mudah, pas membutuhkan yang mana, ya itu aja yang dibawa-bawa. Misal sedang mengaji/tilawah juz 30, ya tinggal membawa mushaf Myfa jilid 2. Ringan kaan..
Oh iya, semua gambar, ataupun tulisan di dalam halaman MyFa dapat dibaca oleh e-pen.

Ini halaman mushafnya, dikelilingi dengan gambar-gambar menarik yang disukai anak. Khatnya pun berwarna untuk memudahkan anak belajar membaca sesuai tajwid
ini halaman terjemahnya, dibagian bawah ada terjemah Kementerian Agama RI, kemudian kamus tiga bahasa dan komik yang dapat dibaca dengan e-pen sekaligus cerita tentang jejak Rasul
Dengan MyFa, bisa belajar membaca Al Qur'an dengan didampingi siapa saja. Ibu, Bapak atau Nenek :D Kalaupun anak mau bermain sendiri bersama MyFa-nya, Ibu pun dapat mengawasi sambil memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah lain. Karena e-pen MyFa begitu mudah untuk dioperasikan. Tinggal on-kan dengan cara menunjuk logo Myfa di sampul buku.
 
ini testimoni dari temenku. Anaknya seneng banget membaca MyFa, sampai 'keranjingan' katanya.
 
Selain itu e-pen ini dapat juga jadi sarana menghafal Al Qur'an. Dengan anak mendengarkan berulang-ulang bacaan satu surat dari e-pen, maka anak pun 'tiba-tiba' jadi bisa mengikuti bacaan tsb. E-pen juga dilengkapi dengan kabel data sekaligus sebagai alat untuk mengecas ulang sehingga lebih hemat karena tidak menggunakan baterai.
Ya intinya, MyFa ini bisa menjadi jembatan agar anak-anak jatuh cinta pada Al Quran, mau belajar membacanya, mempelajari kandungannya, menghafalkan ayat-ayat dan kelak dapat mempraktekkan dalam kehidupan mereka setelah dewasa kelak. Aamiiin.

Minggu, 31 Agustus 2014

Yuuk... Beli Buku Yuuuuk....

Aku suka buku. Suamiku suka buku. Anak-anak juga suka buku. Klop deh.
Kurasa kesukaanku membaca diwariskannoleh ibu bapakku. Dulu waktu aku kecil aku jarang dibelikan mainan, tapi Bapak dan Ibu secara rutin langganan majalah dan koran. Ibu juga sering membawakanku buku yang beliau pinjam dari perpustakaan. Sekarang aku dan suami juga ingin mewariskan kesukaan akan buku ini kepada anak-anak.
Mereka jarang kami belikan mainan. Tapi untuk hadiah setiap kali mereka ulang tahun, setiap mereka selesai satu putaran khataman Al Qur'an atau berprestasi di sekolah, kami mengajak mereka ke toko buku. Kami ingin mewariskan juga bagaimana cara memilih buku.

Dalam memilih buku, ada beberapa hal yang menjadi pertimbanganku, yaitu :
1. Konten/isi buku
Buku tuh kan sumber ilmu. Jadi mau nyari ilmu apa ya tinggal nyari buku yang sesuai dengan kebutuhan kita. Mana buku orang tua/dewasa, mana buku anak-anak, mana buku yang bisa dibaca semua umur. Ini aku pisahkan. Buku anak di rak oaling bawah. Buku semua usia di rak tengah, buku dewasa di rak atas dekat langit-langit. Kalau untuk buku agama lain lagi. Buku Al Quran dan Tafsir paling atas, menyusul buku hadits dan tafsir hadits baru buku rujukan lain.hehe malah jadi ngomongin rak.
2. Penerbit
Biasanya aku pilih penerbit yang sudah menjadi anggota IKAPI. Mungkin gak wajib, tapi gimana ya.. lebih sreg aja gitu. Ibaratnya sudah ada yang merekomendasikan nama tsb kalau idah jadi anggota IKAPI
3. Pengarang
Ini juga penting menurutku. Walaupun sebenernya dengan memilih penerbit udah hampir dipastikan kita udah milih pengarang juga sih. Hanya penulis tertentu yang bisa nerbitin buku di penerbit mayor.
4.  Fisik buku
Don't judge the book from it's cover. Tapi menurutku, yang pertama kali membuat kita melirik sebuah buku di pajangan adalah covernya. Sampul buku itu tempat pertama kita memandang buku. Baru nanti dibaca-baca, apa isinya, siapa penerbit dan pengarangnya dsb. Jadi sampul luar buku itu sangat penting menurutku. Kemudian lay out di dalam buku termasuk ilustrasi dan pemilihan huruf. Kadang aku males baca buku karena hurufnya enggak familiar dengan mataku.
Selain itu  bahan/kertas buku tersebut termasuk model jilidnya. Buku yang berbahan bagus akan awet. Pernah aku beli buku, baru dipinjem satu dua teman, eh, udah hancur jilidnya. Males deeh...

