Tampilkan postingan dengan label aplikasiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aplikasiku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 September 2025

Aku dan Strava









Bagi para pecinta olahraga, aplikasi Strava ini pasti sudah tidak asing lagi. Aplikasi ini sangat berguna untuk merekam kegiatan olahraga. Mulai dari olahraga lari, bersepeda, olahraga air, olah raga musim dingin dan olahraga lainnya. Mulai dari berjalan, lari trail, mendaki, bersepeda, bersepeda gunung, berenang, selancar, kayak, mendayung, berseluncur es, sepatu roda, angkat beban, panjat tebing, yoga, sepakbola,  dan masih banyak lagi. Tentu ingin mencoba selagi bisa.

Aku sendiri baru menggunakan beberapa dari pilihan menu olahraga tersebut. Beberapa yang sudah pernah aku coba yaitu :

  • berjalan - hampir tiap hari
  • berlari - sebulan sekali
  • olahraga (biasanya ini kupakai untuk merekam senam bersama di kantor atau di RT)
  • yoga - sepekan sekali
  • bersepeda - jarang

Tak terasa, rupanya cukup lama juga aku pakai aplikasi Strava ini. Sekitar awal 2021 ketika masa pandemi. Namun aku mulai disiplin olahraga baru kurang lebih 3 bulan terakhir. Juli lalu ada notifikasi di Strava katanya aku sudah merekam aktivitas ke 300. Wah banyak juga ya.. Sekarang lagi ngejar aktivitas ke 400 nih ceritanya.

Nah untuk Strava yang enggak berbayar ini, apa saja yang bisa kita nikmati dan manfaatkan, antara lain:

1. merekam aneka macam olahraga seperti aku sebutkan di atas. Jadi jangan sampai ada kata "malas olahraga" karena hampir setiap jenis olahraga ada alat pencatatnya. Lumayan kan ya.. bisa buat bikin story di instagram/whatsapp

2. membuatkan statistik olahraga kita dalam harian, bulanan atau mingguan. Jadi kita dapat mengevaluasi naik turunnya semangat olahraga kita. Selain itu dia juga  mencatat aktivitas ke-berapa seperti yang aku cerita di atas. 

statistik olahraga

3. mengikuti tantangan yang ada di aplikasi. Pilih tantangan yang paling gue banget. Kalau aku baru ikut tantangan aktivitas 10 hari berturut-turut, terus aktivitas 400 menit dalam sebulan, terus berjalan 50km dalam sebulan, dan yang paling baru adalah aku mau coba lari 5km. Yang ini aku baru mulai bulan Agustus kemarin. 









4. Membuat grup. Ternyata kita bisa lho membuat grup di Strava. Misal kita punya genk sehat begitu, kita buatkan grup, nanti anggotanya setor aktivitas olahraga apa yang sudah dilakukan hari ini. Bila grup ini hidup, maka akan ada suasana saling memotivasi untuk berolahraga.

5. Bisa share aktivitas olahraga kita. Misal jalan kaki dapat berapa km, olahraga berapa menit, dsb

6. Berjejaring. Bisa banget lho di Strava kita menambah teman atau mengikuti teman, lalu kemudian saling memberi komentar juga bisa. Jadi sudah mirip dengan media sosial yang kita kenal seperti IG, FB dan lainnya.

7. Mengumpulkan piala dari berbagai aktivitas.

8. Menyimpan kenangan, sesekali strava mengirimkan notifikasi macam di instagram atau di facebook. Ini aktivitasmu sekian tahun lalu, gitu ... seneng juga kalau ternyata kita udah sadar olahraga dari dulu. 

Baru itu sih hal-hal yang aku ketahui dari aplikasi Strava gratisan. Kamu mau menambahkan? atau mau follow-follow an sama aku? Cuss cari namaku di Strava ya..