Nah teman-teman, itu caraku memilih buku, bagaimana denganmu ?

Kamis, 28 Agustus 2014

Cinta Al Qur'an - Cinta Syaamil Quran

Al Qur'an tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari sebagai seorang muslim. Karena ajarannya merupakan tuntunan bagi kehidupan kita. Mempelajarinya merupakan kewajiban. Membacanya mendatangkan pahala dan kebaikan. Oleh sebab itu, mempunyai Al Qur'an (mushaf) yang pas dan cocok dengan kepribadian dan kebutuhan kita menjadi sebuah kemestian.
Di rumahku misalnya, meski anggotanya ada 7 orang, Al Quran yang ada di rumah lebih dari tujuh. Hehe bukannya boros lho ya.. tapi ini dimaksudkan untuk memudahkan aktifitas bersama Al Qur'an. Kalau buat menghafal memang sebaiknya kita tidak berganti-ganti mushaf. Tetapi untuk #ODOJ dan bulan Ramadhan biasanya aku mengambil mushaf yang sudah dipecah-pecah, di rumah ada yang pecahan per juz ada yang per lima juz. Selain lebih mudah dalam membawanya kemanapun kita pergi, aku juga lebih mudah dalam mengejar target tilawah pribadiku.

Untuk tilawah di rumah, kami lebih sering memakai mushaf bukhara, ukurannya A5. Paslah untuk harian. Ada mushaf ada terjemah. Pas juga dibawa ke pengajian.


Selain itu, aku juga mempunyai Al Qur'an Miracle.

penampakan halaman AL Quran Miracle
Kelebihan dari mushaf ini adalah ada terjemah perkata, ada keyword/bloking ayat yang dibahas dalam tafsir, khat berwarna untuk tajwid, ada terjemah Kementrian Agama, ada tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Ath-Thabari, hadits, doa dan zikir, asbabun-nuzul, siroh nabawiyah, dsb. Berbonus CD belajar membaca Al Qur'an dan Al Ma'tsurot yang dijilid terpisah. Biasanya Miracle ini kubaca saat haid dimana aku enggak tilawah dari mushaf. 
Miracle ini dilengkapi dengan e-pen yang dapat membaca semua isi al qur'an tersebut. Bisa membaca perkata, per ayat maupun per halaman. Jadi bisa dipakai untuk belajar membaca, istilahnya pakai metode talaqi. Dengarkan dari e-pen, kita menyimak, baru nanti kita mengulang. .Cocok dipakai untuk mengulang hafalan, baik untuk anak, dewasa maupun orang tua. Multifungsi kaan..
E-pen ini juga bisa juga membaca tafsirnya. Kalau lagi capek, ya leyeh-leyeh aja ndengerin e-pen. Jadi semacam ndengerin audio book gitu lho..


Selain itu, untuk anak anak ada My First Al Qur'an (MyFA). MyFA ini bener bener cocok untuk hadiah anak kita yang baru lulus belajar Iqro. Jadi mendapatkan Al Qur'an dalam versi yang indah, berwarna, penuh gambar tapi sekaligus kaya manfaat.

khat My First Al Qur'an

halaman buku terjemah MyFa

MyFa terdiri dari 4 buku. Dengan kertas yang lebih tebal, aman buat anak-anak yang motorik halusnya masih dalam tahap perkembangan.  Dua  'buku' MyFA merupakan mushaf Al Qur'an yang terbagi @ 15 juz, dan 2 buku lagi merupakan terjemah, asbabunnuzul, dan keterangan lain seperti jejak Rasul, sekarang aku tahu, doa doa harian,aneka kisah, bahkan kamus bergambar dalam 3 bahasa (Arab-Inggris-Indonesia). Daaaan... yang paling menyenangkan buat anak-anak adalah adanya e-pen. Dapat dioperasikan dengan mudah oleh anak-anak. Sehingga mereka betah berlama-lama dengan Al Qurannya.

Nah, kebetulan anak-anakku ada kegiatan membaca Al Qur'an di sekolah.  Untuk yang sekolah negeri (SMP dan SMA) biasanya 15 menit sebelum belajar mereka membaca Al Qur'an di kelas, satu anak satu ayat, keliling ke seluruh anak di kelas. Kalau yang SD memang ada kegiatan menghafal juga. Khusus untuk  dibawa ke sekolah, anak-anak biasanya membawa Al Quran yang ukuran kecil. Kira-kira seperempatnya dari kertas ukuran A4. Nggak berat dibawa - bawa tiap hari.

anak cewek pakai yang pink, yang cowok pakai yang coklat

Mungkin teman - teman ada yang bertanya, kenapa sih semua Al Qur'an yang aku pakai ini berasal dari satu penerbit. Ya terus terang ini sih karena cinta pertama. Beli pertama cocok, teruuus... aja ada varian baru yang kuperlukan ya aku beli lagi. Sebab lain, semua Al Qur'an dari penerbit Syaamil memakai khat Utsmani yang menurutku lebih mudah dibaca dibandingkan dengan khat lain. Selain itu, dilengkapi juga dengan pewarnaan tajwid. Kalau anak-anak lupa hukum-hukum tajwid, aku lebih mudah mengingatkan dari melihat warna. 

Kalau ditanya Al Qur'an seperti apalagi yang aku butuhkan, terus terang aku perlu Al Qur'an dengan terjemah bahasa Sunda. Aku ingat pas kecil di Jawa Tengah dulu, ustadzku mengajarkan makna Al Qur'an pakai bahasa Jawa. Misal bismillah - kanti nyebut Asma Allah - Arrahmaan (ingkang Maha Welas) - arrohiim (lan Maha Asih). Nah sekarang aku di Bandung, ketika mengisi kajian dengan ibu-ibu sepuh, aku kesulitan menjelaskan dalam bahasa Sunda. Kalau ada Al Qur'an dengan terjemah bahasa Sunda - sukur sukur ada penjelasan ayat per ayat, kan kajian jadi lebih mudah. hehe  Terus dipecah pecah per juz atau per berapa juz gitu.. biar mudah dibawa-bawa.
Barangkali daerah lain dengan bahasa lain juga memerlukan yang seperti ini.

Selain itu, aku juga perlu Al Qur'an (atau buku belajar membaca Al Qur'an semacam Iqro, tilawati, atau apalah) dengan kertas yang lebih tebal, semacam board book gitu. Jadi aman buat anak-anak dan lebih awet. Terus terang, meski Faiz udah hampir 6 tahun udah hampir lulus Iqro juga, gerakan tangannya dalam membuka dan menutup buku tuh kadang masih agak kasar. Beda sama Teteh dulu. Mungkin karena anak laki ya...Jadi iqro dia udah penuh banyak diselotip karena nggak sengaja tersobek gitu.  Sepertinya tidak bisa dijilid langsung 30 juz ya.. karena bakal tebal, jadi dibuat aja per juz atau per dua juz. 
Aku juga perlu CD interaktif atau aplikasi  tentang Al Qur'an ini, isinya game-game buat anak, tebak ayat, tebak nama surat, arti surat, makna ayat, dsb. Sehingga anak-anak dapat mengenal kitabnya sejak dini dengan cara yang fun. Dan pastinya.... mereka nggak nyadar kalau lagi belajar. 
Ya kita tunggulah, mungkin bakalan ada nanti, penerbit-penerbit Al Qur'an yang akan mewujudkan apa yang aku pikirkan di atas.