Rabu, 23 Desember 2015

Mudahnya Pesan Taksi dengan Aplikasi My Blue Bird

Alhamdulillah , pekan lalu aku mendapat kesempatan untuk menghadiri acara Launching Aplikasi My Blue Bird untuk area Metro Bandung Raya. Acara ini dilangsungkan di Saka Bistro and Bar, Jl. Karangsari no. 2 Bandung.
Mungkin ada yang belum tahu, apa sih aplikasi My Blue Bird ini ? Apakah ada hubungannya dengan taksi Blue Bird ? Benar sekali, teman-teman.
Aplikasi My Blue Bird adalah sebuah inovasi dari PT Blue Bird Tbk agar  masyarakat wilayah Bandung Raya semakin mudah untuk  mendapatkan layanan taksi Blue Bird. Sesuai motto-nya yaitu ANDAL (Aman, Nyaman, Mudah, dan Personalise), Blue Bird selalu menciptakan berbagai inovasi dalam hal pelayanan kepada pelanggan. Sejak tahun 70-an Blue Bird sudah menerima pesanan / reservasi melalui telepon. Kemudian meningkat menjadi call center dan radio calling. Blue Bird juga yang pertama kali menerapkan teknologi GPS. Tahun 2000an ketika  telepon genggam mulai menjamur, Blue Bird menerima reservasi melalui SMS. Dilanjutkan dengan Taxi Mobile Reservation pada tahun 2011 yang saat iti masih terbatas pada blackberry dan IOS. Barulah tahun tahun terakhir ini Blue Bird meluncurkan aplikasi My Blue Bird dengan berbasis android.
Selain dalam hal teknologi reservasi, Blue Bird juga mempunyai inovasi dalam jenis jenis kendaraan, untuk taksi kini telah tersedia jenis sedan dan  MPV, ada jenis limusin yang kita kenal dengan nama Silver Bird dan ada bus yang dikenal juga dengan Big Bird. Selain itu Blue Bird juga punya layanan kendaraan khusus untuk para disable yang disebut dengan taksi Lifecare.

Acara launching aplikasi ini dilakukan langsung oleh Bapak Sigit P. Djokosoetono, Direktur  PT Bluebird.  Melalui aplikasi My Blue Bird, calon penumpang dapat mengetahui di mana posisi taksi yang dipesan, dapat menghubungi pengemudi, sekaligus dapat mengetahui estimasi biaya dari lokasi penjemputan sampai tempat tujuan, berapa no taksinya sekaligus identitas pengemudinya. Selain itu, setelah kita berada dalam taksi, kita bisa share info kepada keluarga atau teman, di mana posisi taksi kita. Asyik kaan...
Hadir juga dalam acara ini pejabat dari Dinas Perhubungan Kota Bandung Bapak Ricky Gustiadi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Dishub sangat mendukung peluncuran aplikasi ini, karena sejalan dengan program Bandung Smart City. Untuk mendukung smart transportation beliau mengharap semua perusahaan transportasi memperbaiki layanan terhadap masyarakat.
Terus bagaimana caranya memakai aplikasi My Blue Bird ini ?
1. Cari aplikasi My Blue Bird di appstore, unduh dan pasang.
2. Setelah itu kita registrasi, langkah pertama adalah memilih kota, karena Bandung adalah kota keenam dalam hal peluncuran aplikasi ini.
3. Kemudian minta kode verifikasi. Caranya masukkan nomor telepon kita. Nanti kita mendapat sms kode verifikasi
4. Masukkan kode verifikasi, dan klik tombol verifikasi.
5. Mengisi identitas lain.

pencarian aplikasi di appstore dan lembar persetujuan

empat langkah registrasi aplikasi

Bapak Sigit P. Djokosoetono saat peluncuran aplikasi My Blue Bird di Bandung
Selain awak media dan blogger, hadir juga selebriti yaitu Pidi Baiq yang kerap dipanggil Ayah, dan juga Pramudina, seorang anak muda yang lebih dikenal sebagai selebgram dengan akun @prafr. Baik Ayah Pidi Baiq maupun Pramudina mengaku sebagai pelanggan setia taksi Blue Bird. Dan merasa terbantu sekali dengan diluncurkannya aplikasi My Blue Bird ini. Sambil bercanda ayah Pidi Baiq membujuk untuk diijinkan menyetir sendiri taksi blue bird. Pak Sigit membalas agar Ayah Pidi mendaftar dulu sebagai driver dengan menghubungi Bapak Gatot (Kepala Cabang Bandung). Hadirin pun tertawa bersama.

Pidi Baiq dan Pramudina turut hadir
Setelah acara usai, dilakukan percobaan pemakaian aplikasi ini. Pak Sigit menunjukkan langkah-langkah memesan taksi melalui aplikasi. Tak harus lama kami menunggu, taksi yang dipesanpun datang. Penasaran dengan aplikasi ini, sehari setelah peluncuran akupun mencoba melakukan pemesanan taksi dari tempat tinggalku di Bandung Timur. Yang mana selama ini sussaaaah sekali untuk memanggil taksi menjemput ke daerah sana. Untuk jaga jaga, aku melakukan pesanan sekitar jam 12 dan minta dijemput jam 15. Alhamdulillah, taksi yang kupesan datang juga meski sedikit terlambat. Wajarlah.. namanya juga cari alamat.
Kemudian aku mencoba lagi dari Jalan Katamso menuju Hotel Imperium Jl. Dr. Rum, ternyata taksinya lebih cepat datang kalau posisi kita agak di tengah kota.
Aku puas dengan aplikasi ini. Bila teman-teman mau nyoba, aplikasi ini baru dapat digunakan di kota kota sbb. Jakarta, Semarang, Medan, Bali, Surabaya dan Bandung sebagai kota keenam. 
 
Mejeng di tengah acara