Satu lagi pesan buat teman-teman, kalau teman-teman merencanakan mau beli Al Qur'an dalam waktu dekat ini, datang aja ke #Pameran Buku Bandung. Di  sana teman-teman dapat memilih Al Qur'an sesuai kebutuhan dan keinginan. Karena sekarang juga udah banyak Al Qur'an dengan sampul yang trendi  dan warna-warni sesuai selera kita (baca ; para cewek). Daaan, kalau pengen Al Qur'an seperti yang aku ceritakan di atas, datang aja ke stand Syaamil Quran, biasanya ada diskon lho.. dan nyarinya pun nggak susah, sudah beberapa kali pameran, stand Syaamil Quran tepat di depan pintu masuk. Jangan salah masuk ya....

Rabu, 27 Agustus 2014

Serba-serbi Buku Anak-anak (ku)

Setelah kemarin aku cerita soal pameran buku, khususnya pameran buku Bandung, yuk.. sekarang ngobrol-ngobrol soal buku anak.
Dari sekian banyak koleksi buku yang ada di lemariku, hampir setengahnya adalah buku anak. Mungkin bahkan lebih. Tapi terus terang saja, aku juga masih suka membaca buku koleksi anak-anakku. Jangan hitung ya.. yang aku membacakan cerita buat mereka, maksudku juga termasuk buku-buku anak remajaku. Karena aku juga ingin tahu, bacaan apa yang dilahap oleh mereka. Dari lima anakku yang paling 'gila baca' anak pertama dan anak keempat. Itu si Mbak #F1, kalau baca novel ibaratnya kudu selesai dalam semalam. Dia tahan sampai tidur telat  gitu. Kalau si Teteh #F4 balah sampai disimpen-simpen di bawah bantal. Kadang kalau aku membangunkan mereka dipagi hari, si Teteh itu sebenernya udah bangun dari tidur. Bukannya bangkit dan ke kamar mandi, eh, malah langsung baca aja. Kok tahu ? Ya tahulah... kan aku emaknya. Kalau tidur mereka jarang matiin lampu alias terang benderang.

Kalau ditanya buku anak seperti apa yang menarik ? Ya pasti lain orang akan lain jawaban. Di rumahku aja yang baru ada lima anak, ada lima selera dalam hal membaca. Meski semuanya masih berebut majalah Bobo tiap minggunya dan berebut majalah Ummi tiap bulannya, masing-masing punya kecenderungan bacaan yang berbeda.
Fathimah misalnya, dia tipe yang melahap semua bacaan. Semua genre untuk bacaan yang sifatnya hiburan ya. Dan dia betah sekali membaca. Mungkin pengaruh dari masa kecilnya juga. Pas dia balita, aku nggak kasih 'mainan' apapun selain buku. Jadi meski masih berebut majalah bobo dengan adik-adiknya dia juga sudah mulai baca-baca novel koleksi Abi dan Ummi. Buku-buku anak macam Lima Sekawan, Trio Detektif, Godek, kayaknya cumah mbak Fathim yang baca. Anak-lain belum menyentuh. Kali karena bukunya udah butut ya.. haha.. ya iyalah.. kan beli di loakan. Tapi...kalau buku-buku yang serius  macam kajian gitu, atau buku-buku pergerakan sih dia belum mau baca.
Fikri beda lagi, meski pas kecil bacaannya sama dengan Mbak Fathimah, makin ke sini dia makin kelihatan condong ke buku-buku sains dan buku petualangan. Dulu aku belikan buku-bukunya, sekarang anak-anak kami persilakan memilih sendiri bukunya, hanya duitnya aja yang dijatah, heheNah kalau Fadhila ini juga beda lagi. Dia sukanya baca cerita romantis. Novel-novel remaja penuh kisah cinta itu yang selalu dibacanya.
Kalau si Teteh masih seputaran majalah, ensiklopedi anak, dan buku-buku karya penulis cilik. Belakangan dia mulia baca buku anak-anak SMP macam serial Pinkberry gitu.
Naaaah.. kalau Faiz gimana ? Hihi terus terang dia sudah mulai  teracuni oleh gadged. Dia udah  mulai pinter soalnya. Kalau misalnya aku kasih waktu main 10-15 menit, eh nanti dia pindah kamar ke kamar Fikri, pinjem lagi hape Fikri di sana. Udah selesai di kamar Fikri, dia mepet-mepet Abi, pinjem lagi punya Abi. Ya gitu deeeh.. tapi aku usahakan tidak ada hari tanpa membaca. Yang pasti, membaca buku iqro'nya setiap habis maghrib. hehe.. becanda. Maksudnya baca buku gitu... dan alhamdulillah, dia sudah mulai bisa 'membaca' dari gambar buku-buku yang sering dibacakan. Makanya kalau buku buat anak seusia dia (TK) aku lebih suka buku yang sedikit kata-kata tapi banyak gambar. Karena ini berguna sekali dalam memacu imajinasi anak.
salah satu buku kesukaan Faiz, isinya lengkap. belajar warna, ukuran, angka, huruf, bentuk, alat transport, dsb.. dikemas dalam bentuk petualangan. Dilengkapi dengan CD, jadi anak bisa belajar dengan audio dan visual sekaligus.
Kalau aku amati sih ya... buku anak ini ada dua jenis. Buku anak yang ditulis oleh anak, dan buku anak yang ditulis oleh orang dewasa. Aku sih enggak fanatik di salah satu jenis aja. Karena menurutku keduanya saling melengkapi. Kalau baca buku karangan anak-anak itu lucu sekali, kadang khayalan mereka tuh seperti nggak nyambung. Misal kisah seorang anak yang jadi foto model tingkat dunia, terbang dari satu negara ke negara lain. Kalau aku mikirnya mereka pergi sama siapa, sekolahnya gimana, komunikasinya gimana.. ehtapi namanya anak-anak ya mikirnya simpel aja kali. Tapi aku kagum juga sama penulisnya, kok kepikiran ya... haha... ya iyalaaah.. makanya tulisannya diterbitin jadi buku. Dan untuk buku anak yang ditulis oleh orang dewasa, terus terang saat ini aku belum dapat menemukan buku-buku seperti Lima Sekawan, si Godek, Trio Detektif, dsb. Artinya buku-buku yang laku sepanjang jaman gitu... buku sekarang kebanyakan muncul sebentar, lalu tenggelam lagi.

Akan tetapi, ada juga hal yang patut disyukuri, sekarang nyari buku anak-anak itu mudaaaaaaah.... sekali. Hampir semua penerbit udah lini buku anak ini. Tinggal pinter-pinternya kita aja sebagai konsumen, mau milih buku yang seperti apa. Siapa pengarangnya dan terbitan mana. Mau yang sifatnya umum atau yang mengupas khusus tentang satu hal.  Kenapa ? Supaya dengan dana yang kita punya, kita bisa mendapat pilihan yang optimal. Jadi jangan sampai ada buku dengan bahasan yang sama, dengan judul, penulis dan penerbit yang berbeda. Sayaaang kaaan.. duitnya... Nah untuk mencegah hal demikian, biasanya aku tanya-tanya teman-teman lain. Dan yang paling mudah ya itu, membaca semua buku anak-anak. Jadi kan inget, buku seperti itu udah punya atau belum.
Trus aku juga lebih suka memilih buku dengan kualitas kertas yang bagus meski harga sedikit lebih mahal, karena akan lebih awet. Setelah dibaca kakaknya bisa disimpen untuk adik-adiknya. Kalau adiknya udah besar, bisa dihibahkan untuk keponakan. (hihi.. emak irit bingit)

Nah, buat teman-teman yang mau milih-milih buku, mau beli buku buat anak atau keponakan, makan datang ke pameran buku akan memudahkan semuanya. Yuuuk.. ke pameran buku yuuuk....

Biar makin gila bacaa....


Selasa, 26 Agustus 2014

Pameran Buku Bandung : Satu Tempat Banyak Manfaat

Ketika mengikuti suami pindah tugas ke Bandung, aku bahagia sekali. Karena ternyata Bandung adalah salah satu kota yang hampir setiap saat ada pameran. Mulai dari pameran properti, pameran komputer, pameran baju muslim, pameran  furniture daaaaan... tentu saja pameran buku.
Menurutku Bandung ini termasuk surga buku. Mengapa bisa ? Ya, karena di Bandung ada pasar buku murah yang terkenal, namanya pasar Palasari. Di sana bisa beli buku baru ataupun bekas dengan harga miring. Aku mendapatkan buku seri 30 tahun Indonesia Merdeka yang kubaca saat SD dulu ya di pasar Palasari itu.
Selain itu, Ikapi Jabar  pun secara rutin menyelenggarakan  Pameran Buku Bandung. Kalau pengamatanku tidak salah, biasanya pameran ini diselenggarakan pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya. Di sela- sela itu ada juga Islamic Book Fair. Saat pameran inilah saatnya panen buku-buku super murah. Sering aku mendapat buku bermaanfaat dengan harga lima ribu rupiah saja.
Belum lagi beberapa toko buku yang tersebar di berbagai tempat. Tinggal pilih deh ya.. mau belanja di mana sesuai selera dan isi dompet kita.

Sejak tinggal di Bandung inilah koleksi buku di perpustakaan keluargaku melesat tajam. Lima tahun yang lalu ketika kami pindah ke rumah baru, anak-anak iseng menghitung jumlah buku. Ternyata hampir seribu buah di luar majalah koleksi. hihi.. nggak nyangka.  
"Buku adalah jendela dunia, memperkaya pengetahuan dapat mengantarkan kita pada kesuksesan" Makanya, aku dan suami sepakat untuk membuka jendela ini lebar-lebar. Ini adalah salah satu cara kami mempersiapkan mereka menapaki jaman. Selain itu, anak-anak biasa saling meminjamkan buku dengan teman-temannya di akhir pekan. Jadi buku-buku koleksi kamipun berputar ke arena yang lebih luas.

Di Pameran Buku Bandung ini, biasanya digelar acara-acara pendukung lainnya. Inilah yang aku suka. Sekali datang ke suatu tempat, banyak manfaat yang aku dapatkan. Yang sudah lalu-lalu misalnya, bedah buku, berbagi tips menulis, workshop, lomba-lomba untuk anak-anak dsb.
Selama beberapa tahun di Bandung, pameran buku ini kulihat selalu ramai pengunjung. Kadang ada juga rombongan anak-anak sekolah dengan seragam merah putih atau putih biru dengan ditemani guru mereka. Beberapa kali aku juga bertemu dengan pengunjung yang datang dari luar kota Bandung. Misal dari Soreang, Majalaya, Sumedang, bahkan aku pernah ketemu yang dari Tasikmalaya. Kok tahu ? Ya kan aku suka berkenalan dengan teman baru. Biasanya pas istirahat sholat atau pas makan di sekitar arena pameran. Dan syukurlah, selama ini kantorku selalu dekat dengan lokasi pameran. Meski aku udah pindah tiga kantor semuanya tinggal ngesot ke arena pameran di Gedung Landmark, Jalan Braga. Jadi aku bisa bolak-balik ke arena pameran dengan memanfaatkan jam istirahat kantor. Asyiiik kaaaan....
Untuk tahun ini  dengar-dengar ada acara baru yang digelar selama pameran. Yaitu temu blogger Bandung... aduuuh... udah nggak sabar pengen ikutan. Semoga jadwalnya pas aku bisa. Selain itu yang menarik juga ada lomba menulis 100 menit yang diikuti 100 guru bahasa Indonesia. Waduuh.. sayang ya.. aku bukan guru, jadi nggak bisa ikutan acara tsb. Selain itu ada juga pameran replika mummi Fir'un. Penasaran ? Datang aja ke Braga.

Nah buat teman-teman yang suka berkunjung ke pameran, khususnya pameran buku Bandung, aku punya kiat-kiat agar dapat memanfaatkan secara optimal pameran ini.
1. Datanglah hari pertama pameran. Masih sepi ? Iyaaa... Justru itu yang kita cari. Kelilinglah pameran, amati satu persatu, penawaran-penawaran apa yang ada pada stand tsb. Untuk kunjungan pertama ini, nggak lama nggak papa. Yang penting kamu sudah mendapatkan infonya.
2. Mintalah buku petunjuk pameran lengkap dengan brosur-brosurnya. Biasanya dibagikan di pintu masuk. Baca baik baik buku panduan tersebut. Perhatikan acara-acara pendukung yang digelar selama pameran, tentukan acara mana yang akan kita ikuti. Kalau mau ke pameran bersama keluarga, aku saranin ke sana pagi hari ketika pengunjung pameran belum terlalu ramai dan anak-anakpun masih fresh.
3. Belilah buku diskon yang benar-benar murah, biasanya ada yang dijual seharga lima ribu atau sepuluh ribu. Jangan ragu-ragu untuk memborongnya, karena buku-buku tersebut bakal laris manis dan tentu saja cepat habis. Buku yang kamu beli itu bisa untuk menambah koleksimu, bisa untuk hadiah buat adik atau keponakanmu, bisa juga disumbangkan ke perpustakaan dekat rumah, atau buat merintis perpustakaan baru.
4. Kalau kamu takut dompet jebol karena nggak nahan lihat buku segitu banyak, mana diskon pula ya... maka tentukan dari rumah  judul buku apa yang akan kamu beli. Kamu bisa memilih dengan cara membaca sinopsis atau reviewnya. Misal dari Goodreads atau dari blog khusus buku. Daaan, bawa uang secukupnya aja. Ini penting. hehe terus terang ini aku banget ya... paling nggak nahan kalau lihat buku. Jadi kalau ke pameran aku hanya bawa uang sesuai budget yang sudah aku siapkan.
5. Sambil kamu keliling-keliling melihat-lihat, pasang telingamu baik-baik. Kenapa ? Karena di stand-stand tertentu sering ada diskon dadakan. Yup, diskon dadakan yang dibatasi waktu. Jadi..... manfaatkan betul momen ini. Siapa tahu kamu pas rejeki kamu ketemu acara ini.
6. Kalau kamu nggak mau 'kehabisan duit' gara-gara pameran buku ini, maka jadikanlah pameran sebagai sarana cari duit. Misalnya : kamu bisa mendaftar jadi reseller salah satu penerbit buku. Katakan kamu mau jadi reseller produk Syaamil Quran, kamu bisa lihat halaman ini. Karena selain memberikan diskon khusus buat konsumen, Syaamil juga memberikan diskon khusus buat para reseller.

Naah, sudah lelah keliling pameran ? Saatnya kamu beristirahat sejenak di  teras gedung Landmark. Kamu bisa mencicipi kuliner yang jarang ada. Misal : kerak telor. Iyah, ada lhooo... biasanya kalau kamu keluar gedung si mamang penjual ini ada di sisi kiri dekat perbatasan dengan Bank Mandiri. Kuliner Bandung lain ? Tentu saja ada. Bakso, siomay, batagor, es campur dan lain-lain. Jadi.. siapkan perutmu ya.....
Jangan lupa, datang ke pameran buku Bandung. Catat tanggalnya